PENCIPTAAN
PENDAHULUAN
KEJADIAN: KITAB PERMULAAN
(The Book of The Beginning)
Kitab Kejadian adalah petak-benih (seed-plot) dari Firman
Allah.
Ini memberitahukan kepada kita permulaan dari segala sesuatu kecuali
Allah karena Allah tidak mempunyai permulaan. Kitab Kejadian adalah tentang Allah/berbicara
tentang Yesus : Yesus pemelihara kita, Yesus penebus kita.
Musa menulis kitab Kejadian ribuan tahun setelah periode kitab Kejadian
sampai ke zaman Musa sendiri.
Rasul Yohanes mengungkapkan dalam kisah penciptaan dalam Yohanes 1:1-4
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman
itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu
dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala
yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia”.
Apakah yang telah ditulis oleh Yohanes disini?. Disini ditulis
bahwa “Pada mulanya” segala sesuatu telah dijadikan, semua hal yang tadinya
tidak ada, menjadi ada oleh Yesus.
Semua ciptaan—dari galaksi hingga DNA yang sangat teliti didalam
sel—Yesuslah yang menciptakan dan menopang semuanya. Dan buku Kejadian adalah cerita pertama dalam
Kitab Suci tentang penciptaan dan penebusan akan ciptaan ini.
Kitab ini merupakan satu-satunya catatan “resmi” tentang asal usul
kita.
Kata Kejadian berasal dari Bahasa Yunani: genesis, yang berarti
“beginning”/“permulaan” dan itu berasal dari bahasa Ibrani: bere’shit, “in the
beginning”/“pada mulanya” yang merupakan kata pertama dari buku Kejadian dan
juga merupakan kata pertama dari seluruh Alkitab.
Kitab Kejadian penting karena kitab ini membantu kita untuk memahami
siapa kita sebagai manusia—saat kita manusia dianggap tidak ada apa-apa namun
karena kebetulan saja(nothing but accident), yang merupakan ciptaan yang
kebetulan saja, dari materialistis murni alam semesta.
Atau seperti yang dikatakan oleh seorang ahli fisika bahwa kita manusia
adalah “lumpur yang terorganisasi” (organized mud)—yang diatur oleh hanya alam
saja.
Namun, Kitab Kejadian mengungkapkan kepada kita asal mula kita yang
sebenarnya, bahwa kita adalah makhluk yang diciptakan dengan sengaja dan
sempurna menurut gambar Allah didalam satu dunia yang sempurna pula.
Kitab Kejadian juga menjelaskan tentang Kejatuhan; itulah mengapa dunia
kita tidak lagi sempurna dan mengapa kita sebagai manusia juga tidak sempurna.
Akan tetapi, kitab Kejadian juga menghibur kita dengan janji keselamatan
Tuhan dalam dunia ini, meskipun dunia ini tidak menawarkan apa pun kepada kita
selain penderitaan dan kematian.
Kitab kejadian menyajikan kepada kita antara lain: kisah-kisah
mukjizat yang dramatis seperti: penciptaan, kelahiran, Pelangi dan juga
penghakiman (Air Bah, Sodom dan Gomora) sebagai suatu kesaksian akan kehadiran
Allah yang kudus.
Tetapi kitab Kejadian juga menampilkan kisah-kisah cinta manusia yang
menyentuh hati (seperti: Kisah Yakub dan Rahel), juga tentang kebencian (kisah
Yakub dan Esau), tentang kelahiran(Ishak,Yakub, anak laki-laki Yakub), tentang
kematian (Sara,Rahel, Yakub, Yusuf), kisah pembunuhan (Kain, Simeon, dan Lewi),
dan pengampunan (Esau dan Yakub, Yusuf dan saudara2nya). Kitab Kejadian juga menyajikan pelajaran
tentang etika (Kain, Babel), juga tengang iman (Abraham, Yakub) dan tentang
harapan dan janji penebusan (menghancurkan ular, Tanah Perjanjian).
