CAWAN LEBUR YANG DATANG.(PASSD02T3-2022)
(The Crucible That Come)
Nast: Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam
penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada
waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.” (1 Petrus 4:12,13).
1.Melanjutkan pelajaran kita “Dalam
Cawan Lebur Bersama Kristus” kita
melihat ini:
Sebuah cawan lebur didefinisikan dalam kamus
sebagai:
(1) Bejana yang
digunakan untuk melelehkan zat yang membutuhkan tingkat panas yang tinggi.
(2) Pengujian yang
berat (a severe test).
(3) Tempat atau
situasi di mana kekuatan terkonsentrasi berinteraksi untuk menyebabkan atau
memengaruhi perubahan atau pengembangan.
Definisi-definisi ini juga memberi kita
wawasan yang bermanfaat tentang apa yang terjadi dalam kehidupan rohani
kita. Pekan ini kita akan soroti beberapa
alasan di mana kita mungkin tiba-tiba menemukan diri kita di bawah tekanan dan
mengalami ujian di tempat-tempat di mana keadaan menyebabkan kita berubah,
berkembang, dan tumbuh dalam karakter.
Ini akan membantu memberi kita kesadaran akan apa yang Allah lakukan
dalam hidup kita sehingga ketika kita memasuki sebuah cawan lebur, kita akan
memiliki gagasan/ide tentang bagaimana menanggapinya.
2. Seberapa nyamankah orang Kristen,
hidup di dunia Barat akhir-akhir ini? Berapa banyak dari mereka yang menderita
penganiayaan? Sementara kita tahu bahwa ada daerah di mana orang Kristen
dianiaya dan dibunuh, padahal kita tahu cukup nyaman di dunia Barat.
Minggu: KEJUTAN-KEJUTAN (Surprises)
3. Tentu saja, ada kejadian yang
mengejutkan kita dan yang tidak menguntungkan: Kecelakaan mobil, kerugian
termasuk kerugian finansial dan kesehatan, dan bahkan pengkhianatan oleh
seseorang yang kita percayai.
Bagaimana seharusnya orang Kristen mempersiapkan diri mereka untuk
apa pun yang datang?
1 Petrus 4:12: “Saudara2 yang kekasih, janganlah kamu
heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah
ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.” (ayat hafalan).
Pekan ini kita akan melihat beberapa situasi menyakitkan atau cawan lebur
yang seharusnya tidak mengejutkan kita.
Kata Yunani untuk “heran/terkejut” dalam 1 Pet.4:12(NIV) – berarti
“orang luar” atau “asing’ (alien—foreign).
Petrus mendesak para pembacanya untuk tidak percaya bahwa cobaan yang
berat dan sengit adalah asing bagi pengalaman
Kristen. Sebaliknya, itu harus
dianggap normal—hal itu dapat dan harus diharapkan. Pengalaman penderitaan bagi Iman kita dapat
dianggap sebagai “proses peleburan”, proses dari caran lebur.
4.
Pikirkan tentang zaman di mana para rasul mula2 hidup.
Menjadi seorang Kristen berarti telah menjadi seorang criminal yang
dapat dihukum mati. Namun, mereka terus meyakinkan orang-orang bahwa menjadi
seorang Kristen adalah hal yang benar untuk dilakukan dan mengubah mereka.
Orang2 Kristen telah disalibkan; orang2 Kristen adalah dipenggal; Orang-orang
Kristen dibakar di tiang pancang pada abad ke-1 itu.
Menurut Anda apa yang membuat orang tertarik pada Kekristenan di
tahun-tahun mula2/awal?
5. Jadi, apa yang Petrus katakan tentang
semua ini? Dia berkata, “Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang
kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan
bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya”.(1 Petrus 4:13, GNB*) Tentu
saja, Petrus berbicara tentang kedatangan kedua.
Banyak hal akan tiba-tiba berubah ketika peristiwa mulia itu terjadi.
6. Pernahkah Anda bertanya-tanya,
seperti Ayub, mengapa orang jahat tampak tumbuh dan berkembang/makmur sementara
orang baik atau orang Kristen berjuang?/struggle?
