MENGATASI BATU EMPEDU, PERLU OPERASI ATAU TIDAK?
Batu empedu adalah endapan cairan empedu yang mengeras di kandung empedu. Metode pengobatan untuk mengatasi batu empedu berbeda-beda, tergantung pada gejala, jenis batu empedu, dan lokasinya.
Sampai saat ini, belum diketahui penyebab
dari terbentuknya batu empedu, tetapi terdapat beberapa faktor yang membuat
seseorang berisiko menderita batu empedu. Wanita, terutama wanita hamil, lebih
sering mengalami batu empedu dibanding pria. Selain itu, kegemukan juga
meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu.
Batu empedu awalnya tidak menyebabkan tanda
atau gejala. Namun jika batu empedu bergeser ke saluran empedu dan menyebabkan
penyumbatan, penderita akan merasakan nyeri di perut. Ciri-ciri nyeri perut
yang disebabkan oleh batu empedu adalah:
Sakit menjalar
ke punggung di antara tulang belikat dan bahu kanan.
Sakit bisa terasa sangat parah, hingga
membuat penderitanya tidak bisa duduk diam atau menemukan posisi yang nyaman.
Di samping nyeri perut, gejala lain yang
juga bisa muncul adalah:
Demam
Menggigil
Mual dan
muntah
Penyakit
kuning
Bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut,
segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan berbagai
pemeriksaan, seperti USG perut, CT scan, MRI, atau ERCP, untuk melihat
keberadaan batu empedu. Tes darah juga dapat dilakukan untuk melihat komplikasi
yang timbul dari penyakit batu empedu.
Pengobatan untuk penyakit batu empedu akan
disesuaikan dengan kondisi penderita. Untuk penyakit batu empedu yang tidak
menimbulkan gejala, sering kali tidak diperlukan operasi pengangkatan kantung
empedu.
Hanya sepertiga dari seluruh penderita
penyakit batu empedu tanpa gejala yang akhirnya memerlukan operasi. Hal ini
menunjukkan bahwa batu empedu sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan jika memang
tidak menimbulkan keluhan atau gejala.
Pengangkatan kantung empedu tidak
memengaruhi kemampuan seseorang untuk mencerna makanan, tetapi terkadang bisa
menyebabkan diare.
Selain dengan operasi, batu empedu juga bisa
diatasi dengan:
Obat asam
ursodeoksikolat
Obat asam
ursodeoksikolat dapat membantu melarutkan batu empedu, tetapi membutuhkan waktu
beberapa bulan dan harus dipantau setiap bulan. Meski demikian, obat asam
ursodeoksikolat memiliki beberapa kekurangan, yaitu hanya bisa mengatasi batu
yang ukurannya kecil dan batu yang terbentuk dari kolesterol. Selain itu, batu
empedu juga dapat kambuh.
Extracorporeal shockwave lithotripsy
(ESWL)
ESWL merupakan pengobatan dengan gelombang
kejut untuk memecah batu empedu. Kekurangan dari metode ini adalah hanya
efektif untuk batu empedu tunggal yang diameternya kurang dari 2 cm. Selain
itu, efektivitas ESWL dalam menghancurkan batu empedu juga belum sepenuhnya
jelas, sehingga dokter biasanya lebih merekomendasikan operasi.
(Dokter
Spesialis Bedah)
Ditinjau oleh:
dr. Tjin Willy
Referensi
Guarino, et
al. (2013). Ursodeoxycholic Acid Therapy in Gallbladder Disease, A Story Not
Yet Completed. World J Gastroenterol. 19(31), pp. 5029–34
Schirmer B.D.,
Winters K.L. & Edlich R.F. (2005). Cholelithiasis and cholecystitis. J Long
Term Eff Med Implants. 15(3), pp. 329-38.
American
Collage of Surgeons (2015). Cholecystectomy.
Mayo Clinic
(2018). Diseases and Conditions. Gallstones.
Balentine J.R.
Emedicinehealth (2019). Gallstones.
Calabro, S.
Everyday Health (2018). 7 Nonsurgical Treatments for Gallstones.
Komentar
Posting Komentar