YUSUF, AKHLI MIMPI (PASSD11T2-22)
YUSUF, AHLI MIMPI (Joseph, Masster of Dreams).
Nast: “Kata mereka seorang kepada yang
lain:’Lihat, tukang mimpi kita itu datang!”.(Kejadian 37:19).
Meskipun, Yusuf, anak sulung Rahel, hanyalah
salah satu dari 12 anak laki-laki yang lahir dari Yakub. Namun, ia ditampilkan
dalam Kejadian sebagai bapa bangsa yang hebat/salah satu patriark besar, sepeerti
Abraham, Ishak, dan Yakub sendiri.
2. Kita menemukan dua kebenaran yang
sangat penting dari cerita Yusuf ini: (1) Allah memenuhi janji-janji-Nya, dan
(2) Tuhan bisa mengubah kejahatan menjadi kebaikan.
kejahatan.
(Lihat Roma 8:28.)
3. Tidak ada keraguan/pertanyaan tentang
fakta bahwa Tuhan menganugerahkan Yusuf dengan kemampuan untuk memahami/mengerti,
menguasai/master, dan menafsirkan mimpi.(interpret dream). Hal ini tidak hanya menyebabkan konflik dengan
anggota lain dalam keluarga, terutama saudara-saudaranya, tetapi juga
menyebabkan dia naik ke tampuk kekuasaan di Mesir.
4. Sekarang kita akan mulai berbicara
tentang pelajaran untuk minggu ini, Yusuf dan mimpi2nya.
Kejadian 37:1-9: v-2 “Inilah Riwayat keturunan Yakub.
Yusuf, tatkala berumur 17 tahun—biada menggembalakan kambing domba,
bersama-sama dengan saudara2nya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri
ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan
saudara2nya.
v-3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari dari semua anak2nya yang lain,
sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat
jubah yang maha indah bagi dia.
v-4 Setelah dilihat oleh saudara2nya, bahwa
ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu
kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
v-5. Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu
mimpinya itu diceritakannya kepada saudara2nya, sebab itulah mereka lebih benci
lagi kepadanya.(v.7-kita sedang di ladang mengikat berkas2
gandum, lalu bangkitlah berkasku dan
tegak berdiri; kemudian datanglah berkas2 kamu sekalian mengelilingi dan sujud
menyembah kepada berkasku itu.”).
v-8.”Lalu saudara2nya berkata kepadanya: “Apakah engkau ingin menjadi
raja atas kami?”. Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan
karena perkataannya itu.
v-9. mimpi yang lain: Tampak matahari, bulan
dan 11 bintang sujud menyembah kepadaku.”
Minggu: MASALAH KELUARGA (Family Troubles).
Sekarang yang dihadapi oleh Yakub adalah menyangkut masalah kerohanian
dalam keluarga.
5. Tidak diragukan lagi bahwa Yusuf
adalah anak kesayangan Yakub. Dia bahkan membuatnya menjadi pakaian yang sangat
istimewa dengan lengan panjang. Perhatikan bahwa terjemahan tradisional
mengatakan itu adalah mantel yang banyak warnanya (berwarna warni); Namun,
lengan panjang mungkin terjemahan yang benar. Saudara-saudaranya jelas
menafsirkan ini berarti bahwa Yusuf akan dianggap unggul sebagai anak sulung
dalam keluarga.
6. Mengapa Tuhan memberikan mimpi-mimpi
itu kepada Yusuf?
Bagaimana jika Yusuf tidak memiliki mimpi-mimpi itu?
Bukankah mimpi-mimpi itu adalah alasan utama saudara-saudara telah membencinya
dan menjualnya sebagai budak di Mesir?
Bagaimana jika dia tidak pergi ke Mesir? Sulit untuk memahami bagaimana
seluruh urutan ini bisa terjadi selain campur tangan langsung Tuhan dalam
kehidupan keluarga Yakub ini,
Ketika Yusuf menceritakan mimpinya kepada keluarganya,
saudara-saudaranya mengejeknya.
7. Setelah mimpi pertama seperti yang
tercatat dalam Kejadian 37:5-6, datanglah mimpi kedua seperti yang tercatat
dalam Kejadian 37:9. Ellen White
menulis:
Segera, dia mendapat mimpi lain, dengan makna yang sama, yang juga dia
ceritakan:
“Lihatlah, matahari dan bulan dan
sebelas bintang bersujud kepadaku.” Mimpi ini ditafsirkan semudah yang pertama.