Banyak dari kita terkejut (surprised) tentang penderitaan karena kita
sering memiliki pandangan yang terlalu disederhanakan tentang kehidupan
Kristen. Kita tahu ada dua sisi(side)---Allah
yang baik dan Iblis, yang jahat. Tetapi seringkali kita kemudian secara
otomatis memasukkan semua yang terasa baik kedalam kotak dengan Allah, dan
semua yang terasa buruk ke dalam kotak dengan Iblis. Tetapi hidup tidak
sesederhana itu.
Kita tidak dapat menggunakan perasaan kita untuk memutuskan apa yang ada
di kotak Allah atau kotak Iblis.
Terkadang berjalan dengan Allah dapat menjadi tantangan dan berat. Dan
mengikuti Iblis bisa tampak membawa pahala yang besar. Ayub yang benar namun menderita,
menggambarkan/mengilustrasikan hal ini ketika dia bertanya kepada Allah,
“Mengapa orang fasik tetap hidup menjadi tua, bahkan menjadi bertambah-tambah
kuat?”/increasing in power? (Ayub 21:7).
Senin: CAWAN LEBUR SETAN (Crucibles of
Satan)
7. Tapi, tidak semua cobaan2/trials
datang hanya karena kita orang Kristen. Pencobaan terbesar dan paling serius
datang karena Setan!
1 Petrus 5:8: “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan
keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat
ditelannya”. Be alert, be on the watch!
Your enemy, the Devil, roams round like a roaring lion, looking for someone to
devour.―Good News Bible.
8. Bagaimana kita bisa mempersiapkan
diri untuk menghadapi serangan Iblis? Kita tidak bisa melihatnya; tetapi, kita
tahu bahwa dia adalah penggoda yang sangat sukses!
9. Bagi kita yang pernah mengalami
melihat singa menyerang dan memakan korban, itu sangat mengerikan. Keberadaan
Setan digambarkan seperti itu!
10. Satu Petrus 5:8-11 berbicara tentang
serangan2 Setan tetapi juga meyakinkan/menjamin kita bahwa Allah yang memanggil
kita untuk menyatukan diri dengan Kristus yang akan melindungi kita. Bagaimanakah Dia melakukan itu?
Iblis bekerja dengan berbagai cara, namun kita tidak boleh putus asa,
karena kita harus selalu ingat bahwa Yesus telah mengalahkan Iblis, bahwa Iblis
adalah musuh yang dikalahkan, dan bahwa selama kita tetap terhubung dengan
Yesus, selama kita berpegang teguh pada-Nya dalam iman, kita juga tidak akan
pernah bisa dikahkan. Karena salib,
kemenangan Kristus adalah kemenangan kita.
11. Dunia kita penuh dengan dosa.
Kita dikelilingi olehnya apakah kita mau atau tidak, kecuali jika kita
hidup dalam isolasi di suatu tempat.
Selasa: CAWAN LEBUR DOSA (Crucible of Sin)
Setelah salam pertamanya di Roma 1, Paulus telah berbicara tentang kondisi
normal orang-orang Romawi dan orang-orang kafir lainnya yang hidup di
sekitarnya. Itu mengerikan.
Dan dia tidak membuang waktu untuk mengatakan bahwa “murka” Allah akan
dicurahkan kepada semua orang2 yang seperti itu.
“Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman
manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman”.(Roma 1:18).
Apa artinya?
12. Perhatikan secara khusus bahwa dosa
utama yang ia sebutkan menyangkut orang-orang yang ”jalannya yang jahat
menghalangi kebenaran [tentang Allah] untuk diketahui”.
Apakah kita pernah bertanggung jawab untuk mencegah kebenaran diketahui?
Roma 1 selanjutnya menggambarkan murka Allah dalam istilah yang sangat
spesifik.
Roma 1:24,26,28 memberitahu kita bahwa Allah menyerahkan
atau melepaskan atau berpaling dari orang-orang yang melakukan dosa-dosa yang
dijelaskan dalam ayat-ayat itu.
v.24-Saling mencemarkan tubuh mereka; v.26.-menggantikan persetubuhan
yang wajar dengan yang tidak wajar.v.28-melakukan apa yang tidak pantas.
