YAKUB-ISRAEL (PASSD10T2-2022)
Nast:”Lalu kata orang itu:”Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang” (Kej.32:28).
Applikasi:>> (Memang
dalam setiap ujian yang diberikan oleh Allah kepada kita, kita sebetulnya
sedang bergumul dengan Allah. Tetapi Allah juga membantu kita supaya kita bisa
menang.
Awas! Jangan berpikir bahwa Allah membantu
kita sedemikian rupa sehingga kemenangan itu bisa didapatkan dengan mudah /
tanpa pergumulan! Sama sekali tidak! Kita harus tetap bergumul habis-habisan
untuk bisa menang!)
1. Dalam pelajaran ini kita akan
mengikuti kehidupan Yakub setelah ia meninggalkan Laban dan kembali ke Kanaan
dan perubahan namanya dari Yakub menjadi Israel = Having power with
God/God’s fighter.
2. Allah telah menampakkan diri kepada
Laban dan menyuruhnya untuk tidak menimbulkan masalah bagi Yakub. Kemudian, Allah
telah menampakkan diri kepada Yakub, seolah-olah sedang bergulat dengannya.
Pada waktu yang hampir bersamaan, Allah telah menampakkan diri kepada Esau,
menyuruhnya untuk tidak menyerang atau melukai Yakub atau keluarganya.
Apa yang hal ini katakan kepada kita tentang perhatian/concern Allah
bagi kita masing-masing secara individu? Apakah Anda ingin mendapatkan
bimbingan seperti itu?
3. Pergumulan/Perjuangan Yakub malam itu
dengan Kristus digambarkan sebagai masa kepicikan/kesusahan Yakub.
Saat seperti itu akan datang lagi kepada orang-orang yang hidup di
hari-hari terakhir sejarah dunia ini.
Yeremia 30:5-7. v.7-“Hai, alangkah hebatnya hari itu,
tidak ada taranya; itulah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan
diselamatkan dari padanya.”
4. Janji Allah benar telah diadakan/berlaku
untuk Yakub/Israel. Coba bayangkan pikiran Yakub saat dia semakin dekat dengan
Esau. Dia adalah satu-satunya dalam rombongannya yang besar itu yang tahu tentang Esau secara detail/rinci
dan tentang pengalaman serta konflik mereka sebelumnya.
Minggu: BERGUMUL/BERGULAT DENGAN
ALLAH.(Wrestling with God)
Problem Yakub. Dalam Kej 31
Yakub baru saja lolos dari Laban, dan sekarang dalam Kej 32 ia harus menghadapi
problem baru yaitu Esau.
Sesuatu yang menarik adalah: berbeda dengan problem Laban, yang tidak
ditimbulkan karena kesalahan / dosa Yakub, maka problem Esau ini timbul karena
kesalahan / dosa Yakub (Kej 27:1-41).
5. Yakub telah mengirim sekelompok
utusan ke depan rombongan besar itu, memberikan hadiah untuk Esau. (sent a
group of messengers ahead of the large company, presenting gifts for Esau)
Kejadian
32:6 “Kemudian pulanglah para utusan itu kpd.Yakub dan berkata: “Kami telah
sampai kepada kakakmu, kepada Esau, dan ia pun sedang di jalan menemui engkau, diiringi
oleh 400 orang.”
6. Dan bagaimana tanggapan/respond
TUHAN?
Kej.32:22-31 Pergumulan Yakub
dengan Allah: Pada malam itu Yakub bangun—membawa kedua isterinya, kedua
budaknya pr.dan ke 11 anaknya—menyeberangi sungai Yabok..v.24. Lalu tinggallah
Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai
fajar menyingsing. –Ketika org.itu melihat, bhw ia tdk dpt
mengalahkannya, memukul sendi pangkal paha Yakub sehingga terpelecok….kata
orang itu: biarkanlah aku pergi..Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau
pergi, jika engkau tidak memberkati aku.” Orang itu bertanya: Siapakah
namamu?—Yakub. v.28.Kata orang itu: Tidak akan disebutkan lagi Yakub (Sang
penipu), tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia,
dan engkau menang. v.30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya:”Aku tlh
melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong”.
