CAWAN LEBUR GEMBALA (PASSD01T3-2022)

 

CAWAN LEBUR GEMBALA (The Shepherd’s Crucible)

 Nast: “Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya”. (Mazmur 23:3).

 

   Fungsi cawan lebur adalah tempat untuk logam cair selama proses peleburan berlangsung. Cawan tersebut harus mempunyai titik cair yang jauh lebih tinggi dari titik cair logam yang akan dilebur. Pada perencanaan ini cawan lebur yang dipakai adalah silinder dari baja yang dapat menampung 30 kg logam cair. Silinder baja ini bagian atasnya dibuat berlubang.

   Pembuatan Cawan lebur ini dilakukan dengan proses penempaan.

  Dalam pembuatan cawan ada 2 bagian yaitu bagian bawah berbentuk U dan atas berbentuk selinder,dalam pembuatan cawan digunakan plat baja karbon rendah AISI 1310 dengan kadar karbon 0,2 ,bagian bawah berbentuk U di kerjakan dengan pengerjaan tempa, kenapa dipilih bagian cawan berbentuk U, karena untuk mempercepat pemanasan pemerataan panas.

 

1.Pada kuartal ini pelajaran kita adalah: mengenai perjalanan menuju makna/arti penderitaan, kejahatan, dan kematian.

   Ya, penderitaan dapat dipelajari  dari perspektif ilmiah atau psikologis.

   Namun, pandangan alkitabiah tentang penderitaan jauh lebih dalam. Alkitab menjelaskan asal mula penderitaan sebuah asal mula yang membebaskan Allah dari segala tanggung jawab untuk mendatangkan dosa (Bahwa asal mula penderitaan dan dosa itu bukanlah Allah). Alkitab juga menunjukkan bagaimana Allah menggunakan penderitaan sebagai kerangka transformasional untuk pengayaan, kemenangan, dan kehidupan kekal kita sendiri.   

   Jika kita membayangkan hidup sebagai sebuah perjalanan, maka Mazmur 23 adalah salah satu tempat terbaik untuk memulai, karena itu adalah berbicara tentang sebuah jalan.          

   Jalan ini membawa kita melalui pasang surut kehidupan kita.

   Lebih penting lagi, Ada Seseorang yang membimbing kita pada jalan itu.  

   Seseorang itu lebih dari seorang Pembimbing; Dia adalah Gembala yang peduli dan penuh kasih. Pertanyaan paling penting untuk perjalanan kita, untuk pasang surut kita, adalah: Apakah kita mengenal Gembala itu? Apakah kita mempercayai Dia [Gembala yang Baik] apapun yang terjadi atau kemanapun Dia memutuskan untuk membawa kita?

   Mazmur 23:3-4 “Ia menyegarkan jiwaku/He gives me new strenght. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”

   Sekilas Pekan ini: Pada saat apakah Anda bertumbuh lebih rohaniàmelalui saat-saat yang mudah atau saat-saat yang sulit?

 

Minggu: PANDUAN UTK PERJALANAN: SANG GEMBALA

(A Guide For The Journey: The Shepherd)

2. Salah satu pertanyaan utama yang perlu kita jawab dalam rangkaian pelajaran kuartal ini adalah pertanyaan: Apakah kita belajar lebih banyak tentang Allah dari melalui/melewati masa-masa sulit? Atau, melalui masa-masa yang mudah?

   Mazmur 23:1 “Mazmur Daud. Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku”.

3. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Allah adalah kasih.

   (1 Yohanes 4: 8,16.)

4. Membaca Alkitab bisa jadi menantang. Beberapa cerita mungkin tampak membuat Allah terlihat sangat buruk. Bisakah kita memercayai Dia sebagai Pemandu kita?/to be our guide.  

   Apakah Allah hari ini sama dengan Dia di zaman Alkitab?  

   Bahkan pada zaman Adam dan Hawa?

   Ibrani 13:8 “ Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Baca: Yakobus 1:17.

5. Sebagian besar waktu yang dijelaskan dalam Alkitab, orang menjalani kehidupan sebagai gembala. Artinya, mereka hidup dari apa yang bisa mereka tanam atau apa yang bisa dihasilkan oleh ternak mereka. Untuk alasan ini, hampir setiap keluarga memiliki beberapa hewan. Mereka semua terbiasa hidup dengan pekerjaan seorang gembala.

6. Baca Yesaya 40:11; Yeremia 23:3-4; Yehezkiel 34:12; Yohanes 10:14-16; dan 1 Petrus 2:25.

   Apa yang ayat2 ini ajarkan kepada kita tentang Gembala-Penuntun kita?