Oleh sebab itu, marilah kita mempelajari kita kejadian, kita nikmati
kisah-kisahnya yang indah dan belajar berjalan lebih baik dengan Tuhan
Pencipta, Allahnya Abraham, Ishak dan Yakub.
Tanpa kitab Kejadian, pengetahuan kita tentang Allah yang menciptakan
akan sangat terbatas; kita tidak akan mengetahui awal/permulaan dari alam
semesta kita.
Terlepas dari betapa berbedanya waktu, tempat, budaya, dan keadaannya,
seringkali kisah-kisah dalam kitab Kejadian ini, dalam banyak hal adalah
merupakan milik kita juga.
Nast: “Pada
mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”.
Kejadian 1:1.
1.Apakah sejarah paling awal/mula2 yang tercatat
dalam Kitab Suci? Itu adalah catatan pemberontakan di surga seperti yang
tercatat dalam Wahyu 12:7-12.
Ellen White
mengemukakan bahwa salah satu tantangan yang Allah telah hadapi terkait dengan pemberontakan
Lucifer/Setan adalah terhadap penciptaan dunia ini.
Lucifer
ingin menjadi bagian dari komite/Rapat penciptaan; namun, Allah mengakui bahwa
sebagai makhluk, Lucifer tidak punya kontribusi apa-apa.
2. Kejadian 1 &
2 menandai awal/permulaan dari sejarah manusia.
Ayat-ayat Penciptaan dalam Kejadian 1 &
2 berisi pelajaran tentang Allah dan kemanusiaan.
Pelajaran terpenting dari cerita Alkitab
tentang permulaan adalah pelajaran tentang kasih karunia.
Keberadaan kita murni karena suatu
tindakan kasih karunia.
Allah telah menciptakan langit dan bumi pada
saat manusia belum ada/hadir. Penciptaan kita dan Penebusan kita juga adalah
merupakan pemberian dari Allah (a gift from God).
Dan kedua konsep Penciptaan dan
Penebusan itu ada dalam perintah Sabat hari ketujuh.
Sewaktu kita menelaah pelajaran tentang
Penciptaan ini, kita akan memahami dengan lebih baik arti yang mendalam dari
Sabat hari ketujuh. Kita akan merenungkan tindakan Allah dalam menciptakan
manusia dari debu dan diciptakan menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah.
Ada
sejumlah alasan teknis dari bahasa Ibrani asli yang menyatakan bahwa
catatan-catatan dalam Kejadian 1&2 ini mengikuti kata-kata normal yang
digunakan untuk menggambarkan peristiwa sehari-hari di seluruh Perjanjian Lama.
Ketika
Alkitab menggunakan ungkapan petang dan pagi, hal itu selalu berbicara tentang
hari 24 jam secara harfiah.
3. Salah satu
hal yang paling menantang untuk dipahami banyak orang adalah tujuan meletakkan/menaruh
pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat di taman yang indah itu, terutama di
tengah taman itu.
Kita akan
tertarik pada tujuan dari pohon pengetahuan baik dan jahat dan hubungannya
dengan pohon kehidupan.
Kita akan membahasnya secara singkat nanti
dan bahkan lebih banyak lagi waktu-waktu yang akan datang.
4. Penting
bagi kita untuk menyadari bahwa Allah menciptakan dunia kita yang indah dalam
kondisi aslinya yang murni sebagai persiapan untuk kedatangan manusia.
Itu adalah contoh sempurna dari kasih
karunia Allah dan merupakan cicipan dari kasih karunia Allah yang akan
bertindak di akhir sejarah manusia ketika Dia akan menciptakan kembali bumi ini--
untuk kepentingan kita.
MINGGU: ALLAH PENCIPTA (The God of
Creation).
5. Jadi, bagaimana seharusnya tanggapan/response
kita terhadap Allah Pencipta? (Baca Mazmur 100:1-3).
Ayat 3: “Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita
dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya”.
>>Dalam
Kejadian 1, pekabaran pertama dari kisah Penciptaan adalah “Allah”.
>>Kita baca dalam Kejadian 1:1”Pada
mulanya Allah”.
