KITAB KEJADIAN
*KITAB MUSA YANG PERTAMA DISEBUT
KEJADIAN*.
"Ungkapan itu sederhana dan mendalam.
Dalam empat kata ini (In the beginning God...)mencakup seluruh pandangan dunia.
Pada mulanya(awalnya) bukan kebetulan, bukan
keacakan, bukan dewa/ilah dengan nama lain. (bukan dikatakan Once upon a
time—seperti cerita dongeng). Tidak,.. pada mulanya Allah menciptakan langit
dan bumi. Hanya Allah yang telah mengambil dari apa yang bukan apa-apa/dari
yang tidak ada dan menjadikan sesuatu menjadi ada – yakni planet2, matahari,
bumi kita, kemudian menempatkan bumi kita pada jarak yang tepat dari matahari.
Semakin
dekat, tentu kita akan terbakar. Namun, jika semakin jauh , kita akan membeku.
Sebaliknya, kita diberikan keindahan musim,
kehangatan matahari di wajah kita, pertumbuhan tanaman untuk makanan dan untuk kesenangan
kita.
Bahkan sebelum kita ada, Allah menciptakan
bagi kita tempat yang indah untuk kesenangan kita, tempat yang subur untuk
menopang kita.
Pada
mulanya Allah...(Kejadian 1:1)
Buku ini adalah tentang permulaan - semua
ciptaan, kemanusiaan, dosa, dan bahkan kisah penebusan menemukan permulaannya
dalam halaman-halaman buku ini.
Di sini kita bisa membaca tentang pernikahan
yang pertama, kebohongan pertama, dosa pertama, konsekuensi pertama dari dosa,
pengorbanan pertama, anak2 pertama, pembunuhan pertama, banjir pertama, dan
pelangi pertama, bersama dengan deskripsi pekerjaan mula2/awal (seperti gembala
, musisi, tentara, pembangun kota). Di sini kita membaca bagaimana umat Allah
Israel menjadi suatu bangsa.
Di luar itu, tentunya Kejadian adalah awal/permulaan
dari kisah penebusan umat manusia dari kutukan dosa dan maut.
Buku ini tidaklah dimaksudkan untuk
memberikan sejarah dunia; sebaliknya, ini adalah interpretasi spritual selektif
dari sejarah yang berfokus pada rencana Allah untuk menganugerahkan
keselamatan.
TANGGAL
Kitab Kejadian terbentang dari tanggal
penciptaan yang tidak diketahui sampai kepada kematian Yusuf (tercatat dalam
Kejadian 50:26), terjadi sekitar tahun 1589
SM.
Menggunakan divisi/pembagian yang disebutkan
di atas, tanggal jatuh kira-kira sebagai berikut:
(1) Kejadian 1-11, 4000 sampai 1875 SM)
Penciptaan tanggal c.4000 SM. atau sebelumnya/earlier;
kematian Terah (Kej.11:32) tahun 1875 SM.
(2) Kejadian 12-36, 1875 sampai 1682 SM.
Kematian Terah tertanggal c.1875 SM; Yusuf
dibawa ke Mesir (Kej. 37:28) tertanggal 1682 SM.
(3) Kejadian 37-50, 1682 sampai 1589
SM.
Yusuf dibawa ke Mesir tertanggal 1682 SM;
kematian Yusuf (Kej. 50:26) tertanggal 1589 SM.
Meskipun Kitab Kejadian berakhir beberapa
abad sebelum Musa lahir, Musa telah secara luas dianggap sebagai penulisnya ----
oleh gereja mula-mula, dalam tulisan-tulisan sejarawan Yahudi abad pertama
Josephus, dan dalam Talmud Yerusalem.
Musa, telah dibesarkan di Mesir dan dilatih
sebagai seorang pangeran/putera mahkota, telah digunakan oleh Allah untuk
mencatat tidak hanya catatan sejarah di mana dia menjadi bagiannya—misalnya
seperti Keluaran dari Mesir, pengembaraan di padang gurun/belantara, penerimaan
hukum Allah—tetapi dia juga mencatat sejarah penciptaan dan kemanusiaan di
bawah ilham Allah. Sejarah umat Allah Israel, dikumpulkan dari catatan lisan
dan catatan lain yang tersedia, melengkapi buku ini.
Meskipun Kitab Kejadian sendiri tidak
menyebutkan nama penulis/pengarang, Alkitab memberikan informasi di seluruh
Perjanjian Lama dan Baru, memberikan kesaksian langsung dan tidak langsung
tentang kepenulisan Musa/bahwa Musa penulisnya (lihat Keluaran 17:14; Imamat
1:1, 2; Bilangan 33:2; Ulangan 1:1; Yosua 1:7; 1 Raja-raja 2:3; 2 Raja-raja
14:6; Ezra 6:18; Nehemia 13:1; Daniel 9:11-13; Maleakhi 4:4; Matius 8:4; Markus
12:26; Lukas 16:29; Yohanes 7:19; Kisah Para Rasul 15:1; 26:22; Roma 10:19; 1
Korintus 9:9; 2 Korintus 3:15).
