HUKUM FISIK DAN MENTAL (9)
Puji Tuhan karena kita bisa jumpa kembali pada malam ke 9/Hari ke 9,
untuk melanjutkan Kebaktian Kebangunan Rohani HIDUP YANG TERBAIK.
Judul pembahasan kita pada saat ini ialah: "Hukum Fisik dan Mental".
Setelah leluhur kita pertama jatuh kedalam dosa, dunia ini dipenuhi
dengan berbagai ragam penderitaan dan pencobaan.
Pada zaman dahulu, ada 3(tiga) pencobaan yang telah dialami oleh Adam
dan Hawa:
1. Mari
kita baca *Kejadian 3:6* “Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik
untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena
memberi pengertian. Lalu ia mengambil
dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang
bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.”
Dalam ayat ini (Kejadian 3:6), kita dapati 3(tiga) hal penting sebagai
berikut:
a.
*"Dilihat
oleh mata”,* buah itu baik untuk dimakan. Ini merupakan pencobaan dalam hal
selera. Setan menggoda manusia sementara
lapar, sama seperti iblis mencobai Yesus dahulu di padang belantara setelah
empatpuluh hari empatpuluh malam berpuasa.
b. *“Sedap kepada pemandangan mata”*. Hal ini berkenaan dengan kecintaan duniawi.
c.
*“Mendatangkan
budi”*. Hal ini menunjuk kepada pencobaan
kesombongan.
Dalam hidup kita ini, kerapkali kita pun
menghadapi pencobaan. Namun kita akan
mempelajari 2(dua) pencobaan yang pada umumnya sering kita alami, yakni: *KESOMBONGAN
dan KECINTAAN DUNIAWI.*
1. *KESOMBONGAN:*
Dari semua dosa yang dibenci oleh Allah ialah *kesombongan.* Inilah yang membuat Lucifer jatuh.
2. Kita
buka dan baca Alkitab kita dalam *Yehezkiel 28:17*: “Engkau sombong karena
kecantikanmu, hikmatmu kau musnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Ku lempar, kepada raja-raja engkau
Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya.”
Dosa pertama yang menyebabkan Lucifer jatuh adalah kesombongan. Dalam hal apakah manusia itu sombong?.
*Manusia biasanya menyombongkan:*
a.
Rupa nya.
b. Potongan
rambutnya, dan
c.
Ada yang menyombongkan hartanya, dan
lain-lain.
Salah satu yang disombongkan oleh manusia ialah *pakaiannya* atau apa
yang dipakai oleh seseorang. Sebenarnya
menurut firman Tuhan, kita tidak perlu memakai hal-hal yang membuat atau menghidupkan
kesombongan kita, seperti *perhiasan EMAS.*
Hal ini dikatakan dalam:
3. 1 Petrus
3:3,4: *“Perhiasanmu janganlah secara lahiriah,* yaitu dengan *mengepang-ngepang
rambut,* memakai *perhiasan emas* atau dengan mengenakan pakaian yang
indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan
perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram,
yang sangat berharga di mata Allah.”
4. Nasehat
kepada kita lagi mengenai *RAMBUT*, terdapat dalam 1 Timotius 2:9,10: “Demikian
juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia
berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan
berkepang-kepang, *jangan memakai emas* atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,
tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi
perempuan yang beribadah.”
Dalam 1 Korintus 11:14 dikatakan pula: “Bukankah alam sendiri menyatakan
kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia *berambut panjang,...”*
Bila kita memperhatikan bunga-bunga, misalnya seperti bunga mawar,
melati dan dahlia, kecantikannya adalah *secara alamiah.* Tuhan Allah telah menciptakan bunga atau
kembang dengan berbagai keharuman masing-masing. Allah sendiri yang telah mengaturnya. Mungkin saudara mengatakan bahwa Allah itu
tidak tau akan seni. Allah itu adalah
pencipta seni atau keindahan!.
Maksud ayat dalam *1 Petrus 3:3,4* tadi, ialah supaya kita jangan
memakai pakaian-pakaian yang menarik perhatian orang lain. Artinya: Tuhan mengatakan supaya jangan
menggunakan perhiasan. Dalam hal berpakaian,
perlu kita perhatikan/pertimbangkan, baik dari segi warna, harga aupun
potongannya, dll.
