Disajikan oleh: Pdt.H.M. Siagian.
AKIBAT KURANGNYA
KASIH SAYANG.
Sejak dari buaian sampai ke liang kubur kita
semua memerlukan seseorang untuk dicintai dan seseorang yang dapat mencintai
kita.
Memang untuk bertahan hidup, cinta itu
sangat diperlukan. Tanpa itu kita
dapat kehilangan keinginan untuk hidup, vitalitas mental dan fisik kita bisa
menurun serta daya tahan berkurang, dan akibatnya adalah mendatangkan penyakit
yang fatal. Apabila kita merasakan
cinta maka kita akan memancarkan keceriaan yang mempengaruhi kita baik secara
fisik, mental, sosial dan rohani.
Akibat kurangnya cinta , ribuan orang
melakukan tindakan bunuh diri setiap tahun.
Rumah sakit jiwa dipenuhi dengan para pasien yang tidak lagi mempedulikan
dirinya akibat kurangnya kasih sayang.
Di rumah-rumah jompo ribuan ayah dan ibu
lanjut usia terlantar tanpa cinta, dan setiap kali menitikkan air mata akibat
kurang kasih sayang.
Ketika cinta gagal maka pernikahan menjadi
puing-puing dan frustrasi akan melanda mereka yang terlibat maupun mereka yang
berada disekitarnya.
Menurut pengamatan Dante(sebagai Bapak Kesusastraan Italia abad pertengahan) :
“Cintalah yang membuat alam semesta ini berputar, dan bila kita gagal
menggunakan cinta ini dengan tepat maka
seluruh kehidupan akan menderita”. Sesungguhnya, kita semua mendambakan cinta
dalam jumlah yang sangat besar. Bahkan,
cinta adalah satu-satunya kekuatan yang paling penting yang memberi kita
kesejahteraan seutuhnya.
WANITA MEMILIKI
KAPASITAS UNTUK MEMBERI DAN MENERIMA CINTA.
Wanita memiliki kapasitas yang besar untuk
MEMBERI CINTA DAN MENERIMA CINTA.
Sebagai contoh: Kapasitas yang besar dari seorang wanita untuk mencintai
:
-
Muncul ketika dia mengambil jarum dan benang untuk
menambal sehelai kemeja anak atau suaminya yang sobek.
-
Di saat dia menyediakan makanan, cintanya bersatu
dengan makanan yang dimasaknya.
-
Tatkala dia bangun jam dua pagi untuk menyusui, dia
melakukannya dengan cinta.
-
Bilamana dia mengenakan pakaian pada bayinya, CINTA
lah yang mengatur semua gerakannya.
Kapasitas seorang wanita untuk mencintai
dapat mengilhami seorang pria sehingga dia bisa mengesampingkan kehidupan yang
jahat. Lambaian tangannya ketika
mengantar sang suami berangkat kerja di pagi hari dan sambutannya yang hangat
saat suami pulang di sore hari membuktikan cintanya itu. Apabila suami merasa lemah dan tanda-tanda
kelelahan muncul, cintanya membuat suaminya merasa
nyaman dan bersemangat. Ketika
kekecewaan melanda dan harapan serta impian suaminya hancur, dia dapat membantu
sang suami untuk membangun harapan-harapan baru.
Namun sebagai wanita/isteri, apakah Anda
benar-benar memiliki kapasitas cinta yang seperti ini kepada suami Anda?. Kalau belum tunjukkan hal itu sekarang juga
kepada pasangan Anda. Dunia membutuhkan sentuhan lembut, mesra dan
penuh kasih sayang dari seorang wanita.
KUNCI
HARGA DIRI SEORANG WANITA:
Kaum wanita bukan saja sanggup membagikan
kasih sayang yang besar jumlahnya, tetapi sebaliknya juga mampu untuk MENYERAP
CINTA. Lord Byron menulis dalam bukunya Don Juan: “Cinta laki-laki adalah bagian
lain dari hidupnya, tapi inilah keberadaan atau eksistensi seorang perempuan
seutuhnya” (I,194). Dan kunci kepada
gudang cintanya sendiri berada di tangan pria yang
menawarkan kebahagiaan pernikahan dan rasa aman dengan membalas kasih sayang
yang dalam itu.
