KEJATUHAN (PASSD2T2-2022)

 

KEJATUHAN (The Fall).

   Nast: Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya”.(Kejadian 3:15).

 

1.Ada dua ayat kunci dalam Kejadian untuk kita pertimbangkan minggu ini yaitu: instruksi Allah kepada Adam di Taman Eden tepat setelah Dia membentuk Adam.

   Kejadian 2:16-17 “Lalu Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas. 17.tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

2. Mengapa peringatan serius ini diberikan begitu awal/dini dalam sejarah umat manusia? Apakah itu benar-benar diperlukan? Tampaknya jelas bahwa Allah bermaksud agar kita mengetahui yang baik tetapi tidak untuk mengetahui yang jahat.

   Apakah Allah memberi mereka penjelasan tentang apa yang Dia maksudkan ketika Dia/Allah telah berkata, "Mati"?

3. Mereka harus makan dari pohon kehidupan setiap hari. Tetapi, setelah mengambil buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, mereka tidak hanya menderita akibat yang berupa kematian, tetapi juga mereka dikeluarkan dari Taman Eden, tidak akan pernah bisa mendekati pohon kehidupan lagi.

4. Apa yang telah terjadi di alam semesta Allah ini sebelum Adam dan Hawa diciptakan? Kapan dosa pertama kali terjadi di alam semesta Allah? Apakah istilah lain yang digunakan untuk Setan?

   Wahyu 12:7-10—“Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat2nya…..9.Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi,….”

 

MINGGU: ULAR (The Serpent)

*5. Sekarang, mari kita kembalikan perhatian kita ke Taman Eden dengan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat dan ular/ular? (snake/serpent).

6. Sangat penting untuk memperhatikan bahwa para penulis Alkitab mengidentifikasi bahwa ular purba/kuno dalam Wahyu 12:9, tidak diragukan lagi, itu adalah yang sama yang dibicarakan dalam Kejadian 3 dengan Iblis atau Setan.

   Dan pekerjaannya selalu menipu. Dalam bahasa Ibrani, sebuah kalimat dimulai dengan menyebutkan kata yang paling penting, dalam hal ini ular (snake/serpent). Fakta bahwa dia disebut ular dengan kata sandang pasti, the, menunjukkan bahwa dia sudah menjadi sosok yang terkenal.

   Kita seharusnya sudah tahu tentang dia dari pemberontakannya di surga sebelum pertemuan di Eden.   

   Perhatikan kata-kata ini dari Ellen White, tentang ular ular (snake/serpent).

   “Agar supaya dapat melaksanakan pekerjaannya tanpa kelihatan, Setan telah memilih menggunakan ular sebagai alatnya satu alat yang tersembunyi yang telah disesuaikan dengan usaha penipuannya. Pada waktu itu ular adalah salah seekor makhluk yang paling cerdik dan paling indah di bumi ini.  Dia mempunyai sayap dan bilamana terbang di udara ia memberikan satu penampilan yang berkilauan serta memiliki warna keemasan yang indah”—Ellen G.White,Alfa dan Omega,jld.1 hlm.48.

7. Setan jelas merupakan satu makhluk yang nyata/clearly a real being; dia bukan hanya semacam personifikasi metaforis kejahatan seperti yang diklaim banyak orang.

8. Dan ketika Setan berbicara kepada Hawa, dia tentu tidak ingin Hawa berpikir bahwa dia adalah musuh Allah/Ular tidak menampilkan dirinya sebagai musuh Allah.

   Dia bahkan mengutip firman Allah, tetapi dengan cara yang menipu dengan hanya sebagian kutipan dari Allah, meninggalkan bagian/portion yang berarti kebalikan dari apa yang disiratkan Setan!  Jadi, sejak awal, kita dapat melihat bahwa Iblis suka mengutip dari firman Allah.

   Dia juga melakukan itu jauh kemudian, bahkan kepada Yesus Kristus sendiri seperti yang tercatat dalam Matius 4:6…”sebab ada tertulis…dst.

