PENGEJARAN KENYAMANAN

 

Bacaan : 2 Raja2 11:1-20  ayat 1: "Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja-raja."

PENDAHULUAN:

   Ada yang menarik perhatian ketika kita naik pesawat terbang. Meskipun berada dalam satu pesawat, tidak semua penumpang mendapatkan fasilitas yang sama.  Mereka yang memiliki tiket bisnis --mendapatkan tempat duduk yang nyaman, bisa tidur nyenyak, seolah ada di kamar sendiri.  Orang yang bertiket ekonomi, harus rela menahan pegal karena duduk di kursi yang sempit.

   Tentu kita tidak perlu iri dan menyadari bahwa mereka bisa memperoleh kenyamanan itu karena mau membayar lebih mahal pada perusahaan penerbangan.  Saudara2ku yang kekasih,..Meskipun uang bukanlah segalanya, UANG sering dikejar demi membeli kenyamanan.  Pengejaran kenyamanan bukanlah hal yang baru.

   Setelah Raja Ahazia wafat, Atalya, sang ibu naik takhta. Demi kekuasaan, sang nenek membinasakan semua keturunan raja.  2 Raja2 11:1 "Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja.  Beruntung Yoas, putera Ahazia yang lebih berhak naek takhta, diselamatkan Yoseba dan terluput dari kekejian neneknya (2 Raja2 11:2 -"Tetapi Yoseba, anak perempuan raja Yoram, saudara perempuan Ahazia, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak2 raja yang hendak di bunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur, dan menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga ia tidak dibunuh.")

   Kenyamanan dan kekuasaan bisa mendatangkan dosa yang lebih serius, yakni melupakan Tuhan dan menyembah berhala.  2 Raja2 11:18 "Sesudah itu masuklah seluruh rakyat negeri ke rumah Baal, lalu merobohkannya; mereka memecahkan samasekali mezbah2nya dan patung2 dan membunuh MATAN, imam Baal, di depan mezbah2 itu. Kemudian imam Yoyada mengangkat penjaga2 untuk rumah Tuhan.

   Kita acap salah memilih---demi mengejar kenyamanan hidup--menempuh cara yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

KONKLUSI:

   Mari kita mengingat kembali apa yang pernah Yesus katakan bahwa harta di bumi--dapat mengacu : Pada dunia dan segala kenikmatannya. --Tidak akan bertahan lama, hanya harta surgalah yang abadi.

    Matius 6:19-20 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya."

   Saudara2ku,..kebenaran ini mengingatkan kita untuk tidak terjerat oleh harta, apalagi menjual iman hanya untuk kenikmatan sesaat. { Kelekatan pada kenyamanan dan kenikmatan dunia merupakah MUSUH bagi kecintaan akan Tuhan.}

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.