ASAL USUL ABRAHAM
1.Pelajaran ini
mencakup awal dari kisah Abram/Abraham, kisah utama (kecuali untuk kisah Allah)
dari kitab Kejadian.
Ingatlah bahwa sekitar setengah dari sejarah dunia ini dicakup oleh
kitab Kejadian.
Dalam pelajaran ini, kita akan mengikuti petunjuk Ellen G. White dan
yang lainnya dan menggunakan Abraham kecuali dalam kutipan2 yang memiliki
Abram.
Kita melakukan ini meskipun ada makna penting untuk perubahan namanya.
Bagian ini akan membawa kita pada perjalanan dari Babel ke
Tanah Perjanjian, tetapi disertai tokoh baru, yakni Abram, yang
meninggalkan rumahnya tanpa mengetahui tujuannya.
Langkah awal Abram menuju Tanah Perjanjian tidak mudah dan agak
ragu-ragu. Abram berjuang untuk mewarisi tanah tersebut.
Ketika dia akhirnya tiba di Kanaan, dia tidak bisa tinggal
disana karena ada kelaparan.
Karena itu ia harus pindah ke Mesir. Tetapi Abram juga tidak dapat
menetap disana, karena perselisihan dengan Firaun,
Abram kemudian diwajibkan untuk kembali, dan kemudian dia pergi ke
Kanaan lagi. Tetapi disana,semuanya menjadi rumit.
Abram dan keponakannya Lot setuju untuk berpisah karena perkara tanah.
Setelah itu, pecahlah perang yang melibatkan seluruh negeri, tempat di
mana Allah memanggil Abram.
Setelah peperangan itu, Abram bertemu dengan orang asing, yaitu
Melkisedek, yang kepadanya ia memberikan persepuluhannya, suatu cara untuk
mengakui bahwa tidak ada yang menjadi miliknya.
Episode-episode ini kaya dengan pelajaran rohani di mana perkara iman
dan etika saling terkait.
2. Abraham ditantang: (1) Untuk pergi
dari rumahnya di Ur Kasdim, dan kemudian, (2) Untuk pergi dan mengorbankan
putranya di Gunung Moria.
Akibatnya, dia diminta untuk meninggalkan masa lalunya dan menghancurkan
masa depannya!
Dengan demikian, Abraham menjadi semacam seorang migran, selalu
berpindah-pindah dan sepenuhnya bergantung pada Allah. Ini adalah beberapa ayat
utama dalam kehidupan Abraham.
Kejadian 12:1: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan
dari rumah bapamu ini…
Kej.22:2 “pergilah ke tanah Moria…
Kej.17:8 “yang kaudiami sebagai orang asing—seluruh tanah Kanaan akan
kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya….
3. Dengan anak yang dijanjikan yang
belum lahir, Abraham perlu bergerak maju dengan iman. Dia harus percaya pada
janji Allah.
Dalam tiga minggu berikutnya dari pelajaran kita,
kita akan fokus pada pergerakan2 Abraham, kepercayaannya kepada Allah, dan
kata-kata dari Allah, “Jangan takut.” (Kejadian 15:1)
4. Kita mengakui bahwa Kitab Suci telah
mengutip Abraham sebagai teladan iman yang luar biasa.
Nehemia 9:7-8. ,..Allah yang telah memilih Abram dan
membawanya keluar dari Ur Kasdim (di Babilonia) dan memberikan kepadanya nama
Abraham…8.Engkau dapati bahwa hatinya setia terhadap-Mu…
Abraham meneladankan iman (Kej.17:6) dan diingat dalam Kitab Suci Ibrani
sebagai orang yang beriman (Neh.9:7,8).
Dalam Perjanjian Baru, Abraham adalah salah satu tokoh yang paling
banyak disebutkan dari Perjanjian Lama, dan pekan ini kita akan mulai
melihat alasannya.
Minggu: KEBERANGKATAN ABRAHAM (Abraham
Departure).
(Kej.12:1-9—Mengapa
Allah memanggil Abram untuk meninggalkan negeri dan keluarganya?. Bagaimana
respons Abram?.
5. Jadi, mengapa Allah memanggil Abraham
dari rumahnya yang nyaman di Ur untuk pergi ke negeri yang tidak dikenal?