   Kita belajar bahwa Allah akan memelihara kita dan menyertai kita dalam setiap situasi. Jika kita mengenali kehadiran Allah bersama kita, dapatkah kita takut pada apa pun? Allah terus-menerus mengejar kita untuk memenangkan dan merayu kita untuk mengikuti jalan-Nya yang merupakan jalan yang benar dan hal yang benar untuk dilakukan. Bukan hanya mereka yang menyadari hubungan dan ketergantungan mereka pada Allah yang Dia kejar; Dia mengejar semua orang! (Pursuing everyone).

   Allah akan melakukan segala sesuatu/semua hal yang Dia bisa lakukan dalam batasan2 kontroversi besar dan kebebasan kita (our freedom) untuk membawa kita kembali.

   Baca Mazmur 23:1-6.

7. Bisakah/dapatkah kita mempercayai kata-kata ini tentang Gembala kita? Jika kita dapat memercayai semua kata2 itu, segala sesuatu yang diinginkan seseorang disediakan oleh Allah, antara lain: Perlindungan, makanan, kesehatan, pemulihan, dan akhirnya, sebuah rumah bersama-Nya. Apa lagi yang kita mau minta?

8. Dalam kehidupan kita sehari-hari, apakah kita hidup seolah-olah kita mempercayai kebenaran2 ini? Apakah kehidupan kita menunjukkan hal ini/demonstrate this kepada mereka yang mengenal kita?

9. Mempertimbangkan/mengingat kontroversi besar, juga model penyembuhan kepercayaan, mengapa kita menyalahkan Allah jika sesuatu yang buruk tampaknya terjadi pada kita atau orang-orang di sekitar kita? Jika kita melihat lebih luas, kita tahu bahwa Iblislah yang menyebabkan semua masalah di alam semesta kita. Mengapa bencana alam yang mengerikan itu disebut “perbuatan Allah/acts of God”? Haruskah mereka disebut "tindakan Setan/acts of satan"?

    Baca: Wahyu 12:7-10. 7 “Then war broke out in heaven. Michael and his angels fought against the dragon, who fought back with his angels;….

                     Senin: LOKASI-LOKASI DI PERJALANAN

(Locations On the Journey)

10. Apa artinya mengatakan bahwa Yesus “Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya”? (Mazmur 23:3, NRSV*)

     Bayangkan “Jalan Kebenaran” (Maz.23:3) terbentang di depan Anda, jauh di depan. Anda tidak dapat melihat ujungnya/akhirnya, tetapi Anda tahu bahwa di ujung perjalanan ada rumah, rumah Allah. Sementara Anda memfokuskan sedikit lebih dekat kepada Anda, apakah Anda melihat ke mana arahnya?. Anda dapat melihat beberapa tempat dengan jelas, tetapi bagian lain benar2 terhalang oleh rintangan yang besar atau berbahaya. Terkadang jalan itu menghilang di atas punggung bukit. Beberapa bagian jalan itu mudah untuk dilalui; yang lainnya sulit.

   Jika kita dapat/bisa menerima Kitab Suci, dan kita lakukan, dengan pertolongan Allah, jalan kebenaran menuntun sepanjang jalan dari tempat kita sekarang hingga saat kita akan bergabung dengan Allah di dalam “rumah”-Nya dan hidup bersama-Nya selamanya. Itu tidak berarti bahwa tidak akan ada gundukan/benjolan di jalan atau masalah/problem apa pun di jalan.

11. Jadi, bagaimana Daud menggambarkan/menjelaskan jalan memutar itu/those detour diatas jalan2 kita? Daud tidak hanya melihat jalan-jalan "kegelapan yang paling dalam" dalam "pandangan yang jelas (clear view) dari musuh-musuhnya", tetapi juga "jalan rumput yang paling hijau dan air yang tenang".   

   Namun, nasib akhir kita adalah rumah Allah. (But, our final destiny will be God’s home.)

   Tetapi mengapa jalan ini disebut “jalan kebenaran” atau “jalan yang benar” (NIV, NRSV)? Berikut empat alasan penting.   

   Pertama, mereka adalah jalan yang benar karena mereka mengarah ke tujuan yang benar─rumah Gembala.

   Kedua, itu adalah jalan yang benar karena mereka menjaga kita tetap selaras dengan Pribadi yang benar─Gembala itu sendiri.   

