KAIN DAN WARISANNYA (PASSD3T2-2022)

 


KAIN DAN WARISANNYA/peninggalannya (Cain and His Legacy)

Nast: Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” Kejadian 4:7

   (Ini jika Kain tidak berobah—dosa sudah mengintip di depan pintu—seperti binatang buas—Persembahanmu tidak diterima. Tapi engkau harus mengendalikannya).

 

1.Kejadian 3 dan 4 mengandung banyak tema dan kata2 yang umum dalam bahasa Ibrani asli:

   (1) Dosa dijelaskan dalam Kejadian 3:6-8;

   (2) Uraian Kain membunuh Habel dalam Kejadian 4:8;

   (3) Kutukan atas tanah; (Kejadian 3:17 dan Kejadian 4:11) dan

   (4) Pengusiran: (a) Adam dan Hawa dari taman, (Kejadian 3:24) dan kemudian, (b) Kain diusir dari hadirat Allah. (Kejadian 4:12,16).

2. Bahkan ada pola kiastik dalam Fasal ini.

   Peristiwa2 tersebut memberikan suatu gagasan/gambaran tentang seperti apa kehidupan manusia setelah Kejatuhan;

yaitu, perpaduan antara kehidupan dan kematian.

   Kelahiran dan kejahatan/crime saling terkait.

   Struktur Fasal 4 memberikan ketegangan ini melalui bentuk struktur chiastiknya, bergantian antara kelahiran dan kejahatan/crime:

   (Keterangan: Struktur Kiastik/Sturuktur Cincin. Peangkat sastra Ibrani untuk menekankan gagasan paralel/kesejajaran.)

  Ada pola kiastik (Chiastic pattern) dalam fasal ini (Kej.4).

   A. Kelahiran dari Adam dan Hawa : Kain dan Habel.

       B.Kejahatan : Kain.

          C. Kelahiran : Warisan dari Kain dan Lamekh.

       B1 Kejahatan : Lamekh.

   A1 Kelahiran dari Adam dan Hawa : Set.

  

      Alasan kesejajaran ini adalah untuk menyoroti penggenapan dari apa yang terjadi sebelumnya, nubuatan dan prediksi yang Tuhan telah berikan kepada Adam dan Hawa setelah kejatuhan.

   Peristiwa pertama setelah pengusiran Adam penuh dengan harapan; Ini adalah kelahiran anak laki2 pertama, sebuah peristiwa yang dilihat Hawa sebagai pemenuhan janji yang dia dengar dalam nubuatan tentang  Mesias (Kej.3:15). Artinya, Hawa berpikir anaknya bisa menjadi Mesias yang dijanjikan.

   Peristiwa selanjutnya: Kejahatan Kain, kejahatan Lamekh, penurunan usia hidup, dan meningkatnya kejahatanàyang merupakan penggenapan dari kutukan yang diucapkan dalam Kejadian 3.  Namun, meski demikian pengharapan tidak hilang.

 

MINGGU: KAIN DAN HABEL.

  Segera setelah pengusiran Adam dari Taman Eden, peristiwa yang terjadi adalah: Kelahiran (sbg.kegenapan kutukan akibat dosa Adam dan Hawa). 

   Dalam frasa (ungkapan) bahasa Ibrani, dalam Kejadian 4:1 –lalu pr.itu melahirkan Kain, maka kata perempuan itu: Aku telah mendapat seorang anak laki2 dengan dengan pertolongan TUHAN.”—kata TUHAN(YHWH) secara langsung terkait dengan kata “seorang manusia”,--yang diterjemahkan secara literal: “Aku telah memperoleh seorang manusia, yakni TUHAN sendiri.” Oleh Standard Internasioanl Version diterjemahkan sbb:  “Aku telah melahirkan seorang anak laki-laki-- TUHAN”.

   The Hebrew reads literally: “I have gotten a man, the Lord”.

             (Saya telah mendapatkan seorang laki2, Tuhan.)

   Terjemahan literal ini menunjukkan bahwa Hawa mengingat nubuatan Mesianik dari Kejadian 3:15 dan percaya bahwa dia telah melahirkan Juruselamatnya, Tuhan.

