YESUS MEMBUKA JALAN MELALUI TABIR (PASSD10T1-2022)
(Jesus Opens the Way Trough the Veil)
Nast:
“Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang
hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga
sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita”.
(Ibrani 9:24).
1. Adalah sulit bagi kita bahkan untuk
membayangkan pasang surut emosi yang dialami oleh para murid dan pengikut Yesus
lainnya antara saat mereka tiba di Yerusalem untuk Paskah terakhir bersama-Nya
dan 47 hari kemudian ketika mereka berjalan bersama Yesus menyeberangi Bukit
Zaitun itu dan menyaksikan-Nya naik saat para malaikat berkata bahwa Dia akan
kembali.
2. Jika Anda telah menghabiskan waktu
bertahun-tahun dengan Dia, bagaimana perasaan Anda jika Anda tahu bahwa seorang
Sahabat pribadi yang dekat sekarang duduk di sebelah kanan Allah di surga?
3. Setiap kali mereka berdoa, apakah
mereka membayangkan Yesus duduk di sebelah kanan Allah? Lebih dari itu, Yesus
telah membuat beberapa janji2 spektakuler kepada mereka.
Yohanes 14:13-14:”dan apa juga yang kamu
minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam
Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan
melakukannya.”
4. Apakah “jasa kebenaran-Nya/The merits
of His righteousness”? Katolik Roma mengajarkan bahwa orang mengumpulkan jasa
dengan melakukan perbuatan baik.
Yesus adalah Contoh utama dari hal itu. Jadi, mereka mengajarkan bahwa
Dia dapat membagikan jasa-jasa-Nya dengan orang-orang berdosa untuk membantu
membayar hutang yang disebabkan oleh dosa-dosa mereka.
Bagaimana hal itu berhubungan dengan fakta bahwa Kristus telah
mengalahkan Iblis dengan menjawab pertanyaan-pertanyaannya di hadapan alam
semesta dan menyangkal penafsirannya yang salah tentang Allah?
MINGGU: YESUS DI HADAPAN BAPA
Ibrani
9:24 (ayat hafalan)—Apakah tujuan kenaikan Yesus ke surga?.
Pelajaran ini berfokus pada perubahan2(changes) yang terjadi setelah
kenaikan Kristus ke surga.
Kenaikan Yesus ke surga adalah inti dari teologi Ibrani. Itu menandai
awal pemerintahan Yesus dan awal pelayanan Imam Besar-Nya atas nama kita.
Merupakan hak istimewa kita sekarang untuk mendekati Allah dengan
percaya diri melalui Yesus dan jasa kebenaran-Nya.
Ibrani 9:24: “Sebab Kristus tidak masuk..(ayat hafalan).
Yohanes 16:25-27.
Tuhan menginstruksikan Israel bahwa laki2 mereka harus pergi 3x setiap
tahun ke Yerusalem untuk “menghadap Tuhan” dengan persembahan. Waktu yang
ditentukan adalah hari Raya Paskah (Roti Tidak Beragi), Hari Raya Tujuh
Minggu (Pentakosta), dan Hari Raya Pondok Daun (Kel.23:14-17, Ul.16:16).
Paskah merayakan pembebasan Israel dari Mesir.
Pentakosta merayakan panen jelai dan, pada saat Perjanjian Baru, itu
dikaitkan dengan pemberian hukum di Sinai.
Hari Raya Pondok Daun merayakan kepedulian Tuhan bagi Israel selama
persinggahan mereka di padang gurun.
Menurut
Perjanjian Baru, semua hari raya Perjanjian Lama juga memiliki makna nubuatan.―
Ibrani 9:24 (ayat hafalan)—menggambarkan kenaikan Yesus ke hadirat
Bapa. Ia telah tiba di tempat kudus surgawi, “yang sebenarnya/the true one”
untuk “menghadap” Allah/in order to”appear” before God-- dengan pengorbanan
yang lebih baik (Ibr.9:23,24)—darah-Nya sendiri.
Yesus telah menggenapi makna nubuatan hari raya pengembaraan/ziarah
dengan ketepatan yang luar biasa.
Dia telah mati pada hari persiapan Paskah pada jam ke 9, saat dimana
domba2 Paskah dikorbankan (Yoh.19:14,Mat.27:45-50).
Yesus dibangkitkan pada hari ke 3 dan naek ke surga untuk menerima
kepastian bahwa pengorbanan-Nya telah diterima (Yoh.20:17, 1 Kor.15:20), ketika
imam harus melambaikan berkas gandum yang matang sebagai buah sulung
(Im.23:10-12).
Kemudian, Dia naik 40 hari kemudian untuk duduk di sebelah kanan Allah
dan meresmikan perjanjian baru pada Hari Pentakosta (Kisah 1, 2).