Kejadian
12:1-9: 1.”Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari
rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. 5.”Abram membawa
Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat
mereka dan orang2 yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah
Kanaan, lalu sampai di situ.”
v.7.”Aku
akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu”.
6. Bagaimana/Betapa sulit bagi seseorang
untuk meninggalkan asal-usulnya (akarnya) dan tidak pernah kembali? Anda
mungkin pernah mendengar ungkapan: Jauh lebih sulit untuk mengeluarkan “Mesir”
dari Israel, daripada mengeluarkan Israel dari Mesir! Jika Abram tetap tinggal
di Ur, kita tidak akan pernah mendengar tentang dia karena pengaruh2 keluarga
untuk kejahatan.(dari sekitarnya).
Lekh Lekha, “Pergilah
Kamu”. Frasa Ibrani ini (“go”)
dalam Kej.12:1 artinya: “pergilah untuk menemukan dirimu sendiri”.
Panggilan kepada Abram untuk “keluar” dari negerinya dan menjauh dari asal
usulnya harus membawanya dalam perjalanan untuk menemukan dirinya sendiri,
untuk memenuhi dirinya sendiri dan membangun identitasnya.
Tidaklah cukup bagi Abram untuk keluar dari Babel; untuk menemukan
dirinya yang sebenarnya, Abram harus menyingkirkan Babel yang masih ada di
dalam dirinya.
YakniàPenyembahan berhala dari ayahnya
dan mentalitas Babel yang arogan.
Untuk tujuan itu, Abram tidak hanya harus meninggalkan tempat dia
berada sampai sekarang/saat itu; dia juga harus selalu bergerak-berpindah-pindah.
Penting bahwa takdir/ketetapan yang “bergerak/berpindah-pindah” ini
tercermin dalam bahasa yang meliputi kisah-kisah hidupnya.
Kata kerja “pergi,” halak, adalah kata kunci yang
meliputi narasi tentang Abram dari pasal 12 sampai pasal 22, yang merupakan
bagian utama dari kitab Kejadian.
Juga penting bahwa frasa lekh lekha, “pergi,” mendasari
perjalanan rohani/spiritual Abraham. Ungkapan ini muncul dua kali: pertama kali
ketika Abraham dipanggil untuk meninggalkan masa lalunya (Kej. 12:1), dan yang
kedua ketika dia dipanggil untuk meninggalkan masa depannya (Kej. 22:2).
Digantung dalam kehampaan, terputus dari asal-usulnya, Abraham
hanya bergantung pada Allah. Abraham mencontohkan “iman.*
7. Apa yang mungkin Allah ingin kita
tinggalkan? Suatu hari nanti/segera atau lambat, apakah kita harus meninggalkan
"asal-usul" dan "melarikan diri ke gunung"?
8. Tuhan telah berbicara dengan Nuh/kepada
manusia setelah air bah saat Allah memberikan tanda Pelangi (Kej.19:15-17)
bahwa: Allah berjanji bahwa banjir sedunia yang lain tidak akan pernah
datang.
Kemudian sabda Allah yang baru untuk Abram berjanji: bahwa semua bangsa
di bumi akan diberkati melalui Abram.
9. Negeri asal Abraham berada di Ur
Kasdim. Orang-orang Kasdim kemudian datang untuk memerintah kota Babel.
Panggilan dari Allah untuk meninggalkan Babel memiliki sejarah panjang
di antara para nabi alkitabiah. (Lihat Kejadian 11:31; Yesaya 13:9; Yesaya
48:20; Wahyu 18:4.)
10. Allah berulang kali mengatakan
kepada Abraham bahwa semua bangsa akan diberkati melalui keturunannya. Apakah
itu karena Yesus? Atau, apakah itu bahkan sebelum Yesus?
11. Tidak lama setelah Abraham tiba di
Kanaan dan mulai menetap di bagian selatan negeri itu, datanglah satu bala kelaparan
yang hebat.
Menurut Anda apa yang Abraham pikirkan ketika kelaparan ini menimpanya?
Atas petunjuk Allah, dia telah pindah ke suatu tempat yang dekat dengan sungai
Efrat; dia tidak terbiasa dengan kelaparan, dan dia memiliki banyak kawanan
ternak.
Senin: PENCOBAAN DI MESIR (The
Temptation of Egypt).
(Kej.12:10-20 Mengapa Abram meninggalkan Tanah Perjanjian untuk pergi ke Mesir?. Bagaimana sikap Firaun
(pharaoh behave) jika dibandingkan kepada sikap Abram.