Roma 1 memiliki salah satu daftar dosa yang paling luas di seluruh
Alkitab. (Roma 1:24-32)
Segala sesuatu yang kita lakukan
memiliki konsekwensi. Jika Anda
berdiri di bawah terik matahari dengan es krim, itu pasti akan meleleh. Sebab
dan akibat selalu berjalan beriringan.
Begitulah sama halnya dengan dosa. Itu selalu menuai konsekwensi. Paulus
membuatnya sangat jelas, bahwa dosa memiliki konsekwensi untuk kekekalan dan
konsekwensi yang menyakitkan dan menyedihkan hari ini. (Berbicara tentang
Konsekwensi2 karena melanggar hukum moral Allah).
Paulus menggambarkan konsekwensi2 ini sebagai “murka Allah” (Roma 1:18).
13. Kita perlu ingat bahwa murka Allah
hanyalah karena kita tidak ingin/menolak kasih-Nya kepada kita dan membuat Dia
kecewa, sehingga meninggalkan kita pada konsekuensi yang tak terhindarkan dan
mengerikan dari pilihan pemberontakan kita sendiri. Allah tidak akan
pernah menggunakan kekuatan/paksaan pada kita bahkan untuk membuat kita
melakukan apa yang benar.
14. Bagaimana dengan hukum kesehatan
Allah? Tubuh kita seharusnya menjadi bait Allah. Apakah kita memperlakukan tubuh
kita seperti itu? Berapa banyak orang di dunia kita yang menghancurkan diri
mereka sendiri dengan mempraktikkan kebiasaan2 jahat?/evil habits.
Rabu: CAWAN LEBUR PEMURNIAN (Crucibles
of Purification)
15. Ada saat-saat/waktunya ketika Allah
perlu berurusan dengan umat-Nya untuk menghasilkan pemurnian/to produce
the purification yang diperlukan sebelum Dia dapat membawa mereka ke
surga.
Yeremia 9:7: “Sebab itu beginilah firman Tuhan semesta
alam: ‘Sesungguhnya, Aku mau melebur dan menguji mereka, sebab apakah lagi yang
dapat Kulakukan terhadap puteri umat-Ku?”.
“Jika Roh Allah membawa ke dalam pikiran Anda suatu firman Allah,
(mengingatkan Anda akan firman Tuhan) yang menyakiti Anda, Anda dapat yakin
bahwa ada sesuatu di dalam diri Anda yang ingin Dia menyakitinya sampai sesuatu
itu mati.”—Oswald Chambers, My Utmost for His Highest, hlm.271.
Dari tulisan Ellen G. White=EGW:] “Allah menuntut kesempurnaan
anak-anak-Nya. Hukum-Nya adalah sebuah transkrip dari karakter-Nya sendiri, dan
itu adalah standar dari semua karakter. Standar tak terbatas ini disajikan
kepada semua orang agar tidak ada kesalahan sehubungan dengan jenis orang yang
akan Tuhan buat dalam kerajaan-Nya. Kehidupan Kristus di bumi adalah ekspresi
sempurna dari hukum Allah, dan ketika mereka yang mengaku sebagai anak-anak
Allah menjadi seperti Kristus dalam karakter, mereka akan patuh pada
perintah-perintah Allah. Kemudian Tuhan dapat mempercayai mereka untuk menjadi
bagian dari keluarga surga.—Ellen G. White, Christ's Object Lessons* 315.1;
Rahmat Allah yang Menakjubkan* 148,4. (1900).
16. Apakah ada saat-saat ketika Allah
tampaknya menggunakan kekuatan jika kita terlalu dewasa untuk memahami
kebenaran?
Allah memiliki alasan yang sangat spesifik untuk menguji dan
memurnikan anak-anak-Nya. Dia ingin membawa pulang sebanyak mungkin
dari mereka untuk tinggal bersama-Nya selamanya. Tapi, Dia tidak bisa
memasukkan ke surga orang-orang yang hanya akan melanjutkan kejahatan yang ada
di bumi ini. Perhatikan penjelasan Allah berikan kepada Yeremia tentang mengapa
Dia melakukan itu.
Yeremia 9:13-14:13. Berfirmanlah Tuhan: “Oleh karena mereka meninggalkan
Taurat-Ku yang telah Kuserahkan kepada mereka, dan oleh karena mereka tidak
mendengarkan suara-Ku dan tidak mengikutinya, 14.melainkan mengikuti kedegilan
hatinya dan mengikuti para Baal seperti yang diajarkan kepada mereka oleh nenek
moyang mereka.”