Kata "genesis" berasal dari kata
Yunani geneseos, yang berarti "permulaan" atau
"kelahiran" dan mengacu/merujuk pada asal atau sumber. Dalam bahasa
Ibrani, judulnya adalah Bereshit, yang berarti
"pada mulanya"(in the beginning). Prediksi/ramalan2 Mesias yang akan
datang menemukan permulaannya juga dalam Kitab Kejadian. Dengan penciptaan
Adam, Perjanjian Baru menyebutnya sebagai "sosok/gambaran dia yang akan
datang" (Roma 5:14), mengungkapkan Adam sebagai kepala dari ciptaan lama (as
the head of the old creation), sementara Yesus akan datang sebagai kepala dari
ciptaan baru (as the head of the new creation).
Pengorbanan Kristus untuk dosa digambarkan
dalam firman Allah kepada ular, "keturunannya akan meremukkan kepalamu,
dan engkau akan meremukkan tumitnya.”(Kejadian 3:15). Yesus akan di remukkan
"tumit"-Nya, karena Dia akan dilukai dan dibunuh, tetapi kematian
tidak akan menahan-Nya; namun, Yesus akan menimbulkan luka yang mematikan pada
Setan—sebuah pukulan di kepala.
Yesus datang dari garis keturunan Set (4:25;
Lukas 3:38), dan merupakan keturunan Abraham yang dijanjikan melalui siapa
"semua keluarga di bumi (akan) diberkati"/”semua kaum di muka bumi
akan mendapat berkat.” (Kejadian 12:3).
Peran atau "tipe" Yesus (fakta sejarah
yang mengungkapkan kebenaran spritual) terlihat dalam kemanusiaan Adam,
pengorbanan darah yang dilakukan oleh Habel - baik dalam pengorbanan hewan dan
kematiannya di tangan saudaranya ( Kejadian 4:8), Raja Salem, Melkisedek,
digambarkan sebagai "seperti Anak Allah"/”sama dengan Anak Allah”
(Ibrani 7:3), dan Yusuf--dibangkitkan dari kutukan kepada kuasa besar oleh
Allah sendiri (Kejadian 41:37-45)
Mungkin gambaran paling menyentuh yang
menunjukkan pengorbanan Mesias yang akan datang adalah kesediaan Abraham untuk
mengorbankan putra tunggalnya, Ishak, atas perintah Allah (Kejadian Fsl. 22).
Ini menggambarkan hari ketika Allah akan mengaruniakan "Anak-Nya yang
tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan
beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).
Kitab Kejadian terbagi ke dalam tiga bagian
utama yang sesuai dengan tiga lokasi geografis.
(1) Kejadian 1 - 11, Bulan Sabit Subur(The Fertile Crescent)
: Awal (permulaan) dunia, dan kisah Adam
dan Hawa sampai Nuh terjadi di daerah Bulan Sabit Subur di sepanjang Sungai
Tigris dan Efrat.
Ini adalah dugaan lokasi Taman Eden, awal/permulaan
berdirinya Menara Babel, dan lokasi di mana bahtera Nuh mendarat setelah Air
Bah.
(2) Kejadian 12 - 36, Kanaan: Fokusnya adalah pada
satu orang yang setia, yakni Abraham, yang atas perintah Allah meninggalkan
rumahnya di Haran dan pergi ke tanah Kanaan di mana dia dijanjikan untuk
menjadi bangsa yang besar. Bagian ini mengikuti keturunannya - putranya Ishak,
persaingan antara putra Ishak, Esau dan Yakub, dan akhirnya janji keselamatan
dibawa melalui garis keturunan Yakub.
(3) Kejadian 37-50, Mesir: Putra-putra Yakub
menyerang adik laki-laki mereka, yaitu Yusuf, dan menjualnya kepada pedagang
budak yang menuju Mesir.
Kelaparan membawa putra Yakub ke Mesir untuk
membeli gandum di mana mereka bertemu saudara mereka Yusuf, yang telah menjadi
pemimpin yang perkasa di negeri itu. Keluarga Yakub pindah ke Mesir di mana
mereka diizinkan untuk tumbuh dan berkembang, menyiapkan panggung untuk cerita
yang akan datang dalam Kitab Keluaran. Anak-anak Yakub menjadi bapak dari dua
belas suku Israel.
Adam, Hawa, Nuh, Abraham, Sarah, Yakub,
Yusuf.
Peristiwa2 utama (Key Events)
Penciptaan, Kejatuhan; Korban/sacrifice; Banjir
Besar; pembagian bangsa dan bahasa; awal/permulaan dari bangsa Israel.
Kata Kunci (Key Word):
Permulaan/Awal. Kitab Kejadian
menawarkan kepada kita kisah permulaan dunia, kemanusiaan, dosa, kisah
penebusan, dan bangsa Israel yang melaluinya penebusan akan datang.
Ayat Kunci(Key Verse): “Aku akan
mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya;
keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya”.(Kejadian
3:15).
FASAL Kunci:
Kitab Kejadian Fasal 15 menceritakan kisah
perjanjian Allah dengan Abraham, diberikan dalam Kejadian 12:1-3 dan kemudian
disahkan antara Allah dan Abraham dalam Kejadian 15:1-21.
Allah menjanjikan kepada Abraham sebuah
tanah (Kejadian 15:18), sebuah bangsa besar yang akan turun darinya (Kejadian 13:16),
dan bahwa seluruh dunia akan diberkati melalui keturunannya (Kejadian 12:2,3).
Sumber: GENESIS,
The Remnant Study Bible
With E.G.White Comments.
Translated by:
Pst. H.M. Siagian.MPTh.
Komentar
Posting Komentar