Ketika seorang pria berpacaran dengan
seorang wanita, siang malam dia membanjiri pacarnya itu dengan ucapan/kata-kata
cinta dan selalu menunjukkan perilaku yang lembut. Tetapi begitu sudah menjadi isterinya,
seringkali pria itu tidak menyadari akan kebutuhan isterinya yang tinggi untuk
MERASA DICINTAI tiap-tiap hari SEPANJANG SISA HIDUPNYA.
Jadi jelaslah bagi kita bahwa UNGKAPAN CINTA
ROMANTIS setiap hari adalah penting bagi seorang wanita, karena itulah kunci
HARGA DIRINYA, KEPUASANNYA DALAM KEHIDUPAN PERNIKAHANNYA, SERTA REAKSI
SEKSUALNYA. Para pria perlu memahami keberadaan seorang
wanita. Kebutuhan seorang wanita
bukanlah rumah dikawasan elit kota atau perabotan mewah tetapi adalah KATA-KATA
PENUH KASIH SAYANG kepada dirinya yang disampaikan oleh suaminya. Perabotan mewah tidak membuat wanita bahagia,
tetapi yang membuatnya bahagia ialah MERASA
MENJADI SESEORANG YANG ISTIMEWA BAGI KEKASIHNYA/suaminya.
ROMANTISME
ADALAH SEBUAH KEHARUSAN:
Kenapa banyak pria yang tidak menyadari
kebutuhan wanita akan cinta yang romantis?.
Karena selama berabad-abad masyarakat terfokus pada pandangan bahwa kaum
wanita hanyalah untuk memenuhi kebutuhan seksual suami mereka. Romantisme mungkin sebagai bonus, tapi bukan
sebuah keharusan. Hubungan seperti ini
akan membuat wanita sangat frustrasi.
Dia rindu menjadi seorang yang istimewa bagi suaminya---yakni untuk
dihibur, dihargai, dihormati, dan dicintai.
Perlu
kita sadari mulai sekarang ini bahwa dikatakan: kebutuhan seorang wanita akan pemuasan emosionalnya itu
sama pentingnya dengan kepuasan seksual bagi seorang laki-laki. Sama tidak adilnya bagi seorang laki-laki
untuk mengabaikan kebutuhan istrinya akan cinta yang romantisme dengan
penolakan istri terhadap hasrat seksual suaminya. Hal ini menjelaskan kepada kita, mengapa
seorang ibu rumah tangga menghabiskan begitu banyak waktu memikirkan tentang
suaminya sepanjang hari. Mengapa satu
hari peringatan itu misalnya hari ulang tahun itu lebih penting bagi si istri
ketimbang bagi sang suami, dan mengapa dia merasa begitu frustrasi apabila
suaminya melupakan kebaikan-kebaikan seperti itu. Dan itulah sebabnya mengapa seorang wanita
terus “menghampiri” suaminya ketika pulang pada petang hari yang langsung asyik
di balik koran atau di depan TV.
KEBUTUHAN
RASA AMAN EMOSIANAL BAGI SEORANG WANITA.
Rasa aman secara emosi adalah tujuan utama
dalam hidup seorang wanita. Kesediaan
sang suami melakukannya menjadi ukuran dari cintanya dan penghargaannya. Terkadang seorang wanita berharap agar
suaminya mau mengerjakan apa yang dia sukai tanpa harus diminta lebih dahulu,
misalnya mengganti selang gas, dll.
karena hal itu dipandangnya sebagai bukti akan kadar cinta suami yang
lebih besar terhadap dirinya. Terkadang istri
akan menolak bahwa dia memang menginginkan sesuatu. Dan kalau sang suami hanya berpegang pada apa
yang diucapkan istrinya saja, maka istrinya akan merasa terganggu. Karena istri menganggap bahwa dirinya begitu
penting bagi suaminya sehingga suami seharusnya sudah mengerti kemauannya dan
memenuhi kemauan itu.
Sebagai contoh:
Kesalahpahaman mungkin sering terjadi di
kamar tidur sebagai akibat perilaku kewanitaan seperti itu. Suami memperlihatkan keinginan untuk
berhubungan intim, tapi istrinya MENJAUH.