>>Teks Penciptaan dimulai dengan suatu
penekanan pada Allah Pencipta.
Kitab Kejadian 1&2 dimulai dengan dua presentasi/penyajian tentang
Allah yang berbeda:
>>Kisah/Catatan
Penciptaan pertama (Kejadian 1:1-2:4) menampilkan Allah itu sebagai
jauh dari manusia, Allah yang transenden (kelebihan/hal
melampaui), Elohim (bhs.Ibrani), yang namanya berbicara tentang supremasi
Allah.
Nama Elohim menunjukkan keunggulan dan kekuatan
(preeminence and strength). Bentuk jamak
dari kata Elohim—mengungkapkan gagasan/ide keagungan dan transendens (majesty
and transcendence/hal melampaui).
>>Kisah/Catatan Penciptaan
kedua (Kej.2:4-25)
menampilkan Allah itu dekat dan personal (pribadi), Tuhan yang immanent
YHWH (yang tetap ada YHWH)
Artinya: kata-kata itu menunjukkan Allah yang sangat pribadi yang
dikenal sebagai Yahweh, dalam bahasa Ibrani YHWH, sebuah nama yang dianggap
terlalu suci untuk diucapkan.
Nama itu menyiratkan kedekatan dan hubungan.
Jadi, gambaran keseluruhan menunjukkan bahwa kita sedang berhadapan
dengan Makhluk yang memiliki keagungan dan kuasa tak terbatas; namun, pada saat
yang sama, Allah ingin dekat dengan kita.
Jadi, bagaimana kita bisa mengenali keagungan dan kuasa Allah yang luar biasa namun tetap merasa nyaman di
hadirat-Nya, mengakui pengampunan dan kasih-Nya?
Apa artinya melayani Allah dengan rasa takut?/to serve God with
fear.
Dalam bahasa aslinya, kata yang sering diterjemahkan takut juga berarti
penghormatan dan rasa hormat (reverence and respect).
Teks penciptaan secara keseluruhan merupakan seruan implisit yang
menyembah Allah; pertama untuk menyadari keagungan dan kekuatan Allah yang tak
terbatas, dan pada saat yang sama mengakui ketergantungan kita kepada-Nya
karena Dia telah menciptakan kita (Maz.100:3).
Inilah sebabnya mengapa banyak Mazmur
sering menghubungkan ibadah dengan Penciptaan (Mzr.95:1-6; 139:13,14).
Bandingkan Wahyu 14:7.
Pandangan ganda tentang Allah yang agung dan berkuasa (majestic &
powerful), dan yang juga dekat, penuh kasih, dan dalam hubungan dengan kita
(close, loving and in a relationship with us), berisi point penting tentang
bagaimana kita harus mendekati Tuhan dalam ibadah.
Rasa kagum dan hormat berjalan seiring dengan sukacita dan adanya
jaminan kedekatan, pengampunan dan kasih Allah (Mazmur 2:11).
>>Bahkan urutan dari 2 presentasi
Allah itu pun bermakna:--
Pengalaman kedekatan Allah dan keintiman
kehadiran-Nya mengikuti pengalaman jarak kejauhan dengan Allah.
Hanya ketika kita telah menyadari bahwa Allah itu maha besar barulah
kita dapat menghargai kasih karunia-Nya dan menikmati kehadiran-Nya yang indah
dan penuh kasih dalam hidup kita.
SENIN: PENCIPTAAN (The Creation)
7. Lihat Kejadian 1. Berulang kali, kita
melihat ungkapan “itu baik” atau “Allah berkenan” dengan ciptaan-Nya, hari demi
hari.
(“Allah melihat bahwa semuanya itu baik”)
Dan ketika minggu itu selesai/telah berakhir dan Dia telah menciptakan
manusia, Dia berkata, “Itu sangat bagus/sungguh amat baik.”>>”Maka
Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam” (Kejadian 1:31, KJV*)
>>tov (baik)—kata sifat ini berarti bahwa pekerjaan Penciptaan Allah
berhasil dan pengamatan Allah bahwa “itu baik”—berarti “berhasil” (it
worked). Terang itu menerangi (Kej.1:4).
