TIP SEHAT SETELAH KANTONG EMPEDU DIANGKAT
4 Tips Hidup
Sehat setelah Kantong Empedu Diangkat
Meski kantong empedu sudah diangkat, bukan berarti penderitanya tidak bisa hidup sehat. Anda bisa menerapkan tips hidup sehat berikut.
Hidup sehat tanpa kantong empedu bukan hal yang tak mungkin. Meski
prosedur kolesistektomi (kantong empedu diangkat) menyebabkan perubahan pada
beberapa fungsi tubuh, Anda masih bisa hidup sewajarnya, bahkan lebih sehat
daripada sebelumnya.
Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter,
pola makan tinggi lemak memicu pengendapan di kantong empedu dan membentuk batu
empedu. Apabila batu empedu didiamkan, penyakit ini akan menyebabkan radang kantong
empedu (kolesistitis) dan berujung pada infeksi berat.
Kalau sudah begitu, operasi pengangkatan kantong empedu yang jadi
solusinya.
Apa yang terjadi setelah kantong empedu diangkat?
Operasi pengangkatan batu empedu memang
dilakukan untuk mengatasi masalah batu empedu. Sayangnya, meski masalah batu
empedu selesai, tubuh tidak memiliki lagi wadah untuk menyimpan cairan empedu.
Normalnya, saat Anda tidak makan, cairan empedu akan tersimpan di dalam
kantong empedu. Lalu saat Anda makan, kantong empedu akan melepaskan cairan
tersebut ke usus halus.
Dengan begitu, lemak-lemak “sumbangan” makanan bisa terurai dan tecerna
dengan baik.
Beda halnya apabila kantong empedu sudah diangkat.
Ketika Anda sedang tidak makan, tidak ada lagi wadah untuk menyimpan
cairan tersebut. Alhasil, cairan empedu dari organ hati akan mengalir langsung
menuju usus.
Karena langsung mengalir ke usus, otomatis tubuh menjadi tidak dapat
mencerna lemak dengan maksimal.
Oleh sebab itu, biasanya beberapa minggu pasca operasi pengangkatan
kantong empedu, pasien tidak boleh mengonsumsi makanan yang tinggi lemak agar
tubuh dapat beradaptasi terlebih dulu untuk hidup tanpa kantong empedu.
Hidup sehat tanpa kantong empedu? Bisa,
kok!
Selain itu, mereka yang baru diangkat kantong empedunya juga kerap
merasakan sakit perut, susah buang air besar, atau justru diare. Kabar baiknya,
gejala tersebut akan cepat membaik bila Anda melakukan beberapa perubahan pola
hidup.
Adapun pola hidup sehat yang bisa Anda terapkan meski tubuh tak lagi
memiliki kantong empedu, antara lain:
1.Tidak
mengonsumsi makanan berlemak tinggi
Anda yang habis menjalani operasi pengangkatan kantong empedu sebaiknya
tidak mengonsumsi lemak lebih dari 30 persen asupan harian Anda. Itu
berarti, Anda tidak boleh makan lebih dari 60 gram lemak, jika asupan harian
Anda sebanyak 1.800 kalori.
Baca juga label kemasan yang produk makanan yang hendak dikonsumsi.
Pastikan produk yang dipilih tidak mengandung lebih dari 3 gram lemak per saji.
Hindari juga makanan yang diolah dengan cara digoreng dengan banyak minyak.
Jika Anda tetap mengonsumsi makanan tinggi lemak, padahal sudah tak
memiliki kantong empedu, yang terjadi setelah operasi adalah nyeri perut dan
kembung yang sangat mengganggu.
2.Makan
dengan porsi yang sedikit-sedikit
Saran ini mungkin biasa diperuntukkan bagi penderita gangguan lambung.
Namun ternyata, ini juga berlaku buat penderita masalah empedu. Jika
ingin makan, ambillah porsi yang sedikit saja.
Jangan takut lapar, karena meski makan dengan porsi sedikit, Anda bisa
mengonsumsinya sering-sering (tetapi tetap berikan jeda). Ingat, porsinya
sedikit, ya, bukan porsi banyak menjadi porsi yang normal.
3.Pilih makanan yang bertekstur lembut
Agar pencernaan tidak “kaget” dan memudahkan proses beradaptasi, hindari
makanan bertekstur keras dan pilih makanan bertekstur lembut, seperti
sup, bubur, atau smoothies. Lakukan di minggu pertama, lalu tingkatkan
tekstur secara bertahap sampai Anda bisa mengonsumsi lagi semua
tekstur makanan. Tapi ingat, tetap yang rendah lemak, ya!