   “Kedatangan Juruselamat telah dinubuatkan  di Eden. Ketika Adam dan Hawa pertama kali mendengar janji itu, mereka sangat mengharapkan  kegenapannya yang segera. Mereka menyambut anak sulung mereka dengan segala sukacita, mengharap bahwa mungkin dialah Pelepas itu.” E.G.White, Alfa dan Omega,jld5, hlm.28.

3. Kisah/cerita Kain menempati sebagian besar cerita dalam pasal ini. Dia adalah satu-satunya saudara yang berbicara dalam fasal ini. Pada awalnya, dia hampir disembah oleh orang tuanya karena sebagai anak sulung.  Disini kita melihat perbedaan nama:

   Nama Kain berasal dari kata kerja Ibrani “qanah”, yang berarti “memperoleh,” yang menunjukkan bahwa Adam dan Hawa telah memperoleh sesuatu yang berharga dan penuh kuasa.

8. Sebaliknya, nama dalam bahasa Ibrani hebel (dalam Bahasa Inggeris: Abel)-- berarti "uap," (Mazmur 62:9, NKJV) atau "napas." (Mazmur 144:4, NKJV).

     Arti nama Habel = vanity/nothingness(Kesia-siaan). Tampaknya harapan Adam dan Hawa terletak pada putra sulung mereka, Kain, dan bukan pada Habel, adik laki-lakinya.

   Namun semuanya hanya merupakan Pengharapan yang menyedihkan. Hawa sedikit menyadari bahwa Kain akan menjadi pembunuh pertama di dunia ini.  Nama Habel disebut 7x sebagai saudara Kain àMenekankan kekejaman dosa Kain.  Kedua mereka memiliki karakter moral yang berbeda.

 

SENIN: DUA PERSEMBAHAN(The Two Offerings)

   Pebedaan kepribadian Kain dan Habel, tercermin nama mereka.

   Pekerjaan mereka juga berbeda:

4. Kain adalah seorang petani, “seorang penggarap tanah.” (Kejadian 4:2) Pekerjaan itu mencakup kerja fisik.

   Di sisi lain, profesi Habel adalah penjaga domba, yang menyiratkan bahwa dia tidak bekerja keras untuk mendapatkan seperti yang dilakukan Kain, tetapi dia  adalah “gembala kambing domba” (Kej.4:2)—sebuah profesi yang menyiratkan kepekaan dan kasih sayang (sensivity & compassion).

 

   Dalam Kejadian 4:1-5 dan Ibrani 11:4 Tuhan menerima persembahan Habel dan menolak persembahan Kain.

   “Tanpa tercurahnya darah tidak aka nada pengampunan dosa; dan mereka harus menunjukkan iman mereka  di dalam darah Kristus sebagai penebusan yang dijanjikan dengan cara mempersembahkan anak sulung domba mereka sebagai korban.

   Disamping itu, buah sulung hasil bumi harus dipersembahkan kepada Tuhan sebagai persembahan syukur”. E.G.White, Alfa dan Omega,jld.1 hlm.74.

    (Tentu Adam dan Hawa selaku orang tua mereka telah memberikan instruksi yang sama kepada mereka berdua).

   Habel, tidak diragukan lagi, menurutinya.

   Bahasa Ibrani menyiratkan bahwa Habel mematuhi semua instruksi Allah, tidak hanya mempersembahkan hewan kurban, tetapi juga hasil tanah/buah sulung hasil bumi.

   Kain menolak atau lalai melakukannya.  Ia tidak membawa hewan utk dikorbankan, tetapi hanya persembahan berupa “buah tanah”.  Itu adalah tindakan ketidaktaatan terbuka (Open disobedience).

   Habel dan persembahan darahnya—dipandang sebagai keselamatan oleh iman/Salvation by faith(Keselamatan yang didapatkan oleh iman).

   Kain dan buah tanahnya –sebagai upaya untuk mendapatkan keselamatan melalui perbuatan (Salvation by work).

   Persembahan2 ini tidak memiliki nilai magis/magic value, namun persembahan2 ini pasti memiliki makna spiritualàhanya sebagai lambing/gambar yang menunjuk kepada Tuhan yang menyediakan rezeki/nafkah dan juga penebusan bagi orang berdosa.

   Apakah ada sesuatu yang dapat kita berikan kepada Allah yang dapat membayar keselamatan kita?