Tanaman itu menghasilkan buah (Kej.1:12).
8. Dan kemudian Allah memberi kita satu alasan
dan satu cara untuk merayakan semua yang telah Dia lakukan.
Kejadian 2:1-3 “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala
isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang
dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala
pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu
dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala
pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
9. Kata yang diterjemahkan baik/good
dalam semua ayat itu tidak hanya berarti itu berlaku, tetapi juga indah dan
sangat menarik bagi manusia.
Kata itu juga terkadang digunakan seperti dalam Kejadian 2:17 untuk
mengungkapkan apa yang baik sebagai lawan dari apa yang jahat/buruk.
Kejadian 2:17 “tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang
jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya,
pastilah engkau mati.”
>>Penjelasan
tentang Penciptaan ini secara radikal bertentangan dengan teori evolusi, yang
secara dogmatis menyatakan bahwa dunia membentuk dirinya sendiri secara
progresif melalui serangkaian kejadian yang tidak disengaja, mulai dari kondisi
inferior hingga kondisi superior.
Sebaliknya, penulis Alkitab menegaskan bahwa Allah dengan sengaja dan
tiba-tiba menciptakan dunia (Kejadian 1:1).
Tidak ada kebetulan atau untung-untungan tentang semua itu.
Dunia tidak muncul dengan sendirinya tetapi hanya sebagai hasil dari
KEHENDAK dan FIRMAN TUHAN (Kej.1:3).
Kata kerja ‘bara’= menciptakan/create, diterjemahkan dalam Kejadian 1
seperti pada mulanya Allah “menciptakan” langit dan bumi, muncul hanya dengan Allah
sebagai subjeknya, dan itu menunjukkan keteguhan: Allah telah berbicara, dan jadilah demikian.
10.Catatan Kejadian menggambarkan tiap-tiap
hari sebagai petang dan pagi. Seperti yang telah kita sebutkan
sebelumnya, ungkapan itu dalam Alkitab selalu mengacu/merujuk pada hari-hari
literal.
Selanjutnya, jika tumbuh-tumbuhan diciptakan pada “hari” ketiga atau
jangka waktu yang lama dan matahari dan bulan tidak diciptakan sampai “hari”
keempat, bagaimana tumbuhan bertahan hidup tanpa matahari untuk jangka waktu
yang lama?
Tentu saja, alasan sebenarnya dari asal dan keberadaan teori evolusi
adalah untuk menyingkirkan Allah dari posisi-Nya sebagai Pencipta dan
terutama untuk mencoba menyingkirkan-Nya dari posisi sebagai Hakim terakhir
bagi semua manusia.
Evolusionis tidak ingin berpikir bahwa mereka akan pernah bertanggung
jawab kepada otoritas kebenaran tertinggi mana pun.
11. Jadi, perbedaan nyata antara suatu penjelasan
penciptaan tentang asal-usul dan suatu penjelasan evolusioner tentang asal-usul
adalah Allah. Apakah Allah itu ada? Atau, tidak? Dan jika Dia ada, apakah kita,
pada akhirnya, akan dihakimi oleh-Nya? Itulah pertanyaan sesungguhnya.
Evolusionis telah ditentukan untuk mencoba menjelaskan asal
mula segala sesuatu tanpa Allah.
12. Banyak ilmuwan atau bahkan
orang-orang dengan kecenderungan ilmiah dalam pemikiran mereka melihat Kejadian
1 dan berpikir bahwa itu terlalu sederhana. Mana bukti ilmiahnya? Namun, ada
jawaban yang sangat jelas untuk tuduhan itu: Ketika berbicara tentang Kejadian
dan asal-usulnya, kita berbicara tentang "siapa" dan
"mengapa" dan sangat sedikit tentang "bagaimana".
SELASA: SABAT (The Sabbath).
