KUTIPAN TANYA JAWAB TENTANG BATU EMPEDU: ALODOKTER.
PERTANYAAN:
Assalamualaikum
ALODOKTER
Saya telah melakukan USG abdomen dan mendapati batu empedu yang lebih dari 1 cm
Dan saya
mendapatkan informasi dari Kolega dokter saya, kalau batu empedu dapat
dilakukan tindakan laser. Jika sekiranya berkenan, mohon bantuan nya untuk di
informasikan tindakan laser tersebut., dan penjelasan tentakan tindakan laser
tersebut
Terimakasih
Salam
Husni
Alo terimakasih
sudah bertanya ke Alodokter.
Gejala dari batu empedu antara lain: nyeri
di perut kanan atas/ ulu hati yang muncul tiba-tiba dan bertambah cepat dengan
cepat, sakit menjlaar ke punggung di antara tulang belikat dan bahu kanan,
nyeri dapat sangat parah hingga membuat penderitanya tidak dapat duduk diam/
menemukan posisi nyaman.
Batu empedu dapat diatasi dengan:
- obat asam
ursodeoksikolat: untuk membantu melarutkan batu empedu ( butuh waktu beberapa
bulan dan harus dipantau setiap bulan).
- ESWL
(Extracorporeal shockwave lithotripsy): pengobatan dengan gelombang kejut untuk
memecah batu empedu. Efektif untuk batu empedu yang berdiameter < 2 cm.
- endoscopic
laser lithotripsy dan lithotomy: digunakan untuk pasien dengan batu empedu
raksasa dan kolelitiasis berulang. Prosedur menggunakan EUS-guided LAMS
implantation. Stent akan dilepas jika semua batu sudah dikeluarkan.
Untuk informasi lebih lanjut saya sarankan
anda berkonsultasi dengan dokter anda. Beliau yang paling tahu kondisi klinis
anda dan kelebihan kekurangan dari setiap opsi terapi yang ada.
Saat ini sebaiknya: hindari konsumsi makanan
tinggi lemak/minyak/ kacang/mentega/alkohol, jaga BB ideal, olahraga secara
teratur untuk mencegah obesitas, turunkan BB secara bertahap.
Maaf Dok mau tanya, saya menerima kesan dari
hasil pemeriksaan usg abdomen yg isinya :
dilatasi
CBD,IHBD/EHBD bisa karena obstruksi didistal DD
-Batu
-Massa
Pankreas/Lien/kedua
ren/buli-buli dan prostat tak tampak kelainan
itu gmn ya
Dok..?
Terima kasih
sebelumnya.
Merujuk pada hasil USG Anda, tampak bahwa
tidak ada kelainan pada pankreas, limpa, ginjal, kandung kemih, dan juga
prostat Anda. Akan tetapi, pada evaluasi kantung dan saluran empedu, tampak
adanya suatu pelebaran saluran (dilatasi), yakni padaCBD (common bile duct),
IHBD (intra hepaticbile duct), dan EHBD (ekstra hepaticbile duct) yang diduga
disebabkan oleh batu
empedu atau tumor (massa).
Secara klinis, pelebaran saluran empedu ini
bisa membuat penderitanya merasakan nyeri yang cukup hebat, khususnya di area
perut atas sebelah kanan, disertai dengan mual, hilang nafsu makan,
muntah-muntah, kembung, diare, lemas, dan banyak lagi keluhan lainnya.
Tergantung penyebab dan keparahannya, kondisi ini bisa ditangani dengan
pemberian beberapa jenis obat, pembedahan (operasi), atau mungkin juga
dikombinasikan dengan kemoterapi dan radioterapi jika terkait dengan tumor
ganas.
Guna mengkonfirmasi hasil USG Anda,
sepatutnya Anda berkonsultasi langsung dengan dokter, dokter bedah,
atau dokter
penyakit dalam yang merawat Anda. Nantinya, dokter bisa juga
mengarahkan Anda untuk menjalani dulu pemeriksaan lanjutan, seperti tes darah,
CT scan, MRI, endoskopi, bahkan juga biopsi agar bisa memberi Anda tatalaksana
terbaik.
Semoga membantu ya..
Apakah batu
empedu dapat keluar melalui Urine/BAB?
Bagaimana
tanda kalau batu empedu akan keluar?apakah batu empedu keluar melalui urin atau
bab?
Alo Iin,
Terima kasih
telah bertanya di Alodokter.
