PERJANJIAN DENGAN ABRAHAM (PASSD7T2-2022)
(The Covenant with Abraham).
1. Dalam kejadian fasal 15, kita sampai
pada momen penting Ketika Tuhan membentuk/merumuskan perjanjian-Nya dengan
Abraham.
Pelajaran ini akan berfokus pada perjanjian2/covenant atau kesepakatan2 hukum
yang mengikat antara Allah dan Abraham.
Kejadian 17:7: “Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau
serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya aku
menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.”
2. Perhatikan bahwa perjanjian ini
setidaknya menjadi suatu bagian dari sebuah perjanjian yang kekal.
Perjanjian-perjanjian yang kekal, yang meluas dari pemberontakan di surga
sampai kedatangan Kristus yang ketiga kali, telah disebutkan di beberapa tempat
dalam Perjanjian Baru. Perhatikan berikut ini:
Ibrani 13:20-21: v.20-“Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah
perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala
Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, v.21-…Bagi Dialah kemuliaan sampai
selama-lamanya! Amin.
Episode kehidupan Abraham penuh dengan ketakutan dan tawa.
Abram takut (Kej.15:1), juga Sara (Kej.18:15) dan Hagar
(Kej.21:17).
Abram tertawa/Sara 90 thn. (Kej.17:17); dan Sara:
Akan berahikah aku? (Kej.18:12).
Pasal-pasal ini bergema/menghasilkan dengan kepekaan dan kehangatan
manusia. Abram sangat bersemangat tentang keselamatan orang Sodom yang
jahat; dia peduli terhadap Sara, Hagar, dan Lot; dan dia ramah terhadap tiga
orang asing (Kej.18:6).
3. Dalam pelajaran ini kita akan melihat
bahwa Abraham takut, Sarah takut, dan Hagar takut. Apa yang mereka takutkan?
Abraham takut musuh akan menyerangnya. Dia juga takut bahwa dia tidak
akan memiliki seorang putra yang dapat memenuhi imbalan/upah2 yang dijanjikan
kepadanya.
Kej.15:1 -Jangan takut Abram.
Kej.18:15-Sara takut.
Kej.21:17 – Jangan takut Hagar.
Bukan hanya rasa takut yang kita perhatikan dalam pelajaran ini yang
berhubungan dengan perjanjian ini; tapi ada juga tawa.
Kejadian 17:17 Abram mulai tertawa.
[Sudah 25 tahun sejak Abraham meninggalkan Haran pada usia 75; dan tetap
saja, dia tidak memiliki putra.
Bagaimana Anda menanggapi seorang pengunjung yang mengumumkan bahwa
istri Anda akan memiliki bayi pada usia 90?]
Kejadian 18:9-15-v.10- One of them said, “Nine months from now I will
come back, and your wife Sarah will have a son.ӈSara tertawa.
4. Bagaimana kita menjelaskan fakta
bahwa dua orang yang telah menertawakan Tuhan termasuk seorang yang telah berbohong
tentang hal itu, keduanya akhirnya menjadi teladan iman yang besar seperti yang
tercantum dalam Ibrani 11?
5. Bukan hanya Abraham dan Sarah yang
menunjukkan emosi; tetapi juga, ada kesempatan lain ketika itu mungkin jauh
lebih serius!
Minggu: IMAN ABRAHAM (The Faith of
Abraham)
6. Bagaimana Anda memahami “pemotongan”
hewan yang diminta Abraham?
(Kej.15:1-21 dan Roma 4:3,4,9,22 –Apa artinya hidup oleh iman menurut
yang dinyatakan Abram?. Apa arti pengorbanan yang Tuhan minta Abram lakukan?
Kejadian 15:1-21: v.1-Janganlah takut Abram.v.4-anak kandungmu yang akan
menjadi ahli warismu.v.6-Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan
memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
v.12-Abram tertidur—turun gelap gulita yang mengerikan.
v.16-Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini,…
v.17-kelihatanlah suluh yang berapi lewat diantara potongan2 daging itu.
V.18 “Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta
berfirman: “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir
sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat.”
7. Untuk mata modern kita, itu adalah sebuah
peristiwa yang sangat aneh. Namun, memotong setengah dari hewan dan
meletakkannya di tanah dan melewati di antara bagian yang dipotong adalah
sebuah metode diakui/dikenal di bagian dunia dari mana Abram datang sebagai
cara untuk menyegel kesepakatan atau perjanjian.