Tujuan perjalanan keagamaan bgs.Israel ke Yerusalem:
Tujuan pengembaraan di Israel kuno adalah untuk “melihat wajah Allah”
(Maz.42:3.)
Ini dimaksudkan untuk mengalami perkenanan Tuhan (Maz.17:15). Demikian
pula ungkapan Ibrani untuk “mencari wajah Allah” berarti meminta bantuan Tuhan
(2 Taw 7:14, Maz.27:8, Maz.105:4). Ini adalah tentang kenaikan Yesus.
5. Apa yang akan menjadi pengalaman yang
setara di zaman kita?
Yesus naik ke surga juga sebagai perintis
kita menuju hadirat Allah (Ibr.6:19,20).”menjadi Imam Besar sampai
selama-lamanya”
SENIN: UNDANGAN TUHAN (God’s Invitation):
Apa
pengalaman Israel di Gunung Sinai?
6. Sulit bagi kita bahkan untuk membayangkan
pengalaman anak-anak Israel yang hidup melalui tulah-tulah di Mesir, melakukan
perjalanan melalui Laut Merah, tiba di Gunung Sinai, dan kemudian mengalami
pencerahan di Gunung Sinai.
Apakah mereka mengira/berpikir mukjizat2 itu untuk menyelamatkan mereka
dari "Firaun" dan melestarikannya di gurun itu biasa saja?
Perhatikan apa yang Paulus katakan tentang pengalaman Israel di Gunung Sinai. Ibrani 12:18-21:
Ketika Tuhan memanggil Israel dari Mesir, rencana-Nya
adalah menciptakan hubungan pribadi dan dekat/intimate relationship dengan
mereka.
Jadi melalui Musa Allah telah memberikan instruksi2 yang perlu untuk
mempersiapkan umat itu bertemua dengan Dia.
Umat itu perlu terlebih dahulu menguduskan mereka sendiri.(Kel.19:10-15).
Mereka yang naek ke kaki gunung itu tanpa persiapan akan mati.
Tapi, Ketika saatnya tiba, mereka kurang percaya. Bertahun-tahun kemudian Musa menjelaskan
:”kamu takut kepada api dan kamu tidak naik ke gunung” (Ul/5:5). Sebaliknya, mereka meminta Musa menjadi
perantara (mediator) mereka (Ul.5:25-27).
Jadi, Ketika Tuhan ingin Israel datang kepada-Nya, umat2 itu menjadi
takut dan meminta Musa menjadi perantara mereka.
7.
Perhatikan bahwa ini adalah pertama kalinya seorang mediator disebutkan dalam
Alkitab; dan umat-itulah yang telah meminta seorang perantara/mediator, bukan Allah.
Komentar:
Karena Yesus, seharusnya kita tidak perlu takut untuk mendekat kepada
Tuhan yang kudus. Namun, apa persyaratan2 agar kita dapat mendekat?.
SELASA: PERLUNYA TABIR (The need of
veil)
8. Ada tiga tirai yang melayani
berbagai fungsi di tabernakel kuno di padang gurun. Yang pertama adalah
pada pembukaan halaman. Yang berikutnya melindungi pintu masuk ke tempat suci.
Yang terakhir memisahkan tempat suci dari tempat paling/maha suci.
Tirai ini seharusnya untuk melindungi umat itu, dan terutama para imam.
Kita tahu kisah putra Harun, Nadab dan Abihu, yang pergi ke bait suci tampaknya
di bawah pengaruh alkohol dan mungkin benar-benar mencoba masuk ke tempat yang
Mahasuci.
Perhatikan peringatan ini dalam Imamat 16:1-2: “Sesudah
kedua anak Harun itu, yang terjadi pada waktu mereka mendekat kepada Tuhan,
berfirmanlah Tuhan kepada Musa. Firman Tuhan kepadanya:”Katakanlah kepada
kakakmu Harun, kakakmu, supaya ia jangan sembarang waktu masuk kedalam tempat
kudus di belakang tabir, ke depan tutup pendamaian yang di atas tabut, supaya
jangan ia mati; karena Aku menampakkan diri dalam awan di atas tutup
pendamaian.
Tabir2/veils memiliki fungsi ganda. Ibr: Katepasma =
merujuk Tirai pintu gerbang pelatanan bait suci/ screen of the court
(Kel.38:18), layar di pintu masuk ruang luar tempat kudus(Kel.36:37), atau
tabir bagian dalam yang memisahkan Tempat kudus dari Tempat Mahakudus
(Kel.26:31-35).
Ketiga tabir ini adalah pintu masuk dan batas2 (entrances &
boundaries) yang hanya bisa dilintasi oleh beberapa orang/that only some
people could cross.
