MARILAH KEPADAKU...(PASSD 05T3-21)

 

“COME TO ME...”

 *Nast: Matius 11:28-30, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

 Ada 3 perintah khusus:

1.”Marilah kepada-ku”>>Dia=sumber damai kita, mata air kekuatan kita, yg.sanggup mengangkat beban kita, membebaskan kungkungan stress kita.

2. “Pikullah kuk” – Lembu yg.dipasangi kuk disatukan utk.bekerja.

 >>Ketika kita dipersatukan bersama Kristus dlm.pelayanan kpd.

 orang lain, beban kita menjadi lebih ringan.

3. “Belajarlah kepada-Ku”- Yesus tidak tertekan dengan tantangan yang Ia hadapi.

   (Kita akan pelajari –kerinduan Yesus bagi kita untuk beristirahat dalam Dia dan menemukan kedamaian hati dan pikiran).

Ilustrasi: >>Seorang petani tua berjalan terseok-seok di jalan kampung yg.sempit—memikul kentang sekarung di punggungnya.Langkahnya berat & lambat. Seorang tetangganya yg.dalam kereta kuda menanya kalau dia mau menumpang. Dengan gembira dia naik ke belakang kereta. Tapi orang itu tetap memikul kentang itu di punggungnya.

>>Tetangganya: “Letakkan saja karungmu”. Org.tua itu menjawab:

“Engkau sdh begitu baik memberikanku tumpangan; yang terkecil yang dapat saya lakukan adalah memikul bebanku.” Inilah inti pelajaran kita.

 >>Juruselamat kita rindu untuk melepaskan kita dari stress memikul semua beban ini. Dia mau memikul beban kita.Mari kita mempelajari bgmn kita dpt.bebas dari beban yg.sering menghancurkan sukacita kita.

I.            “AKU AKAN MEMBERI KELEGAAN KEPADAMU” (I will give you rest).

  * Matius 11:20-28 >>pernyataan yg.mengecam kota2 penting Galilea: --kota2 yg.tdk.bertobat: Khorazim, Betsaida, Tirus, Sidon,Sodom,Gomora.>>Yesus klaim: Dapat mengampuni dosa!. Namun Yesus tawarkan istirahat sejati:ay.28.“Marilah kpd-Ku, semua yg.letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

>>Kita hrs sadari bhw kita tidak dapat “memikul beban kita” sendirian (to carry our burden alone).

*Kita perlu mengenal kondisi kita yang sebenarnya (bagi yg.sombong

 sulit mengakhui hal ini). Tetapi Allah memerintahkan kita utk.datang.

>>Namun sulit bagi kita untuk menyerah (Surrender).

*Yesus memberi kita 3 perintah dalam pelajaran ini:

1.”Datanglah kepada-Ku”-Come unto Me.

2. “Pikullah kuk yang Kupasang”-Take my yoke, dan-

3. “Belajarlah pada-Ku”-Learn of Me.

*Kata “Marilah”-bukan optional>>Prasyarat utk.menemukan istirahat.

>>berarti bahwa kita perlu menyerahkan kendali (penyerahan diri). *Yesus mengundang kita datang kepada-Nya. Apa artinya?.

>>Datang adalah sebuah keputusan kehendak, mengisyaratkan pilihan pribadi kita—ingat kebebasan memilih/Ia tidak memaksa kehendak kita (menekan) kita untuk datang. Tapi Dia mengundang kita. Datang adalah pilihan kita. Kita datang dalam iman—meyakini bhw.Dia lebih besar dari permasalahan/kesulitan/tantangan kita.(Alfa & Omega,jld.5 hlm.353).

>>Kecemasan, pencobaan –kita paparkan kepada-Nya.

  II.         “PIKULLAH KUK YANG KUPASANG”(Take My Yoke Upon you).

>>Setelah kata yang pertama “Marilah” dalam Mat.11:28, dua perintah (Imperative)--lainnya mengikuti dalam Matius 11:29  yakni:

>>Perintah yang ke 2:  “Pikullah kuk yang Kupasang”-Take my yoke upon you.

>>Perintah yang ke 3: “Belajarlah pada-Ku”-Learn of Me.

   ( Pikullah dan Belajarlah—Kita hrs.mengambil kuk-Nya dan belajar dari Dia).>>Dia mengundang kita utk.memikul kuk-Nya.

>>Memikul kuk adalah sebuah simbol penyerahan/ketundukan(submission)

  (Yer.27)—juga merupakan metafora yg.menggambarkan tujuan yang bersatu>>juga berarti bahwa kita bekerjasama dengan Allah.

 *Orang2 Yahudi terbiasa bertani, menggunakan lembu, menarik bajak,dll.

Kuk = metafora umum dalam Yudaisme untuk Hukum (merujuk>>hk.sunat).

>>Merujuk pada hukum sebagai sarana keselamatan.

