PINTU GEREJA (12)
Shalom, …Salam sejahtera bagi kita semua!
Puji Tuhan karena kita bisa
jumpa kembali pada malam ke 12/Hari ke 12, untuk melanjutkan Kebaktian
Kebangunan Rohani HIDUP YANG TERBAIK, sebagai hari yang terakhir.
Judul pelajaran kita pada saat ini
ialah: ‘PINTU GEREJA”.
Apa
yang dimaksud dengan Pintu Gereja?. Mari
kita baca Alkitab kita dalam Matius 28:19,20: “Karena itu pergilah, jadikanlah
semua muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan
ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa
sampai kepada akhir zaman.”
*B.
DISKUSI:*
Jadi Pintu Gereja yang dimaksudkan disini adalah *BAPTISAN*, yang merupakan
Pintu Gerbang Gereja(Iman). Mengapa
baptisan disebut sebagai Pintu Gereja?.
Jawabnya ialah, karena Baptisan inilah merupakan pintu masuk menjadi
anggota Jemaat/gereja.
Sebelum seseorang dibaptiskan, dikatakan dalam Matius 28:20, orang tersebut
harus terlebih dahulu mengikuti kelas-kelas Alkitab atau Kebaktian Kebangunan
Rohani.
Dari sudut pandangan alam, ada 3(tiga) peristiwa yang penting atau
peristiwa yang nyata dalam kehidupan seseorang, yakni :
a.
KELAHIRAN
b. PERKAWINAN,
dan
c.
KEMATIAN.
*a).
KELAHIRAN:* Yesus
mengatakan, jikalau seseorang tidak tiada diperanakkan daripada air dan roh,
tiada boleh ia masuk ke dalam kerajaan Allah.
*b).PERKAWINAN:*
Baptisan adalah suatu pernyataan dihadapan umum bahwa kita telah dipersatukan
dengan Kristus dalam persatuan rohani sebagaimana dua orang muda mengadakan
persatuan nikah apabila mereka menjadi suami-isteri.
*c.)
KEMATIAN:* Baptisan dihubungkan dengan kematian dari seseorang
kepada dosa, sebagaimana pula kematian Kristus diatas kayu salib karena dosa
kita.
*MANAKAH BAPTISAN YANG BENAR?*.
Mari
kita baca dalam Epesus 4:5: “Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah
Bapa.” Jadi, dikatakan disini bahwa
Baptisan hanya ada satu saja.
Yesus
berkata dalam Matius 28:19, bahwa kita harus dibaptiskan dalam nama Bapa, Anak
dan Roh Kudus . APAKAH ARTINYA?. Ini
berarti, sejak baptisan, maka orang itu akan menurut teladan Yesus dan inilah
yang disebutkan dengan dibaptiskan dengan Roh.
Tetapi
pada saat ini, kita akan mempelajari tentang *dibaptiskan dengan air*, namun kedua hal ini haruslah
sekaligus kita terima dalam kehidupan kita.
Perlu kita ingat, bahwa air itu tidaklah menyucikan, tetapi karena
adanya Roh Suci, itulah yang menyucikan.
Kita perlu mengetahui *unsur-unsur penting dalam baptisan, antara lain:*
*PERCAYA* – Kisah 8:26-39 (Kisah Filipus
dengan sida-sida).
Dikisahkan disini tentang salah seorang Pendeta yang luar biasa dari
gereja yang pertama yaitu: Pilipus. Di
suatu padang kering, dia melihat seorang pembesar pemerintah Etiopia(Habsyi)
kembali dengan kereta ke rumahnya di Yerusalem.
Pilipus memperhatikan orang itu sedang membaca tulisan Nabi Yesaya dan
Filipus pun mendekat serta menawarkan pertolongannya untuk menerangkan nubuatan
itu.
Nubuatan itu adalah tentang Yesus yang harus disalibkan.
Akhirnya orang Etiopia ini percaya kepada Yesus. Filipus pun adakan panggilan dan orang itu
rindu untuk dibaptis. Bilamana orang itu
dibaptis maka dia akan mendapat anugerah Rohulkudus (Kisah Para Rasul 2:37,38).
BAGAIMANA
DENGAN BAPTISAN ANAK KECIL?
Bila kita mengikuti pelajaran kita, tadi dikatakan dalam Matius 28:20,
orang itu haruslah terlebih dahulu belajar dan percaya, barulah dibaptis, maka
jelaslah bagi kita bahwa anak kecil belum ada artinya untuk dibaptis. Kita hanya adakan penyerahan anak namanya,
dan itu bukanlah baptisan.
