JADIKAN KRISTUS KEPALA RUMAH TANGGA.
Statistik membuktikan bahwa 75% dari semua pernikahan yang diadakan
sebelum berumur 18 atau 19 tahun cendrung berakhir dengan tidak bahagia dan 50%
berakhir dengan perceraian dalam waktu lima tahun. Jadi yang menikah lebih muda, lebih besar kemungkinannya untuk gagal.
‘APA KATA ALKITAB TENTANG PERCERAIAN?.
Ilustrasi 1
Pada suatu hari, seorang pendeta ketika berkunjung kesalah satu rumah tangga, dia mendengar bahwa rumah tangga tersebut sedang bertengkar. Dengan suara lantang, terdengar olehnya suara seorang pria berkata: “Saya akan ceraikan kamu”. Kemudian disusul oleh suara perempuan yang nyaring menyatakan: “Antarkan saya ke rumah orang tua saya”.
Memang pendeta itu sudah mendengar tadinya bahwa sang suami sudah
mempunyai isteri simpanan di kota lain sedangkan si isteri pun di gosipkan sedang main gila dengan suami orang .
Ketika pendeta mengetok pintu rumah, tidak lama kemudian sang suami
keluar…dan pada saat melihat pendeta datang, dia berkata: “Oooh, pak pendeta silahkan masuk!”. Pendetapun masuk dan duduk. Rumah itu sejenak hening, kelihatannya tenang
dan damai.
Rupanya,
masa pacaran itu merupakan masa penipuan.
Para
muda-mudi,..tidak salah berpacaran, namun sadarlah bahwa anda sedang dalam masa
penipuan. Sekarang ini kita
melihat, masih duduk ditingkat sekolah
lanjutan menengah pertama, sudah mulai
pacaran.
Saudaraku,..enak sekali mendengarnya. Si nona tahu bahwa ia dibohongi, namun ia senang saja kelihatannya.
Tidak
heran, ada sebuah ungkapan dikalangan anak muda yang mengatakan: “Bila cinta
telah melekat, tahi kucing pun terasa COKLAT”. Memang benar, kalau seseorang jatuh cinta, disamping rasa bahagia, ada
pula rasa puyengnya.
Orang-orang
muda kadang-kadang senang kalau dijemput pacarnya dengan mobil meskipun mobil itu hasil pinjaman saja. Hal ini menjadi perhatian bagi para
pemuda-pemudi kita bahwa masa pacaran itu adalah masa penipuan karena anak muda
senang sekali berkhayal.
Karena inilah
salah satu penyebab kenapa rumah tangga-rumah tangga banyak yang hancur
berantakan.
Nasehat bagi para pria : JANGAN
MENIKAHI SEORANG WANITA :
- Yang TIDAK SUKA BERDOA.
- Yang pemarah dan
cemburu.
- Yang senang dengan
tempat-tempat plesir lebih daripada rumah tangganya sendiri.
- Yang suka minum-minuman
keras.
- Yang tidak tau memasak
kecuali Anda cukup kaya untuk menggaji seorang pembantu yang dapat memasak.
Nasehat bagi para wanita: JANGAN
MENIKAHI SEORANG PRIA :
- Yang tidak percaya
kepada Tuhan.
- Yang mempunyai
sifat-sifat yang TIDAK BAIK.
- Yang selalu mengunci
diri didalam bilik/tempat pekerjaan/klub khusus untuk pria saja.
- Yang sombong.
- Yang mempunyai standar
moral yang rendah.
Bagi Anda yang sudah menikah, perlu juga mengadakan pencegahan dalam
rumah tangga agar tidak terjadi penyelewengan-penyelewengan. Sebenarnya, apakah penyebab utama sehingga
terjadi kegoncangan-kegoncangan, kehancuran/penyelewengan dalam rumah
tangga?. Salah satu penyebabnya ialah
karena HILANGNYA KASIH DALAM RUMAH TANGGA.
Tidak sedikit para suami yang mulai bosan di rumah karena isteri tidak
melayani seperti dulu lagi. Suami mulai
mencari kasih di tempat-tempat lain karena di rumah ia sudah tidak mendapatkan
kasih lagi dari isterinya.
Dulu waktu pacaran si isteri selalu ingin memakai baju yang baru, pakai
bedak dan parfum. Tetapi setelah
menikah, dia hanya memakai DASTER yang sudah seminggu belum dicuci pula.
Sebenarnya
seorang isteri dapat melayani suami dan anak-anak tanpa konflik. Anak-anak tidak akan kehilangan sesuatu bila
ayah mereka di dahulukan. Sebab bila
ayah senang, rumah tangga akan senang.