   Kejahatan Kain:

   Kejahatan orang2 yang fanatik tidak dilakukan karena mereka merasa benar; kejahatan fanatisme dan intoleransi agama, sebaliknya, berasal dari kegagalan untuk menanggapi Firman Allah. Ketika iman digantikan oleh perbuatan dan kendali manusia maka kejahatan akan mengikuti. Kain membunuh saudaranya, bukan karena Kain merasa dia benar dan saudaranya salah, tetapi sebalinya, karena Kain jahat dan saudaranya saleh (Lihat juga 1 Yoh.3:12).

   Tambahan:

   Mikha 6:7 “Berkenankah Tuhan kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak? (Kej.4:3-8; 1 Yoh.3:12).

   Yesaya 1:11 “Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?...darah lembu jantan dan domba2 dan kambing jantan tidak Kusukai”.

 

SELASA: TINDAK KEJAHATAN (The Crime).

   Apakah proses yang membuat Kain membunuh saudaranya?.

   Dalam Kejadian 4:3-8 dan 1 Yoh.3:12

   Dimulai saat mereka memberikan persembahan: Dari Kain, sebagian dari hasil tanah. Dari Habel, dari anak sulung kambing dombanya. Tuhan mengindahkan persembahan Habel dan persembahan Kain tidak di indahkan Tuhan.

   Lalu apa yang menjadi reaksi Kain?. Terjadilah kemarahan Kain.

5. Reaksi Kain ada dua/Kain menanggapi dengan dua cara:

   (1) Dia “sangat marah”, dan (2) “Wajahnya muram.” (Kejadian 4:5, NKJV*) “Hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram”.

   Dia marah kepada Allah karena dia merasa diperlakukan tidak adil, dan dia cemburu pada saudaranya Habel yang pengorbanannya telah diterima.  Apakah cemburu karena itu saja, kita tidak tahu—mungkin ada yang lain.  Namun, apapun masalahnya, Kain tertekan (depresi) karena persembahannya tidak diterima.

6. Menurut Anda mengapa Kain telah membunuh saudaranya?  Ada komentar dari Eli Weisel (Pemenang nobel Perdamaian di Jerman/novelis, filsuf, humanitarian,aktivis politik 1928).

   “Kenapa dia telah melakukannya? Barangkali dia ingin tetap sendiri (alone): anak tunggal dan, setelah kematian orang tuanya, satu-satunya manusia. Sendirian seperti Allah dan mungkin sendirian menggantikan Allah. . . . Kain telah membunuh untuk menjadi Allah. . . . Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai Allah berakhir dengan membunuh manusia.”—Messengers of God: Biblical Portraits and Legends (New York: Random House, 1976), p. 58.―

7. Mari kita lihat pembahasan Kain dengan Allah.

   Allah tidak secara langsung menuduh Kain melainkan, seperti kepada Adam, mengajukan pertanyaan, bukan karena Dia tidak tahujawabannya, tetapi untuk memberi Kain kesempatan untuk mengakui kesalahannya dan bertobat.

   Dalam Kejadian 4:6 “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?”.  Kemudian, setelah menanyakan pertanyaan2 iini, Tuhan menasihati Kain :

I.            Allah mendesak Kain untuk “berbuat baik/to do well”-dan melakukan apa yang benar. Tuhan berjanji kepada Kain bahwa dia akan “diterima” dan diampuni.  Dengan pengertian bahwa Tuhan dapat menerima Kain, tetapi itu harus dilakukan dengan ketentuan Tuhan, bukan Kain.  

     Rekonsiliasi dengan Allah harus dilakukan menurut ketentuan Allah, bukan menurut ketentuan kita.

Dikatakan dalam Kej.4:7 (ayat hafalan): “Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

       Tuhan menasihati Kain dan berusaha membimbingnya ke jalan yang seharusnya.

II.          Nasihat kedua Allah sehubungan dengan sikap menghadapi dosa, yang terletak di depan pintu dan “yang sangat menggoda”. Dimana Allah merekomendasikan: Self Control (Pengendalian Diri):”Engkau harus berkuasa atasnya”.   Prinsip yang sama bergema dalam Yakobus 1:14.

