AKAR-AKAR KEGELISAHAN (PASSD 03T3-21)

 

(The roots of Restlesness)

 Nast: “Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri  disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat”. (Yak.3:16).

 >>Kekacauan/Confusion=Gr.Akatastasia, “state of disorder”, “kegelisahan”. Bandingkan dengan Yak.1:8; 3:8.(Org.yg.mendua hati;tdk.seorangpun yg.berkuasa menjinakkan lidah).

 >>”Hasil dari kepentingan pribadi (Self-interest) di rumah atau di gereja selalu merupakan keadaan ketidakstabilan yang mengarah  pada ketidakbahagiaan dan kebingungan(confusion.). Dengan demikian, hikmat yang bukan "dari atas" pada akhirnya akan mengungkapkan sifat aslinya melalui buahnya”.(7 SDABC, hlm.528)

 Ilustrasi –

   Pohon2 Aspen – beautiful trees-mencapai tinggi: 45-90 kaki (15-30 m).

 >>Tumbuh di iklim dingin dan musim panas. Kayunya untuk: furniture, korek api & kertas.

  >>Selama musim dingin, rusa makan pohon yang muda—nutrisi.

Apa yang membuat pohon ini terkenal?– Pohon2 ini memiliki sistem akar terbesar dari semua tanaman. Akarnya bisa membentuk koloni yang dapat menyebar cepat dan luas.

 *Dapat hidup hingga 150 tahun, tetapi organisme yg.lebih besar dibawah tanah yang tidak dapat dgn. jelas dilihat, bisa hidup selama ribuan tahun.

PEL. KITA:

   Menemukan beberapa akar kegelisahan kita.(Hal2 yg.dapat mencegah kita menemukan istirahat sejati dalam Yesus. Beberapa diantaranya jelas, dan ada yang tidak jelas seperti organisme besar Aspen yg.tidak terlihat di bawah tanah—Sikap dan tindakan

yang memisahkan kita dari Our saviour.

   Mis: Sikap2-Kesombongan; keegoisan; ambisi yang tidak sehat dan kemunafikan yang  bisa menodai kesaksian kita.

 (Inilah karakteristik2 tersembunyi yang ditemukan dalam kehidupan kita yang menghalangi kita untuk berkomitmen penuh pada Injil Y.K. Apakah kita sepenuhnya menyadari masalah ini?)

  Rsl.Paulus (Ibr.12:15) “spy.jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang”.    

   PEL. KITA : Memeriksa dengan saksama beberapa akar ini dan mempelajari cara-cara untuk mengenalnya, dan kemudian, oleh anugerah Allah MENCABUT mereka dari kehidupan kita.

 I.            Yesus Membawa Pemisahan (Jesus Brings Division).

>>Kita menghindari konflik2 kapanpun kita bisa. Kita lebih suka keharmonisan dan kedamaian.

 Seminar resolusi konflik sering diadakan di gereja-gereja dan lembaga-lembaga lain untuk mencoba menghindari hal-hal seperti itutapi mengajarkan tentang PERDAMAIAN.

   Matius 10:34-39-- Yesus : Dia datang bukan untuk membawa damai tetapi untuk membawa pedang.>>Ini diucapkan pada awal pelayanan-Nya di Galilea>>Mengatakan bhw Dia membawa

 PEMISAHAN & Pergumulan>>Ttg. Kepatuhan dan Kesetiaan.

 >>Apa yang dipikirkan para murid ketika Yesus berbicara tentang Salib?.(Sesuatu hal yang jauh dari pemikiran para murid).  Jadi yang dimaksud Yesus adalah ttg: PRIORITAS.

Minggu: (lanjutan)

*Mengacu pada Mikha 7:6...”musuh orang ialah orang-orang se isi rumahnya.

>>Yesus menantang pendengar-Nya utk.membuat pilihan untuk kekekalanSeorang anak harus mengasihi & menghormati orang tuanya (Hk.ke 5 yang diberikan di atas gunung.)

