HIDUP DALAM MASYARAKAT 24/7 (PASSD 01 T3-21)
(Living in a 24-7 Society)
Nast Alkitab:
“Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan: hatiku dan dagingku bersorak-sorak kepada Allah yang hidup”.(Mzm.84:3).
sulit
ditemukan kecuali ada perencanaan khusus untuk itu. Sangat mudah untuk merasa
dilecehkan, tidak dapat mencapai semua yang perlu kita capai, dan kehilangan
kontak kita/sentuhan kita dengan Allah.
*Pikirkan semua hal yang Anda perlu lakukan
dalam minggu tertentu. Apakah mudah untuk mengemas semuanya? Kita dipengaruhi
oleh jam sibuk, jam kerja, percakapan online dan offline, janji medis, acara
sekolah, dan bahkan belanja. Selalu ada kebutuhan untuk terburu-buru dan sibuk
dan menyelesaikan apa yang kita lakukan sehingga kita dapat melanjutkan.
*Apa yang ada dalam pikiran Allah (yang dipikirkan
Allah) ketika Dia menciptakan hari istirahat khusus untuk kita?
Kejadian
2:1-3: “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya
itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah
dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati
hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah
dibuat-Nya itu.”
* Hari ini
akan menjadi waktu untuk berhenti dan dengan tenang menikmati hidup; satu hari
istirahat dan tidak bekerja, hari untuk secara khusus merayakan pemberian
rumput,udara,margasatwa,air, manusia dan Pencipta setiap pemberian yang baik.
* Apakah Allah berpikir bahwa Adam dan Hawa
di Taman Eden akan menjadi sangat sibuk sehingga mereka membutuhkan satu hari
istirahat? Atau, apakah hari itu dikhususkan untuk komunikasi yang lebih dekat
satu sama lain dan/atau persekutuan dengan Allah dan para malaikat? Atau
keduanya?
*Atau, apakah Allah menyadari bahwa masalah
akan datang dan bahwa manusia perlu menyisihkan waktu tertentu untuk
menghormati Dia karena karunia kehidupan-Nya kepada kita dan semua yang
melibatkannya.
*Pikirkan semua yang disebut alat penghemat
tenaga kerja yang kita miliki di zaman modern ini.
Komunikasi begitu mudah. Komputer telah membuat penulisan
surat dan pengiriman informasi menjadi lebih mudah dan hampir seketika. Namun,
ketika itu terjadi, kita menyadari bahwa orang mengharapkan lebih dari kita!
Mereka bahkan mungkin ingin memiliki akses kepada kita 24/7!
*Penelitian menunjukkan, bahwa kita krang
tidur, dan banya orang sangat bergantung kepada kafein untuk terus terjaga.
Muskipun kita memiliki ponsel,komputer, koneksi internet—kita sepertinya tidak
pernah punya cukup waktu.
Pikirkan beberapa contoh dalam Alkitab di
mana istirahat itu penting.
*Segera setelah Yesus secara resmi memanggil
murid-murid-Nya untuk mengikuti Dia dan sementara mereka semua berada di
wilayah Galilea, Dia mulai mempersiapkan mereka untuk pergi keluar sebagai
rasul2. Mereka diutus berdua-dua dengan instruksi berikut dari Yesus:
Matius
10:7-8: “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta;
usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu
berikanlah pula dengan cuma-cuma.
* Coba bayangkan kesibukan macam apa yang
akan terjadi pada seseorang yang memiliki kekuatan untuk melakukan semua hal
itu! Saya tidak yakin mengapa kita tidak memiliki catatan penyembuhan atau
kebangkitan orang mati yang dilakukan oleh para murid ketika Yesus masih di
bumi ini.
* Jika mereka benar-benar diberi kuasa oleh
Allah untuk menghidupkan kembali manusia, menyembuhkan penderita kusta, dan
mengusir setan, apakah mengherankan bahwa orang-orang dari mana-mana akan datang
dan meminta para murid untuk membantu mereka? Jadi, perhatikan apa yang
terjadi.
Markus
6:30-32:”Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan
memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka ajarkan . Lalu Ia berkata kepada
mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi,
supaya kita sendirian, dan beristirahanlah seketika!. Sebab memang begitu
banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak
sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke
tempat yang sunyi.”
