SANGKAR BURUNG (PASSD03T3-2022)
SANGKAR BURUNG
(The Birdcage).
Ayat: “Bergembiralah akan hal itu,
sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai
pencobaan”. (1 Petrus 1:6)
1.Sebagai orang Kristen, apakah kita diperlakukan Allah seperti burung dalam sangkar?
2. E.G. White, The Ministry of Healing,
hlm 472
“Di bawah cahaya
siang hari, dan sementara mendengar suara musik yang lain, burung di sangkar
tidak akan menyanyikan lagu yang diajarkan oleh tuannya. Dia belajar menangkap
bunyi ini dan getaran itu, tetapi tidak pernah melodi secara keseluruhan dan
yang terpisah. Tetapi tuannya menutupi sangkar itu, dan menaruhnya di tempat di
mana burung itu akan mendengarkan kepada satu lagu yang akan dinyanyikannya. Di
dalam gelap, dia mencoba lagi dan mencoba lagi, sampai dia menyanyikannya
dengan sempurna.
Kemudian burung itu dikeluarkan; dan sejak
itu dia dapat menyanyikan lagu itu di tempat yang terang. Demikianlah Allah
berbuat kepada anak-anak-Nya. Ia mempunyai sebuah nyanyian untuk diajarkan
kepada kita, dan apabila kita sudah mempelajarinya di tengah bayang2
penderitaan maka kelak kita akan bisa menyanyikannya selamanya”.(sejak waktu
itu).
2. Apakah Allah pernah secara aktif
membawa kita ke dalam situasi yang sulit?
3. Kita percaya bahwa Setan akan menggoda
kita dengan segala cara. Namun, apakah Allah ada hubungannya dengan itu?
4. Pikirkan beberapa contoh dari Alkitab
di mana Allah tampaknya telah membawa seseorang ke dalam pencobaan.
5. Bagaimana Anda memahami pencobaan
Yesus di padang gurun? Matius 4:1 tampaknya menunjukkan bahwa Yesus dibawa ke
padang gurun untuk dicobai oleh Iblis.
Bandingkan Markus 1:12-13 dan Lukas 4:1-2. Allah tidak membawa Yesus ke
padang gurun untuk dicobai oleh Iblis. Yesus pergi ke padang gurun untuk
menghabiskan waktu bersama Bapa-Nya dalam persiapan untuk pekerjaan pelayanan
dalam hidup-Nya. Pada akhir waktu itu, Iblis telah diizinkan untuk mencobai
Dia.
[EGW:] Ketika Yesus dibawa ke padang gurun untuk dicobai, Dia dipimpin
oleh Roh Allah. Dia tidak mengundang pencobaan/godaan. Dia pergi ke padang
gurun untuk menyendiri, untuk merenungkan misi dan pekerjaan-Nya.
Dengan berpuasa dan berdoa Dia harus menguatkan diri-Nya sendiri untuk
jalan berlumuran darah yang harus Dia tempuh. Tetapi Setan tahu bahwa Juruselamat
telah pergi ke padang belantara, dan dia pikir ini waktu terbaik untuk
mendekati-Nya.”―Ellen G. White, Desire of Ages* 114.2.
[Apa yang Yesus dan Bapa-Nya bahas/diskusikan selama hari-hari Yesus
berada di padang gurun?]
Namun, kemudian, dalam buku yang sama, Ellen White menulis:
[EGW:] Seringkali ketika berada dalam
situasi yang sulit dan kita ragu bahwa Roh Tuhan telah memimpin kita. Tetapi
pimpinan Rohlah yang membawa Yesus ke padang gurun untuk dicobai oleh Setan.
Ketika Allah membawa kita ke dalam pencobaan, Dia memiliki tujuan
yang ingin dicapai demi kebaikan kita.