12. Tapi, tentu saja, sungai besar yang
terdekat dengannya di Kanaan selatan adalah Sungai Nil di Mesir.
Meskipun kita tidak memiliki catatan bahwa dia telah menerima suatu indikasi/petunjuk
dari Allah bahwa dia harus pergi ke sana, namun kita kira dia tentu telah pergi
juga kesitu.
Ironisnya,..Abram yang baru saja tiba di Tanah Perjanjian,
memutuskan untuk meninggalkannya dan pergi ke Mesir karena “kelaparan timbul di
negeri itu.”(Kej.12:10).>>Selama periode Kerajaan Pertengahan/Middle
Kingdom (2060-1700 BC).
Kej.12:10-20: 11.”Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan
yang cantik”(You are a beautiful woman).
v.12.”Apabila orang Mesir melihat engkau,
mereka akan berkata: itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan
membiarkan engkau hidup. 13.”Katakanlah, bahwa engkau adikku (She was his half
sister), supaya aku diperlakukan dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan
hidup oleh sebab engkau.”
V.16.”Firaun menyambut Abram dengan
baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing
domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki2 dan perempuan, keledai betina
dan unta.” v.19.”Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!”.
13. Bagaimana perasaan Anda tentang
setengah-kebohongan, setengah-kebenaran Abraham (half-lie, half-true) tentang
saudara perempuan-istrinya? Apakah boleh mengatakan sesuatu yang setengah
benar?
Ketika kita memberikan kesaksian dalam sistem hukum kita, kita
menyatakan atau bersumpah bahwa kita akan “mengatakan kebenaran, seluruh
kebenaran, dan tidak lain hanyalah kebenaran.” Apakah Abraham telah melakukan
itu? Apakah boleh mengatakan Anda baik-baik saja di pagi hari padahal
sebenarnya tidak?
Abram yang meninggalkan Kanaan berbeda dengan Abram yang meninggalkan UràYang digambarkan
sebagai pria beriman—tanggapannya atas panggilan Tuhan. Abram meninggalkan
Tanah Perjanjian atas kemauannya.
Sebelumnya Abram mengandalkan Tuhan, sekarang dia berperilaku
manipulative dan tidak etis, mengandalkan dirinya sendiri.
“Selama ia tinggal di Mesir, Abraham memberikan bukti bahwa ia tidak
lepas dari kelemahan dan ketidaksempurnaan manusia.
Di dalam menyembunyikan fakta bahwa Sara adalah istrinya, ia telah
meragukan penjagaan Ilahi. Ia menunjukkan kurang iman dan keberanian yang amat sering
dinyatakan dalam hidupnya.”
Ellen G.White, Alfa dan Omega, jld.1,hlm.143.
14. Bagaimana Allah mengubah pengalaman
di Mesir ini menjadi kebaikan bagi keturunan Abraham?
Apa yang kita lihat disini adalah bagaimana bahkan seorang hamba Allah
yang hebat bisa membuat kesalahan namun tidak ditinggalkan oleh Allah. Ketika
P.B.berbicara tentang Abraham sebagai contoh keselamatan oleh kasih karunia,
artinya hanya itu-àKASIH KARUNIA. Karena, jika bukan karena anugerah, Abraham,
seperti kita semua, tidak akan memiliki HARAPAN.
Selasa: ABRAM DAN LOT(Abram & Lot).
(Kej.13:1-18—Apa yang diajarkan cerita ini tentang pentingnya
karakter?).
15. Ketika Abraham kembali ke Kanaan
dengan keponakannya, Lot, segera terlihat bahwa mereka berdua memiliki banyak
kawanan ternak. Ada pertempuran terus-menerus di antara para gembala dari
keduanya. Mereka jelas telah kembali dari Mesir dengan banyak orang2/people dan
hewan.
Kejadian 13:8-13. v.8 Abram: Janganlah
kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau dan antara para gembalaku dan
para gembalamu. v.9.Baiklah pisahkan dirimu daripadaku (So let’s separate).
v.10.Hal itu terjadi sebelum Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora.
16. Sementara Lot pindah ke tempat yang
tampaknya sangat subur di Lembah Yordan di mana dia dapat dengan mudah
mendapatkan air dan memberi makan ternaknya, dia telah meninggalkan Abraham;
Abraham bergantung pada Allah.
