HIDUP DALAM MASYARAKAT 24/7 (PASSD 01 T3-21)

 

(Living in a 24-7 Society)

Nast Alkitab:

“Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan: hatiku dan dagingku bersorak-sorak kepada Allah yang hidup”.(Mzm.84:3).

 Pelajaran kita khususnya saat ini: berfokus pada sumber sejati istirahat dan menyediakan nasihat praktis terhadap bagaimana menemukan istirahat dalam kesibukan hidup kita.

 *Di dunia modern kita dan terutama di negara-negara yang baru berkembang maju, kehidupan cenderung sangat sibuk. Teknologi telah membuat kita tersedia bagi orang lain hampir setiap menit. Waktu istirahat adalah

sulit ditemukan kecuali ada perencanaan khusus untuk itu. Sangat mudah untuk merasa dilecehkan, tidak dapat mencapai semua yang perlu kita capai, dan kehilangan kontak kita/sentuhan kita dengan Allah.

  *Pikirkan semua hal yang Anda perlu lakukan dalam minggu tertentu. Apakah mudah untuk mengemas semuanya? Kita dipengaruhi oleh jam sibuk, jam kerja, percakapan online dan offline, janji medis, acara sekolah, dan bahkan belanja. Selalu ada kebutuhan untuk terburu-buru dan sibuk dan menyelesaikan apa yang kita lakukan sehingga kita dapat melanjutkan.

 1.TIDAK BERTENAGA DAN LELAH (Worn and Weary)

   *Apa yang ada dalam pikiran Allah (yang dipikirkan Allah) ketika Dia menciptakan hari istirahat khusus untuk kita?

   Kejadian 2:1-3: “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.”

    * Hari ini akan menjadi waktu untuk berhenti dan dengan tenang menikmati hidup; satu hari istirahat dan tidak bekerja, hari untuk secara khusus merayakan pemberian rumput,udara,margasatwa,air, manusia dan Pencipta setiap pemberian yang baik.

   * Apakah Allah berpikir bahwa Adam dan Hawa di Taman Eden akan menjadi sangat sibuk sehingga mereka membutuhkan satu hari istirahat? Atau, apakah hari itu dikhususkan untuk komunikasi yang lebih dekat satu sama lain dan/atau persekutuan dengan Allah dan para malaikat? Atau keduanya?

   *Atau, apakah Allah menyadari bahwa masalah akan datang dan bahwa manusia perlu menyisihkan waktu tertentu untuk menghormati Dia karena karunia kehidupan-Nya kepada kita dan semua yang melibatkannya.

  *Pikirkan semua yang disebut alat penghemat tenaga kerja yang kita miliki di zaman modern ini.

   Komunikasi begitu mudah. Komputer telah membuat penulisan surat dan pengiriman informasi menjadi lebih mudah dan hampir seketika. Namun, ketika itu terjadi, kita menyadari bahwa orang mengharapkan lebih dari kita! Mereka bahkan mungkin ingin memiliki akses kepada kita 24/7!

   *Penelitian menunjukkan, bahwa kita krang tidur, dan banya orang sangat bergantung kepada kafein untuk terus terjaga. Muskipun kita memiliki ponsel,komputer, koneksi internet—kita sepertinya tidak pernah punya cukup waktu.

   Pikirkan beberapa contoh dalam Alkitab di mana istirahat itu penting.

  *Segera setelah Yesus secara resmi memanggil murid-murid-Nya untuk mengikuti Dia dan sementara mereka semua berada di wilayah Galilea, Dia mulai mempersiapkan mereka untuk pergi keluar sebagai rasul2. Mereka diutus berdua-dua dengan instruksi berikut dari Yesus:

   Matius 10:7-8: “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

  * Coba bayangkan kesibukan macam apa yang akan terjadi pada seseorang yang memiliki kekuatan untuk melakukan semua hal itu! Saya tidak yakin mengapa kita tidak memiliki catatan penyembuhan atau kebangkitan orang mati yang dilakukan oleh para murid ketika Yesus masih di bumi ini.

 * Jika mereka benar-benar diberi kuasa oleh Allah untuk menghidupkan kembali manusia, menyembuhkan penderita kusta, dan mengusir setan, apakah mengherankan bahwa orang-orang dari mana-mana akan datang dan meminta para murid untuk membantu mereka? Jadi, perhatikan apa yang terjadi.

