YESUS SAUDARA SETIA KITA (PASSD4T1-2022)

 


(Jesus, Our Faithfull Brother)

 

Nast: “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.”(Ibrani 2:14).

 

*Anak Allah yaitu Yesus Kristus telah menjadi sama dengan kita. Ia menjadi manusia yang sama dengan darah dan daging, Dia mau menjadi sama dengan kita demi menolong kita.

   Menjadi sama dengan kita. Artinya:

1) Inkarnasi –Anak Allah menjadi sama dengan manusia kecuali dalam hal dosa. Dia tidaklah berdosa. Kita adalah ciptaan yang sudah  rusak. Dia adalah manusia riil sekaligus Allah. Dia menjadi sama dengan kita merupakan suatu Tindakan yang khusus. Manusia tidak mungkin menjadi Allah, tetapi adalah mungkin bagi Yesus yang adalah Allah untuk menjadi manusia.

   Yesus memiliki 2 natur/sifat yaitu Allah dan manusia. Inilah peristiwa yang menakjubkan. Tidak ada yang bisa melampaui mujijat inkarnasi ini. 

   Peristiwa Inkarnasi merupakan peristiwa satu2nya yang membuat malaekat terheran-heran. Sang Pangeran akan lahir di sebuah kandang kotor dan hina. Mengapa Allah menjadi manusia yang lemah?. Apa yang membuat manusia mendapatkan perhatian istimewa dari Allah?.

2).Anak Allah memiliki pengorbanan diri, perendahan diri.

   Yesus tidak malu utk menyebut kita sebagai saudara-Nya.

   Dia datang melayani, tapi ditolak, dikhianati, diludahi dan dipukuli.

3).Spy.Dia dapat memberikan pertolongan yag paling tuntas bagi kita.

4).Karena Dia ingin memulihkan kemanusiaan kita yang sejati.

 1.    Minggu lalu kita berbicara tentang beberapa implikasi dari Ibrani 1. 

   Membandingkan Ibrani 1 dengan Ibrani 2 melukiskan gambaran kontras.

   Dalam Ibrani 1, Kristus lebih tinggi dari pada malaikat (1:6), sedangkan dalam Ibrani 2, yang untuk waktu yang singkat Dia dibuat lebih rendah sedikit dari para malaikat, (2:9).

   Dalam Ibrani 1, Kristus dekat dengan Allah di sebelah kanan-Nya (1:13); dalam Ibrani 2, Kristus dekat dengan manusia dan tidak malu menyebut saudara-Nya (2:11).

   Membandingkan prainkarnasi Kristus dengan sifat manusia, Kitab Ibrani mengatakan kepada kita bahwa Kristus mengadopsi daging dan darah untuk menjadi seperti kita.(2:14).

   Kristus juga mati seperti kita manusia (2:14). Tetapi perbedaan besar antara kematian kita dan kematian-Nya adalah bahwa kematian-Nya mencapai apa yang tidak pernah bisa dicapai oleh kematian kita.  Kematian-Nya membebaskan kita yang seumur hidup “berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut”.(2:15).

   Kristus sama seperti kita, namun berbeda dari kita. Dia benar-benar manusia namun tanpa dosa (4:15).

   Seperti Musa yang memilih menderita daripada ketenaran (11:25). Kristus memandang rendah rasa malu menjadi manusia dan mati di kayu salib. Dia menjadi seperti kita sehingga kita bisa menjadi seperti Dia. Kita menjadi seperti Dia, Dia tidak pernah merasa malu terhadap kita (2:11), bahkan mungkin kita “menghinakan-Nya di muka umum.”(6:6).

   Manusia melalui pencobaan dan ujian, yang menghasilkan daya tahan dan, akhirnya, kedewasaan karakter.

   Paulus menggambarkan Yesus dengan cara yang serupa. Dia “belajar ketaatan melalui apa yang dideritanya” dan “dijadikan sempurna” (5:8,9).

