YESUS JANGKAR JIWA (PASSD7T1-22)
(Jesus, The Anchor of the Soul)
1. Dalam pelajaran kita minggu ini,
Paulus telah berbicara tentang pelayanan imam besar Yesus Kristus. Dia telah
memperkenalkan topik Melkisedek; tapi, kemudian, dia mengambil jeda/bab
selingan (he took an interlude)
Ibrani 5:11-6:20: Paulus memasukkan disini tentang suatu peringatan
yang keras tentang bahayanya murtad dari Kristus (the danger of falling
away from Christ).
6:1-20---ay.4 “Sebab mereka yang
pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah
mendapat bagian dalam Roh Kudus.ay.5 “dan yang mengecap firman yang baik dari
Allah dan karunia2 dunia yang akan
datang, ay.6.namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi
sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak
Allah bagi diri mereka dan menghina di muka umum.”
2. Seperti yang telah kita bahas, Paulus
tidak memberikan banyak informasi tentang pendengarnya. Namun, dia menulis
bahwa ada banyak hal yang ingin dia katakan; tapi, dia tidak bisa.
Dan kenapa tidak? Para pembaca dan pendengar itu telah tumpul mendengar
(become dull of hearing).
Mereka (para pendengar) memiliki indra spiritual yang tumpul karena
situasi sulit yang mereka hadapi dan membuat mereka tidak bertumbuh dalam
pemahaman tentang Injil.
Bukankah ini bahaya potensial bagi kita semua, menjadi kecil hati karena
pencobaan (because of trials), dan dengan demikian murtad? (falling away).
Paulus disini mengungkapkan kepada para pembacanya untuk beriman serta
meninggikan Yesus yang menjanjikan keselamatan kepada mereka.
Pelajaran kita akan berfokus kepada kata2 dorongan yang kuat yang Yesus
sediakan bagi kita.
MINGGU: MENGECAP FIRMAN YANG
BAIK.(Tasting the Goodness of the Word).
3. Beberapa pendengar Paulus ternyata
benar-benar murtad dari kepercayaan Kristen mereka (backsliding and
apostatizing from their Christian beliefs.)
Situasi ini digambarkan dalam Ibrani 6:4-6. Ay.4 “Sebab mereka yang pernah
di terangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi,
dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus Ay.5 “Dan yang mengecap
firman yang baik dari Allah dan karunia2 dunia yang akan datang, ay.6 namun
yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga
mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan
menghina-Nya di muka umum”. (Baca juga: Ibr.10:26-29).
Paulus berkata bahwa mereka “menghina Roh kasih karunia.” (Insult the
Spirit of grace).
Pernah “diterangi” –berarti mengalami pertobatan
(Ibr.10:31). Merujuk kepada mereka yang telah berbalik dari “kegelapan”/kuasa
Iblis kepada “terang” Allah (Kis.26:17,18.
Ini adalah Tindakan Allah yang dicapai melalui Yesus, “cahaya kemuliaan
Allah”.(Ibr.1:3).
“Pernah mengecap karunia sorgawi” dan “pernah mendapat bagian dalam
Roh Kudus”. Mereka yang telah “mengecap” Roh Kudus telah mengalami “kasih
karunia Allah, yang mencakup kuasa untuk memenuhi kehendak-Nya.
Untuk mengecap “firman yang baik dari Allah” (Ibr.6:5) berarti
mengalami sendiri kebenaran Injil (1 Petr.2:2,3). Karunia dunia yang akan
datang, mengacu pada: kebangkitan, transformasi tabiat kita, dan kehidupan
kekal. Orang2 percaya mulai “mengecapnya”
pada saat ini. Mereka telah mengalami
kebangkitan rohani, pikiran yang diperbarui dan hidup kekal di dalam Kristus.
SENIN: MUSTAHIL (Tidak Mungkin) UNTUK
DIPULIHKAN.
(Impossible to restore)
Ibrani 6:6 “ namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi
sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah
bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.”
“Tidak mungkin” (Greek): Tidak mungkin bagi Tuhan untuk memulihkan
mereka yang telah “murtad”, karena “mereka
menyalibkan lagi Anak Allah” (Ibrani 6:6).
Yang ditekankan Paulus: Tidak ada jalan keselamatan lain kecuali
melalui Kristus (Kisah 4:12).
Inti dari kehidupan Kristen adalah memikul salib dan menyangkal diri
(Mat.16:24)= menyalibkan “dunia” dan “manusia lama” dan “daging dan dengan
segala hawa nafsu keinginannya”.
Tujuan hidup Kristen adalah agar kita mengalami semacam kematian.
Kecuali kita mengalami kematian terhadap diri sendiri ini, kita tidak dapat
menerima kehidupan baru yang Tuhan ingin berikan kepada kita.
