HARI RAYA INTERNASIONAL (7)
A. PENDAHULUAN
Shalom, …Salam
sejahtera bagi kita semua!
Puji Tuhan karena kita bisa jumpa kembali
pada malam ke 7/Hari ke 7,
untuk melanjutkan Kebaktian Kebangunan Rohani HIDUP YANG TERBAIK.
Kalau memang benar Alkitab itu satu, mengapa
begitu banyak sekte agama di dunia ini sekarang?. Kita mengetahui ada 2(dua) hari yang berbeda
sedang dipelihara banyak orang di dunia ini, sehingga kelihatannya seakan-akan
firman itu telah mengacaukan pikiran manusia.
Kalau Alkitab itu adalah satu, mengapa firman itu mengacaukan
manusia?. Allah bukanlah Allah yang
kacau.
Kalau demikian, dimanakah letak kekacauan itu.
B. PEMBAHASAN:
1. Mari
kita buka Alkitab kita dalam 1 Yohanes 2:6 “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia
ada didalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup”.
Jadi kekacauan itu terjadi karena manusia itu sendiri tidak menghidupkan
kehidupan Kristus. Dengan kata lain, tidak ada *penurutan.* Tuhan Yesus adalah seorang yang menurut
Hukum. Mari kita buka ayat selanjutnya
dalam:
2. *Yakobus
15:10* “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal didalam kasih-Ku,
seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal didalam kasih-Nya.”
Salah satu diantara sepuluh hukum itu yakni: *Hukum ke 4*, itulah yang
kita akan bahas pada saat ini (Keluaran 20:8) yang menyatakan: *“Ingat dan
kuduskanlah hari sabat”*, dan ini kita sebut dengan HARI RAYA
INTERNASIONAL.
Hari Sabat adalah merupakan Hari Raya Internasional.
Mengapa demikian?. Karena pada
hari itu, Allah telah berhenti.
Allah telah menyucikannya, Allah sudah memberkati serta dijadikan untuk
manusia. Hari itu adalah Hari
Sabtu. Namun pada waktu itu di Palestina
tidak menyebutkannya hari Sabtu melainkan menyebutnya Hari Sabat, hari ketujuh.
Bangsa Roma Kafir telah menamakan hari-hari dalam minggu, menurut nama
planet.
Contohnya: The seventh ( yang ketujuh) disebut dengan Saturn, berasal
dari nama dewa Saturnus. Darisinilah
asalnya perkataan bahasa Inggeris: “Saturday”(hari sabtu).
Sesudah 300 tahun kemudian setelah kenaikan Tuhan Yesus ke surga,
barulah orang-orang Kristen mulai menggunakan nama-nama hari seperti yang kita
kenal saat ini. Kita diminta oleh Allah
supaya memelihara hari itu.
Mengapa kita harus memeliharanya?.
3. Mari
kita baca *Keluaran 20:11* “Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan
bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah
sebabnya Tuhan *memberkati hari Sabat dan menguduskannya.”* Dan apakah dasarnya atau yang menyebabkan
mengapa hari Sabtu(Sabat) itu sebagai hari Raya Internasional.?
4. Firman
Tuhan berkata dalam Markus 2:27: “Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari sabat
diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari sabat”.
Jadi, Hari Sabat bukan diadakan hanya untuk orang Yahudi saja, melainkan
dalam ayat firman Tuhan ini, juga untuk manusia. Pada waktu Allah menciptakan dunia ini, Allah
telah menciptakan dua lembaga, yakni:
i. PERNIKAHAN,
dan
ii. S
A B A T.
Jadi hari sabat maupun pernikahan diciptakan atau ditetapkan Allah 2000
tahun sebelum orang Yahudi yang pertama ada atau sebelum bangsa Yahudi ada
sebagai suatu bangsa.
Kedua-duanya diciptakan Allah dan kedua-duanya diakui syah oleh Kristus
dahulu ketika ia berada di dunia ini.
Yang satu menyangkut Kesetiaan/kewajiban kita kepada Allah dan yang satu
lagi menyangkut Kesetiaan/kewajiban kita terhadap sesama manusia.