9. Ketika dia (Hawa)-- mendekati pohon itu, Hawa tahu bahwa dia telah membuat dua kesalahan: (1) Dia telah menyimpang jauh/mengembara dari Adam; dan (2) Dia sedang mendekati (approaching) pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat yang telah dilarang untuk mereka dekati.

10. Ular itu, benar-benar Setan, telah menggunakan teknik yang sangat cerdik untuk mendapatkan perhatian wanita itu; dia memulai dengan sebuah pertanyaan. Seperti yang kita baca sebelumnya:

   Genesis 3:1: Now the snake was the most cunning animal that the LORD God had made. The snake asked the woman, “Did God really tell you not to eat fruit from any tree in the garden?”―Good News Bible. (“Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya bukan?”…

   (Seperti yang akan kita lihat, dia telah berhasil melakukan penipuannya…)

11. Menurut Anda mengapa Setan memulai percakapannya dengan Hawa dengan menanyakan kepadanya tentang penafsirannya tentang firman Allah? Bagi Hawa, itu mungkin tampak seperti satu pertanyaan yang polos/an innocent question.

12. Perhatikan bahwa implikasi dari pernyataan Setan adalah bahwa Allah telah melarang mereka untuk makan dari pohon apa pun di taman itu. Ini segera menyiratkan bahwa Hawa perlu menanggapi dengan mengatakan:

“Tidak, kita bisa makan pohon apa saja di taman ini kecuali satu pohon itu.”

   Jika Setan mampu/dapat menipu Hawa di taman sementara dia setiap hari berbicara dengan Allah dan dengan para malaikat surgawi, seberapa baik dia menipu kita?

13. Apakah Setan mencoba menunjukkan kepada Hawa bahwa, mungkin, dia telah salah memahami instruksi Allah?

14. Setan ingin menunjukkan bahwa Allah menahan hampir semua/ segala sesuatu dari mereka.

   Tanggapan Hawa, tentu saja, menunjukkan kebenaran bahwa Allah itu sangat murah hati, menawarkan kepada mereka segalanya kecuali satu pohon itu.

15. Apakah menurut Anda Hawa benar-benar berpikir bahwa makan dari pohon itu akan memberinya lebih banyak kebijaksanaan?

   Seberapa sering kita hari ini tergoda untuk menjelajahi jalan pengetahuan yang mungkin sama berbahayanya?

 

SENIN: BUAH TERLARANG (The Forbidden Fruit)

16. Bagaimana kelanjutan percakapan antara Hawa dan ular?

   Baca Kejadian 3:2-5—ay.4 “Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,…

17. Dua tuduhan utama Setan terhadap Allah yang disuarakan kepada Hawa adalah:

   (1) Allah tidak mengatakan yang sebenarnya, yaitu, Allah  adalah pembohong! (Kejadian 3:4)

   (2) Bertentangan dengan apa yang Allah klaim, dosa tidak mematikan! (Kejadian 3:4)

 

   Dua argument Iblis: Keabadian dan menjadi seperti Allah, telah meyakinkan Hawa untuk memakan buah itu.  Kedua godaan ini, yaitu menjadi abadi dan menjadi seperti Allah, adalah akar dari gagasan tentang keabadian dalam agama Mesir dan Yunani Kuno.

   Secara diam-diam, cara berpikir ini menyusup kedalam budaya Yahudi-Kristen dan telah melahirkan kepercayaan akan jiwa yang baka, yang masih ada saat ini di banyak gereja. (Mormon, Sokrates –Kita hidup sebagai roh sebelum kita datang ke bumi, dan roh kita akan terus hidup setelah kita meninggal >> menghibur pada masa duka nestapa).

18. Tetapi, Setan tidak ingin Hawa memikirkan masalah ini. Jadi, dia menyarankan agar dengan memakan buahnya, dia bisa menjadi seperti Allah. Dan siapa yang tidak ingin menjadi seperti Allah? Perhatikan bahwa, titik terpenting dari semuanya, difokuskan pada Nubuatan Mesianik. Seluruh pasal dari Kejadian Fasal 3 dirancang untuk memusatkan perhatian kita pada hal itu.  

