KASIH ALLAH DAN KEBERADAAN-NYA- AKA 14

 

Tentang:

Kasih Allah dan Keberadaan-Nya*

    (God’s Love and Existence)

 Pendahuluan:

   Pada suatu waktu hampir semua orang yang hidup di negara-negara Kristen percaya kepada Allah, kecuali orang atheis.

   Zaman berubah. Konsep manusia tentang Allah juga berubah.

   Banyak orang di zaman ini mengira jika seseorang menyangkal adanya Allah itulah tandanya bahwa ia seorang sarjana.

   Suatu sistem politik yang besar berusaha menyingkirkan pengetahuan yang benar tentang Allah dari pikiran manusia untuk menggantikan dengan konsep manusia sendiri. Sebagian dari orang yang mengaku dirinya Kristenpun ada yang menyatakan “ALLAH SUDAH MATI”. Dapatkah kita mengetahui bahwa ada oknum yang Agung dan Maha Tahu yang kita sebut Allah?.  Allah telah menyatakan tentang diri-Nya dengan lengkap di dalam Alkitab.

   Marilah kita baca tiga ayat Alkitab sementara kita mulaikan pelajaran kita.

1.  “Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak daripada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.” Roma 1:19,20.ayat ini menegaskan bahwa dunia alamiah menyaksikan keberadaan dan kuasa penciptaan Allah.”

2.  “Menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan”. Ibrani 1:3. Ayat yang kedua ini menguatkan bahwa Allah, oleh Yesus Kristus Anak-Nya, menopang atau memelihara segala yang telah diciptakan. Misalnya, Allah yang menjaga dan mengatur segala benda dilangit bergerak pada peredaran yang telah ditentukan.

3.  “Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada.”Kisah 17:28. Kebenaran besar Alkitab yang ketiga ini, menerangkan kepada kita bahwa semua kehidupan dipelihara oleh Allah. Maka haruslah ada suatu sumber kehidupan dan Allah adalah sumber segala kehidupan ini.

 P-1. Pernyataan positif apakah yang Alkitab buat tentang keberadaan Allah?.

 Daniel 2:28 “*Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia*; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang....”

 *Jawab*: Ada Allah di sorga!.

 P-2. Pengumuman/pernyataan yang mendasar apakah yang telah dibuat oleh Khalik semesta alam?.

 Yesaya 45:5,6.(Lihat juga Ulangan 4:39).”Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah...ayat 6.”supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain.”

 *Jawab*: Tidak ada illah/tuhan selain Allah.

P-3. Diatas dasar apakah Allah menuntut perbaktian dan kesetiaan kita?

 Yesaya 45:18 “Sebab beginilah firman Tuhan, yang menciptakan langit,-Dialah Allah—yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya,--dan Ia menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi Ia membentuknya untuk didiami--:”Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain”.

 *Jawab*: Allah itu ada yaitu sebagai Pencipta.

 P-4. Apabila kita memandang ke langit dengan bintang-bintang yang gemerlapan, apakah yang dinyatakan oleh bintang-bintang yang gemerlapan, apakah yang dinyatakan oleh bintang-bintang itu?.

 Mazmur 19:1-3 “ayat 2.Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;....

 *Jawab*: Kemuliaan Allah dan pekerjaan tangan-Nya.

*Catatan*: Berjuta-juta matahari dan planit yang tak terhitung banyaknya beredar di angkasa dengan teratur, semuanya menyaksikan adanya Khalik Yang Maha Kuasa yang juga mengendalikan benda-benda di langit dalam peredarannya. Zat-zat materi yang tidak bernyawa, tidak mempunyai kecerdasan menciptakan dan menyelidiki hukum-hukum Alam.

 P-5. Bukti-bukti apakah yang nyata dalam dunia binatang yang dapat dilihat tentang suatu TUNTUNAN Ilahi?.

a.   Mazmur 139:14 “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”

b.  Ayub 39:13 “Dapatkah engkau memaksa lembu hutan mengikuti alur bajak dengan keluan, atau apakah ia akan menyisir tanah lembah mengikuti engkau?.”

c.   Ulangan 32:11,12 “Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang diatas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah Tuhan sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.”

d.  Yeremia 8:7 “Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum Tuhan.”

