AKTOR INTELEKTUAL -DARIMANA DAN SIAPAKAH DIA?
3. ”AKTOR INTELEKTUAL – DARIMANA DAN
SIAPAKAH DIA?”
Pendahuluan:
Salam sejahtera bagi kita semua!
Puji Tuhan atas pertemuan kita kembali untuk melanjutkan Kebaktian Kebangunan Rohani HIDUP YANG TERBAIK.
Mari kita
siapkan hati kita saat ini untuk mempelajari Firman Tuhan dan kita awali dengan doa, mari kita berdoa:
Allah Bapa kami di sorga. Terimakasih atas nafas
hidup yang Tuhan berikan kepada kami saat ini. Kiranya Tuhan boleh beserta kami
dan memberikan pengertian kepada kami sementara kami belajar sabda Tuhan.
Ampunilah dosa2 kami, dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Sdr2ku yang kekasih, Judul
pembahasan kita saat ini adalah: “Aktor Intelektual – Darimana dan Siapakah
Dia?.
Ilustrasi:
Kita tentu masih mengingat bagaimana Ilmu Pengetahuan telah menemukan
Robot Airplane (Pesawat terbang robot).
Pesawat ini adalah sebuah pesawat terbang tanpa pilot yang dapat
menghidupkan mesinnya secara otomatis, dan dengan sendirinya dapat terbang dari
satu lapangan udara, menjatuhkan bom dengan sendirinya lalu
kembali dengan selamat ke landasannya. Kenapa hal itu dapat dilakukannya?.
Jawabnya ialah, karena ada satu makhluk yang pintar dibelakang
layar. Pada control tower dari Airport, ada manusia dan instrumen yang meskipun
tidak terlihat oleh umum, namun dapat menyebabkan pesawat terbang robot itu
melakukan segala sesuatu yang dia sukai.
Basofi Sudirman (mantan gubernur Propinsi Jawa Timur) menanggapi
kerusuhan yang terjadi sesudah pemilu tahun 1997, kerusuhan tersebut adalah
merupakan bentuk anarkhi yang sengaja dibuat dengan cara mengerahkan massa
supaya sulit diminta pertanggungjawaban.
Dikatakan, hal ini karena adanya Aktor
Intelektual yang mengendalikan dibelakang layar. (Harian
Kompas, 19 Juni 1997).
Demikialah dalam dunia ini kita melihat dosa dalam berbagai
bentuknya. Orang yang kita anggap
tetangga baik, dengan tidak disangka-sangka telah melakukan perkara-perkara
yang jahat. Lalu kita bertanya: “Mengapa?”
A. PEMBAHASAN:
Alkitab jelas mengatakan bahwa ada aktor intelektual atau “master mind”
yang tidak kelihatan, yang telah melakukan semuanya itu. Siapakah dia?.
Aktor intelektual yang tidak kelihatan ini ialah IBLIS atau SETAN. Istilah “Iblis” disebut dalam Alkitab
Perjanjian Baru sebanyak 34 kali dan “Setan” sebanyak 37 kali, jadi istilah
“Iblis” dan “Setan”, seluruhnya berjumlah 71 kali.
DARIMANAKAH
ASALNYA SETAN?.
Segala sesuatu yang Allah ciptakan tadinya adalah baik adanya.
Oleh sebab itu, Allah yang baik tidak
dapat menciptakan iblis karena Allah dan iblis, kedua-duanya bertentangan satu
sama lain.
Alkitab mengatakan bahwa setan telah ”dibuang
dari dalam sorga”. Apa yang
terjadi sehingga ada setan di sorga atau kenapa dosa terjadi ditempat yang
suci?.
Burung-burung memiliki naluri alami yang menyanggupkan mereka mengadakan
perjalanan atau migrasi(berpindah) dari satu tempat ke tempat yang lain. Namun Allah pencipta telah menanamkan didalam
diri kita sesuatu yang Allah tidak berikan kepada burung-burung ataupun hewan
lainnya. Apakah itu?.
Itulah kuasa memilih secara
moral. The power of choice (kuasa
memilih) telah diberikan kepada manusia, karena Allah tidak mau kita
ini sebagai robot.
Kalau demikian darimanakah
asalnya Setan itu?:
1. Mari
kita buka Alkitab kita dalam Yehezkiel
28:12; 14-15. “Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja
Tirus dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan Allah: Gambar dari
kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di
gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang
bercahaya-cahaya. Engkau tak bercela
didalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan
padamu”.
Dalam
Yehezkiel fasal 28 ini dengan lambang sebagai raja Tirus, malaekat yang
berkuasa ini telah digambarkan memiliki “ke elokan dan kesempurnaan”. Ia juga disebut “seorang Kerub yang
berjaga”. Jelaslah bagi kita bahwa
tadinya iblis(setan) itu adalah malaekat yang suci, elok dan berkuasa namun ia
telah jatuh.