   Tanggapan Kain menyiratkan bahwa Kain lebih sejalan dengan dosanya daripada sejalan dengan Allah.

      Rencana Allah bagi kita masing-masing bukan hanya untuk diampuni (not just to be forgiven) tetapi juga untuk mencapai kemenangan atas dosa.

      1 Kor.10:13 “Pencobaan2 yang kamu alami ialah pencobaan2 biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya”.

 

RABU: HUKUMAN KAIN (The Punishment of Cain)

   Dalam Kej.4:9—Tuhan bertanya (Pertanyaan ke 2): “Di mana Habel, adikmu itu?”.

   Pertanyaan Allah kepada Kain menggemakan pertanyaan Allah kepada Adam di Eden: “Dimanakah engkau?”.  Ini menunjukkan adanya hubungan antara  dosa di Eden dan dosa sekarang ini:

àDosa Kain adalah hasil dari dosa yang pertama (Dosa Adam).

   Kain menyangkal dosanya, sedangkan Adam mengakuinya—dia hanya mencoba menyalahkan orang lain.  Sebaliknya, Kain secara terbuka menentang Allah.

   Pertanyaan Allah yang ke 3 kepada Kain dalam Kej.4:10 “Apakah yang telah kau perbuat ini?”. Disini Tuhan tidak menunggu jawaban. Allah mengingatkan Kain bahwa Allah mengetahui segalanya, karena suara darah Habel telah mencapai-Nya dari tanah, sebuah gambaran yang menandakan bahwa Tuhan tahu tentang pembunuhan itu dan akan menanggapinya (and will respond to it).

8. Tuhan bisa saja memaksa Kain untuk melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Namun, Tuhan tidak menggunakan paksaan/kekuatan.  Manusia dijadikan dengan Kuasa Memilih (Power of will).

 

   [Pada saat kedatangan Kristus yang pertama ke bumi ini:] Bumi menjadi gelap karena salah memahami Allah.

   Agar bayang-bayang suram dapat diterangi, agar dunia dapat dibawa kembali kepada Allah, kuasa penipuan Setan harus dihancurkan. Ini tidak bisa dilakukan dengan paksa.

   Penggunaan kekuatan/paksaan bertentangan dengan prinsip-prinsip pemerintahan Allah; Dia hanya menginginkan pelayanan cinta; dan cinta tidak bisa diperintahkan; itu tidak dapat dimenangkan dengan kekuatan atau otoritas. Hanya dengan kasih, kasih itu dapat terbangun/diwujudkan.

   Mengenal Allah berarti mengasihi-Nya; Karakternya harus dimanifestasikan secara kontras dengan karakter Setan.   

   Pekerjaan ini hanya bisa dilakukan oleh satu Makhluk di seluruh alam semesta. Hanya Dia yang mengetahui ketinggian dan kedalaman kasih Allah yang dapat memberitahukannya. Pada malam gelap dunia, Matahari Kebenaran harus terbit, “dengan kesembuhan pada sayap-Nya.” Maleakhi 4:2.―Ellen G. White, Desire of Ages* 22.1.

 

   Kejadian 4:9-16 “Firman Tuhan kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?”. Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?.

  

TAMBAHAN/EKSPOSISI KEJADIAN 4:9-16

Disini Kain berdusta / melawan Tuhan (ay 9).

   Dari dosa-dosa Kain ini bisa kita tarik kesimpulan bahwa suatu dosa selalu menarik kita kepada dosa lain!

  Contoh lain: perzinahan Daud dengan Batsyeba (mula-mula perzinahan, lalu pembunuhan).

   Illustrasi: Ada cerita tentang orang yang bernama Nasredin. Suatu hari ia melihat tetangganya mempunyai pohon jeruk yang buahnya bagus-bagus. Ia ingin sekali merasakannya, dan ia lalu mengambil tangga, menyandarkannya pada tembok antara halamannya dan halaman tetangga itu, lalu naik ke atas. Sampai di atas tembok, ia lalu menarik tangga itu ke atas, dan menurunkannya ke halaman tetangga. Tetapi baru saja ia turun dan sampai di halaman tetangganya, ternyata si tetangga sudah ada tepat di depannya dan menodongkan senapan dan membentak: ‘Mau apa kemari?’. Nasredin menjawab: ‘Aku mau menjual tangga’. Tetangganya berkata: ‘Omong kosong, kamu mau mencuri jerukku bukan?’. Nasredin menjawab: ‘Aku mau menjual tangga, kalau tidak mau beli ya sudah, aku bawa pulang kembali tanggaku’.