Karena suaminya berusaha untuk menghargai istrinya maka dia langsung
berbalik punggung lalu tidur. Pada saat
seperti ini istri akan merasa SAKIT HATI DAN MARAH. MENGAPA?.
Dia beranggapan bahwa dirinya begitu menarik bagi suaminya sehingga
biarpun dia berpura-pura menolak, suaminya akan terus berusaha dan merayu.
Kalau suami tidak ngotot, istri akan berkesimpulan bahwa suaminya tidak lagi
mencintainya, maka RASA AMAN EMOSIANALNYA menjadi terancam.
Memang “Permainan” seperti itu kadang
menimbulkan kebingungan. Oleh karena itu
para wanita harus belajar bagaimana mengungkapkan kebutuhan mereka dengan cara
TERBUKA DAN JUJUR. Dan kaum pria harus
menyadari kebutuhan yang besar akan rasa aman di pihak wanita.
PENDEKATAN
KAUM PRIA UNTUK MENCINTAI.
Kaum pria memang adalah PECINTA juga dan
secara alami memang penuh kasih sayang , tetapi pendekatan mereka untuk
mencintai berbeda dari kaum wanita.
Adalah suatu kekeliruan yang besar kalau menganggap bahwa sikap kasih
sayang laki-laki itu hanya karena bertujuan seks. Cinta laki-laki, mungkin tidak secara
langsung terkait dengan perasaannya terhadap seorang wanita, tapi tetap saja
itu adalah nyata, hanya dia lebih sering bersikap PRAKTIS dan KURANG ROMANTIS
dalam menunjukkan cintanya.
Ketika seorang pemuda mencetuskan pernyataan
cintanya, dia mungkin akan membicarakan kepada calon isterinya tentang masa
depan keuangan mereka yang cerah yang dianggapnya sebagai bukti cintanya—sama
halnya seperti dengan ciuman-ciumannya.
Jadi dia buktikan bukan dengan ciuman-ciuman tetapi melalui pernyataan
masa depan keuangannya yang cukup baik.
Pendekatan-pendekatan lain bagi pria untuk
mencetuskan cintanya:
- Seorang ayah yang merangkak pelan-pelan kemudian
menggelitik tubuh anak perempuannya sambil tertawa, itu bisa menunjukan
cinta seorang ayah kepada anak perempuannya.
- Seorang suami memperlihatkan cintanya dengan
membelikan mesin cuci baru ,sepasang sepatu kecil untuk anaknya yang
masih kecil, atau gaun baru untuk istrinya.
- Laki-laki yang menabung uangnya merencanakan masa
depan untuk orang-orang yang dikasihinya. Bagi seorang wanita mungkin
menganggap hal ini sebagai keperluan tetapi bagi laki-laki, ini juga
adalah CINTA.
- Seorang suami pulang dengan uang gaji pada akhir
bulan dan menyerahkan seluruh pendapatannya demi kebutuhan keluarga.
- Ketika seorang pria membukakan pintu mobil untuk
istrinya, membantu dia masuk dan keluar kendaraan, lalu menggandeng
tangannya sambil berjalan. Ini
adalah bagian dari unsur cinta dari kaum pria.
Jadi, meskipun hanya sedikit laki-laki yang
sanggup untuk mengelus-elus kaki wanita, tetapi mereka menunjukkan cinta mereka
dengan cara-cara yang TENANG DAN RASIONAL. Cintalah yang mendorong seorang laki-laki untuk
bekerja, membuat rencana, berkorban, menabung, mengejar kemajuan, dan
berusaha. Adalah karena cinta maka dia
meninggalkan masa lajangnya dan menikah, menerima tanggungjawab menyediakan
kesejahteraan kepada istri dan anak-anaknya yang lahir kemudian, dan menanggalkan
hartanya yang paling berharga –yakni kebebasan.
Oleh karena itu para wanita harus
mengetahui bahwa tidak ada batasnya cinta yang dapat diterima seorang wanita
dari seorang pria bilamana si istri itu mau belajar membuka pintu kepada hati
suaminya, karena istri dapat menyediakan suasana emosi yang tepat bagi suaminya
agar dengan bebas dapat menunjukkan perasaannya dan berani membagi cintanya
juga kepada suaminya atau pasangannya.
