Yesus, Imam Besar Yang Setia (PASSD6T1-22)
YESUS, IMAM BESAR
YANG SETIA.
(Jesus, The Faithful Priest)
1.Nast: “Sebab Imam Besar yang
demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa noda, yang terpisah
dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga”. (Ibrani.7:26).
Sebuah ayat kunci untuk kita pertimbangkan dalam studi Ibrani ini adalah
dari Yesaya:
Yesaya 59:2 “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala
kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga
ia tidak mendengar ialah segala dosamu.”
2. Jurang yang ada (the gulf that existed) antara
Allah dan kita disebabkan oleh dosa.
Masalahnya diperparah karena dosa juga menyiratkan kerusakan sifat kita.
Allah itu kudus, dan dosa tidak dapat eksis di hadirat-Nya; jadi, sifat kita
yang rusak memisahkan kita dari Allah,
seperti dua magnet dalam orientasi yang salah, yang saling tolak menolak.
Selain itu, sifat kita yang rusak membuat kita manusia tidak mungkin menaati
hukum Allah. Dosa juga melibatkan kesalahpahaman/misunderstanding.
Manusia kehilangan pandangan akan kasih dan belas kasihan Allah dan
melihat Dia sebagai pemarah dan penuntut.―
3.Pekan ini, kita akan mempelajari
hal-hal yang menakjubkan yang dilakukan Bapa dan Yesus untuk menjembatani
jurang itu.
Pekan ini kita akan berfokus secara khusus pada Ibrani 5:1-10 dan Ibrani
7:1-28.
Dalam pelajaran ini kita akan mencoba mengevaluasi cara-cara di mana
Yesus seperti seorang imam besar duniawi serta cara-cara di mana Dia berbeda
dari seorang imam besar duniawi.
Apa yang dilakukan imam besar pada zaman dahulu? Apa implikasinya bagi
kita ketika kita tidak lagi mempersembahkan korban hewan?(no longer offer
animal sacrifices).
4. Paulus sendiri menyadari bahwa apa
yang akan dia coba jelaskan itu sulit. Dia telah menuduh (accused) pendengarnya
sangat tidak dewasa dalam memahami Injil sehingga mereka masih harus minum susu
dan belum siap untuk makan makanan padat (solid food).
Mereka perlu berlatih dalam membedakan yang baik dan yang jahat. (Ibrani
5:11-6:3) Dan bagaimana dengan kita?
Bagaimana kita dapat bergerak maju seperti yang disarankan/dianjurkan
Paulus kepada pengajaran yang matang/dewasa?
5. Paulus memulai dengan menjelaskan
bahwa para imam Perjanjian Lama itu tidak menyelesaikan apa yang perlu
diselesaikan.
Bahkan hukum2 Musa telah terbukti tidak memadai (inadequate) karena
tidak dapat membuat sesuatu menjadi sempurna.
Sebaliknya, Yesus sempurna; jadi, Dia bisa memberikan/menyediakan Kurban
yang sempurna. Selanjutnya, Dia akan hidup selamanya. Dia tidak perlu meminta
seseorang datang dan mengambil tempat-Nya karena Dia tidak mati! Dia masih
hidup.
6.MINGGU: SEORANG IMAM ATAS NAMA MANUSIA
(A priest on behalf of human beings).
Tujuan
dasar seorang imam adalah menjadi perantara antara orang2 berdosa dan Allah.(The
basic purpose of the Levitical priesthood was to mediate between sinful people
and God).
Para imam telah diangkat oleh Allah untuk melayani atas nama manusia (to
minister in behalf of human beings); jadi, mereka perlu berbelas kasihan dan
mengerti kelemahan2 manusia.
7.Dalam Ibrani 5:5-10, Paulus
menunjukkan bahwa Yesus memenuhi tujuan-tujuan ini :
-Allah telah mengangkat Dia (Ibr.5:5,6).
-Yesus mengerti kita karena Dia juga telah menderita (Ibr.5:7,8).