   Di sini lagi-lagi kita melihat dimana orang ditarik dari satu dosa (pencurian) ke dosa lain (dusta).

   Penerapan:

   Karena itu, kalau setan berkata kepada saudara: ‘Berbuatlah dosa ini, sekali saja!’, jangan percaya kepadanya!

III) Hukuman Kain.

   Allah melihat pembunuhan itu dan menjadi murka kepada Kain.

   Tidak ada orang yang melihat pembunuhan itu, tetapi Allah melihatnya. Dalam ay 10 dikatakan: ‘Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepadaku dari tanah’.

   Ini tentu tidak boleh diartikan secara hurufiah dimana darah Habel betul-betul berteriak kepada Allah, atau bahwa Habel menginginkan Allah membalas dendam kepada Kain.

   Artinya adalah: Allah melihat darah Habel yang dicurahkan oleh Kain, dan itu menyebabkan Allah bertindak untuk menghukum Kain.

   Allah lalu memberikan hukuman kepada Kain.

a)   Kain dikutuk (Kej.4:11).—terbuang jauh.

   Dalam Kej 3 hanya ular dan tanah yang dikutuk, tetapi manusia tidak. Tetapi di sini Kain dikutuk.

b)   Tanah tidak memberikan hasil yang baik (ay 12)—apabila ia mengusahakannya.

   Dalam Kej 3 tanah sudah dikutuk sehingga bercocok tanam menjadi sukar. Tetapi untuk Kain hal itu lalu menjadi lebih sukar lagi. Ini merupakan hukuman yang berat untuk Kain, karena ia adalah seorang petani (ay 2b).

c)   Ay 12b – engkau menjadi seorang ‘pelarian dan pengembara’.

   Ini berarti bahwa Kain tidak akan aman dimanapun juga.

Penerapan:

   Di sini lagi-lagi terlihat bahwa dosa selalu mengakibatkan penderitaan! Karena itu janganlah sembarangan berbuat dosa.

   Tanggapan Kain (ay 13-14).

   Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari tanggapan Kain ini:

1)   Ia takut dibunuh.

a)   Kain seorang pembunuh dan ia takut dibunuh.

   Ini bisa terjadi pada manusia. Orang yang suka berdusta biasanya juga sering menganggap orang lain mendustainya.   Orang munafik paling mudah curiga bahwa orang lain berlaku munafik kepadanya.

b)   Ia takut dibunuh oleh siapa?

   Mungkin oleh keturunan Adam dan Hawa yang akan datang (ingat bahwa orang saat itu berumur sampai ratusan tahun, sehingga Kain pasti masih hidup sampai muncul anak-anak, bahkan cucu-cucu dan buyut-buyut dari Adam dan Hawa), atau mungkin saat itu memang sudah ada anak-anak lain dari Adam dan Hawa tetapi tidak diceritakan oleh Kitab Suci.

c)   Tuhan menjawab dalam ay 15.

2)   Tidak ada penyesalan dalam kata-kata Kain dalam ay 13-14!

   Ia hanya mengeluh karena beratnya hukuman yang harus ia tanggung, tetapi ia sama sekali tidak menyesali dosanya.

Penerapan:

Kalau saudara merasakan hajaran / hukuman Tuhan karena dosa saudara, apakah saudara juga bersikap seperti Kain?

3)   Kain menganggap Allah kejam, karena memberikan hukuman yang terlalu berat.

   Seringkali orang juga menganggap Allah itu kejam.  Tetapi Kitab Suci jelas mengatakan bahwa Allah itu adil, dan bahkan kasih.  

   Kalau Ia menghukum dosa itu kelak dengan berat, itu justru terjadi karena keadilanNya dan sekaligus karena kesucianNya yang begitu hebat sehingga Ia amat membenci dosa!