Yesus tidak mengingkari janji-janji Allah dengan masuk ke dalam
pencobaan tanpa diminta, juga tidak menyerah pada keputusasaan ketika pencobaan
datang kepada-Nya. Kita juga tidak harus.—Ellen G. White, The Desire of Ages*
126.3-129.
6. Allah pasti membiarkan Ayub dicobai
oleh Iblis, dan Iblis sedang bekerja melalui ketiga sahabat Ayub! (Lihat Ayub Fsl
1&2 dan Ayub Fsl 42.)
7. Pohon pengetahuan tentang yang baik
dan yang jahat telah ditempatkan di Taman Eden, bukan untuk menjadi satu pencobaan
bagi Adam dan Hawa, tetapi untuk menjadi satu perlindungan bagi mereka dalam
konflik yang berkelanjutan antara Allah dan Setan dimana konflik itu kita sebut
sebagai kontroversi besar/the G.C atau
konflik kosmik. Pohon itu terutama bukan satu ujian ketaatan/a test of
obedience; itu ada di sana untuk melindungi mereka.
Setan telah dibatasi pada satu pohon itu. Jika tidak, Setan akan
mengikuti mereka ke mana pun mereka pergi di taman, muncul dari balik setiap
semak, bunga, atau pohon, mencoba menggoda mereka. Jika Setan bebas menggoda
mereka kapanpun dan dimanapun dia mau, bukankah dia akan pergi ke pohon
kehidupan? Lebih jauh lagi, Setan telah mengetahui bahwa orang tua pertama kita
telah diberitahu untuk tidak pergi ke pohon pengetahuan tentang yang baik dan
yang jahat.
Menurut Anda mengapa Allah menyuruh mereka untuk tidak pergi ke satu
pohon tertentu itu?/not to go to that one particular tree?.
“Setan tidak boleh mengikuti mereka dengan godaan terus-menerus; dia
hanya bisa mengaksesnya di pohon terlarang.
Jika mereka mencoba untuk menyelidiki sifatnya, mereka akan terkena tipu
muslihatnya. Mereka dinasihati untuk memberikan perhatian yang cermat pada
peringatan yang telah Allah kirimkan kepada mereka dan untuk puas dengan
instruksi yang Dia anggap pantas/fit untuk diberikan. Ellen G. White,
Patriarchs and Prophets* 53.3.
Minggu: KE TANAH PERJANJIAN MELALUI
JALAN BUNTU (To The Promised Land Via A Dead End)
8. Bagaimana Anda memahami pengalaman
ketika anak-anak Israel dituntun menuruni suatu jurang sempit dengan
gunung-gunung di kedua sisinya dan Laut Merah di depannya? Segera mereka
menoleh ke belakang dan melihat militer Mesir datang untuk menyerang mereka.
Mengapa Allah mengizinkan situasi seperti itu? Mengapa Dia membawa mereka ke
tepi air?/ke tempat di mana umat-Nya ketakutan? (di jalan yang kelihatannya
buntu),àtetapi di
situlah mereka harus pergi untuk melarikan diri dari kedaulatan Mesir dengan
secara Ajaib melewati Laut Merah.
Kemudian, Allah telah melepaskan/membebaskan mereka.
Keluaran 14 dengan jelas menjelaskan bahwa setelah
mukjizat membelah laut, “sehingga orang Mesir akan mengetahui bahwa Akulah
TUHAN.” (Keluaran 14:4, GNB* ).
Dan, akhirnya:
Kel.14:31 “Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa
besarnya perbuatan yang dilakukan Tuhan terhadap orang Mesir, maka takutlah
bangsa itu kepada Tuhan dan kepada Musa, hamba-Nya itu.”
9. Ketika kita berada dalam satu posisi
yang sulit, bagaimana kita dapat mengetahui dengan pasti jika Allah telah
menuntun kita ke sana?
Mengikuti “tiang/pillar” tidak menjamin kita untuk selalu bahagia.