Apakah artinya Sabat itu disucikan/dikuduskan?. Disucikan artinya: diasingkan/dipisahkan bagi
Tuhan.
Dari 7(tujuh) hari, kita berikan satu hari untuk Allah. Apa ada lagi bukti yang menyatakan bahwa
Sabat itu bukan untuk orang Yahudi?.
5. Kita
buka Alkitab kita kembali dalam Kejadian 26:5 “Karena Abraham telah
mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala
perintah, ketetapan dan hukum-Ku”.
Ayat firman Tuhan ini menyetakan bahwa sudah ada orang yang
menurut/memelihara hari Sabat sebelum adanya bangsa Yahudi sebagai bangsa,
yakni Abraham. Jadi Sabat itu bukanlah
sesuatu yang baru diberikan di gunung Sinai.
Dalam
sebuah buku berjudul: “The desk standard dictionary”, oleh Funk & Wagnalls mengatakan bahwa: “Hari
Sabtu, hari yang ketujuh atau hari terakhir dari seminggu”.
Orang mungkin bertanya: “Apakah tidak mungkin bahwa hari Sabat yang
sekarang ini bukan lagi hari Ketujuh? atau sudah bergeser kepada hari-hari yang
lain?. Namun, tunggu dulu!.
Mungkinkah satu keluarga itu lupa akan suatu hari?.
Contohnya, hari apakah sekarang ini?.
Katakanlah seseorang lupa bila ditanyakan hari apakah saat ini,
katakanlah itu mungkin, karena orang itu lupa!.
Tentu kita boleh menanyakannya lagi kepada tetangga, bukan?.
Dan kalau mereka lupa lagi, kita boleh menanyakannya kepada Lurah, dan
seterusnya mungkin kepada Camat, Bupati, Walikota, Gubernur, seluruh Indonesia
atau boleh ditanya sampai ke Amerika dan kemudian ke Perserikatan
Bangsa-Bangsa(PBB).
Tidak mungkin seluruh Jawa Timur lupa akan Legi, Pahing, Kliwon, dll.
Apalagi orang yang sudah hidup saat itu dalam abad pencatatan.
*BUKANKAH PERNAH TERJADI PERUBAHAN
KALENDER PADA TAHUN 1582 ?*
*OKTOBER
1582.*
M S S R K J S
1 2 3 4 *15* 16
17
18 19 20 21 22 23
24
25 26
27 28 29 30
Memang ada keganjilan pada tanggal 15 Oktober 1582 (pada kalender Paus
Gregory).
*Paus Gregory XIII* berusaha merubah kalender itu karena perhitungan
kalender sudah tidak tepat lagi, sebab tahun permulaan kalender waktu dulu
bukan dimulai dengan tahun 1(satu), melainkan tahun 4(empat). Jadi tujuannya supaya dapat kembali kepada
tanggal yang tepat. Disini kita lihat,
hanya tanggalnya yang berubah, sedangkan minggunya(pekannya) tidak pernah
tergeser atau berobah. Itulah sebabnya,
hari Sabat yang sekarang pun tidak pernah tergeser.
Apakah benar, Yesus memelihara hari Sabat?.
6. Mari
kita baca Lukas 4:16: “Ia datang ke Nazareth tempat Ia dibesarkan, dan menurut
kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak
membaca dari Alkitab”. Baca juga: Markus
2:28.
Dalam hidup Yesus dahulu, Dia memelihara hari Sabat.
Yang sering ditemplak/ditegur Yesus dahulu ialah kefanatikan orang-orang
Yahudi cara memelihara hari Sabat itu.
Sebagai contoh: Menolong orang yang melahirkan tidak diperbolehkan pada
waktu hari Sabat. Tetapi jika kambing
mereka jatuh ke jurang, mereka menolongnya pada waktu hari Sabat. Ini tentu keterlaluan!.
Ada orang yang berkata, bahwa sesudah Yesus disalibkan, maka hal itu
juga berarti sudah memalangkan Sabat, apakah benar demikian?.