Namun,
apa sebenarnya peran Yesus (Jesus’s actual role) di surga saat ini?
(Lihat Zakharia 3:1-5; Daniel 7:9-10; Yohanes 3:17-21; 5:22; 12:47-48.)
8. Apa perbedaan antara menjadi seorang imam
biasa dan menjadi seorang imam besar? Imam
besar pergi ke tempat paling suci setahun sekali. Satu hal yang sangat penting
yang membedakan seorang imam besar dari seorang imam biasa adalah bahwa imam
besar perlu dipilih dan ditetapkan oleh Allah (set a part by
God).
9.Seperti yang kita lihat dengan jelas
dalam Ibrani 1, Yesus Kristus adalah dipisahkan oleh Allah (set a part by God)
ketika Dia berkata: “‘Engkau adalah Putra-Ku; hari ini Aku telah menjadi
Bapamu.’” (Ibrani 5:5, GNB*).
Apa yang kita ketahui tentang Yesus Kristus dan doa-doa-Nya kepada
Bapa-Nya? Ada bukti yang jelas bahwa setiap malam Yesus akan berdoa kepada
Bapa-Nya dan merencanakan rincian2 hari berikutnya.
Terkadang, doa-doa itu berlangsung sepanjang malam!
10. Tetapi, kapan Yesus mengalami apa
yang kita baca dalam Ibrani 5:7? “Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah
mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia,
yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah di
dengarkan.”
11.
Jika demikian, apakah benar untuk mengatakan bahwa Allah telah menyelamatkan
Dia dari kematian? Ibrani mengacu pada kematian kedua, darimana Allah
menyelamatkan Yesus ketika Allah membangkitkan Dia (Ibr.13:20)-- kematian yang
diakibatkan oleh dosa dan keterpisahan dari Allah, satu-satunya Sumber
kehidupan. (Roma 6:23; Kejadian 2:17)
12. Namun, karena Yesus adalah
sepenuhnya Allah, Setan tidak dapat menahan-Nya di dalam kubur;
Yesus bangkit dengan kuasa-Nya sendiri dan bangkit dari kubur dan
kembali ke surga.
Apa
yang Kristus, sebagai Imam Besar, lakukan bagi kita setiap hari, dan bahkan
setiap jam, dan menit demi menit?
13.Secara fisik, Allah membuat
kita tetap hidup dan memfasilitasi setiap aksi dan reaksi kimia yang terjadi di
dalam tubuh kita. (Kisah 17:25,28)
• Secara rohani, Allah
terus-menerus mencoba membujuk kita dan meyakinkan kita untuk mengikuti-Nya
agar kita tidak menghancurkan diri kita sendiri. Dia mengampuni dosa-dosa kita
dan membantu/menolong kita berhenti melakukannya.
Allah adalah satu-satunya yang dapat mengubah hidup kita dengan jalan mengubah
pemikiran dan perilaku kita (our thinking and behaviour). Kita tidak bisa
melakukan ini sendiri.
Ibrani 5:5-6 menunjukkan bahwa Yesus memahami kita karena Dia juga telah
menderita.
14. Apakah itu menyiratkan bahwa Yesus
memahami kita lebih baik daripada Bapa? Itu akan menjadi penyangkalan terhadap
kemahatahuan Allah. Yesus datang untuk mengajar kita tentang Allah, bukan untuk
menemukan sesuatu tentang kita yang tidak Dia ketahui sebelumnya!
Dia perlu menjadi manusia agar kita bisa lebih memahami Dia, bukan agar
Dia bisa lebih memahami kita! (He needed to become human so that we could better
understand Him, not so that He could better understand us!)
Banyak orang akan tidak setuju dengan
pandangan ini.
15. Mari kita lihat beberapa perikop/bagian
yang mungkin membantu kita memahami pekerjaan yang sedang Yesus lakukan
sekarang di Bait Suci surgawi.