Karena pelatihan dalam kebenaran membawa kita ke tempat-tempat yang menguji
hati kita, yang secara alami menipu (Yeremia
17:9). Jadi, selama masa
kesulitan—kunci untuk mengetahui kapan kita benar2 mengikuti Allah ialah:
adanya suatu keterbukaan terhadap petunjuk Allah dan penyerahan pikiran dan
hati kita yang terus menerus kepada pimpinan Allah.
10. Kita harus sangat berhati-hati mengenai/tentang
menipu diri sendiri! (about deceiving ourselves!).
Yeremia 17:9 “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada
segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?.”
Senin: AIR PAHIT (Bitter Waters).
11. Setelah pengalaman luar biasa
menyaksikan sepuluh tulah menimpa orang Mesir dan kemudian dituntun untuk
menyeberang di tanah kering melalui Laut Merah, secara luar biasa, orang Israel
masih belum siap untuk mempercayai Allah sepenuhnya yang memenuhi kebutuhan
mereka ketika masalah datang.
Keluaran 17:1 “Kemudian berangkatlah segenap Jemaah Israel dari padang
gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai
dengan titah Tuhan, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak
ada air untuk diminum bangsa itu.”
12. Tentunya, kita harus menyadari bahwa
air adalah kebutuhan; bukan sekedar suatu keinginan atau kerinduan.
Situasi berada di tempat di mana mereka membutuhkan air dan tidak ada
air yang tersedia diulangi kemudian setidaknya dua kali.
Keluaran 15:22-27; --- but the water there was so bitter that
they could not drink it. There
the LORD gave them laws to live by, and there he also tested them. 26He said,
“If you will obey me completely by doing what I consider right and by keeping
my commands, I will not punish you with any of the diseases that I brought on
the Egyptians. [What diseases were those?] I am the LORD, the one who heals
you.”
Kel.17:1-7.--- 7 The place was named Massah and Meribah, because
the Israelites complained and put the LORD to the test when they asked, “Is the
LORD with us or not?”―Good News Bible.
13. Pernahkah Anda tergoda untuk
bertanya apakah Allah menyertai Anda? Atau, kita? Sudahkah Anda menanyakan
pertanyaan itu secara pribadi? Bagaimana dengan menanyakan pertanyaan itu
mengenai gereja lokal Anda? Atau, bahkan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
secara keseluruhan?
14. Benarkah Allah tidak dapat dicobai/tempted
oleh kejahatan/evil? Apakah Dia sendiri tidak mencobai siapa pun?
Yakobus 1:13 “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab
apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan
yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”
16. Sementara Allah tidak mencobai kita,
Dia akan menguji kita.
Demikianlah apa yang dimaksud dengan cawan lebur. Allah sudah tahu
bagaimana kita akan melakukannya; namun, ada makhluk di alam semesta yang
memandang, yang perlu melihat bahwa Allah telah melakukan segalanya dengan
benar.
Dengan mengetahui apa yang kita lakukan tentang kontroversi besar, kita
yakin bahwa Allah telah menang.
Yesus menjawab pertanyaan dan tuduhan Setan melalui hidup dan
kematian-Nya; kita seharusnya tidak memiliki pertanyaan tentang itu.
Jadi, tidak peduli apa pun godaan kita bahkan jika itu bisa mengancam
jiwa,… kita tahu bahwa Allah memiliki rumah terakhir yang indah yang disiapkan
untuk kita; kita bisa hidup selamanya didalam lingkungan yang sempurna itu/in
that perfect environment.
Rabu: WARISAN ABADI (An Enduring
Legacy).
15. Jadi, mengapa Petrus menyarankan
agar Tuhan mengizinkan kita diuji?/tested.
1 Petrus 1:6-7 7…Their purpose is to prove that your faith is genuine.
16. Petrus telah menulis kepada sekelompok
orang yang tinggal di tempat yang sekarang disebut Turki barat. Gereja-gereja
itu relatif baru, dan jumlah orang Kristen sangat terbatas/minoritas. Pihak berwenang
menentang mereka. Perhatikan kata-kata yang meyakinkan yang ditambahkan Petrus.