7. Mari
kita buka dan Baca Matius 24:20 “Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri
itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat”.
Hal ini digenapkan pada tahun 70 Masehi(40 tahun sesudah Yesus di
salibkan).
Disini, Kristus telah memandang jauh kedepan, sedangkan para Rasul
Kristus masih tetap hidup memelihara/merayakan hari Sabat. Jadi. Tidaklah benar bahwa sesudah Yesus
dipalangkan/disalibkan, itu berarti telah memalangkan Sabat.
Apa yang terjadi sesudah Yesus di salibkan?.
8. Kita
baca Lukas 23:56b; 24:1 “Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum
Taurat, tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke
kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka”.
Disini dikatakan bahwa pada hari Sabat mereka beristirahat.
Murid-murid Yesus sendiripun tidak membawa rempah-rempah ke kubur Yesus,
karena hari itu adalah Hari Sabat.
9. Rasul
Paulus pun memelihara/menguduskan hari Sabat.
Kita dapat lihat dalam Kisah fasal 17:2; Kisah 18:4,11 “Seperti biasa
Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga
hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari
Kitab Suci”. “Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan
berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani”. “Maka tinggallah Paulus disitu selama satu
tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka”.
Apakah Sabat akan dipelihara nanti di
Dunia Baru/di Surga?.
10. Mari
kita baca Yesaya 66:22,23 “Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang
baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap dihadapan-Ku, demikianlah firman
Tuhan, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap”. “Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat,
maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku,
firman Tuhan”.
HARUSKAH KITA MERAYAKAN SABAT?. MENGAPA MESTI HARI SABAT, MENGAPA TIDAK HARI YANG LAIN?
ILUSTRASI:
Pada suatu hari seorang warga negara Amerika Serikat dituduh sebagai
mata-mata di suatu negara. Kemudian
telah diputuskan untuk dijatuhi hukuman mati dengan menembaknya di
lapangan.
Konsul Amerika di negara asing itu datang dengan mengendarai kuda sambil
membawa *bendera.*
Pada hitungan ke sembilan, bendera negara A.S. itu ditutupkan kepada
orang yang tertuduh sebagai mata-mata itu.
Para penembak pun menurunkan senjatanya di saat itu dan tidak
meneruskannya karena menembak bendera
berarti menembak negara Amerika Serikat dan tentu itu berarti pula
memaklumkan perang!. Orang itu
selamat.
Saudaraku,..Begitu sederhana bendera kita, tetapi kalau di injak-injak,
apa yang terjadi?. Hari Sabat itu adalah
sebagai lambang, sebagai tanda/peringatan yang sangat penting.
Bagaimana kita mengetahui bahwa hari Sabat itu adalah sebagai
peringatan/lambang?.
11. Keluaran
31:13 “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku
harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun
temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, yang menguduskan
kamu”.
Jadi Sabat adalah merupakan tanda kuasa Allah dan tak dapat dirobah.
APAKAH BERKAT-BERKATNYA, BILA KITA MEMELIHARA HARI SABAT?
12. Yesaya
58:13,14 “Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan
urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebut hari Sabat “hari
kenikmatan”, dan hari kudus Tuhan, “hari yang mulia”; apabila engkau
menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong
kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan,..”
Tuhan mengatakan bahwa 6(enam) hari saja hari bekerja dan pada hari
Sabat/Sabtu/Hari Ketujuh itu, tidak boleh bekerja (Keluaran 20:9).
ILUSTRASI:
Seorang yang jujur mempunyai suatu kedudukan tinggi dalam sebuah
perusahaan. Dia mempunyai gaji besar dan
pekerjaan yang menyenangkan. Setelah mempelajari
satu seri pelajaran Alkitab, ia dapati kebenaran mengenai hari Sabat yang
kudus.
Oleh karena ia benar-benar mencintai Tuhan, ia ambil keputusan untuk
mulai memelihara Sabat Tuhan yang benar.
Ia menghadap pemimpinnya dan meminta izin untuk tidak bekerja pada hari
Sabat, namun permohonannya ditolak.