7. Pada titik tertentu dalam
pergumulannya dengan Kristus, Yakub pasti menyadari bahwa bukan manusia biasa
yang bergulat dengannya.
Justru pada saat inilah Tuhan memilih untuk mendekati Yakub.
Konfrontasi luar biasa ini secara radikal akan mengubah karakter Yakub.
Akibatnya, Yakub berganti nama menjadi Israel.
Pertemuan Yakub dengan Allah di Peniel sesuai dengan pertemuannya di
Betel. Kedua catatan tersebut saling bergema dalam kata, struktur, dan
tema.
Sementara Betel dimulai saat matahari terbenam, Peniel berakhir saat
matahari terbit, dengan prospek masa depan yang gemilang. Setelah pergulatan di
malam itu, Yakub muncul dari pertemuannya dengan berkat dan nama baru.
Dia telah mengalami perjumpaan pribadi dengan Allah yang penuh kasih dan
hidup. Pada gilirannya, Yakub mampu memandang wajah musuhnya, yaitu saudaranya,
Esau, dengan rendah hati dan cinta.
[Apa yang akan pasangan Anda katakan kepada Anda jika Anda bangun di
suatu pagi dan mengatakan bahwa Anda telah bertengkar atau bergumul dengan Allah
dan bahwa Dia telah mengubah nama Anda?]
8. Bagaimana Anda memahami
Kejadian 32:28? (Ayat hafalan)
Bandingkan perjumpaan ini dengan beberapa perjumpaan Abraham dengan Allah.
Kesedihan Yakub berasal dari dua penyebab. Yang pertama adalah
horizontal dan terkait/berhubungan dengan saudaranya. Yang kedua adalah vertikal
dan berhubungan dengan Allah.
Perhatian pertama Yakub adalah dengan saudaranya, kepada siapa dia
mengirim dua kelompok utusan. Inisiatif ini merupakan sebuah operasi strategis
untuk mengamankan pasukan/kamp kedua: jika kamp pertama diserang, kamp kedua
akan punya waktu untuk melarikan diri. Yakub memutuskan untuk mengirim “dua
kubu utusan” ke Esau.
Yakub menyebut dua kubu/pasukan utusan manusianya dengan nama yang sama,
makhaneh, “perkemahan/camps” (Kej. 32:7, [8]). Yakub mengerti
bahwa untuk memulihkan hubungannya dengan Allah, dia harus memulihkan
hubungannya dengan saudaranya.
9. Yakub telah bergumul/berjuang di sana
di Sungai Yabok, karena dia tahu bahwa Allah telah memerintahkan dia untuk
kembali dari Haran ke Kanaan dan, namun, dia melihat bahaya di depan. Yakub
mengingatkan Allah bahwa Dia telah menjanjikan keturunan, dan kemungkinan besar,
dia tidak akan memiliki keturunan yang selamat jika Esau menyerang mereka.
10. Yakub telah membagi keluarga dan
pekerjanya menjadi dua kelompok terpisah dengan harapan jika Esau menyerang
satu kelompok, kelompok lain mungkin dapat melarikan diri.
11. Setelah mengirim dua kubu di
depannya, Yakub tetap berada di belakang di sisi lain Yabok tempat dia bergulat/bergumul
dengan Allah.
12. Mengapa Allah turun dan tampaknya
“bergulat” dengan Yakub? Tidak ada pertanyaan selain fakta bahwa itu adalah
Kristus sendiri, meskipun Dia disebut sebagai manusia atau seorang manusia.
(as a man
or the man.)
Informasi bahwa Laki-laki (Allah) ini tidak menang mengandung pelajaran
teologis yang penting tentang Tuhan dalam hubungan-Nya dengan manusia.
“Kelemahan” Tuhan dalam konfrontasi-Nya dengan manusia adalah ekspresi kasih
karunia dari kasih-Nya dan misteri inkarnasi-Nya untuk menyelamatkan manusia.
Kesan kelemahan ini langsung bertentangan dengan tindakan Laki-laki
tersebut (the Man). Dengan sentuhan sedikit sudah cukup untuk membuat
perenggangan pada persendian yang menunjukkan kekuatan besar manusia.
[“Kelemahan” Allah yang
nyata dalam berurusan dengan manusia adalah penolakan-Nya untuk mengambil
kebebasan kita. Kasih tidak mungkin tanpa kebebasan.]