 

   Kalau saudara tidak mau merasakan ‘kekejaman’ Allah atau keadilan Allah, maka datanglah dan percayalah kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara! Dengan demikian semua dosa saudara pasti diampuni, dan saudara tidak mungkin dihukum! Bdk. Ro 8:1.

Kesimpulan:

   Kej 4 menunjukkan perkembangan dari dosa yang telah masuk ke dalam dunia dalam Kej 3. Dosa makin lama makin banyak dan makin lama makin hebat. Baru pada generasi ke dua sudah terjadi pembunuhan terhadap saudara kandung!

   Apakah sudara masih sering menganggap enteng dosa?  

   Bertobatlah dari pikiran / sikap seperti itu! Dosa sama sekali tidak boleh diremehkan!

 

9. Ellen White menulis tentang kutukan rangkap tiga.

   Kutukan pertama pada tanah datang karena dosa Adam dan Hawa dan pengusiran mereka dari taman.

   Kutukan kedua datang karena darah Habel tertumpah di tanah.  

   Kutukan ketiga datang karena penolakan terhadap Allah oleh orang-orang zaman dahulu yang mengakibatkan banjir/air bah.

   “Ketika orang mati yang setia akan dibangkitkan, dan raja kemuliaan akan membuka di depan mereka gerbang kota Allah, dan bangsa-bangsa yang telah menyimpan kebenaran masuk, keindahan dan kemuliaan apa yang akan memenuhi pemandangan yang menakjubkan dari mereka yang telah melihat. tidak ada keindahan yang lebih besar di bumi daripada yang mereka lihat di alam yang membusuk setelah kutukan tiga kali lipat atas bumi.― ―Ellen G.White, Spiritual Gifts,* vol. 3, 88.2.

 

KAMIS: KEJAHATAN MANUSIA (The Wickedness of Man).

10. Apakah warisan Kain dan bagaimana kejahatan Kain membuka jalan bagi meningkatnya kejahatan umat manusia? (Jadi, apa akibat dari dosa Kain?)

Kejadian 4:17-24. Kain & isteri melahirkan: HenokhàIradàMehuyaelàMetusaelàLamekh.

   Ayat 19 “Lamekh mengambil isteri dua orang: Ada, Zila.

   Ayat 23 “Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu (Ada dan Zila)>>Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai ak, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak. Ayat 24 “sebab jika Kain harus dibalaskan 7x lipat, maka Lamekh 77x lipat.”

 

   Lamekh, cicit dari Kain: … Perbandingan antara kejahatan Kain dan Lamekh: Kain –diam tentang kejahatannya yang tercatat, sedangkan Lamekh tampaknya menyombongkan kejahatannya dan mengungkapkannya dalam sebuah lagu (Kej.4:23,24).

   Sementara Kain meminta belas kasihan Allah, Lamekh tidak tercatat memintanya(tidak meminta belas kasihan Allah).   

   Sementara Kain dibalaskan tujuh kali oleh Allah, Lamekh percaya bahwa dia akan dibalaskan tujuh puluh tujuh kali (lihat Kej 4:24), sebuah petunjuk bahwa dia sangat sadar akan kesalahannya.―

11. Kain, sejauh yang kita tahu, hanya menikah dengan satu istri/monogami. (Kejadian 4:17) Lamekh melipatgandakan kejahatannya dengan menikahi setidaknya dua istri. (Kejadian 4:19)à Memperkenalkan Polygami.

   Jadi, dalam sejarah singkat, ada awal dari pelipatgandaan/multiflikasi kejahatan.

  

   Dosa besar Kain akhirnya menyebabkan: (1) orang-orang kuno disingkirkan dalam air bah, dan (2) Nuh dan keluarganya dipeliharakan di dalam bahtera.

12. Tapi, itu bukan akhir dari cerita.

   Isteri Adam melahirkan seorang putra lagi bernama Set yang namanya berarti benih lain menggantikan Habel.

   Kejadian 4:25: Adam dan istrinya memiliki seorang putra lagi dan menamainya: Set, sebab katanya: “Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya”. Untuk menunjukkan bahwa Tuhan telah meletakkan “benih lain” menggantikan Habel.

13.Nama Set berasal dari kata kerja Ibrani 'ashit, "Aku akan mengadakan" yang memperkenalkan janji mesianik dalam Kejadian 3:15.