Sang ayah, yang hadir, berbicara dengan nada menegur─“Mimpi apa yang kamu
impikan ini?
Haruskah aku dan ibumu dan saudara-saudaramu benar-benar datang untuk
sujud kepadamu?” Terlepas dari kerasnya kata-katanya, Yakub percaya bahwa Allah
sedang mengungkapkan masa depan kepada Yusuf.”
―Ellen G. White, Patriarchs and
Prophets* 210.2.
Senin: SERANGAN TERHADAP YUSUF(The
Attack On Joseph).
8. Kisah tentang apa yang terjadi
selanjutnya cukup familiar. Sulit dipercaya bahwa kakak-kakak Yusuf bisa begitu
membencinya sehingga mereka siap membunuhnya.
Kejadian 37:12-36 v-17 Yusuf menyusul saudara2nya ke Dotan.
v-18 -mereka telah bermufakat berupaya
membunuhnya.
v.19 (ayat hafalan): “Lihat, tukang mimp kita
itu datang!.
Akhirnya saudara2nya menjualnya ke saudagar Ismael.
9. Menarik untuk diperhatikan bahwa tiga
bersaudara itu berbeda satu dari yang lain dalam berbagai cara: (1) Ruben
menyarankan agar mereka melemparkan Yusuf ke dalam lubang agar dia bisa kembali
lagi nanti dan menyelamatkan Yusuf. (2) Simeon adalah orang yang pertama kali
menyarankan bahwa mereka melakukan sesuatu pada Yusuf, bahkan mungkin
membunuhnya. (3) Yehuda adalah orang yang mengusulkan agar mereka menjual Yusuf
kepada para pedagang daripada membunuhnya, atau membiarkannya mati. Joseph
dijual seharga 20 keping perak.
[Dari tulisan Ellen White=EGW:]
Sementara itu, Yusuf bersama para penculiknya (his captors) sedang dalam
perjalanan ke Mesir.
Ketika kafilah itu berjalan ke selatan menuju perbatasan Kanaan, anak
laki-laki itu dapat melihat di kejauhan bukit-bukit yang di antaranya ada tenda
ayahnya. Dengan sedih ia menangis memikirkan ayah yang penuh kasih itu dalam
kesepian dan penderitaannya. Lagi-lagi pemandangan di Dothan muncul di
hadapannya. Dia melihat saudara-saudaranya yang marah dan merasakan tatapan
tajam mereka tertuju padanya. Kata-kata yang menyengat dan menghina yang
memenuhi permintaannya yang menyakitkan terngiang di telinganya. Dengan hati
gemetar dia melihat ke depan ke masa depan.
Sungguh perubahan situasi─ dari putra yang disayangi dengan lembut
menjadi budak yang dihina dan tak berdaya!
Sendirian dan tanpa teman, apa yang akan menjadi nasibnya di negeri
asing yang dia tuju?
Untuk sementara waktu, Yusuf menyerah pada kesedihan dan ketakutan yang
tidak terkendali.
Kemudian pikirannya beralih kepada Allah ayahnya. Di masa kecilnya dia telah
diajarkan untuk mencintai dan takut akan Dia.
Seringkali di tenda ayahnya dia mendengarkan cerita tentang penglihatan
yang dilihat Yakub ketika dia melarikan diri dari rumahnya sebagai orang
buangan dan buronan. Dia telah diberitahu tentang janji-janji Allah kepada
Yakub, dan bagaimana janji-janji itu telah digenapi─ bagaimana, pada saat
dibutuhkan, para malaikat Allah datang untuk mengajar, menghibur, dan
melindunginya. Dan dia telah belajar tentang kasih Allah dalam menyediakan untuk
manusia seorang Penebus.
Sekarang semua pelajaran berharga ini datang dengan jelas di hadapannya.
Yusuf percaya bahwa Allah nenek moyangnya akan menjadi Allahnya. Dia
saat itu juga menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah, dan dia berdoa agar
Penjaga Israel akan bersamanya di tanah pembuangannya.
Jiwanya bergetar dengan tekad yang tinggi untuk membuktikan dirinya
setia kepada Allah─dalam segala situasi untuk bertindak sebagai seorang yang
takluk kepada Raja surga. Dia akan melayani Allah dengan hati yang tidak
terbagi; dia akan menghadapi cobaan dari nasibnya dengan ketabahan dan
melakukan setiap tugas dengan kesetiaan.