Kejadian 13:14-18 v.15 “Setelah Lot berpisah dari pada
Abram, berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah
dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, 15,sebab
seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu
untuk selama-lamanya.
Hubungan kembali Abram dengan Tuhan sudah terlihat dalam hubungannya
dalam cara dia menangani masalah dengan Lot, tentang penggunaan tanah. Abram
sendirilah yang mengusulkan kesepakatan damai dan mengizinkan Lot untuk memilih
terlebih dahulu (Kej.13:9,10)àmenunjukkan suatu tindakan
kemurahan hati dan kebaikan. Lot memilih
bagian yang terbaik baginya àmenunjukkan
keserakahan diri.
17. Penting untuk diperhatikan bahwa Lot
berpikir bahwa dia telah memilih bagian yang terbaik ketika dia pindah ke
lembah Yordan. Dia akhirnya menjadi seorang tawanan dan perlu diselamatkan oleh
pamannya Abraham. Pilihan Lot atas bagian terbaik dari tanah itu untuk dirinya
sendiri mengingatkan kita pada zaman kuno ketika keturunan Seth (putra-putra
Allah) memilih yang mereka telah sukai dari antara putri-putri Kain (putri
manusia).
18. Mengapa perspektif berorientasi masa
depan Abraham lebih unggul daripada pemikiran Lot yang berorientasi saat ini?. (future-oriented perspective
>>present-oriented thinking?)
Pikiran macam apa yang kita miliki hari ini? Kita perlu mengambil
pandangan yang lebih besar yang melibatkan seluruh alam semesta dan kontroversi
besar atas karakter dan pemerintahan Allah agar memahami dengan benar rencana
keselamatan.
(Kej.14:1-17-Apakah yang penting tentang perang yang terjadi setelah
pemberian Tanah Perjanjian?. Apakah yang diajarkan kisah ini tentang Abraham?)
19. Allah telah membuatnya sangat jelas
bahwa pada titik ini, Dia memberikan tanah itu kepada Abraham. Namun, hidup
Abraham belum juga damai dan tenang. Perangpun terjadi di sekitarnya.
Kejadian 14:1-17.Zaman Amrafel (raja Sinear),Ariokh (raja
Elasar),Kedorlaomer (Elam), Tideal(Goyim) >< berperang
melawan Bera (raja Sodom),Birsya (raja Gomora),Syinab (Adma), Syemeber
(Zeboyim). v.4 Duabelas tahun lamanya mereka takluk kepada Kedorlaomer, tetapi
dalam tahun yang ke 13 mereka memberontak. v.11 Segala harta benda Sodom dan
Gomora beserta segala bahan makanan dirampas musuh, lalu mereka pergi.v 12 juga
Lot.v 14.Ketika Abram mendengar,..maka dikerahkannyalah orang2 yang
terlatih—318 orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan. v.16
Dibawanyalah kembali segala harta benda itu; juga Lot, anak saudaranya itu….
20. Situasinya adalah empat
tentara (four arimies) dari Mesopotamia dan Persia telah menyerang lima tentara
Kanaan (five Canaanite armies)--yang telah memberontak melawan mereka. Di
antara banyak lainnya, Lot telah ditawan.
21. Menarik untuk dicatat bahwa
sementara Abraham telah dijanjikan oleh Allah bahwa tanah ini akan menjadi
miliknya, dia melihat perang terjadi di tanah miliknya.
22. Dengan jelas, pada awalnya, Abraham
tidak terlibat karena dia berada di dataran tinggi bukan di Lembah Yordan.
Dia tidak bergantung pada kekuatan militer untuk menguasai/to control--
tanah yang telah diberikan Allah kepadanya.
Abraham, yang tinggal dengan damai di hutan ek di Mamre, telah belajar
dari salah satu buronan/fugitive cerita tentang pertempuran dan malapetaka yang
menimpa keponakannya.
Dia tidak mengingat kenangan buruk tentang sikap Lot yang tidak tahu
berterima kasih. Semua kasih sayangnya untuk dia terbangun/telah bangkit, dan
dia telah memutuskan bahwa dia (Lot) harus diselamatkan. Mencari, pertama-tama,
nasihat ilahi, Abraham telah bersiap untuk perang.— Ellen G. White,
Patriarchs and Prophets* 135.1.