>>Mengapa
Sabat hari ketujuh telah berhubungan/terkait dengan Penciptaan?. Karena “Allah telah mengakhiri/menyelesaikan”
pekerjaan Penciptaan-Nya, Dia telah menetapkan(instituted) hari Sabat.
Sabat hari ketujuh adalah
ekspresi dari iman kita bahwa Allah telah mengakhiri/menyelesaikan
pekerjaan-Nya pada saat itu, dan bahwa Dia telah menemukan bahwa itu “sungguh
amat baik.”
>>Memelihara hari Sabat berarti
bergabung dengan Allah untuk mengakui akan nilai dan keindahan ciptaan-Nya.
Kita bisa beristirahat dari pekerjaan kita sama seperti Allah telah
beristirahat dari pekerjaan-Nya.
Memelihara Sabat berarti mengatakan yes(ya) kepada Penciptaan Allah yang
“sungguh amat baik”, yang termasuk tubuh fisik kita.
Bertentangan dengan beberapa kepercayaan kuno (dan modern), tidak ada
dalam Kitab Suci, Perjanjian Lama atau Baru, yang merendahkan tubuh sebagai jahat.
Itu konsep pagan, bukan alkitabiah. Sebaliknya, pemelihara Sabat [sic]
bersyukur atas ciptaan Allah─yang mencakup tubuh mereka sendiri─dan itulah
sebabnya mereka dapat menikmati ciptaan dan mengapa mereka merawatnya.―
[Filosofi kafir berteori bahwa manusia terdiri dari dua komponen yang sangat
berbeda.
Mereka percaya: (1) Jiwa (psuche) terpenjara di dalam tubuh (soma); (2)
Jiwa tidak dapat disentuh sedangkan tubuh dapat disentuh; dan (3) Jiwa itu baik
sedangkan tubuh itu jahat.]
13. Ungkapan "telah menyelesaikan
pekerjaan-Nya" dan bahwa "selesai/it was complete" telah digunakan
dalam Keluaran 40:33 ketika kemah di padang gurun selesai dan juga dalam 1
Raja-raja 7:40 ,51 ketika Salomo menyelesaikan pembangunan bait suci pertama di
Yerusalem.
Setelah kejatuhan, hari Sabat, pada akhir minggu, menunjuk pada mukjizat
keselamatan, yang akan terjadi hanya melalui mukjizat suatu penciptaan
baru/through the miracle of a new creation.(Yes.65:17; Wahyu 21:1).
Sabat adalah sebuah tanda di akhir pekan kemanusiaan kita bahwa
penderitaan dan pencobaan dunia ini akan berakhir juga.
Inilah mengapa Yesus telah memilih hari Sabat sebagai hari yang paling
tepat (the most appropriate day) untuk menyembuhkan orang sakit (Lukas
13:13-16).
Bertentangan dengan tradisi yang dipegang oleh para pemimpin, dengan
penyembuhan Sabat yang ditunjukkan Yesus kepada kita semua—kepada satu waktu
bahwa semua rasa sakit, semua penderitaan, kematian, akan berakhir, yang
merupakan kesimpulan dari proses keselamatan.
Karenanya, setiap Sabat mengarahkan kita pada harapan penebusan.
14. Seperti yang kita ketahui dari
pelajaran Kitab Suci, Yesus menciptakan banyak tantangan dan permusuhan dengan
melakukan mujizat penyembuhan pada hari Sabat.
Menurut Anda mengapa Dia melakukan itu? Benarkah Allah suatu saat akan
menyembuhkan semua masalah kita, melenyapkan dosa, sakit, kematian, dan
penyakit?
Dan kita akan merayakan semua itu dengan terus memelihara hari Sabat di
bumi yang baru? (Lihat Lukas 13:13-16.)
RABU: PENCIPTAAN MANUSIA (The Creation
of Humanity)
>>Penciptaan manusia adalah
tindakan akhir Allah atas Penciptaan.
Manusia adalah puncak dari seluruh ciptaan duniawi, tujuan untuk mana
bumi telah diciptakan.
15. Kisah/catatan penciptaan dalam
Kejadian lebih banyak membahas tentang asal usul manusia dibandingkan dengan
peristiwa-peristiwa lain dalam minggu itu.