*Pikirkan cara-cara Allah telah mendorong
kita untuk mendapatkan istirahat yang cukup.
Maz.4:9; Kel.23:12; Ulangan 5:14; Mts.11:28
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi
kelegaan kepadamu.”
*Allah yang menciptakan kita tahu bahwa kita
membutuhkan istirahat fisik. Allah membangun siklus ke dalam waktu—malam dan
Sabat—untuk memberi kita kesempatan beristirahat fisik. Perintah Sabat bukan
hanya saran. Itu adalah sebuah perintah!.
*Allah bermaksud agar kita memiliki siklus
tertentu yang dibangun ke dalam hidup kita: (1) Siang dan malam, dan (2) Enam hari kerja kemudian Sabat.
Dia tidak
meninggalkan hasil kebetulan (the results to chance); memelihara hari Sabat adalah sebuah perintah! Ini bukan
sekedar suggestions/syaran. Ini adalah resep
untuk kesehatan yang baik!
*Jadi,
apa yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki hal-hal dalam hidup Anda sendiri?
Pernahkah Anda merasa lelah secara fisik, emosional, dan mental?
*Sementara beberapa dari kita mungkin
terburu-buru sehingga kita kelelahan secara fisik, yang lain tegang
sampai-sampai mereka "kosong secara emosional." Dan jika kedua jenis
kelelahan ini bergabung, keputusasaan dan bahkan depresi dapat terjadi.
*Perhatikan kisah Barukh, juru tulis Yeremia,
ketika keadaan semakin memburuk di kota Yerusalem.
(Yeremia 45:1-5 )—Kesehatan emosional Barukh—Jurutulis Yeremia: Kurang tidur, letih
fisik—ini masalah nyata—ini bisa sebabkan putus asa—merasakan seperti itu
selama tahun2 terakhir Yerusalem yang penuh gejolak (sebelum kekacauan,penderitaan
dan kehancuran kota oleh orang Babel).
Ini terjadi tahun ke 4 Yoyakim raja Yehuda
thn.605/604 SM.
(Keluhan dan Ratapan Barukh—dia merasa lelah
secara emosional. Dalam Yer.45:4,5 –Tanggapan
Allah terhadap rasa sakit dan penderitaan Barukh. Rasa sakit yang Tuhan alami pasti lebih besar
daripada Barukh : Allah telah membangun Yerusalem tapi Dia akan merobohkannya,
karena pemberontakan mereka. Tapi ada cahaya untuk Barukh –Tuhan akan
melindungi kehidupan Barukh—bahkan di tengah kehancuran, pembuangan, dan
kehilangan.
Kira-kira pada saat inilah Tuhan
memerintahkan Yeremia untuk berkomitmen menulis pesan-pesan yang ingin
disampaikannya kepada mereka yang keselamatannya selalu dirindukan hatinya.
“Ambillah satu gulungan kitab,” Tuhan memerintahkan hamba-Nya, “dan tulislah di
dalamnya semua perkataan yang telah Kukatakan kepadamu tentang Israel, dan
melawan Yehuda, dan melawan semua bangsa, sejak hari Aku berbicara kepadamu,
dari zaman Yosia, bahkan sampai hari ini.
Mungkin saja keluarga Yehuda akan mendengar semua kejahatan yang ingin Aku lakukan kepada mereka; agar mereka dapat mengembalikan setiap orang dari jalannya yang jahat; agar Aku mengampuni kesalahan dan dosa2 mereka." Yeremia 36:2, 3.
Dalam penurutan pada perintah ini, Yeremia
memanggil orang yang membantunya seorang teman yang setia, Barukh, ahli Taurat,
dan mendiktekan “semua firman Tuhan, yang telah diucapkan-Nya kepadanya.” Ayat
4. Ini ditulis dengan hati-hati pada gulungan perkamen dan merupakan teguran
serius untuk dosa, peringatan hasil pasti dari kemurtadan terus-menerus, dan
seruan yang sungguh-sungguh untuk meninggalkan segala kejahatan.