   Seperti yang kita ketahui sekarang, benih mesianis akan diturunkan melalui Seth kepada keturunannya. (Lihat Kejadian 5:21; Matius 1:1-17; dan Lukas 3:23-38.)

 

14. Frasa “anak-anak Allah”/the sons of God itu?(Kej.6:2) à mengacu pada garis keturunan Set karena mereka dirancang untuk memelihara gambar Allah(Kej.5:1,4)---dan “anak2 perempuan manusia”/the daughters of men itu? (Kejadian 6:2)àketurunan menurut gambar manusia.

   (Kejadian 6:2)

15. Tidak ada "makhluk surgawi" yang turun ke bumi ini dan hidup bersama dengan wanita manusia. Pertama-tama, manusia adalah tatanan makhluk yang baru dan berbeda, yang mampu bereproduksi menurut jenisnya sendiri. Ini memberitahu kita bahwa malaikat atau makhluk yang menghuni dunia lain tidak

memiliki kemampuan itu.

   “Seluruh surga menaruh minat yang dalam dan penuh sukacita dalam penciptaan dunia dan manusia. Manusia adalah tatanan baru dan berbeda. Mereka diciptakan “menurut gambar Allah”, dan adalah rancangan Sang Pencipta bahwa mereka harus mendiami bumi. Mereka harus hidup dalam persekutuan yang erat dengan surga, menerima kuasa dari Sumber segala kuasa. Ditopang oleh Tuhan, mereka harus menjalani kehidupan tanpa dosa.”―Ellen G. White, Review and Herald,* 11 Februari 1902,

par. 1. Bandingkan Komentar Alkitab SDA, vol. 1, 1081,3.

16. Jika Setan, sebagai malaikat yang jatuh, memiliki kemampuan untuk bereproduksi, dia akan memenuhi dunia ini dengan setan-setan kecil!

   Dalam menggambarkan leluhur Yesus, Lukas menyimpulkan dengan kata-kata penting ini: Lukas 3:38 “”anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.”

17. Implikasi dari kata-kata ini adalah bahwa mereka yang mengikuti kehendak Allah untuk hidup mereka akan selalu dianggap sebagai “anak-anak Allah.”

   Keturunan Seth disebut anak-anak Allah— keturunan Kain, anak-anak manusia. Ketika anak-anak Allah berbaur dengan anak-anak manusia, mereka menjadi rusak, dan melalui perkawinan campur dengan mereka, mereka telah hilang, melalui pengaruh istri mereka, karakter mereka yang khas dan suci, dan bersatu dengan anak-anak Kain dalam penyembahan berhala mereka.  

   Banyak yang mengesampingkan rasa takut akan Allah, dan menginjak-injak perintah-perintah-Nya. Tetapi ada beberapa orang yang melakukan kebenaran, yang takut dan menghormati Pencipta mereka. Nuh dan keluarganya termasuk di antara sedikit orang benar.―Ellen G. White, Spirit of Prophecy,* vol. 1, 66.1.

18. Bagaimana dengan raksasa yang disebutkan dalam Kejadian 6?

   Kejadian 6:4: “Ada raksasa di bumi pada waktu itu; dan juga setelah itu, ketika putra-putra Allah datang kepada putri-putri manusia, dan mereka melahirkan anak-anak bagi mereka, orang yang sama menjadi orang-orang perkasa pada zaman dahulu, orang-orang termasyhur.―King James Version.*

   Mereka yang menghormati dan takut menghina Allah, pada awalnya merasakan kutukan tetapi ringan; sedangkan mereka yang berpaling dari Allah dan menginjak-injak otoritas-Nya, merasakan dampak kutukan lebih berat, terutama dalam perawakan/in stature dan kemuliaan bentuk/nobleness of form.―Ellen G. White, Spirit of Prophecy,* vol. 1, 66.1.

19. Jadi, kita dapat melihat bahwa "raksasa" yang ada di negeri itu adalah keturunan Set bukan keturunan Kain.

   Hal ini kemungkinan besar diakibatkan oleh mengikuti pola makan dan gaya hidup Allah.(God’s diet and life style).

 

JUMAT:

20. Mengikuti garis Seth, kita datang kepada Nuh.

   Kejadian 6:1-8  Ayat 3: umurnya akan 120 tahun saja.