Dapatkah seorang bayi percaya, bertobat dan meninggalkan dosanya?. Apakah bayi itu sudah tahu apa itu
dosa?. Tidak ada dalam Alkitab yang
mengatakan tentang baptisan seorang bayi!.
*APAKAH ARTINYA BAPTISAN?*.
Dalam
bahasa Inggeris disebut dengan “Baptize” yang berasal dari bahasa Yunani: ”Baptizo”,
yang artinya ”MENCELUP”. Dunia sekuler pun menggunakan istilah
baptisan ini dengan arti “mencelupkan”.
Misalnya, parang yang dibakar sampai merah didalam api, kemudian parang
tersebut dicelupkan kedalam air.
Demikian juga apabila kita mencelupkan kain/pakaian kedalam air. Semuanya kita masukkan kedalam air, bukan
setengah-setengah atau separoh.
*BAGAIMANAKAH CARA BAPTISAN
ALKITAB?*.
Ada cara yang betul dan ada cara yang salah. Dan sangat aneh karena ada paling sedikit
4(empat) cara baptisan yang sekarang ini sedang dijalankan oleh umat Kristen:
1. Cara
memercikkan sedikit air diatas kepala calon baptisan itu.
2. Cara
menuangkan air ke atas kepala supaya membasahi seluruh badan.
3. Dengan
cara menundukkan kepala kedalam air dengan muka kebawah sebanyak 3(tiga) kali.
4. Dengan
cara di celupkan (dipraktekkan oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh). Ini sesuai dengan Alkitab dalam Efesus 4:5
yang menyatakan: “SATU TUHAN, SATU
IMAN DAN SATU BAPTISAN”.
Baptisan itu adalah lambang *PENGUBURAN*. Mari kita baca Roma 6:3,4: “Atau tidak
tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah
dibaptis dalam kematian-Nya. Dengan
demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam
kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang
mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.”
Orang yang dibaptiskan sama seperti orang mati yang dimasukkan ke dalam
kubur. Jadi, baptisan bagaikan
menguburkan. Apa yang dikuburkan?. Jawabnya ialah: sifat-sifat yang lama. Menguburkan sama dengan memasukkan kedalam
tanah. Sama seperti peti jenazah, kita
tidak siram itu dengan sedikit pasir, lalu kita tinggalkan, tetapi kita
masukkan kedalam tanah dan menguburnya dalam tanah.
Setelah dibaptiskan maka yang keluar adalah MANUSIA BARU. Itu
berarti bila seseorang dibaptiskan, maka orang itu mati bersama Kristus dan
bangkit bersama Kristus.
Bangkit dalam sifat-sifat hidup yang baru. Apakah Yesus dibaptiskan dengan diselamkan?.
Mari kita buka Alkitab kita dalam Markus 1:9-11 “Pada waktu itu
datanglah Yesus dari Nazareth di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai
Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar
dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke
atas-Nya.
Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang
Kukasihi, kepada-Mu lah Aku berkenan.”
Dari ayat ini kita ketahui bahwa Yesus dibaptis dengan cara
diselamkan. Mari kita buka dan baca juga
dalam Yohanes 3:23:”Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat
Salim, sebab disitu banyak air, dan orang-orang datang kesitu untuk dibaptis.” Jadi untuk membaptiskan maka perlu banyak
air.
Mari kita perhatikan ayat dalam Matius 3:16: “Sesudah dibaptis, Yesus
segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat
Roh Allah seperti burung merpati turun keatas-Nya.” Setelah Yesus dibaptiskan, Dia naek dari
air. Jadi berarti Dia tadinya sudah
turun kedalam air, dan sesudah diselamkan oleh Yohanes pembaptis, Yesus segera
keluar dari air itu. Dalam Kisah para
Rasul Fasal 8:38,39 dikatakan juga bahwa para rasul Kristuspun dahulu membaptiskan
dengan cara menyelamkan. Baik pendeta
maupun orang yang percaya itu masuk ke sungai atau ke dalam air. Jadi baptisan terjadi pada saat keduanya
berada dalam air. Jika demikian, mengapa
ada perubahan dalam cara baptisan itu?.