   Markus 6:30-32:”Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka ajarkan . Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahanlah seketika!. Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.”

  *Pikirkan cara-cara Allah telah mendorong kita untuk mendapatkan istirahat yang cukup.

  Maz.4:9; Kel.23:12; Ulangan 5:14; Mts.11:28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

  *Allah yang menciptakan kita tahu bahwa kita membutuhkan istirahat fisik. Allah membangun siklus ke dalam waktu—malam dan Sabat—untuk memberi kita kesempatan beristirahat fisik. Perintah Sabat bukan hanya saran. Itu adalah sebuah perintah!.

   *Allah bermaksud agar kita memiliki siklus tertentu yang dibangun ke dalam hidup kita: (1) Siang dan malam, dan (2) Enam hari kerja kemudian Sabat.

   Dia tidak meninggalkan hasil kebetulan (the results to chance); memelihara hari Sabat adalah sebuah perintah! Ini bukan sekedar suggestions/syaran. Ini adalah resep untuk kesehatan yang baik!

   *Jadi, apa yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki hal-hal dalam hidup Anda sendiri? Pernahkah Anda merasa lelah secara fisik, emosional, dan mental?

   *Sementara beberapa dari kita mungkin terburu-buru sehingga kita kelelahan secara fisik, yang lain tegang sampai-sampai mereka "kosong secara emosional." Dan jika kedua jenis kelelahan ini bergabung, keputusasaan dan bahkan depresi dapat terjadi.

 2.HIDUP TAPI TERTEKAN.(Running and Empty)

  *Perhatikan kisah Barukh, juru tulis Yeremia, ketika keadaan semakin memburuk di kota Yerusalem.

  (Yeremia 45:1-5 )—Kesehatan emosional Barukh—Jurutulis Yeremia: Kurang tidur, letih fisik—ini masalah nyata—ini bisa sebabkan putus asa—merasakan seperti itu selama tahun2 terakhir Yerusalem yang penuh gejolak (sebelum kekacauan,penderitaan dan kehancuran kota oleh orang Babel).

  Ini terjadi tahun ke 4 Yoyakim raja Yehuda thn.605/604 SM.

 (Keluhan dan Ratapan Barukh—dia merasa lelah secara emosional.  Dalam Yer.45:4,5 –Tanggapan Allah terhadap rasa sakit dan penderitaan Barukh.  Rasa sakit yang Tuhan alami pasti lebih besar daripada Barukh : Allah telah membangun Yerusalem tapi Dia akan merobohkannya, karena pemberontakan mereka. Tapi ada cahaya untuk Barukh –Tuhan akan melindungi kehidupan Barukh—bahkan di tengah kehancuran, pembuangan, dan kehilangan.

 *Untuk memahami apa yang terjadi dalam kehidupan Baruch, kita perlu mempertimbangkan beberapa faktor.

   Kira-kira pada saat inilah Tuhan memerintahkan Yeremia untuk berkomitmen menulis pesan-pesan yang ingin disampaikannya kepada mereka yang keselamatannya selalu dirindukan hatinya. “Ambillah satu gulungan kitab,” Tuhan memerintahkan hamba-Nya, “dan tulislah di dalamnya semua perkataan yang telah Kukatakan kepadamu tentang Israel, dan melawan Yehuda, dan melawan semua bangsa, sejak hari Aku berbicara kepadamu, dari zaman Yosia, bahkan sampai hari ini.   

   Mungkin saja keluarga Yehuda akan mendengar semua kejahatan yang ingin Aku lakukan kepada mereka; agar mereka dapat mengembalikan setiap orang dari jalannya yang jahat; agar Aku mengampuni kesalahan  dan dosa2 mereka." Yeremia 36:2, 3.

   Dalam penurutan pada perintah ini, Yeremia memanggil orang yang membantunya seorang teman yang setia, Barukh, ahli Taurat, dan mendiktekan “semua firman Tuhan, yang telah diucapkan-Nya kepadanya.” Ayat 4. Ini ditulis dengan hati-hati pada gulungan perkamen dan merupakan teguran serius untuk dosa, peringatan hasil pasti dari kemurtadan terus-menerus, dan seruan yang sungguh-sungguh untuk meninggalkan segala kejahatan.