1 Petrus 1:8-9 “Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu
mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak
melihat-Nya….karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan
jiwamu.”
Betapapun sulit/menyakitkan pencobaan kita, kita tidak boleh melupakan tujuan akhir--yaitu: Kehidupan kekal di langit yang baru dan bumi yang baru >>tanpa rasa sakit, penderitaan/kematian.
Ditengah pencobaan kita, mintalah Tuhan untuk membersihkan kita dari apa pun yang menghalangi iman kita.
17. Ketika kita berhenti dan
memikirkannya, bahkan jika kita harus kehilangan nyawa demi Kekristenan,
seberapa besar harga yang harus dibayar untuk kebahagiaan abadi? Janganlah kita
sampai kehilangan iman!
Pikirkan kisah penyaliban terakhir Yesus. Apakah Anda rela mati bahkan
seperti itu jika Anda tahu pasti bahwa dalam tiga hari Anda akan dibawa ke
surga?
Kamis: PENCOBAAN DENGAN API (Trial By
Fire)
18. Penuntun belajar Alkitab kita
menceritakan sebuah kisah tentang seorang pemuda (Alex)-- yang terlibat dalam
segala macam masalah termasuk narkoba, kekerasan, dan bahkan beberapa waktu di
penjara. Tapi, kemudian hidupnya berbalik; dan dia diterima di sebuah perguruan
tinggi Advent.
Pada awalnya, semuanya berjalan sangat baik. Kemudian, hal-hal tampaknya
mulai berantakan. Sumber uangnya mulai mengering, dan seorang teman dekat
menentangnya. Dia berulang kali jatuh sakit. Dia masih berjuang melawan godaan
lamanya. Dia melawan pencobaan berat/sengit/dahsyat dengan drugs, yang tersedia di masyarakat setempat.
Dia masih merasa yakin bahwa Tuhan telah membimbingnya ke sekolah itu.
Apa yang salah? Jika pemuda itu datang kepada Anda pada saat itu/pada saat dia hadapi krisis seperti itu, apa yang akan
Anda katakan kepadanya?
19. Pertama-tama, Anda harus mengatakan
bahwa Iblis tidak mudah menyerah. Mungkin, Anda bisa menggunakan beberapa ayat
berikut :
Amsal 3:11-12 “Musuh akan ada disekeliling negeri…
Yeremia 29:13 “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku…
Roma 8:28..2 Kor.12:9 “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru
dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna…
Ibrani 13:5 “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu
denga napa yang ada padamu….
20. Ketika kita tampak berada dalam
kegelapan, kita telah didorong oleh Ellen White untuk melihat kembali ke tempat
terakhir di mana kita melihat cahaya. Itu dapat membantu kita untuk melihat di
mana kita mungkin telah menyimpang dari jalan.
Hampir semua pengikut Tuhan pernah mengalami krisis--tergoda untuk meragukan pimpinan Tuhan. Yang penting dalam situasi seperti itu adalah: Berpegang teguh pada janji, menceritakan pimpinan Allah di masa lalu dan berdoa untuk iman dan ketekunan.
Pertanyaan bagi kita: Bagaimanakah agar kita tidak kalah melawan godaan untuk menyerah pada-Nya.