Perlu kita ketahui bahwa sebelum abad ke 12, baptisan biasanya diadakan
dengan cara menyelamkan. Namun seorang
cardinal bernama: Kardinal Hubert(seorang bangsa Romawi) menyatakan bahwa:
“Gereja telah mengobahkannya oleh sebab Repot.” Karena pada zaman dahulu banyak
orang kafir yang bertobat masuk menjadi Kristen, sehingga untuk menyediakan
banyak air, itu adalah merepotkan. Lebih
baik dipercik saja, karena tidak memerlukan banyak air. Memang, dengan air ½ liter saja, sudah cukup
untuk memercik 1000 orang. Jadi, hal itu
telah dirobah karena alasan tidak mau repot, tetapi untuk mencari harta, semua
orang mau repot. Kita tentu masih ingat
di saat Habel dan Kain membawa persembahan mereka kepada Allah. Kain berkata: “Kenapa mesti repot. Buah-buahan, kan sudah cukup!.”
APAKAH
LANGKAH-LANGKAHNYA BAGI SESEORANG UNTUK DIBAPTISKAN?.
1. Seseorang
itu mula-mula harus diajar untuk menurut semua pesan/perintah Tuhan sebagaimana
dinyatakan dalam Matius 28:20. Jadi
bukan menurut hanya sebahagian saja.
2. Pengajaran
ini haruslah diterima dalam percaya.
Jadi percaya akan ajaran (Markus 6:6).
3. Menyesal
dan bertobat dari semua yang salah, menyesal atas dosa-dosanya (Kisah para Rasul
2:38).
Bertobat artinya:”Menyesal dan berbalik (Change of mind/perobahan dalam
pikiran.) Kalau berbalik, harus berobah
180 derajat.
ILUSTRASI:
Ada seorang pemuda yang tadinya sudah bersedia pergi ke Airport untuk
menjemput tantenya yang baru datang dari luar kota. Namun ketika dalam perjalanan, pacarnya
bertelpon kepadanya memohon agar dia juga di jemput. Apa yang terjadi?.
Pemuda itu membatalkan untuk menjemput tantenya. Hal itu bukanlah pertobatan.
4. Harus
mati/lepas daripada dosa, melepaskan sifat-sifat dosa, meninggalkan yang
salah(Roma 6:3,11,13).
5. Hidup
dengan Kristus atau menerima Kristus (Roma 6:11).
Mengapa baptisan itu penting?.
Bila tidak dibaptis, apakah resikonya?.
Mari kita baca Matius 3:13-15: “Maka datanglah Yesus dari Galilea ke
Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis
oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepada-Ku?.” Lalu Yesus menjawab, katanya kepada-nya:
“Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan
seluruh kehendak Allah.”
Tuhan Yesus tidak berdosa.
Baptisan adalah untuk orang yang berdosa. Tetapi mengapa Dia mau dibaptis?. Jawabnya ialah: karena Dia mau mengajarkan
bahwa kita patut menurut semua syarat agama/seluruh kehendak Allah. Yesus memberikan kepada kita contoh, bahwa
kita harus turut syarat agama atau kehendak Allah.
Pertanyaan berikut: Bolehkah seorang Pendeta membaptiskan seseorang
secara diam-diam?. Misalnya karena
alasan takut kepada keluarga, lalu orang itu dibaptis diam-diam di kolam yang
ada di halaman rumahnya, dll. Apa
salahnya?.
Perlu kita ketahui bahwa baptisan adalah:”suatu pernyataan dihadapan
umum bahwa seseorang telah diterima oleh Kritus dan dia telah menerima Kristus
sebagai Juruslamat pribadinya.” Ada
orang yang berkata: “Oh,..saya sudah terjun kedalam kolam dibelakang rumah
kami, jadi saya tidak perlu lagi dibaptis.
Ini bukanlah baptisan.!
Adapun maksud baptisan itu adalah sbb:
1. Untuk
menurut syarat agama(kehendak Allah).
2. Hal itu
harus disaksikan oleh umum, dalam hal ini Jemaat. Kalau kita malu dibaptiskan, maka itu
pertanda bahwa kita masih kurang kasih kepada Kristus, kurang pelajaran.
3. Baptisan
adalah upacara penyucian dosa(Kisah para Rasul 22:16). Air itu kotor, tetapi
Air dan Roh, itulah yang menyucikan.
Kalau hanya dengan air, itu tidaklah menyucikan.
4. Merupakan
peringatan kebangkitan Yesus. Jika kita
dibaptiskan, maka kita mati bukan sendirian tetapi mati bersama Yesus. Hidup bukan sendiri lagi, tetapi hidup bersama
Yesus.
Memang benar, ini adalah merupakan LAMBANG, tetapi harus dituruti. Sebelum dibaptiskan maka seseorang itu harus
meninggalkan sifat-sifatnya yang lama.