   “Ketika penulisan selesai, Yeremia, yang masih seorang tahanan/narapidana, mengirim Barukh untuk membacakan gulungan itu kepada orang banyak yang berkumpul di bait suci pada kesempatan hari puasa nasional, “pada tahun kelima pemerintahan Yoyakim anak raja Yosia. Yehuda, pada bulan kesembilan.” "Mungkin," kata sang nabi, "mereka akan menyampaikan permohonan mereka di hadapan Tuhan, dan akan mengembalikan semua orang dari jalannya yang jahat: karena besarlah murka dan murka yang telah diucapkan Tuhan terhadap orang-orang ini." Ayat 9, 7.—Ellen G. White, Prophets and Kings* 432.2-433.1.

 *Ingatlah bahwa Yeremia juga menulis Ratapan. Buku itu tidak ditulis sampai sekitar tahun 586 SM ketika Yerusalem akhirnya dihancurkan sepenuhnya oleh pasukan Nebukadnezar.   

    *Yerusalem menjadi tumpukan puing. Menurut Anda apa yang Nebukadnezar katakan kepada Daniel tentang Yerusalem? ketika dia kembali ke Babel? Menurut Anda apa yang dikatakan Daniel sebagai jawaban?

    Ratapan 2:20: “Lihatlah, Tuhan, dan tiliklah, kepada siapakah Engkau telah berbuat ini?. Apakah perempuan harus makan anak kandungnya, anak-anak yang masih dibuai?. Apakah dalam tempat kudus Tuhan harus dibunuh imam dan nabi?.”

  *Sementara Yeremia dan Barukh pasti sangat kecewa ketika mereka melihat hal-hal yang memburuk di Yehuda dan Yerusalem, pertimbangkan bagaimana perasaan Tuhan!

  *Bagaimana Anda memahami hubungan Allah dengan Israel pada saat itu? Pertama-tama, perhatikan rencana awal Allah bagi Israel.

Yesaya 5:1-7:v.2...Kekasihku itu mempunyai kebun anggur...dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.  v.7.Sebab kebun anggur Tuhan semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.”

   *Seorang Kristen yang berkomitmen memiliki masa depan yang terjamin. Kita mungkin memiliki banyak masalah yang harus kita lalui antara sekarang dan nanti (now and then)—bahkan kematian. Namun, masa depan di firdaus Allah dijamin.

   *Selama tiga belas minggu ke depan, kita akan membahas tentang istirahat/REST. Pengalaman jenis/seperti apa yang Alkitab maksudkan ketika berbicara tentang istirahat?

 3. MENDEFINISIKAN ISTIRAHAT DALAM P.L.(Defining Rest in the Old Testament)

 *Kita semua perlu istirahat. Meskipun Allah menciptakan kita untuk kegiatan, kegiatan itu harus diselingi dengan istirahat.

  *Ada beberapa kata kerja: Ibrani berbeda yang berarti istirahat:

(1) Kata pertama adalah Shabbat, yang berarti “berhenti bekerja, beristirahat, berlibur.” Tentu saja, di situlah kita mendapatkan kata Sabat. Dalam Kejadian 2:2-3, kita melihat bahwa Allah telah menciptakan bagi kita hari Sabat, seminggu sekali, di mana kita harus beristirahat dan merayakan hubungan kita dengan-Nya.    

   Dia memberi kita contoh dengan menghentikan pekerjaan-Nya.

   Contoh lain dari kata ini, Sabat, ditemukan dalam Keluaran 5:5.   

   Setelah kembali dari Mesir, Musa menuntut agar anak-anak Israel berhenti bekerja pada hari Sabat.

(2) Nuakh. Kata ini dapat diterjemahkan sebagai istirahat atau menetap/settle down-bahkan digunakan untuk menggambarkan roh Elia yang beristirahat pada Elisa. Lihat Keluaran 20:11; Ulangan 5:14; Ayub 3:13; Bilangan10:36; dan 2 Raja-raja 2:15.

(3) Syaqat. Kata Ibrani ketiga untuk istirahat adalah shaqat. Itu berarti “beristirahat, memberikan kelegaan, atau diam.” Itu digunakan untuk menggambarkan negeri itu/land setelah Joshua menyelesaikan kampanye militernya untuk menaklukkan negeri itu/land. Lihat Yosua 11:23.

