INGATLAH, JANGAN LUPA.

 


(Remember Do Not Forget).

 Nast:

  “Ingatlah, janganlah lupa, bahwa engkau sudah membuat Tuhan, Allahmu, gusar di padang gurun. Sejak engkau keluar dari tanah Mesir sampai kamu tiba di tempat ini, kamu nenentang Tuhan.”(Ulangan 9:7).

 >>Kitab Ulangan semua adalah tentang mengingat(remembering). Ada dua kata yang muncul berkali-kali di dalam Alkitab. Yang satu ingat, dan yang lain lupa; Kedua kata ini merujuk pada sesuatu yang ada dalam diri manusia/sesuatu yang terjadi di dalam pikiran kita. Keduanya adalah kata kerja (verb), dan keduanya saling berlawanan.  Allah terus-menerus meminta kita untuk mengingat dan tidak melupakan.

>>Bayangkan Musa berbicara kepada anak-anak Israel. Dia tahu bahwa dia tidak akan memasuki tanah Kanaan; pada usia 120 tahun, dia sudah dekat mau meninggal. Dia memikirkan kembali 40 tahun sebelumnya saat dia telah memimpin anak-anak Israel dan mengingat banyak hal yang dia ingin juga agar anak-anak Israel tidak pernah lupakan segala hal yang Allah telah lakukan bagi mereka; untuk mengingat kasih karunia dan kebaikan-Nya kepada mereka.

>>Melalui Perjanjian Lama, para nabi berulang kali mendorong anak-anak Israel untuk mengingat bagaimana Allah telah memimpin mereka di masa lalu. Tapi, mereka bukan hanya untuk mengingat bagaimana Allah telah memimpin mereka di masa lalu, tetapi juga untuk mengingat perjanjian yang telah Allah berikan kepada mereka sejak mereka meninggalkan Mesir.

>>Tidakkah kita harus mengingat semua yang telah Allah  lakukan bagi kita di zaman kita ini? Pikirkan semua wahyu kebenaran yang telah Allah sediakan melalui Kitab Suci dan Roh Nubuat. Mengapa begitu mudah bagi kita untuk sibuk dengan aktivitas kita sehari-hari dan lupa untuk mengungkapkan kepada Allah komitmen kita kepada-Nya dan lupa untuk mengingat semua yang telah Dia lakukan untuk kita?.

>>Dalam pelajaran ini kita akan membahas secara singkat tentang beberapa peristiwa besar dalam sejarah Alkitab.

 (Tentang mengingat dan tidak melupakan interaksi Allah dalam hidup kita).

Minggu: INGATLAH PELANGI

   Kata ingat pertama kali digunakan dalam Alkitab segera setelah air bah di seluruh dunia (Dalam Kejadian 9).

   Tuhan memberitahukan kepada Nuh bahwa Allah akan menaruh Pelangi di langit sebagai sebuah tanda dari perjanjian-Nya dengan semua makhluk di bumi, bahwa Dia tidak akan pernah lagi menghancurkan semua yang ada di bumi dengan Air Bah.

 >>Allah telah menempatkan pelangi di langit untuk mengingatkan manusia akan janji-Nya kepada mereka.

   Kejadian 9:8-17 Ay.15 “maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.16.”Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi.”

>>Kita mengakui bahwa Allah tidak perlu diingatkan tentang apapun. Dia berbicara kepada kita dalam istilah yang dapat kita pahami. Gagasan itu disebut antropomorfisme. Kata-katanya membentuk semacam janji kepada kita bahwa pelangi akan selalu menjadi kenangan (a memorial) akan apa yang telah terjadi saat banjir dan janji Allah tidak akan pernah lagi menghancurkan bumi ini dengan air.

>>Jadi, mengapa banyak ilmuwan saat ini mengabaikan gagasan bahwa Allah menempatkan pelangi di langit. Bahkan, mereka sama sekali tidak percaya bahwa Allah mengirimkan banjir ke seluruh dunia. Menarik untuk dicatat bahwa Ellen White menyatakan hal penting tentang orang-orang yang hidup sebelum air bah. Orang-orang purbakala berpendapat bahwa “hukum2 alam begitu kuat/kukuh sehingga Allah sendiri tidak dapat mengubahnya.”—Patriarchs and Prophets* 97.1.

   Dewasa ini, para ilmuwan mengklaim bahwa hukum2 alam memberi tahu mereka bahwa banjir tidak pernah terjadi sama sekali.