CINTA SEJATI
Sudah kita tegaskan sebelumnya bahwa cumbu
rayu(romans) adalah komoditas yang diperlukan dalam pernikahan dewasa ini,
namun CINTA jauh lebih berarti ketimbang perasaan yang diungkapkan dalam
tindakan kasih sayang. Tetapi keduanya
itu adalah penting. Dr. Carl Menninger,
seorang psikiater besar, menyatakannya seperti ini: “Kita bukanlah jatuh cinta;
melainkan bertumbuh terhadap cinta.”
Cinta dalam pernikahan mematangkan kedua
pasangan itu untuk menerapkan asas cinta dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, CINTA SEJATI itu adalah
melampaui perasaan cinta dan menjadi suatu dasar atau asas yang harus
dipraktikkan. Kita tidak boleh hanya
berharap untuk diperlakukan dengan cinta dan perhatian, tetapi kita harus BERTINDAK
dengan cinta dan perhatian.
Memang saudaraku, mungkin sukar bagi kita
mengungkapkan cinta kita secara konsisten(terus menerus) setiap hari. Tidak banyak diantara kita yang merasa senang
untuk berlaku lembut, bijak, penuh perhatian, dan siap menolong setiap hari
dalam kehidupan kita. Oleh sebab
apa?. Oleh sebab perasaan kita mudah
berubah. Mungkin oleh makanan yang kita
makan, oleh karena cuaca, penyakit, reaksi dari pasangan kita ataupun sejumlah
faktor yang lain. Karena perasaan
itu tidak stabil maka orang yang menganggap bahwa cinta itu adalah suatu
perasaan akan membuat kasih sayang itu juga menjadi tidak stabil.
Memang perasaan adalah bagian dari
cinta. Cinta itu tidak akan menarik atau
menyenangkan jika kita tidak memiliki “perasaan itu”. Sesungguhnya penarikan pertama antara kedua
pribadi itu utamanya terletak pada perasaan, dan hubungan cinta akan sulit
terjadi kecuali timbul rasa cinta. Namun
demikian,..dalam pernikahan sebagian dari perasaan mula-mula dari cinta yang
masih muda itu menurun. Pada saat-saat seperti ini kita harus
menjalankan prinsip cinta yang diperagakan.
Dengan melaksanakan prinsip-prinsip cinta, maka cinta yang masih muda
itu dapat bertumbuh matang menjadi cinta yang lebih sejati yang akan
mempertautkan kedua hati dan hidup bersama-sama –untuk melawan perasaan-perasaan
yang negatif.
ASAS-ASAS CINTA
YANG SEJATI
Mari kita coba pelajari tentang 6(enam)
asas-asas cinta yang sejati.
1. Cinta
sejati meliputi sebuah komitmen. Komitmen adalah janji pada diri kita sendiri
yang tercermin dalam tindakan kita. Oleh
karena itu janji harus dipertahankan sampai akhir. Untuk berada dalam hubungan yang berkomitmen,
komitmen pertama yang harus kita lakukan adalah komitmen kepada diri sendiri,
jujur pada diri sendiri. Belajar untuk
mengasihi diri sendiri adalah kunci untuk menyembuhkan ketakutan akan
komitmen. Saat kita mengasihi diri
sendiri, kita akan di isi dengan cinta dan Anda akan memiliki lebih banyak
cinta untuk dibagikan kepada pasangan Anda.
Komitmen
merupakan sebuah kemantapan hati untuk melakukan sesuatu/hal yang sangat penting
dan urgent. Kepada
suami/istri, disanalah komitmen cinta kita berlabuh. Tidak ada tempat lain yang lebih aman dan
nyaman selain biduk rumah tangga yang dijalin bersama. Komitmen merupakan janji, malah lebih dekat
dengan sumpah. Komitmen melibatkan akal
dan perasaan, ketika keduanya menyatu dalam suatu ikatan pernikahan yang kudus.