(4) Raga`. Kata ini digunakan untuk menggambarkan hilangnya kedamaian yang akan dialami anak-anak Israel di pengasingan. Itu juga menggambarkan kedamaian baru yang akan mereka dapatkan ketika mereka kembali ke Yerusalem. Dalam Ulangan 31:16 dan 2 Samuel 7:12, kata ini digunakan untuk menggambarkan "berbaring" atau "tidur dalam kematian.

  *.Istirahat sangat penting bagi kita secara fisik, sosial, dan emosional. Perhentian Sabat sangat penting bagi kita secara rohani.

  *Bagi mereka yang percaya bahwa kematian adalah tidur, adalah sangat menggembirakan mengetahui bahwa mereka yang kita kasihi yang telah hilang karena kematian, mereka itu adalah sedang beristirahat.

 4. ISTIRAHAT DALAM PERJANJIAN BARU.(Rest in the N.T)

  *Dan apa yang dikatakan Perjanjian Baru tentang istirahat? Kata yang paling umum digunakan dalam Perjanjian Baru untuk istirahat adalah anapauô yang berarti “beristirahat, bersantai/relax, bahkan menyegarkan/refresh”. Ini adalah kata yang digunakan oleh Yesus dalam  Matius 11:28: “Datanglah kepada-Ku, hai kamu semua yang berjerih payah dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan(istirahat) kepadamu.’” (NKJV*). Ini merujuk pada istirahat Fisik (Mts.26:45).

  *Rsl. Paulus bahkan menggunakan kata ini (anapauo) untuk menggambarkan keceriaan dan kegembiraan ketika teman2 baiknya datang untuk mengunjunginya/melawatnya.(1 Kor.16:10).

  *Kata kedua yang digunakan dalam Perjanjian Baru untuk istirahat adalah hçsychazo:

  a. Ini menggambarkan istirahat hari sabat oleh para murid ketika Yesus beristirahat dalam kubur(Lks.23:56).

  b. Menggambarkan kehidupan yang tenang.(1 Tes.4:11).

  c. Menunjukkan bhw seseorang tidak ada kekurangan—dengan demikian tetap tenang (Kis.11:18).

    Kata ini digunakan untuk menggambarkan persembunyian di balik pintu terkunci yang dialami para murid ketika Yesus sedang beristirahat di dalam kubur. Tapi, kata ini juga bisa digunakan untuk menggambarkan kehidupan yang tenang atau mereka yang pada saat pencobaan hanya diam karena tidak ada keberatan. Kata kerja ini, hçsychazo, digunakan untuk menggambarkan pengalaman yang sangat menarik yang penting bagi setiap orang bukan Yahudi!   Kisah Para Rasul 11:1-4,12,18.

  *Dalam Ibrani 4:4 –menggambarkan penciptaan  istirahat Allah pada—itu menggunakan kata Kerja Yunani: Katapauo yang artinya: menyebabkan untuk berhenti,membawa untuk istirahat, beristirahat. (akar katanya: pauô, bahasa Inggris: jeda/pause.)

   Markus 6:30-32 –Yesus mengajak para murid-Nya untuk menyendiri dan beristirahat?. Ayat 3: “Marilah kita menyendiri...dan beristirahat seketika”.  Ini dalam bentuk imperatif(perintah).  Disini Yesus prihatin terhadap kesejahteraan fisik serta emosi murid2-Nya. Mrk.6:7, 30-Mereka baru kembali berdua-dua. V.31 –“begitu banyaknya orang yang datang dan pergi sehingga makan pun mereka tidak sempat”.

   Menjadi kewalahan dan terlalu sibuk dalam urusan Allah—juga merupakan tantangan bagi para murid. 

   Yesus mengingatkan bahwa: Kita perlu menjaga kesehatan dan kesejahteraan emosional kita dengan merencanakan waktu istirahat.

 5. PENGEMBARA YANG GELISAH.(A restless Wanderer)

   *Apa yang terjadi pada orang-orang yang tampaknya tidak dapat menemukan istirahat di mana pun? Ada kisah yang sangat menyedihkan yang diceritakan dalam Kejadian 4:1-12 tentang Kain.

   Setelah kesal karena persembahan kurbannya tidak diterima seperti yang dilakukan Habel, dia meminta saudaranya untuk pergi ke ladang. Di sana, dia membunuhnya!

  *Allah kemudian berbicara kepada Kain, mengatakan kepadanya bahwa dia tidak bisa lagi mengolah tanah, dan bahwa dia akan menjadi pengembara tunawisma di bumi ini.

