SAUH YANG KUAT

 

Bila sakit/Masalah:

SAUH YANG KUAT

 “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, (Ibrani 6:19).

    Di dalam dunia yang berdosa dan mati ini, kita perlu sebuah sauh yang kuat untuk menjaga kita supaya tidak hanyut ke dalam samudera ketakutan.  Mengetahui bahwa Yesus berdoa bagi kita, ini bisa dikatakan adalah seperti sebuah sauh bagi semua orang yang percayakepada-Nya sebagai Juruselamat dan Tuhan.

   John Knox, seorang pengkhotbah abad 16 dari Skotlandia, bersandar pada kebenaran itu—terutama selama saat-saat terakhirnya menjelang ajal.

   Ketika John Knox terbaring karena sakit parah, istrinya membacakan Yohanes fasal 17, yaitu doa Imam Agung Yesus, satu fasal dari Efesus, dan Yesaya 53 (nubuat tentang kematian Kristus).

  Pada hari kematiannya, beberapa saat sebelum tengah hari, Knox meminta istrinya membacarakan 1 Korintus 15, yaitu pasal kunci tentang kebangkitan.  Setelah selesai, Knox berkata, “Bukankah fasal itu menghiburkan?”.  Empat jam kemudian, karena merasa saat berpulang telah tiba, ia berkata kepada istrinya, “Bacakan ke mana saya harus melemparkan sauh saya yang pertama.”

  Segera istrinya mengetahui apa yang diinginkannya. Ia kembali ke Yohanes fasal 17 dan membacakan sekali lagi, untuk yang terakhir kalinya, penghiburan bahwa Yesus adalah Imam Agung orang-orang Kristen.

 Kita tahu bahwa Yesus Kristus sekarang ada di sorga, menjadi perantara bagi kita. Sama seperti imam Perjanjian Lama berdiri di balik tabir dalam Kemah Suci untuk mewakili bangsa Israel di hadapan Allah dan membuat pendamaian bagi dosa-dosa mereka, demikian pula Yesus memohon demi kita di sorga berdasarkan kematian dan kebangkitan-Nya.

  Sungguh merupakan suatu jaminan yang meyakinkan bagi kita!.  Kita tahu tak ada satu halpun yang mampu mengalahkan kita bahkan bila kematian menjemput, kita memiliki sauh yang kuat.  Baca untuk pendalaman: Ibrani 6:13-20.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.