“Ketika penulisan selesai, Yeremia, yang
masih seorang tahanan/narapidana, mengirim Barukh untuk membacakan gulungan itu
kepada orang banyak yang berkumpul di bait suci pada kesempatan hari puasa
nasional, “pada tahun kelima pemerintahan Yoyakim anak raja Yosia. Yehuda, pada
bulan kesembilan.” "Mungkin," kata sang nabi, "mereka akan
menyampaikan permohonan mereka di hadapan Tuhan, dan akan mengembalikan semua
orang dari jalannya yang jahat: karena besarlah murka dan murka yang telah
diucapkan Tuhan terhadap orang-orang ini." Ayat 9, 7.—Ellen G. White,
Prophets and Kings* 432.2-433.1.
*Ingatlah bahwa Yeremia juga menulis Ratapan.
Buku itu tidak ditulis sampai sekitar tahun 586 SM ketika Yerusalem akhirnya
dihancurkan sepenuhnya oleh pasukan Nebukadnezar.
*Yerusalem menjadi tumpukan puing. Menurut
Anda apa yang Nebukadnezar katakan kepada Daniel tentang Yerusalem? ketika dia
kembali ke Babel? Menurut Anda apa yang dikatakan Daniel sebagai jawaban?
Ratapan 2:20: “Lihatlah, Tuhan, dan
tiliklah, kepada siapakah Engkau telah berbuat ini?. Apakah perempuan harus
makan anak kandungnya, anak-anak yang masih dibuai?. Apakah dalam tempat kudus
Tuhan harus dibunuh imam dan nabi?.”
*Sementara Yeremia dan Barukh pasti sangat
kecewa ketika mereka melihat hal-hal yang memburuk di Yehuda dan Yerusalem,
pertimbangkan bagaimana perasaan Tuhan!
*Bagaimana Anda memahami hubungan Allah
dengan Israel pada saat itu? Pertama-tama, perhatikan rencana awal Allah bagi
Israel.
Yesaya 5:1-7:v.2...Kekasihku itu mempunyai kebun anggur...dinantinya supaya kebun itu
menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang
dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.
v.7.Sebab kebun anggur Tuhan semesta alam ialah kaum Israel, dan orang
Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya
kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.”
*Seorang Kristen yang berkomitmen memiliki
masa depan yang terjamin. Kita mungkin memiliki banyak masalah yang harus kita
lalui antara sekarang dan nanti (now
and then)—bahkan kematian. Namun, masa depan di firdaus Allah dijamin.
*Selama tiga belas minggu ke depan, kita
akan membahas tentang istirahat/REST. Pengalaman jenis/seperti apa yang Alkitab
maksudkan ketika berbicara tentang istirahat?
*Ada beberapa kata kerja: Ibrani berbeda yang berarti istirahat:
(1) Kata
pertama adalah Shabbat, yang
berarti “berhenti bekerja, beristirahat, berlibur.” Tentu saja, di situlah kita
mendapatkan kata Sabat. Dalam Kejadian 2:2-3, kita melihat bahwa Allah telah menciptakan
bagi kita hari Sabat, seminggu sekali, di mana kita harus beristirahat dan
merayakan hubungan kita dengan-Nya.
Dia memberi kita contoh dengan menghentikan
pekerjaan-Nya.
Contoh lain dari kata ini, Sabat, ditemukan
dalam Keluaran 5:5.
Setelah kembali dari Mesir, Musa menuntut
agar anak-anak Israel berhenti bekerja pada hari Sabat.
(2) Nuakh. Kata ini dapat
diterjemahkan sebagai istirahat atau menetap/settle down-bahkan digunakan untuk
menggambarkan roh Elia yang beristirahat pada Elisa. Lihat Keluaran 20:11;
Ulangan 5:14; Ayub 3:13; Bilangan10:36; dan 2 Raja-raja 2:15.
(3) Syaqat. Kata Ibrani ketiga untuk
istirahat adalah shaqat. Itu berarti “beristirahat, memberikan kelegaan, atau
diam.” Itu digunakan untuk menggambarkan negeri itu/land setelah Joshua
menyelesaikan kampanye militernya untuk menaklukkan negeri itu/land. Lihat
Yosua 11:23.
(4) Raga`. Kata ini digunakan untuk
menggambarkan hilangnya kedamaian yang akan dialami anak-anak Israel di
pengasingan. Itu juga menggambarkan kedamaian baru yang akan mereka dapatkan
ketika mereka kembali ke Yerusalem. Dalam Ulangan 31:16 dan 2 Samuel 7:12, kata
ini digunakan untuk menggambarkan "berbaring" atau "tidur dalam
kematian.