Pengalaman satu hari telah menjadi titik balik dalam kehidupan Yusuf.
Bencana yang mengerikan telah mengubahnya dari seorang anak kecil menjadi
seorang pria, bijaksana, berani, dan mandiri”.
―Ellen G. White, Patriarchs and Prophets* 213.1-214.1. [Mengapa Joseph
tidak meyakinkan para pedagang untuk mengambil dia kepada ayahnya untuk
“menjual” dia?]
10. Apakah kita pernah tergoda untuk
kehilangan kesabaran atau menjadi sangat kesal dengan apa yang dilakukan orang
lain sehingga kita mungkin ingin menghancurkan mereka dengan satu atau lain
cara?
Selasa: YEHUDA DAN TAMAR (Judah And
Tamar).
11. Review/Tinjau kembali Kejadian 38.
Ini sepertinya merupakan interupsi terhadap kisah Yusuf.
Perlu bagi untuk membantu kita memahami tentang apa yang terjadi dalam
kehidupan saudara-saudara ini.
Yehuda telah pindah dari keluarganya (meninggalkan saudara2nya—yang
menunjukkan ketidak setujuannya dengan mereka, ) dan tinggal bersama keluarga
Kanaan dan menikahi putri Shua. Kemudian, dia mendapatkan seorang wanita muda
Kanaan lainnya bernama Tamar untuk menjadi istri dari putra sulungnya, Er. (memiliki
3 anak laki2: Er, Onan dan Syela).
Kita tidak tahu persis apa yang terjadi pada Er atau Onan, putra
keduanya, keduanya meninggal karena sebab yang tidak dapat dijelaskan. Alkitab hanya mengatakan bahwa Allah telah
membunuh mereka.
Belakangan/di kemudian hari, Tamar (istri Er)-- mulai takut bahwa dia
akan ditinggalkan tanpa suami. Jadi, dia berpura-pura menjadi pelacur; Yehuda
bersetubuh dengannya, dan dia mengandung anak kembar, salah satunya menjadi
nenek moyang Yesus. (Lihat Matius 1:2-5.)
[Dari Komentar Alkitab SDA:] Menjadi putra keempat Lea, Yehuda tentu
saja tidak lebih dari 3 tahun atau lebih tua dari Yusuf, yang akan membuatnya
berusia sekitar 20 tahun pada saat Yusuf dijual (lihat bab 37:2 [=Kejadian
37:2] dan pada bab 30:24).
Antara penjualan Yusuf sebagai budak dan migrasi Yakub ke Mesir terletak
22 tahun (lih. bagan 41:46; 45:6), sehingga Yehuda berusia sekitar 42 tahun
ketika keluarganya pindah ke Mesir.
Pada saat itu ia tidak hanya memiliki tiga putra, yang disebutkan dalam
ch. 38, tetapi ternyata juga seorang kakek, seperti ch. 46:12 tampaknya
menyiratkan.
Jika ini benar, putranya Er, Onan, dan Shelah pasti lahir sebelum Yusuf
dijual, karena mereka sendiri telah mencapai usia menikah ketika peristiwa yang
melibatkan Tamar terjadi, dan putra Tamar, Pharez, memiliki dua putra sendiri
ketika keluarga pindah ke Mesir.
Pengamatan ini mengharuskan kita untuk
menyimpulkan bahwa beberapa putra Yakub pasti telah menikah saat masih sangat
muda.
Yehuda tidak mungkin berusia lebih dari
14 tahun pada saat kelahiran putra sulungnya, Er, atau Er lebih dari 13 tahun
pada pernikahannya dengan Tamar.
Kelahiran putra kembar Yehuda oleh
menantu perempuannya Tamar pasti terjadi dalam waktu dua tahun setelah kematian
Er.
Pharez tidak mungkin berusia lebih dari
14 tahun ketika Hezron dan Hamul lahir, tampaknya juga sebagai anak kembar,
sebelum keberangkatan dari Kanaan.
Pernikahan dini seperti itu sama sekali tidak jarang terjadi di beberapa
bagian Timur bahkan hingga hari ini.
Dalam kasus keluarga Yakub, mereka mungkin mewakili pengaruh Kanaan.
Beberapa Pertimbangan membuat hampir pasti bahwa Yehuda adalah seorang
pria yang sudah menikah dan seorang ayah pada saat penjualan Yusuf, dan bagian
dari narasi bab. 38 telah terjadi.