Kita sedang hidup di hari grafirat
anti-tipikal setelah tahun 1844. (Daniel 8:14; Daniel 9:24-27) Itu berarti
bahwa di depan alam semesta yang tampak, Allah menghakimi seluruh umat manusia,
mulai dari Adam dan Hawa.
Sementara
itu, Roh Kudus dan Kristus setiap hari melindungi kita dari serangan Setan dan
bekerja untuk membantu kita menjadi lebih seperti Mereka (Roh Kudus dan
Kristus). (Roma 8:26-35)
16. Dalam Roma 8, Paulus mengatakan bahwa ketiga Anggota Ke Allahan
ada di pihak kita.
(all three Members of the Godhead are on our side.)
Roh Kudus : Roma 8:26-27.
Allah Bapa : Roma 8:31-33
Allah Anak, Yesus Kristus: Roma 8:34.
Jadi,
jika ketiga Anggota Ke Allahan itu ada di pihak kita, siapakah yang menjadi lawan
kita?-Wahyu 12:10.
Setan
adalah oknum yang mencoba untuk menuduh dan menghancurkan kita!
17. Dan dalam penghakiman, Setan mencoba menuduh kita?
Dan Yesus melayani sebagai Pembela dan Imam Besar kita?
(Zakharia 3:1-5)
Jadi, ketika Yesus adalah Pembela/Advocate dan Imam Besar kita, siapakah
yang mengawasi dan melayani sebagai “juri” di pengadilan surga?.
Daniel 7:9-10:”Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan,
lalu duduklah Yang Lanjut Usianya….seribu kali beribu-ribu
melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri dihadapan-Nya. Lalu
duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.
18. Jadi, apa yang telah kita pelajari
dari bagian-bagian Alkitab ini? Ketiga Anggota Keallahan ada di pihak kita;
Setanlah yang menuduh kita. Seluruh malaikat dan seluruh alam semesta yang
melihat sedang menonton untuk melihat siapa yang akan menjadi sesama dan sahabat
masa depan mereka.
Imam2 manusia dipilih dari suku Lewi. Yesus,
tentu saja, bukan seorang Lewi. Dia memilih untuk datang dan menjadi manusia
berdasarkan rencana Allah bagi hidup-Nya.
19.Yesus tidak “dipilih dari antara
manusia” (Ibrani 5:1). Sebaliknya, Yesus mengadopsi sifat manusia, untuk
melayani sebagai imam atas nama kita. Yesus tidak mempersembahkan korban untuk
dosa-dosa-Nya sendiri (Ibr.5:3), tetapi hanya untuk dosa2 kita, karena Dia
tidak berdosa (Ibr.4:15, Ibr.7:26-28).
Ibrani juga mengatakan bahwa Yesus “belajar menjadi taat dari apa yang
telah di derita-Nya”(Ibr.5:8).
20. Yesus “Dan sekalipun Ia adalah anak,
Ia telah belajar menjadi taat melalui/dari apa yang telah diderita-Nya.”
(Ibrani 5:8, ESV*)
Penurutan/Ketaatan adalah hal baru bagi Yesus, bukan karena Dia
tidak taat, tetapi karena Dia adalah Allah. Sebagai Penguasa atas alam semesta,
Yesus tidak menaati siapa pun; sebaliknya, semua orang menaati Dia.
Kematian Yesus di kayu salib menunjukkan kepada alam semesta apa yang Allah
maksudkan di Taman Eden ketika Dia berkata bahwa dosa membawa kematian. Ini
adalah demonstrasi yang sangat penting untuk kepentingan seluruh alam semesta;
itu bukan hanya untuk kita di bumi ini.
21. Dan bagaimana pengaruhnya terhadap
kita?
Petrus berkata bahwa kita akan menjadi ”bangsa yang terpilih,…. imamat yang
rajani”, atau ”imam Raja”/The King’s priests. (1 Petrus 2:9) Apa artinya itu?
SENIN: MENURUT PERATURAN MELKISEDEK
(According to the order of Melchizedek).
Kejadian 14:18-20 Siapakah
Mekisedek dan bagaimana dia menggambarkan Yesus?.
“Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah
yang Mahatinggi…
22. Melkisedek adalah seorang raja
sekaligus seorang imam.
(Yesus juga kedua-duanya); yang menempatkan Dia dalam urutan Melkisedek.
Tetapi Melkisedek berdosa sedangkan Yesus tidak.
Dan
apa lagi yang kita ketahui tentang Melkisedek? Sangat sedikit! Kita tidak tahu
apa-apa tentang orang tuanya atau keturunannya; kita juga tidak tahu apa-apa
tentang kelahirannya atau bahkan kematiannya.
Melkisedek adalah seorang raja – imam Kanaan yang melayani sebagai suatu
contoh/tipe Kristus.
TAMBAHAN MELKISEDEK:
1). Melkisedek adalah sosok yang misterius dalam P.L. Ia muncul dalam
kehidupan Abraham. Musa memberikan 3 ayat: Kejadian 14:18-20 dan Daud dalam
Maz.110:4. Didalam P.B. Melkisedek
sering disebut dalam surat Ibrani 5-6 (5:6, 10-11; 6:20). Ibrani 7 -menyatakan Keimamatan Kristus
menurut peraturan Melkisedek.
Meninggikan keunggulan keimamatan Kristus. Ia bukan imam biasa: Ia
adalah imam untuk selamanya menurut peraturan Melkisedek. Menyatakan kepada kita kemuliaan keimaman
Kristus: yang unik, tidak dapat dipindahkan, dan untuk selamanya. Yudaisme abad I yang tidak percaya, memiliki
banyak keberatan terhadap Yesus Kristus.
Latar belakang Ibrani 7 mencakup serangan orang Yahudi, khususnya
terhadap jabatan Kristus sebagai imam : “Kalian orang2 Kristen berkata bahwa Kristus
telah mati di atas salib sebagai korban bagi dosa, dan bahwa pengampunan
diberikan hanya melalui darah-Nya yang tercurah. Tetapi saya tidak melihat
bahwa Mesias –yang dibicarakan dalam Kitab Taurat/Nabi adalah seoang imam. Orang2 Yahudi berargumen bhw korban2 mereka
dipersembahkan oleh para imam yang adalah keturunan Harun dari suku
Lewi.(Bilangan 18:7). Kalian orang
Kristen mengklaim bahwa Yesus adalah keturunan Daud dan dengan begitu Ia berasal
dari suku Yehuda (bandingkan Ibrani 7:14).
Tetapi menurut Taurat Allah, orang yang berasal dari suku Yehuda tidak
bisa menjadi imam. (Bil.18:7). Dalam 1
Petrus 3:15 –kita harus “siap sedia…memberi pertanggungan jawab”.
Ibrani 7:1-3 “Sebab Melkisedek…dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap
menjadi imam sampai selama-lamanya.”
Singkatnya: Melkisedek adalah salah satu dari tipe dari Yesus Kristus
bukan dalam kaitannya dengan natur ilahi dan manusiawi-Nya, jabatan-Nya sebagai
nabi (Musa adalah tipe yang utama dari Kristus sebagai nabi—Ul.18:15-19).
Melkisedek adalah tipe dari Kristus di dalam jabatan-Nya sebagai
imam, karena ia “dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai
selama-lamanya.
Pernyataan ini membalikkan argument orang
Yahudi melawan keimaman Kristus.
I.
Kristus
memiliki jabatan Nabi sesuai Taurat/ke 5 kitab Musa (Kej.14:18-20) dan
Maz.110:4, sehingga keimaman-Nya adalah sesuai dengan nubuat dan tipologi P.L.
II.
Keimaman
Kristus adalah lebih kuno daripada keimaman Harun—yang terbentuk 400 tahun
lebih lambat.
III.
Keimaman
Kristus adalah keimaman yang jauh lebih baik dalam banyak aspek (Ibrani 7).
Kita tidak terkesan dengan kesetiaan
keimaman Yahudi (bdk.Mal.2:8-9). Catatan tentang dosa2 mereka di dalam Alkitab!