17. Dapatkah Anda mengingat saat ketika Allah
mengungkapkan kepada Anda perlunya menghilangkan/menghapuskan beberapa dosa
dari hidup Anda? Apakah itu nyaman?
Ada tiga alasan mengapa proses itu mungkin tidak nyaman.
(Ada
3 alasan mengapa pemurnian dan pengujian dapat terasa seperti cawan lebur):
I.
Kita
mengalami rasa sakit ketika Allah mengizinkan keadaan2 (Circumstances) membawa
dos akita kepada perhatian kita.
Beberapa saat sebelumnya, Yeremia dengan sedih menulis, “Hembusan angin
bertiup kencang untuk membakar timah hitam dengan api, tetapi pemurnian itu
sia-sia; orang fasik tidak disingkirkan”(Yeremia 6:29. NIV). Oleh karena itu,
kadang-kadang diperlukan tindakan drastis (drastic action, untuk mendapatkan
perhatian kita.
II.
Kita
mengalami penderitaan ketika kita merasakan kesedihan atas dosa yang sekarang
kita lihat dengan jelas.
III.
Kita
mengalami frustrasi ketika kita mencoba untuk hidup secara berbeda. Ini bisa
sangat tidak nyaman dan sulit untuk memilih melepaskan hal-hal yang telah
menjadi bagian dari diri kita. (a part of us).
18. Menurut Anda
apa dosa-dosa umum umat Masehi Advent Hari Ketujuh pada tahun 2022? Apakah kita
berani membicarakannya? Bagaimana kita bisa berpaling dari dosa-dosa itu? Apa
yang mungkin Allah perlu lakukan untuk membantu kita menghapus dosa-dosa itu
dari hidup kita?
Kamis: CAWAN LEBUR KEDEWASAAN (Crucibles of Maturity).
19. Paulus memiliki apa yang disebutnya
duri dalam daging.
2
Korintus 12:7 “Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena
penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri
di dalam dagingku, yaitu seorang utusan iblis untuk menggocoh aku, supaya
aku jangan meninggikan diri.”
Apakah kita tahu apa itu?
Dia memohon kepada Allah untuk mengambilnya darinya pada tiga
kesempatan; tetapi, Allah akhirnya pada dasarnya berkata: “Tidak! Jangan
katakan itu lagi kepada-Ku. Duri itu ada untuk membantumu mengembangkan
karakter!” Mungkinkah salah satu dari kita memiliki duri dalam daging di zaman
kita?
20. Ilustrasi menarik yang mungkin bisa
membantu kita untuk memahaminya adalah sebagai berikut:
Ada perbedaan besar antara menebang dan memangkas. Kita menebang tanaman
yang tidak kita inginkan lagi; kita memangkas tanaman yang ingin kita
kembangkan menjadi lebih berbuah.
Kedua proses tersebut bagaimanapun, melibatkan sebuah pisau yang
tajam. Memang, pemangkasan membutuhkan
pemotongan bagian dari tanaman yang
mungkin tampaknya seperti tukang kebun pemula yang
menghancurkannya/membinasakannya.
Dalam konteks spiritual Bruce Wilkinson menulis :”Apakah Anda berdoa
untuk berkat Allah yang melimpah dan memohon agar Dia menjadikan Anda lebih
seperti anak-Nya?. “Jika jawaban Anda adalah ya, maka Anda sedang meminta
gunting (asking for the shears)”.
Apa sebenarnya maksud Paulus dengan “duri di dalam dagingku”/thorn in my
flesh (2 Kor.12:7). Tampaknya ini sebenaranya masalah dengan
penglihatannya. Hebatnya, Paulus percaya bahwa “durinya” “diberikan
kepadaku”.
[EGW:] Paulus mengalami penderitaan fisik; penglihatannya buruk.
Dia berpikir bahwa dengan doa yang sungguh-sungguh kesulitan itu dapat
dihilangkan. Tetapi Allah memiliki tujuan-Nya sendiri, dan Dia berkata kepada
Paulus, Jangan berbicara kepada-Ku lagi tentang masalah ini. Kasih karunia-Ku
cukup.