   Bagaimana Yesus belajar ketaatan/penurutan?. Pada suatu saat, apakah Dia tidak taat?. Gagasan itu akan bertentangan dengan Ibrani 4:15, yang mengatakan bahwa Yesus diuji dalam segala hal seperti kita, namun Dia tidak BERBUAT DOSA.

 

MINGGU: SAUDARA SEBAGAI PENEBUS (The Brother As A Redeemer).

2. Dalam Perjanjian Lama, Allah membuat ketentuan bagi orang Israel bahwa seseorang dapat dibeli kembali, jika karena satu dan lain hal, dia telah menjual hartanya atau bahkan dirinya sendiri sebagai budak untuk membayar hutangnya. Bahkan saat ini, orang-orang di beberapa negara menjual anak-anak mereka, biasanya anak perempuan, untuk membeli makanan dan/atau membayar hutang mereka.    Imamat 25:25-27,47-49:

3. Ingatlah bahwa setiap 50 tahun, properti itu harus dikembalikan kepada pemilik aslinya, terlepas dari apakah dia dapat membayar atau tidak, membuat penjualan properti di Israel kuno seperti sewa (lease) 50 tahun (atau bahkan lebih pendek) di Amerika Serikat . Namun, 50 tahun adalah waktu yang lama untuk menunggu.

   Jadi, Allah membuat ketentuan tambahan bahwa seseorang atau bahkan hartanya dapat dibeli kembali. Ketentuan khusus itu dikenal sebagai ketentuan “kerabat terdekat” (“nearest relative” provision). (Ingat kisah Rut dan Boas, kerabat terdekat yang bersedia membayar untuk tanah milik Rut dimiliki keluarga.)  

   Kerabat terdekat itu juga akan menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mengejar siapa pun yang mungkin telah membunuh atau secara tidak sengaja membunuh seorang kerabat. Dia kemudian dikenal, dalam hal itu, sebagai "pembalas darah.(” the avenger of the blood.”) Lihat Bilangan 35:9-15. Itulah alasan Allah telah menyediakan kota-kota perlindungan di tanah Palestina. Mereka tidak memiliki sistem untuk menangani ketidakadilan. Selain itu, mereka tidak memiliki bank untuk menawarkan pinjaman untuk satu transaksi dengan hutang/to deal with debts.

   Jadi, pelajaran apa yang Paulus ingin kita pahami dari ketentuan Ibrani kuno itu? / Those ancient Hebrew provisions?

Ibrani 2:14-16: --Bagaimana Yesus dan kita dijelaskan dalam perikop ini?.

  (Bagian ini menggambarkan kita sebagai budak iblis, tetapi Yesus sebagai Penebus kita).

   Janganlah kita lupa bahwa kita telah ”menjual diri sebagai budak” kepada Iblis. Yesus menawarkan sekarang untuk datang dan melayani sebagai Kerabat/Penebus(Kinsman/Redeemer). Namun, sayangnya, seperti Paulus, kita adalah budak dosa. (Roma 7:14-24) Tidak mudah bagi kita untuk mengatasi kecenderungan alami tersebut.

   Namun, kita perlu mengenali kebenaran yang dinyatakan/ dijabarkan dalam Roma 6:23.”Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ilaha hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”  Jadi, situasi kita tampaknya tidak ada harapan.

5. But, the amazing thing is what we read in Hebrews 2:11.

   “Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara. (That is why Jesus is not ashamed to call them his family.)

6. Pikirkan itu! Yesus Anak Allah, sebagaimana disebutkan dalam Ibrani 1, memilih untuk mengambil sifat kita dan menjadi manusia seutuhnya/sepenuhnya serta tetap sepenuhnya ilahi untuk datang sedekat mungkin dengan kita sehingga kita dapat lebih memahami Allah. Beberapa bagian dalam Perjanjian Lama membicarakan hal ini.  Baca: Mazmur 19:14:  dan Yes.41;14,

  (Baca juga: Yes.45:14; 44:22 dan Yer.31:11).

