BAHAYANYA MENUNDA (11)
A. PENDAHULUAN:
Shalom, …Salam
sejahtera bagi kita semua!
Puji Tuhan karena kita bisa jumpa kembali
pada malam ke 11/Hari ke 11, untuk melanjutkan Kebaktian Kebangunan
Rohani HIDUP YANG TERBAIK.
Ilustrasi
:
Pada suatu kali seorang tukang pangkas menulis sebuah tulisan di depan
tempat kerjanya.
Tulisan itu berbunyi: “Besok berpangkas, GRATIS!.” Setiap orang yang lewat di jalan itu
tersenyum setelah membaca tulisan tersebut.
Besoknya, banyak orang yang datang antri mau berpangkas. Kemudian, salah seorang dipersilahkan naik ke
atas kursi dan menanyakan potongan apa yang disukai, dan tukang pangkas pun
mulai memangkas rambut orang itu.
Setelah selesai, orang yang berpangkas itu turun dari kursi pangkas dan
hendak pergi begitu saja. Tetapi tukang
pangkas menuntut bayar uang pangkasnya.
Orang itu berkata:”Tapi saya baca kemaren perkataan yang ditulis disini:
GRATIS!. Tukang pangkas menjawab:
“Tomorrow never come.”, yang artinya: “Waktu besok, tidak pernah datang lagi.”
Hal ini memberikan pelajaran kepada kita, *BAHAYANYA MENUNDA WAKTU.*
*B.DISKUSI:*
Judul pelajaran kita saat ini adalah: “Bahayanya Menunda”.
Apakah artinya menunda?.
Menunda artinya *MENUNGGU*.
Kesabaran sangat diperlukan bagi seseorang yang sedang menunggu. Namun ada bahayanya kalau menunggu terlalu
lama. Dalam masalah kesehatan, kalau
tidak bertindak cepat maka nyawa seseorang bisa hilang.
Marilah kita lihat dalam Alkitab, bahayanya menunggu(menunda) itu. Kita baca dalam Amsal 27:1 “Janganlah memuji
diri karena esok hari, karena engkau tidak tau apa yang akan terjadi hari
itu.” Disini dikatakan bahwa kita tidak
tau apa yang akan jadi besok.
ILUSTRASI:
Ada seseorang yang mendapat penyakit kanker, diminta agar cepat datang
ke Singapore untuk menjalani operasi.
Tetapi karena hanya menunggu/menunda 8(delapan) minggu saja, maka nyawa
orang itu telah hilang.
Selanjutnya, mari kita baca Kitab Yakobus 4:14 “sedang kamu tidak tahu
apa yang akan terjadi besok. Apakah arti
hidupmu?. Hidupmu itu sama seperti uap
yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.”
Tetapi, mengapa orang menunda.
Perkara-perkara apakah yang menyebabkan orang menunda? :
1. *KEBIASAAN:*
Mungkin karena kebiasaan, sebab sifat manusia yang sudah biasa menunda.
*Ilustrasi:* Seorang
guru di sebuah sekolah, suatu kali marah kepada muridnya karena tidak
mengerjakan PR nya. Mengapa sang murid
tidak mengerjakannya?. Jawabnya ialah
karena anak itu menunda. Rupanya
sesampainya di rumah, anak itu berjanji dalam hatinya bahwa setelah makan siang
maka dia baru mengerjakan PR. Namun
kemudian, makan siangpun selesai, dia masih terus menunda, nanti katanya tidur
dulu, istirahat dulu, lihat TV dulu.
Kelihatannya kebiasaan menunda sudah menjadi kebiasaannya sejak dari
kecil.
Untuk banyak orang—*BESOK SUDAH
TERLAMBAT!*.
Contoh mengenai hal ini seperti yang terjadi kepada Felix, wali negeri
Kaisarea. Kita baca dalam Kisah Para
Rasul 24:25 “Tetapi ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri
dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut dan berkata: “Cukuplah
dahulu dan pergilah sekarang; apabila ada kesempatan baik, aku akan menyuruh
memanggil engkau.”
Rasul Paulus memberitakan tentang kebenaran kepada Feliks.
Feliks berkata: “Saya tau ini adalah benar, tetapi *nantilah*,...*BESOKLAH”*. Dia sadar, tetapi kebiasaannya adalah *MENUNDA.*
2. Sebab
kedua mengapa orang menunda: *“SAYA INI MASIH BIMBANG”!* (Belum mengerti
seluruhnya). Saya masih meraba-raba.
Mari kita baca Ibrani 11:6: “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang
berkenan kepada Allah....” Kita harus
memiliki Iman !.
Banyak orang menunda oleh sebab CITA-CITA. Hal ini dikatakan dalam Matius 4:18-22 Pada waktu Yesus memangggil murid-murid yang
pertama di pantai danau Galilea. Dua
orang bersaudara, Simon Petrus dan Andreas, mereka sedang menebarkan jala di
danau. Dua orang bersaudara lainnya,
Yakobus dan Yohanes anak-anak Zebedeus.
Mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya. Namun, ada juga yang mengatakan dalam Matius
8:21: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”. Artinya, saya mau mengubur ayah saya
dulu. Mengapa terjadi demikian?. Karena kita kurang iman, terlalu lama hidup
dalam KURANG IMAN.