   Namun, perlu diingat bahwa Musa tidak menulis pasal-pasal; gagasan pasal untuk Alkitab tidak dipahami sampai lama setelah zaman Yesus.

19. Bagaimana seharusnya Hawa menanggapi ular dan penawarannya? Hawa bisa saja berkata:

“Pohon ini dan buah ini telah ada di sini setiap hari yang saya miliki. Jika buah ini sangat bagus, saya akan kembali besok dan memakannya setelah mendiskusikannya dengan Adam dan dengan Allah.”

   Tapi, Setan adalah seorang penjual yang baik, menutup kesepakatan di tempat! (Closing the deal on the spot).

20. Mengapa Allah menempatkan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat di tengah taman, begitu dekat dengan pohon kehidupan? Apakah itu adil bagi Adam dan Hawa? Dan adil bagi Setan?

   Karena manusia telah mengambil buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, karena mereka tidak menaati Allah, mereka telah kehilangan akses ke pohon kehidupan dan tidak dapat hidup kekal-selamanya, setidaknya dalam kondisi ini.   

   Hubungan ini mendasari prinsip yang mendalam. Pilihan2 moral dan spiritual berdampak pada kehidupan biologis, sebagaimana Salomo menginstruksikan putranya, ”Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku/hukumku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku/tetapi biarkan hatimu menuruti perintahku; karena panjang umur dan dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.” (Ams. 3:1, 2)

21. Tidak bisakah Allah menempatkan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat di “sudut terjauh” Taman Eden di mana Adam dan Hawa jarang pergi, daripada di tengah, di dekat pohon kehidupan tempat mereka harus pergi setiap hari? Atau, apakah Allah “perlu” menunjukkan alam semesta bahwa Dia adil dengan memberikan kesempatan kepada Setan untuk mendekati Adam dan Hawa dengan argumennya melawan Allah?

22. Penting untuk diketahui bahwa pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat sebenarnya seharusnya menjadi perlindungan bagi Adam dan Hawa. Setan hanya bisa mendekati mereka di satu lokasi itu; dia tidak bisa mengikuti mereka di sekeliling taman!

   “Setan tidak boleh mengikuti mereka dengan godaan terus-menerus; dia bisa memiliki akses ke mereka hanya di pohon terlarang. Jika mereka mencoba untuk menyelidiki sifatnya, mereka akan terkena tipu muslihatnya. Mereka dinasihati untuk memberikan perhatian yang cermat pada peringatan yang telah Allah kirimkan kepada mereka dan untuk puas dengan instruksi yang Allah anggap pantas untuk diberikan. Ellen G. White, Patriarchs and Prophets* 53.3.

23. Satu-satunya hal yang harus dilakukan Adam dan Hawa untuk mencegah jatuh ke dalam kejahatan adalah menjauhi pohon itu; (to stay away from that tree)--dan itu adalah instruksi Allah kepada mereka.

   Jadi, ketentuan Allah itu dimaksudkan sebagai perlindungan bagi mereka.

 

SELASA: BERSEMBUNYI DARI TUHAN (Hiding Before God).

24. Mengapa Allah memanggil Adam dan Hawa di taman, mengatakan, dalam Kejadian 3:7-13 ay.9--“Di manakah engkau/kamu?” Tentu saja, Allah tahu di mana mereka berada.

   Dia memberi Adam dan Hawa suatu kesempatan untuk mengakui/menyadari kesalahan mereka dan untuk meminta pertobatan dan pengampunan. Allah sudah bekerja untuk keselamatan dan penebusan mereka.!

25. Sangat menarik untuk dicatat bahwa Allah memiliki pertanyaan serupa untuk Kain (Kejadian 4:9—Firman Tuhan kepada Kain: “Dimana Habel, adikmu itu?) dan yang lainnya di dalam Alkitab. Ini adalah antropomorfisme, menunjukkan seolah-olah bahwa Allah memiliki jenis keterbatasan yang sama dengan yang kita miliki.