Apakah penyebab kejatuhan
setan itu?.
2. Mari
kita baca dalam *Yesaya 14:12-14:*
“Wah,engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau
sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi; hai yang mengalahkan bangsa-bangsa !. Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku
hendak naik ke langit. Aku hendak
mendirikan takhtahku mengatasi bintang-bintang Allah, dan Aku hendak duduk di
atas bukit pertemuan, jauh disebelah utara.
Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai yang
Maha Tinggi”.
Kita baca juga *Yehezkiel
28:17* “Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kau musnahkan demi
semarakmu. Ke bumi engkau kulempar,
kepada raja-raja kau kuserahkan menjadi tontonan bagi mata-Nya”.
Disini disebutkan bahwa ke elokan/kecantikan dan kesombonganlah penyebab
kejatuhannya. Kesombongannya ialah: ia ingin
menyamai yang Maha Tinggi (Allah).
3. Kita
buka Alkitab kita dalam 1 Yohanes
3:8: “barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari iblis, sebab
iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk
inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan
iblis itu”.
Saudaraku,...Setan adalah asal mula dosa.
Namun setan berusaha agar manusia tidak mempercayai bahwa setanlah yang
menggodanya dari balik layar. Ia
berusaha menanamkan kepada pikiran kita bahwa pesawat robot itu dapat bergerak
dengan sendirinya secara otomatis.
BERBAGAI GAMBARAN ORANG TENTANG SETAN :
a.
Ada beberapa bangsa yang telah
menggambarkan setan itu bagaikan seorang yang hebat rupanya, kukunya terbelah
dan dari mulutnya memancar nyala api serta ekornya berbentuk kait.
b. Ada lagi
yang menggambarkan iblis itu dengan kuntilanak, dll. Kesemuanya ini adalah tipu muslihat
setan. Kenapa?. Karena kalau manusia berbicara mengenai setan
dalam rupa yang demikian itu, maka manusia tidak akan suka memperbincangkan
setan sebagaimana yang digambarkan dalam Alkitab.
Jadi setan itu tadinya adalah sebagai malaikat yang suci yang namanya
Lucifer, namun ia telah memberontak melawan Allah sehingga menjadi
iblis(setan). Sebelum Lucifer memberontak
melawan Allah, penipuan belum dikenal di surga.
Pikiran bohong dan tidak benar belum pernah ada dalam hati para malaikat
suci.
Itulah sebabnya pada waktu malaikat mulia ini(Lucifer) berbohong, maka
mangsanya samasekali tidak bersedia dan tidak mengerti seluk beluknya. Para
malaikat tidak dapat mengerti apakah dosa itu, karena tidak pernah sebelumnya
ditunjukkan tentang kejinya dosa dan akibat-akibatnya yang mengerikan.
Dengan kata lain, setan harus diberi waktu untuk menyatakan kejinya
dosa.
4. Kita baca Yohanes 8:44 :”Iblislah
yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan
tidak hidup dalam kebenaran, sebab didalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas
kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta”.
Harus diberi waktu untuk membuktikan bahwa ia adalah pembunuh dari
mulanya. Harus diberi waktu untuk setan,
menunjukkan bahwa kalau ia mendapat kesempatan, ia akan membunuh penciptanya. Hal ini telah dibuktikan pada waktu ia
mempengaruhi manusia untuk menyalibkan Yesus.
Allah menghendaki bahwa pengertian akan kejinya dosalah yang akan
menyebabkan para ciptaan-Nya berhenti berbuat dosa, bukan nya kekerasan. Dan pada akhirnya semesta alam akan mengakui
bahwa Allah itu adalah Adil. Tentu
mungkin ada yang bertanya: “Kalau setan itu adalah makhluk, yaitu yang
diciptakan, bukankah ini berarti bahwa Allah yang menciptakan setan.
Saudaraku,
Allah tidak menciptakan setan, Allah menciptakan Bintang Kejora atau
Lucifer, yaitu malaikat mulia yang tidak berdosa.
Lucifer telah menimbulkan dosa didalam hatinya sendiri dan menyebabkan
dirinya menjadi setan.
Ilustrasi :
Kalau ada seorang ibu mempunyai seorang anak dan sesudah besar, anak itu
menjadi anak yang jahat. Lalu saya pergi
kepada ibu yang melahirkan anak itu dan berkata:”Ibu, apakah sebabnya ibu
melahirkan anak sejahat itu?”. Tentu
saudara akan mengatakan pikiran saya sendirilah yang tidak beres, karena ibu
itu tidak melahirkan anak yang jahat.