Itu akan memungkinkan Anda untuk menanggung kelemahan.―Ellen G. White,
Letter 207, 1899.―[sebagaimana dikutip dalam Manuscript Release,* No. 1091,
par. 6; Rilis Naskah,* vol. 14, 57.1; Komentar Alkitab SDA, vol. 6, 1107.5].
21. Mungkinkah Allah menyiksa kita/menyebabkan
kita sakit seperti yang Dia lakukan kepada Paulus dengan beberapa kecacatan
atau “kekurangan” untuk membuat kita berjalan lebih dekat dengan-Nya?
22. Paulus mengatakan kepada kita bahwa
duri ini adalah untuk mencegah dia menjadi sombong. Apakah menurut Anda Paulus
pernah tergoda untuk merasa sombong pada saat dia sebagai seorang Farisi?
Bagaimana menurut Anda masalah penglihatan dapat mencegah seseorang menjadi
sombong?/angkuh.
(Baca 2 Kor.12:7-10).
23. Allah telah memberi kita tiga tugas
utama di mana Dia mengharapkan setiap orang Kristen untuk terlibat: (1) belajar
Alkitab, (2) berdoa, dan (3) bersaksi kepada orang lain. Seberapa baik kita
melakukan setiap tugas Kristen yang penting ini?
Apakah salah satu dari ketiganya melibatkan penderitaan?
EGW: “Ia yang membaca hati manusia mengetahui
tabiat mereka lebih baik dari pada mereka sendiri. Ia melihat bahwa sebagian
orang mempunyai kuasa dan kelemahan yang kalau diarahkan dengan benar dapat
digunakan dalam memajukan pekerjaan-Nya. Dalam pemeliharaan-Nya Ia menempatkan
orang-orang ini pada posisi yang berbeda dan situasi yang berbeda pula, agar
mereka dapat menemukan dalam tabiat mereka itu cacat yang tersembunyi dari
pengetahuan mereka. Ia memberi kesempatan kepada mereka untuk memperbaiki cacat
ini dan melayakkan diri mereka untuk pekerjaan-Nya.
Sering Ia mengizinkan api penyiksaan menyerang mereka agar mereka
disucikan”.—Ellen G.White, Hidup Yang Terbaik,hlm.457.
EGW: “Tuhan membawa anak-anak-Nya ke tempat yang
sama lagi dan lagi, meningkatkan tekanan sampai kerendahan hati yang sempurna
memenuhi pikiran, dan karakter diubah; kemudian mereka menang atas diri
sendiri, dan selaras dengan Kristus dan Roh surga.
Pemurnian umat Allah tidak dapat dicapai tanpa penderitaan....
Dia memindahkan kita dari satu api ke api lainnya, menguji nilai sejati
kita. Kasih karunia yang sejati/yang benar bersedia untuk dicobai. Jika kita
enggan untuk dicari/to be searched oleh Tuhan, kondisi kita adalah salah satu bahaya....―Ellen
G. White, My Life Today* 92.2.
24. Mungkin tampak sangat sulit untuk
menjalani kehidupan Kristen, mengikuti semua tuntunan Allah untuk hidup kita di
dunia kita yang bermasalah saat ini. Dalam Roma 5:1-11, Paulus berbicara
tentang apa yang telah Allah lakukan baginya dan dapat lakukan bagi kita. Dia
menyimpulkan dengan menulis:
Roma 5:10-11 “Sebab jikalau kita, ketika kita masih seteru,
diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang
sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya. Dan bukan
hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,
sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.”
25. Jika Allah adalah Bapa kita, dan
jika Dia pengasih, baik hati, pengasih, dan murah hati, lalu mengapa Dia perlu
terus membawa kita kembali untuk berbicara tentang dosa dan kekurangan kita?
26. Dalam pelajaran minggu ini, kita
berbicara tentang berbagai jenis cawan lebur:
(1) Beberapa berasal dari Setan;
(2) beberapa datang dari keberdosaan kita sendiri; dan
(3) beberapa dibawa oleh Allah untuk membantu menyucikan kita dan
membantu membentuk karakter kita untuk kerajaan-Nya.
