Pekabaran Kitab Ibrani (PASSD2T1-22)


(The Message of Hebrews)

 Ayat hafalan: “Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga.” (Ibrani 8:1).

 Mengapa kitab Ibrani ditulis?

Sebuah dokumen Yahudi yang ditulis beberapa decade setelah kitab Ibrani sekitar tahun 100 Masehi, berisi doa: “Semua ini telah kubicarakan di hadapan-Mu, ya Tuhan, karena Engkau telah berkata bahwa untuk Kamilah Engkau menciptakan duni ini…Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bangsa-bangsa ini, yang dianggap bukan apa-apa, menguasai kami dan melahap kami. Tetapi kami umat-Mu, yang Engkau sebut sebagai anak sulung, satu-satunya yang diperanakkan, giat untuk-Mu, dan yang paling disayang, telah diserahkan ke tangan mereka.” –James H.Charlesworth,ed. The Old Testament Pseudepigrapha,vol.1.

   Jadi Paulus menulis kitab Ibrani untuk memperkuat iman orang percaya ditengah-tengah pencobaan mereka. Mengingatkan bahwa janji2 Allah akan digenapi melalui Yesus, yang duduk di sebelah kanan Bapa, dan yang akan segera membawa kita pulang.

   Yesus mengantarai berkat2 dari Bapa bagi kita. Jadi, kita perlu berpegang teguh pada iman kita sampai akhir.

2.  Ibrani 8:1 memberitahu kita bahwa Yesus sekarang duduk di sebelah kanan Bapa di surga. Pokok bahasan Ibrani adalah untuk menunjukkan bahwa dengan hidup dan mati-Nya, Yesus berhasil menjawab semua tuduhan dan pertanyaan Setan terhadap pemerintahan Allah, dengan demikian, sekali dan untuk selamanya, memenangkan kontroversi besar mengenai karakter dan pemerintahan Allah. Akibatnya, seluruh surga merayakan kemenangan-Nya.  (Baca Pilipi 2:10-11)--- all beings in heaven, on earth, and in the world below will fall on their knees….,

   [Itu termasuk Setan sendiri  jatuh berlutut! Tuhan tidak akan mengakhiri kontroversi besar sampai setiap makhluk di alam semesta mengakui bahwa Tuhan telah melakukan segala sesuatu yang Dia bisa lakukan untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang.]

4. Paulus mengingatkan kita bahwa ketika hidup di dunia yang penuh dosa ini, kita masih berada di bawah kekuasaan Setan dan sejak Adam dan Hawa tidak menaati Allah di Taman Eden.

5. Setan masih mengaku sebagai penguasa dunia ini, dan rasul Yohanes mengakui peran itu. Lihat Yohanes 12:31; 14:30; 16:11.

 

I.MINGGU: YESUS ADALAH RAJA KITA.

6. Apa yang terjadi di surga ketika Yesus kembali setelah kemenangan-Nya dalam pertempuran-Nya dengan Setan di bumi ini?     Ibrani 1:5-14: v.6…………..”Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” v.14. Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperolah keselamatan?.”

7. Perhatikan bahwa ada tiga langkah yang digambarkan dalam ayat-ayat ini saat Allah menetapkan Anak-Nya sebagai Pemenang dalam kontroversi besar.

(1) Allah menerima Putra-Nya, Yesus,--mengakui Dia sebagai Putra ilahi-Nya. (Ibrani 1:5)

(2) Allah telah memperkenalkan Putra-Nya kepada istana surga yang pada gilirannya menyembah Dia/who in turn worship Him, mengakui bahwa Dia adalah Pencipta asli (yang sebenarnya) dari segala sesuatu/the original Creator of everything) dan telah kembali ke surga untuk memerintah. (Ibrani 1:6-12)

(3) Allah telah menempatkan Putra-Nya di kursi kekuasaan atas alam semesta. (Ibrani 1:13-14)

8. Setan memulai pemberontakannya di surga karena dia ingin menggantikan Kristus—atau setidaknya dianggap setara dengan Dia. Dengan menunjukkan bahwa Yesus sepenuhnya adalah Allah, Pencipta alam semesta, dan lebih tinggi dari malaikat mana pun—termasuk Lucifer/Setan—Kitab Ibrani menyatakan bahwa Kristus harus disembah. Dengan demikian/Thus, Allah telah menunjukkan hak Yesus Kristus untuk duduk di sebelah kanan Bapa sebagai Penguasa seluruh alam semesta termasuk bumi ini yang selama ini untuk sementara waktu/which for a while dikuasai setan!