Ada satu daerah(suku) yang menganggap
bahwa wanita itu akan lebih manis apabila lehernya panjang. Sehingga tidak heran para wanita pun
menarik-narik lehernya supaya bertambah panjang dan dihiasi dengan perhiasan- perhiasan. Ini namanya keterlaluan!. Manusia tidak puas lagi dengan pemberian Allah.
Hidung pesek, mau jadi mancung, tetapi sebaliknya, hidung yang sudah
mancung kepingin punya hidung pesek.
Adapun hal-hal yang perlu kita perhatikan
dalam hal berpakaian:
a.
Pinggangnya jangan terlalu sempit,
sehingga mengganggu pencernaan.
b. Jangan
memakai pakain/baju yang tipis.
c.
Kalau boleh jangan sampai kelihatan
betis.
I.
*CINTA KEDUNIAWIAN:*
Pencobaan yang berikut adalah tentang cinta keduniawian.
Iblis sampai sekarang masih mencobai kita agar cinta kedunawian. Itulah sebabnya firman Tuhan memberi nasihat
bagi kita.
5. Kita
baca 1 Yohanes 2:15: “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada
didalamnya. Jikalau orang mengasihi
dunia, maka kasih Bapa tidak ada didalam orang itu.” Apakah yang tidak boleh kita kasihi?.
6. Ayub
31:1: “Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak
dara.” Jaman dahulu belum ada istilah
SEX. Jadi hal ini ditulis agar jangan
dipengaruhi sex (pandangan). Apakah
bahayanya pandangan itu?
7. Kita
buka dan baca Matius 5:8,28: “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena
mereka akan melihat Allah. Tetapi Aku
berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkanya,
sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.”
Bila melihat kepada lawan jenis(sex lain), lalu timbul nafsunya, hal
inilah yang menjadikan dosa.
Memang mata ini adalah untuk melihat, namun kita harus menyadari akan
bahayanya mata ini. Pepatah kuno
berkata: “Darimana datangnya lintah, dari sawah turun ke kali. Darimana datangnya cinta, dari mata turun ke
hati”.
Orang dapat tergoda kepada SEX karena nonton bioskop atau melalui VCD di
rumah, dll. Kebayakan orang membuat
bioskop menjadi tempat untuk memuaskan pandangan manusia kepada sex. Para pengusaha film mengetahui dan selalu
mempelajari selera para penonton, biasanya dalam 3 hal: SEX, PEMBUNUHAN dan
bidang KETANGKASAN. Kelau sebuah
bioskop/theater memutar film yang mengandung/bernuansa pendidikan, maka bioskop itu akan
bangkrut. Ada beberapa hal yang dicari
mengapa banyak orang yang menonton ke bioskop.
Karena mereka ingin melihat atau mencari :
i.
Sex dan pembunuhan.
ii.
Karena orang tidak tau apa yang akan dilakukan
pada waktu senggang.
iii.
Manusia yang hidup dalam dunia yang
tegang memerluka hiburan.
iv.
Manusia haus akan emosi.
v.
Manusia ingin melarikan diri dari dunia
kenyataan(realitas).
vi.
Mereka ingin mencari calon teman. Tetapi, calon teman yang bagaimanakah yang
kita peroleh di bioskop?. Apakah teman
yang luhur?.
vii.
Pengalaman dan pendidikan. Namun yang mencari hal ini, hanyalah sedikit.
*KEBURUKAN TONTONAN:*
Seorang pendidik bernama Ny.
Ellen G. White, berkata: “Tidak ada pengaruh didalam negeri kita ini yang lebih
kuat untuk meracuni alam pikiran, untuk membinasakan kesan-kesan agama, untuk
menumpulkan kegemaran dan kesenangan-kesenangan yang tenang daripada
hiburan-hiburan di gedung-gedung pertunjukan...Tindakan satu-satunya yang
“SAFE” ialah menjauhkan diri dari gedung-gedung pertunjukan dan setiap tempat
hiburan yang dapat diragukan keadaannya.”
E.G.