Harun membuat patung anak lembu emas (Kel.32). Kedua putra tertuanya:
Nadab dan Abihu, mempersembahkan api yang asing dan dihanguskan oleh Allah
(Im.10). Eli gagal untuk mendisiplinkan kedua putranya(Hofni dan Pinehas)
secara efektif (1 Sam.2-3) dst….Orang Yahudi tidak berpegang kepada keimaman
mereka dengan setia. Ketika Sang
Mesias tiba, Israel menyalibkan-Nya.
Maka mereka menolak keimaman Kristus menurut peraturan Melikisedek yang
lebih superior dan yang adalah satu-atunya korban bagi dosa!.
Kaum fundamentalis: Melkisedek “dijadikan sama dengan Anak Allah,” ia
secara pribadi bukanlah Kristus (Ibrani 7:3). Sebagai imam “menurut peraturan
Melkisedek bukan Melkisedek secara harfiah (ay.11).
Melkisedek adalah sebuah tipe dari Yesus Kristus sebagai imam. Seorang “imam Allah yang Mahatinggi”(Kej.14:18;
Ibr.7:1). Ini merujuk kepada transendensi-Nya yang mutlak, yang
menempatkan Dia jauh di atas, dan berlawanan dengan, semua berhala. Semua
manusia dan malaikat harus menyembah hanya Dia!. Sebagai imam,..Melkisedek mempersembahkan
korban2 kepada Yang Mahakuasa dan berdoa kepada-Nya untuk orang2 yang Ia
layani. Melkisedek -memberkati Abraham
(Kej.14:19; Ibr.7:1). Sebagaimana Abraham membutuhkan dan menerima berkat Allah
melalui Melkisedek, demikian pula kita diberkati melalui Yesus Kristus, imam
kita untuk selamanya menurut peraturan Melikisedek (Maz.110:4), dan oleh Roh
Kudus.
Menerima persepuluhan dari Abraham (Kej.14:20; Ibr.7:2), dan ia kemudian
mempersembahkan binatang yang merupakan bagian dari persepuluhan itu sebagai
korban. Hal ini menegaskan kebesaran Melkisedek (Ibr.7:4).
23.
“It was Christ that spoke through Melchizedek, the priest of the most high God.
Melchizedek was not Christ, but he was the voice of God in the world, the
representative of the Father. And all through the generations of the past,
Christ has spoken; Christ has led His people, and has been the light of the
world”.—Ellen G. White, Selected Messages,* Book 1, 409.3. (1890).
(“Adalah Kristus yang berbicara melalui
Melkisedek, imam dari Allah yang Mahatinggi. Melisedek bukanlah Kristus, tetapi
dia adalah suara Tuhan di dunia, wakil dari Bapa. Dan sepanjang generasi di
masa lampau, Kristus telah berbicara; Kristus telah memimpin umat-Nya, dan
telah menjadi terang dunia.”)
24.SELASA: SEORANG IMAM YANG EFEKTIF (An
Effective Priest).
Itu hanya
sebuah simbol yang menunjuk ke depan kepada kematian Yesus di masa yang akan
datang. Dan hal terpenting yang diajarkan dari kurban2 hewan itu adalah bahwa
dosa membawa kematian.
25. Jadi,
bagaimana pengorbanan Kristus membuat orang “sempurna”/perfect—dewasa/mature?
Kehidupan dan kematian Yesus, memberi kita
pilihan:
(1) Kita dapat
memilih untuk mengikuti teladan-Nya sejauh mungkin, membiarkan Dia bekerja
dalam hidup kita dan kita akan hidup selamanya; atau
(2) Kita dapat
memilih cara egois kita dan mati seperti kematian-Nya, terpisah dari Allah
selamanya karena kita tidak memiliki keilahian untuk membangkitkan diri kita
sendiri.