Sebagai hasil dari upacara itu, Abraham telah memercayai Tuhan; Tuhan
menghitungnya sebagai kebenaran di pihak Abraham. Begitulah cara mereka membuat sebuah perjanjian
yang mengikat!
8.Apakah makna yang disampaikan oleh
upacara ini?
Tuhan kemudian mengatur upacara pengorbanan untuk dilakukan Abram. Pada
dasarnya, korban menunjuk pada kematian Kristus untuk dosa2 kita.
Manusia diselamatkan oleh anugerah, pemberian dari kebenaran Allah,
dilambangkan dengan pengorbanan ini. Namun upacara khusus ini menyampaikan
pesan/pekabaran khusus untuk Abram.
Burung-burung buas hinggap pada daging-daging hewan korban (Kej.15:9-11)
berarti bahwa keturunan Abram akan mengalami perbudakan untuk jangka waktu
“empat ratus tahun” (Kejadian 15:13), atau 4 generasi (Kej.15:16).
Kemudian pada generasi keempat, keturunan Abram “akan kembali ke
sini”.(Kej.15:16).
9. Rupanya, Tuhan meminta Abraham untuk
secara fisik melakukan proses pemotongan hewan2 dan meletakkan mereka diatas
tanah untuk satu jangka waktu tertentu.
Abraham perlu melindungi daging mentah dari burung nasar, dll. Tapi,
kemudian, Abraham tertidur lelap dan melihat sebuah penglihatan di mana dia
melihat "perapian yang berasap dan obor yang menyala" (simbol
Tuhan) (Kejadian 15:17, GNB*) yang tiba-tiba muncul dan lewat di antara
potongan-potongan binatang.
10. Tuhan telah berjanji kepada Abraham
bahwa keturunannya akan memerintah hampir seluruh Timur Tengah.
Kemudian, Tuhan berkata, “Selamanya!” (Kejadian 17:8) . Ini benar-benar
janji! (What a pomise!).
Batas-batas Tanah Perjanjian ini,”mulai dari sungai Mesir sampai ke
sungai besar itu, sungai Efrat (Kej.15:18) mengingatkan kita akan batas2 Taman
Eden.(bandingkan dengan Kej.2:13,14).
Oleh karena itu, nubuatan ini memiliki pandangan lebih dari sekadar
tentang Keluaran dan tanah air bagi Israel.
Pada cakrawala yang luas dari nubuatan ini, kepada keturunan Abraham
yang menduduki tanah Kanaan, muncul gagasan tentang keselamatan akhir zaman
bagi umat Allah, yang akan kembali ke Taman Eden.
Senin: KERAGUAN ABRAHAM (Abraham’s
Doubt)
(Kej.16:1-16.Apakah arti dari keputusan
Abraham untuk pergi bersama Hagar, meskipun Tuhan telah berjanji kepadanya?.
Bagaimanakah kedua wanita ini mewakili dua sikap iman?/Two attitudes
of faith?. (Gal.4:21-31).
11. Meskipun Tuhan telah berjanji kepada
Abraham bahwa ia akan memiliki keturunan dan bahwa mereka akan menuai
keuntungan/manfaat besar di masa depan, Abraham masih memiliki keraguan.
Di manakah keturunan itu atau setidaknya/paling sedikit sebagai permulaan,
seorang putra?
Seiring dengan waktu yang berlalu dan Abraham bertambah tua dan Sarah
berhenti mengalami menstruasi bulanannya, Sarai akhirnya telah menyarankan agar
mereka mencoba sebuah metode yang telah sering digunakan dalam keadaan seperti
itu di wilayah asal mereka (Circumstances darimana asal mereka datang).
Kejadian 16:1-16: v.4 “Abram menghampiri Hagar, lalu
mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia
memandang rerndah akan nyonyanya itu.”
v.13 “Kemudian Hagar menamakan Tuhan yang telah berfirman kepadanya itu
dengan sebuatan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah disini kulihat
Dia yang telah melihat aku?”.