―Nichol, F.D. (Ed.). (1978). [Komentar tentang Kejadian 38:1.] The
Seventh-day Adventist Bible Commentary,* vol. 1, 434. Review dan Asosiasi
Penerbitan Herald.
Rabu: YUSUF SEORANG BUDAK DI
MESIR.(Joseph, A Slave in Egypt).
12. Kembali ke kisah Yusuf/yang telah di
interupsi oleh insiden Tamar, kita menemukan dia seorang budak di Mesir. Selama
10 tahun, ia belajar bahasa Mesir, adat istiadat mereka, dan telah menjadi
pengusaha/businessman yang sangat baik, bekerja di bawah Potifar. Lalu, ada
kisah istri Potifar mencoba merayu Yusuf./trying to seduce Joseph (Kejadian 39)
13. Apakah Potifar percaya cerita
istrinya tentang Yusuf? Jika dia benar-benar percaya bahwa Joseph telah
menyerang istrinya dan mencoba memperkosanya, apa yang akan dia lakukan dengan
Joseph?
Joseph menderita karena integritasnya, karena penggodanya membalas
dendam dengan menuduhnya melakukan
kejahatan busuk, dan menyebabkan dia dijebloskan ke penjara.
Seandainya Potifar percaya tuduhan istrinya terhadap Yusuf, pemuda
Ibrani itu akan kehilangan nyawanya; tetapi kerendahan hati dan kejujuran yang terlihat
yang telah menunjukkan perilakunya adalah bukti bahwa dia tidak bersalah;
namun, untuk menyelamatkan reputasi rumah tuannya, dia ditinggalkan dalam aib
dan perbudakan.
Ellen G, White, Patriarchs and Prophets* 218.1.
14. Sekali lagi, Yusuf menebus dirinya
dengan karakternya yang luar biasa, kerja kerasnya, dan keandalannya/his
reliability.
Kamis: MIMPI-MIMPI FIRAUN (The Dreams of
Pharaoh)
15. Kejadian 40:1-41:36 menceritakan
kisah naiknya Yusuf ke tampuk kekuasaan. Saat melayani mantan kepala juru
minuman dan kepala juru roti Firaun di penjara, Allah telah menolong Yusuf
menafsirkan mimpi mereka. Kepala juru
minuman 3 hari kemudian di kembalikan lagi ke jabatannya semula, sedangkan kepala
juru roti di gantung.
Penafsirannya terbukti benar. Dua tahun lagi berlalu dan, kemudian,
Firaun mendapat mimpi-mimpi luar biasa yang diceritakan dalam Kejadian 41.
Tiba-tiba, kepala pelayan minuman itu mengingat pengalamannya sendiri
saat berada di penjara dan menyarankan kepada Firaun agar Yusuf dipanggil.
16. Sekali lagi, kita dituntun untuk
mengajukan beberapa pertanyaan penting: Apakah Allah mengirimkan mimpi-mimpi
itu kepada kepala pelayan minuman dan tukang roti? Sepertinya itu pasti.
Menafsirkan mimpi-mimpi itulah yang menyebabkan Yusuf dipanggil oleh Firaun.
Menurut Anda mengapa perlu bagi Joseph untuk tetap di penjara selama dua tahun
sebelum Allah memilih untuk menyelamatkannya?
17. Apa yang Yusuf pelajari selama
berada di rumah tangga Potifar dan di penjara yang membantu mempersiapkannya
untuk pekerjaan selanjutnya sebagai perdana menteri Mesir? Selain belajar berbicara
bahasa Mesir dengan lancar, ia mempelajari adat dan kebiasaan bangsawan Mesir.
Apakah Yusuf pernah menjadi sangat putus
asa saat berada di penjara?
18. Namun, terlepas dari perubahan
keadaan ini, Yusuf, sekali lagi, meyakinkan orang-orang di sekitarnya, termasuk
Firaun, bahwa Allahlah yang memberinya kekuatan untuk memahami mimpi. Dan akhirnya, Firaun menyimpulkan:
Kejadian 41:39-40: 39 “Kata Firaun kepada Yusuf: “Oleh karena Allah
telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian
berakal budi dan bijaksana seperti engkau. 40 “Engkaulah menjadi kuasa atas
istanaku…hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu…
19. Sungguh kisah yang luar biasa!. Kisah
Yusuf adalah kisah pembalikan yang menakjubkan! Yusuf berubah dari anak yang
disayang, menjadi budak, menjadi manajer puncak/Top Manager, menjadi tahanan,
menjadi istana yang menyelamatkan bangsa angkatnya dan keluarganya sendiri dari
kelaparan.