Pergumulan antara Yesus dan diri sendiri adalah pergumulan sampai mati
(a struggle to death) Roma 8:7,8; Galatia 5:17). Ini adalah pertempuran sulit yang tidak
dimenangkan sekaligus. (not won at once). Dosa ini mengacu pada orang yang
telah mengalami keselamatan sejati, memutuskan hubungan dengan Yesus. Namun, selama orang tersebut tidak
sepenuhnya memilih untuk berpaling dari Kristus, masih ada harapan keselamatan.
4. Untuk menekankan keyakinan mutlaknya
bahwa keselamatan datang hanya melalui Yesus Kristus, Paulus membandingkan
keselamatan itu dengan persembahan korban dalam Perjanjian Lama. Ibrani 10:1-14: Ay.4 “Sebab tidak mungkin
darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapus dosa. Ay.6.Kepada korban
bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Ay.11 -berulang-ulang
mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan
dosa. Tetapi Ia, setelah mempersembahkan
hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah
kanan Allah.”
SELASA: TIDAK ADA PENGORBANAN UNTUK DOSA
YANG TERSISA (No Sacrifice for sins left).
5. Dia kemudian mengikuti bagian/perikop
itu dengan kata-kata yang dicatat dalam Ibrani 10:26-29 yang kita baca
sebelumnya.
Ibrani 10:26-29: Ay.26 “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah
memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk
menghapus dosa itu. Ay.29.Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan
atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah
perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh Kasih karunia.”
6. Perhatikan bahwa tidak dikatakan
bahwa tidak ada jalan bagi dosa untuk diampuni. Dikatakan bahwa mereka yang
digambarkan/dinyatakan menginjak-injak Anak Allah, mencemarkan darah
perjanjian, dan menghina Roh Kudus (Ibrani 10:29) tidak dapat berharap
untuk diterima oleh Allah ke surga.
>>Paulus menjelaskan bahwa penolakan terhadap pengorbanan Yesus
akan membuat pembaca tidak memiliki sarana untuk pengampunan dosa karena tidak
ada cara lain untuk pengampunan itu selain Yesus (Ibr.10:1-14).
TIGA CARA
penulis menggambarkan DOSA YANG TIDAK ADA PENGAMPUNANNYA.
·
Ungkapan
“menginjak-injak Anak Allah (Ibr.10:29) menggambarkan penolakan terhadap
pemerintahan Yesus. Gelar “Anak Allah” mengingatkan bahwa Allah telah
menempatkan Yesus di sebelah kanan-Nya dan berjanji kepada-Nya untuk menjadikan
musuh-Nya sebagai “tumpuan” bagi kaki-Nya (Ibr.1:13). Menginjak-injak Yesus menyiratkan bahwa orang
murtad telah memperlakukan Yesus sebagai musuh.>>Inilah yang dilakukan oleh
Lucifer di surga dan oleh manusia durhaka di masa depan.
·
Ungkapan
“menganggap najis darah perjanjian” merujuk pada penolakan pengorbanan Yesus
(Ibr.9:15-22). Menyiratkan bahwa darah Yesus tidak memiliki kuasa penyucian.
·
Ungkapan
“menghina Roh Kasih karunia”—Greek: enybrisas (“mencerca”,
“menghina”)—melibatkan manifestasi keangkuhan, yang mengacu pada “penghinaan”
atau “kesombongan”. Ini menyiratkan
bahwa orang murtad telah menanggapi tawaran kasih karunia Allah dengan
penghinaan.
>>Jadi
orang murtad berada dalam posisi yang tidak bisa dipertahankan. Dia menolak
Yesus, pengorbanan-Nya, dan Roh Kudus.
RABU: HAL-HAL YANG LEBIH BAIK (Better
Things)
7.
Tetapi, setelah semua kata-kata keras itu, Paulus berbicara tentang hal-hal
yang lebih baik. Ia menggunakan perumpamaan tentang tanah tandus yang
menerima hujan dan sinar matahari dan kemudian menghasilkan buah yang baik.
8. Ibrani 6:9-12 menjelaskan apa yang
dimaksud Paulus.
(Daftar hal-hal baik yang telah dilakukan dan terus dilakukan para pembaca)
Dalam ayat ini dikatakan bahwa: Orang2 percaya menunjukkan kasih mereka
terhadap “nama” Allah, yaitu kepada Allah sendiri, melalui pelayanan mereka
kepada orang2 kudus, melakukan Tindakan kasih terhadap sesame manusia –terutama
mereka yang kurang beruntung. Karena
itu, Paulus menasihati orang percaya untuk tidak “lupa” melakukan
yang baik (Ibr.13:2,16)
Mereka harus mengekspresikan iman mereka dalam Tindakan kasih. Dalam Wahyu 14:12, iman, kesabaran, dan
ketaatan adalah karakteristik orang2 kudus di zaman akhir.