   Ketiga, mereka adalah jalan yang benar karena mereka melatih kita untuk menjadi orang yang benar─seperti Gembala.

   Keempat, itu adalah jalan yang benar karena memberi kita kesaksian yang benar─saat kita menjadi orang yang benar, kita memberikan kemuliaan kepada Tuhan(memuliakan Tuhan).

   Itu adalah jalan yang “benar” atau “jalan kebenaran”, meski jalan itu mudah atau sulit.―Panduan Pelajaran Alkitab Sekolah Sabat Dewasa* untuk Senin, 27 Juni.

12. Orang-orang seperti Ayub dan Abraham tampaknya memiliki hubungan yang sangat pribadi/personal relationship dengan Allah.

   Berapa banyak Alkitab yang mereka miliki? Tidak ada! Mereka merasa nyaman bahkan dalam mengajukan pertanyaan yang sangat blak-blakan dan sangat tajam kepada-Nya dan bahkan “berdebat” dengan-Nya! Anak-anak Israel dipimpin oleh Allah dalam tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari!

Allah berbicara kepada mereka di Gunung Sinai!

 

Selasa: JALAN MEMUTAR TAK TERDUGA 1: LEMBAH (Unexpected Detour 1: The Valley)

13. Jadi, dengan Tuhan seperti Yesus, mengapa kita memiliki masalah dalam hidup kita? Dan mengapa kita memiliki tantangan? Jika Yesus adalah Teladan kita, bagaimana bisa kita berpikir bahwa kita dapat menghindari semua masalah? Pikirkan tentang apa yang terjadi pada-Nya! Daud tentu mengerti bahwa akan ada beberapa tantangan bagi kita masing-masing di jalan kita.

   Mazmur 23:4: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku/protect me”

14. Pikirkan kembali apa yang Anda ketahui tentang kisah Daud.   

   Dia memulai hidup sebagai putra bungsu dari seorang pemilik tanah dan gembala, yang tinggal di kota Betlehem. Ketika dia telah mencapai usia yang tepat/cocok, Daud, sebagai putra bungsu, diharapkan untuk menggembalakan domba dan kambing dan, mungkin, sapi. Ada saat-saat ketika itu terbukti menjadi pekerjaan yang sangat berbahaya. Daud sendiri telah menjelaskan pertempurannya dengan singa dan beruang saat mencoba melindungi domba ayahnya.

15. Dalam Mazmur 23, Daud menyadari bahwa akan ada jalan memutar (detours)/pemutaran dalam perjalanan kita saat kita mengikuti Yesus Kristus.

16. Bukankah lebih baik jika jalan kebenaran hanya mengarah di sepanjang tepian yang ditumbuhi rumput dan di tepi aliran sungai yang sejuk? Tapi, Daud menyadari bahwa kehidupan domba, seperti yang dia kenal sejak kecil, tidak seperti itu.

   Disepanjang jalan ini juga terdapat lembah bayang2 kematian.

   Apa itu "lembah bayang2 kematian"?

   Pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, wadi/sungai2 kecil yang kering dan jurang/ngarai yang ditemukan di Israel rentan terhadap banjir bandang yang dapat datang secara tidak terduga dan terbukti sangat deras/meluap. Tempat-tempat ini juga sangatlah sempit, dengan sisi curam yang menghalangi cahaya.  

   Oleh karena itu, “bayang2 kematian” adalah gambaran untuk “bayang2 yang sangat dalam”, atau “kegelapan yang pekat”.  

17. Kita tidak tahu persis/dengan tepat kapan mazmur ini ditulis.    

   Ellen White mengisyaratkan bahwa mazmur ini mungkin ditulis pada masa muda Daud ketika dia bekerja sebagai gembala di perbukitan Betlehem atau mungkin beberapa saat kemudian dalam hidupnya ketika dia sedang dikejar oleh Saul.

18. Pernahkah Anda mengalami peristiwa yang menakutkan, bahkan mengancam jiwa, terjadi pada Anda?   

   Pada saat itu, apakah Anda berpikir tentang Gembala yang ada di samping Anda?

19. Apa yang Daud pikirkan ketika dia berbicara tentang domba yang berkeliaran/mengembara di wadi/sungai2 kecil atau lembah dengan potensi kematian? Apakah domba-domba itu sampai di sana dengan mengembara menjauh dari kawanannya tanpa sepengetahuan/tanpa diperhatikan gembala? Atau, mungkinkah, kadang-kadang, sang gembala bahkan membawa domba-domba itu ke sebuah lembah seperti itu agar mereka tetap tenang?(to keep them cool?).