23. Kita tidak tahu, seberapa besar
pasukan itu. Tapi, sepertinya ukurannya signifikan.
Setelah diperingatkan oleh seseorang yang melarikan diri dari orang2 Babilonia,
Abraham, dengan bantuan dua atau tiga rekan dekatnya, mengikuti orang2 Babilonia
itu.
Menurut Anda mengapa raja-raja Kanaan ini bersedia mengikuti
kepemimpinan Abraham? Abraham mengorganisir sebuah serangan di malam hari dari
sisi yang berbeda dan dengan cepat memenangkan pertempuran karena Allah
berperang di sampingnya. Pikirkan kisah Gideon.
24. Pengaruh tambahan apa pada
masyarakat lokal yang diberikan kemenangan ini kepada Abraham?
Bagaimana orang-orang di sekitar kita terkena dampak atau dipengaruhi
oleh perilaku kita?
Kamis: PERSEPULUHAN MELKISEDEK (The
Tithe of Melchizedek).
(Kej.14:14-24 dan Ibr.7:1-10 Siapa
Melkisedek itu?. Mengapa Abram memberikan persepuluhannya kepada imam ini, yang tampaknya muncul entah darimana?)
25. Kuartal terakhir, kita telah menghabiskan
banyak waktu berbicara tentang Melkisedek karena dia telah dibahas dalam kitab
Ibrani. Perhatikan kata-kata ini:
Kejadian 14:18-24 v.18 “Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur;
ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi”.
>>Jus anggur segar (2 Taw.31:5àhasil pertama
dari anggur.
v.2-Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
26. Kita telah mengetahui bahwa
Melkisedek, yang namanya berarti “raja kebenaran” juga disebut “raja Salem”
atau “raja damai”. Itu adalah satu nama yang bagus untuk seorang raja ditempat
yang kecil, yang tinggal di tanah Kanaan tidak jauh dari Sodom dan Gomora!
27. Apa yang kita ketahui tentang
Melkisedek? Kita tidak tahu apa-apa tentang leluhurnya atau keturunannya.
Raja misterius ini tampaknya benar2 tidak pada tempatnya dalam konteks
narasi. Pertama-tama, Melkisedek berasal dari Kota Salem, nama kuno Yeruselam,
yang tidak terlibat dalam perang. Selain itu, nama shalem, “Salem”
yang berarti “perdamaian” bertentangan dengan aktivitas perang
sebagai inti dari cerita sejauh ini. Keadilan (tsedeq), yang termasuk dalam
nama raja, berdiri bertentangan dengan kebangkitan “kejahatan” dan “dosa” atas
nama Bera (“dalam kejahatan”), Raja Sodom, dan
Birsha (‘dalam kejahatan”), Raja Gomora.
Melkisedek disebut “Imam Allah Yang Mahatinggi”.
Ini adalah kemunculan pertama dalam Alkitab dari kata “imam”(kohen).
Keimamatan Melkisedek mendahului keimamatan Lewi.
Fakta bahwa Abram menggunakan gelar yang sama ‘el ‘elyon (“Allah
Yang Mahatinggi”) untuk Allahnya (Kej.14:20), di mana ia menggabungkan nama
YHWH dengan nama “Allah Yang Mahatinggi” (Kej.14:22), menunjukkan bahwa Abram
menganggap Melkisedek sebagai imam yang sah dari Allah Pencipta.
Meskipun Melkisedek termasuk dalam komunitas Kanaan, Tuhan telah
memilih dia untuk menjadi wakil-Nya di antara orang-orang pada waktu itu.
Terlepas dari asalnya yang asing, Abram memberinya persepuluhan dan
diberkati olehnya.
Selain itu, banyak referensi tentang Allah, perjamuan suci dari anggur
dan roti, dan berkat dan nyanyian pujian yang ditujukan kepada Tuhan mengilhami
sosok Melkisedek orang Kanaan dengan makna rohani, yang jauh diluar pertemuan
biasa para raja. Secara khusus firman
Allah selanjutnya mempertahankan konotasi rohani ini.
Mazmur 110 mengaitkan Melkisedek dengan nubuatan Mesias Daud di masa
depan (Maz.110:4), diikuti oleh para penulis Perjanjian Baru, yang
menghubungkan keunikan keimamatan Melkisedek dengan Yesus (Ibr.5:5-6:10, Ibrani
7).