12. Ketika kita melihat Perjanjian Baru
untuk melihat komentar apa yang dibuat tentang pengaturan ini, kita membaca:
Galatia 4:27-31: v.28-“Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti
Ishak adalah anak-anak janji.”
13. Bertahun-tahun telah berlalu, dan
Abraham masih belum dikaruniai seorang putra dari Sarah. Akhirnya, seperti di
atas, Abraham dan Sarah memutuskan untuk mencoba sebuah metode manusia/try
a human method.
14. Menarik
untuk diperhatikan bahwa permohonan Sarah kepada Abraham dan hasilnya
mengingatkan kita pada sesuatu yang terjadi bertahun-tahun sebelumnya.
Bagian yang menggambarkan hubungan Sarai dengan Abram menggemakan kisah
Adam dan Hawa di Taman Eden. Kedua
peristiwa ini memiliki sejumlah motif yang sama (Sarai, seperti Hawa, aktif;
Abram, seperti Adam, pasif) dan berbagi
kata kerja-kata kerja/verbs dan frasa-frasa/phrases yang sama (“mendengarkan
suara”/heed the voice, menerima dan memberikan (take & give).
15. Tidak ada bukti bahwa baik Abraham
atau Sarah atau keduanya bersama-sama telah berkonsultasi dengan Tuhan mengenai
rencana mereka.
16. Paulus melihat paralel yang sangat
menarik antara kedua wanita ini dan dua perjanjian. (Lihat Keluaran 19:8;
24:3,7; Yeremia 31:31-34.)
17. Baca Galatia 4:23-26. Akhirnya,
keadaan berubah menjadi buruk, dan Sarah mempersulit Hagar (Kejadian 16:6)
sehingga Hagar membawa putranya dan melarikan diri ke padang gurun.
Tapi, Tuhan belum selesai dengan cerita ini. Seperti yang telah kita
baca dalam Alkitab:
Tuhan kemudian menampakkan diri kepada Hagar tetapi hanya setelah dia
meninggalkan rumah Abram.
Penampilan yang tidak terduga ini mengungkapkan kehadiran Tuhan meskipun
manusia berusaha untuk bekerja tanpa Dia. Referensi pada “Malaekat
TUHAN”(Kej.16:7) adalah gelar yang sering di identikkan dengan TUHAN, YHWH (lihat
Kej.18:1,13,22). Kali ini Tuhan yang
mengambil inisiatif dan mengumumkan kepada Hagar bahwa dia akan melahirkan seorang
anak laki2, Ismael, yang namanya berarti Tuhan mendengar (Kej.16:11).
Ironisnya, cerita yang di akhiri dengan gagasan mendengar (shama)’,
menggemakan pendengaran awal cerita, ketika Abram yang “mendengarkan”(shama’)
suara Sarai (Kej.16:2).
18. Istilah yang menggambarkan
perjanjian ini seharusnya mengingatkan kita pada Kejadian 3:15,
perjanjian keselamatan pertama yang diberikan kepada Adam dan Hawa di luar
Taman Eden.
19. Agar suatu perjanjian menjadi
perjanjian yang kekal, (Kejadian 17:7) itu harus melibatkan kedatangan Yesus
dan pemerintahan akhirnya sebagai Mesias yang akan datang.
20. Perhatikan dalam Kejadian 3:15,
keturunan Hawa dan Setan selalu menjadi musuh. Dan anugerah keselamatan Allah
yang cuma-cuma (Roma 6:23) telah diberikan sebelum permulaan zaman/waktu
(before the beginning of time).
Titus 1:2 “dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang
sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta.”
21. Dalam Kejadian 17 ketika Abraham
berusia 99 tahun, Tuhan telah “menampakkan diri” kepadanya dan sekali lagi telah
menjanjikan dia seorang putra. Sehubungan dengan perjanjian ini, akan terjadi
perubahan nama dari Abram menjadi Abraham dan dari Sarai menjadi Sara.
>>Dalam konteks itulah Abram, yang namanya menyiratkan kemuliaan/nobility
dan kehormatan/respectability, akan diubah namanya menjadi Abraham, yang
berarti “bapa sejumlah besar bangsa/father of many nations.”(Kej.17:5).
Jadi, disini kita melihat banyak petunjuk tentang sifat universal dari
apa yang Allah rencanakan untuk dilakukan melalui perjanjian-Nya dengan
Abraham.