--Namun, jika cinta itu akan mengalahkan komitmen kepada Yesus, itu membutuhkan kpts. yang sulit.  Dalam perikop ini Yesus mengingatkan kita :FIRST THINGS FIRST. (Hal yang utama menjadi Pertama). >>Yesus menyatakan pilihan ini dengan merumuskan 3 kalimat yang masing2 menggunakan istillah WORTHY (Layak).

   Matius 10:37,38 “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagiku; ---anaknya laki-laki dan perempuan lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku

   ---tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku”.

 II.         KEEGOISAN (Selfishness)

   Apa?—Yang dapat kita pelajari dari Lks.12:13-21 tentang masalah Keegoisan?. (Ttg.perumpamaan Org.kaya yang bodoh). v.15 “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya,

hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”>>untuk siapakah itu nanti?.

>>Apakah keegoisan merupakan masalah utama (a major problem) diantara para pemimpin gereja pada zaman Yesus?. Sekarang ini, bagaimana?.

   Keegoisan –membuat kita tidak menemukan istirahat sejati dalam Yesus, tampaknya menjadi yang termudah untuk diwujudkan.

 *Bgmn keegoisan mempengaruhi hubungan kita dengan Allah?>>Pengaruhnya terhadap hubungan kita dengan pasangan kita?/Keluarga , orang lain yang kita kenal di gereja?.

 TETANGGA,  rekan kita?.   Baca: Pilipi 2:5-8  Yesus telah mengosongkan diri-Nya sendiri.

 >>Beda dengan Yesus disini....

(Ini bluprint : Ketidak egoisan, kerendahan hati, dan kasih.  Jika Kasih kepada Allah dan sesama tidak mendorong pilihan dan prioritas kita,  kita akan terus membangun lebih banyak lumbung untuk diri kita sendiri di dunia ini dan mengumpulkan sedikit harta di surga.

 (Matius 6:20).>>”Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya”.)

*Apakah kita mengumpulkan harta si surga?—mungkin karena tidak kelihatan?.

 >>Mengapa Materialisme, kekayaan dan “mendapatkan sesuatu” begitu menarik bagi kita?.

 III.      AMBISI.

>>Kegelisahan dan Ambisi mendorong orang untuk melakukan dan mengatakan hal-hal yang keliru.

  *Pada hari kamis malam, saat mereka bersiap untuk merayakan Paskah, para murid berdebat diantara mereka sendiri tentang: SIAPA YANG TERBESAR!.  Lukas 22:14-30. ayat 24: “Terjadilah juga di antara muridmurid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.”

*Ketika Yesus mengatakan ttg.masa depan-Nya >>Para murid mengharapkan Yesus dimahkotai sebagai Raja! (Pikirkan sejenak ttg.Politik gereja.

 >>bagaimana kita memilih siapa yang akan menjadi pemimpin gereja?.

*Pertanyaan ini bukan pertama kalinya...Dalam Matius 18:1 para murid bertanya lagi: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?.”

 >>Jawaban Yesus memberikan contoh: Dalam Matius 18:1-5

   *Yesus memanggil seorang anak dan menempatkannya ditengah kelompok.

 -dalam ayat 3: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk kedalam Kerajaan Sorga.”

>>PERTOBATAN =dasar untuk menemukan istirahat sejati dalam Yesus.

>>Kita membutuhkan bantuan dari luar.(Tidak dapat bergantung kpd.diri sendiri)—harus bergantung pada Yesus. Dengan demikian kita akan mengalami transformasi nilai-nilai dan Ambisi kita.

YESUS MEMBERITAHUKAN KEPADA MURID2-NYA:

*Percaya pada-Ku dan mengandalkan Aku seperti anak ini.

>>Kebesaran sejati adalah melepaskan hak-hak Anda dan merangkul nilai-nilai kerajaan Sorgawi.

 IV. KEMUNAFIKAN (Hipocrisy)–

-Yesus menyatakan ttg para pemimpin rohani Israel pada zaman-Nya.

*Matius 23:13-15, 23-29. ayat.15. “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang2 Farisi, hai kamu orang-orang munafik,...ayat.23,25,27,28. (Lihat juga Mts.6:2, 5,16; 7:5; 15:7-9; 22:18-20)>>Istilah ini digunakan Yesus: 7x dalam khotbahnya kepada para pemimpin.