9. Dalam pelajaran kita sebelumnya, telah dinyatakan kepada kita bahwa Paulus adalah penulis kitab Ibrani.

   Sebenarnya, bagaimanapun, penulis kitab Ibrani tampaknya anonym/yang tdk diketahui namanya. Spekulasi telah memunculkan setidaknya 13 calon penulis yang mungkin, seperti Lukas, Barnabas, Yudas, Stefanus, Priskila dan Akwila, Apolos, atau bahkan Maria, ibu Yesus.

   Apa yang dapat kita simpulkan dengan aman tentang kepengarangan dari surat itu sendiri adalah empat fakta:(p.22)

   Pertama, penulisnya pasti berpendidikan tinggi. Ibrani, sejauh ini, memiliki bahasa Yunani terbaik dari Perjanjian Baru. [Ini sangat mirip dengan bahasa Yunani yang digunakan oleh Lukas dalam Injil Lukas dan Kisah Para Rasul.]

Kedua, penulis mengetahui metode-metode Yahudi dalam menafsirkan Kitab Suci, seperti gezerah shavah (argumen dengan analogi), dan teknik-teknik lain serupa dengan itu.

Ketiga, penulisnya mendalami/memahami Kitab Suci Yahudi. Ibrani memiliki penggunaan kutipan Perjanjian Lama yang paling luas.

Keempat, penulis mengenal Timotius (Ibr. 13:23). Semua fakta ini mendukung, bahwa Rasul Pauluslah penulis kitab Ibrani.  

   Tentu saja, penulis memilih untuk tetap anonim karena alasan yang tidak diungkapkan. Anonimitasnya bahkan mungkin menunjukkan bahwa pesannya lebih penting daripada identitasnya.

   Pada saat yang sama, kita tdk akan mengerti jika kita gagal untuk mengakui bahwa Ellen G. White membuktikan bhw kitab Ibrani ditulis oleh Rasul Paulus. Bergerak maju dalam iman dalam pengungkapan ilahi itu, kita akan merujuk sepanjang pelajaran dengan keyakinan kepada penulis sebagai Paulus.—Panduan Pelajaran Alkitab Sekolah Sabat Guru Dewasa* 26.

   [Karena Paulus dan Lukas bekerja bersama dan bepergian bersama selama bertahun-tahun, apakah mungkin bahwa dengan penglihatan buruk Paulus, mereka berdua bekerja sama untuk menghasilkan Ibrani?]

10. Salah satu pekabaran terpenting yang perlu Yesus sampaikan kepada rekan-rekan Ibrani-Nya dan orang-orang Israel adalah banyak cara di mana kehidupan dan kematian-Nya menggenapi banyak hal nubuatan dari Perjanjian Lama. Sejumlah nubuat itu diberikan dalam bentuk yang menggambarkan Anak Daud di masa depan. (Bandingkan 2 Samuel 7:8-16 dan Lukas 1:30-33.)  

   Yesus lahir di garis keturunan Daud dan di kota Daud. (Matius 1:1-16; Lukas 2:10-11) Ia disebut Anak Daud, dan bahkan ketika Ia disalibkan, tanda di atas kepala-Nya bertuliskan Raja Orang Yahudi. (Matius 27:37, GNB*) Banyak rasul, terutama Petrus dan Paulus, mengajarkan bahwa Yesus telah bangkit dari kematian untuk menggenapi janji-janji yang dibuat kepada Daud. (Lihat Kisah Para Rasul 2:22-36; Kisah Para Rasul 13:22-37.)

11. Perikop2 ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus bukanlah manusia biasa, melainkan, Dia adalah Anak Allah yang sejati dan benar-benar Anak Manusia yang telah dinubuatkan dalam Kitab Suci ratusan tahun sebelum kelahiran-Nya. Tidak ada makhluk ciptaan, tidak ada malaikat—termasuk Setan—atau manusia mana pun, yang dapat mengatur rencana seperti itu; dan, dengan demikian, Kristus membuktikan diri-Nya sebagai Mesias yang dijanjikan.