White, Testimonies for the Church, Jld.4, hlm.653.
Dapatlah kita simpulkan keburukan dari tontonan itu sebagai berikut:
a.
Biasanya orang yang menonton, ingin
mengalami apa yang dia lihat.
b. Bahayanya
meniru apa yang dilihat, karena otak kita mempunyai berbilyun sel otak. Ada sel-sel yang dapat mengingat seseorang
dan bau harum, dan lain-lainnya.
ILUSTRASI:
Disuatu pagi, seorang anak mengambil pistol ayahnya yang berisi
peluru. Ketika ayah dan ibunya bangun,
anak itu berkata kepada orang tuanya: “Daddy,..hands up!!!.”(Angkat tangan!).
Karena ayahnya tidak angkat tangan, anak tersebut telah menembak ayahnya
yang tidak menduganya samasekali.
Melihat hal ini, ibunya menjerit.
Anak itupun berkata: “Mom, hands up!!!”.
Ibunya pun mengalami nasib yang sama, ditembak juga seperti ayahnya
seketika itu.
Surat kabar memberitakan bahwa anak itu menirunya dari bioskop yang
sedang di putar di kota itu.
Saudaraku,...Melalui bioskop atau VCD yang tidak diseleksi, orang muda
meniru bagaimana caranya menipu polisi, membunuh, meniru potongan rambut, mode,
dan lain-lain.
Ditiru secara sengaja atau tidak sengaja. Seseorang anak bisa saja bangga kalau memakai
pakaian sama seperti yang dipakai oleh bintang-bintang film/sinetron. Sekarang ini banyak yang mendewakan
bintang-bintang film atau para artis sinetron, tanpa mengetahui bahwa mungkin
latar belakang mereka sudah biasa kawin dan cerai, kawin lagi dan cerai lagi.
Mungkin saudara mengatakan bahwa nasihat ini bukan untuk saya, karena
saya tidak pergi nonton ke bioskop.
Tetapi bagaimana tentang komik?.
Membaca komik, sama juga halnya.
Ingat,..bahwa bermain air basah dan bermain api, kita akan
terbakar. Komik juga dapat mempengaruhi
pikiran kita. Itulah sebabnya, firman
Tuhan menasehatkan kita sbb:
8. Kita
baca dalam Amsal 4:23, 25: “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena
dari situlah terpancar kehidupan.
Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap
kemuka’”
Dikatakan disini:”peliharalah hatimu”, yang dimaksud hati adalah otak
kita. Mengapa ada orang yang
berkata:”Oh,...sakit hatiku”.
Saudaraku,...sakit hati itu mulainya di otak. Manusia biasanya mencuci pakaiannya setiap
hari kalau kotor. Pakaian yang kotor,
satu hari bisa dibersihkan, tetapi OTAK yang kotor, tidak mudah
dibersihkan. Sering sekali orang menjaga
giginya bersih, rambutnya, rumahnya bersih, tetapi otaknya kotor.
Bagaimana kita caranya menjaganya.
9. Mari
kita buka Pilipi 4:8 “Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua
yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang
sedap di dengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah
semuanya itu.”
Barang apa yang tidak benar seperti yang kita pelajari saat ini, yang
bertentangan dengan firman Allah, singkirkanlah semuanya itu. Kalau kita mau suci, syaratnya ialah: *“Menurut Alkitab”*. Pikirkanlah apa yang benar, bukan yang
dongeng.
Hendaklah kita selalu mengingat, bilamana otak atau MENTAL kita kotor
maka tindakan atau perbuatan kita pun akan kotor.
*D. KONKLUSI:*
Apakah saudara menyadari bahwa lebih penting perhiasan tabiat daripada
emas dan menyadari keburukan atau bahayanya bioskop itu?. Karena anda mungkin sudah menyadarinya,
maukah anda berjanji dengan pertolongan Tuhan untuk menuruti nasihat firman
Tuhan yang kita bahas pada saat ini?.
Mari kita berdoa, anda dan saya berdoa sekarang ini memohon kekuatan
dari Tuhan Allah untuk dapat melakukan apa yang difirmankan-Nya bagi kita. Amin!.
===00===
Komentar
Posting Komentar