JUMAT:
(Ellen G.White):
“Tetapi pada zaman dahulu Tuhan memimpin
umat-Nya ke Rafidim, dan Dia mungkin memilih untuk memimpin kita ke sana juga,
untuk menguji kesetiaan kita. Dia tidak selalu membawa kita ke tempat yang
menyenangkan. Jika Dia melakukakannya,
dalam kecukupan kita, kita dapat melupakan bahwa Dia adalah penolong kita. Dia rindu untuk memanifestasikan diri-Nya
kepada kita, dan untuk mengungkapkan persediaan berlimpah yang kita miliki, dan
Dia mengizinkan pencobaan dan kekecewaan datang kepada kita sehingga kita dapat
menyadari ketidakberdayaan kita, dan belajar untuk meminta
pertolongan-Nya. Dia dapat menyebabkan
mata air yang sejuk mengalir dari batu karang yang keras. Kita tidak akan
pernah tahu, sampai kita berhadapan muka dengan Allah, ketika kita akan melihat
seperti yang kita lihat, dan mengetahui sebaimana kita ketahui, berapa banyak
beban yang telah Ia tanggung bagi kita, dan berapa banyak beban yang dengan
senang hati Ia tanggung, jika, dengan iman seperti anak kecil, kita telah
membawa pencobaan dan kekecewaan kepada-Nya”. Ellen G.White, “Rhepidim,”Advent
Review and Sabbath Herald, 7 April 1903.
Selasa: PERTENTANGAN BESAR DI PADANG
GURUN
(
The Great Controversy in The Desert)
21. Metode apa yang Allah telah gunakan
untuk mencoba memurnikan karakter dan iman Anda? Apakah Anda mengenal orang
lain yang telah kehilangan iman mereka karena pencobaan dan pencobaan?/from
being tempted and tried?. Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu mereka?
22. Pertumbuhan Kristen hanya terjadi
ketika kita mengalami kasih Allah yang tak bersyarat dan ketika kita
berkomitmen untuk mencintai-Nya kembali tanpa syarat.
Pada bulan Mei-Juni 2019, Paus Fransiskus memicu kontroversi dengan
secara resmi mendukung perubhan dalam Doa Bapa Kami. Gantinya “janganlah membawa kami ke dalam
pencobaan”(“lead us not into temptation),
versi Katolik Roma yang baru dari Doa Bapa Kami berbunyi “jangan
biarkan kami jatuh ke dalam pencobaan” (“do not let us fall into temptation.”).
Argumen utama paus adalah bahwa terjemahan “janganlah membawa kami ke
dalam pencobaan” tidak tepat dari sudut pandang teologis dan pastoral, karena
frasa ini mengidentifikasi Tuhan sebagai penggoda dan bukan setan. [Perhatikan
bahwa ini adalah perspektif manusia.].
Seorang ayah, kata Paus, tidak akan membawa putranya ke dalam pencobaan,
melainkan membantu putranya berdiri ketika dia jatuh.
Seorang mungkin sangat baik memaparkan upaya ini untuk membebaskan Tuhan
dari status penggoda. Tetapi mengubah
teks Doa Bapa kami tidak dapat dibenarkan.
Prinsip2 penafsiran Alkitab (Biblical Hermeneutic) dan sejarah teologi
mengajarkan kepada kita bahwa kita harus berusaha memahami teks dan
pesannya/pekabarannya, daripada mengubah teks Alkitab atau terjemahannya untuk
membantu memecahkan misterinya dengan cara yang menurut budaya atau orang
tertentu lebih tepat. Daripada mencoba
mengatur ulang/menafsir ulang ayat ini, kita perlu memahami maknanya.
Dalam Bahasa Yunani Perjanjian Baru, baik Matius 6:13 dan Lukas 11:4
menggunakan kata2 yang persis sama untuk menerjemahkan frasa “janganlah membawa
kami ke dalam pencobaan”. Kata kerja
“membawa” dalam Bahasa Yunani adalah bentuk subjungtif aorist aktif dari kata
kerja eisphero yang berarti “membawa ke dalam”, “membawa”, “memperkenalkan”.
Jadi, tidak ada kesalahan disini, tidak ada penafsiran ulang : Yesus
bermaksud mengatakan “Jangan membawa kami”, bukan “jangan biarkan kami
jatuh”. Dalam Matius 26:41, Yesus menggambarkan
pencobaan sebagai sesuatu yang dapat “dimasuki” (NKJV) atau “jatuh ke
dalam”(NIV).