9. Iman, seperti yang dikatakan Yakobus
dan Paulus, adalah hidup dan aktif bila dijalankan/dilatih (exercised) terhadap
orang lain. Iman didalam Allah akan
diungkapkan/di ekspresikan dengan tindakan kasih terhadap sesama manusia.
10. Paulus telah menjelaskan apa yang
dia yakini sebagai kurangnya iman oleh orang Israel yang melakukan perjalanan
di padang gurun seperti yang tercatat dalam kitab Bilangan. (Perhatikan bahwa
kitab Bilangan telah disebut sebagai kitab “Pemberontakan/Rebellion.”)
Sebaliknya, ia berbicara tentang Abraham (Ibrani 6:13-15) sebagai teladan iman
yang agung dalam Perjanjian Lama. Dia melanjutkan untuk menjelaskan dalam
Ibrani 11 daftar yang sangat menarik dari mereka yang menjalankan iman dan
mencapai klimaks dengan Ibrani 12:1-4, teladan Yesus
sendiri.
11. Rasul Yohanes telah mengingatkan
kita dalam Wahyu 14:12 bahwa ini membutuhkan ketekunan pada pihak umat Allah,
mereka yang menaati perintah-perintah Allah dan setia kepada Yesus.
12. Apakah ada saat-saat kita perlu
berbicara menentang rekan-rekan seiman kita ketika mereka kurang beriman
atau salah menggambarkan Allah/misrepresenting God?
KAMIS: YESUS, JANGKAR JIWA
(Jesus, The Anchor of the soul)
13. Dalam Ibrani 6:17-20, Paulus
berbicara tentang bagaimana Allah memastikan bahwa kita menerima tawaran-Nya.
Ibrani
6:17-20 (ayat hafalan): “Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak
menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya
dengan sumpah, supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana
Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan
yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.
Bagaimana Allah menjamin janji-Nya kepada/untuk kita?.
Dengan beberapa cara:
1. Allah menjamin
janji-Nya dengan sumpah (Ibr.6:17). Didalam Alkitab, kita melihat bahwa sumpah
Allah tidak dapat dibatalkan (Rm.9:4; 11:28,29).
2. Tuhan telah
menjamin janji-Nya kepada kita dengan tindakan menempatkan Yesus di sebelah
kanan-Nya. Kenaikan Yesus bertujuan
untuk menguatkan janji yang dibuat kepada orang2 percaya karena Yesus naik
sebagai “PERINTIS bagi kita” (Ibr.6:20). Jadi kenaikan mengungkapkan kepada
kita kepastian keselamatan Tuhan bagi kita. Kehadiran Yesus di hadapan Bapa
adalah “sauh jiwa”(Ibr.6:19) yang telah di ikat ke takhta Allah.
14.
Paulus ingin agar kita memahami dengan sangat jelas bahwa Injil tidak hanya
untuk orang Yahudi atau keturunan Abraham tetapi juga untuk siapa saja yang
memiliki iman. (Galatia 3:28-29) Seperti yang dijelaskan Paulus, janji itu
harus digenapi melalui Yesus Kristus sendiri.
15. Allah juga
telah menjamin janji-Nya kepada kita dengan menerima Yesus kembali ke surga dan
mendudukkan Dia di sebelah kanan yang berkuasa. Fakta bahwa Yesus dapat naik ke
surga setelah hidup sebagai manusia membuktikan bahwa persembahan keselamatan
terbuka bagi kita semua.
JUMAT:
16. Kita tidak boleh meremehkan masalah2/issues dan tantangan2 dalam
kontroversi besar (the GC). Bahkan pada
tingkat pribadi, mengorbankan diri, memikul salib, dan mengikuti Yesus Kristus
tidak akan pernah mudah. Setan akan melakukan segala yang dia bisa lakukan untuk
mengalahkan siapa pun yang mencoba melakukan itu.
“Peperangan melawan diri sendiri adalah peperangan terbesar yang pernah
berlangsung. Penyerahan diri sendiri,
memasrahkan sepenuhnya kepada kehendak Allah, memerlukan satu pergumulan,
tetapi jiwa itu harus lebih dulu diserahkan kepada Allah barulah dapat dibarui
di dalam kesucian”. E.G. White, Kebahagiaan Sejati, hlm.48.