Setelah banyak berdoa, dia pun minta berhenti dari pekerjaannya. Setelah keluar dari pekerjaannya, ia
mengalami kesulitan.
Berbulan-bulan simpanannya pun habis.
Rumahnya dijual dan tinggallah mereka dalam rumah yang kecil. Namun mereka percaya bahwa Allah yang mereka
sembah itu sanggup memelihara. Akhirnya
sampai tidak ada makanan di rumah
mereka. Namun, mereka tidak bimbang dan
menyerah.
Dia selalu berpegang kepada janji Tuhan dalam Mazmur 37:25 yang
menyatakan: *“Dahulu aku muda, kemudian jadi tua, tetapi tiada pernah kulihat
orang yang benar itu ditinggalkan atau anak cucunya meminta sedekah.”*
Keluarga itupun berkumpul minta doa.
Iapun keluar mencari pekerjaan seperti yang sering dia lakukan. Belum jauh ia berjalan, ia bertemu dengan
seseorang yang berhenti dan memberi hormat kepadanya. Heran,...orang yang tak dikenalnya itu
mengulurkan tangannya dengan penuh kesopanan untuk berjabat tangan. Pada waktu keduanya berjabat tangan, tamu itu
menekankan sesuatu ke tangan ayah ini sambil berkata: “Apakah tuan mencari
pekerjaan?”. Jawaban yang diberikan:
“Ya, benar!, dapatkah tuan menolong saya?”.
Orang asing itu kemudian berkata:”Diseberang sungai dalam kota ini, ada
satu perusahaan yang memerlukan seorang pegawai”. Singkatnya, merekapun berpisah. Saudara dapat gambarkan perasaan gembira yang
memenuhi hati ayah ini ketika ia
memandang/melihat, ada uang ditangannya dari orang yang tidak dikenalnya
itu. Kemudian ia berbalik untuk
mengucapkan terimakasih, namun sudah terlambat, orang itu telah pergi dan tidak
kelihatan lagi.
Dengan segera ia membeli bahan makanan dan kembali ke rumah untuk
membagikannya kepada keluarganya. Doa
syukur dilayangkan kepada Tuhan karena permohonan yang telah dijawab pada pagi
itu dan berdoa lagi minta pimpinan karena ayah itu akan pergi mengajukan
permohonan pada perusahaan yang disebutkan oleh orang asing tadi. Setelah ia tiba di perusahaan itu, ia terharu
mengetahui bahwa benar mereka membutuhkan seorang yang seperti ayah itu,
apalagi ia telah pernah kerjakan pekerjaan itu.
Lebih daripada itu, gajinya sekarang lebih tinggi daripada gajinya
dahulu dan kepadanya diberikan kebebasan berbakti pada hari Sabat.
C. KONKLUSI:
Saudaraku yang kekasih,....Apakah saudara bersedia mengaku dan mengerti
bahwa hari Sabat adalah merupakan Hari Raya Internasional?.
Allah tidak meninggalkan umat-Nya.
Dalam hidup ini mungkin kita sering diuji. Ia membiarkan ujian itu datang.
Namun Ia berkata dalam Yesaya 43:2 “Apabila engkau menyeberang melalui
air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan
dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan
dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau”.
Tuhan akan menyediakan satu umat yang setia, yang akan tinggal serta-Nya
selama-lamanya. Saya mencintai Tuhan
Yesus karena segala sesuatu yang telah diberikan-Nya kepadaku.
Saudaraku,..katakanlah : “Saya mencintai hari Sabat karena Tuhan juga
mencintai dan memeliharakannya. Saya
senang memeliharanya agar saya dapat bersatu dengan sorga.
Saat ini perkenankanlah saya untuk mengundang saudara agar bersatu dengan
jutaan orang Kristen diseluruh dunia yang dengan gembira menurut kemauan Allah
dalam kehidupan Kekristenan yang penting ini.
Kiranya Tuhan Allah memberkati dan menolong kita, inilah pengharapan dan
doa kami. Tuhan memberkati kita semua!.
==00==