Bagaimana Engkau Menjadi Seorang Yang Baru. AKA-19
Bagaimana Engkau Menjadi Seorang Yang Baru.
Beberapa tahun yang silam surat-surat kabar
melaporkan berita tentang seorang gadis remaja yang memelihara seekor macan
tutul sebagai binatang piaraan. Macan tutul itu baru berumur beberapa hari
ketika diberikan kepadanya. Anak gadis ini sangat menyayangi binatang piaraan
ini dan mereka berdua sering bermain bersama-sama berjam-jam.
Sementara macan itu semakin menjadi besar,
anak perempuan ini diperingatkan akan bahayanya memelihara binatang buas itu.
Anak perempuan itu juga menjadi besar hampir
bersamaan dengan menjadi besarnya macan itu, sehingga ia yakin binatang itu
tidak akan pernah mengganggunya. Ia menyatakan bahwa semua ciri dan sifat
binatang yang menyerupai kucing ini sudah hilang karena sudah lama bergaul
dengan manusia.
Lalu pada suatu hari sebuah jari anak perempuan
ini terpotong ketika sedang bermain-main dengan binatang piaraannya itu.
Macan tutul itu menjilat darah dari luka
pada jari anak perempuan itu. Hanya dalam beberapa detik saja, binatang yang
telah jinak sebagai teman bermain, langsung berubah menjadi ganas dan buas. Di
bantingnya anak perempuan itu ke tanah, dan dengan garang mencakar dan
menggigit!. Anak perempuan itu berhasil diselamatkan, tetapi dengan pedih hati
ia menyadari bahwa macan kesayangannya masih tetap memilih sifat-sifat sebagai
seekor binatang buas. INI MELUKISKAN SIFAT MANUSIA.
Manusia dilahirkan dengan sifat berdosa.
Lebih mudah bagi manusia melakukan apa yang salah dan berdosa daripada
melakukan apa yang baik dan benar. Pendidikan dan latihan bisa membentuk
ciri-ciri tingkah laku yang tampaknya baik secara luar, tetapi di dalam
sifat-sifat jahat masih tetap ada.
Seorang ayah yang baik budi dan seorang
suami yang bijaksana bisa berubah menjadi seperti orang gila yang ganas
bilamana ia meneguk beberapa kali minuman keras. Para psikolog mengatakan
kepada kita bahwa ledakan-ledakan dalam sifat ini, disebabkan oleh sifat-sifat
yang tersembunyi dan dorongan-dorongan tertekan yang tertahan oleh pengendalian
diri, tetapi akan muncul dengan sendirinya apabila penguasaan diri itu hilang
kendali untuk sementara. Kristus
mengatakan bahwa para pemimpin agama pada zaman-Nya sama seperti, “kuburan yang
dilabur putih yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah
dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.” Matius 23:27.
Supaya menjadi benar dengan Allah, kita
perlu keampunan atas dosa-dosa kita yang lampau. Tetapi lebih dari itu, kita
perlu memiliki suatu perubahan dalam sifat kita yang jahat, yang mendatangkan
dosa-dosa ini.
Yeremia 13:23 “Dapatkah orang Etiopia
mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya?. Masakan kamu dapat
berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?.”
*Jawab*: Tidak dapat berbuat baik, orang yang
membiasakan diri berbuat jahat.
Yesaya 64:6 “Demikianlah kami sekalian seperti
seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian
menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun
dilenyapkan oleh angin.”
*Jawab*:
Seperti kain kotor.
Roma 7:15-19 “Sebab apa yang aku perbuat, aku
tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa
yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku perbuat apa yang tidak
aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik. Kalau demikian
bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku. Sebab aku
tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu
yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa
yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku
perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, *yaitu yang jahat*, yang aku
perbuat.”
*Jawab*: Yang jahat.
Roma 7:14 “Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat
adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual dibawah kuasa dosa.”
*Jawab*: Karena dia bersifat daging—dibawah
kuasa dosa.
*Catatan*:
Sifat daging artinya, tidak rohani, belum bertobat kepada Kristus.
Roma 8:6,7 “Karena keinginan daging adalah
maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan
daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum
Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.”
*Jawab*:
Sebab keinginan daging adalah maut, perseteruan terhadap Allah (tidak
takluk kepada hukum Allah, jadi tidak mungkin baginya.)
Kisah 3:19 “Karena itu sadarlah dan
bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan.”
*Jawab*: Sadar dan bertobat.
*Catatan*:
Ayat ini mengatakan kepada kita supaya menyesal dan bertobat. Kata bertobat
berarti berubah. Kita harus berubah sifat daging kita kepada sifat rohani. Di
pihak kita, adalah bertobat atau menyesal akan dosa-dosa kita. Di pihak Allah
adalah menyempurnakan perubahan di dalam kita yang kita sebut *PERTOBATAN.*
Yohanes 3:3,6 “Yesus menjawab, kata-Nya:”Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak
dapat melihat Kerajaan Allah.” “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging,
dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.”