>>Jadi, siapa yang harus kita percayai? Allah yang telah menempatkan pelangi di langit untuk mengingatkan kita? Atau, para ilmuwan spekulatif yang meragukan bahwa banjir memang benar-benar terjadi?

 Senin: SEHUBUNGAN DGN HARI HARI YG.TELAH BERLALU.

>>Tapi, ada sebuah peringatan(a memorial) yang Allah bicarakan yang terjadi bahkan sebelum air bah. Allah memberi kita Sabat hari ketujuh untuk mengingatkan kita tentang ciptaan dan semua itu berarti bagi kita. Apa yang Allah  ingin kita pelajari dan ingat dari penciptaan sangat penting sehingga Dia telah memberi kita pengingat (a reminder) yang datang di akhir setiap minggu.  

   Apakah kita menggunakan Jam Sabat untuk mengingat semua yang telah Allah lakukan bagi kita?

>>Berkali-kali dalam Perjanjian Lama, anak-anak Israel diberitahu untuk mengingat apa yang Allah telah lakukan bagi mereka saat membawa mereka keluar dari Mesir, secara ajaib membawa mereka melalui Laut Merah, melarikan diri dari musuh2 mereka, dan kemudian, berbicara kepada mereka dari Gunung Sinai.

>>Allah melalui Musa memiliki beberapa kata yang sangat jelas tentang apa yang seharusnya mereka ingat. Orang dewasa yang berusia lebih dari 20 tahun pada saat Sinai semuanya telah mati.

   Ulangan 4:32-39: Ayat 35 “Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.” v.39 “Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.” (39 So remember today and never forget: the LORD is God in heaven and on earth. There is no other god.”—Good News Bible.)

>>Musa, yang menulis kitab-kitab pertama dalam Kitab Suci, sedang mengarahkan bangsa Israel kembali ke peristiwa-peristiwa sebelumnya dalam sejarah dan memberi tahu mereka apa yang seharusnya mereka pelajari dan bagaimana hal itu seharusnya berdampak pada mereka dari hari ke hari. Dia mengingatkan mereka bahwa tidak ada kelompok orang atau bangsa lain yang pernah mengalami pengalaman seperti yang mereka alami.

>>Dan kemudian, Musa sampai pada bagian lucunya.

Ulangan 4:40 “Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak2mu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu untuk selamanya.”

 Selasa: PERHATIKAN,...KALAU TIDAK ENGKAU AKAN LUPA.

>>Perhatikan kata-kata yang sangat jelas dari Musa dalam Ulangan 4:9,23-24:”Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak2mu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu. v.23.”Hati-hatilah, supaya jangan kamu melupakan perjanjian Tuhan, Allahmu, yang telah diikat-Nya dengan kamu dan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang oleh Tuhan, Allahmu, dilarang kauperbuat.”...(Nasihat ini sangat penting bagi bangsa ini).

   Dalam ayat-ayat ini ada 2 kata kerja: “perhatikan” dan lupa”. Tuhan katakan kepada mereka: perhatikan sehingga kamu tidak akan lupa. Artinya: Janganlah engkau lupa apa yang Tuhan telah lakukan bagimu dan jangan lupa perjanjian yang telah Dia buat dengan kamu.

 >>Kata-kata yang diterjemahkan "berjaga-jaga"(“be in your guard”) atau "berhati-hatilah"(“take heed”) dalam Ulangan 4:9 diulang berkali-kali dalam Alkitab yang berarti "menjaga,"(keep) "memperhatikan,"(watch), "memelihara,"(preserve) atau "menjaga."(guard). Dalam Kejadian 2:15, kita mencatat bahwa Allah menyuruh Adam untuk “menjaga” taman (to keep the garden) yang telah Dia berikan kepadanya.

   Allah memberitahukan kepada umat itu, kepada setiap pribadi untuk menjaga diri mereka sendiri kalau tidak mereka akan lupa.

>>Ketika Musa turun dari gunung dan menemukan sejumlah anak Israel menari-nari mabuk dan telanjang di sekitar anak lembu emas – yang mereka sebut Yahweh – apakah Anda pikir orang-orang itu telah melupakan apa yang telah Allah lakukan bagi mereka? Mereka mengklaim bahwa anak lembu emas itulah yang membawa mereka keluar dari Mesir! Jadi, masalahnya bukan hanya karena mereka lupa––tetapi juga bahwa mereka ingin merayakan peristiwa itu dengan cara mereka sendiri dan bukan dengan cara Allah.