26. Contoh lain dari perkembangan ini terlihat dalam kisah Kain, (Kejadian 4:9-10) air bah, (Kejadian 6:5-8) menara Babel, (Kejadian 11:5) dan Sodom dan Gomora. (Kejadian 18:21).

   Allah tidak pernah menjatuhkan hukuman atas kita tanpa memberi kita kesempatan untuk merespon. Tuhan tidak pernah menghukum manusia tanpa memberi kita/mereka kesempatan untuk menanggapi. Tapi, kita harus mau mengakui kesalahan kita/to admit our guilt.

27. Jadi, siapa yang lebih bersalah? Hawa? Atau, Adam?

   1 Timotius 2:14-15. 2 Korintus 11:3 “”Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya”.

28. Adam menyalahkan Hawa; Hawa menyalahkan ular dan Allah karena menempatkan ular di sana.

   Mengapa Adam dan Hawa mencoba mengalihkan kesalahan kepada seseorang selain diri mereka sendiri?

29. Kata yang diterjemahkan menipu yang digunakan Hawa menunjukkan bahwa dia berpikir, ditipu, dia melakukan hal yang benar. (Bandingkan 2 Raja-raja 19:10; Yesaya 37:10; Yeremia 49:16.)

   Adam menyalahkan wanita itu, mengatakan bahwa dia memberinya buah (ada beberapa kebenaran dalam hal ini), dan Hawa menyalahkan ular, mengatakan ular memperdaya/menipu dia (ada beberapa kebenaran untuk hal ini juga).

   Tapi pada akhirnya, mereka berdua bersalah (They both were guilty).

30. Ketika mencoba menghindari kesalahan/blame, sangat umum bagi orang untuk menyebutkan beberapa kebenaran bercampur dengan beberapa kesalahan. Itu adalah skema asli Setan.

 

RABU: NASIB ULAR (The Fate of the Serpent).>> see ayat hafalan.

31. Sekarang mari kita beralih untuk meninjau bagian dari rencana Allah untuk penyembuhan bagi Adam dan Hawa dan seluruh umat manusia. Allah bersikap sangat langsung/very direct-- dengan Adam dan Hawa.

   Kejadian 3:14-19 ayat 14-15.”Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu:”Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau diantara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Ayat 15 (lihat ayat hafalan). Ayat 17.”Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan daripadanya, maka terkutuklah tanah karena engkau, dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu :…..

32. Perhatikan secara khusus, bahwa Allah pertama-tama mengutuk ular. Tetapi, kemudian, segera di ayat berikutnya, Dia menawarkan harapan kepada Adam dan Hawa dengan melibatkan seorang Mesias. (Kejadian 3:15)

   Ayat itu adalah satu-satunya yang positif di seluruh pasal.

   Allah telah mengatakan bahwa setiap hal yang Dia ciptakan selama minggu penciptaan adalah baik.

   Pikiran Hawa telah terfokus pada pohon itu, dan dia berkata bahwa buahnya terlihat bagus.(looked good).

33. Perhatikan kembali Kejadian 3:14-15.

   Disini terpancar harapan keselamatan umat manusia, yang muncul dalam bentuk nubuatan—harapan penebusan (v.15).

   -Di sini kita mencapai semacam “pembalikan” Penciptaan.

    Sementara Penciptaan menuntun pada kehidupan, penghargaan akan kebaikan, dan berkat, penghakiman mengarah pada kematian, kejahatan dan kutukan—tetapi juga, pada pengharapan dan janji keselamatan.

34. Ada beberapa persamaan yang sangat menarik antara Kejadian 3:15 dan Wahyu 12:17:

   Naga (ular), marah (permusuhan); benih (keturunan); dan

wanita di Eden dan wanita di Wahyu 12:17.

   Pertempuran (kontroversi besar) yang pindah ke Eden, dengan Kejatuhan, akan berlanjut hingga akhir zaman.