4.Konsumsi
makanan berserat
Ini bisa dilakukan ketika gejala diare sudah hilang pasca operasi dan
peralihan tekstur makanan lembut ke tekstur normal sudah dilakukan. Anda
bisa mengonsumsi oatmeal, roti gandum utuh, aneka jenis sayur dan buah, hingga
kacang-kacangan.
Khusus kacang-kacangan, hindari mengonsumsi kacang-kacangan yang
digoreng. Pilih kacang yang dipanggang atau direbus supaya lebih sehat dan
membuat tubuh tak perlu bersusah payah untuk mencerna lemak dari minyak goreng.
Jangan terpuruk bila menurut medis kantong empedu Anda harus diangkat.
Lakukan tips hidup sehat tanpa kantong empedu yang disarankan di
atas, yakni mengurangi asupan lemak jahat.
Pasalnya, organ tubuh sudah kehilangan fungsi maksimalnya dalam
menghancurkan dan mencerna lemak.
Jadi, bila Anda “bandel”, bukan tak mungkin masalah kesehatan lainnya
menyusul dan semakin merugikan.
TAMBAHAN INFORMASI:
1. Pilih makanan rendah lemak dengan porsi kecil
Untuk Anda yang hidup tanpa kantung empedu, selalu perhatikan kadar
lemak yang terkandung dalam makanan.
Pastikan juga kadar lemak tidak melebihi 30 persen dari asupan harian.
Artinya, hindari mengonsumsi lebih dari 60 gram lemak jika asupan gizi harian yang
dibutuhkan sebesar 1.800 kalori.
Beberapa makanan rendah lemak yang dapat menjadi pilihan, seperti:
daging unggas,
ikan,
susu rendah lemak,
sayuran,
buah-buahan, dan
biji-bijian.
Untuk makanan kemasan, Anda dapat membaca tabel nutrisi yang tertera
pada kemasan produk. Pilihlah produk yang tidak mengandung lebih dari 3 gram
lemak per sajian.
Anda juga sebaiknya mengganti pola makan setelah operasi pengangkatan
empedu.
Hindari mengonsumsi makanan dalam porsi besar secara langsung.
Sebaiknya, makanlah dengan porsi sedikit tapi lebih sering.
2. Pilih makanan bertekstur lembut
Untuk beberapa hari pertama setelah operasi, Anda sebaiknya menghindari
makanan bertekstur keras dan padat.
Pilihlah makanan dengan bentuk dan tekstur yang lebih lembut, cair, atau
lunak. Anda bisa mencoba jenis makanan, seperti sup, bubur, smoothies, atau
agar-agar.
Setelah itu, Anda bisa kembali lagi mengonsumsi makanan padat, tapi
cobalah lakukan secara bertahap sehingga tubuh lebih mudah menyesuaikan.
3.
Hindari makanan tinggi lemak
Hidup tanpa kantung empedu berarti Anda harus menjauhi makanan dengan
kadar lemak tinggi atau terlalu pedas.
Hindari beberapa jenis makanan seperti:
-daging tinggi lemak,
-daging olahan, seperti sosis dan
kornet,
-produk susu tinggi lemak, seperti keju,
es krim, dan susu murni,
-makanan yang digoreng dan berminyak,
dan
-makanan pedas.
Apabila salah memilih makanan pasca-operasi, Anda bisa merasakan
gejala-gejala, seperti rasa sakit, nyeri, perut kembung, dan diare.
4.
Hati-hati dengan makanan berserat
Makanan berserat dapat membantu melancarkan pergerakan usus dalam
mencerna makanan. Meski begitu, jangan langsung mengonsumsi makanan berserat
setelah operasi batu empedu.
Mengonsumsinya terlalu cepat bisa menyebabkan rasa sakit, kram, perut
kembung, dan diare.
Sebaiknya, Anda mulai makan makanan tinggi serat secara bertahap dalam
porsi yang kecil terlebih dahulu. Tingkatkan porsinya jika tubuh Anda sudah
mulai beradaptasi.
Beberapa makanan berserat yang bisa ditambahkan ke dalam diet pasien
yang hidup tanpa kantung empedu, seperti:
roti gandum utuh,
kacang-kacangan,
biji-bijian,
kembang kol,
selada, dan
sereal.
5. Buat catatan harian
Penting untuk membuat catatan harian berisi menu makanan setelah
operasi. Hal ini membantu Anda mengetahui efek konsumsi makanan pada tubuh
setiap harinya.
Saat makan, perhatikan reaksi tubuh Anda terhadap makanan tertentu. Catat
daftar makanan, berapa banyak porsinya, dan bagaimana respons tubuh Anda
setelah menyantapnya.
Dengan begitu, Anda bisa mengetahui pola makan yang sesuai dengan
kondisi tubuh walaupun harus hidup tanpa kantung empedu.
Komentar
Posting Komentar