Tabir itu adalah sebuah perlindungan bagi para imam saat
mereka melayani di hadapan Allah yang suci.
Setelah dosa anak lembu emas, Allah telah berkata kepada Musa bahwa Ia
tidak akan menyertai/menemani mereka dalam perjalanan ke Tanah Perjanjian agar
Ia tidak melenyapkan mereka karena mereka adalah “bangsa yang tegar
tengkuk”(Kel.33:3). Jadi, Musa telah
memindahkan kemah pertemuan dan
mendirikannya jauh, di luar perkemahan (Kel.33:7).
Namun, setelah Musa menjadi perantara, Allah setuju untuk pergi bersama
mereka di tengah-tengah mereka (Kel.33:12-20), tetapi Dia menetapkan beberapa tindakan
(measures) untuk melindungi umat itu saat
Dia tinggal di antara mereka.
Misalnya Israel berkemah dalam susunan/urutan yang ketat yang telah
menciptakan sebuah kotak(bujur sangkar) berlubang di tengah tempat bait suci
didirikan.
Sebagai tambahan, Orang Lewi berkemah di sekitar kemah suci untuk
melindungi tempat kudus dan perabotannya dari gangguan orang2 asing/strangers
(Bil.1:51,53. Bil.3:10).
Yesus, sebagai Imam kita, juga telah menjadi tabir kita. Melalui penjelmaan-Nya, Allah telah
mendirikan kemah-Nya di tengah-tengah kita, memungkinkan Allah tinggal
ditengah-tengah orang yang tidak sempurna. (Yoh.1:14-18)
19.
9. Sekarang Yesus telah menyelesaikan
pelayanan-Nya di bumi ini dan naik ke surga, Dia telah mengundang kita untuk
mengikuti Dia ke tempat yang Maha suci di bait suci di surga.
(Ibrani 10:19-22:)
RABU: JALAN BARU DAN HIDUP BARU MELALUI
TABIR.
10. Karena Yesus telah memasuki tempat
paling suci di surga untuk melayani sebagai Imam Besar kita, janganlah kita
lupa bahwa Keluaran 19:4-6 dan 1 Petrus 2:9 dengan jelas mengatakan bahwa kita
harus melayani Allah sebagai imam.
11. Kenaikan Yesus ke takhta Allah
memulai era baru bagi umat Allah di hari penebusan anti-tipikal.
Apa yang Yesus lakukan di surga sekarang?
Lihat Zakharia 3:1-5-à>yang menyebutkan bahwa Iblis
berada dihadapan Tuhan untuk menuduh umat Tuhan, yang diwakili oleh imam besar
Yosua.
Penuduh ini juga mengajukan pertanyaan tentang kesetiaan Ayub kepada
Tuhan (Ayub 1,2).
Dengan pengorbanan Yesus, Iblis telah diusir dari surga (Wahyu 12:7-12).
Sekarang, Yesuslah yang menjadi perantara bagi kita dan melalui
pengorbanan dan kesetiaan-Nya menuntut keselamatan bagi kita!.
KAMIS: MEREKA AKAN MELIHAT WAJAH-NYA
(They will see His Face).
12. Bagaimana rasanya mendengar Setan,
yang menjelaskan di hadapan seluruh alam semesta semua dosa Anda dan mengapa
Anda tidak boleh masuk surga! Bisakah Anda bayangkan?
Dikatakan bahwa orang percaya “sudah datang ke Gunung Sion, Yerusalem
surgawi, melalui iman.
Jadi, Yerusalem surgawi adalah milik
dari hal-hal yang diharapkan dant idak terlihat, tetapi tetap meyakinkan kita
melalui iman (Ibrani 11:1 – definisi iman.)
Kita juga telah sampai di Gunung Sion, dihadapan Allah, melalui wakil
kita Yesus (Ef.2:5,6; Kol.3:1). Kenaikan
Yesus bukanlah masalah iman, tetapi masalah tindakan/fakta.
13. Fakta bahwa Yesus, yang telah mengadopsi
kodrat manusia selamanya, telah naik untuk duduk di atas takhta Allah, memberi
tahu kita bahwa adalah mungkin bagi manusia untuk diangkat ke surga. Ini dibuat
sangat jelas di beberapa tempat dalam kitab Wahyu. (Wahyu 7:15-17, 21:1-4, 22:1-5).
14. Apakah Anda merasa nyaman dengan
gagasan bahwa melalui doa, kita dapat mendekati Allah secara langsung?
Atau, apakah Anda merasa lebih nyaman berdoa dalam nama Yesus? (Ibrani 12:22-23)
Komentar
Posting Komentar