Saudara dan saya pun tidak dapat
mengatakan bahwa Allah yang menciptakan setan.
Karena Allah menciptakannya sebagai malaikat yang mulia dan
sempurna. Ada banyak orang yang
bertanya:” Mengapakah Allah tidak terus membasmi setan dari surga waktu ia
pertama kali berdosa?. Jawabnya ialah:
“Kalau manusia berdosa saja memberikan kesempatan bertobat bagi anaknya,
apalagi Allah yang penuh kasih kepada kita anak-anakNya.
SIFAT DAN RUPA DOSA:
5. Mari kita baca Ayub 1:7 “Maka
bertanyalah Tuhan kepada Iblis: “darimanakah engkau?”. Lalu jawab iblis kepada Tuhan:”dari
perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi”.
Aktifitas setan dipusatkan didalam planet kita ini setelah ia
dicampakkan ke dalam dunia ini karena pemberontakan dan kekalahannya di
sorga. Oleh karena kekalahan ini jugalah
ia marah kepada manusia.
6. Oleh sebab itu ada nasehat bagi kita
dalam firman Tuhan
1 Petrus 5:8
“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu
si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari
orang yang dapat ditelannya.”
Dikatakan dalam ayat ini agar kita “berjaga-jaga”.
Bagaimanakah setan mendekati kita?.
Kalau ia datang dalam keadaan sifatnya yang sebenarnya sudah pasti
manusia tidak akan sudi menerimanya.
BAGAIMANAKAH SIFAT SETAN ITU DAN CARANYA
MENDATANGI KITA?.
7. Rasul Paulus mengatakan dalam 2 Korintus
11:14,15
“Hal itu tidak usah mengherankan, sebab iblis pun menyamar sebagai malaikat
terang. Jadi bukanlah suatu hal yang
ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan
kebenaran. Kesudahan mereka akan
setimpal dengan perbuatan mereka.”
Disini dikatakan iblis menyamar seperti “malaikat terang”. Kita harus mengingat bahwa iblis itu gagah
dan menarik, sangat berpendidikan dan berpengalaman. Ia pernah tinggal di sorga sehingga dia dapat
dengan mudah bergaul dengan golongan tertinggi sekalipun diatas dunia ini. Ia dapat bergaul dengan segala golongan
manusia. Tetapi ia dapat juga
merendahkan derajat dirinya sehingga dapat menjadikan manusia berderajat
“sampah” dalam masyarakat.
ILUSTRASI:
Di Birma, penduduk mempunyai cara untuk menangkap gajah, agar dapat
dijinakkan membantu manusia dalam pekerjaan berat, umpamanya untuk mengangkut
kayu-kayu besar-besar. Mula-mula mereka
gali lobang yang dalam sesuai dengan ukuran besar badan gajah, lalu lobang itu
mereka tutupi dengan semak-semak atau rumput sehingga kelihatannya seperti
tidak ada bahaya apa-apa ditempat itu.
Setelah diketemukan se-ekor gajah, mereka mengepungnya. Gajah itu kemudian di desak dan pengepungan
diperkecil sehingga gajah tersebut lebih terdesak kepada lobang itu. Akhirnya jatuhlah ia kedalam perangkap yang
tidak kelihatan itu. Inilah caranya
setan mendatangi kita.
Saudaraku,
Alkitab sudah meramalkan bahwa begitu hebatnya keadaan dosa dan demikian
hebatnya pula tipuan setan sehingga kebanyakan manusia lebih suka mengabdi
kepada setan daripada mengabdi kepada Allah.
MENGAPA LEBIH BANYAK TERTIPU?
8. Karena Tuhan sendiri telah mengatakan
dalam Matius 7:13,14 “Masuklah melalui pintu yang sesak itu,
karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan
banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan
yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya”.
Manusia biasanya secara beramai-ramai atau
berbondong-bondong mencari jalan yang mudah atau lebar. Arti mudah atau lebar disini ialah: licin,
lurus, rata, menarik mata, memuaskan egoisme, memuaskan nafsu tubuh manusia.
Memang manusia suka mencari jalan yang lebih
cepat memberikan keuntungan yang dilihat.
Setan atau iblis selalu menjadikan jalan-jalannya yang menuju perangkap
itu sangat menarik dan kelihatan tidak berbahaya. Racun-racun iblis dibungkus dengan
perkara-perkara sex, yang menarik hati para orang muda maupun para orang tua
ILUSTRASI:
Disalah satu tempat di Afrika, orang mempunyai cara yang baik sekali
untuk menangkap kera dengan hidup-hidup agar dapat dijual di pasar. Bagaimana caranya mereka menangkap kera-kera
itu?. Mereka tau bahwa makanan yang
disukai kera adalah kacang tanah Mereka
mengambil beberapa botol yang besar tetapi mulut botol tersebut sangat kecil,
dan botol-botol tersebut di isi dengan kacang yang dapat membangkitkan selera
kera yang melihatnya. Kemudian mereka
meletakkan 20 atau 30 buah botol yang berisi kacang ditempat yang biasa dilalui oleh kera-kera
itu.
