APAKAH ORANG MATI ITU HIDUP? AKA 25.
”APAKAH ORANG MATI ITU HIDUP”?*
Seorang pemuda yang sedang berjalan melalui
kuburan berhenti sejenak dan membaca sebuah tulisan pada batu nisan.
Ia tertarik pada tulisan sebagai berikut:
“Berhentilah, sahabatku, selagi Anda berjalan disini. Sebagaimana aku sekarang,
maka demikian juga Anda nanti. Karena itu persiapkan dirimu untuk mengikuti
aku.” Pemuda itu berdiri tertegun
sebentar, ia berpikir. Kemudian ia mengambil kapur tulis yang ada dalam
kantongnya dan ia menulis, “Saya tidak akan mengikuti Anda, kecuali saya tahu
ke mana Anda akan pergi.”
Mungkin isi tulisannya bukanlah suatu sajak
yang bagus, tetapi intinya mengandung arti yang dalam.
Setiap orang harus tertarik terhadap apa
yang akan terjadi kepadanya setelah mati. Ia harus tahu ke mana ia akan pergi
bilamana ia menghembuskan nafasnya yang terakhir, karena lambat atau cepat,
setiap orang menghadapi maut.
Alkitab melukiskan kematian sebagai musuh
manusia. Allah mengatakan kepada kita bahwa musuh manusia terakhir yang akan
dibinasakan adalah kematian. Kematian itu datang ke dunia ini karena
pendurhakaan Adam dan Hawa. Dalam Roma 5:12, Rasul Paulus menulis, “Sebab itu
sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan dosa itu juga
maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua
orang telah berbuat dosa.” Allah telah menyediakan bagi manusia makan buah
pohon kehidupan supaya hidup selama-lamanya. Ketika manusia mendurhaka kepada
Allah, maka kesempatan hidup selama-lamanya itu ditarik kembali dari padanya.
Kejadian 3:22,23.
Sejak kematian masuk ke dunia ini, setan
telah bekerja keras dan lama, untuk mengacaukan pikiran manusia supaya tidak
mengerti akan rencana Allah untuk memberikan kepada kita hidup kekal. Dalam
suatu cara yang sederhana, Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Allah mau kita
mengerti tentang kematian dan obatnya. Bilamana kita mengerti ajaran Alkitab
tentang kematian dan kebangkitan, maka sengat maut itu berkurang rasa sakitnya.
Marilah kita kesampingkan segala pendapat
yang memenuhi pikiran kita sebelumnya, dan membiarkan Allah menuntun kita
sekarang, sementara kita mempelajari apa kata Alkitab tentang kematian.
Kejadian 2:7 “ketika itulah Tuhan Allah
membentuk manusia itu dari *debu tanah*
dan menghembuskan *nafas hidup* ke
dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi *makhluk yang hidup.”*
*Jawab*: Debu
Tanah dan Nafas Hidup (DT + NH).
*Catatan*:
Allah tidak menaruh suatu roh hidup kepada manusia, melainkan kombinasi dari
badan/tubuh dan hidup menjadikan manusia itu makhluk hidup.(debu tanah dan
nafas hidup).
Kejadian 3:19 “dengan berpeluh engkau akan
mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena darisitulah
engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”
Pengkhotbah 12:7 “dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali
kepada Allah yang mengaruniakannya.”
*Jawab*: Kembali lagi menjadi tanah.
Pengkhotbah 12:7 “dan debu kembali menjadi
tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.”
*Jawab*: Roh itu kembali kepada Allah yang
mengaruniakannya.
*Catatan*:
Pancaran hidup ini disebut roh atau napas hidup.
Istilah ini digunakan berganti-ganti dan ini
khusus berarti unsur hidup, bukan kesadaran atau kecerdasan. Lihat ayat-ayat:
Ayub 27:3; Kejadian 2:7.
Ayub 30:23 “Ya, aku tahu: Engkau membawa aku
kepada maut, ke tempat segala yang hidup dihimpunkan.” Ayub 17:13 “Apabila aku
mengharapkan dunia orang mati sebagai rumahku, menyediakan tempat tidurku di
dalam kegelapan.”
*Jawab*: Kepada maut—dunia orang mati.
Mazmur 146:3,4 “Janganlah percaya kepada para
bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. Apabila
nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah
maksud-maksudnya.
*Jawab*: Lenyaplah maksud-maksudnya (tidak
berpikir lagi).
Pengkhotbah 9:5,6 “Karena orang-orang yang
hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi *orang
yang mati tak tahu apa-apa,* tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan
kepada mereka sudah lenyap. Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan
mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka
dalam segala sesuatu yang terjadi dibawah matahari.
*Jawab*: Orang mati tak tahu apa-apa.
Pengkhotbah 9:10 “Segala sesuatu yang dijumpai
tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada
pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana
engkau akan pergi.”
*Jawab*: Tidak ada lagi pengetahuan dan hikmat
selama dalam kubur.
Mazmur 115:17 “Bukan orang-orang mati akan
memuji-muji Tuhan, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi,”.
Mazmur 6:6 “Sebab di dalam maut tidaklah orang
ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang
mati?.