7. Benarkah Allah ingin lebih dekat dengan kita daripada kerabat manusia terdekat kita? Allah, Pencipta dan Penebus kita yang tertinggi dan tak terbatas, memilih untuk memanggil kita saudara dan saudari-Nya.

 

SENIN:TIDAK MALU MENYEBUT MEREKA SAUDARA (Not Ashamed to call them brothers).

8. Orang-orang kepada siapa Paulus telah menulis surat dipermalukan oleh tetangga mereka karena penolakan mereka terhadap dewa-dewa Yunani dan Ibrani yang disembah orang lain.   

   Mereka diperlakukan dengan buruk.

   Terkadang, mereka kehilangan semua harta benda mereka.   

   Kadang-kadang, mereka bahkan menghadapi kematian, semua dalam nama Yesus.

   Kitab Ibrani mengatakan bahwa Yesus tidak malu menyebutkan kita saudara-Nya (Ibrani 2:11). Meskipun bersatu dengan Allah, Yesus merangkul kita sebagai bagian dari keluarga-Nya.

9. Salah satu ilustrasi yang Paulus gunakan untuk membantu kita memahami sikap merendahkan/condescension pada bagian Yesus Kristus adalah kisah Musa.

    Ibrani 11:24-26:”Karena iman maka Musa, setelah dewasa menolak disebut anak puteri Firaun. Karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.”

10.Musa memilih untuk menolak kedudukannya yang tinggi sebagai putra dari putri Firaun---dia kemungkinan akan menjadi Firaun berikutnya; dia adalah sosok yang kuat di kerajaan paling kuat saat itu; menerima pelatihan sipil dan militer tertinggi─ namun ia meninggalkan semua hak istimewa ini dan memilih untuk bersekutu dengan budak-budak yang dipermalukan yang merupakan kerabatnya.(dengan orang Israel, bangsa budak tanpa Pendidikan dan kekuasaan.

11. Jadi, apa yang Allah minta dari kita sebagai ganti sikap merendahkan yang luar biasa (incredible condescension) dari pihak Yesus?

   Matius 10:32-33: “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga…..dst.. 2 Timotius 1:8,12.  Ibrani 13:12-15

   -Apa yang Allah minta dari kita?. 

   Masalah bagi pembaca Ibrani: -Setelah mereka mengalami penganiayaan dan penolakang –banyak dari mereka mulai merasa malu kepada Yesus.  Dengan Tindakan mereka, beberapa orang berada dalam bahaya  karena “menghina-Nya di muka umum” gantinya menghormati Dia (Ibr.6:6).  Paulus memanggil para pembacanya untuk “teguh berpegang” pada “pengakukan” dari iman mereka.  Allah ingin agar mengenali Yesus sebagai Tuhan dan saudara kita.

12. Pernahkah kita malu dengan kekristenan kita? Atau, untuk mengakui bahwa kita adalah orang Kristen? Atau, tentang hubungan kita dengan Yesus Kristus, Tuhan dan Penebus kita?

13. Oleh karena itu, Paulus menantang kita untuk berpegang teguh pada iman yang kita anut.

(Paul challenged us to hold firmly to the faith we have professed).

  Ibrani 4:14 “…baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.”  Ibrani 10:23

14.Cobalah untuk membungkus pikiran Anda di sekitar gagasan bahwa Anak Allah Sendiri memilih untuk bergaul dengan kita secara permanen selama sisa kekekalan sebagai Manusia.  Mengapa Dia melakukan itu?

15. Kembali sebelum dunia kita diciptakan, Yesus adalah Malaikat Agung Michael(Michael the Archangel). Dia bergerak di antara para malaikat seolah-olah Dia adalah seorang malaikat. Mungkin itulah sebagian alasan mengapa Lucifer mulai merasa bahwa dia harus diperlakukan sama seperti Yesus diperlakukan.