*Jawab*: Dilahirkan kembali dan dilahirkan
dari Roh.
Yohanes 1:12,13 “Tetapi semua orang yang
menerima-Nya diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang
percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau
dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki,
melainkan dari Allah.”
*Jawab*: Menerima Allah dan percaya dalam
nama-Nya.
Yehezkiel 36:26 “Kamu akan Kuberikan hati yang
baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu
hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.”
*Jawab*: Akan diberikan kepada kita hati yang
baru dan hati yang taat (menurut).
Ibrani 8:9,10 “bukan seperti perjanjian yang
telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan
mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku,
dan Aku menolak mereka,”demikian firman Tuhan. Maka inilah perjanjian yang
Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikanlah firman Tuhan.”Aku
akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka,
maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”
*Jawab*: Dibawah Perjanjian Baru, hati dan
pikiran manusia telah diubah. Manusia melakukan yang benar bukan karena
kekuatan mereka, melainkan karena Kristus yang tinggal dalam hati.
Roma 7:24,25 “Aku, manusia celaka! Siapakah
yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?. Syukur kepada Allah! Oleh Yesus
Kristus, Tuhan kita.”
*Jawab*: Melalui Yesus Kristus, Tuhan kita.
Matius 5:6 “Berbahagialah orang yang lapar dan
haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.”
*Jawab*: Seperti orang yang lapar dan haus.
Yeremia 19:12,13 “Begitulah akan Kulakukan
kepada tempat ini, demikianlah firman Tuhan, dan kepada penduduknya. Aku akan
membuat kota ini seperti Tofet: rumah-rumah Yerusalem dan rumah-rumah para raja
Yehuda akan menjadi najis seperti tempat Tofet, yakni segala rumah yang di atas
sotohnya orang membakar korban kepada segala tentara langit dan mempersembahkan
korban curahan kepada allah lain.”
*Jawab*: Jika kita "TIDAK" beribadah kepada allah
lain.
2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam
Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang
baru sudah datang.”
*Jawab*: Kita menjadi ciptaan baru,
sifat-sifat yang lama sudah berlalu, digantikan sifat-sifat yang baru didalam
Kristus.
Kolose 3:1-10. Ayat 9,10 ...”karena kamu telah
menanggalkan MANUSIA LAMA serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru
yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut
gambar Khaliknya;”.
*Jawab*: Menanggalkan Manusia Lama serta
kelakuannya, dan mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui.
Galatia 5:22,23 “Tetapi buah Roh ialah: kasih,
sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”
Jawab: Sembilan Sifat-sifat seperti yang ada dalam Buah Roh: Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.
Berapa banyak kali kita telah gagal
mengikuti Juruselamat sebagaimana mestinya. Banyak di antara kita telah
berusaha keras untuk berbuat yang benar, tetapi gagal dan tak berdaya.
Maksud kita baik tetapi kita sedang berusaha
berbuat baik, tanpa pertolongan Allah. Kita masih tetap jasmani dan berdosa
dalam sifat kita. Kita dikendalikan oleh nafsu dan tabiat-tabiat yang dilakukan
sebelum kita mengenal rencana penebusan Allah.
Tanpa Yesus, hati kita tidak bisa diubahkan.
Kita tidak akan pernah bisa mengalahkan Iblis dengan kekuatan kita sendiri.
Hanya bilamana kita menyerahkan hidup kita
ke dalam tangan Kristus, maka kita bisa memperoleh kemenangan atas dosa-dosa
yang lalu. Hanya melalui Dia kita dapat hidup dalam kehidupan Kristen yang
menang. Banyak orang berkata: “Bilamana saya mengalahkan kebiasaan ini, atau
memperoleh kemenangan atas dosa itu, barulah saya akan menerima Tuhan dan
menjadi seorang Kristen.” Ini sama dengan seorang yang menderita sakit yang
mengatakan:”Bilamana saya sudah sembuh barulah saya pergi ke dokter dan meminta
pertolongannya.” Waktu untuk datang kepada Kristus dan meminta pertolongan
adalah pada saat engkau menyadari akan keperluanmu. Serahkanlah hatimu
kepada-Nya sekarang juga, dan ketahuilah akan damai dan sukacita yang akan
datang kepadamu pada saat engkau menjadi manusia baru di dalam Dia. Engkau
dapat melakukan ini bilamana engkau berlutut sekarang juga dan menyerahkan
hidupmu dikendalikan oleh Kristus. Jikalau engkau tidak tahu bagaimana harus
datang kepada Kristus, sebutkanlah kembali perkataan-perkataan yang sederhana
berikut ini dari dalam hatimu yang tulus, “Tuhanku yang Maha Kasih, aku lemah,
aku telah berdosa. Ampunilah dan tolonglah aku sekarang. Amin”.

Komentar
Posting Komentar