   Namun, janji kekalahan Setan sudah diberikan di Eden, di mana kepalanya akan diremukkan, sebuah tema yang lebih eksplisit telah dinyatakan/diungkapkan dalam Wahyu, yang menggambarkan kematian terakhirnya (Wahyu 20:10).

   Artinya, sejak awal, umat manusia telah diberi harapan bahwa akan ada jalan keluar dari kekacauan mengerikan yang berasal dari pengetahuan tentang kejahatan, sebuah harapan yang dapat kita bagikan bersama saat ini.

35. Penting untuk diperhatikan bahwa tidak lama setelah Allah menjatuhkan hukuman atas manusia, Ia menjanjikan keselamatan kepada mereka. Tapi, konsekuensi dari dosa tidak bisa dihindari.

 

KAMIS: NASIB MANUSIA (Human Destiny)

   Adam dan Hawa diusir dari taman, tidak pernah memiliki akses lagi ke pohon kehidupan sampai mereka melihatnya di surga.

36. Sangat menarik untuk memperhatikan bahwa setelah diberi hukuman mati karena perilaku mereka, Allah memberi tahu mereka bahwa Hawa akan dapat melahirkan, (Kejadian 3:20) harapan hidup baru—the hope of new life.

37. Di banyak tempat dalam Alkitab, ada konstruksi logis yang dikenal sebagai chiasms/khiasma2. Mereka mulai dengan titik tertentu dan maju ke fokus utama, dan kemudian, mundur kembali ke titik di mana mereka mulai.

   Perhatikan chiasma menarik berikut dalam Kejadian 3.

   Pentingnya nubuatan Mesianik pertama (Kej.3:14,15) ini terletak persis di tengah struktur pasal tersebut (ABCDC1B1A1).

A.Kejadian 3:1-5. Ular – Hawa. Allah absen :--Pencobaan makan dari pohon pengetahuan baik dan jahat.

  B.Kejadian 3:6-8.Adam – Hawa:-Pakaian manusia.

     C.Kejadian 3:9-13.Allah-Adam-Hawa: Penghakikan pra-Advent

        D.Kej.3:14,15.Allah – Ular: Nubuatan mesianik.

           C1 Kej.3:16-19.Allah-Hawa-Adam:-Penderitaan.

        B1 Kej.3:20,21.Adam – Hawa: -Pakaian Allah.

 A1 Kej.3:22-24.Allah sendiri :-Larangan untuk makan dari pohon kehidupan.

   Struktur pasal ini menyoroti 2 tema utama: tema pencobaan dan tema keselamatan.

38. Orang-orang Kristen sering telah menunjuk Kejadian 3:15 sebagai janji akan seorang Mesias di masa depan. Apa yang mendasari penafsiran itu?

   “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya”.(Kejadian 3:15).

  Sekarang, apa yang dimaksud dengan kata benih?. Kata ini tidak boleh dipahami dalam pengertian kolektif, mengacu pada umat manusia atau suatu bangsa (Israel, misalnya), atau dalam pengertian tertentu, yang berarti individu manusia tertentu. Manarik untuk dicatat bahwa pada baris berikutnya kata “benih” telah diganti dengan kata ganti orang “dia” (dalam Bahasa Ibrani,hu’), yang sebenarnya merupakan subjek dari kata kerja “meremukkan” (shuf).  Dengan demikian, “dia” menerima penekanan khusus dalam struktur paragraph dan sintaksis frasa: itu muncul tepat sebagai stanza inti pada saat ritme puitis bergeser dari empat ketukan menjadi tiga ketukan.

   Pergeseran irama ini menunjukkan bahwa kata ganti ini merupakan pokok dari bagian tersebut. Selama itu, “dia” adalah kata pertama dalam frasa, sehingga memberikan penekanan.

   Dari 103 ayat di mana kata ganti Ibrani hu’, “dia”, diterjemahkan dalam Septuaginta, Kejadian 3:15 adalah satu-satunya bagian yang tidak sesuai dengan konteks terdekat.

