SAUH YANG KUAT
Bila
sakit/Masalah:
SAUH YANG KUAT
John Knox, seorang pengkhotbah abad 16 dari
Skotlandia, bersandar pada kebenaran itu—terutama selama saat-saat terakhirnya
menjelang ajal.
Ketika John Knox terbaring karena sakit
parah, istrinya membacakan Yohanes fasal 17, yaitu doa Imam Agung Yesus, satu
fasal dari Efesus, dan Yesaya 53 (nubuat tentang kematian Kristus).
Pada hari kematiannya, beberapa saat sebelum
tengah hari, Knox meminta istrinya membacarakan 1 Korintus 15, yaitu pasal kunci
tentang kebangkitan. Setelah selesai,
Knox berkata, “Bukankah fasal itu menghiburkan?”. Empat jam kemudian, karena merasa saat
berpulang telah tiba, ia berkata kepada istrinya, “Bacakan ke mana saya harus
melemparkan sauh saya yang pertama.”
Segera istrinya mengetahui apa yang
diinginkannya. Ia kembali ke Yohanes fasal 17 dan membacakan sekali lagi, untuk
yang terakhir kalinya, penghiburan bahwa Yesus adalah Imam Agung orang-orang
Kristen.
Kita tahu bahwa Yesus Kristus sekarang ada
di sorga, menjadi perantara bagi kita. Sama seperti imam Perjanjian Lama
berdiri di balik tabir dalam Kemah Suci untuk mewakili bangsa Israel di hadapan
Allah dan membuat pendamaian bagi dosa-dosa mereka, demikian pula Yesus memohon
demi kita di sorga berdasarkan kematian dan kebangkitan-Nya.
Sungguh merupakan suatu jaminan yang
meyakinkan bagi kita!. Kita tahu tak ada
satu halpun yang mampu mengalahkan kita bahkan bila kematian menjemput, kita
memiliki sauh yang kuat. Baca untuk
pendalaman: Ibrani 6:13-20.
Komentar
Posting Komentar