   Kita tidak tahu persis/secara pasti semua yang terlibat dalam hal mengapa Allah “telah menghormati/respected” persembahan Habel sementara Dia tidak “menghormati” persembahan Kain.   

   Tapi, kita memiliki kata-kata ini dari Ellen White:

  “Kain datang ke hadapan Allah disertai persungutan dan tidak percaya dalam hatinya sehubungan dengan korban yang dijanjikan itu dan perlunya persembahan korban itu. Pemberiannya tidak menyatakan adalah pertobatan dari dosanya. Ia merasa, sebagaimana banyak orang sekarang ini, bahwa adalah merupakan satu kelemahan untuk mengikuti dengan saksama akan rencana yang telah digariskan oleh Tuhan, untuk memercayakan keselamatan itu dengan sepenuhnya kepada penebusan Juruselamat yang telah dijanjikan. Ia memilih untuk bergantung kepada diri sendiri. Ia mau mengandalkan jasa baiknya sendiri.” Ellen G.White, Alfa dan Omega,jld.1,hlm.74.

   Kejadian 4:1-12 – ay.12 ..engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi”...Apa yang menjadikan Kain “pengembara yang gelisah” di bumi?.

   Hal ini terjadi sebagai akibat tindakan berdosa dan ketidak taatannya. Tidak menemukan istirahat dalam Tuhan. Fokus dari kehati-hatian Allah bukan pada persembahan, tetapi pada sikap yang membawa persembahan, menimbang karakter,sikap dan motivasi orang yang membawa persembahan.

   *Dalam cerita, kita menemukan bahwa jika seseorang tidak dapat menemukan ketenangan di dalam Allah (rest in God), dia tidak akan menemukan ketenangan sejati di mana pun.(true rest anywhere).

   Reaksi Kain terhadap penghakiman Allah (Kejadian 4:13-17).

   Ketika kita mencoba melarikan diri dari hadirat Tuhan, kita menjadi gelisah. Kita mencoba mengisi kerinduan akan rahmat Ilahi dengan: hubungan manusia atau kehidupan yang terlalu sibuk. Kain mulai membangun dinasti dan kota (dinasti yang tidak bertuhan dan kota yang memberontak)—itu tidak akan berarti apa-apa.

   JADI, apa tanggapan Kain ketika dia mendengar penghakiman Tuhan?  Genesis 4:13-17: 13 And Cain said to the LORD, “This punishment is too hard for me to bear. 14You are driving me off the land and away from your presence. I will be a homeless wanderer on the earth, and anyone who finds me will kill me.” 15 But the LORD answered, “No. If anyone kills you, seven lives will be taken in revenge.” So the LORD put a mark on Cain to warn anyone who met him not to kill him. 16And Cain went away from the LORD’s presence and lived in a land called “Wandering”, which is east of Eden. 17 Cain and his wife had a son and named him Enoch. Then Cain built a city and named it after his son.—Good News Bible.*

  *Apa yang kita pelajari tentang istirahat dan aktivitas dalam Perjanjian Baru?

   Ketika aktivitas meningkat dan manusia menjadi sukses dalam melakukan pekerjaan apa pun bagi Allah, ada bahaya mempercayai rencana dan metode manusia. Ada kecenderungan untuk kurang berdoa, dan kurang beriman. Seperti para murid, kita berada dalam bahaya kehilangan pandangan akan ketergantungan kita pada Allah, dan berusaha menjadikan aktivitas menjadi Juruselamat kita.  Sementara kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh untuk keselamatan yang terhilang, kita juga harus meluangkan waktu untuk meditasi, untuk berdoa, dan untuk mempelajari firman Allah. Hanya pekerjaan yang diselesaikan dengan banyak doa, dan disucikan oleh jasa Kristus, yang pada akhirnya akan terbukti efisien demi kebaikan.—Ellen G. White, The Desire of Ages* 362.2.

   *Bisakah gereja kita menjadi tempat yang ramah(Welcoming) bagi orang-orang yang lelah, letih, dan tertekan? Bisakah gereja kita memberi mereka istirahat? Atau, mungkinkah kita sebenarnya terlalu sibuk?.