>>Salah satu cara agar kita dapat mengingat dan tidak melupakan bahkan detail dari cerita penting adalah dengan mencoba mengajarkan detail tersebut kepada orang lain, terutama kepada anak kita sendiri. Mengajarkan sesuatu kepada orang lain adalah cara terbaik untuk mengingatnya. Perhatikan nasihat yang diberikan oleh Musa ini: (Ul.6:7; 11:19—Teach them to your children).

>>Jika anak-anak Israel telah membuatnya suatu kebiasaan untuk mengingatkan anak-anak mereka secara rinci tentang apa yang telah terjadi pada mereka, mereka sendiri dan anak-anak mereka tidak akan lupa.

Anak-anak mereka tidak hanya perlu mendengar tentang hal-hal ini, tetapi juga, mungkin bahkan lebih penting, dengan menceritakan dan menceritakan kembali kisah-kisah tentang apa yang telah Allah lakukan bagi mereka, orang-orang tidak akan melupakan hal-hal itu.

   Oleh karena itu, cara apa yang lebih baik untuk memelihara (melestarikan) pengetahuan tentang apa yang telah Allah lakukan bagi umat pilihan-Nya? (dengan jalan menceritakan mujizat2 yang telah terjadi dalam hidup kita?)

 Rabu: MAKAN DAN KENYANG (Eaten and Full).

 >>Musa tidak berhenti dengan cerita tentang Gunung Sinai. Empat puluh tahun lamanya mereka mengembara melalui padang pasir. Mereka memiliki banyak pengalaman yang terjadi pada mereka yang perlu diingat.

  Ulangan 8:7-18 : lihat: v.14,15 “jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, v.15. dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular2 yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yg.gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras.”

>>Mengapa kekayaan dan kemakmuran fisik cenderung membuat kita melupakan Allah? Siapa yang memberi kita kekuatan untuk bekerja dan menghasilkan? uang dan mendapatkan kekayaan?

>>Yesus mengingatkan kita akan bahaya2 itu ketika Dia memberi kita kisah tentang penabur dan benih.

  Markus 4:19 “lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan2 akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.” (benih yang ditaburkan ditengah semak duri).

  Tidak peduli berapa banyak uang dan kepemilikan materi yang kita punya saat ini, kita semua adalah daging dan darah yang sedang menantikan sebuah lubang kuburan (a hole in the ground). Apa yang seharusnya hal ini sampaikan kepada kita tentang bahaya yang datang dari kekayaan, dalam hal ini, kekayaan bisa membuat kita lupa akan kebutuhan kita terhadap satu-satunya Pribadi yang bisa melepaskan kita dari lubang kuburan tersebut. (from that hole in the ground).

 Kamis: INGAT BHW ENGKAU DULU ADALAH SEORANG BUDAK.

   Ulangan 5:15; 6:12; 15:15; 16:3,12; 24:18,22—22 “Never forget that you were slaves in Egypt; that is why I have given you this command.”—Good News Bible.

>>Bahkan sampai hari ini, orang Yahudi yang setia pada Kitab Suci merayakan Paskah. Ini adalah peringatan yang bahkan kita sebagai orang Kristen telah mengingatnya.

Perhatikan apa yang Musa katakan kepada mereka tentang Paskah.  (Kel.12:15-27.)  Paskah—sebuah lambang dari kelepasan yang ditawarkan di dalam Kristus. (1 Kor.5:7).

>>Paulus mengingatkan orang-orang Kristen mula-mula bahwa mereka telah keluar dari paganisme. Itu sama menakjubkannya dengan keluar dari perbudakan Mesir. Efesus 2:8-13: 8–9

>>Betapa penting bagi kita untuk selalu mengingat dan tidak boleh melupakan, apa yang Allah telah lakukan bagi kita di dalam Kristus. Apa yang Allah ingin kita ingat di saat kita sudah begitu dekat dengan sejarah akhir dunia ini?

   “Alangkah baiknya kalau kita menggunakan waktu sejam lamanya setiap hari untuk merenungkan kehidupan Kristus. Kita harus merenungkannya satu per satu, serta membiarkan angan-angan kita membayangkan setiap peristiwa, terutama peristiwa2 terakhir. Kalau kita memikir-mikirkan pengorbanan-Nya yang besar itu untuk kita, keyakinan kita pada-Nya akan makin menjadi lebih tetap, kasih kita dihidupkan, dan kita akan makin penuh dengan Roh-Nya”.