Saudaraku yang kekasih,.. Tidak ada alasan untuk menunda.
Bila kita meng-imbau seseorang untuk menerima Kristus sebagai Juruslamat
pribadinya, mungkin dia berkata:”Oh,.saya masih mahasiswa, nantilah kalau saya
sudah tamat, barulah saya menerima Tuhan dan memelihara hari Sabat. Setelah tamat, apa yang terjadi?. Ditunda lagi dan berkata: “Oh,..nanti saja,
saya menikah dulu Nantilah dulu, baru
sesudah ada anak atau kalau sudah punya rumah yang bagus, dll.
Apakah hati itu dapat dipercaya?.
Alkitab mengatakan bahwa HATI adalah PENIPU adanya.
Kita buka dan baca Matius 8:19, 20: “Lalu datanglah seorang ahli Taurat
dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, kemana saja Engkau
pergi.” Yesus berkata kepadanya:
“Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia
tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
Maksud perkataan ini adalah: “Kamu mungkin akan kehilangan pekerjaan
kalau mengikut Aku.”
Dalam Matius 8:21, Matius berkata: Tunggu dulu,..aku pergi dulu
menguburkan ayahku. Tetapi Yesus berkata
dalam ayat 22: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan
orang-orang mati mereka.”
Saudaraku,...Disini, Yesus seakan-akan tidak sopan, seakan-akan tidak
berprikemanusiaan. Tetapi apakah rupanya
yang menjadi latar belakang ayat ini?.
Saudaraku,...Kalau orang Yahudi sudah tua dan mau meninggal, biasanya
orang tua itu kirim surat kepada anaknya supaya datang mengelilingi orang
tuanya. Hal ini sudah menjadi adat bagi
mereka. Inilah maksudnya arti
menguburkan ayah/orang tua. Apa yang
jadi kalau Matius pergi?. Mungkin
ayahnya itu sudah meninggal bila dia pulang dan dia akan kehilangan Yesus.
Mungkin ada orang yang mengatakan: “Tunggulah nanti sama-sama dengan
isteri, baru mengikut Yesus.
Saudaraku yang kekasih,...Orang masuk ke sorga bukan berdua-dua,
bertiga-tiga, tetapi *satu persatu*.
Seseorang selamat adalah atas pilihannya sendiri.
3. Perkara
ke tiga yang membuat orang menunda ialah: *MELIHAT KALAU-KALAU ADA ALASAN UNTUK
MENUNDA:*
*Contoh :*
Dia sudah melihat dan mengetahui bahwa itu adalah benar, namun dia
mencari-cari alasan untuk menunda. Guru berkata
kepada murid-muridnya: “Anak-anak,..kamu harus kerjakan PR.
Anak-anak murid itu melihat kalau-kalau ada alasan untuk tidak
mengerjakan PR itu.
Saudaraku,...Kalau orang mencari alasan untuk tidak ber-Tuhan, untuk
tidak menurut apa yang benar, maka selamanya ada saja alasan. Misalnya, seseorang masuk ke sebuah toko mau
membeli sepatu. Kalau kita tidak mau
membeli, selalu saja ada alasan untuk tidak membeli sepatu itu dari toko
tersebut. Mungkin dengan mengatakan:
“Apa ada yang lebih bagus?. Apa ada
warna hitam?. Diberi yang hitam, apa ada
yang berlobang-lobang seperti kulit buaya?, dan seterusnya. Jadi kalau kita tidak mau menurut, ada saja
alasan.
APAKAH YANG MENJADI BAHAYANYA MENUNDA
INI?. Jawabnya ialah: *KITA SEDIRI
MENJADI KERAS.*
Lebih baik kita menerima Kristus waktu masih muda, karena masih mudah
dibengkokkan. Itulah sebabnya, kita
mendapat nasihat dalam Markus 8:34: “Lalu Yesus memanggil orang banyak dan
murid-muridNya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku,
ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
Disini dikatakan bahwa setiap orang yang mengikut Yesus, diminta memikul
salib, yaitu: *SALIB PENYERAHAN.*
*C. KONKLUSI :*
Itulah
sebabnya ada panggilan kepada kita dalam 2 Korintus 6:2: “Sesungguhnya, waktu
ini adalah waktu perkenanan itu, sesungguhnya, hari ini adalah hari
penyelamatan itu”.
Saudaraku,...
Sekarang inilah hari yang paling baik,
bukan besok, karena: “tomorrow never come, and tomorrow may be too late.”
Hal itu tentu memerlukan iman, pengorbanan dan penyerahan.
Namun tersedia upah yang kekal di sorga.
MENUNDA SANGAT BERBAHAYA !
Mari kita baca Yeremia 8:20: “Sudah lewat musim menuai, sudah berakhir
musim kemarau, tetapi kita belum diselamatkan juga!.” Kita perlu menyerahkan diri sekarang
ini. Biarlah Tuhan Allah memberikan
dorongan kepada kita untuk mengikuti segala jalan yang dikehendaki-Nya.
*PANGGILAN:*
Maukah
saudara menyerahkan diri untuk menerima Kristus pada saat ini juga?.
Bila
anda bersedia, nyatakan itu kepada Allah dalam doa pada saat ini. Kiranya Allah yang penuh kasih dan rahmat
memberkati saudara.
===================
Komentar
Posting Komentar