(Apakah kita bersedia/siap utk.menerima syarat2 keselamatan-Nya?). Komentar W.Barclay Mts.11:26-28 berkenaan dengan kuk:

 “Yesus mengundang kita untuk mengenakan kuk-Nya di bahu kita. Org.Yahudi menggunakan istilah kuk ini untuk “memulai kepatuhan kpd”.>>Mereka membicarakan  kuk Hukum, kuk Perintah,kuk Kerajaan, kuk Allah.  Untuk mengenakan kuk Kristus= untuk menyerah kepada kehendak-Nya.  Ketika kuk dikalungkan di leher lembu, hewan itu akan tunduk kepada petunjuk tuannya.

>>Boleh jadi kata Yesus: “Kuk-Ku adalah mudah”—Greek: khrestos, yang dapat diartikan: sangat cocok. Di Palestina kuk lembu dibuat dari kayu; lembu dibawa utk diukur dulu - membuat polanya—dan lembu dibawa kembali utk menguji kuk itu—sehingga benar2 cocok dan tidak melukai tengkuk hewan yg.sabar tersebut. Jadi, kuk adalah produk sesuai dengan pesanan agar cocok dengan lembunya.  APA YG.DIMAKSUDKANNYA:

 “Kehidupan yg.Aku berikan kpdmu bukanlah sebuah beban bagimu; tugasmu dibuat utk mengukur agar cocok denganmu”.

  1 Kor.10:13 Pencobaan2...

   *Dipasangi kuk dengan Yesus, kita memiliki jaminan mutlak bhw Dia akan menguatkan kita untuk menanggung pencobaan, ujian, atau kesusahan apapun yang menghadang kita.  Istirahat yang Kristus berikan kepada kita adalah jaminan bhw Dia ada disamping kita utk.memampukan kita berkembang dalam setiap tantangan kehidupan.

 EG White, Alfa & Omega, jld.5,hlm.354:

 “Kuk itu adalah alat pelayanan. Lembu mendapat kuk untuk bekerja, dan kuk itu perlu agar mereka dapat bekerja dengan baik.>>Kita dipanggil bekerja seumur hidup, agar kita dapat bekerjasama dengan Dia.

>>Kuk yg.mengikat kepada pelayanan ialah Hukum Allah. Hukum Kasih yg.besar yg. tlh dinyatakan di Eden, dan diumumkan di Sinai, dan di dlm. P.B. ditulis dalam hati>>itulah yg.mengikat manusia kpd.kehendak Allah. Ia ingin agar kita mengerjakan tugas2 itu dgn.sabar dan bijaksana”.

 MENGENAKAN KUK-NYA >>menyerah kpd.kehendak-Nya.

>>Perintah yang ke 3: “Belajarlah pada-Ku”-Learn of Me (Mat.11:29). *Dalam kehidupan-Nya –Kristus berkomitmen melakukan kehendak Bapa.

--Yoh.8:29 “Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya”. *Ada kesatuan tak terputus antara Yesus dan Bapa-Nya.

 >>Kedamaian sempurna datang ketika hati dan pikiran kita menyatu dengan pikiran Kristus.

III.      AKU LEMAH LEMBUT & RENDAH HATI.(I am gentle and lowly in heart).

*Di dunia kita, orang2 mencemooh kelemah lembutan dan kerendahan hati.

 >>Di Medsos—kalau berisik,aneh & liar orang mendapat perhatian.(Karakteristik ini/standar dunia  >< dengan cara-cara Allah).

 *Bertentangan dengan Matius 5:5 –Berbahagia-orang yg.lemah lembut >>Memiliki bumi.

*Musa—tokoh utama P.L—juga rendah hati dan lemah lembut (Pemimpin militer & Conquerer---Bilangan 12:3). Dlm.P.B, Yesus sering digambarkan sebagai Musa yang kedua. Kerendahan hati dan kelembutan Yesus—jelas menggantikan Musa>>tapi kita tidak dapat menemukan Keselamatan didalam diri Musa. >>Kita membutuhkan seorang Juruselamat yang dapat menggantikan kita—bukan hanya sebagai PENGANTARA tetapi sebagai PENGGANTI (substitute) kita. Pengantaraan itu penting, tetapi hanya Allah yg.tergantung di kayu salib sbg.pemikul dosa kita, yang membayar dalam diri-Nya sendiri hukuman bag dosa kita, yang dapat menyelamatkan kita dari konsekwensi hukum yg.akan dibawa oleh dosa2 kita.

 IV. “SEBAB KUK YANG KUPASANG ITU ENAK”( For my Yoke is easy).

*Apa maksud Yesus ketika Dia berkata, “Sebab kuk yang Kupasang itu enak/mudah”?. (Mat.11:30).

 >>Kata easy/mudah dalam Greek: baik,menyenangkan,berguna dan murah hati.  Banyak yang menganggap Hukum Allah berat sebelah (heavy-handed), sulit utk.dipatuhi dan kadang2 tidak relevan.

 >>Banyak orang tua—langkah pertama yg.diambil anak2 mereka ketika belajar berjalanTersandung dan jatuh, air mata, memar. Tapi bangkit dan mencoba lagi. Berjalan—jatuh—berjalan (terjadi berulang-ulang).

*Akhirnya wajah kecil bangga katakan: “Pa2ma2, saya bisa berjalan.”