Batu empeduatau cholelithiasisterbentuk
akibat zat di dalam cairan empedu mengeras. Pada beberapa orang, kondisi ini
tidak menimbulkan gejala. Namun, pada penderita batu empedu dapat mengalami
gejala seperti nyeri perut bagian kanan atas dan ulu hati, nyeri dapat menjalar
ke punggung di antara tulang belikat dan bahu kanan. Serta nyeri yang timbul
dapat terasa sangat berat hingga membuat penderitanya tidak bisa duduk diam
atau menemukan posisi yang nyaman.
Metode
pengobatan untuk mengatasi batu empedu berbeda-beda, tergantung pada gejala,
jenis batu empedu, dan lokasinya. Saat ini, apakah Anda telah menjalani
pengobatan dari dokter yang merawat Anda ? Jika Anda telah menjalani terapi
seperti diberikan obat-obatan, maka batu empedu dapat keluar bersamaan dengan
urine saat buang air kecil.
Tentu,
sebaiknya Anda dapat mengkonsultasikan kondisi Anda dan melakukan kontrol rutin
dengan dokter yang merawat Anda. Sementara itu, beberapa anjuran yang dapat
Anda lakukan seperti :
- Perbanyak konsumsi air
putih, penuhi kebutuhan caian tubuh 2-3 L/hari
- Hindari konsumsi makanan
dengan kadar lemak jenuh tinggi, seperti makanan bersantan,berminyak,
berlemak
- Hindari konsumsi alkohol
dan merokok
- Lakukan aktivitas fisik
dan olahraga rutin
- Istirahat yang cukup
Semoga
membantu ya
Salam
Malam dok. Mau
bertanya. Jika tidak kuat minum ursodeoxycholic acid karena efek samping yang
sangat menyakitkan. Apakah pengobatan boleh dihentikan? Atau ganti dengan obat
lain? Mhon jawabannya dok. Terimakasih
Dok Apakah harus tetap saya lanjutkan
pengobat. Dengan obat ursodeoxycholic Acid untuk batu empedu saya, ketika saya
merasakan Efek samping yg saya rasakan. Seperti kepala berputar putar dan
berat, mual, kadang muntah, nyeri perut sebelah kanan, dan setiap selesai makan
selalu merasa mules seperti mau BAB. Jujur saya tidak kuat dengan efek
sampingnya dok.Atau boleh ganti obat lain dok?
Alo, Terimakasih atas pertanyaannya.
Batu empedu (kolelitiasis) diduga kuat terjadi karena
penumpukan kolesterol dan bilirubin dalam kandung empedu yang mudah mengkristal
membentuk batu. Secara epidemiologis, kondisi ini rentan dialami wanita,
terlebih yang mengalami obesitas, berusia 40 tahun ke atas, serta memiliki
riwayat anggota keluarga dengan batu empedu. Penyakit tertentu, seperti
diabetes, sirosis, leukemia, anemia sel sabit, dan penyakit Crohn pun bisa juga
meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit ini.
Jika batu empedu ukurannya masih kecil, maka
penanganan konservatif bisa dilakukan untuk mengatasinya, yakni dengan
pemberian obat-obatan simptomatis (untuk meredakan gejala yang muncul) dan
juga ursodeoxycholic
acid yang bisa melarutkan batu empedu. Sebagaimana obat lain,
obat-obatan ini pun memiliki risiko efek samping, termasuk berupa mual, daire,
konstipasi, nyeri perut, nyeri kepala, pilek, rontok, nyeri punggung,
gatal-gatal, dan sebagainya. Tergantung berat atau ringannya efek samping yang
muncul, obat ini bisa terus dilanjutkan konsumsinya, disesuaikan dosisnya,
ditambahkan obat lain, diganti, atau mungkin dilakukan modalitas penanganan
lain, seperti operasi.
Sayangnya, Anda tidak menjelaskan efek
samping seperti apa yang Anda alami, sehingga sulit untuk kami memutuskan
tatacara penanganannya yang tepat. Lebih aman, Anda jangan dulu sembarangan
menghentikan konsumsi obat tersebut, melainkan periksalah dulu ke dokter, dokter
penyakit dalam, atau dokter bedah yang
merawat Anda ya..
Sembari itu, lakukan juga langkah berikut
agar penyakit Anda tidak memburuk:
- Utamakan makan makanan
yang mengandung tinggi serat dan perbanyak minum air putih
- Jauhi alkohol, batasi
konsumsi makanan dengan kadar lemak jenuh yang tinggi
- Hindari juga kebiasaan
berlebihan makan makanan instan dan ultraproses
- Jaga berat badan ideal,
termasuk dengan rutin berolahraga
Semoga
membantu ya..
Komentar
Posting Komentar