   Pada tahun 1899—Kecepatan mobil 39,24 mil/jam. Hari ini lebih cepat daripada itu. Perjalanan udara lebih cepat dari biasanya,dan semakin cepat. Intinya adalah bahwa hampir semua yang kita lakukan hari ini dilakukan lebih cepat daripada di masa lalu, namun apa?. Kita masih merasa tergesa-gesa dan tanpa istirahat yang cukup.  Hal ini memberitahukan kepada kita tentang sifat dasar manusia dan mengapa Allah membuat istirahat begitu penting sehingga itu adalah salah satu dari PERINTAH-NYA.

   *Seberapa serius masalah/problem istirahat di dunia kita saat ini? Kita telah menyarankan bahwa menjalani kehidupan yang tersiksa, dilecehkan, terlalu sibuk dapat menyebabkan keputusasaan dan bahkan depresi.

   -Ada peningkatan keprihatinan di antara para ahli kesehatan mental terhadap kenaikan jumlah orang depresi yang sedang mereka tangani. Diperkirakan bahwa ada lebih dari 300 juta orang depresi di dunia kita dan bahwa depresi akan melampaui penyakit jantung sebagai penyebab utama kematian dalam beberapa dasawarsa.  Lebih dari 270 juta resep anti depresi terjudal setiap tahun di U.S.A.

  *Menurut Anda mengapa Tuhan memilih "istana dalam waktu" sebagai contoh utama perhentian-Nya?

Manusia suka membuat bangunan besar seperti istana di Versailles di Prancis yang berisi 700 kamar dan 67.000 m² (atau lebih dari 720.000 kaki) ruang lantai untuk mewakili pencapaian mereka. Namun, Allah menghasilkan “istana pada waktunya.”

  *Apakah jelas bagi Anda mengapa Abraham Joshua Heschel menyebut hari Sabat sebagai sebuah “istana dalam waktu”?(a palace in time).

  *Apa yang Anda harapkan untuk dialami selama “istana waktu” Allah? Istirahat seperti apa yang Anda nantikan setiap minggu ketika hari Sabat tiba? Apakah Anda mendapatkan istirahat dalam berurusan dengan masalah mental, tantangan fisik, bahkan hubungan interpersonal yang menyusahkan? Sabat harus menjadi penghilang stres. Sudahkah Anda mengalami berkat-berkat yang Allah curahkan pada hari Sabat-Nya setiap minggu? Jadi, apa yang terjadi jika kita menjadi begitu sibuk sehingga kita tidak dapat memenuhi semua tanggung jawab kita?

 KESIMPULAN:

   Allah mengundang kita untuk beristirahat dari kesibukan kita. Ketika kesibukan kehidupan melanda kita, ada 3 hal yang mulai terjadi:

1). Kita mulai kehilangan fokus: Jadi kita berfokus kepada permasalahan lebih daripada kepada Allah, yang dapat menyelesaikan semua. Dalam kesibukan kita, kita berfokus kepada jawaban2 manusia kepada dilemma kita lebih daripada kepada solusi2 ilahi.

2). Kita mulai mengalami kelelahan fisik,mental, dan emosi. Kesibukan menyebabkan keletihan. Kelitihan menyebabkan kehabisan tenaga dan akibatnya menyebabkan keputusasaan. Orang sibuk sering membuat keputusan2 yang tergesa-gesa dan gagal untuk melihat gambaran yang lebih besar.

3).Kita mulai lupa untuk berdoa dan belajar Alkitab.  Akibatnya membuat kehidupan ibadah kita sengsara.

 Pelajaran saat ini memberikan kepada kita 3 pelajaran praktis untuk kehidupan sehari-hari:

1).Ketika kita terlalu sibuk untuk dapat beristirahat dalam pemeliharaan Allah- kehidupan kita akan dipenuhi dengan stress, yang menyebabkan penyakit fisik dan tekanan emosional.

2). Istirahat yang dirancang Allah adalah lebih daripada sekadar istirahat fisik. Istirahat ini adalah sebuah kedamaian pikiran yang datang karena memercayai Firman-Nya, meyakini janji2-Nya dan memasuki berkat2 istirahat Sabat-Nya.

3).Istirahat datang dari kepemilikan sebuah hubungan saling percaya dengan Dia yang menjadikan kita. Kita harus menghidupkan suatu kehidupan yang selalu bersama dengan Allah, bukan terpisah dengan Allah seperti Kain.

   Dalam Kristus ada istirahat. Dalam janji-Nya ada jaminan. Dalam hadirat-Nya, kita bebas dari kecemasan dan kekhawatiran.

   AMIN.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.