AKU MENYERTAI KAMU

 

Penghiburan Duka 

PENDAHULUAN:

   Keluarga _______dan sidang perkabungan yang kekasih didalam Tuhan Yesus.  Pada saat ini kita kehilangan saudara yang kita kasihi, Sdr/i______  Hal ini tentu menimbulkan kesedihan yang besar dalam bathin semua keluarga besar yang ditinggalkan.

 PEMBAHASAN:

   Sementara kita ditudungi oleh awan-awan gelap yang mengandung duka nestapa, disisi jenazah kekasih kita ini, marilah kita renungkan sebentar firman Tuhan untuk menjadi penghiburan, khususnya buat keluarga yang berdukacita.

   Kita yakin dan percaya bahwa sinar-sinar penghiburan dari Tuhan akan menyinari semua hati yang diselubungi dengan mendung kesedihan.

   Matius 28:20 “Aku menyertai kamu sekalian sampai kepada akhir zaman”.  Yesus mengasihi umat-Nya (termasuk keluarga yang berdukacita saat ini).  Kristus tidak akan membiarkan sekeluarga bergumul sendiri melawan masaalah yang sedang dihadapi saat ini, karena Ia sangat memperhatikan setiap penderitaan umat-Nya.

   Ilustrasi:

   Dukacita yang sangat dalam pernah terjadi kepada keluarga Ellen G.White karena putera mereka Henry meninggal dunia pada usia 16 tahun.  Doa-doa mereka agar Yesus menyelamatkannya kelihatannya tidak terjawab.  Pertanyaan-pertanyaan telah muncul di hati mereka:

1.  Mengapa Henry harus di izinkan Tuhan pergi dari mereka?.

2.  Apakah itu sebagai ganjaran/hukuman atas dosa-dosa mereka?.

   Mereka tidak dapat melihat terang pada saat yang gelap dan berduka ini. Namun Yesus tidak meninggalkan mereka. Tuhan menaungi mereka setiap saat, turut berduka dan menangis bersama mereka itu.  Ia menghiburkan hati mereka dan menguatkan keyakinan mereka dengan sebuah janji:

   “Kamu akan melihat puteramu kelak,..Aku akan membangkitkannya, dan kamu akan bersama-sama dengan dia didalam kediaman yang didalam rumah Bapa-Ku yang telah Kusediakan bagi kamu”.  Pengharapan ini, juga menjadi pengharapan kita semua.

   Sdr2ku yang dikasihi oleh Yesus,

   Ketika bangsa Israel dipatuk ular di padang belantara,..banyak dari antara mereka yang berpaling kepada Allah dan Allah telah menyelamatkan mereka itu.  Barangsiapa yang memandang kepada ular tembaga itu, seketika itu juga SEMBUH.

   Pada saat yang seperti ini, kami mengajak seluruh keluarga agar selalu memandang kepada Yesus.  Kasihilah Yesus dengan segenap hati lebih daripada segala sesuatu di dunia ini dan ketahuilah bahwa Ia senantiasa menyertai kamu.

  Ilustrasi:  Kutipan dari Kompas, 19 Oktober 1981.

   Moshe Dayan –meninggal 18 Oktober 1981 berusia 66 tahun akibat penyakit jantung. Dia di kubur di Nahalal, 180 km sebelah utara Tel Aviv, Galilea (desa tempat ia dibesarkan).

   Lima hari sebelum meninggal, dia sempat di wawancarai.

   Dia berkata: “Saya tidak ngeri terhadap kematian”.

   Tahun 1941, mata sebelah kirinya mengalami luka parah ketika menggempur pasukan Prancis di Suriah.  Para sahabatnya ingin menyerahkan dia kepada Prancis supaya mendapat perawatan, tetapi dia tidak mau.  Dia menyatakan: “Kalaulah saya harus mati, biarlah saya mati, Asal jangan menjadi tawanan musuh”.