26. Pikirkan
semua korban binatang yang dipersembahkan dalam Perjanjian Lama. Daud sendiri,
pada satu kesempatan, mengorbankan ribuan hewan. Hewan kurban menunjuk ke
depan, dan juga menunjuk ke belakang. Semua itu mengajarkan kepada kita bahwa
dosa menyebabkan kematian, bahkan kematian suatu korban yang tidak bersalah.
Jadi, apa
perbedaan utama antara semua hewan kurban itu dan kurban Yesus?
27. Kehidupan
dan kematian Yesus menunjukkan kepada alam semesta kepalsuan tuduhan dan
pertanyaan Setan tentang Allah.
Pengorbanan hewan berfungsi untuk
mengingatkan orang bahwa dosa membawa kematian; tetapi, itu juga menunjuk ke
depan kepada kematian Yesus. Kematian yang Yesus alami adalah kematian kedua
yang diakibatkan oleh dosa. (Roma 6:23; Kejadian 2:17) Tidak ada korban binatang yang dapat memenuhi
persyaratan2 itu.
28. Jadi, Yesus
dipersembahkan sebagai suatu Kurban yang lebih baik; dan Dia akan hidup
selamanya untuk mengajar para pengikut-Nya implikasi2 dari kehidupan dan kematian
itu.
Kita tidak perlu terus mempersembahkan
korban2 yang tidak berguna.
>> Imam adalah mediator antara Tuhan
dan manusia. Ibrani mengatakan, bahwa Imamat Lewi tidak dapat memberikan akses
yang lengkap dan pasti kepada Tuhan karena mereka tidak dapat memberikan
kesempurnaan (Ibr.7:11,18,19). Mereka
sendiri tidak sempurna; jadi bagaimana mereka bisa memberikan kesempurnaan
kepada orang lain?. Fungsi para imamat
Lewi dan pengorbanan bersifat sementara dan ilustratif.
29.Ibrani 7:12
menjelaskan bahwa perubahan keimamatan membuat perlu adanya perubahan dalam
hukum. Mengapa?. Karena ada hukum yang
sangat ketat yang melarang seseorang yang bukan dari garis keturunan Lewi untuk
melayani sebagai imam (Bil.3: 10; 16:39,40).
Ibrani 7:13,14 menjelaskan bahwa Yesus berasal dari garis keturunan
Yehuda, dan karenanya hukum ini melarang Dia menjadi seorang imam.
30.
Jadi Paulus berpendapat bahwa pengangkatan Yesus sebagai imam berarti
Tuhan telah mengubah HUKUM KEIMAMATAN (Ingat,…bukan Hukum moral). Kedatangan Yesus juga menyiratkan perubahan
dalam hukum korban. Orang2 berdosa
diharuskan membawa berbagai jenis korban untuk mendapatkan penebusan (Imamat
1-7), tetapi sekarang setelah Yesus datang dan mempersembahkan korban yang
sempurna, hukum korban binatang juga telah dikesampingkan (Ibr.10:17,18)
sebagai hasil dari perjanjian baru dan wahyu yang lebih lengkap dari rencana
keselamatan.
31.RABU: SEORANG
IMAM KEKAL (An Eternal Priest.)
Atas
dasar apa Yesus menjadi Imam?
Ibrani 7:16 “yang menjadi imam bukan
berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa,”.
Yesus
menerima keimamatan atas dasar yang tidak dapat dihancurkan dan karena Dia
memegang pelayanan yang kekal.
Itu berarti bahwa pelayanan Yesus tidak akan
pernah melampaui atau mengungguli/dikalahkan(never be surpassed or outclassed).
Yesus menyelamatkan sepenuhnya, kekal,
“dengan sempurna”/”to the uttermost”(Ibr.7:25). Keselamatan yang disediakan
Yesus adalah total dan final.
32. Sebagai satu dengan Allah dan dengan manusia, Dia
mewakili kita di hadapan Allah. Bapa
menetapkan Yesus sebagai jaminan bagi
kita (as a guarantee to us) bahwa Dia tidak akan mengingkari janji-janji-Nya.