12. Paulus sangat ingin kita menyadari bahwa Yesus adalah Penguasa alam semesta yang sebenarnya, dan Dia hanya sementara kehilangan kekuasaan-Nya di bumi ini kepada Setan.  Sekarang Allah/Yesus Kristus telah memenangkan kontroversi besar melalui kehidupan dan kematian Yesus. Tidak mungkin Allah kalah!

 

SENIN: YESUS ADALAH PERANTARA KITA.

13. Dalam arti apa Yesus adalah Perantara kita? Perjanjian Lama tampaknya menyarankan bahwa Raja Daud yang dijanjikan entah bagaimana akan mewakili bangsa Israel di hadapan Allah. Ini, bagaimanapun, menyajikan

masalah. Berlawanan dengan tradisi Yahudi, Yesus tidak hanya menjadi Raja, tetapi juga Imam Besar. Seorang raja seharusnya berasal dari suku Yehuda, yaitu Yesus. Namun, imam seharusnya berasal dari suku Lewi, sedangkan Yesus bukan. Itulah sebabnya Dia digambarkan sebagai Imam dalam ordo Melkisedek. Lihat Keluaran 4:22-23 dan 2 Samuel 7:12-14 di mana Allah mengklaim Israel sebagai Anak-Nya; tetapi, Dia meramalkan seorang Raja masa depan yang dinastinya akan bertahan selamanya.

14. Selanjutnya, dalam Ulangan 12:8-10 dan 2 Samuel 7:9-11, Allah berjanji kepada anak-anak Israel bahwa Dia akan berperang untuk mereka sehingga mereka dapat hidup dalam damai.

15. Lebih dari itu, Allah berjanji untuk tinggal di antara mereka, bahkan di tabernacel atau kemah selama 40 tahun di padang gurun. Kemudian, dalam Ulangan 12:13-14 dan Mazmur 132:1-5,11-14, Dia memberi tahu mereka bahwa tempat tertentu akan diberikan kepada mereka di negeri yang mereka tuju. Itulah satu-satunya tempat di mana mereka harus pergi dan mempersembahkan hewan kurban mereka.

16. Perjanjian pertama Allah dengan anak-anak Israel yang didirikan di Sinai gagal karena Israel dengan cepat berpaling dari memenuhi tanggung jawab mereka. Jadi, Allah tidak bisa terus memberkati mereka.

17. Mengapa Allah tidak bisa memberkati orang Israel ketika mereka tidak taat? Akibatnya, bukankah mereka memilih tuan lain? Bagaimanapun, Dia membawa mereka ke Kanaan karena kesetiaan nenek moyang mereka. Namun, setelah kegagalan itu, Allah menetapkan perjanjian baru, hubungan baru, dengan semua manusia yang setia. Jadi, satu-satunya harapan keselamatan kita ada di dalam Yesus.

18. Dengan berhasil menangani Setan dan semua tuduhan serta pertanyaannya, Yesus Kristus telah memungkinkan dosa dilenyapkan dan keharmonisan dan kedamaian dibangun kembali di seluruh alam semesta termasuk di planet yang memberontak ini. Jika Yesus gagal dengan cara apa pun selama misi-Nya ke bumi ini, seluruh alam semesta akan berada dalam bahaya, dan kontroversi besar tidak akan dimenangkan. Tetapi, Yesus datang dengan tujuan yang sangat spesifik: yaitu Untuk menghapus dosa!  (Roma 8:3; Ibrani 9:26)

 

19. Jadi, apa yang harus kita pelajari dari semua itu? Apakah kita setia selamanya? Bertentangan dengan anak-anak Israel? Satu-satunya harapan kita adalah dengan berkomitmen untuk menjadi pengikut Yesus Kristus di setiap cara yang mungkin dan dalam setiap langkah hidup kita.

   Kabar baiknya adalah bahwa Allah mengutus anak-Nya untuk dilahirkan sebagai anak Daud, dan Anak-Nya telah setia dengan sempurna. Oleh karena itu, Allah sanggup memenuhi di dalam Anak-Nya semua janji yang Allah buat kepada umat-Nya. Ketika Dia memberkati Raja, semua rakyatnya menikmati keuntungan. Inilah mengapa Yesus adalah PERANTARA berkat Allah bagi kita. Dia adalah PERANTARA karena Dia adalah saluran yang melalui-Nya berkat Allah mengalir. Harapan utama keselamatan kita hanya ditemukan di dalam Yesus dan apa yang telah Dia lakukan untuk kita.