Saudaraku,…Seorang
yang cinta isteri seperti Kristus mencintai jemaat-Nya akan MENDAHULUKAN
KEBAHAGIAAN ISTERI. Isteri itu bisa
hidup tanpa barang.
Meskipun
tinggal dalam sebuah gubuk,
makan nasi dan garam pun,
BISA. Tetapi isteri tidak bisa hidup
tanpa KASIH; tanpa pengertian atau dukungan suami. Jadi kalau si isteri AVITAMINOSIS (Kekurangan
vitamin), apalagi vitamin K; kalau sang isteri kekurangan vitamin Kasih, tidak
heran ada juga isteri yang menyeleweng.
Kalau
dulu waktu pacaran, isterinya pakai baju baru, eh…cepat-cepat dipuji. Katanya: “Wah…kamu cantik sekali deh,..
seperti bidadari”, walaupun dia belum pernah melihat bidadari. Ia mengatakan pacarnya itu bagaikan
bidadari.
Tetapi
setelah menikah, tidak pernah dipuji lagi.
Walau isterinya sudah pakai baju baru kesayangan suaminya, sambil
bergaya didepan kaca---suami diam saja!.
Saudaraku,…jangan lupa,..Untuk
memperoleh rumah tangga yang aman dan tentram, rukun dan damai maka rumah
tangga itu harus memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Karena dengan demikian kasih Kristus akan
mengikat kehidupan suami-isteri itu.
Kepada
mereka yang telah menikah, Tuhan perintahkan supaya seorang isteri tidak boleh
menceraikan suaminya. Dan jikalau ia
bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan
seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya (Bacalah 1 Korintus 7:10-16.)
Rasul Paulus menjelaskan bahwa: Pasangan yang percaya bertanggungjawab
atas pasangannya yang tidak percaya.
Dengan menunjukkan teladan atau perhatian yang praktis dan kasih Kristen,
yang tidak percaya juga dapat ditarik kepada Yesus Kristus.
Sang ayah
itu tidak tahan mendengar anak lelakinya yang masih kecil berdoa demikian: “
TUHAN,..tolonglah papa saya agar mengenal dan mengasihi Yesus. Tolonglah dia menyerahkan hidupnya
kepada-Mu”. Inilah doa yang didengar
diucapkan oleh anaknya. Ayah itu tidak
tahan, lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
Tetapi ketika ia hendak keluar pintu, ia mendengar anak perempuannya
yang paling kecil berdoa dengan kata-katanya yang masih telor/cadel mengatakan: “Dan
belkatilah papa, tolong agal papa tau kebenalan”.
Saudaraku,…Kesungguh-sungguhan anak itu telah menjamah hati ayahnya.
Ketika ia berjalan-jalan di jalan yang gelap pada malam itu, hatinya
susah, namun tidak tahu apa yang harus dibuatnya.
Besok
malamnya pada jam kebaktian ia tidak pergi keluar.
Ketika
lingkaran yang kecil itu bertelut berdoa, ia mendengar doa mereka dan sekali
lagi mereka berdoa untuknya. Malam
berikutnya ia berada ditempatnya, dan ketika keluarganya bertelut untuk berdoa,
ia meletakkan korannya dan bertelut dengan perlahan-lahan supaya tidak didengar
oleh keluarganya. Pada akhir doa, ia
sudah berdiri lebih dahulu, dan mereka tidak mengetahui bahwa ayah mereka juga
sudah turut berdoa bersama mereka pada malam itu.
Besok paginya adalah hari sabat.
Keluarganya sebagaimana biasanya setiap hari sabat pergi ke gereja.
Betapa
terkejutnya mereka melihat sang ayah datang ke ruangan makan untuk makan pagi
dengan pakaian yang sudah rapi. Karena
herannya, ibu bertanya : “Papa mau kemana sekarang?”. “Saya mau ke gereja bersama kalian”, apa kalian tidak keberatan! jawabnya dengan senyum. “Oh,tentu tidak, kami tidak
keberatan, kami senang”, jawab isterinya dengan gembira. Isterinya
begitu terharu hampir tidak dapat berkata-kata.
Tidak berapa lama setelah itu, ayah itu menyerahkan hidupnya kepada
Kristus, dan menjadi satu mata rantai didalam satu rumah tangga Kristen yang
sangat bahagia. Sejak waktu itu, ia menjadi seorang pemimpin yang penuh
pengabdian didalam gereja.
Kesimpulan :
Berbahagialah rumah tangga yang dapat berkata: “Kristuslah kepala rumah
tangga ini dan tamu yang tidak kelihatan pada setiap jam makan serta pendengar
yang diam pada setiap percakapan”.
Amin.
Komentar
Posting Komentar