20. Dalam kasus kita dengan Gembala ilahi kita, kita mungkin tidak melihat Dia; namun, tidak peduli apa pun kesulitan yang kita lalui, kita dapat yakin bahwa Dia hadir bersama kita.

   Elisabeth Elliot menulis: “Seekor domba yang menemukan dirinya di lembah bayang-bayang kematian mungkin menyimpulkan bahwa dia telah dipimpin secara salah (he had been falsely led). Perlu baginya untuk melintasi kegelapan itu agar belajar untuk tidak takut. Gembala itu masih bersamanya.”

   Elisabeth Elliot, Quest for Love, hlm.218.

21. Pernahkah Anda mengalami pengalaman dibawa ke dalam situasi berbahaya oleh seorang gembala palsu? Iblis akan melakukan apa saja yang dia bisa lakukan untuk menyesatkan kita ke salah satu lembah gelapnya.

22. Saat domba paling membutuhkan bukanlah saat mereka beristirahat dengan tenang di rerumputan hijau di samping air yang tenang, melainkan saat mereka berada dalam bahaya terbesar bahkan terancam kehilangan nyawa. Bukankah itu akan menjadi waktu ketika Gembala sejati berada paling dekat dengan kita? Itu adalah waktu yang tepat ketika teman/sahabat2 dalam cuaca cerah kita meninggalkan kita!

 Rabu: JALAN MEMUTAR TAK TERDUGA 2: MEJA YANG DIKELILINGI

(Unexpected Detour 2: The Surrounded Table).

23. Daud juga telah mengenali jalan memutar lain yang mengejutkan saat dia menulis Mazmur 23.

   Mazmur 23:5 “Engkau menyediakan hidangan bagiku, dihadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.”

24. Situasi macam apakah itu? Allah sedang mempersiapkan perjamuan untuk kita di hadapan musuh kita? Musuh bisa sangat sulit untuk dihadapi. Terkadang, kita bahkan mungkin terbangun di malam hari mencoba mencari cara untuk menghadapinya. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin berbohong terjaga di malam hari mencoba memikirkan cara untuk menghindari musuh2 Anda yang bahkan mungkin orang-orang yang harus bekerja dengan Anda setiap hari. Apakah Anda harus berurusan dengan orang-orang yang ingin menyakiti Anda?

   Ketika Anda berada dalam suatu situasi seperti itu (yang demikian), apakah Anda memikirkan Matius 5:44? Atau, Roma 12:18-21?

   Matius 5:44: [Yesus berkata:] “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Baca juga Roma 12:18-21.

25. Gantinya berbicara tentang bagaimana dia berurusan dengan musuh-musuhnya, Daud berbicara tentang kehadiran Allah dan bagaimana Allah memelihara dia bahkan ketika musuh-musuhnya melihat! (were looking on)

   Dalam budaya Daud, ketika seorang tamu terhormat datang ke pesta, tuan rumah akan mengurapi kepalanya dengan minyak saat tamu itu akan memasuki ruang perjamuan. Minyak itu adalah campuran minyak zaitun dan parfum.  Kemudian tamu itu akan duduk di depan makanan yang jauh lebih banyak dari pada yang bisa dimakan orang.

26. Daud menyebutkan meja, minyak, dan cangkir/piala(cup).  

   Apa yang membuat Anda membayangkan barang-barang itu?   

   Apakah Allah terkadang memperlakukan kita sebagai seorang tamu istimewa di sebuah perjamuan?

27. Musuh kita yang paling serius bukanlah mereka yang kita lihat melainkan mereka yang tidak kita lihat! Kita dikelilingi oleh kekuatan jahat yang terus-menerus berusaha menyesatkan kita atau merusak kita atau menyakiti kita dalam beberapa cara tertentu.  Suka atau tidak suka, kita dikelilingi musuh.

   Namun, ketika kita bersama Gembala, tidak ada satu musuh pun, yang terlihat dan tidak dapat mencuri apa yang telah Dia sediakan bagi kita.

  Efesus 6:12 “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah2, melawan penguasa2, melawan penghulu2 dunia yang gelap ini, melawan roh2 jahat di udara”.

 

Kamis: JANJI YANG PASTI UNTUK PERJALANAN

(A Certain Promise For The Journey).

28. Ada kalanya tidak mungkin untuk menjelaskan apa yang telah terjadi tanpa memiliki gambaran yang jelas tentang kontroversi besar dan peran Allah serta peran Iblis di dunia kita.