*Jawab*:                                                   

a. Mekanisme tubuh manusia begitu luar biasa diciptakan Tuhan.

b. Sapi liar tidak bisa diandalkan, Kekuatannya tidak dapat dimanfaatkan untuk tujuan manusia. 

c.Allah digambarkan bagaikan rajawali yang memelihara kita sebagai anak-anak-Nya.

d. Kesetiaan burung pada naluri (insting) mereka untuk pindah atau bermigrasi, dibandingkan dengan kesetiaan manusia kepada hukum yang mengatur keberadaannya.

 P-6. Dalam pernyataan/bahasa apakah Ayub meyakinkan kita bahwa Allah yang menuntun naluri tingkah laku burung-burung dan binatang-binatang?.

 Ayub 12:7-10 “Tetapi bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan. Atau bertuturlah kepada bumi, maka engkau akan diberinya pengajaran, bahkan ikan di laut akan bercerita kepadamu.....

 *Jawab*: Kita boleh bertanya atau mempelajari tentang sifat2 manusia dari binatang-binatang dan ikan-ikan di laut dimana Allah sendirilah yang telah menuntun naluri tingkah laku mereka.

 *Catatan*-Tingkah laku yang ajaib dari burung-burung dan binatang-binatang tertentu dengan jelas membuktikan bahwa mereka dituntun oleh kebijaksanaan Ilahi. Kegiatan binatang tertentu, burung-burung yang terbang jauh berpindah beribu-ribu mil melintasi daratan dan lautan luas tanpa peta, pekerjaan bijaksana dari lebah dan semut, adalah hanya beberapa dari contoh tentang tuntunan ini.

 P-7. Selain daripada kuasa mencipta, apakah lagi karunia Ilahi, yang dikatakan Allah ada pada-Nya?.

 Yesaya 46:9,10 “Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana,....

 *Jawab*: KARUNIA NUBUATAN....Allah memiliki kemampuan/kuasa untuk memberitahukan perkara yang akan terjadi di kemudian hari.(Nubuatan).

 *Catatan*: Melalui karunia Nubuatan, Allah telah menyatakan perjalanan sejarah kerajaan-kerajaan dunia, nasib bangsa-bangsa dan kota-kota, banyak peristiwa dalam kehidupan Yesus di dunia ini, dan berbagai peristiwa kecenderungan2 pada akhir zaman ini. Hanya Allah yang dapat menyatakan dengan tepat peristiwa-peristiwa sebelum terjadi beratus-ratus dan beribu-ribu tahun lebih dahulu.

 P-8 Bagaimanakah penulis Mazmur menerangkan tentang sifat Allah yang kekal itu?.

 Mazmur 90:2 “Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”

 *Jawab*:  Allah itu kekal selama-lamanya, sebelum semua ada, Dia sudah ada.

 P-9. Bagaimanakah Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Allah hadir dan berada di mana-mana?.

 Mazmur 139:7-12 “Kemana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?. Jika aku mendaki ke langit, Engkau disana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau.  Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.....

 *Jawab*:  Tuhan hadir dimana-mana (Omnipresence)

P-10. Bagaimanakah Allah sendiri menjelaskan tentang sifat-Nya yang ada dengan sendirinya?.

 Keluaran 3:14 “Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya:”Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

 *Jawab*: Sifat Allah itu kekal, Dia sudah ada sebelum segala sesuatu itu ada karena Dialah *PENCIPTA*.

   *Catatan*: Dalam bahasa Ibrani, seperti halnya bahasa Inggris, bagian kalimat “I AM”, dalam bahasa Indonesia, “AKU ADA”, adalah suatu bentuk dari kata kerja, “ADA” dan berarti bahwa yang mempunyai sifat ini adalah kekal, oknum yang ada dengan sendirinya.

 P-11.Allah adalah Maha Kuasa. “Maha Kuasa” adalah istilah yang digunakan dalam Alkitab. Adakah sesuatu yang melampaui kuasa-Nya?.

 Markus 10:27 “Yesus memandang mereka dan berkata:”Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

 *Jawab*: Tidak ada!. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.

 P-12. Bagaimanakah Alkitab menunjukkan, bahwa dalam bentuk (in form), manusia itu menyerupai Khalik (Penciptanya)?

 Kejadian 1:26; Keluaran 33:20-23.