21. Tepat sebelum zaman Nuh, kita memiliki kisah Henokh.

   “Henokh menjadi seorang pengkhotbah kebenaran, menyatakan kepada orang banyak apa yang telah ditunjukkan Tuhan kepadanya. Mereka yang takut akan Tuhan mencari orang suci ini, untuk memperolah petunjuk2 serta doa daripadanya.  Ia juga bekerja secara umum menyampaikan pekabaran Allah kepada semua yang mau mendengar kata2 amarannya. Pekerjaannya tidak dibatasi hanya kepada keturunan Set saja. Di negeri dimana Kain  telah berusaha lari dari hadirat Ilahi, nabi Allah ini memberitahukan perisitwa2 hebat yang telah ditunjukkan kepadanya dalam khayal. “Sesungguhnya”, katanya, Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang2 fasik karena semua perbuatan fasik”. (Yudas 14,15)—E.G.White, Alfa dan Omega,jld.1,hlm.90.

     Kejadian 5:22-24. “Henok hidup bergaul dengan Allah”àBerarti persahabatan yang intim dan sehari-hari dengan Tuhan. Hubungan pribadi Henokh dengan Tuhan begitu istimewa sehingga “ia telah diangkat oleh Allah”(Kej.5:24).  Nuh juga, hidup bergaul dengan Allah.

22. Menurut Anda mengapa rentang hidup mereka yang hidup sebelum air bah (zaman purba) berkurang panjangnya secara drastis? Ada banyak pertanyaan tentang angka-angka awal itu.

   (Kejadian 5:1-32 –Inilah daftar keturunan Adam---umurnya semakin menurun): àAdam mati usia: 930 tahun; Set: 912; Enos:905; Kenan:910; Mahalalel:895; Jared:962; Henokh: tobe 365—usia 65 tahun melahirkan Metusalah; Metusalah:969; Lamekh: 777; àNuh…500+

23. Seperti yang telah kita lihat, Kejadian 4 dipenuhi dengan kejahatan Kain dan Lamekh. Tapi, itu dimulai dengan kelahiran Kain yang menurut Adam dan Hawa adalah Mesias. Itu berakhir dengan kelahiran Seth yang akhirnya menjadi ayah dari garis keturunan umat beriman.

  Persembahan Kain (Kejadian 4:3,4).  See Penuntun hlm.34.

24. Apa yang dapat kita pelajari dari pengamatan yang cermat terhadap bahasa Ibrani tentang kejahatan Kain?

    (See Penuntun, hlm.35).

1 Yohanes 3:12: Kita tidak boleh seperti Kain; dia milik si Jahat dan membunuh saudaranya sendiri Habel. Mengapa Kain membunuhnya? Karena hal-hal yang dia sendiri lakukan salah, tetapi hal-hal yang dilakukan saudaranya benar.―Alkitab Kabar Baik. (bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar”.

  Ada juga perbedaan antara kejahatan Kain dan kejahatan Lamekh. Tidak seperti Kain, Lamekh melakoni pembunuhan selangkah lebih buruk. Lamekh melakukan pembunuhannya sebagai Tindakan positif dan perbuatan berharga serta secara harfiah menyombongkan perbuatan itu. Sementara Kain memohon belas kasihan dari Tuhan (Kejadian 4:13,14), namun Lamekh mengabaikan Tuhan dan sebalinya menundukkan para isterinya pada kehebatan2nya dan aksi pembunuhannya sebagai perbuatan yang layak untuk dipuji.

25. Pelajaran apa yang harus kita petik dari pelajaran ini?

26. Apa hubungan antara kemarahan manusia (Human anger) dan pembunuhan? Pelajaran pengendalian diri apa yang perlu kita pelajari? Bandingkan Matius 5:21-26.

27. Menurut Anda mengapa perilaku Kain sangat berbeda dengan perilaku Habel dan Set? Kita tidak tahu berapa lama periode waktu antara kelahiran Kain dan kelahiran Set.

   Tentu jelas, Allah tahu sebelumnya apa yang akan terjadi dengan masing-masing saudara itu. Menurut Anda mengapa Set begitu berbeda dari kakak laki-lakinya, Kain? 

                      ========================

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.