Begitulah kepastian kita dapat memperoleh keselamatan yang telah diberikan
kepada kita di dalam Yesus.
33.KAMIS:
SEORANG IMAM TANPA DOSA (A Sinless Priest).
Sekarang mari kita lihat lima karakteristik
Yesus yang disebutkan secara khusus dalam Ibrani 7:26.
“Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita
perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari
orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga,”
Yesus adalah kudus dan Ibrani 2:18 mengatakan
bahwa sekarang Dia "dapat membantu mereka yang dicobai, karena dia sendiri
dicobai dan menderita." (GNB*)
34. Apakah itu
berarti Allah Bapa atau Allah Roh Kudus tidak dapat menolong kita? Atau,
setidaknya tidak dapat membantu kita sebanyak itu karena Mereka tidak pernah dicobai?
Itu akan membagi Keallahan tanpa memiliki suatu dasar untuk melakukan demikian!
Ibrani
4:15 menunjukkan bahwa karena Dia adalah Imam kita, Dia dapat merasakan simpati
atas kelemahan kita. Apakah itu berarti bahwa hanya Yesus Kristus yang
benar-benar dapat bersimpati dengan kita dalam kelemahan kita? Bapa tidak bisa?
Dan Roh Kudus tidak bisa? (Lihat Roma 8:26-35.)
35. Yesus tidak
tercemar. Dia tetap murni tanpa kesalahan sepanjang hidup-Nya di bumi ini. Itu
menjadikan-Nya Kurban yang sempurna.(The perfect sacrifice).
Jika Yesus berdosa , Dia tidak akan dapat
sepenuhnya dan selengkapnya mewakili Allah di hadapan alam semesta yang
memandang dan di hadapan kita.
Pernyataan Setan—bahwa tidak mungkin ada
manusia yang hidup di bumi ini tanpa berbuat dosa—akan terbukti benar. 36.Apakah
itu berarti bahwa Allah harus menyerah kepada Setan dalam kontroversi besar?
Yesus “terpisah dari orang-orang berdosa.”
Ini benar karena jenis kehidupan yang Dia telah hidupkan/jalani; tetapi, itu
terutama benar ketika Dia naik ke surga. Dengan demikian, Yesus ditinggikan di
atas langit. (Thus, Jesus was
exalted above the heavens.)
Meskipun Dia sepenuhnya manusia, Dia bukan manusia
yang berdosa.
Namun, karena Dia sepenuhnya manusia, Dia
bisa menjadi Teladan sempurna kita. “Kalau begitu, apakah janji kekudusan-Nya
yang diberikan kepada kita oleh iman membantu menjamin keselamatan kita?”
37.JUMAT:
It was Satan’s purpose to bring about an
eternal separation between God and man; but in Christ we become more closely
united to God than if we had never fallen. In taking our nature, the Saviour
has bound Himself to humanity by a tie that is never to be broken.... This is
the pledge that God will fulfill His word.
In Christ the
family of earth and the family of heaven are bound together. Christ glorified
is our brother. Heaven is enshrined in humanity, and humanity is enfolded in
the bosom of Infinite Love.—Ellen G. White, The Desire of Ages* 25.3-26.
“Adalah maksud setan untuk mengadakan
perpisahan yang kekal antara Allah dan manusia; akan tetapi dalam Kristus, kita
dihubungkan lebih rapat lagi dengan Allah daripada sekiranya kita tidak pernah
jatuh/berdosa. Dalam mengambil sifat2 kita, Juruselamat telah mengikatkan
diri-Nya kepada manusia dengan ikatan kasih yang tidak akan pernah putus.
Inilah ikrar
yang menunjukkan bahwa Allah pasti akan menepati firman-Nya. Dalam Kristus
keluarga yang di bumi dan yang di surga dipersatukan. Kristus yang
dipermuliakan itu adalah saudara kita. Surga diabadikan dalam manusia, dan
manusia dirangkul mesra dalam dada Kasih yang Tidak Terbatas/Terduga.
Komentar
Posting Komentar