PERISTIWA BAAL PEOR
PERISTIWA BAAL PEOR
Peristiwa ini terjadi setelah kisah Bileam bin Beor yang dipanggil oleh Balak bin Zipor, raja Moab, untuk mengutuki bangsa Israel. Namun, setelah diperingatkan Allah melalui peristiwa keledainya yang dapat berbicara dan penampakan malaikat yang siap membunuhnya, Bileam hanya bersedia mengatakan apa yang diberikan Allah kepadanya. Tiga kali Bileam dibawa ke tempat untuk dapat melihat perkemahan Israel, tetapi tiga kali itu pula Bileam memberkati bangsa Israel, kemudian ia dan Balak pulang ke rumah mereka masing-masing.(Bil.22-24).
(Bil.25:14-15).
TUHAN berfirman kepada Musa: "Pinehas,
anak Eleazar, anak imam Harun, telah menyurutkan murka-Ku daripada orang
Israel, oleh karena ia begitu giat (bahasa Ibrani: kanahi, bahasa Inggris:holy
zeal) membela kehormatan-Ku di tengah-tengah mereka, sehingga tidaklah Kuhabisi
orang Israel dalam cemburu-Ku. Sebab itu katakanlah: Sesungguhnya Aku berikan
kepadanya perjanjian keselamatan yang daripada-Ku untuk menjadi perjanjian mengenai
keimaman selama-lamanya bagi dia dan bagi keturunannya, karena ia telah begitu
giat membela Allahnya dan telah mengadakan pendamaian bagi orang Israel."(Bil.10-13)
"Mereka
berpaut pada Baal Peor, dan memakan korban-korban sembelihan bagi orang mati.
Mereka menyakiti hati-Nya dengan perbuatan mereka, maka timbullah tulah di
antara mereka. Tetapi Pinehas berdiri dan menjalankan hukum, maka berhentilah
tulah itu. Hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai jasa turun-temurun, untuk
selama-lamanya."
Kitab Wahyu dalam Perjanjian Baru Alkitab
Kristen mencatat bahwa Yesus mengutip peristiwa ini dalam perkataannya kepada
jemaat di Pergamus:Wahyu 2:14.
"Tetapi
Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa
orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk
menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat
zina."
Sejarahwan Flavius Yosefus yang menulis pada
abad pertama Masehi memberikan keterangan lebih panjang mengenai peristiwa ini.
Menurutnya, Bileam meskipun tidak menyampaikan kutukan kepada bangsa Israel,
menasehati Balak dan para pemimpin Midian cara untuk membuat Israel terkutuk,
yaitu dengan membuat mereka berdosa kepada Allah. Bileam menyuruh mereka
mengirim wanita-wanita paling cantik untuk membujuk orang-orang Israel untuk
menyembah berhala. Siasat ini berhasil dan dalam waktu singkat banyak orang Israel
tergoda dan disesatkan.(Flavius Josephus, Antiquities of the Jews, Book IV
Ch.VI Par,6-12.
Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
"Lawanlah orang Midian itu, dan tewaskanlah mereka, sebab mereka telah
melawan kamu dengan daya upaya yang dirancang mereka terhadap kamu dalam hal
Peor dan dalam hal Kozbi, saudara mereka, yakni anak perempuan seorang pemimpin
Midian; Kozbi itu mati terbunuh pada waktu turunnya tulah karena Peor
itu."Bil.25:16.

Komentar
Posting Komentar