Baca Maz.110:4 “Tuhan telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal:
“Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek.”
28. Namun, Abraham rupanya mengakui
Melkisedek sebagai seorang abdi Allah dan seorang imam (as a man of God
and a priest).
Setelah kembali ke rumah dengan harta rampasan yang cukup besar dari
perang, dia membayar persepuluhan kepada Melkisedek.
29. Pembayaran persepuluhan ini
mendahului pembayaran persepuluhan yang dimandatkan oleh Allah untuk orang Lewi
dan anak-anak Israel setelah eksodus mereka dari Mesir.
Siapa lagi yang membayar persepuluhan? Yakub. (Lihat Kejadian 28:22.)
30. Mengapa memberi persepuluhan
merupakan indikator iman yang besar?/a great indicator of faith?.
JUMAT:
“Gereja Kristus harus menjadi berkat, dan anggotanya akan diberkati saat
mereka memberkati orang lain. Tujuan Allah dalam memilih umat di hadapan
seluruh dunia bukan hanya agar Dia dapat mengadopsi mereka sebagai putera dan
putri-Nya, tetapi melalui mereka Dia dapat menganugerahkan kepada dunia manfaat
dari penerangan Ilahi.
Ketika Tuhan memilih Abraham, itu bukan sekadar menjadi sahabat
khusus Allah, tetapi menjadi media dari hak istimewa yang berharga dan istimewa
yang ingin Tuhan berikan kepada bangsa2. Dia akan menjadi cahaya di tengah
kegelapan moral di sekitarnya.
“Kapanpun Allah memberkati anak2-Nya dengan terang dan kebenaran, itu
tidak hanya agar mereka memiliki karunia kehidupan kekal, tetapi agar
orang-orang di sekitar mereka juga dapat diterangi secara rohani…..’Kamu
adalah garam dunia’.
Dan ketika Tuhan membuat garam anak-anak-Nya, itu tidak hanya untuk
pemeliharaan mereka sendiri, tetapi mereka dapat menjadi agen dalam
melestarikan orang lain….
“Apakah Anda bersinar seperti batu hidup dalam bangunan Allah?...Kita
harus memiliki kesalehan praktis untuk dimasukkan ke dalam pekerjaan hidup
kita. Kita harus memiliki kasih karunia
Kristus yang mengubahkan di dalam hati kita.
Kita membutuhkan jauh lebih sedikit tentang diri sendiri, dan lebih banyak
tentang Yesus”
—Ellen G.White, Reflecting
Chirst,hlmn.205.
31. Menarik untuk dicatat bahwa panduan
belajar Alkitab mengutip Ulangan 14:23, berbicara tentang anggur baru; tetapi,
gagal melanjutkan ke ayat 26 yang memberikan gambaran yang sangat berbeda.
Ulangan 14:23-26: v.26-..untuk
anggur atau minuman yang memabukkan,….(wine, beer)…
32. Bagaimana kita menjelaskan ayat-ayat
itu? Apakah Allah menganjurkan minum minuman beralkohol? Tidak.
Apa yang Dia katakan adalah bahwa sangat penting untuk datang ke
hadapan-Nya dan beribadah sesuai dengan petunjuk-Nya. Kita harus melakukannya demikian
melalui bekerja sama dengan wakil-wakil-Nya, para pendeta dan pemimpin gereja.
Anggur/bir yang mereka buat pada masa itu sangat ringan dalam hal
kandungan alkohol. Mereka tidak punya cara untuk "menyuling" itu
untuk memusatkan alcoholnya (to concentrate the alcohol).
33. Apa yang dapat kita pelajari tentang
persepuluhan dari kisah Abraham dan Melkisedek? Apakah satu persepuluhan yang
setia merupakan bagian penting dari tugas-tugas/kewajiban2 Kristen di zaman
kita?
34. Abraham “dipanggil keluar”/called
out-- lebih dari sekali selama hidupnya.
Bagaimanakah panggilan Allah kepada umat-Nya untuk “keluar”/to get out--
berlaku bagi Anda secara pribadi dalam kaitannya dengan kehidupan sosial Anda?
Bagaimana seruan ini berkaitan dengan pekerjaan pembangunan karakter yang Anda
lakukan setiap hari? Bagaimana ungkapan ini berlaku untuk pengalaman pertobatan
Anda? ===00===
Komentar
Posting Komentar