YESUS, PENDIRI DAN PENYEMPURNA IMAN KITA (PASSD11T1-2022)


(Yesus, Author and Perfector of our Faith).

 

Nast: “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah”. (Ibrani 12:2).

  *mata yang tertuju kp.Yesus = untuk kasih karunia & kekuatan mengatasi setiap kesulitan dan untuk bertekun sampai akhir.

    *Seperti Petrus--ketika dia mencoba berjalan diatas ombak Galilea yang dihempaskan angin.(Mat.14:24-32),adalah berbahaya untuk mengalihkan pandangan dari Juruselamat, bahkan untuk sesaat.

   Untuk menjaga mata iman tetap tertuju pada Yesus adalah untuk mempertahankan kontak terputus dengan Dia yang merupakan sumber kekuatan. Dia yang bisa menguatkan kita untuk bertahan dan menang.

   Author--Gr:Archegos = leader,originator, founder, pioneer. Dia yang memanggil manusia yang jatuh kedalam kegelapan dosa, masuk kedalam terang Injil  yang ajaib.

   Penyempurna iman: --Pekerjaan pembenaran/justification hanyalah permulaan  dari pengalaman Kristen.

   Kita tidak hanya harus meletakkan "dasar pertobatan dari pekerjaan yang mati" tetapi juga "terus berjalan menuju kesempurnaan"(6:1).

Kita harus "bertumbuh dalam kasih karunia, dan dalam pengenalan akan Tuhan kita Jesus Kristus (2 Petrus 3:18).  Ini adalah sebagai hasil dari pekerjaan berdiamnya Kristus(Galatia 2:20) sebagai "penyempurna" iman.  This is the work of sanctification.(see on Matt.5:48).

 

1.Pelajaran ini adalah sebuah pembahasan tentang Iman.  Apa itu iman dan bagaimana itu diperoleh melalui contoh2 teladan Yesus “pendiri dan penyempurna iman kita.

  Ibrani 11 dan 12  mungkin adalah merupakan pasal2 yang paling di sukai dari kitab ini. Pasal2 ini menggambarkan bahwa kehidupan Kristen adalah sebagai sebuah perlombaan dimana semua kita semua berpartisipasi dan bahwa semua yang tetap setia akan menerima upah(reward).

   Kitab Ibrani 11 dan 12) menggambarkan drama penebusan, sebagai sebuah perlombaan di mana orang-orang beriman dari masa lalu bertahan, meskipun menderita, tetapi belum menerima upah.

   Yesus adalah inspirasi sekaligus teladan utama tentang bagaimana perlombaan itu dijalani.

   Dia adalah perintis (forerunner) yang membuka jalan bagi kita (Ibr.6:19,20; Ibr.10:19-23).

2.Apakah iman itu?. Ibrani 11:1 –Iman adalah keyakinan pada janji Allah, bahkan jika kita belum dapat melihatnya.

   Jadi kita akan mempelajari: Apa itu iman dan bagaimanakah itu diperoleh melalui contoh2 teladan Yesus “pendiri dan penyempurna iman kita”. (the author, the founder, forerunner/perintis).

3. Iman, adalah apa yang menggerakkan kita lebih dekat kepada Allah; dosalah yang menjauhkan kita dari Allah. Iman dan dosa adalah bertentangan satu sama lain.

   Jadi, dalam pelajaran ini kita memeriksa beberapa contoh iman yang besar dan mengejutkan, yang diakhiri dengan Teladan terbesar dari Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus.

 

 MINGGU: ORANG BENAR AKAN HIDUP OLEH IMAN

(The righteous will live by faith).

4. Jadi, apa artinya hidup oleh iman?.

   Ibrani 10:35-39 –“Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. “Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya. Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang2 yang percaya dan yang beroleh hidup.”

    (Instead, we have faith and are saved.―Good News Bible)

5. Salah satu sifat penting dari iman adalah ketekunan/endurance. Ini adalah karakteristik umat Allah pada akhir zaman.

   Mereka yang memiliki iman/keyakinan, bersedia untuk menghadapi masa-masa sulit dan situasi sulit pada saat ini karena mereka melihat hasil jangka panjang dan terjamin pada akhirnya; mereka mempercayai Allah yang mereka kenal.

6. Lihatlah tantangan-tantangan dari Wahyu 13 dan 14 ini.

  (Wahyu 13:10; 14:12 ---13:10 “…….Yang penting disini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.”