   Sepanjang hidupnya maut senantiasa mengiringinya dekat sekali—tetapi MAUT itu tidak pernah mencemaskannya.

   Adapun kata-katanya yang berkesan sbb:

   “Kalau saya harus mati, ya mati. Saya tidak memandang kematian itu sebagai sesuatu yang negatif ataupun mengerikan.   Cepat atau lambat, setiap orang akan mati dan itulah yang bakal terjadi pada saya.”

   Saudara-saudaraku yang kekasih,

   Memang kematian bukan saja hanya menimpa almarhum/ah ini, tetapi menimpa semua (Ningrat, orang kaya, miskin—pada suatu waktu akan menghadapinya).  “Cepat atau lambat, setiap orang akan mati”.

   Biarlah peristiwa kematian yang sedang kita saksikan ini menjadi sebuah khotbah yang jelas bagi kita semua untuk mengingatkan perlunya kita bertobat dari jalan-jalan kita yang lama, bertobat sebelum kematian datang pada saat yang tidak di duga.  Karena di seberang kubur tidak ada lagi pertobatan dan tidak ada lagi panggilan untuk menyambut Yesus Kristus sebagai Juruselamat.

   Kesempatan buat kita hanya dalam dunia ini.

   Bagi mereka yang sudah percaya: “Teguhkanlah imanmu didalam Tuhan Yesus”. Bagi yang belum: Marilah kita perbaiki jalan-jalan kita, berpaling kepada Kristus, tinggalkan dosa dan kejahatan serta menyambut Yesus sebagai Juruselamat dan Penebus.

   Akhirnya, kami tujukan kepada keluarga yang berduka. Tetaplah bersandar dengan Iman yang teguh kepada Allah.

   Mari kita baca firman Tuhan dalam Roma 8:28:

   “Segala sesuatu bekerja bersama-sama mendatangkan kebajikan bagi orang-orang yang mengasihi Allah.”

   Hendaknya kejadian ini akan semakin mendekatkan keluarga besar kepada Tuhan. Serahkanlah segala bebanmu kepada-Nya, karena Dia bersedia menyapu segala air mata, mengobati hati yang luka dan memimpin terus di depan.

   (Dialah yang menggantikan SUAMI bagimu dan AYAH bagi anak-anak serta KEKASIH bagi sekalian keluarga yang ditinggalkan).

   Biarlah kita tetap menantikan pengharapan yang berbahagia: Pagi kebangkitan yang indah—dengan suatu pengharapan, kita nanti akan dipertemukan dengan yang kita kasihi ini dalam kerajaan Sorga.  Amin.

 UPACARA PEMAKAMAN:

1.  Keranda jenazah diatas kuburan.

2.  Lagu Buka dan doa buka.

3.  Special song.

PENYERAHAN DI KUBUR:

  Yohanes 11:25 “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati. Dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku; tidak akan mati selama-lamanya.”

   Kalau ada waktu baca lagi: 1 Tes.4:13-18.

JENAZAH MASUK LOBANG:

   “Oleh karena Allah di dalam kasih-Nya dan akal budi-Nya yang kekal telah mengizinkan saudara/i kita yang kekasih ini tidur didalam Kristus, maka dengan kasih sayang, kami menyerahkan tubuhnya kepada TANAH ini: Tanah kembali kepada TANAH dan debu kembali kepada DEBU, dengan pengharapan yang tentu dan pasti, akan hari kebangkitan yang mulia kepada kehidupan kekal oleh Yesus Kristus Tuhan kita; yang pada kedatangan-Nya yang mulia itu akan mengobahkan tubuh kita yang hina ini, supaya di obahkan menjadi seperti tubuh kemuliaan-Nya, setuju dengan kuasa-Nya yang telah dapat menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya.

   LAGU TUTUP: LS:___

DOA TUTUP:

   Terimakasih untuk segala kemurahan-Mu kepada saudara kami ini.  Pagi kebangkitan yang mulia akan menggantikan semua penderitaan di dunia ini.  Singkatnya kehidupan ini. Perkara2 dunia ini adalah sia-sia. Mendoakan seluruh keluarga.