   Mazmur 23:6: “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.”

29. Setelah berbicara tentang “lembah bayang-bayang kematian” dan “duduk di depan” musuh kita, kesimpulan macam apakah itu? Apakah Allah akan meninggalkan kita sendirian di hadapan Iblis atau sesama malaikat jahatnya?

   Itu hanya akan terjadi jika kita memilih untuk mengikuti Iblis daripada mengikuti Allah. Perhatikan dengan seksama bahwa Daud menyadari bahwa kebaikan dan kasih Allah akan menyertainya sepanjang hidupnya dan akhirnya, pada akhirnya, rumah Allah akan menjadi rumahnya.

30. Menyadari kebenaran tentang kontroversi besar, kita juga mengakui fakta-fakta berikut:

   Efesus 1:4 “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.”   Baca: 2 Petrus 1:10; Ibrani 11:13-15.

   Karena Ibrani 11 adalah pasal besar tentang iman, apakah itu berarti bahwa setiap orang yang disebutkan dalam pasal itu akan diselamatkan? Simson? Gideon? Anak-anak Israel?

   “Beberapa terjemahan mengatakan bahwa kebaikan dan kasih yang tak berkesudahan (komitmen perjanjian Allah) akan “mengikuti” aku sepanjang hidupku.

   Namun, kata kerja aslinya jauh lebih kuat, dan ayat tersebut seharusnya berbunyi bahwa kebaikan dan kasih yang tak putus-putusnya akan “mengejar” aku sepanjang hari dalam hidupku. (Faktanya, itu adalah kata kerja Ibrani yang sama yang digunakan dalam ayat-ayat seperti Kejadian 14:14; Yosua 10:19, dan 1 Samuel 25:29, di mana gagasan “mengejar” sangat jelas).

31. Bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan pribadi Anda mengetahui bahwa Allah telah mengejar Anda dengan kasih dan kebaikan-Nya? Bisakah Anda membayangkan sesuatu yang lebih baik dari itu?

32. Jika kita ingat bahwa kasih dan kebaikan Allah yang tidak berkesudahan mengikuti kita dan mengejar kita kemanapun kita pergi, bukankah itu akan membuat hidup lebih mudah?

   Cara terbaik untuk menghadapi masalah saat ini adalah selalu memikirkannya dalam konteks kontroversi besar yang Allah lakukan melalui Yesus Kristus yang telah menang!

   Kita tahu apa yang menjadi akhirnya! Allah menang!

33. Dalam pelajaran minggu ini, kita telah mencatat tiga tema utama seperti yang dinyatakan dalam panduan belajar Alkitab:

1. Sangat penting untuk memahami bahwa hidup kita adalah sebuah perjalanan yang mengambil belokan yang berbeda.

2. Penting juga untuk diingat bahwa jalan ini tidak berliku secara acak, secara kebetulan. Allah adalah Penuntun dan Gembala kita, dan Dia mengizinkan kita untuk melintasi, atau secara aktif membawa kita melewati, lembah penderitaan dan kematian.

   Tetapi Tuhan tidak mengharapkan kita untuk melakukan perjalanan ini dengan mata tertutup.

   Sebaliknya, Dia memberi kita janji yang pasti bahwa Dia akan memimpin kita menuju keselamatan.

3. Tidak ada cara untuk selamat dari cobaan kehidupan jika kita tidak mempercayai Gembala kita untuk membawa kita melewatinya.

34. Panduan belajar Alkitab kita sampai pada kesimpulan berikut:

(1) Ya, akhir dari masing-masing  dua jalan telah ditentukan: jalan kebenaran menuntun kepada kehidupan, dan jalan kedurhakaan menuntun kepada kematian. Tetapi berada di satu jalan atau yang lain adalah suatu perkara/masalah pilihan kita.

(2) Jika kita memutuskan untuk berada di jalan kebenaran, Allah berjanji bahwa jalan kebenaran akan membawa kita kepada kehidupan.

35. Apakah Anda yakin di antara dua jalan itu Anda berada di jalur yang mana? Apakah Anda yakin siapakah pemandu Anda itu? Apakah Anda memiliki teman yang berada di jalan yang benar juga? Berapa banyak orang yang Anda pergauli berada di jalan Allah? Apakah Anda takut mereka mungkin menggunakan jalan yang berlawanan? Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu mereka? Marilah kita tidak pernah lupa bahwa kita tidak akan pernah diminta untuk pergi melalui sesuatu yang Yesus tidak lalui didepan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.