Menariknya, janji masa depan yang kekal ini tertuang dalam pergantian
nama ABRAM dan SARAI. Nama Abram dan Sarai hanya mengacu pada status mereka
saat ini: ABRAM berarti “Bapa yang dimuliakan”(EXALTED FATHER) dan SARAI
berarti : “putri saya”/putri Abram(THE PRINCESS OF ABRAM).
Perubahan nama mereka menjadi “ABRAHAM” dan “SARA” mengacu pada
masa depan: ABRAHAM berarti: “Bapak banyak bangsa” dan SARA berarti putri/”the
princess”(untuk semua orang).
Nama Ishak (“dia akan tertawa”/he will laugh), adalah sebuah pengingat
tawa Abraham(tawa pertama yang tercatat dalam Kitab Suci,(Kej.17:17); itu
adalah tawa skeptisisme atau, mungkin, keheranan. Bagaimanapun juga, meskipun
dia percaya pada apa yang Tuhan telah janjikan dengan jelas kepadanya, Abraham
masih bergumul/struggled untuk menjalaninya dalam iman dan kepercayaan.
Selasa: TANDA
PERJANJIAN ABRAHAM
(The Sign of the
Abrahamic Covenant).
(Kej.17:1-19 dan
Roma 4:11—Apakah makna rohani dan nubuatan dari upacara sunat?)
22. Terkait dengan perjanjian ini dan
perubahan nama itu, harus ada tanda; tanda itu adalah sunat. Kemudian,
akhirnya, Allah telah berjanji bahwa Sarah sendiri akan memiliki seorang anak.
(Kejadian 18)
23. Para sarjana telah berkali-kali
bertanya-tanya tentang tujuan sunat.
Di
Kanaan, Abraham hidup di tengah-tengah banyak penyembahan dewa kesuburan. Di
masyarakat itu diterima bahwa laki-laki muda pergi keluar dan melakukan
hubungan seksual dengan “pelacur kuil” sebagai bagian dari ibadah mereka.
Satu penjelasan untuk sunat adalah bahwa tidak mungkin bagi seorang pria
muda Ibrani untuk terlibat dalam praktik pemujaan dewa kesuburan itu tanpa jelas
bahwa dia telah disunat, dengan demikian mengidentifikasi dia sebagai seorang
Ibrani.
24. Perjanjian yang melibatkan sunat ini
harus mencakup bukan hanya Abraham dan calon putra Sarah, tetapi juga semua
orang yang menjadi milik Abraham.
25. Baca Kejadian 17:23-27. Empat kali kata
semua digunakan untuk menekankan bahwa semua laki-laki dari keluarga
Abraham adalah termasuk. Berapa banyak pria yang disunat pada kesempatan itu?
26. Melihat kembali Kejadian 17:19, kita
melihat bahwa anak yang akan dilahirkan Sarah ini akan menjadi bagian dari
perjanjian abadi.
27. Jauh kemudian, Musa memiliki
pengalaman yang menarik tentang sunat. Ingatlah bahwa Musa telah tinggal di
antara orang-orang Midian selama 40 tahun, menggembalakan domba dan bergaul
dengan mereka. Istri Midiannya, Zipora, telah memberinya dua putra. Anak
sulungnya telah disunat saat lahir.
Namun ternyata, ketika putra kedua lahir, Musa gagal menyunatnya. Jadi,
dalam perjalanan ke Mesir untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan: (Keluaran
4:25-26)
[Dari tulisan Ellen White=EGW:]
“Dalam perjalanan dari Midian, Musa menerima peringatan yang mengejutkan
dan mengerikan tentang ketidaksenangan Allah. Seorang malaikat menampakkan diri
kepadanya dengan cara yang mengancam, seolah-olah dia akan segera
menghancurkannya.
Tidak ada penjelasan yang diberikan; tetapi Musa ingat bahwa dia telah
mengabaikan salah satu tuntutan Tuhan; menyerah pada bujukan istrinya, ia
telah lalai untuk melakukan ritual sunat pada putra bungsu mereka.
Dia telah gagal untuk memenuhi syarat di mana anaknya dapat berhak atas
berkat-berkat perjanjian Allah dengan Israel; dan pengabaian seperti itu di
pihak pemimpin pilihan mereka tidak bisa tidak mengurangi kekuatan aturan ilahi
atas orang-orang.