*Seorang Munafik =Seseorang yang bersandiwara yang ingin terlihat menjadi seseorang yang bukan dirinya.

Matius 23:1-13 –Ada 4 karakteristik utama seorang munafik menurut Yesus :--Mengajarkan tapi tidak melakukan dst....

*Org2 Farisi –Tertarik pd.hk tertulis & lisan, menekankan kesucian ritual.

*Org2 Saduki—sekelompok pemimpin yg.kaya(kelas elit imam)>>Mereka sangat Hellenis (berbahasa Yunani)-tidak percaya pada penghakiman dan akhirat>>Sebagai kaum liberal.

   (Kedua kelompok ini bersalah karena Kemunafikan).

   Kita adalah orang munafik jika kita:

*Tidak melakukan apa yang kita katakan, ketika kita membuat agama lebih sulit bagi orang lain tanpa menerapkan standar yang sama untuk diri kita sendiri, ketika kita ingin orang lain memuji semangat agama kita, dan ketika kita menghendaki kehormatan dan pengakuan yang hanya milik Bapa Surgawi kita.

 IV.       MENCABUT KEGELISAHAN (Uprooting Restlessness).

 *Setelah mereka berdebat ttg.siapa yang harus menjadi terbesar, jaminan apa yang diberikan kepada para murid?

>>Yohanes 14:1-6 “Janganlah gelisah hatimu”..Dia sedang menyediakan “tempat” bagi kita, tempat di mana rasa sakit, kegelisahan, dan penderitaan kita akan dibuang selamanya>>Ini ditawarkan kepada kita semua.

   KUNCINYA: Untuk tetap datang kepada Allah dalam kelemahan kita.

 *Mengatasi kegelisahan selalu dimulai dengan Yesus.

*Kecuali (Unless) kita mampu menghilangkan beberapa sifat EGOIS dalam hidup kita, kita tidak bisa menjadi pengikut Yesus yang SEJATI.

 Kesimpulan:

“Tidak akan ada pertumbuhan/menghasilkan buah dalam kehidupan yang berpusat pada DIRI sendiri. Jika engkau telah menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi, engkau hrs.melupakan dirimu sendiri dan berusaha untuk menolong orang lain. Bicaralah tentang kasih Kristus, ceritakan tentang kebaikan-Nya. Lakukan setiap kewajiban yang ada. Pikul beban

jiwa-jiwa di dalam hatimu dan dengan segala usaha sekuat tenagamu berusaha utk menyelamatkan org.yang tersesat.

   Ellen G.White, Seri Membina, jld.5,hlm.46.

   “Dalam berurusan dengan masalah-masalah di antara anggota gereja, “pembicaraan diperpanjang sampai berjam-jam lamanya di antara kedua belah pihak yang bersangkutan, dan bukan saja waktu mereka terbuang percuma, tetapi hamba Allah tertahan untuk mendengarkan mereka, sedangkan hati kedua belah pihak itu tidak ditaklukkan oleh kasih angugerah.  Jikalau kecongkakan dan mementingkan diri dikesampingkan, maka 5 menit saja lamanya segala kesulitan yang paling SENGIT sudah lenyap”.

    E.G. White, Early Writing, hlm.119.

 *Bagaimana kita dapat menetapkan tujuan (goal) untuk penghapusan sifat Selfishness?. Menjadi Ambisius bukanlah suatu dosa.

>>Mari kita jujur, kebanyakan diri kita pandai sembunyikan ambisi egois, kemunafikan, keegoisan dan iri hati.  Kita ingin agar orang-orang lain menyukai kita. Tapi kita menyadari bahwa keegoisan masih ada dalam hidup kita.  Apakah Roh Kudus –mampu membantu kita mengatasi akar2 egois itu?.  Tuhan “tidak dapat” memasukkan ke sorga, orang2 yang di motivasi oleh KEEGOISAN.  End.  

   Pdt.H.M. Siagian, MPTh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.