Kejadian 1:26-29—ayat 29 “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan
manusia menurut gambar dan rupa Kita,….
Kejadian 2:7 -dari debu tanah, sesuai gambar Allah.
>>Bahwa Tuhan telah menciptakan manusia menurut gambar-Nya adalah salah
satu pernyataan paling berani dari Alkitab.
Hanya manusia yang diciptakan menurut gambar Allah.
“Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya” (Kej.1:27).
“Gambar Tuhan” dipahami hanya sebagai fungsi administratif untuk
mewakili Allah atau fungsi spiritual dari hubungan dengan Allah atau dengan
sesamanya. Mereka gagal memasukkan realitas fisik dari ciptaan ini. Kedua dimensi terseut terdapat dalam dua
kata: “gambar” dan “rupa”(Kej.1:26).
Kata “gambar”(Ibrani)= tselem—mengacu pada bentuk konkret dari tubuh
fisik. “demut” (rupa)—mengacu pada kualitas abstrak yang sebanding dengan
Pribadi Ilahi.
Jadi pengertian Ibrani tentang “gambar” harus dipahami bahwa
individu manusia (pria dan wanita) telah diciptakan menurut gambar Tuhan secara
fisik, dan juga spiritual.
Seperti komentar E.G. White:”Ketika Adam lahir dari tangan Pencipta, ia
membawa dalam tubuh, pikiran dan rohaninya sifat yang serupa dengan Khaliknya”,
Seri Membina,jld.3,hlm.11.
Dalam kenyataan, pengertian secara wholistic(menyeluruh) tentang Gambar
Allah, termasuk tubuh fisik, ditegaskan kembali dalam catatan Penciptaan
lainnya, yang mengatakan bahwa “manusia itu menjadi makhluk yang hidup”(Kej.2:7),
secara harfiah “jiwa yang hidup”(nefesh), sebagai hasil dua operasi Ilahi:
--Allah “telah membentuk” dan Allah “telah bernafas” (God “formed” and God
“breathed”.
Perhatikan bahwa “breath”/”nafas” sering mengacu pada dimensi spiritual,
tetapi juga terkait erat dengan kapasitas biologis pernafasan, bagian dari
manusia yang “dibentuk…dari debu tanah.”. Itu adalah “nafas hidup”, yakni: nafas
(spiritual) dan kehidupan (fisik).
Allah kemudian akan melakukan operasi ketiga, kali ini untuk menciptakan
perempuan dari tubuh laki2 (Kej.2:21,22), cara untuk menekankan bahwa perempuan
memiliki sifat alamiah yang sama dengan laki-laki.
16. Pernyataan di atas dibantah oleh
pernyataan2 Ellen White berikut ini. Kejahatan berasal dari Lucifer, yang telah
memberontak melawan pemerintahan Allah.
Sebelum kejatuhannya, dia adalah seorang kerub yang menutupi/menaungi,
dibedakan oleh keunggulannya.
Allah menjadikannya baik dan cantik, sedekat mungkin seperti
dirinya.―Ellen G. White, Review and Herald,* 24 September 1901, par. 4 ;
4SDABC* 1163.1; FLB* 66.2.
17. Namun, Lucifer tidak memiliki
kemampuan untuk berkembang biak seperti manusia.
“Seluruh surga menaruh minat yang dalam dan penuh sukacita dalam
penciptaan dunia dan manusia. Manusia adalah sebuah tatanan baru dan berbeda.
Mereka diciptakan “menurut gambar Allah”, dan adalah rancangan Sang Pencipta
bahwa mereka harus mendiami bumi. Mereka harus hidup dalam persekutuan yang
erat dengan surga, menerima kuasa dari Sumber segala kuasa.
Dijunjung tinggi oleh Allah, mereka harus menjalani kehidupan tanpa dosa”.―Ellen
G. White, Review and Herald,* 11 Februari 1902, par.1. Bandingkan Komentar
Alkitab SDA, vol. 1, 1081,3.
