KEBANGKITAN, SARANA BERTUMBUH, DARI DUKACITA MENJADI SUKACITA.

 

Penghiburan:

ADANYA KEBANGKITAN

 Nast: Lukas 20:36

“Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan”.

   Rencana Allah semula, tidak memberikan persediaan untuk kematian jasmani.  Manusia akan hidup dengan tiada berkesudahan---tidak akan mengenal usia lanjut dan kelelahan.  Tetapi didalam dunia yang berdosa ini, pimpinan Allah telah merancang bahwa kematian akan menjadi berkat dan bukan kutuk.

    Saudara-saudaraku,

  Jika orang yang lesu, lelah, yang lemah, dan yang sakit tidak di istirahatkan dengan kematian jasmani maka nasib mereka itu akan merupakan kekejaman. Jadi, didalam dunia yang berdosa ini, bahkan kematianpun telah berubah menjadi berkat.

   Wahyu 14:13 ”Berbahagialah orang-orang yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini”. 

    Apakah yang lebih menyenangkan daripada Tidur, apabila kita lelah. Apabila seseorang sakit, maka sangat merasa lega bila dapat terlepas dari penderitaan yang sangat menekan dirinya dengan pergi Tidur.

   Oleh sebab itu, dengan menganggap kematian seperti tidur, sengat maut telah dicabut bagi mereka yang ada dalam Kristus Yesus.  Orang-orang tidur dalam kematian, kelak akan bangkit.

 Yesus berkata dalam Yoh.5:28,29:

”Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang didalam kuburan akan mendengar suaraNya,

   Ayat 29: dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum”.

 Saudara-saudaraku,

Kelak akan ada kebangkitan, bangun kepada hidup yang kekal dan setelah itu umat tebusan akan menikmati kesegaran kemudaan dan kesegaran pagi untuk selama-lamanya.  Allah itu setia, Ia akan menepati janjiNya.

 *1 Korintus 15:51-55 “Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, 52.dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.53.Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.54.Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. 55.Hai maut di manakah sengatmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”.

 Yohanes 11:25,26 ”Jawab Yesus: Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati. Ayat 26: dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya”.

  Disini Kristus memandang kedepan, yaitu pada saat kedatanganNya. Dimana orang saleh yang mati akan dibangkitkan dalam tubuh yang tidak dapat busuk dan orang-orang saleh yang masih hidup akan diubah dan diangkat ke surga tanpa mengalami kematian.

   Kematian –bukan suatu sumber ketakutan bagi orang-orang Kristen karena : Kematian hanyalah suatu keadaan tidur.  Merupakan pembebasan dari penderitaan dan sakit.

 KONKLUSI:

 Yesus telah pergi menyediakan suatu tempat bagi kita---INDAH.  Kematian bukanlah suatu Tragedy.

 Tragedy yang terbesar: Bila kita menolak keselamatan yang besar yang telah disediakan Allah bagi kita sebelumnya dan menolak bersedia bertemu dengan Yesus diatas awan-awan. Amin.

 2. SARANA BERTUMBUH DALAM IMAN

 Pendahuluan:

  Salah satu tantangan dan pergumulan yang tidak dapat kita hindarkan ialah: Kematian orang yang kita kasihi.

   KEMATIAN –memang menyebabkan perpisahan dan dukacita, namun dukacita menantang kita untuk tahan uji dan bertekun dalam iman.  Baca Yakobus 1:2-8—khususnya ayat 2: “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 3.sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

   Firman Tuhan ini menghibur dan menguatkan kita, untuk bersyukur walaupun mengalami dukacita, untuk tetap berharap dan bergantung kepada Allah meskipun ditinggalkan oleh orang yang kita kasihi.  Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak berputus asa melainkan hidup bersyukur dan melanjutkan teladan kerajinan, kasih sayang serta ketekunan yang sedang dilakukan semasa hidup kekasih kita ini (almarhum/ah).

  Hendaknya kita semua yang ditinggalkan—memakai setiap keadaan termasuk dukacita sebagai sarana untuk bertumbuh dalam iman.  Situasi buruk, ujian, justru menghasilkan kematangan iman.

  Yakobus menegaskan bahwa berbagai-bagai pencobaan bukanlah pencobaan2 yang terjadi karena kita melakukan dosa melainkan karena kita melakukan kehendak Tuhan.