 Kejadian 1:26 “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

 Keluaran 33:20-23 “Lagi firman-Nya: “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.” Berfirmanlah Tuhan: “Ada suatu tempat dekat-Ku, dimana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan.”

 *Jawab*: Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Memiliki kesanggupan untuk meniru karakter Allah dengan kuasa yang Tuhan berikan kepada manusia.

 P-13. Oleh karena sifat kemanusiaan kita terbatas, apakah yang tidak mungkin bagi kita untuk mengetahui tentang Allah?.

 Ayub 11:7 “Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa?.

 Yesaya 40:28 “Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar?. Tuhan ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya”.

 *Jawab*: Kita tidak mungkin memahami hakekat Allah dan kekuasaan-Nya.

  *Catatan*: Sebagaimana semut tidak mungkin memahami manusia dan segala jalan-jalannya, demikianlah manusia tidak dapat memahami sepenuhnya tentang Allah dan hikmat-Nya, pengetahuan-Nya dan kuasa-Nya yang tidak terbatas.

 P-14. Bagaimanakah Allah menjelaskan kepada Musa tentang sifat-Nya yang Pengasih dan Pemurah?.

 Keluaran 34:5-7 “Turunlah Tuhan dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama Tuhan. Berjalanlah Tuhan lewat dari depannya dan berseru: “Tuhan, Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.”

 *Jawab*: Tuhan Allah itu penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya—mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa—tapi tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman.

 P-15. Untuk menghilangkan salah pengertian dalam pikiran manusia tentang sifat Allah yang benar, bagaimanakah rasul Yohanes menerangkan tentang Allah?.

  1 Yohanes 4:8  “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”

 *Jawab*: Allah adalah kasih.

 P-16. Apakah bukti yang agung yang telah diberikan Allah kepada kita mengenai kasih-Nya?.

 Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

 *Jawab*: Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, yaitu kita manusia, sehingga Ia mengirim anak-Nya Yesus Kristus dan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya akan diselamatkan.

 Kesimpulan:

  Allah yang Maha Besar semesta alam adalah Bapa kita di surga yang Pengasih dan Penyayang. “Allah itu kasih adanya, tertulis pada setiap mekar bunga, pada setiap daun rumput yang baru tumbuh. Burung-burung yang berkicau merdu di udara dan bunga-bunga dengan keharuman yang sempurna dalam alam..menyaksikan akan...pemeliharaan Allah kita dan akan kerinduan-Nya menjadikan anak-anak-Nya berbahagia.” Step to Christ, hal.10.

   Ketika Pilipus berkata kepada Yesus, “Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami,” Yesus menjawab, “Orang yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.”  Yesus tidak hanya datang untuk mati bagi kita, tetapi juga menyatakan Allah kepada kita. Yesus berjalan keliling berbuat baik, menyembuhan yang sakit, menghibur yang sedih, memberi makan yang lapar dan mengampuni orang berdosa yang bertobat. Inilah sifat-Nya, dan Ia dengan Bapa adalah satu, karena Yesus adalah Allah, “dinyatakan dalam daging”.

   Salib Kristus adalah pernyataan sepebuhnya tentang kasih Allah, karena “Allah adalah di dalam Kristus yang memperdamaikan dunia dengan diri-Nya.”

   Seperti Bapa dalam perumpamaan Anak Yang Hilang itu, Bapa kita di surga membuka lebar kedua lengan-Nya yang berpengasihan kepada kita anak-anak-Nya yang keras hati, mengundang kita datang kepada-Nya. Hal yang paling indah dapat Anda lakukan ialah menerima undangan-Nya dan mengenal Dia bagi dirimu sendiri, karena Yesus berkata: “Inilah hidup yang kekal, agar supaya mereka mengenal engkau Allah satu-satunya yang benar dan Yesus Kristus yang Engkau utus.”

   Jika pelajaran ini telah menimbulkan keinginan dalam hatimu untuk mengenal Allah dan melayani Dia lebih baik, kami anjurkan agar Anda memberi tanda pada dua kalimat berikut ini :

1.  Saya ingin mengenal lebih baik akan Bapaku di surga:___

2.  Saya mau menyambut kasih-Nya dengan jalan menjadi anak-Nya yang taat: ________

*TANGGAPAN*:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.