7. Tidak selalu mudah untuk mempertahankan harapan yang kita miliki. Tapi, itulah tantangan kita. (Ibr.10:23; 4:14)

  (--mari tetap teguh berpegang pada pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.)

8. Paulus memilih pengalaman Habakuk untuk memperkenalkan pembahasannya tentang iman.

9. Habakuk tinggal di Yehuda selama hari-hari terakhir sebelum pembuangan Babel. Nubuatannya mungkin ditulis sekitar 25 tahun sebelum invasi pertama Nebukadnezar pada tahun 605 SM.  

   Tapi, ketika Habakuk dan yang lainnya melihat kebangkitan bangsa Babilonia dan mereka menaklukkan bangsa lain, dia takut akan apa yang akan terjadi.

10. Perhatikan komentarnya dan pertanyaannya untuk Allah.

   Habakuk 1:12-17 –Mengapa Dia (Tuhan) mentolerir orang2 penghianat yang menindas orang benar. Nabi dan rakyatnya menderita, jadi, mereka ingin Tuhan bertindak.

11. Kemudian, Tuhan menjawab dengan kata-kata ini:

(Hab.2:2-4)—Bagaimanapun, bahwa ada waktu yang ditentukan untuk memenuhi janji-Nya, dan mereka perlu menunggu.(penggenapannya).

12. Sebagai hasil interaksinya dengan Tuhan, Habakuk menyadari bahwa dia hidup di antara hari-hari janji Tuhan dan penggenapannya.

   Apakah itu berlaku bagi kita seperti halnya kita menunggu kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali?

   Kita baca Ibrani 10:37:”Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah aka nada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.”/delay..

13. Kita perlu ingat bahwa mengikuti nubuatan Habakuk, Yesus datang pertama kali bahkan setelah 600 tahun. Namun, sekarang sudah hampir 2000 tahun sejak kedatangan-Nya yang pertama dan tulisan-tulisan Paulus dan para penulis Perjanjian Baru lainnya.

   “Malam kesuraman yang panjang sedang mencoba; tetapi pagi ditangguhkan dalam belas kasihan, karena jika Tuhan harus datang, begitu banyak yang akan ditemukan belum siap.

   Keengganan/ketidaksiapan Tuhan untuk membuat umat-Nya binasa telah menjadi alasan penundaan yang begitu lama”.

     EG.White, 2 Testimonies, hlm.193-194; Evangelism, hlm.694.

14. Inilah sebabnya mengapa Tuhan memanggil kita untuk hidup dengan iman. Jika kita dapat mengambil “pandangan yang lebih luas” dan tidak menjadi terlibat, atau putus asa oleh, masalah yang mengelilingi kita hari demi hari, kita akan melihat bahwa rencana Tuhan memiliki tujuan akhir; dan kita adalah bagian darinya. (Ibr.10:38; Roma 1:16-17).

 

SENIN: OLEH IMAN ABRAHAM( By Faith Abraham)

15. Mari kita perhatikan beberapa dari umat beriman (yang setia) yang disebutkan dalam Ibrani 11, “pasal iman.”

   Ibrani 11:1-19 “Pahlawan-pahlawan iman”.

16. Bagi para pendengar Yahudi, Abraham adalah contoh iman yang paling utama. Bagaimana dia memenuhi syarat untuk hal itu? Kita tahu bahwa setidaknya pada dua kesempatan, Abraham salah mengartikan kebenaran dengan berbohong tentang istrinya, dengan mengatakan bahwa dia adalah saudara perempuannya.   

   Kemudian dia tidak mempercayai Tuhan untuk memberikan anak yang dia harapkan.

   Tetapi pada akhirnya, dia bersedia membawa putra berusia 20 tahun itu dalam perjalanan tiga hari untuk mempersembahkannya di sebuah altar di Gunung Moria.

   (Lihat instruksi Tuhan dalam Kejadian 22.)

17. Setelah tiga hari berjalan sepanjang hari dan berdoa dengan Tuhan sepanjang malam, Abraham siap untuk melakukan apa yang Tuhan minta dia lakukan. Dia telah memikirkan dalam pikirannya bahwa Tuhan akan menawarkan pengganti atau menghidupkan kembali putranya, Ishak. (Ibrani 11:19)

   Jadi, Abraham memercayai Allah.

