ORANG MATI, MENGGANGGU?
4. “ORANG MATI, MENGGANGGU?”
A. Pendahuluan:
Salam sejahtera bagi kita semua!
Puji Tuhan karena kita bisa jumpa kembali untuk melanjutkan Kebaktian Kebangunan Rohani HIDUP YANG
TERBAIK.
Sebelum kita mempelajari Firman Tuhan mari kita awali dengan berdoa:
“Allah Bapa
kami di sorga. Terimakasih atas kebaikan-Mu memberikan kami waktu untuk mempelajari
firman-Mu. Kiranya Tuhan boleh beserta kami dan memberikan hikmat kepada kami agar kami
dapat mengerti firman-Mu. Ampunilah
dosa2 kami, dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa”. Amin.
Sdr2ku yang kekasih, Judul pembahasan kita
saat ini adalah: “Apakah
orang mati itu mengganggu orang-orang yang hidup”?
Diskusi:
I.
APAKAH
MANUSIA ITU?
Sebelum kita memperbincangkan apakah orang mati itu mengganggu, marilah
kita terlebih dahulu menyelidiki sedikit tentang: “Apakah manusia itu?”. Dari apakah manusia itu dijadikan atau dibuat? Bagaimanakah Allah telah menciptakannya?.
1. Kita
baca Kejadian 2:7 “ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari Debu Tanah
dan menghembuskan Nafas Hidup kedalam hidungnya, demikianlah manusia itu
menjadi Makhluk yang Hidup”.
Alkitab jelas mengatakan bahwa manusa itu dibuat dari Debu Tanah. Dalam hal ini ilmu pengetahuan menyetujuinya
juga, karena penyelidikan telah membuktikan bahwa dalam tubuh seorang manusia
yang mempunyai berat badan 65 kg ternyata mengandung bahan-bahan yang terdapat
didalam tanah(bumi).
Hal ini membuktikan bahwa kita benar-benar berasal dari tanah karena dalam tubuh kita terdapat
bahan-bahan antara lain:
-Lemak (fat), yang cukup untuk membuat
7(tujuh) batang sabun.
-Carbon, yang cukup membuat 9000 batang
pensil.
-Phosporus, bisa cukup untuk 2000 kepala
korek api.
-Terdapat sebanyak satu bungkus garam.
-Zat besi, yang cukup membuat satu
batang paku yang berukuran sedang.
-Terdapat juga kapur yang cukup untuk
mencat sebuah kandang ayam dan belerang untuk membersihkan kutu dari seekor
anjing; juga terdapat air sebanyak 40 liter.
Lalu disebutkan dalam ayat ini: “dihembuskan-Nya
nafas hidup ke lubang hidungnya...” Disinilah kita mengetahui bahwa Allah
memiliki kuasa untuk menghidupkan/memberi kehidupan.
Bila kita membuat rumusnya bagaimana Allah menciptakan manusia adalah
sebagai berikut: DT + NH = MH (Debu Tanah + Nafas Hidup = Makhluk Hidup.
Jadi, kita tidak perlu masuk ke perguruan tinggi/Universitas Teologia
untuk mengetahui bagaimana rumusnya Allah menjadikan manusia. Berbeda dengan patung yang dibuat oleh ahli
pahat seperti misalnya Michael Angelo.
Patung buatannya itu tidak bisa bernafas.
Saudaraku,..Apakah yang terjadi kalau udara(O2) yang ada di udara ini
ditarik oleh Allah. Tentu kita akan mati
dan yang tinggal adalah Debu Tanah(tubuh), karena NH/Nafas Hidupnya sudah
hilang.
II.
KEADAANNYA
BILA MATI:
Mari kita kembali ke taman eden, yakni kepada kisah Adam dan Hawa yang
digoda oleh ular yang telah digunakan oleh Iblis.
Hawa menjawab: “Allah katakan kepada kami, kalau kami makan buah
larangan itu maka kami akan mati” (Hawa menghilangkan kata pasti akan
mati), tetapi ular berkata: “kalau kamu
makan, kamu tidak mati”.
Saudara dan saya tentu belum pernah mati, sebab itu kita akan
mempelajari mengenai keadaan orang mati dan apakah orang mati itu bisa
mengganggu, hanyalah dari Alkitab.