 KESIMPULAN:

   Surat Yakobus menasehatkan agar kita meminta hikmat Tuhan.

  Hikmat Tuhan akan menuntun kita fokus pada Tuhan, maka situasi apa pun yang terjadi dalam hidup kita janganlah menggoyahkan iman kita. 

 KITA tetap bersyukur meskipun berduka.--Tetap menaruh pengharapan kepada Allah sekalipun bersedih.--Tetap percaya pemeliharaan Allah meskipun orang terkasih kita tidak lagi bersama kita.  Tuhan memberkati semua keluarga, adalah doa dan harapan kami,   Amin.

                   3.DARI DUKACITA MENJADI SUKACITA.

   Mungkin banyak orang merasa, ketika ada orang yang sangat kita kasihi seperti orangtua atau anak, meninggalkan kita melalui kematian, pasti akan merasa sangat sedih.

   Apakah karena kematian orang yang kita kasihi sehingga kita merasa sedih yang sangat mendalam?.

   Sebenarnya, banyak orang merasa sedih, bukan karena kematian tersebut, melainkan karena perpisahan dimana kita tidak akan bisa berjumpa dengan orang yang kita kasihi tersebut.

   Contoh:

  Seorang anak dimana mulai lahir sampai berkeluarga, selalu bisa berjumpa dengan orang-tua yang dikasihi.  Oleh karena kematian orang tua, akhirnya tidak bisa berjumpa lagi.

   Sesungguhnya, hal ini sangat manusiawi. Namun,..apakah kita hanya larut dalam kesedihan tersebut, dan hanya melihat kematian orang terkasih hanya sebuah kerugian bagi kita?.

   Sebenarnya tidak!...Dukacita yang kita alami bisa menjadi sukacita bagi kita semua menurut firman Tuhan.

   Wah,...bagaimana mungkin dukacita menjadi sukacita?.

  Pasti kita akan disalahkan bila kematian orang yang kita kasihi merupakan sukacita bagi kita yang ditinggalkannya.

   Firman Tuhan dalam Filipi 1:21 “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”. 

    Mati...adalah keuntungan??. TIDAK MUNGKIN!.  Semua orang pasti takut mati. Itu merupakan kerugian bagi kita yang hidup.

   Walaupun kita tahu bahwa semua orang yang hidup, suatu saat nanti akan mati, tetap saja kematian itu adalah KERUGIAN.

   Kematian, pasti akan membawa dukacita yang sangat mendalam. Sehingga tidak pernah ada orang membuat papan bunga dengan isi: “Turut BERSUKACITA atas meninggalnya...”

   Tetapi saudara2ku,..bagi kita orang yang beriman, sangat mungkin dukacita menjadi sukacita,..atau bahasa lebih baiknya: “dukacita yang sementara menjadi sukacita yang abadi”.

   Bagi kita orang percaya, kita sadari bahwa “upah dosa adalah maut” (Roma 6:23),...tapi kita juga jangan lupa, ada kalimat lanjutan dari ayat ini yaitu: “tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita”.

   Yang dahulu, kita adalah hamba dosa (Roma 6:20), tapi sekarang melalui kematian Tuhan Yesus dan kebangkitan-Nya, kita sekarang sudah dilepaskan dari dosa, dan maut telah ditaklukkan-Nya.  Oleh karena itu,..kita percaya kepada firman Allah dalam Roma 6:10-11 “Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

   Demikianlah hendaknya memandangnya: --bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

   Inilah keuntungan kita sekarang.  Kematian—adalah proses menuju kehidupan yang baru karena firman Tuhan dalam Mazmur 116:15 :“Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya”.

   Sehingga dengan ini, untuk keluarga yang ditinggalkan oleh orang terkasih, ada kabar sukacita juga dibalik kematian, bahwa ada kepastian untuk kita akan kehidupan yang baru, dimana kita akan hidup bersama dengan Tuhan Yesus Kristus.

   Tugas kita saat ini adalah merelakan dan terus bertekun di dalam doa---Roma 12:12 “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa”...dan tetap menjalani kehidupan dengan teguh dan penuh pengharapan (2 Tes.2:15-17).”Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tulisan.16.Dan Ia, Tuhan kita Yeus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-nya telah mengasihi kita dan yang telah mengaruniakan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita. 17.kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.”

 KESIMPULAN:

   Wahyu 14:13 “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.”  “Sungguh”, kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”  Amin.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.