Love is impossible without freedom
Senin: KAKAK BERADIK BERTEMU (The
Brothers Meet)
13. Yakub mengirim beberapa rombongan
dengan hadiah besar kepada Esau. Kejadian
32:4,18-20: 4 “Ia (Yakub) memerintahkan kepada mereka (utusan): kata hambamu
Yakub: Aku telah tinggal pada Laban sebagai orang asing dan diam di situ
selama ini.”
(“I,
Jacob, your obedient servant, report to my master Esau..)
14. Di pagi hari, Yakub bergerak maju
untuk menemui saudaranya. Mereka telah berpisah selama 20 tahun.
15. Apa hubungan antara pengalaman Yakub
melihat wajah Allah di Peniel dan pengalaman Yakub melihat wajah saudaranya?
Apa implikasi dari hubungan ini mengenai hubungan kita dengan Allah dan
hubungan kita dengan “saudara2” kita, siapa pun mereka?
Kedua
kelompok/companies itu akhirnya saling mendekat, kepala gurun memimpin
pasukannya, dan Yakub bersama istri dan anak-anaknya, dihadiri oleh para
gembala dan pelayan perempuan, dan diikuti oleh barisan panjang kawanan ternak.
Sambil bersandar pada tongkatnya, sang Bapa maju ke depan untuk menemui
sekelompok tentara. Dia pucat dan tidak berdaya karena konflik baru-baru ini,
dan dia berjalan perlahan dan perasaan pedih-menyakitkan, terhenti di setiap
langkah; tetapi wajahnya bersinar dengan sukacita dan kedamaian.
Saat melihat penderita yang telah lumpuh itu,
“Esau berlari untuk menemuinya, dan memeluknya, dan jatuh di lehernya, dan
menciumnya: dan mereka menangis”. [Kejadian 33:4, KJV *]
Saat mereka melihat pemandangan itu,
bahkan hati para serdadu Esau yang kasar pun tersentuh hatinya.
Meskipun dia telah memberi tahu mereka tentang mimpinya, tetapi mereka
tidak bisa menjelaskan perubahan yang terjadi pada kapten/komandan mereka.
Meskipun mereka melihat kelemahan sang patriark/bapa, mereka sedikit berpikir
bahwa kelemahannya telah dijadikan kekuatannya.
―Ellen G. White, Patriarchs and
Prophets* 198.3-4.
Yakub membungkuk 7 kali di depan kakaknya (Kej.33:3) yang beberapa kali
dia panggil “tuanku” (Kej.33:8,13,15) dan mengidentifikasi dirinya sebagai
“hamba” (Kej.33:5); bandingkan dengan Kej.32:4,18,20).
16. Ketika Yakub mendekati saudaranya
yang tertatih-tatih dan Esau melihatnya, Esau berlari ke arah Yakub,
memeluknya, dan menciumnya. Bagi Yakub, itu seperti melihat wajah Allah.
Esau:
“melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah”(Kej.33:10).
“Kesalahan yang menyebabkan Yakub berdosa dalam memperoleh hak
kesulungan melalui penipuan sekarang dengan jelas diperlihatkan di hadapannya.
Dia tidak memercayai janji-janji Allah, tetapi telah berusaha dengan usahanya
sendiri untuk mewujudkan apa yang Allah akan capai dalam waktu dan cara-Nya
sendiri.
—Ellen G. White, Patriarchs and Prophets- 197.2-198.
“Jika Yakub sebelumnya tidak bertobat dari dosanya dalam memperoleh hak
kesulungan melalui penipuan, Tuhan tidak akan mendengar doanya dan dengan penuh
belas kasihan menyelamatkan hidupnya”. [Jika Yakub tidak bertobat, Setan akan
mencoba mengklaim bahwa Yakub adalah miliknya. Tetapi, karena Yakub telah
bertobat, Tuhan menegur Iblis dan mengklaim Yakub sebagai miliknya.]
Setan menuntun/membuat banyak orang untuk percaya bahwa Allah akan
mengabaikan ketidaksetiaan mereka dalam urusan kecil kehidupan; tetapi Tuhan
telah menunjukkan dalam berurusan dengan
Yakub bahwa Dia tidak menyetujui atau menoleransi kejahatan.