>>Berjalan bersama Yesus mungkin tidak selalu mudah, tetapi selalu baik dan hal yang benar untuk dilakukan.  Kita mungkin tersandung, jatuh, tapi dengan pertolongan-Nya, kita bisa bangkit dan terus berjalan, menjadi lebih baik saat kita berlatih.

*Gal.5:1 “Supaya kita sungguh2 merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan/perbudakan.”

 >>Rsl.Paulus tidak mengacu pada hukum Allah, Sepuluh Perintah.

--Sebaliknya, melalui kepatuhan, dengan iman, memahami bahwa keselamatan kita terjamin/secure, bukan didasarkan pada hukum, tetapi pada kebenaran Kristus yang meliputi kita/covering us/menutupi, kita (ada proses Sanctification), bahwa kita dapat memiliki istirahat dan kebebasan sejati.

 V. “BEBANKU PUN RINGAN” Mat.11:30. (My burden is light)

>>Ini pernyataan Yesus terakhir.

  “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan”.

   *Tuhan tidak meminta kita untuk memikul beban yang tidak dapat kita tanggung. Pikirkan cerita Musa, mencoba untuk menangani semua perselisihan diantara anak Israel>>Kel.18:13-22 –Orang2 datang kepada Musa utk.dihakimi dari pagi sampai sore—Yitro memohon agar Musa membangun sebuah struktur yang bisa membuat fokus kepada hal-hal besar dan mempercayakan orang lain utk.mengurus hal-hal yang bersifat duniawi.>>Musa mendengar saran Yitro.  Seperti Musa, kita membutuhkan orang lain untuk berbagi beban kita.

   *Gereja seharusnya menjadi Rumah Sakit bagi orang2 berdosa.

 (Rumah Sakit Jiwa?)>>Namun, saat kita sedang disembuhkan, kita perlu menjangkau orang lain disekitar kita.

 >>GEREJA = satu tubuh. Dengan membantu orang lain, kita membantu diri kita sendiri (1 Kor.12:12-26)>>has many parts: mata,tangan...Gal.6:1-2.

   *Apakah Anda merasa bahwa berjalan di jalan orang Kristen adalah suatu beban yang berat? (a heavy burden).

Kutipan:

 “Jika engkau menemukan pekerjaanmu itu sukar, jika engkau bersungut atas segala kesulitan2 & pencobaan2,jika engkau mengatakan bahwa engkau tidak memiliki kekuatan untuk mengalahkan penggodaan, bahwa engkau tidak bisa mengalahkan sifat tidak sabar, dan bahwa kehidupan sebagai pengikut Tuhan itu adalah satu pekerjaan yang berat, ketahuilah

bahwa engkau tidaklah memikul kuk Yesus, engkau sedang memikul kuk guru/tuan yang lain.(antoher master)”.

                 E.G. White--Seri Membina,Jld.2,hlm.282,283.

   “Diperlukan kehati-hatian yang terus menerus dan sungguh2, pengabdian yg.penuh kasih, tetapi ini akan datang secara alami ketika jiwa dijaga oleh kuasa iman melalui iman. Kita tidak dapat melakukan apa pun, samasekali tidak ada, untuk memuji diri sendiri untuk bantuan Ilahi.

“Kita tidak boleh memercayai sama sekali diri kita sendiri atau pekerjaan baik kita; tetapi ketika sebagai orang berdosa kita datang kepada Kristus, kita dapat menemukan istirahat dalam kasih-Nya. Allah akan menerima  setiap orang yang datang kepada-Nya dengan percaya sepenuhnya pada  jasa seorang Juruselamat yang disalibkan. Kasih terpancar dalam hati.

  Mungkin tidak ada perasaan gembira yang luar biasa, tetapi ada keyakinan yang aman selama-lamanya.

   Setiap beban adalah ringan; karena kuk yang dikenakan Kristus itu enak. Kewajiban menjadi kegembiraan, dan pengorbanan menjadi sebuah kesenangan. Jalan yang sebelumnya tampak diselimuti kegelapan menjadi cerah dengan sinar dari Matahari Kebenaran. Ini adalah berjalan dalam terang sebagaimana Kristus ada didalam terang.”

    --Ellen G.White, Faith and Works, hlm.38,39.

Kesimpulan:

  Dalam pelajaran ini kita telah melihat 3 perintah dari Yesus:

Datanglah kepada-Ku.

Pikullah kuk-Ku.

Belajar daripada-Ku.

   *Apakah ada yang mungkin memisahkan Anda menjalani kehidupan iman dengan penyerahan penuh kepada Yesus?.

 --Apakah itu dosa yang menghalangi kita datang?

>>Yesus memanggil kita untuk datang kepada-Nya sebagaimana

 adanya kita.

 >>Pel.kita ini: Panggilan Yesus untuk bergabung dengan-Nya dan

 menjadi murid-Nya. Kita telah belajar bagaimana kita dapat tumbuh menjadi lebih seperti Dia.

*Apakah kita siap menerima tantangan itu?.   Amin.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.