16.Tetapi sekarang, secara mengejutkan, Yesus Kristus telah memutuskan untuk turun dan mengadopsi kita sebagai saudara-saudara-Nya. Setan mencoba untuk naik status; Yesus turun ke tingkat yang paling rendah sebagai manusia.

   Yesus tidak lagi bekerja pada tingkat malaikat; melainkan, Dia menjadi Keturunan Abraham.

17.Tetapi, kita tidak boleh lupa bahwa rencana keselamatan tidak hanya untuk kepentingan kita sebagai manusia tetapi juga untuk kepentingan seluruh alam semesta.

   (But, we must not forget that the plan of salvation was not only for the benefit of us humans but also for the benefit of the entire universe.)  Kita bisa baca: Ep.1:7-10; 3:7-10; Kol.1:19-20.

 

“…..Melalui pewahyuan karakter Allah di dalam Kristus, kebaikan pemerintahan ilahi akan dimanifestasikan di hadapan

alam semesta, tuduhan setan disangkal, sifat dan akibat dosa

dibuat jelas, dan keabadian hukum sepenuhnya ditunjukkan.—Ellen G.White, The Signs of the Times,* 13 Februari 1893, par. 12.

   (Through the revelation of the character of God in Christ, the beneficence of the divine government would be manifested before the universe, the charge of Satan refuted, the nature and results of sin made plain, and the perpetuity of the law fully demonstrated).

   “Tetapi rencana penebusan memiliki tujuan yang lebih luas dan lebih dalam daripada keselamatan manusia. Bukan untuk ini saja Kristus datang ke bumi; bukan hanya agar penduduk dunia kecil ini dapat menganggap hukum Allah sebagaimana seharusnya; tapi itu untuk membuktikan karakter Allah di hadapan alam semesta. Untuk hasil dari pengorbanan-Nya yang besar ini—pengaruhnya terhadap kecerdasan dunia lain, juga terhadap manusia—Juruselamat melihat ke depan ketika sebelum penyaliban-Nya Dia berkata: “Sekarang berlangsung penghakimana atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan keluar; dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku”. Yohanes 12:31, 32.

   Tindakan Kristus dalam mati demi keselamatan manusia tidak hanya akan membuat surga dapat diakses oleh manusia, tetapi di hadapan seluruh alam semesta itu akan membenarkan Allah dan Anak-Nya dalam berurusan dengan pemberontakan Setan.

   Itu akan menetapkan/establish kekekalan hukum Allah dan akan mengungkapkan sifat dan akibat dosa/nature and the result of sin.—Ellen G. White, Patriarchs and Prophets* 68.2-69.0 (1890)

18. Sementara rencana keselamatan jelas melibatkan seluruh alam semesta dan bukan hanya manusia, kita adalah orang-orang yang paling membutuhkan dan orang-orang yang diklaim Setan sebagai miliknya. Adalah kepada kita dan bagi kitalah Kristus datang.

Ibrani 10:10: “Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus”.(Karena Yesus Kristus melakukan apa yang Allah ingin Dia lakukan, kita semua disucikan dari dosa dengan persembahan yang Dia buat dari tubuhnya sendiri sekali untuk selamanya.)―Alkitab Kabar Baik.

18.While the plan of salvation clearly involves the entire universe and not just human beings, we were the ones in the greatest need and the ones that Satan had claimed as belonging to him. It was to us and for us that Christ came.

 

SELASA: DAGING DAN DARAH SEPERTI KITA (Flesh and Blood Like Us).

   Ibrani mengatakan bahwa Yesus mengadopsi sifat manusia kita sehingga Dia dapat mewakili kita dan dapat mati untuk kita (Ibrani 2:9,14-16; Ibr.10:5-10). Inilah dasar dari rencana keselamatan dan satu-satunya harapan kita untuk kehidupan kekal.

