KEBANGKITAN, SARANA BERTUMBUH, DARI DUKACITA MENJADI SUKACITA.
Penghiburan:
ADANYA KEBANGKITAN
“Sebab mereka
tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah
anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan”.
Rencana Allah semula, tidak memberikan persediaan untuk kematian jasmani. Manusia akan hidup dengan tiada berkesudahan---tidak akan mengenal usia lanjut dan kelelahan. Tetapi didalam dunia yang berdosa ini, pimpinan Allah telah merancang bahwa kematian akan menjadi berkat dan bukan kutuk.
Saudara-saudaraku,
Jika orang yang lesu, lelah, yang lemah,
dan yang sakit tidak di istirahatkan dengan kematian jasmani maka nasib mereka
itu akan merupakan kekejaman. Jadi, didalam dunia yang berdosa ini, bahkan kematianpun
telah berubah menjadi berkat.
Wahyu
14:13 ”Berbahagialah orang-orang yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang
ini”.
Apakah yang lebih menyenangkan daripada
Tidur, apabila kita lelah. Apabila seseorang sakit, maka sangat merasa lega
bila dapat terlepas dari penderitaan yang sangat menekan dirinya dengan pergi
Tidur.
Oleh sebab itu, dengan menganggap
kematian seperti tidur, sengat maut telah dicabut bagi mereka yang ada dalam
Kristus Yesus. Orang-orang tidur dalam
kematian, kelak akan bangkit.
”Janganlah
kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang
didalam kuburan akan mendengar suaraNya,
Ayat 29: dan mereka
yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi
mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum”.
Kelak akan ada
kebangkitan, bangun kepada hidup yang kekal dan setelah itu umat tebusan akan
menikmati kesegaran kemudaan dan kesegaran pagi untuk selama-lamanya. Allah itu setia, Ia akan menepati janjiNya.
Disini Kristus memandang kedepan, yaitu
pada saat kedatanganNya. Dimana orang saleh yang mati akan dibangkitkan dalam
tubuh yang tidak dapat busuk dan orang-orang saleh yang masih hidup akan diubah
dan diangkat ke surga tanpa mengalami kematian.
Kematian –bukan suatu sumber ketakutan
bagi orang-orang Kristen karena : Kematian hanyalah suatu keadaan tidur. Merupakan pembebasan dari penderitaan dan
sakit.
Yesus telah pergi menyediakan suatu
tempat bagi kita---INDAH. Kematian
bukanlah suatu Tragedy.
Tragedy yang terbesar: Bila kita menolak keselamatan yang besar yang telah disediakan Allah bagi kita sebelumnya dan menolak bersedia bertemu dengan Yesus diatas awan-awan. Amin.
Salah satu tantangan dan pergumulan yang
tidak dapat kita hindarkan ialah: Kematian orang yang kita kasihi.
KEMATIAN –memang menyebabkan perpisahan dan dukacita, namun dukacita menantang kita untuk tahan uji dan bertekun dalam iman. Baca Yakobus 1:2-8—khususnya ayat 2: “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 3.sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
Hendaknya kita semua yang ditinggalkan—memakai
setiap keadaan termasuk dukacita sebagai sarana untuk bertumbuh dalam
iman. Situasi buruk, ujian, justru
menghasilkan kematangan iman.
Yakobus menegaskan bahwa berbagai-bagai
pencobaan bukanlah pencobaan2 yang
terjadi karena kita melakukan dosa melainkan karena kita melakukan kehendak
Tuhan.
Surat Yakobus menasehatkan agar kita meminta hikmat Tuhan.
Hikmat Tuhan akan menuntun kita fokus pada Tuhan, maka situasi apa pun yang terjadi dalam hidup kita janganlah menggoyahkan iman kita.
KITA tetap bersyukur meskipun berduka.--Tetap menaruh pengharapan kepada Allah sekalipun bersedih.--Tetap percaya pemeliharaan Allah meskipun orang terkasih kita tidak lagi bersama kita. Tuhan memberkati semua keluarga, adalah doa dan harapan kami, Amin.