Kita tidak bisa menguburkan orang itu kalau manusia lama masih
hidup. Jadi harus lebih dahulu diketahui
oleh dokter bahwa orang itu sudah benar-benar mati, barulah kita kubur, kalau
tidak, kita bisa dituntut. Demikian juga
dengan baptisan seseorang. Manusia lamanya
harus mati. Kalau rokok, narkotik masih
ada, dia belum bisa dibaptiskan.
Orang yang suka mencuri harus berhenti mencuri. Alkohol dan lain-lain, semua harus
ditinggalkan. Berdansa, membaca
buku-buku dongeng, VCD porno, melanggar hari Sabat, yang tidak memberikan
persepuluhan dan persembahan. Dengan
kata lain, hal-hal yang lama harus ditinggalkan sebelum orang itu dibaptis.
ILUSTRASI:
Pada zaman dahulu pernah terjadi perang antara Prancis dan Rusia. Pada suatu kali, seorang menteri kehutanan
bangsa Rusia telah ditawan oleh tentara-tentara Napoleon(Prancis). Tentara-tentara Napoleon mengatakan bahwa
menteri hutan itu sekarang setelah dia ditawan telah menjadi milik
NAPOLEON. Menteri hutan itu katakan,
“Saya adalah miliknya Kaisar (orangnya Kaisar), bukan Napoleon.” Tidak ada kata-kata bujukan yang dapat
merubah pendiriannya. Kemudian
tentara-tentara Prancis membakar sepotong besi sampai merah dan mereka
membentuk besi itu denga huruf “N”, singkatan dari nama pemimpin mereka yaitu:
Jenderal Napoleon. Kemudian besi panas
tersebut ditempelkan pada telapak tangan orang Rusia itu. Para tentara Prancis berkata: “Engkau
ketahui, bahwa sekarang engkau adalah milik NAPOLEON. Engkau telah di cap untuk seumur hidup. Menteri hutan itu memandang kepada tangannya
yang terbakar itu dengan penuh genangan air mata. Tiba-tiba dari dalam saku jubahnya, dia
mengeluarkan sebuah kapak tajam, yang biasa dipakainya untuk menebang kayu di
hutan. Kemudian tangannya yang luka
diletakkannya diatas sepotong kayu dan diapun memotong tangannya yang ada huruf
“N” tersebut. Orang Rusia itu dengan
bangga mengatakan: “Tangan yang ini(sambil melemparkan potongan telapak
tangannya), adalah milik Napoleon, tetapi saya adalah tetap milik Kaisar.
Bagaimana dengan anda?. Sudahkah
saudara menyerahkan dirimu benar-benar kepada Tuhan Yesus, sehingga apapun yang
akan terjadi, saudara tetap mengambil tekad untuk tinggal setia
kepada-Nya?. Dapatkah saudara mengatakan
bersama Rasul Paulus dalam Roma 8:38,39: "Sebab aku yakin, bahwa baik
maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik
yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang diatas,
maupun yang dibawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan
kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
C. KONKLUSI :
Saudaraku,...Jangan biarkan sesuatu menghalangi jalanmu untuk merasakan
pengalaman yang gembira mengikut Tuhanmu.
Bolehkah saya mengadakan undangan Allah kepada saudara seperti apa yang
dinyatakan dalam Kisah Para Rasul 22:16: “Dan sekarang, mengapa engkau masih
ragu?. Bangunlah, berilah dirimu
dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan.”
Saya mengundang anda menyerahkan hatimu sepenuhnya kepada Yesus dan
bersedialah untuk menerima baptisan suci dengan cara yang diajarkan oleh
Alkitab. Inilah seruan Yesus, bukan dari
saya.
Namun, saya mendesak anda supaya jangan menunda.
Jangan berlambat-lambatan.
Besok hari mungkin terlambat.
Hari ini adalah hari kesempatan.
Jikalau anda datang kepada Allah dalam pertobatan, Ia akan menerima
saudara.
Puji Tuhan,..kalau saudara mau mendengar panggilan Tuhan dan datang
kepada-Nya saat ini. Terimakasih karena
Anda telah membuat keputusan yang terbaik dan benar pada saat ini.
Saudaraku,...berdoalah secara pribadi pada saat ini karena kita telah
selesai mempelajari 12 pelajaran Alkitab melalui Kebaktian Kebangunan Rohani Hidup Yang Terbaik ini.
Terimakasih bagi Anda yang telah mengikutinya selama ini.
Kiranya Firman Allah yang kita telah pelajari akan menuntun kita memperoleh
“Hidup Yang Terbaik” di dunia ini dan didunia yang akan datang dalam Kerajaan
Allah bersama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita. Marilah kita berdoa:_____Amin.
Komentar
Posting Komentar