                   E.G.White, Alfa dan Omega, Jld.5 hlm.175.

>>Jadi, apakah kita mengingat peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah keselamatan? Peristiwa2 mulai dari penciptaan, kisah Nuh yang telah diselamatkan dari air bah, hingga kisah keberadaan Bani Israil yang dibawa keluar dari perbudakan di Mesir, juga melalui kehidupan dan kematian Yesus Kristus?

 Jumat:

   “Betapa besarnya kerendahan serta belas kasih Allah bagi makhluk yang berdosa, dengan penciptakan pelangi yang indah di awan2 sebagai satu tanda perejanjian-Nya dengan manusia!. Tuhan mengatakan bahwa apabila Ia melihat pelangi itu, Ia akan mengigat janji-Nya. Ini tidaklah mengartikan bahwa bisa jadi Dia lupa; tetapi Ia berkata-kata kepada kita dalam bahasa manusia agar kita dapat mengerti akan Dia dengan lebih baik lagi. Allah bermaksud bahwa apabila anak-anak dari generasi mendatang menanyakan tentang pelangi yang indah yang tertentang di langit itu, maka orang tua mereka harus mengulangi kembali cerita tentang Air Bah dan menceritakan kepada mereka bahwa yang Maha Tinggi telah menjadikan pelangi itu, dan menempatkannya di awan-awan sebagai satu jaminan bahwa air tidak lagi akan menutupi bumi ini. Jadi dari generasi ke generasi pelangi itu akan menyaksikan tentang kasih Ilahi kepada manusia, dan akan menguatkan kepercayaannya di dalam Tuhan.” E.G. White, Alfa dan Omega, jld.1, hlm.114.

>>Saat Anda melihat sekeliling di dunia, apakah Anda menemukan bahwa mereka yang “kaya” lebih spiritual? Atau, malah kurang?

>>Musa sudah sangat tua ketika dia menulis kitab Ulangan. Mungkinkah itu sebabnya dia berulang kali menyarankan agar mereka mengingat? Tentu saja, dalam buku Ulangan, Allah lah yang perlu kita ingat dan semua yang telah Dia lakukan bagi kita.

Berulang kali, Musa mengingatkan mereka tentang Allah yang menyelamatkan mereka dari perbudakan di Mesir: Ulangan 5:15; 15:15; 16:3,12; 24:18,22. Perhatikan ide-ide yang sangat menarik tentang hal pertama dalam sejarah manusia- yakni penciptaan.

  Kata kerja “ingat” sebenarnya mengacu pada Pencipta, Perancang kita, yang tanpa-Nya kita tidak akan berada di sini.

   Penciptaan adalah peristiwa pertama yang harus diingat karena peristiwa itulah yang menceritakan asal-usul kita. Secara signifikan, hukum keempat, yang memerintahkan kita untuk mengingat, sejalan dengan hukum kelima (Kel.20:12), yang memerintahkan kita untuk menghormati orang tua kita.

   Hubungan ini tidak hanya terlihat dalam struktur Dekalog (10 Hukum/perintah); itu juga muncul dalam struktur tata bahasa dari kata-kata kerja itu. Kedua kata kerja “ingat” dan “hormat” digunakan dalam imperatif positif. Semua perintah lainnya ditulis dalam bentuk negatif.  Ingatlah bahwa hari Sabat, atau dari mana kita berasal, berhubungan dengan mengingat orang tua kita, yang adalah asal usul kita. Jika kita gagal mengingat masa lalu kita, asal usul kita, kita akan gagal untuk bertumbuh secara rohani.

   Kedua hukum (yaitu hk.ke 4 dan ke 5), berisi janji masa depan (the pormise of the future). Sama seperti Sabat yang menjanjikan hari istirihat di masa depan bagi umat manusia (Mzm.95:11; bandingkan Ibr.3:11; Ibr.4:3-7), perintah untuk menghormati orang tua kita, menjanjikan umur panjang (bandingkan Ef.6:2).

>>Di gereja Anda apakah orang yang lebih tua membantu orang yang lebih muda mengingat masa lalu kita? Apakah orang yang lebih muda membantu orang yang lebih tua memahami tantangan yang sedang dihadapi oleh generasi yang lebih muda? Apa yang kita lakukan untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia?

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.