27. Haruskah kita menantikan pencobaan
kedepan yang kita tahu akan datang? Pada akhirnya, dosa dan kejahatan akan
dilenyapkan sepenuhnya. Allah harus melakukan itu untuk menciptakan kembali
dunia kita seperti pada zaman Taman Eden dan menjadikannya rumah di mana
anak-anak-Nya dapat tinggal.
Jadi, apa yang perlu kita lakukan agar siap untuk pengalaman itu? Banyak
hal!
28. Akan sangat membantu untuk menyadari
kontroversi besar dan semua yang terlibat sehingga kita tahu untuk
mengantisipasi musuh. Ini juga berarti bahwa melalui penelaahan Alkitab dan
doa, kita harus mengenal Allah lebih baik dan lebih baik setiap hari. Dan
akhirnya, sangat membantu untuk memiliki teman2 rohani untuk duduk,
mendiskusikan topik dalam Alkitab, dan mempelajari Alkitab secara mendalam.
29. Bukankah ini seharusnya menjadi
kegiatan utama dalam hidup kita? Berapa persen kah waktu kita yang kita
curahkan untuk kegiatan ini?
30. Apakah kita menganggap serius
gagasan bahwa Kristus melalui hidup dan kematian-Nya telah menjawab pertanyaan
dan tuduhan Setan dalam kontroversi besar itu? Apakah kita memahami pertanyaan
dan tuduhan itu? Apakah kita mengerti mengapa kematian dan kebangkitan-Nya? telah
mengalahkan Iblis? Tahukah kita bagaimana kita dapat bergabung dengan pihak
Kristus, pihak yang menang itu?
31. Dalam 1 Petrus 5:1, Petrus
meyakinkan pendengarnya bahwa dia sendiri telah menjadi saksi penderitaan
Kristus. Tidak seorang pun dapat mengatakan bahwa Paulus tidak tahu apa yang
telah dialami Kristus. Jika kita percaya bahwa Kristus seharusnya menjadi
Teladan kita, haruskah kita terkejut jika kita di goda dan menderita demikian?
Dalam bukunya yang menantang 1 Petrus,
Petrus berbicara tentang banyak aspek penderitaan dan bagaimana hal itu dapat
mempengaruhi kehidupan seorang Kristen.
32. Tetapi, Petrus mengingatkan kita
bahwa kita tidak boleh menderita karena kesalahan yang telah kita lakukan,
melainkan karena kita telah melakukan yang benar.
Dan tentu saja, kita tidak akan pernah bisa mengklaim bahwa Yesus
menderita karena kesalahan yang telah Dia lakukan! Tetapi, hidup-Nya dan
kematian-Nya, adalah Teladan kita dan akan menjadi Teladan bagi seluruh alam
semesta selama sisa kekekalan. Ketika kita memiliki kesempatan untuk meninjau
kembali apa yang terjadi pada Yesus, terutama di minggu terakhir kehidupan-Nya
termasuk di Getsemani, di Kalvari, dan bangkit dari kubur, kita seharusnya
tidak pernah memiliki alasan untuk mengeluh! Faktanya, Petrus memberi tahu kita:
1 Petrus 3:14-17:17For it is better to suffer for doing good, if this
should be God’s will, than for doing evil.―Good News Bible.
33. Kita tahu dengan pasti bahwa satu masa
pencobaan dan masalah akan datang ( a time of trial and trouble is coming)
Bahkan, jika gereja Kristen atau anggota Gereja Masehi Advent Hari
Ketujuh telah menjalani kehidupan yang lebih setia, Yesus akan kembali dan
membawa kita ke surga sebelum sekarang(before now)! Tapi, yakinlah dengan pasti,
setiap Orang Kristen yang beriman, tidak peduli berapa banyak dia menderita
atau bahkan jika dia harus mati karena imannya, suatu hari akan melihat ke atas
awan dan bersukacita melihat Kristus datang kembali.
Perhatikan jaminan dari Petrus yang dicatat dalam 1 Petrus 4:13-19. 17.”Karena sekarang telah tiba saatnya
penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama
dihakimi. Dan jika penghakikan itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya
dengan mereka yang tidak percaya pada injil Allah?. 19.Karena itu baiklah juga
mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan
selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.”