SELASA: YESUS ADALAH PEMENANG KITA.

20. Salah satu hal yang sangat menarik untuk diamati dari Perjanjian Lama adalah bahwa setiap kali anak-anak Israel pergi berperang mengikuti instruksi Allah, mereka mengalami gema kemenangan, seringkali tanpa kehilangan satu pun tentara Israel.  

   Tetapi, setiap kali mereka pergi berperang tanpa berkonsultasi dengan Allah, mereka mengalami kekalahan yang menghancurkan. Menurut Anda mengapa mereka sepertinya tidak mendapatkan pekabaran itu? Ada saat-saat ketika ada kemenangan luar biasa atas nama umat Allah yang dicatat dalam Perjanjian Lama. Pikirkan kasus pertempuran Daud dengan Goliat. (1 Samuel 17) Apakah Daud benar-benar memiliki tujuan yang baik? Atau, apakah Allah membimbing batu itu? Atau keduanya?

21. Tuhan telah memberi tahu orang Israel bahwa Dia akan menjadi Raja mereka. Tetapi, hari itu datang setelah perilaku memberontak anak-anak Samuel ketika anak-anak Israel menuntut seorang raja seperti bangsa-bangsa di sekitarnya.

mereka. (1 Samuel 8:10-20)

22. Di zaman kita, kita tidak diminta untuk keluar dan berperang dalam pertempuran fisik. Tapi, kita memiliki musuh yang serius, musuh terbesar kita, Setan! Dan Raja Yesus akan membantu kita mengalahkannya.

23. Kita tahu bahwa Yesus mengalahkan Iblis setiap kali mereka bertemu dalam konflik, dimulai dengan perang di surga (Wahyu 12:7-12) hingga pencobaan di padang gurun dan seluruh hidup-Nya, pelayanan, kematian, dan kebangkitan di bumi ini. Tetapi, bahkan dalam Perjanjian Lama, Allah berjanji untuk berperang bagi yang lemah dan tertindas. Lihat Yesaya 42:13; 59:15-20.

24. Sangatlah penting untuk memperhatikan rencana awal Tuhan bagi anak-anak Israel setelah Dia memimpin mereka keluar dari Mesir setelah 10 tulah dan penyeberangan Laut Merah yang ajaib. Itu diberikan kepada Musa di Gunung Sinai sebagaimana dicatat dalam Keluaran 23:20-33. Allah berjanji kepada mereka bahwa Dia akan membawa mereka ke negeri itu dan melakukan semua pertempuran untuk mereka. Bagaimana mungkin orang yang bijaksana menolak tawaran seperti itu? Tapi, mereka melakukannya. Mereka ingin menaklukkan dengan pedang mereka dan tombak mereka sendiri sehingga mereka akan mendapatkan pujian, daripada mengandalkan sepenuhnya pada Allah!

25. Kita berada dalam pertempuran fana dengan Iblis setiap hari.  Itu dijabarkan dalam Efesus 6:10-18.

   Namun, kita tidak diminta untuk berjuang sendirian. Allah adalah Juara kita(GOD IS OUR CHAMPION), dan Dia pergi berperang bersama kita. Penting untuk dicatat bahwa dalam ayat-ayat itu, kata ganti subjek semuanya jamak. Kita tidak berjuang sendirian.

26. Jadi, bagaimana cara kita mengenakan “seluruh perlengkapan senjata” Tuhan?

 

RABU: YESUS ADALAH IMAM BESAR KITA.

27. Ibrani 5-7 berbicara tentang Yesus sebagai Imam Besar kita. Seperti yang telah kita ketahui, Dia tidak berasal dari suku Lewi; dan karena itu, Dia seharusnya tidak diakui sebagai seorang imam. Tetapi, Mazmur 110:4 dan Ibrani 5:5-6 mengatakan:

Psalm 110:4: The LORD made a solemn promise and will not take it back: “You will be a priest for ever in the priestly order of Melchizedek.”—Good News Bible.*

Hebrews 5:5-6:

5 In the same way, Christ did not take upon himself the honour of being a high priest. Instead, God said to him:

“You are my Son; today I have become your Father.”