*.Istirahat sangat penting bagi kita secara
fisik, sosial, dan emosional. Perhentian Sabat sangat penting bagi kita secara
rohani.
*Bagi mereka yang percaya bahwa kematian
adalah tidur, adalah sangat menggembirakan mengetahui bahwa mereka yang kita
kasihi yang telah hilang karena kematian, mereka itu adalah sedang
beristirahat.
*Dan apa yang dikatakan Perjanjian Baru
tentang istirahat? Kata yang paling umum digunakan dalam Perjanjian Baru untuk
istirahat adalah anapauô yang berarti
“beristirahat, bersantai/relax, bahkan menyegarkan/refresh”. Ini adalah
kata yang digunakan oleh Yesus dalam Matius 11:28: “Datanglah
kepada-Ku, hai kamu semua yang berjerih payah dan berbeban berat, Aku akan
memberikan kelegaan(istirahat)
kepadamu.’” (NKJV*). Ini merujuk pada istirahat Fisik (Mts.26:45).
*Rsl. Paulus bahkan menggunakan kata ini (anapauo) untuk menggambarkan
keceriaan dan kegembiraan ketika teman2 baiknya datang untuk
mengunjunginya/melawatnya.(1 Kor.16:10).
*Kata kedua yang digunakan dalam Perjanjian
Baru untuk istirahat adalah hçsychazo:
a. Ini menggambarkan istirahat hari sabat
oleh para murid ketika Yesus beristirahat dalam kubur(Lks.23:56).
b. Menggambarkan kehidupan yang tenang.(1
Tes.4:11).
c. Menunjukkan bhw seseorang tidak ada
kekurangan—dengan demikian tetap tenang (Kis.11:18).
Kata ini digunakan untuk menggambarkan
persembunyian di balik pintu terkunci yang dialami para murid ketika Yesus
sedang beristirahat di dalam kubur. Tapi, kata ini juga bisa digunakan untuk
menggambarkan kehidupan yang tenang atau mereka yang pada saat pencobaan hanya
diam karena tidak ada keberatan. Kata kerja ini, hçsychazo, digunakan untuk menggambarkan pengalaman yang sangat
menarik yang penting bagi setiap orang bukan Yahudi! Kisah Para Rasul 11:1-4,12,18.
*Dalam Ibrani 4:4 –menggambarkan penciptaan istirahat Allah pada—itu menggunakan kata Kerja Yunani: Katapauo yang
artinya: menyebabkan untuk berhenti,membawa untuk istirahat, beristirahat. (akar
katanya: pauô, bahasa Inggris: jeda/pause.)
Markus 6:30-32 –Yesus mengajak para
murid-Nya untuk menyendiri dan beristirahat?. Ayat 3: “Marilah kita
menyendiri...dan beristirahat seketika”.
Ini dalam bentuk imperatif(perintah).
Disini Yesus prihatin terhadap kesejahteraan fisik serta emosi
murid2-Nya. Mrk.6:7, 30-Mereka baru kembali berdua-dua. V.31 –“begitu banyaknya
orang yang datang dan pergi sehingga makan pun mereka tidak sempat”.
Menjadi kewalahan dan terlalu sibuk dalam
urusan Allah—juga merupakan tantangan bagi para murid.
Yesus mengingatkan bahwa: Kita perlu
menjaga kesehatan dan kesejahteraan emosional kita dengan merencanakan waktu
istirahat.
*Apa yang terjadi pada orang-orang yang
tampaknya tidak dapat menemukan istirahat di mana pun? Ada kisah yang sangat
menyedihkan yang diceritakan dalam Kejadian
4:1-12 tentang Kain.
Setelah kesal karena persembahan kurbannya
tidak diterima seperti yang dilakukan Habel, dia meminta saudaranya untuk pergi
ke ladang. Di sana, dia membunuhnya!
*Allah kemudian berbicara kepada Kain,
mengatakan kepadanya bahwa dia tidak bisa lagi mengolah tanah, dan bahwa dia
akan menjadi pengembara tunawisma di bumi ini.
Kita tidak tahu persis/secara pasti semua
yang terlibat dalam hal mengapa Allah “telah menghormati/respected” persembahan
Habel sementara Dia tidak “menghormati” persembahan Kain.