 

   “Ungkapan “daging dan darah” menekankan kelemahan kondisi manusia, kelemahannya (Ef.6:12), kurangnya pemahaman (Mt.16:17,Gal.1:16), dan tunduk pada kematian (1 Kor.15:50).

   Kitab Ibrani mengatakan bahwa Yesus dibuat seperti saudara-saudara-Nya “dalam segala hal” (Ibr.2:17). Ungkapan ini berarti bahwa Yesus menjadi manusia seutuhnya. Yesus tidak hanya “terlihat seperti” atau “tampak seperti” manusia; Dia benar-benar manusia, benar-benar salah satu dari kita.

20.Jadi, apa yang perlu dilakukan Yesus untuk membinasakan Iblis? Dia perlu: (1) Secara penuh, lengkap, dan meyakinkan menyangkal semua tuduhan Setan; (Fully, completely, and convincingly refute…) dan (2) Menjawab semua pertanyaan2 Setan yang bertentangan dengan karakter dan pemerintahan Allah. Jadi, Yesus mematahkan kuasa dosa dan memberi kita bimbingan untuk menjalani kehidupan yang benar sesuai dengan janji perjanjian baru-Nya.

21. Kita memiliki teladan Yesus di hadapan kita; Janjinya adalah menjadi salah satu dari kita. Bahkan, Dia berjanji untuk menjadi Imam Besar yang setia dan penyayang, (Ibrani 2:17) untuk membantu kita.

   Jadi, mengapa begitu banyak dari kita masih bergumul dengan dosa? Bagaimana kita bisa lebih baik?

   Sayangnya/Unfortunately, Setan masih hidup dan sehat di bumi ini. Kita telah dilahirkan dalam dosa; dosa datang sangat alami bagi kita masing-masing.

 

RABU: DISEMPURNAKAN MELALUI PENDERITAAN (Perfected Through Suffferings)

22.Jadi, apa yang harus Yesus lakukan untuk menjadi Imam Besar yang setia bagi kita?  (So, what was required for Jesus to do in order to be a faithful High Priest for us?) 

   Ibrani 5:8-10 “Dan sekalipun Ia adalah anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abdai bagi semua orang yang taat kepada_nya, dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.

  Paulus berkata bahwa Allah menjadikan Yesus “sempurna” melalui penderitaan”.

23.Ini seharusnya mengejutkan kita. Jika Yesus adalah Anak Allah yang sempurna, Pencipta dan Penebus kita, mengapa Dia perlu dibuat “sempurna melalui penderitaan”?

   Dia tentu saja tidak harus mengatasi/to overcome setiap dosa atau ketidaksempurnaan moral atau etika apa pun.

   Penting untuk diketahui bahwa dalam bahasa Yunani Perjanjian Baru, kata yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai kesempurnaan berarti dewasa, bertumbuh sebagai Manusia yang tidak berdosa. Yesus harus menjalani hidup-Nya yang utuh dan sempurna sebelum Dia dapat menyelesaikan apa yang telah Allah utus untuk Dia lakukan.

   Ingatlah bahwa Setan telah menyatakan bahwa tidak ada manusia yang dapat hidup tanpa dosa di dunia ini. Jadi, Yesus melakukannya, sepanjang hidup-Nya sampai dan sepanjang/melalui hari Ia telah disalibkan.

   Beberapa orang menyarankan bahwa Yesus harus mati di kayu salib sebagai Kurban agar Bapa dapat memiliki sarana legal/hukum untuk menyelamatkan kita.

   Yesus menjadi Persembahan yang sempurna, satu-satunya yang memenuhi syarat untuk mati menggantikan kita, yaitu, untuk “membayar harga” untuk dosa-dosa kita. Apakah itu karena Allah hanya akan menerima pengorbanan semacam itu?   

   Apakah karena Dia, pertama-tama, adalah Teladan yang sempurna, dan karena itu, dapat mati sebagai Kurban yang sempurna?