34. Kita telah berbicara dalam pelajaran
ini tentang Iblis. Aktivitasnya dijelaskan secara rinci dalam 1 Petrus 5:8-11.
Tetapi, banyak orang di dunia kita bahkan banyak di antara orang Kristen yang tidak
percaya bahwa ada Iblis sebagai seorang pribadi yang secara literal.
Figur/sosok setan itu nyata bagi orang Kristen sepanjang sejarah. Para
Reformator Protestan memandang keberadaannya sebagai sesuatu yang nyata. Namun
selama dan setelah abad Pencerahan, para filsuf dan teolog membangun pandangan
dunia yang menolak keberadaan oknum atau fenomena yang ber operasi di luar
dunia yang dikenal. Hari ini, pandangan
dunia ini mengkondisikan kekristenan liberal untuk menyangkal keberadaan setan
sebagai pribadi yang nyata. Sebaliknya, kelompok ini menyatakan bahwa setan
hanyalah representasi mitos dari prinsip kejahatan. Akibat, kejahatan sekarang
dianggap sebagai hasil dari ketidaksadaran atau merupakan produk dari proses
evolusi yang panjang dan kejam dari mana ras manusia muncul. Jadi, kejahatan
adalah hasil dari material, genetic, dan determinism sosial. Bahkan jika
beberapa orang Kristen akan mengakui keberadaan Iblis, mereka akan merasa sulit
untuk percaya bahwa dia memang jahat dan kuar seperti yang digambarkan dalam
Alkitab. Namun, sebagai orang Kristen yang percaya Alkitab, kita menganggap
keberadaan Iblis itu nyata.
Bagi Yesus, Iblis adalah makhluk yang nyata, bukan simbol dari beberapa
aspek gelap batin dan pikirannya (Lihat misalnya Matius 4:1-11). Paulus, juga,
melihat orang Kristen terlibat dalam pertempuran yang dilancarkan “melawan
penguasa2, melawan penghulu2 dunia yang gelap ini, melawan roh2 jahat di udara”(Efesus
6:12). Dan disini, dalam pelajaran kita, Petrus mengingatkan kita untuk waspada
terhadap serangan setan (1 Petr.5:8). Namun, meskipun dia nyata, orang Kristen
tidak berfokus pada Iblis. Ya,…kita harus menyadari keberadaannya dan
berhati-hati agar tidak tertipu oleh tipu dayanya, tetapi pusat, esensi dan
sukacita hidup kita adalah Kristus dan keselamatan-Nya.
35. Tentu saja, Iblis itu nyata ketika
dia mencobai Kristus seperti yang tercatat dalam Matius 4:1-11. Dia sangat
nyata ketika dia memimpin kekuatan jahatnya untuk menyelesaikan penyaliban
Yesus di Kalvari.
36. Ellen White meyakinkan kita bahwa
pencobaan yang kita hadapi dan pergumulan yang kita lalui adalah bagian penting
dari pelatihan yang Allah berikan kepada kita.
EGW: “Dan kehidupan yang disertai dengan kesukaran dan pergumulan itu yang harus menjadi nasib manusia sejak saat itu, telah ditetapkan dalam kasih. Itu adalah satu disiplin yang diperlukan segagai akibat dari pada dosanya, untuk menolong mengendalian pemanjaan nafsu dan selera makan untuk mengembangkan kebiasaan mengendalaikan diri. Itu adalah sebagian dari rencana Allah yang besar untuk memulihkan manusia dari kehancuran serta kemerosotan yang diakibatkan oleh dosa.” Ellen G.White, Alfa dan Omega, jld.1,hlm.57.
37. Kita semua sadar bahwa ada banyak kejahatan yang terjadi di dunia kita; orang-orang sekarat, orang-orang dibunuh karena keyakinan mereka. Tapi, terkadang, kita masih terkejut ketika kesulitan mempengaruhi kita. Haruskah kita? Atau, haruskah kita mengingat kata-kata Petrus dan kata-kata Paulus dan dipersiapkan untuk apa yang akan datang? Apakah selalu mungkin untuk mengetahui dari mana cobaan atau ujian itu (the trial or test) datang? Sekian.
Komentar
Posting Komentar