“Yohanes ingin jadi seperti Yesus, di bawah pengaruh yang mengubahkan
dari kasih Kristus menjadi lemah lembut dan rendah hati. Disi sendiri
disembunyikan di dalam Yesus. Melebihi segala sahabat2nya, Yohanes menyerahkan
dirinya kepada kuasa kehidupan yang ajaib itu…
“Adalah kasih yang mendalam dari Yohanes bagi Kristus yang memimpin dia
selamanya mengingini untuk dekan selalu pada sisi-Nya. Juruselamat mengasihi
kedua belas murid itu, tetapi hati Yohanes adalah roh yang paling menerima/the
most receptive spirit.
Ia lebih muda dari yang lain, dan dengan lebih daripada kepercayaan
seorang anak ia membuka hatinya kepada Yesus. Dengan demikian ia lebih
bersimpati dengan Kristus, dan melalui dia pengajaran rohani yang paling dalam
dari Juruselamat disampaikan kepada orang banyak.
“Keindahan kesucian yang telah mengubahkan dia bersinar dengan cahaya
seperti Kristus dari wajahnya. Dalam penyembahan dan kasih ia memandang
Juruselamat sampai keserupaan dengan Kristus dan persekutuan dengan Dia menjadi
cita-cita yang satu-satunya, dan dalam tabiatnya dipantulkan tabiat Tuhannya.-
Ellen G.White, Alfa dan Omega,jld.7,hlm.459,460.
17. Yudas memiliki beberapa sifat
penting yang dapat membantu pekerjaan Allah; namun, ia membiarkan keserakahan
dan kecemburuannya pada Yesus menguasai semua niat2 baiknya.
Menurut Anda mengapa perlu penyerahan
total seperti itu untuk melayani Allah?
18. Dari pelajaran kita minggu ini, kita
dapat menyimpulkan bahwa, pada suatu waktu, para anggota kelompok yang
dibicarakan Paulus ini memiliki pengalaman yang baik dengan Allah. Mereka
tampaknya telah tercerahkan; mereka telah mencicipi karunia surgawi; mereka
telah berbagi dalam Roh Kudus; mereka telah merasakan kebaikan Firman Allah dan
kuasa zaman yang akan datang. (NRSV)
Tapi, kemudian, reaksi muncul. Beberapa dari mereka murtad.
19. Ibrani 6:4-6 dan 10:26-29
telah disalahpahami selama berabad-abad. Banyak orang berpikir bahwa sekali
seseorang berpaling dari menjadi seorang Kristen, dia tidak akan pernah bisa
kembali.
20. Yang cukup menarik, sebagai akibat
dari pemikiran tersebut, beberapa orang telah menunda pembaptisan mereka sampai
sebelum mereka berpikir bahwa mereka akan mati sehingga tidak ada
kemungkinan untuk murtad!
21. Pengalaman Petrus di ruang atas dan
di pengadilan Yesus memberi kita contoh yang baik tentang bagaimana Allah
memilih untuk bekerja dengan anak-anak-Nya yang setia.
Matius 26:69-75 (Baca pengalaman Petrus—ayat 75).
22. Setelah Paulus menggambarkan
pengalaman Kristen awal dari orang-orang yang dituju, beberapa dari mereka
telah jatuh/had fallen away. Apa yang dimaksud dengan gugur? Apakah Anda tahu
siapa saja yang telah jatuh? Bagaimana kita bisa menghindari/avoid-- hal itu
terjadi pada kita?
23. Bagaimana Anda menanggapi seseorang
yang mendekati Anda dan membaca salah satu bagian ini dan menyatakan bahwa
tidak mungkin bagi seseorang yang telah meninggalkan gereja untuk kembali? Apa
yang dapat kita lakukan sebagai individu2 dan sebagai sebuah gereja untuk
mendorong/memberi semangat mereka yang telah tergoda untuk pergi? Dan apa yang
dapat kita lakukan untuk meyakinkan mereka yang telah pergi untuk kembali?
Dengan sikap pertobatan yang rendah hati, seperti Petrus, pengampunan
selalu dimungkinkan. Pengantara Kristus Yesus bersedia membarui kita
pada pertobatan.
Ibrani 10:26-29 –dimulai dengan dosa degil, angkuh dan disengaja.
(Ibrani 10:26 “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh
pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu”).
Ketekunan dalam dosa saat ini, terus menerus, dan disengaja—ini yang
menghilangkan pengampunan siapa pun.
Pengalaman Petrus: Sementara dia menyangkal Kristus tiga kali, Petrus
tiba2 teringat apa yang Kristus nubuatkan tentang dia, “dan dia keluar dan
menangis dengan sedihnya” (Mts.26:75).
Dukacita ini adalah sikap yang sama sekali berbeda dari sikap orang2
yang murtad dalam Ibrani 6, yang menyalibkan Anak Allah dan secara terbuka
mempermalukan Dia. 1 Yoh.2:1—kita
mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.”
Komentar
Posting Komentar