Semua yang berusaha untuk memaafkan atau menyembunyikan dosa-dosa
mereka, dan membiarkan mereka tetap berada di atas buku-buku surga, tidak
mengakui dan tidak diampuni, akan dikalahkan oleh Setan.
Semakin ditinggikan profesi mereka, dan semakin terhormat posisi yang
mereka pegang, semakin menyedihkan jalan mereka di hadapan pemandangan Allah,
dan semakin pasti kemenangan dari musuh kita yang besar.( the triumph of
the great adversary).
Namun sejarah Yakub adalah jaminan bahwa Allah tidak akan membuang
mereka yang telah berkhianat ke dalam dosa, tetapi yang telah kembali
kepada-Nya dengan pertobatan sejati.
Dengan penyerahan diri dan keyakinan yang penuh keyakinan itulah Yakub memperoleh
apa yang gagal diperolehnya melalui konflik dengan kekuatannya sendiri. Oleh
karena itu, Allah mengajari hamba-Nya bahwa hanya kuasa dan anugerah
ilahi yang dapat memberinya berkat yang ia dambakan.
Demikianlah akan terjadi dengan mereka yang hidup di hari-hari terakhir.
Saat bahaya mengelilingi mereka, dan keputusasaan menguasai jiwa, mereka
harus bergantung hanya pada jasa2 penebusan/atonement. Kita tidak bisa
berbuat apa-apa dari diri kita sendiri.
Dalam semua ketidaklayakan kita yang tak berdaya, kita harus percaya
pada jasa Juruselamat yang disalibkan dan bangkit.
Tidak ada yang akan binasa saat mereka melakukan ini.
[Allah memiliki catatan yang lebih baik
tentang dosa-dosa kita di masa lalu daripada Setan. Allah bahkan bisa membaca
motif kita! Alkitab penuh dengan perincian tentang dosa orang-orang kudus.]
Yakub menang karena dia gigih dan bertekad.
Pengalamannya membuktikan kekuatan doa yang mendesak [terus-menerus,
gigih, ulet].
Sekarang kita harus mempelajari pelajaran tentang doa yang kuat ini,
tentang iman yang teguh.
Kemenangan terbesar bagi gereja Kristus atau bagi setiap orang Kristen
bukanlah kemenangan yang diperoleh melalui bakat atau pendidikan, kekayaan atau
bantuan manusia.
Itu adalah kemenangan-kemenangan yang diperoleh di ruang audiensi
bersama Allah, ketika iman yang sungguh-sungguh memegang lengan kekuasaan
yang perkasa.
Mereka yang tidak mau meninggalkan setiap dosa dan dengan
sungguh-sungguh mencari berkat Allah, tidak akan mendapatkannya. Tetapi
semua orang yang akan memegang janji-janji Allah seperti yang dilakukan Yakub,
dan dengan sungguh-sungguh dan gigih seperti dia, akan berhasil seperti dia
berhasil. "Tidakkah Allah akan membenarkan/membalaskan orang-orang
pilihan-Nya sendiri, yang berseru siang dan malam kepada-Nya?. Aku berkata
kepadamu: Ia akika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
Lukas 18:7, 8.
―Ellen G. White, Patriarchs and Prophets* 201.3-203.2.
“Saya melihat bahwa keempat malaikat akan menahan keempat angin sampai pekerjaan
Yesus di tempat kudus selesai dilakukan,
dan kemudian akan datang tujuh malapetaka terakhir.
Tulah-tulah ini membuat marah orang fasik terhadap orang benar; mereka
mengira bahwa kita telah membawa penghakiman Allah atas mereka, dan bahwa jika
mereka dapat menyingkirkan kita dari bumi, maka malapetaka akan tetap ada.
Sebuah dekrit dikeluarkan untuk membunuh orang-orang kudus, yang
menyebabkan mereka menangis siang dan malam untuk kelepasan/pembebasan. Ini
adalah masa kesusahan/kepicikan Jacob (Jacob’ trouble)
Ellen G. White, Early Writings* 36.2.