Apakah karena kematian orang yang kita kasihi
sehingga kita merasa sedih yang sangat mendalam?.
Sebenarnya, banyak orang merasa sedih, bukan karena kematian tersebut,
melainkan karena perpisahan
dimana kita tidak akan bisa berjumpa dengan orang yang kita kasihi tersebut.
Contoh:
Seorang anak dimana mulai lahir sampai
berkeluarga, selalu bisa berjumpa dengan orang-tua yang dikasihi. Oleh karena kematian orang tua, akhirnya
tidak bisa berjumpa lagi.
Sesungguhnya, hal ini sangat manusiawi.
Namun,..apakah kita hanya larut dalam kesedihan tersebut, dan hanya melihat
kematian orang terkasih hanya sebuah kerugian bagi kita?.
Sebenarnya tidak!...Dukacita yang kita alami
bisa menjadi sukacita bagi kita semua menurut firman Tuhan.
Wah,...bagaimana mungkin dukacita menjadi
sukacita?.
Pasti kita akan disalahkan bila kematian orang yang kita kasihi
merupakan sukacita bagi kita yang ditinggalkannya.
Firman Tuhan dalam Filipi 1:21 “Karena
bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”.
Mati...adalah keuntungan??. TIDAK MUNGKIN!. Semua orang pasti takut mati. Itu merupakan
kerugian bagi kita yang hidup.
Walaupun kita tahu bahwa semua orang yang
hidup, suatu saat nanti akan mati, tetap saja kematian itu adalah KERUGIAN.
Kematian, pasti akan membawa dukacita yang
sangat mendalam. Sehingga tidak pernah ada orang membuat papan bunga dengan
isi: “Turut BERSUKACITA atas meninggalnya...”
Tetapi saudara2ku,..bagi kita orang yang
beriman, sangat mungkin dukacita menjadi sukacita,..atau bahasa lebih baiknya: “dukacita
yang sementara menjadi sukacita yang abadi”.
Bagi kita orang percaya, kita sadari bahwa “upah
dosa adalah maut” (Roma 6:23),...tapi kita juga jangan lupa, ada kalimat
lanjutan dari ayat ini yaitu: “tetapi
karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita”.
Yang dahulu, kita adalah hamba dosa (Roma
6:20), tapi sekarang melalui kematian Tuhan Yesus dan kebangkitan-Nya, kita
sekarang sudah dilepaskan dari dosa, dan maut telah ditaklukkan-Nya. Oleh karena itu,..kita percaya kepada firman
Allah dalam Roma 6:10-11 “Sebab
kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya,
dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.
Demikianlah hendaknya memandangnya: --bahwa
kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Inilah keuntungan kita sekarang. Kematian—adalah proses menuju kehidupan yang
baru karena firman Tuhan dalam Mazmur
116:15 :“Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya”.
Sehingga dengan ini, untuk keluarga yang
ditinggalkan oleh orang terkasih, ada kabar sukacita juga dibalik kematian,
bahwa ada kepastian untuk kita akan kehidupan yang baru, dimana kita akan hidup
bersama dengan Tuhan Yesus Kristus.
Tugas kita saat ini adalah merelakan dan terus bertekun di dalam
doa---Roma 12:12 “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam
kesesakan, dan bertekunlah dalam doa”...dan tetap menjalani kehidupan dengan teguh dan penuh pengharapan (2 Tes.2:15-17).”Sebab itu, berdirilah teguh dan
berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan,
maupun secara tulisan.16.Dan Ia, Tuhan kita Yeus Kristus, dan Allah, Bapa kita,
yang dalam kasih karunia-nya telah mengasihi kita dan yang telah mengaruniakan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita. 17.kiranya
menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.”
Wahyu 14:13 “Dan aku mendengar suara dari
sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati
dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh”, kata Roh, “supaya mereka boleh
beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai
mereka.” Amin.
Komentar
Posting Komentar