25.Yesus telah mengadopsi kemanusiaan kita, telah hidup di antara kita, dan telah membuktikan bahwa adalah mungkin—berlawanan dengan klaim Setan—untuk menjalani kehidupan yang sempurna sebagai manusia. Kita membutuhkan, dan kita masih perlu, untuk melihat seperti apa Allah itu, dihayati dalam kehidupan manusia yang sempurna. (lived out in the perfect human life.)

   Yesus mampu membinasakan Iblis karena Ia mampu menyangkal/membantah/menyanggah semua kesalahan penggambaran Allah yang telah diklaim oleh Iblis. Kebenaran pada akhirnya menghancurkan kebohongan. (Jesus was able to destroy the Devil because He was able to refute all the misrepresentations of God that the Devil had been claiming. The truth ultimately destroys lies.)

 

KAMIS: SAUDARA SEBAGAI TELADAN ( The Brother As a Model).

   Alasan lain mengapa Yesus mengadopsi sifat manusia kita dan hidup di antara kita adalah agar Dia bisa menjadi teladan kita, satu-satunya yang bisa menjadi teladan bagi kita tentang cara hidup yang benar di hadapan Allah.

 

26.Dalam Ibrani 6:20, Yesus digambarkan sebagai seorang Pendahulu atau Pelopor dari haluan yang perlu kita jalankan ( a Forerunner or Pioneer of the course that we need to run).  Dia menunjukkan kepada kita apa itu hidup dengan iman.

27.Coba bayangkan betapa sulitnya bagi Yesus untuk mempertahankan kepercayaan-Nya kepada Allah saat Dia sekarat, tergantung di kayu salib! --- “Amid the awful darkness, apparently forsaken of God, Christ had drained the last dregs in the cup of human woe. In those dreadful hours He had relied upon the evidence of His Father’s acceptance heretofore given Him. He was acquainted with the character of His Father; He understood His justice, His mercy, and His great love. By faith He rested in Him whom it had ever been His joy to obey. And as in submission He committed Himself to God, the sense of the loss of His Father’s favor was withdrawn. By faith, Christ was victor”.―Ellen G.

White, Desire of Ages* 756.3.

   (Di tengah kegelapan yang mengerikan, yang tampaknya ditinggalkan Allah, Kristus telah menguras ampas terakhir dalam cawan celaka manusia. Pada saat-saat yang mengerikan itu Dia mengandalkan bukti penerimaan Bapa-Nya yang sampai sekarang diberikan kepada-Nya. Dia mengenal karakter Bapa-Nya; Dia memahami keadilan-Nya, belas kasihan-Nya, dan kasih-Nya yang besar. Dengan iman Dia beristirahat di dalam Dia yang pernah menjadi sukacita-Nya untuk ditaati. Dan seperti dalam ketundukan Dia menyerahkan diri-Nya kepada Tuhan, rasa kehilangan kemurahan Bapa-Nya ditarik. Dengan iman, Kristus adalah pemenang.”―Ellen G.White, Desire of Ages, 756.3.

   Ibrani 12:1-4 -- Yesus sebagai teladan iman. Yesus sebagai "pendiri dan penyempurna iman kita". Kata Yunani "archegos"(pendiri), juga dapat diterjemahkan "pelopor". Yesus adalah pelopor perlombaan dalam arti bahwa Dia berlari mendahului orang2 percaya. 

   Ibrani 6:20 menyebut Yesus sebagai "perintis" kita.

   Sebagaimana kakak laki2 kita, Yesus adalah pengasuh kita, penjaga dan pelindung kita.

   "Kristus datang ke bumi, menjadi manusia dan berdiri sebagai wakil manusia, untuk menunjukkan dalam pertentangan dengan Iblis bahwa manusia sebagaimana Allah menciptakannya, yang terhubung dengan Bapa dan anak dapat mematuhi setiap persyaratan Ilahi." E.G. White, Selected Messages, book 1, hlm.253.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.