17. Ada beberapa orang yang tercantum
dalam Kitab Suci yang namanya diubah oleh Allah:
Abraham, Sarah, Yakub, Yosua, Paulus,
dan Petrus—untuk menyebutkan beberapa. Mengapa Allah mengubah nama2 orang-orang
itu? Baca Kej.33:1-17-Pertemuan Yakub
dengan Esau.
v.10 “Tetapi kata Yakub:”Janganlah kiranya demikian; jikalau aku telah
mendapat kasihmu, terimalah persembahan ini dari tanganku, karena memang
melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah, dan engkau pun
berkenan menyambut aku.”
18. Setelah berhasil bertemu Esau dan,
kemudian, pindah untuk mendirikan tempat di Kanaan, Yakub membeli sebidang
tanah dari penduduk Kanaan. (Kejadian 33:19)
19. Untuk pertama kalinya dalam
hidupnya, Yakub/Israel dihadapkan pada kesulitan untuk menetap di tanah itu.
Dia telah melakukan yang terbaik untuk menemukan akomodasi dengan
tetangga Kanaan di sekitarnya.
Itu mengingatkan kita pada pengalaman Ishak dan Abimelekh seperti yang
tercatat dalam Kejadian 26.
Selasa: PENCEMARAN TERHADAP DINA
(The Violation of Dina).
20. Bacalah cerita dalam Kejadian 34.
Dinah, putri satu-satunya Yakub ingin memiliki kesempatan untuk
menghabiskan waktu bersama remaja putri lainnya.
Tapi,
dia rupanya seorang wanita muda yang cantik dan sangat menarik bagi Sikhem,
putra raja. Dia tidak bisa mengendalikan nafsunya, dan dia telah menyerang dan
memperkosanya.
Akibatnya, kakak laki-lakinya, Simeon dan Lewi, menipu orang Sikhem
untuk menyunat diri mereka sendiri sehingga mereka bisa menjadi bagian dari
komunitas Israel. Dan ketika mereka secara fisik tidak berdaya (disabled/cacat)
karena sunat, Simeon dan Lewi menyerang mereka dan menghancurkan semua pria,
membawa properti dan wanita kembali bersama mereka ke perkemahan mereka.
1)
Sikhem memperkosa Dina (ay 2).
a)
Ini bermula dari kesalahan Dina.
Kalau ini dikatakan sebagai ‘kesalahan’, maka maksudnya bukan suatu
kesalahan secara moral, tetapi suatu kecerobohan atau ketidakhati-hatian. Dina
berjalan-jalan / pergi sendirian, bahkan pergi sendirian ke tengah-tengah orang
kafir / mengunjungi perempuan-perempuan kafir (ay 1).
Dari Kej 12:15 20:2 26:7 dimana Sara / Ribka ‘disambar’ dan mau
diperistri oleh Firaun / Abimelekh, sebetulnya sudah terlihat bahwa pada jaman
itu merupakan suatu hal yang berbahaya bagi seorang perempuan untuk
berjalan-jalan sendirian. Dina seharusnya tahu akan hal itu, tetapi ia tetap
melakukannya.
Kisah kejadian mesum ini menyoroti ambiguitas/kemenduaan karakter dan
tindakan mereka. Sikhem yang sensual, yang melecehkan Dina, juga dicirikan
sebagai seseorang yang tulus dan penuh kasih terhadap Dina dan ingin mencoba
menebus kesalahannya. Ia bahkan rela menjalani ritual perjanjian sunat.
Sementara itu, Simeon dan Lewi, yang menampilkan diri mereka sebagai
pembela Tuhan dan perintah2-Nya, dan yang menolak kawin campur dengan orang
Kanaan (Im.19:29), menggunakan kebohongan dan penipuan (Kej.14:13)
dan siap untuk membunuh dan menjarah (Kej.34:25-27). Tindakan mereka tidak
hanya tercela (mengapakah tidak menghukum satu orang pelakunya saja?) tetapi
berpotensi menimbulkan lebih banyak masalah.
Adapun Yakub, dia hanya peduli dengan perdamaian.
21. Pertobatan yang tulus berarti
menjauhi dan menghapus dosa.
(Sincere repentance involves moving away from and eliminating sin).
Allah
telah melindungi Yakub dan keluarganya setelah bencana Sikhem.