Mereka yang mendukung perubahan kata2 dari
frasa ini—berfokus pada kata pencobaan, menyimpulkan bahwa Allah tidak dapat
mencobai kita karena Dia tidak dapat menjadi sumber pencobaan. Tetapi kata Yunani untuk “pencobaan” (peirasmos)
memiliki dua arti yang berbeda:
a.
“Pencobaan”
yang berhubungan dengan daya pikat/bujukan untuk berbuat dosa. Allah tidak
dapat memimpin kita kedalam pencobaan , karena Dia bukanlah si penggoda,
seperti dikatakan dalam Yakobus 1:13,14.
b.
Arti
percobaan yang berikut ialah: “eksperimen”, “uji coba”, “masa percobaan”, atau
“tes/ujian”. Dalam Galatia 4:14, penyakit Paulus adalah cobaan bagi jemaat
Galatia, dan dalam 1 Petrus 4:12 -Petrus menasihati orang Kristen agar tidak
heran dengan ujian/cobaan berat yang menimpa mereka.
23. Perhatikan
bagaimana Alkitab menggunakan ungkapan jatuh atau telah jatuh ke dalam
pencobaan.
(1 Tim.6:9; Yakobus 1:13-14; Gal.4:14; 1 Petr.4:12;
Yakobus 1:2, 12-15.)
Mungkin Yakobus memberikan penjelasan yang paling eksplisit tentang
proses pencobaan, terutama karena ia menggunakan dua arti pencobaan
bersama-sama dalam perikop yang sama. Dia menegaskan bahwa orang Kristen
menghadapi cobaan dengan sukacita dan ketekunan (Yakobus 1:2, 12) dan tidak
boleh mengatakan bahwa Allah mencobai mereka, karena Allah tidak mencobai siapa
pun (Yakobus 1:13). Sebaliknya, setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri,
karena ia diseret atau dipikat olehnya (Yakobus 1:14).
Jadi, dalam Perjanjian Baru, pencobaan berarti baik rayuan kepada dosa/godaan
untuk berbuat dosa dan masa percobaan. (Thus, in the New
Testament, temptation means both seduction to sin and probation.)―
Dengan demikian, usulan untuk mengubah kata-kata Doa Bapa Kami tidak
hanya: tidak dapat dibenarkan dan tidak alkitabiah, tetapi juga dangkal,
membuat konten teologis dan pastoral menjadi tidak bermutu. Revisi semacam itu
juga berbahaya karena alasan lain:--hal itu menetapkan awal yang bisa menjadi
contoh untuk mengubah Firman Tuhan karena dorongan manusia dan budaya. Mengubah
kata2 yang dimaksud dalam Doa Bapa Kami akan melibatkan perubahan banyak teks
dan konsep alkitabiah lainnya. Sangat
penting untuk membiarkan teks apa adanya dan berusaha untuk memahaminya,
daripada mengubahnya hanya karena tidak sesuai dengan teologi atau perhatian
praktis tertentu (practical concern).
25. Terkadang, Allah menggunakan
pengalaman yang menyusahkan untuk membawa seseorang pada kesadaran baru yang
menginspirasi.
Pada dekade ke tiga abad ke 18, George Fredrick Handel (1685-1759) dapat
menganggap dirinya sebagai composer ulung, karena telah menulis berbagai jenis
genre/gaya2 musik. Saat ia menulis sebagian besar musik nonreligius, banyak
orang di gereja Inggeris memandangnya sebagai komposer sekuler, yang
menyebabkan ketegangan dengan gereja.
Namun, Handel selalu haus akan Tuhan dan keselamatan. Pada April 1737,
ia menderita stroke atau penderitaan prikologis lainnya.
Meskipun dia pulih, dia segera mengalami krisis keuangan, hubungan dan
rohani. Dalam konflik dengan gereja, konflik dengan banyak orang di pengadilan
dan dengan musisi lain, Handel berpikir dia akan hancur.