18. Apakah kisah Abraham membantu iman Anda? (Lihat Patriachs & Prophets, 154-155).

 

SELASA: PERCAYA PADA YANG TIDAK KELIHATAN (Moses:Believing In the Unseen).

19. Contoh utama berikutnya dalam Ibrani 11 adalah kisah Musa. Pikirkan kisah Musa.

   Dia seharusnya dibunuh pada saat kelahirannya.

   Sebagai gantinya, ia diadopsi oleh putri Firaun. Setelah 12 tahun dididik oleh orang tuanya sendiri, ia dibawa ke istana Firaun. Selama 28 tahun berikutnya, ia dilatih untuk menjadi Firaun berikutnya. Pada saat itu dalam sejarah, Mesir adalah negara paling kuat di dunia.   

   Namun, berdasarkan apa yang dia ketahui tentang janji-janji Tuhan, Musa memilih untuk bergaul dengan anak-anak Israel daripada tetap tinggal di Mesir. (Lihat Ibrani 11:20-28.)

   Musa mampu melihat melampaui janji2 raja Mesir dan melihat kearah yang tidak kelihatan, yaitu janji2 Tuhan.  Pandangan Musa tertuju pada “upah”, bukan pada kekayaan Mesir.

   Musa memilih untuk menderita dengan umat Tuhan, menukar kekayaan Mesir dengan menanggung penghinaan yang terkait dengan Kristus karena dia percaya bahwa upah Kristus lebih besar daripada apa pun yang dapat ditawarkan Mesir.

20. Paulus menulis kepada sekelompok orang muda yang tertantang pada zamannya. Beberapa dari mereka murtad; yang lain punya pertanyaan2. Jadi, dia mengingatkan mereka tentang kisah/cerita Musa. Musa bahkan tidak memulai tugas utamanya dalam hidup sampai dia berusia 80 tahun! Dan bayangkan saja pengalaman luar biasa yang Musa alami selama 40 tahun berikutnya.

21. Banyak dari para pembaca asli Ibrani, serta Musa dan orang2 lain yang kita baca dalam Ibrani 11, telah menghadapi penderitaan; dan beberapa telah menghadapi kematian.

22. Pasti ada orang Kristen yang menderita karena iman mereka di beberapa bagian dunia kita saat ini. Tapi, bagi kita yang tinggal di negara-negara yang lebih sukses secara finansial di dunia, kita cukup nyaman. Apakah kita terlalu nyaman? Apakah kita akan lebih menderita jika kita lebih bersemangat dalam memberikan kesaksian?

 

RABU: KARENA IMAN RAHAB DAN LAINNYA

(By faith Rahab and the Rest).

 

23. Dalam bagian pertama Ibrani 11, kita membaca kisah-kisah tentang teladan iman yang luar biasa. Lalu, tiba-tiba, ada suatu perubahan dalam narasinya.

24. Baca Ibrani 11:31 dan Yosua 2:9–11. Mengapa Rahab, seorang pelacur kafir/pagan, termasuk dalam bab contoh-contoh suci alkitabiah ini?  Baca Ibrani 11:30-31….

   Rahab mungkin adalah tokoh yang paling tidak terduga/diharapkan yang kita temukan dalam Ibrani 11.

   Rahab adalah salah satu dari dua Wanita yang  disebutkan namanya (selain Sara). Dia adalah yang ke 10 dalam daftar.

   Kita menemukan bahwa dia bukan bukan hanya seorang wanita tetapi juga seorang pelacur Kafir (non Yahudi)-- [Dan dia akhirnya menjadi salah satu nenek moyang Yesus!]

   Perbuatan iman Rahab adalah bahwa dia telah mendengar, percaya, dan telah menurut meskipun dia tidak melihat.

   Dia tidak melihat tulah2 di Mesir, atau roti turun dari surga; namun, dia percaya. Dia adalah teladan yang baik bagi para pendengar Ibrani, yang tidak mendengar Yesus berkhotbah atau melihat Dia melakukan mukji, dan bagi kita juga, yang tidak melihat hal-hal ini.

25. Setelah mengalihkan pembahasannya dari para pahlawan, Paulus membuat daftar sekelompok karakter Perjanjian Lama yang menarik. Namun, pertama-tama dia berbicara tentang beberapa pengalaman luar biasa yang telah dialami beberapa dari mereka.