KAMIS: TUGAS MANUSIA (The Duty of
Humanity)
18. Allah tidak lama setelah menciptakan
Adam, Dia mulai memberkati dia dengan tiga karunia besar/menawatkan 3 pemberian:
(1) Taman Eden (Kejadian 2:8); (2)
Makanan (Kejadian 2:16); dan (3) Wanita itu (Kejadian 2:22).
Allah memberi Adam dan Hawa suatu hubungan yang indah (a wonderful
relationship) ; mereka memiliki satu sama lain.
19. Tapi, ada satu batasan kebebasan
mereka. Seperti yang kita baca sebelumnya: Kejadian 2:15-17.
Ayat 17: “tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu,
janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau
mati.”
20. Tugas pertama manusia agar
peduli dengan lingkungan alam di mana Allah telah menempatkannya : “untuk
mengusahakan dan memelihara taman itu.”/to tend and keep it.(Kej.2:15).
Kata kerja ‘avad’, “tend”—“mengusahakan”-mengerjakan, refers to
work. Tidak cukup hanya menerima sebuah
hadiah. Kita harus mengerjakannya dan membuatnya berbuah—ingat tentang
perumpamaan Yesus tentang talenta (Mts.25:14-30).
Kata kerja ‘shamar’—“keep”=memelihara, menyiratkan
tanggungjawab untuk melestarikan apa yang telah diterima.enym
Tugas kedua—concerns his food—menyangkut kepada
makanannya. Kita harus ingat
bahwa Allah telah memberikannya kepada manusia (Kej.1:29).
Mereka diberi akses kepada
buah-buahan dan biji-bijian dan kacang-kacangan yang dihasilkan oleh kebun itu
dan diberitahu bahwa mereka dapat dengan bebas memakan semuanya kecuali satu
pohon yang dilarang.
Kejadian 2:16 “boleh kau makan buahnya dengan bebas”. Manusia tidak menciptakan pohon, atau
buah-buahan. Itu adalah sebuah pemberian, karunia anugerah/a gift, a gift of
grace.
Kemudian
Allah menambahkan sebuah batasan/a restriction.
Mereka tidak boleh makan dari dari satu pohon tertentu.
Menikmati/Enjoying—tanpa batasan apapun akan menuntun/menyebabkan
kematian.>>Prinsip yang sama itu tetap ada sampai saat ini, bukan hanya
di taman Eden.
Tugas ketiga manusia concerns the woman/menyangkut
perempuan—pemberian ketiga dari Allah.
21.Laki-laki harus meninggalkan ayah dan
ibunya dan berpegang teguh pada istrinya sehingga mereka dapat membentuk satu pasangan
baru.(Kejadian 2:24).
Pernyataan ini adalah ungkapan yang kuat yang menyoroti tanggung jawab
manusia terhadap perjanjian perkawinan dan tujuan menjadi “satu daging”- yang
berarti satu orang (bandingkan dengan Mts.19:7-9).
22. Mengapa dikatakan laki-laki yang
harus meninggalkan orang tuanya dan bukan perempuan? Dalam Alkitab, laki-laki
(man) sering digunakan dalam arti umum, termasuk laki-laki dan perempuan. Kejadian 2:24 mengatakan: “laki-laki akan
meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya”.
>>mungkin ini berkaitan dengan penggunaan generik Alkitab secara masculine—oleh
karena itu perintah itu juga berlaku untuk wanita. Ikatan pernikahan, memerlukan tanggungjawab
manusia—sebuah tanggungjawab yang terletak pada pria dan wanita untuk dipenuhi
dengan setia.
23. Bagi mereka yang dapat membaca
Kejadian 1&2 dalam bahasa Ibrani asli, ini adalah sesuatu yang indah dengan
permainan kata-kata, permainan suara, paralelisme, dan struktur yang seimbang.
Itu ditulis hampir seperti puisi. Beberapa orang menggambarkannya
sebagai ritme tujuh. Karena tujuh dianggap sebagai angka sempurna dalam
Alkitab, itu harus berlaku untuk ciptaan Allah.