2. Rasul
Paulus menyatakan dalam 1 Timotius
6:16 “Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam
dalam terang yang tak terhampiri.
Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat
Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang
kekal! Amin.”
Saudaraku,..hanya Allah yang tidak dapat mati. “Dialah satu-satunya yang
mempunyai zat yang tiada mati “, “yang tidak takluk kepada maut”.
3. Ayub
14:14 “Kalau manusia mati, dapatkah ia hidup lagi?. Maka aku akan
menaruh harap selama hari-hari pergumulanku, sampai tiba
giliranku”. Ayat ini menandaskan bahwa
bila manusia mati akan hidup kembali. Kapan?.
Ayub mengatakan: “menunggu
harinya”. Ayub menunggu harinya
akan dibangkitkan dari kubur dan tubuhnya akan diubahkan oleh Tuhannya.
Daud melihat kedepan, kepada peristiwa yang mulia bila ia akan
dibangkitkan. Ia tidak percaya bahwa
jika ia mati maka ia terus meluncur masuk surga. Mungkin sukar kita percayai dan ganjil,
karena umat Kristen sekalipun masih banyak yang percaya bahwa orang mati itu langsung masuk ke surga. Namun,
apa yang dikatakan dalam ayat berikut:
4. Kisah 2:34 “Sebab bukan
Daud yang naek ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman
kepada tuanku.”
Jadi,
Daud masih berada didalam kubur. Ia tidak
ada di sorga saat ini.
III. APAKAH ORANG MATI ITU MENGGANGGU?.
Banyak orang takut bila berjalan melalui
kuburan karena takut diganggu oleh apa yang dianggap roh-roh orang mati. Sementara yang lain takut apabila mendirikan
rumahnya diatas bekas tanah pekuburan atau bila menyewa rumah yang berdiri
diatas bekas makam.
Apakah benar, orang mati itu dapat mengganggu manusia yang masih hidup?.
5. Mari kita baca Pengkhotbah 9:5,6 “Karena
orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati “tak
tahu apa-apa”, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka
sudah lenyap. Baik kasih mereka, maupun
kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya
tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi dibawah
matahari”.
.
Disini dikatakan bahwa orang mati itu “tidak tahu apa-apa” (kasihnya, bencinya, cemburunya sudah
hilang). Kemanakah orang hidup itu pergi
apabila sudah mati?. Tidak lain hanya ke
dalam kubur. Kalau demikian apakah yang
perlu kita takuti pada orang mati?.
Jawabnya ialah: Tidak ada!.
Tetapi mengapa kita umumnya merasa takut?
Kebiasaan orang kafir—kalau mengantar jenajah, mereka bawa dulu peti
jenazah itu berjalan berkeliling-keliling, katanya supaya orang mati itu sesat
dan tidak tau jalan pulang. Bahkan
disepanjang jalan ditaburi dengan duri supaya apabila dia pulang, kakinya akan
tertusuk oleh duri dan tidak jadi kembali pulang ke rumahnya. Jadi masih banyak juga orang Kristen yang
percaya bahwa ada apa-apanya orang-orang mati itu, padahal dalam Pengkhotbah 9:6 dikatakan bahwa
bencinya dan kasihnya pun sudah hilang.
Bila raja zaman dahulu meninggal dunia, maka biasanya orang membuat
kereta-kereta yang terbuat dari kertas, isterinya dari kertas, dll. Nanti, katanya supaya ada yang melayani
mereka diseberang kubur.
6. Mari kita baca Mazmur 115:17 “Bukan
orang orang mati akan memuji-muji Tuhan, dan bukan semua orang yang turun ke
tempat sunyi,..”
-Ayat ini mengatakan bahwa: orang mati
tidak memuji Tuhan. Jadi kalau kita mau menghormati ibu atau orang
tua kita, berikanlah kembang/bunga penghargaan pada waktu mereka masih hidup,
jangan sesudah meninggal dunia. Jadi kalau demikian, apakah benar,
manusia itu kalau mati sama dengan binatang?.
7. Mari kita baca Pengkhotbah 3:18-20
“Tentang anak-anak manusia aku berkata dalam hati: “Allah hendak menguji mereka
dan memperlihatkan kepada mereka bahwa mereka hanyalah
binatang. Karena nasib manusia adalah sama dengan nasib
binatang, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian
juga yang lain. Kedua-duanya mempunyai
nafas yang sama, dan manusia tak mempunyai kelebihan atas binatang; karena
segala sesuatu adalah sia-sia.