   Ibrani 11:35-38 –Daftar kesulitan yang dihadapi banyak orang.

   Frasa: “Tetapi orang2 lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan….”

   Menyiratkan bahwa mereka memiliki kemungkinan untuk melarikan diri tetapi memilih untuk tidak melakukannya, karena pandangan mereka tertuju pada upah dari Allah.

 

KAMIS: YESUS, PENDIRI DAN PENYEMPURNA IMAN KITA (Jesus, the Author and Perfecter of Our Faith).

26. Akhirnya, Paulus beralih ke contoh nyata/sejati dari iman dan ketekunan, Yesus Kristus sendiri.

   Ibrani 12:1-3 – Yesus yang “menyempurnakan” iman kita/dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.(ay.2).

  

   “[Di Taman Getsemani] Dengan masalah konflik di hadapan-Nya, jiwa Kristus dipenuhi dengan ketakutan akan perpisahan dari Allah. Setan mengatakan kepada-Nya bahwa jika Dia menjadi jaminan bagi dunia yang penuh dosa, pemisahan itu akan menjadi kekal. Dia akan diidentifikasi dengan kerajaan Setan, dan tidak akan pernah lagi menjadi satu dengan Tuhan.―Ellen G. White, Desire of Ages* 686.5.

27. Setiap kali kita dicobai untuk berbuat dosa, apakah kita merasakan ketakutan yang luar biasa akan perpisahan dari Tuhan?

    Keterpisahan dari Tuhan itulah yang menghancurkan hati Yesus dan menyebabkan kematian-Nya.

   Roma 14:23b “Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.”

28. Tidak diragukan lagi, contoh terbaik untuk kita ikuti adalah Yesus sendiri.

   Dalam pengertian apa Yesus adalah Pendiri/pelopor dan Penyempurna iman? (Setidaknya dalam 3 pengertian):

1).Dia adalah satu2nya yang telah menyelesaikan perlombaan dalam arti sepenuhnya. Yang lain belum mencapai tujuan mereka (Ibrani 11:39,40). Yesus telah duduk di sebelah kanan Bapa.

   Kita akan Bersama-sama akan memerintah Bersama Yesus di masa depan (Wahyu 2:4).

2). Sebenarnya kehidupan Yesus yang sempurna yang memungkinkan orang-orang lain untuk berlomba (Ibrani 10:5-14). Jika Yesus tidak datang, perlombaan  semua orang akan sia-sia.

3). Yesus adalah alasan kita memiliki iman. Sebagaimana satu dengan Allah, Dia mengungkapkan kesetiaan Allah kepada kita.

   Tuhan tidak pernah menyerah dalam upaya-Nya untuk menyelamatkan kita, dan itulah sebabnya kita akan mencapai upah pada akhirnya jika kita tidak menyerah.

   Yesus berlari dengan dengan kesabaran dan tetap setia, bahkan ketika kita tidak setia.(2 Tim.2:13). Iman kita hanyalah tanggapan atas kesetiaan-Nya.( a response to His faithfulness).

   Pada akhirnya Yesus adalah “penyempurna” iman karena Ia dengan sempurna memberikan contoh bagaimana perlombaan iman dijalankan.

   Bagaimana Dia telah berlari?. Dia mengesampingkan setiap beban dengan menyerahkan segalanya untuk kita (Flp.2:5-8).

   Dia tidak pernah berdosa, sama sekali tidak pernah. 

   Yesus memegang teguh pandangan-Nya pada upah, yang merupakan sukacita yang disediakan di hadapan-Nya, yaitu melihat umat manusia ditebus oleh kasih karunia-Nya. 

   Jadi, Dia memikul kesalahpahaman dan makian; Dia mengalahkan kehinaan salib (Ibr.12:2,3).

   Sekarang giliran kita untuk berlari.

   Meskipun kita tidak pernah dapat mencapai apa yang Yesus lakukan dengan kekuatan kita sendiri, kita memiliki teladan sempurna-Nya di hadapan kita, dan dengan iman kepada-Nya, dan dengan tetap memandang-Nya---kita terus maju dalam iman, percaya pada janji-janji-Nya akan suatu upah yang besar.

36. Apakah kita siap/bersedia untuk berdiri dan mengambil tempat kita di antara umat beriman dan mewakili Yesus Kristus dengan benar sehingga Dia dapat datang kembali?