Tapi, kita memiliki kata-kata ini dari Ellen
White:
“Kain datang ke hadapan Allah disertai
persungutan dan tidak percaya dalam hatinya sehubungan dengan korban yang
dijanjikan itu dan perlunya persembahan korban itu. Pemberiannya tidak
menyatakan adalah pertobatan dari dosanya. Ia merasa, sebagaimana banyak orang
sekarang ini, bahwa adalah merupakan satu kelemahan untuk mengikuti dengan
saksama akan rencana yang telah digariskan oleh Tuhan, untuk memercayakan
keselamatan itu dengan sepenuhnya kepada penebusan Juruselamat yang telah
dijanjikan. Ia memilih untuk bergantung kepada diri sendiri. Ia mau
mengandalkan jasa baiknya sendiri.” Ellen
G.White, Alfa dan Omega,jld.1,hlm.74.
Kejadian 4:1-12 – ay.12 ..engkau menjadi
seorang pelarian dan pengembara di bumi”...Apa yang menjadikan Kain “pengembara
yang gelisah” di bumi?.
Hal ini terjadi sebagai akibat tindakan
berdosa dan ketidak taatannya. Tidak menemukan istirahat dalam Tuhan. Fokus
dari kehati-hatian Allah bukan pada persembahan, tetapi pada sikap yang membawa
persembahan, menimbang karakter,sikap dan motivasi orang yang membawa
persembahan.
*Dalam cerita, kita menemukan bahwa jika
seseorang tidak dapat menemukan
ketenangan di dalam Allah (rest in God), dia tidak akan menemukan ketenangan
sejati di mana pun.(true rest anywhere).
Reaksi Kain terhadap penghakiman Allah
(Kejadian 4:13-17).
Ketika kita mencoba melarikan diri dari
hadirat Tuhan, kita menjadi gelisah. Kita mencoba mengisi kerinduan akan rahmat
Ilahi dengan: hubungan manusia atau kehidupan yang terlalu sibuk. Kain mulai
membangun dinasti dan kota (dinasti yang tidak bertuhan dan kota yang
memberontak)—itu tidak akan berarti apa-apa.
JADI, apa
tanggapan Kain ketika dia mendengar penghakiman Tuhan? Genesis 4:13-17: 13 And Cain said to the
LORD, “This punishment is too hard for me to bear. 14You are driving me off the
land and away from your presence. I will be a homeless wanderer on the earth,
and anyone who finds me will kill me.” 15 But the LORD answered, “No. If anyone
kills you, seven lives will be taken in revenge.” So the LORD put a mark on
Cain to warn anyone who met him not to kill him. 16And Cain went away from the
LORD’s presence and lived in a land called “Wandering”, which is east of Eden.
17 Cain and his wife had a son and named him Enoch. Then Cain built a city and
named it after his son.—Good News Bible.*
*Apa yang kita pelajari tentang istirahat dan
aktivitas dalam Perjanjian Baru?
Ketika aktivitas meningkat dan manusia
menjadi sukses dalam melakukan pekerjaan apa pun bagi Allah, ada bahaya
mempercayai rencana dan metode manusia. Ada kecenderungan untuk kurang berdoa,
dan kurang beriman. Seperti para murid, kita berada dalam bahaya kehilangan
pandangan akan ketergantungan kita pada Allah, dan berusaha menjadikan aktivitas
menjadi Juruselamat kita. Sementara kita
harus bekerja dengan sungguh-sungguh untuk keselamatan yang terhilang, kita
juga harus meluangkan waktu untuk meditasi, untuk berdoa, dan untuk mempelajari
firman Allah. Hanya pekerjaan yang diselesaikan dengan banyak doa, dan
disucikan oleh jasa Kristus, yang pada akhirnya akan terbukti efisien demi
kebaikan.—Ellen G. White, The Desire of Ages* 362.2.
*Bisakah gereja kita menjadi tempat yang
ramah(Welcoming) bagi orang-orang yang lelah, letih, dan tertekan? Bisakah
gereja kita memberi mereka istirahat? Atau, mungkinkah kita sebenarnya terlalu
sibuk?.