Apa latar belakang kondisi yang memungkinkan terjadinya cerita ini?
Orang-orang yang memerintah Mesir pada waktu itu adalah Hyksos, orang
Asia nomaden, mungkin Semit (keturunan Sem sedangkan orang Mesir sendiri adalah
keturunan Ham) yang menguasai Mesir dari tahun 1720 SM. sampai tahun 1560 SM.
Hyksos berasal dari kata Yunani Hyksos;
itu berasal dari kata Mesir hq=s=sw yang berarti penguasa tanah perantau.
(Lihat Collin=s English Dictionary, 21st
Century Edition.) Mereka memerintah Mesir dari sebuah kota di delta timur
Sungai Nil, tidak jauh dari Goshen.
20. Apakah Allah bermain favorit?
“Pada awal kehidupan, ketika mereka akan beranjak dari masa muda ke masa
dewasa, Yusuf dan Daniel terpisah dari rumah mereka dan dibawa sebagai tawanan
ke negeri kafir.
Terutama adalah Yusuf yang ditimpa penggodaan yang berubah menjadi
keuntungan besar. Di rumah ayahnya ia adalah seorang anak yang dicintai dengan
lemah lembut; di rumah Potifar menjadi seorang budak, kemudian menjadi orang
yang berkeyakinan dan seorang teman; orang yang menangani masalah2, terdidik
dengan belajar sendiri, menyelidik, berhubungan dengan manusia; dalam penjara
Firaun seorang tahanan kerajaan, dihukum tak adil, tanpa harapan pembelaan atau
harapan kelepasan; dipanggil pada saat yang sangat gawat untuk memimpin
pemerintahan –apakah yang menyanggupkannya untuk mempertahankan kejujutannya?.
“Dalam krisis kehidupannya, Ketika menempuh perjalanan dahsyat tersebut
dari rumah masa kanak2nya di Kanaan ke tempat perbudakan yang menunggunya di
Mesir, memandang untuk terakhir kalinya bukti2 yang melindungi kemah-kemah
sanak keluarga nya, Yusuf ingat akan Allah bapanya. Ia ingat akan pelajaran2
masa kanak2nya, dan jiwanya bergetar dengan keputusan untuk membuktikan dirinya
benar—selalu akan bertindak sebagai bawahan Raja Surga.”
--Ellen G.White, Membina Pendidikan
Sejati,hlm.48.
21. Beberapa orang telah menyarankan
bahwa kehidupan Yusuf adalah tipe dari kehidupan Kristus. Persamaan apa yang
Anda lihat? Baca kisahnya dalam Ellen G. White's, The Spirit of Prophecy, vol.
1, 157-159.
Yusuf menggambarkan Kristus.
Yesus datang kepada miliknya, tetapi
milik kepunyaannya tidak menerimanya. Ia ditolak dan dihina, karena
perbuatannya benar,
dan kehidupannya yang konsisten dan
penyangkalan diri merupakan teguran yang terus-menerus atas mereka yang mengaku
saleh, tetapi yang hidupnya rusak.
Integritas dan kebajikan Joseph diserang
dengan ganas; dan dia yang akan menyesatkannya [istri Potifar] tidak dapat
menang, oleh karena itu kebenciannya kuat terhadap kebajikan dan integritas
yang tidak dapat dia rusak, dan dia bersaksi palsu terhadapnya.
Orang yang tidak bersalah menderita karena kebenarannya. Dia dijebloskan
ke penjara karena kebajikannya.―Ellen G. White, The Spirit of Prophecy,* vol.
1, 157.2.
Yusuf dijual kepada musuh-musuhnya oleh keluarganya. Yesus dikhianati
oleh salah satu murid-Nya.
Yusuf dijual kepada musuh-musuhnya, oleh saudara-saudaranya sendiri,
untuk sejumlah kecil uang. Anak Allah dijual kepada musuh bebuyutannya oleh
salah satu muridnya sendiri.―Ibid.*
Yesus rendah hati, lemah lembut, dan menolak menggunakan kuasa-Nya untuk
melawan musuh-musuh-Nya.
Yusuf dengan rendah hati melayani Tuhan di mana pun dia berada.
Komentar
Posting Komentar