 

JUMAT:

   “Melalui iman Anda menjadi milik Kristus, dan melalui iman Anda bertumbuh di dalam Dia—dengan memberi dan menerima.   

   Anda harus memberikan semuanya –hatimu, kemauanmu, baktimu—serahkanlah dirimu kepada-Nya untuk menurut semua peraturan2-Nya; lalu Anda harus mengambil semuanya—Kristus, berkat-berkat yang penuh, supaya tinggal di dalam dirimu, menjadi kekuatanmu, kebenaranmu, pembantumu yang abadi—supaya memberi Anda kuasa menurut”.—Ellen G.White, Kebahagiaan Sejati, hlm.79.

 

   “Allah tidak pernah meminta kita memercayai tanpa memberikan bukti yang cukup atas mana iman kita didasarkan.

   Adanya Allah, tabiat-Nya, kebenaran firman-Nya, semuanya telah diteguhkan melalui kesaksian yang menarik pikiran kita, dan kesaksian semacam ini sangat banyak. Namun demikian Tuhan tidak pernah menjauhkan kemungkinan adanya rasa bimbang. Iman kita harus dialaskan atas bukti, bukan atas pertunjukan. Orang-orang yang ingin bimbang mempunyai kesempatan untuk itu, sedangkan orang-orang yang sungguh-sungguh ingin mengetahui kebenaran akan memperoleh banyak bukti atas mana mereka meletakkan iman mereka.

   “Mustahil pikiran yang terbatas dapat dengan sepenuhnya memahami semua sifat pekerjaan Allah Yang Tiada Batasnya itu.

   Bagi pikiran yang cerdas sekalipun, otak yang dididik setinggi-tingginya, baginya Allah masih tetap merupakan rahasia.

   “Dapatkah engkau memahami hakikat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit—apa yang dapat kaulakukan?. Dalamnya melebihi dunia orang mati—apa yang dapat kauketahui?.(Ayub 11:7,8)—Ellen G. White, Kebahagiaan Sejati, hlm.118,119.

 

29. Mari kita ingat bahwa iman didasarkan pada bukti/evidence. Kita tidak perlu menunggu sampai kebenaran benar-benar ditunjukkan. Kita dapat mempercayai Firman Tuhan,--Alkitab.

30. Kata Yunani pistis yang diterjemahkan iman juga berarti kesetiaan. Apakah kita siap untuk setia pada panggilan Kristen kita bahkan jika hal-hal/perkara2 berjalan dengan cara yang tidak terduga/tidak diharapkan?

31. Dari kisah Habakuk dalam Perjanjian Lama sampai Ibrani 11, sudahkah kita melihat cukup bukti dan alasan2 untuk percaya kepada Tuhan tidak peduli apa yang terjadi dalam pengalaman kita sehari-hari?

32. Esau –bukan pahlawan iman: Ibrani 12:16.

33. Apakah Esau benar-benar mencari pertobatan?

   Kita dapat dengan pasti mengatakan bahwa Tuhan mengampuni dengan cara yang tidak terbatas, berapa kali pun.  

   Jadi, kita tahu bahwa Esau bisa saja diampuni.

   Namun, pembacaan teks yang cermat menunjukkan bahwa bukan pertobatan atau berkat rohani yang benar-benar diinginkan Esau; itu adalah berkat materiyakni uang dan kekuasaan!

   Dalam rentang sejarahnya, gereja kita telah melewati beberapa krisis. Selama abad kedua puluh, kita menghadapi kontroversi mengenai masalah inspirasi, peran Ellen G. White, sifat Kristus (nature of Christ), Keallahan (the Godhead), gereja yang tersisa (the remnant church), Penciptaan versus evolusi (Creation versus Evolution), dan lain-lain.

   Abad kedua puluh satu tampaknya telah membawa masalah ini kembali dan lebih banyak lagi.

34. Apakah kita siap untuk tetap setia pada panggilan Allah dan percaya kepada-Nya bahkan ketika kita tidak dapat melihat bagaimana Dia akan menyelesaikan masalah? Atau, apakah kita akan jatuh?

Ingatlah bahwa Tuhan akan menang pada akhirnya. Tidakkah kita ingin berada di sisi-Nya ketika semuanya berakhir?.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.