Kedua-duanya menuju satu tempat; kedua-duanya terjadi dari debu dan
kedua-duanya kembali kepada debu”.
Oxygen yang sama untuk saya, juga untuk kucing saya. Jadi, mengapa bulu roma kita berdiri jika
kita berjalan melalui kuburan, khususnya di malam hari?. Bapa kejahatan itulah yang
menipu kita, dan yang telah mengacaukan
pikiran manusia supaya:
a.
Manusia tidak percaya akan adanya
kebangkitan orang saleh pada waktu kedatangan Yesus yang keduakali.
b. Manusia
berhubungan dengan orang-orang yang sudah mati untuk mendapatkan petunjuk bagi
hidup dan keselamatan.
Mungkin saudara bertanya: “Bolehkah orang menangis tanpa batas, bilamana
ada kematian dalam keluarga atau kenalan?.”
8.Rasul Paulus berkata dalam 1 Tesalonika 4:13,15-16.
“Selanjutnya
kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang
meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak
mempunyai pengharapan. “Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita
yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan
mendahului mereka yang telah meninggal.
“Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat
berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga
dan mereka yang
mati dalam Kristus akan lebih dahulu
bangkit,..”.
Saudaraku,..disini dikatakan adanya pengharapan akan kebangkitan.
Ilustrasi:
Di kota Kansas(Amerika Serikat), pernah ada seorang pada suatu kali
dibawa ke meja hijau (pengadilan) karena telah membunuh isteri dan anaknya yang
masih kecil. Pada waktu
hakim menanyakan, mengapa dia melakukan
tindakan yang kejam itu terhadap keluarganya sendiri, sang suami menjawab:
“Agar kami cepat masuk kedalam kerajaan sorga”.
Dia me-nganggap bahwa kematian itu adalah sebagai loncatan yang tercepat
masuk sorga. Kalau ajaran yang dipercaya
orang mengatakan bahwa kematian adalah batu loncatan yang tercepat ke surga,
maka boleh kita katakan bahwa para penjahat perang yang telah menyembelih
ribuan orang itu telah berjasa lebih besar daripada para pendeta yang adakan
khotbah dan ceramah (KKR) didunia dewasa ini.
Saudaraku,...Orang-orang yang melakukan kejahatan, janganlah menyangka
bahwa bilamana mereka mati, mereka tidak lagi di usik/diganggu nanti. Mereka nanti harus menghadap pengadilan
Allah. Namun, orang-orang benar juga
janganlah merasa bahwa kematian adalah nasib mereka yang terakhir, karena upah
mereka dalam surga akan diberikan pada saat mereka dibangkitkan nanti.
KONKLUSI:
Kita berterimakasih kepada Allah karena mengetahui bahwa kita tidak
memasuki surga dengan cacat tubuh dan keadaan seperti yang ada pada waktu kita
dimasukkan kedalam kubur.
9. Kita baca 1 Yohanes 3:2
“Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi
belum nyata apa keadaan kita kelak, akan tetapi kita tahu, bahwa apabila
Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita
akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya”.
Saudara dan saya tentu mengharapkan agar dibangkitkan pada saat
kedatangan Yesus yang keduakali untuk mendapat upah HIDUP YANG KEKAL. Apakah
yang kita harus lakukan supaya hal itu tercapai?.
10. Mari kita baca 1 Yohanes 3:3 “Setiap
orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia
yang adalah suci”.
Jadi kita perlu menyucikan hidup kita dengan meminta kuasa pertolongan
dari Tuhan.
Percayakah saudara bahwa orang yang sudah mati masih berada dalam kubur
sekarang ini?.
Dan percayakah saudara bahwa Yesus Kristus adalah jalan kepada
kebangkitan?.
Rindukah saudara untuk dibangkitkan pada kedatangan Yesus yang keduakali
untuk mendapat hidup kekal?. Bagi
saudara yang percaya akan hal itu, mari kita tunduk kepala untuk berdoa.
Kita
akan lanjutkan pelajaran kita dalam pertemuan berikut. Sampai jumpa, Tuhan
memberkati!.
Komentar
Posting Komentar