22. Dalam kisah-kisah ini, kita tidak
hanya melihat tindakan kebaikan dan kasih karunia tetapi juga tindakan menipu
dan penipuan. Apa yang hal ini katakan kepada kita tentang sifat manusia?
Apakah salah satu dari kita akan melakukan beberapa dari hal-hal itu?
23. Sebagai akibat/hasil pengalaman di
Sikhem itu, Yakub takut akan nyawanya dan memutuskan untuk memindahkan
keluarganya ke Betel.
Di Betel, perawat tua Ribka, Debora, meninggal.
Dan berkat yang diberikan kepada Abraham dan Ishak, yang menjanjikan
bahwa seluruh tanah akan menjadi milik mereka, diulangi kepada Yakub.
24. Yakub melakukan apa yang dia bisa
untuk menghilangkan semua praktik agama palsu. Dia menyuruh semua orang di
perkemahannya untuk menyingkirkan berhala Kanaan mereka, yang sebagian
tampaknya mereka ambil dari kota Sikhem, serta "dewa-dewa rumah
tangga" yang telah dicuri oleh Rahel dari ayahnya. (Kejadian 31:19,32)
25. Berapa banyak orang di perkemahan
Yakub yang masih menyembah berhala? Kita tidak tahu.
Kamis: KEMATIAN RAHEL (The Death of
Rachel)
26. Bagian paling menyedihkan dari
kehidupan Yakub ini adalah kematian Rahel saat melahirkan. Kejadian 35:16-21.
Rahel sukar bersalin. Diberikannya nama anaknya: Ben-oni, tetapi ayahnya
menamainya Benyamin.
27. Sayangnya, tiga insiden yang saling
terkait terjadi:
(1) Benyamin lahir; (2) selama kelahiran
Benyamin itu, Rahel meninggal; (3) Ruben, putra pertama Yakub dari Lea,
kemudian tidur dengan gundik Yakub. Benyamin adalah satu-satunya anak Yakub
yang lahir di Tanah Perjanjian.
Rachel yang sekarat menamai putranya Ben-oni, yang berarti
"putra kesedihanku", karena rasa sakit dan proses kematiannya.
Sebaliknya, Yakub menamainya Benyamin, yang artinya ”putra tangan
kanan”.
28. Sekali lagi, kita melihat bahwa
kehidupan orang-orang yang disebut orang-orang kudus dipenuhi dengan
peristiwa-peristiwa yang jahat dan penuh dosa. Jadi, mengapa Alkitab mencatat
semua dosa itu? Apakah itu untuk membantu kita memahami bahwa mereka adalah
orang-orang yang nyata/real people? Jika tidak ada kejahatan yang tercatat
tentang salah satu dari mereka, kita akan pikir mereka semacam orang suci
manusia super!
29. Dalam pelajaran ini kita telah
melihat: (1) Kesedihan langsung Yakub ketika dia mendekati Kanaan dan
saudaranya; (2) Yakub bergulat dengan Allah dan berhasil dan namanya diubah
menjadi Israel; dan kemudian, (3) Yakub, menghadapi saudaranya seolah-olah itu
adalah "wajah Tuhan."
30. Apa yang kita ketahui tentang hari
mengerikan yang akan datang yang disebut masa kesusahan/kepicikan Yakub?
Baca: Zefanya 1:14-18; Dan.12:1; Matius 24:15,21.
31. Bertahun-tahun kemudian, Paulus
menggambarkan pengalamannya berjuang melawan dosa.
Roma 7:23-25 di dalam anggota2 tubuhku aku melihat hukum lain yang
berjuan melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa
yang ada di dalam anggota2 tubuhku. v.24.aku manusia celaka? Siapakah yang akan
melepaskan aku dari tubuh maut ini?. V.25 Syukur kepada Allah! Oleh Yesus
Kristus, Tuhan kita.
32. Apakah pengalaman itu serupa dengan
yang dialami Yakub?
33. Di zaman kita, kita juga bergumul
ketika bertemu dengan orang-orang yang berbeda ras atau budaya atau agama?
Apakah belajar untuk mengasihi saudara dan saudari kita tidak peduli apa latar
belakang mereka agak setara dengan apa yang terjadi pada Yakub dalam pelajaran
ini?
++++++++++++++++
Komentar
Posting Komentar