Pada tanggal 8 April 1741, dia memberikan apa yang dia pikir sebagai
konser terakhirnya dan, pada usia 56, pensiun dari kehidupan publik. Tetapi Handel sedang mencari lagu baru!
Dia segera menemukannya. Seorang teman,
Charles Jennings, berbagi dengan Handel sebuah syair yang berfokus pada
kehidupan Kristus, yang berisi 3 bagian:
1. Nubuat tentang
kedatangan Mesias;
2. Kedatangan pertama
Mesias dan penderitaan-Nya; dan
3. Kemuliaan masa
depan dari kedatangan-Nya yang kedua, akhir dari dosa, dan pengakuan kekal
Mesias.
Handel menemukan kembali gambar Yesus yang
mulia sebagai Mesias dan Juruselamat dan memutuskan untuk mendedikasikan kepada_Nya
sebuah konser musik.
Undangan dari Dublin untuk Handel agar membuat sesuatu bagi konser amal
menjadi katalisator, dan, dengan demikian, lahirlah konser musik Mesias
terbesar sepanjang masa.
Handel begitu asyik dengan penulisan karya barunya sehingga ia menulis
ketiga bagian itu pada sekitar 260 halaman dalam 24 hari. Selama hari-hari itu,
Handel tidak meninggalkan apartemennya sama sekali, hampir tidak menyentuh
makanan yang disiapkan untuknya.
Kadang2, selama waktu menyusun, dia akan terisak atau menangis pada
teks-teks besar Alkitab yang dia masukkan atau pada kemuliaan yang dia lihat di
dalam Yesus sang Mesias. Ketika “lagu
baru”, Mesias, di presentasikan ke konser amal di Dublin, ia
mengumpulkan 400 pound, yang menghasilkan pembebasan 142 orang dari penjara
debitur /from debtor’s prison.
Tetapi itu juga membebaskan Handel dari cawan lebur rohani dan banyak
lagi, dan telah memberkati banyak orang di seluruh dunia sejak saat itu.
Handel meninggal pada pagi hari Jumat Agung, 14 April 1759, hanya 8 hari
setelah memimpin karya besarnya, Mesias, untuk terakhir kalinya, dan dimakamkan
di Westminster Abbey.
Sebuah monument kehormatan di Abbey menggambarkan dia memegang manuskrip
Mesias bagian ketiga, yang tertulis, “Aku tahu bahwa Penebusku hidup.”
(Mungkin jika bukan karena krisis mendalam yang dialami Handel, dunia
tidak akan pernah menikmati oratoria terhebat yang pernah ada. Kerendahan hati
Handel di hadapan Tuhan, pencariannya akan keselamatan Tuhan di tengah
kecemasannya, dan semangatnya yang tak kenal Lelah untuk maju melewati
kesulitan itulah yang membantunya bangkit kembali dan menyanyikan lagu baru.
26. Tidak setiap percobaan berjalan
dengan baik. Pikirkan kisah Yohanes Pembaptis. Menurut Anda bagaimana yang akan
Anda lakukan jika Anda berada di tempat Yohanes Pembaptis di penjara?
27. Pernahkah Anda merasa berada di
tempat di mana Anda sedang diuji atau diadili? Atau, bahkan tergoda di luar
kemampuan Anda untuk bertahan?
28. Pelajaran ini berfokus pada
tantangan2 yang bisa datang kepada kita sebagai orang2 Kristen. Kita tahu bahwa
tantangan2 yang lebih buruk akan datang di masa depan. Pikirkan untuk melewati
masa-masa sulit.
Namun, Allah memiliki rencana yang indah bagi kita; dan Dia sedang
mempersiapkan jiwa-jiwa yang berharga untuk mewarisi kerajaan surga. Apakah
kita akan berada di sana?
Komentar
Posting Komentar