*Jawab*: Orang mati tidak dapat lagi memuji
Tuhan.
Yohanes 11:11-14 “Demikianlah perkataan-Nya,
dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: “Lazarus, saudara kita, telah
tertidur, tetapi Aku pergi kesana untuk membangunkan dia dari tidurnya. Maka
kata murid-murid itu kepada-Nya:”Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.
Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka
Yesus berkata tentang tertidur dalam
arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: “Lazarus sudah
mati;..”
*Jawab*: Kematian itu bagaikan TIDUR bagi yang
percaya kepada Yesus.
1 Korintus 15:16-18 “Sebab jika benar orang
mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan jika Kristus
tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam
dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.”
*Jawab*: Sia-sialah kepercayaan kita dan kita
masih hidup dalam dosa-dan binasa.
1 Korintus 15:22,23 “Karena sama seperti semua
orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan
dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang
menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi
miliknya *pada waktu kedatangan-Nya.”*
*Jawab*: Pada waktu kedatangan Yesus yang
kedua kali.
Yohanes 5:28,29 “Janganlah kamu heran akan hal
itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan
mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit
untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit
untuk dihukum.”
*Jawab*: Mereka yang telah berbuat baik
bangkit untuk hidup yang kekal dan mereka yang berbuat jahat akan bangkit untuk
dihukum.
1 Tesalonika 4:16,17 “Sebab pada waktu tanda
diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi,
maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus
akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal,
akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di
angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”
*Jawab*: Mereka yang mati dalam Kristus akan
lebih dahulu bangkit.
1 Korintus 15:51-54 “Sesungguhnya aku
menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita
semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang
terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan
dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang
dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati
ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang
tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan.”
*Jawab*: Orang-orang yang percaya kepada Yesus
yang masih hidup saat kedatangan Yesus yang keduakali tidak akan mati tetapi
akan diubah, dalam sekejap mata.
Pilipi 3:20,21 “Karena kewargaan kita adalah
di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai
Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa
dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala
sesuatu kepada diri-Nya.”
*Jawab*: Mengubah tubuh kita, sehingga serupa
dengan tubuh-Nya yang mulia.
Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah
akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya
setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang
kekal.”
*Jawab*: Setiap orang yang percaya kepada
Yesus.
*Catatan*:
Manusia adalah fana. Ayub 4:17. Hanya Allah yang kekal. 1 Timotius 6:15. Hidup
kekal adalah pemberian Allah, hanya kepada mereka yang percaya kepada Kristus.
*Kesimpulan:*
Hanya melalui Kristus kita mempunyai harapan
untuk hidup yang akan datang. Sekiranya Allah tidak rela mengaruniakan anak-Nya
untuk mati menggantikan kita, maka kematian akan mengakhiri keberadaan manusia.
Sejak Kristus datang ke dunia, hidup dalam penurutan yang sempurna, mati
menggantikan kita, dan bangkit, sekarang kita mempunyai harapan untuk hidup
yang akan datang—suatu kehidupan yang mulia, di mana dosa, penyakit, kesusahan
dan kematian tidak ada lagi untuk selama-lamanya. Rencana Allah bagi mereka
yang mati sebelum kedatangan Tuhan, telah dilukiskan dengan baik sekali dalam
pengalaman Lazarus. Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Lazarus
tidur; kemudian mengatakan bahwa Ia sedang berbicara kepada Martha bahwa
Lazarus akan bangkit kembali.
Martha berkata: “Aku tahu bahwa ia akan
bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.”
Martha telah mendengarkan ajaran Kristus. Ia
melihat ke depan yaitu hari kebangkitan terakhir. Kemudian Kristus menunjukkan
apa yang akan terjadi bilamana Ia datang kedua kali.
Berdiri di depan pintu kubur yang terbuka
Yesus berseru dengan suara keras, “Lazarus, marilah keluar!”. Alkitab
menyatakan bahwa Lazarus menuruti akan suara Pemberi hidup itu dan ia datang ke
luar, masih dalam keadaan terikat dengan pakaian pemakaman. Kemudian Kristus
membuktikan bahwa Ia telah menang atas kematian oleh kebangkitan-Nya sendiri.
Inilah tanda bahwa pengorbanan-Nya telah
diterima oleh Bapa-Nya, dan bahwa Ia telah mendapat hak untuk melenyapkan
kematian dan Iblis, karena Alkitab mengatakan kepada kita, “Karena anak-anak
itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan
mereka dan mendapat bagian dalam mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia
memusnahkan dia, yaitu Iblis yang berkuasa atas maut.” Ibrani 2:14.
Syukur kepada Allah atas kewenangan itu dan
itu boleh menjadi bagian kita oleh menerima Pemenang sebagai Juruselamat kita.
Kematian-Nya telah membayar dosa-dosa kita.
Maukah Anda menerima Dia sekarang juga dan
yakin akan hidup kekal pada hari kedatangan Tuhan kita?.
Saya mengerti bahwa Allah mengajarkan dalam
Alkitab tentang kematian dan saya mau berada di antara mereka yang akan
menerima kekekalan pada kedatangan Kristus kedua kali:______
TANGGAPAN:

Komentar
Posting Komentar