   Sesunggunya bentuk Bahasa Yunani dari kata ganti (autos) tidak mengacu pada gender wanita (bukan feminine), atau pun benih (bukan netral). Sebaliknya, autos merujuk pada individu laki-laki. Ketidakterautran sintaksis ini menunjukkan kepada kita bahwa para penerjemah mempertimbangkan seseorang yang pasti, seorang laki-laki dalam peristiwa sejarah, yaitu Mesias.

   Penafsiran Mesianik Kejadian 3:15 ini bahkan dibuktikan oleh kitab-kitab Bahasa Ibrani lainnya. Salah satu kesaksian yang paling persuasive tentang hal ini ditemukan dalam Mazmur 110, di mana kata-kata dalam Kejadian 3:15 muncul kembali dan secara langsung berkaitan dengan Mesias keturunan Daud.

   Kata-kata dalam Mazmur, “Sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu: (Mzm.110:1), bahwasanya pengulangan kata kerja dari pernyataan pertama janji dalam Kejadian “Aku akan mengadakan permusuhan”.

38. Bandingkan Kejadian 3:15 dan Mazmur 110:6-7 yang merupakan satu-satunya referensi lain di seluruh Perjanjian Lama dengan kata-kata yang berhubungan dengan meremukkan kepala.

39. Namun, dalam Mazmur 110, kita melihat sesuatu yang lain. Mesias yang akan datang akan menjadi seorang Imam dalam ordo Melkisedek. Kita harus mengingat semua tentang Melkisedek dari pelajaran kita kuartal terakhir. Lebih dari itu, Mesias ini akan berakhir duduk di sebelah kanan Allah di surga. Tidak ada orang lain yang dapat menggenapi nubuat itu kecuali Yesus Kristus, Mesias yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama.

40. Menarik untuk dicatat tindakan2 Allah setelah pertemuan dan percakapan-Nya dengan Adam dan Hawa setelah dosa mereka.  Kejadian 3:24 “Ia menghalau manusia itu dan di sebelah

Timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjadi jalan ke pohon kehidupan”.

41. Apa rencana semula/awal Allah untuk hubungan antara Hawa dan Adam?

   “Ketika Allah menciptakan Hawa, Dia merancang agar dia tidak memiliki inferioritas atau superioritas terhadap pria, tetapi dalam segala hal dia harus setara dengannya. Pasangan suci itu tidak memiliki kepentingan independen satu sama lain; namun masing-masing memiliki individualitas dalam berpikir dan bertindak.  

   Tetapi setelah dosa Hawa, karena dia yang pertama melakukan pelanggaran, Allah mengatakan kepadanya bahwa Adam harus memerintah atas dirinya. Dia harus tunduk pada suaminya, dan ini adalah bagian dari kutukan. Dalam banyak kasus kutukan telah membuat banyak wanita [sic] sangat menyedihkan dan hidupnya menjadi beban.

   Keunggulan yang diberikan Allah kepada manusia telah disalahgunakannya dalam banyak hal dengan melakukan/mempraktekkan kekuasaan yang sewenang-wenang.   

   Hikmat yang tak terbatas telah menyusun rencana penebusan, yang menempatkan ras pada percobaan kedua dengan memberi mereka pencobaan yang lain.—

   Ellen G. White, Testimonies for the Church,* vol. 3, 484.1.

   Apakah kita menghargai semua yang telah Allah lakukan untuk kita? Sudahkah kita menjadi cukup bijaksana untuk membedakan antara yang baik dan yang jahat?

TAMBAHAN:

   Penghakiman Allah atas ular diidentifikasikan sebagai kutukan (Kej.3:14). Penghakiman Allah atas laki2 dan perempuan bukan kutukan. Kata “kutukan” hanya berlaku untuk tanah.

   Artinya: Tuhan memiliki rencana lain untuk pria dan wanita. 

   Mereka ditawari harapan yang tidak ditawarkan kepada ular.

                                    ==============

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.