Zipora, takut suaminya akan dibunuh, melakukan ritual itu sendiri, dan
malaikat itu kemudian mengizinkan Musa untuk melanjutkan perjalanannya.
Dalam misinya kepada Firaun, Musa ditempatkan dalam posisi yang sangat
berbahaya; hidupnya dapat dipertahankan hanya melalui perlindungan para
malaikat suci. Tetapi sementara hidup dalam pengabaian suatu tugas yang
diketahui, dia tidak akan aman; karena dia tidak dapat dilindungi oleh para
malaikat Allah.
―Ellen G. White, Patriarchs and Prophets* 255.5.
[Mengapa Allah tidak dapat melindungi orang-orang yang telah melakukan
dosa yang diketahui?/a known sin. Dalam konteks kontroversi besar, Setan
mengklaim orang-orang seperti itu miliknya!]
28. Sebagai pemimpin masa depan umat
Israel, Musa perlu menjadi teladan yang setia dengan mengikuti persis petunjuk
yang telah Tuhan berikan kepada Israel.
29. Kita yang hidup setelah masa
Perjanjian Baru menyadari betapa kontroversialnya masalah sunat. (Lihat Kisah
Para Rasul 15.)
Rabu: ANAK PERJANJIAN (The Son of
Promise).
30. Baru kemudian seperti yang
dijelaskan dalam Kejadian 18 pengalaman itu terjadi dengan tiga orang asing
yang mendekati Abraham. Melihat ketiga orang asing itu berjalan ke arahnya di
kejauhan, dia bergegas keluar untuk mengundang mereka ke rumahnya untuk makan.
Abraham menjadi contoh keramahan yang luar biasa/an example of great
hospitality.
Dalam percakapan itu, seorang putra dijanjikan kepada Abraham.(Kejadian
18:1,13,22 )
31. Beberapa hal yang patut dicatat
terjadi selama kunjungan Kristus dan dua malaikat ini.
32. Sebagian sebagai akibat dari apa
yang terjadi pada kunjungan itu, Abraham menjadi teladan iman yang luar biasa.
Apakah Anda merasa mudah untuk memercayai janji Tuhan bahkan setelah
bertahun-tahun berlalu tanpa hasil?
33. Melihat kembali pada waktu ketika
tiga orang asing mendekati Abraham di padang pasir dan disambut di rumahnya,
kita perhatikan:
Tidak jelas apakah Abraham tahu siapa orang-orang asing ini
(Ibrani13:2), meskipun ia bertindak terhadap mereka seolah-olah Tuhan sendiri
ada di antara mereka. Dia sedang duduk “di pintu kemahnya waktu hari panas
terik”.(Kej.18:1) dan karena pengunjung jarang di gurun, dia mungkin ingin
sekali bertemu dengan mereka. Abraham berlari ke arah orang-orang itu (Kej.18:2),
meskipun dia berusia 99 tahun.
Dia menyebut salah satu dari orang-orang ini Adonai,”Tuhanku”
(Kej.18:3), gelar yang sering digunakan untuk Tuhan (Kej.20:4, Kel.15:17). Dia
berdiri disamping mereka, memperhatikan kebutuhan mereka dan siap melayani
mereka.(Kej.18:8).
34. Dalam cerita ini, komentar Tuhan
(Bandingkan Matius 25:35-40.) menunjukkan bahwa menyambut orang asing ke rumah
kita bukan hanya sebuah sopan santun yang baik, tetapi juga suatu
kewajiban agama.
Mungkinkah Allah mengidentifikasi diri-Nya lebih dekat dengan yang
lapar dan yang membutuhkan daripada dengan
orang yang murah hati yang menerima
mereka? (Matius 25:35-40)
35. Melanjutkan cerita kita, Abraham telah
berjalan bersama Kristus menuju Sodom.
36. Tinjau kembali kisah negosiasi
Abraham dengan Tuhan atas Sodom dan apa yang terjadi ketika para malaikat
memasuki Sodom. Lihat Kejadian 18:16-19:29.
37. Ketika Abraham berbicara dan
“bernegosiasi” dengan Allah, apakah itu memenuhi syarat sebagai doa?