Pada tahun 1899—Kecepatan mobil 39,24
mil/jam. Hari ini lebih cepat daripada itu. Perjalanan udara lebih cepat dari
biasanya,dan semakin cepat. Intinya adalah bahwa hampir semua yang kita lakukan
hari ini dilakukan lebih cepat daripada di masa lalu, namun apa?. Kita masih
merasa tergesa-gesa dan tanpa istirahat yang cukup. Hal ini memberitahukan kepada kita tentang
sifat dasar manusia dan mengapa Allah membuat istirahat begitu penting sehingga
itu adalah salah satu dari PERINTAH-NYA.
*Seberapa serius masalah/problem istirahat
di dunia kita saat ini? Kita telah menyarankan bahwa menjalani kehidupan yang
tersiksa, dilecehkan, terlalu sibuk dapat menyebabkan keputusasaan dan bahkan
depresi.
-Ada peningkatan keprihatinan di antara para
ahli kesehatan mental terhadap kenaikan jumlah orang depresi yang sedang mereka
tangani. Diperkirakan bahwa ada lebih
dari 300 juta orang depresi di dunia kita dan bahwa depresi akan
melampaui penyakit jantung sebagai penyebab utama kematian dalam beberapa
dasawarsa. Lebih dari 270 juta resep
anti depresi terjudal setiap tahun di U.S.A.
*Menurut Anda mengapa Tuhan memilih
"istana dalam waktu" sebagai contoh utama perhentian-Nya?
Manusia suka
membuat bangunan besar seperti istana di Versailles di Prancis yang berisi 700
kamar dan 67.000 m² (atau lebih dari 720.000 kaki) ruang lantai untuk mewakili
pencapaian mereka. Namun, Allah menghasilkan “istana pada waktunya.”
*Apakah jelas bagi Anda mengapa Abraham
Joshua Heschel menyebut hari Sabat sebagai sebuah “istana dalam waktu”?(a
palace in time).
*Apa yang Anda harapkan untuk dialami selama
“istana waktu” Allah? Istirahat seperti apa yang Anda nantikan setiap minggu
ketika hari Sabat tiba? Apakah Anda mendapatkan istirahat dalam berurusan
dengan masalah mental, tantangan fisik, bahkan hubungan interpersonal yang
menyusahkan? Sabat harus menjadi penghilang stres. Sudahkah Anda mengalami
berkat-berkat yang Allah curahkan pada hari Sabat-Nya setiap minggu? Jadi, apa
yang terjadi jika kita menjadi begitu sibuk sehingga kita tidak dapat memenuhi
semua tanggung jawab kita?
Allah mengundang kita untuk beristirahat
dari kesibukan kita. Ketika kesibukan kehidupan melanda kita, ada 3 hal yang
mulai terjadi:
1). Kita mulai
kehilangan fokus: Jadi kita berfokus kepada permasalahan lebih daripada kepada
Allah, yang dapat menyelesaikan semua. Dalam kesibukan kita, kita berfokus
kepada jawaban2 manusia kepada dilemma kita lebih daripada kepada solusi2 ilahi.
2). Kita mulai
mengalami kelelahan fisik,mental, dan emosi. Kesibukan menyebabkan keletihan.
Kelitihan menyebabkan kehabisan tenaga dan akibatnya menyebabkan keputusasaan.
Orang sibuk sering membuat keputusan2 yang tergesa-gesa dan gagal untuk melihat
gambaran yang lebih besar.
3).Kita mulai
lupa untuk berdoa dan belajar Alkitab.
Akibatnya membuat kehidupan ibadah kita sengsara.
1).Ketika kita
terlalu sibuk untuk dapat beristirahat dalam pemeliharaan Allah- kehidupan kita
akan dipenuhi dengan stress, yang menyebabkan penyakit fisik dan tekanan
emosional.
2). Istirahat
yang dirancang Allah adalah lebih daripada sekadar istirahat fisik. Istirahat
ini adalah sebuah kedamaian pikiran yang datang karena memercayai Firman-Nya, meyakini
janji2-Nya dan memasuki berkat2 istirahat Sabat-Nya.
3).Istirahat
datang dari kepemilikan sebuah hubungan saling percaya dengan Dia yang menjadikan
kita. Kita harus menghidupkan suatu kehidupan yang selalu bersama dengan Allah,
bukan terpisah dengan Allah seperti Kain.
Dalam Kristus ada istirahat. Dalam janji-Nya
ada jaminan. Dalam hadirat-Nya, kita bebas dari kecemasan dan kekhawatiran.
AMIN.

Komentar
Posting Komentar