24. Bagi mereka yang mengerti bahasa
aslinya, kedua pasal dalam Kejadian ini ditulis menggunakan bentuk yang biasa
diterapkan pada silsilah.
25. Beberapa orang merasa bahwa Kejadian
1-11 dan khususnya kisah penciptaan tidak dimaksudkan untuk menjadi akurat
secara historis/sejarah tetapi hanya cerita untuk membangun kita secara
spiritual atau mitos. Namun, pada kenyataannya, pesan teologis itu berangkat
dari peristiwa sejarah.
26. Jadi, seberapa besar iman Anda
dipengaruhi oleh pemahaman Anda tentang kisah penciptaan? Jika Anda percaya 11
pasal pertama kitab Kejadian hanyalah “mitos”, apakah itu memengaruhi iman
Anda?
Evolusionis tidak percaya bahwa Allah menciptakan alam semesta ini.
Mereka bahkan tidak mau mengakui bahwa Dia ada.
Jadi, jika iman adalah hubungan dengan Pribadi yang terkenal, kepada
siapa mereka berhubungan?
27. Kisah penciptaan juga harus memberi
kesan kepada kita tentang pentingnya menjadi penatalayan yang hati-hati atas
apa yang telah Allah telah tinggalkan
untuk kita. Dunia mungkin dirusak oleh aktivitas manusia kita; namun, kita
perlu melestarikan sejauh mungkin apa yang tersisa dari ciptaan Allah.
Bahkan apa yang tersisa dibuat oleh Allah dan harus dihormati.
28. Beberapa orang Kristen mencoba
mengesampingkan 11 pasal pertama dari Kejadian sebagai mitos atau alegori.
29. Bagi mereka yang mengerti bahasa
aslinya, dua pasal dalam Kejadian ini ditulis menggunakan bentuk yang biasa
diterapkan pada silsilah. Alasan teks Alkitab Penciptaan ditulis dalam bentuk
silsilah adalah untuk menghubungkannya dengan silsilah lain dari kitab Kejadian
dan untuk mengingatkan pembaca bahwa laporan tentang peristiwa Penciptaan ini
termasuk dalam sejarah manusia pada tingkat yang sama seperti kehidupan para
leluhur ....
Kisah Penciptaan Kejadian tidak menampilkan dirinya sebagai analisis
ilmiah tentang peristiwa Penciptaan. Jika demikian halnya, kisah Penciptaan
seharusnya ditulis sebagai formula yang sangat rumit dan panjangnya tak
terhingga yang tidak dapat diakses oleh manusia.
Penulis alkitabiah menulis, di bawah ilham, laporan peristiwa Penciptaan
sebagai peristiwa sejarah. Semua yang dia katakan tentang peristiwa Penciptaan
adalah benar dan tidak boleh bertentangan dengan sains.
30. Dalam Kejadian 1, kita telah diberitahu
bahwa Allah menciptakan langit dan bumi.
Ini adalah konstruksi dari bahasa Ibrani yang dikenal sebagai merisme
di mana dua bagian yang kontras langit dan bumi -mengacu pada keseluruhan.
Jadi, ketika Alkitab berbicara tentang langit dan bumi, itu sebenarnya berbicara
tentang seluruh alam semesta.
Banyak versi modern mencerminkan hal ini. Baca Kejadian 2:1-4 lagi:
Kejadian 2:1-4: “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala
isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang
dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang
telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah
memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia
berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.”
31. Jadi, kita akan menyarankan bahwa
jika itu benar untuk apa yang kita ketahui tentang Allah, pemikiran teologis
pertama-tama harus dimulai dengan pengakuan akan kebenaran penciptaan.
Bagaimana ide-ide itu memengaruhi hidup Anda hari ini?
Kita tidak hadir pada saat penciptaan. Kita tidak melihat apa yang
terjadi.
Apakah kita merayakan Sabat dengan cara2 yang memperingati kepercayaan
kita tentang penciptaan?
==================
Komentar
Posting Komentar