Setelah itu mereka mengintainya dari kejauhan. Kera-kera yang tidak mengerti bahwa ini
adalah merupakan perangkap bagi mereka, mendekati botol-botol itu dengan merasa
heran bagaimana bodohnya manusia berani meninggalkan begitu banyak kacang
ditengah-tengah hutan. Setelah menoleh
ke kiri dan kekanan, dan tidak melihat seorang manusiapun, atau adanya gejala-gejala
bahaya, menyerbulah mereka ke tempat botol-botol tersebut untuk berpesta makan
kacang. Tangan sebelah memeluk botol
besar dan berat itu, serta tangan yang satu lagi dimasukkan cepat-cepat kedalam
botol. Diambilnya kacang yang lezat itu
dengan sebesar genggamannya dan dengan cepat pula ditariknya tangannya itu
keluar dari dalam botol Namun tangannya
macet pada mulut botol yang sempit itu, karena kepalan tangan yang sudah
membesar dengan kacang.
Dari jauh dengan senyum orang kampung
bergerak perlahan-lahan menuju tempat itu.
Setelah hal ini dilihat oleh
berpuluh-puluh kera yang saat ini tangannya masih didalam botol, merekapun
menjadi panik. Ditarik-tariknya tangan
mereka agar terlepas dari botol, tetapi sia-sia. Mungkin ada yang mengetahui bahwa mereka
dapat terlepas asal mereka melepaskan kacangnya, tapi siapakah yang ingin
melepaskan kacang yang enak itu?.
Demikianlah mereka tertangkap tanpa mengecap sedikitpun kacang yang
lezat itu.
Jadi saudaraku,... kalau iblis
datang kepada manusia dan menyodorka jalan yang lebar dan licin, itu bukannya
karena ia cinta saudara dan saya.
Maksudnya tidak lain adalah untuk menjatuhkan kita kedalam perangkap
sehingga kita kehilangan *Hidup Yang Terbaik*, kehilangan hidup kekal dan
sorga.
BAGAIMANA CARA MENGALAHKAN SETAN?
Kita harus mengingat bahwa dalam pergumulan melawan iblis, kita bukan
melawan musuh yang dapat dilihat dengan mata dan dapat dikalahkan dengan tenaga
manusia. Bagaimanakah caranya
mengalahkan setan?.
9. Rasul
Paulus, mengatakan kepada orang-orang
Epesus dalam Kitab Epesus 6:10 – 12. “Akhirnya,
hendaklah kamu kuat didalam Tuhan di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata
Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis; karena
perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan
penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan
roh-roh jahat di udara.”
Disini dikatakan: “Hendaklah kamu kuat didalam iman”.
Kemenangan dalam peperangan ini tepergantung pada apa yang saudara perbuat
bersama Yesus. Serahkanlah dirimu
sepenuhnya kepada-Nya.
10.
Kita
buka dan baca Epesus 6:14 – 18 “Jadi berdirilah tegap,
berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan
kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan
pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan
semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang
roh, yaitu Firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam roh dan
berjaga-jagalah didalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya
untuk segala orang kudus.”
B. Konklusi:
Sekarang ini, kita masih berada didalam daerah musuh, karena setan
disebut sebagai “penghulu dunia ini”
Namun kita mempunyai jaminan bahwa “penghulu dunia” ini telah
dikalahkan. Yesus telah mengalahkan
setan di kayu salib.
Rencana Allah untuk membinasakan
iblis tidak akan gagal..”
11.
Sebagaimana
Firman Tuhan katakan dalam Nahum 1:9 dan Yakobus 4:7 bahwa
“kejahatan tidak akan timbul untuk keduakalinya.” “Karena itu tunduklah kepada
Allah dan lawan-lah iblis, maka ia akan lari
daripadamu”.
Maukah saudara menyerahkan hidup dengan sepenuhnya kepada Allah dan
memakai segenap senjata Allah, yakni Firman-Nya dalam kehidupan anda?. Bila hal ini menjadi kerinduan anda, saya
berdoa agar Tuhan memberkati saudara.
Marilah kita berdoa!.
Demikian dulu pembahasan kita, dilain
kesempatan kita akan lanjutkan kembali. Tuhan memberkati!.
Komentar
Posting Komentar