6 He also said in another place, “You will be a priest for ever, [sic]

in the priestly order of Melchizedek.”—Good News Bible.*

28. Jadi, apa yang Kristus lakukan yang menandakan bahwa Dia adalah seorang Imam yang bertugas? Apa yang seharusnya menjadi peran seorang imam? Dalam setiap sistem keimamatan, baik Yahudi, Yunani, Romawi, atau lainnya, termasuk imam modern, peran mereka adalah membantu kita berhubungan dengan Allah atau ilah mereka.

29. Agar kita memiliki hubungan yang benar dengan Allah, kita harus mengenal Dia. Tugas mengajar kita tentang Bapa itu dilakukan dengan sangat baik oleh Allah sendiri dalam pribadi Yesus Kristus. Satu fungsi utama imam adalah untuk mengajarkan kebenaran tentang Allah kepada umat; tidak ada yang bisa melakukan itu lebih baik daripada Yesus. Jadi, mari kita rangkum bahwa para imam melakukan beberapa hal:

(1) Mereka menginstruksikan orang-orang bagaimana benar mempersembahkan korban mereka kepada Tuhan. (2) Mereka menghabiskan banyak waktu untuk mengajar orang-orang bagaimana menaati hukum-hukum Allah. Selanjutnya, (3) Mereka diharapkan memberkati umat.

30. Kemudian, kita menemukan sesuatu yang mengejutkan dalam 1 Petrus 2:9

31. Kita, semua orang yang percaya kepada Yesus, disebut “imamat yang  rajani”, “imam2- Raja”!(King’s priests).

   Peran ini menyiratkan hak istimewa yang luar biasa. Imam bisa mendekati Allah di tempat kudus. Sekarang ini, kita dapat mendekati Allah melalui doa dengan keyakinan (Ibr.4:14-16; Ibr.10:19-23). Ada juga tanggung jawab penting. Kita harus bekerjasama dengan Allah dalam pekerjaan-Nya menyelamatkan dunia. Dia ingin kita mengajar dan menjelaskan hukum dan peraturan kepada orang lain. Dia juga ingin kita mempersembahkan korban pujian dan perbuatan baik, yang menyenangkan Dia. Benar-benar hak istimewa dan tanggung jawab yang luar biasa!.

32. Yesus sendiri membuatnya sangat jelas.

       (Yohanes 16:25-27)

33. Paulus juga mengakui itu dalam Ibrani.

Ibrani 4:14-16:  v.15. On the contrary, we have a High Priest who was tempted in every way that we are, but did not sin.

   Baca juga: Ibrani 10:19-23….

 

KAMIS: YESUS MENGANTARAI PERJANJIAN YANG LEBIH BAIK.

35. Namun, dalam Ibrani 8-10, kita menemukan sebuah masalah. Mengapa kematian – dan kehidupan – Yesus memberi kita “kebebasan penuh untuk pergi ke Tempat Mahakudus”? Sahabat-sahabat Allah tidak lagi takut akan Dia; mereka sekarang takut akan dosa karena mereka telah mengetahui kebenaran tentang dosa dan itu dan konsekuensinya seperti yang pertama kali dijelaskan oleh Tuhan sendiri dalam Kejadian 2:17.

   Dengan menunjuk Yesus sebagai Imam Besar kita, Bapa meresmikan perjanjian baru yang akan menyelesaikan apa yang hanya bisa diantisipasi oleh perjanjian lama. Perjanjian Baru memberikan apa yang hnya bisa dilakukan oleh imam manusia-Ilahi yang sempurna kekal. Imam Besar ini tidak hanya menjelaskan Hukum Allah tetapi menanamkan hukum itu di dalam hati kita. Imam ini menawarkan pengorbanan yang membawa pengampunan. Imam ini membersihkan dan mengubah kita. Dia mengubah hati kita dari batu menjadi daging (Yeh.36;26). Dia benar-benar menciptakan kita lagi (2 Kor.5:17). Imam ini memberkati kita dengan cara yang paling luar biasa, dengan memberi kita akses ke hadirat Bapa sendiri.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.