Faktanya, bentuk bahasa Ibraninya menyiratkan sebuah doa.
Kamis: LOT DI SODOM (Lot in Sodom)
38. Baca lagi Kejadian 19:1-6. Kisah
singkat tentang malam terakhir Sodom dan Gomora ini memberi kita petunjuk
tentang jenis lingkungan tempat tinggal Abraham dan Lot.
Namun, Tuhan berkata bahwa belum waktunya untuk mengusir orang Amori!
Kejadian 15:16 “Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini,
sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum datang.
[EGW:] Dan sekarang malam terakhir Sodom
sudah dekat. Awan pembalasan sudah membayangi kota itu. Tapi pria/men tidak
merasakannya. Sementara para malaikat semakin dekat dalam misi penghancuran
mereka, manusia memimpikan kemakmuran dan kesenangan. Hari terakhir seperti
hari-hari lainnya yang datang dan pergi.
Malam tiba di atas pemandangan keindahan dan keamanan. Pemandangan
keindahan yang tak tertandingi bermandikan sinar matahari yang menurun.
Dinginnya senja telah memanggil penduduk kota, dan orang banyak yang mencari
kesenangan berlalu lalang, berniat untuk menikmati waktu.
—Ellen G. White, Patriarchs and Prophets* 157.4-158.
39. Detail cerita ini sangat aneh
sehingga sulit bagi kita untuk percaya bahwa hal itu benar-benar bisa terjadi.
Kejadian 19:14-15: v.14-“Keluarlah Lot, lalu berbicara
dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan,
katanya: “Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab Tuhan akan memusnahkan
kota ini.” Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang
yang berolok-olol saja.”
40.Negeri yang indah itu kemudian
dihancurkan.
Kata kerja Ibrani hafakh, "menggulingkan”/”menunggang
balikkan," yang digunakan dalam teks ini untuk menggambarkan penggulingan
Sodom dan Gomora, menunjukkan suatu pembalikan, sama seperti air bah
membalikkan penciptaan. Kehancuran Sodom adalah kebalikan dari Taman Eden.
Idenya adalah bahwa negeri itu telah “terbalik”. Sama
seperti Air Bah menunggang balikkan” ciptaan asilinya (Kej.6:7), kehancuran
Sodom adalah “pembalikan” dari Taman Eden(Kej.6:7).
Mungkinkah itu juga merupakan pendahulu dari
apa yang akan terjadi di akhir zaman?
Baca Yudas 7.
41. Kita tahu bahwa hanya Lot dan kedua
putrinya yang diselamatkan. Jadi, mengapa mereka akhirnya tinggal di dalam
sebuah gua? Mengapa mereka tidak pergi ke tempat Paman Abraham? Apa yang
terjadi dengan kawanan dan ternak mereka?
42. Apakah pantas bagi kita untuk berdoa
bagi orang fasik? Haruskah kita mengikuti teladan Abraham?
43. Di bagian lain dalam Alkitab, kita
membaca beberapa kali bahwa orang berdosalah yang akan menuai akibat/konsekwensi
dari dosa mereka, bukan ayah mereka dan bukan anak-anak mereka.
Tetapi, dalam cerita ini, Tuhan berjanji kepada Abraham bahwa Dia akan
memelihara kota Sodom dan Gomora jika bahkan ada 10 orang di kota-kota itu yang
benar!
Kutipan berikut menyatakan:
“Dengan cara yang sangat revolusioner, pemikiran kolektif lama, yang
menjatuhkan hukuman kepada anggota yang
tidak bersalah karena terkait dengan yang bersalah, telah diubah menjadi
sesuatu yang baru: --kehadiran orang benar yang sisa dapat memiliki fungsi
melindungi bagi semua….Demi umat sisa yang benar, Yahwe, di dalamm kebenaran (tsedaqah)
bersedia mengampuni kota yang jahat itu.
Gagasan ini diperluas secara luas dalam ucapan nubuatan Hamba Yahwe yang
mengerjakan keselamatan “bagi banyak orang”—Gerhard F.Hasel, The Remnant: The
History and and Theology of the Remnant Idea From Genesis to Isaiah, edisi-ke 3
(Berrien Springs, MI: Andrews University Press, 1981) hlm.150,151.
Komentar
Posting Komentar