   Penyelesaian pekerjaan Injil di dunia ini dan lekasnya kedatangan Yesus yang ke 2x.

 KUTIPAN: ROH NUBUAT.

  2 Testimonies 121

   “Apabila kadang-kadang awan menudungimu maka saudara tidak sabar lagi lalu bertanya: “Oh, Allah, apakah Engkau telah meninggalkan aku?”. Tetapi Allah tidak meninggalkan saudara, meskipun saudara tidak melihat jalan terbuka.  Tuhan menghendaki agar sdr.berharap pada kasih dan kasih setia-Nya bila awan dan kabut meliputi, seperti pada saat segala sesuatu cerah.  Pada suatu saat awan tersebut akan menghilang, dan sinar terang akan memancar untuk menguatkan jiwa saudara yang susah itu serta mengembalikan keyakinanmu yang goyah itu, sehingga imanmu yang goyah itu akan kembali berpegang teguh pada janji2 Bapamu yang di sorga itu.

   Berharaplah pada-Nya, Dia penolongmu, Dia takkan tinggalkan engkau.

   Ruth 1:20 “Tetapi ia berkata kepada mereka: “Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.”

   Naomi (Ibrani): Kesenangan.  Jepang: Kejujuran yang indah.

   Ia merasa kasihan melihat dirinya sendiri, sehingga ia tidak dapat melihat penghiburan besar yang telah dikaruniakan Allah kepada-Nya dalam diri Ruth.

   Ia hanya memperhatikan apa yang menjadi kerugiannya. Inilah sikap berat sebelah terhadap hidup yang membuat manusia hanya merasakan KEPEDIHAN luka-luka yang disebabkan oleh kekecewaan2 hidup.  Tetapi, dengan sikap hidup yang berat sebelah ini orang menjadi buta terhadap segala berkat dan kebahagiaan yang dikaruniakan Allah.

   Ayub bergumul mati-matian untuk berpegang kepada Allahnya.

   Naomi terjerumus kedalam kepahitan hati. Amin.

LAGU: PASAHATMA SUDENA.

Pasahatma sudena, Nahinolsohonmi
Tu Debata Ja hoo wa, Pordenggaan basa i
Ai guru di i baana, do tano dohot laut
Lan pe di tahi jolma, Ro ha Na do nasaut.

Tung ingkon haposanmu, Jahowa Debatam
Di si ma daa pootanmu, Si nangkap ni roham
Ai ndang adoong gu naa na, Nang pe holsoan ho
Tangiang do dalanna, Asa taruli ho.

Pasombu ma Ibana, Pature langka mi
Napistar do roha-Na, Patupa sasude
Tung sungkot pikiran Na, Lao paluan ho.
Sai nang patarhononna, Go go Nai i to ho.

YERUSALEM NAULI I.

Yerusalem nauli i, Inganan na dumenggan i.
Tu si malungun rohangki, Au namahe eui.
Reff:
Dang pormiaman tano on, Nasusa do tong-tong dison
Yerusalem nauli i, Ido hululu i.

Molo hupikkir surgo i, Sonang nai hape disi
Na hancit na sailaoni, Malum do i i disi.
Reff:
Sude arsak ni roha i, Nang na tarilu-ilui.
Dung sahat ro di surgoi i, So adong na tangis.

Nang masa pe na bernit i, Dang pola be mabiar au
Nang ro pe hamatean i, Tu surgo i  do au
Reff:
Ai Yesus pe hancit di taon, Na ujui di tano on.
Molo hu ingot i tutu u, Sonang do rohangku.

Molo dung sahat au tu si, Tu lambungni Oh Yesuski.
Disi ma nahinongkopmi, Pungu di jo o lomi
Reff: 
Marende ende ma disi, Mamuji-muji Tuhan i
Haleluya, haleluya a, Saleleng-lelengna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.