Cinta akan berhasil kalau kita
memeliharanya dalam suatu komitmen seumur hidup. Ada sebuah sanjak komitmen dan cinta sebagai berikut: “Disaat
kamu ingin melepaskan seseorang, ingatlah pada saat kamu ingin
mendapatkannya. Disaat kamu
mulai tidak mencintainya, ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya. Disaat kamu mulai bosan dengannya, ingatlah
selalu saat terindah bersamanya. Disaat
kamu ingin menduakannya, bayangkan jika dia selalu setia. Disaat kamu ingin membohonginya,
ingatlah saat dia jujur padamu”.
2.Cinta
sejati tidak bersyarat. Sebuah cinta
yang mengandung syarat itu bukanlah sejati.
Cinta suami kepada istrinya bukan didasarkan jika sang istri membuat
rumah dalam keadaan bersih dan rapi sepanjang waktu. Atau sebaliknya sang istri baru mau memenuhi
kebutuhan seks suaminya bila suaminya itu melaksanakan kewajiban-kewajiban
sebelumnya atau memenuhi standar-standar perilaku tertentu. Pertunjukan yang sempurna dari cinta tanpa
syarat tidak konsisten dengan perilaku manusia.
Kelemahan-kelemahan emosional dan psikologis menghalangi kita untuk
samasekali bebas membagikan cinta tanpa syarat kepada orang lain. Namun cinta tanpa pamrih menyediakan sesuatu
yang ideal terhadap mana kita bisa berusaha.
3. Cinta
sejati berusaha memenuhi kebutuhan orang lain.
Disini
ada sebuah “ujian cinta “ : Seseorang harus bersikap lembut sekalipun
pasangannya telah berbuat sesuatu hal yang tidak bijaksana. Apabila kita dapat mengabdikan diri untuk
memenuhi kebutuhan orang lain meski kebutuhan kita sendiri terabaikan, berarti
kita sedang menunjukkan cinta sejati.
4. Cinta
sejati menyanggupkan kita untuk mencintai diri sendiri.
Alkitab menyuruh
kita untuk mencintai sesama seperti diri sendiri. Hal ini jelas : Apa pun yang kita ingin
lakukan demi orang lain harus juga kita lakukan kepada diri sendiri. Dalam hubungan pernikahan, ini berarti bahwa
kita berbuat demi pasangan kita apa yang juga kita perbuat untuk diri
sendiri. Namun harus kita ketahui bahwa
mencintai diri sendiri tidak harus berarti kesombongan ataupun tekebur. Sebaliknya itu perasaan aman berkat adanya
rasa kecukupan. Bilamana seseorang
memiliki harga diri seperti itu, maka dia menghargai martabatnya sendiri.
5. Cinta
yang sejati membiarkan orang lain menjadi dirinya sendiri.
Cinta tidak
ingin menang sendiri. Jadi, cinta yang
sejati itu mengakui keunikan pribadi di mana suami-istri memberi kebebasan
kepada pasangannya untuk menjadi dirinya sendiri. Tidak berusaha untuk menguasai ataupun
memanipulasi orang lain. Hal itu juga
berarti bahwa kita memelihara kebebasan pasangan kita untuk merenungkan
pemikirannya sendiri, menjaga perasaannya sendiri, dan membuat keputusannya
sendiri.
6. Cinta
sejati itu abadi. Cinta tidak pernah gagal. Agar tidak rapuh, maka diperlukan disiplin
diri untuk benar-benar mencintai seseorang.
Jangan pernah lupa definisi tentang pernikahan ialah: “komitmen
seutuhnya dari pribadi yang utuh demi kehidupan seutuhnya.” Kata kuncinya disini adalah komitmen,
yang pada gilirannya menghasilkan keabadian.
Jangan biarkan perasaan dan keadaan mengubah cinta Anda. Perasaan romantis bisa saja luntur, namun
cinta sejati diantara pasangan biarlah selalu
mengikat pasangan itu melalui masa-masa sulit. Rahasia untuk
mempraktikkan prinsip-prinsip sejati itu ialah tidak mementingkan diri.
Supaya dicintai haruslah mencintai. Tuhan berkata: “Berilah maka kepadamu juga
akan diberi,”, dan pengajaran ini berlaku juga dalam pernikahan. Jika Anda ingin memiliki hubungan yang saling
mencintai, mulailah lebih mencintai pasangan Anda. Gantinya menunggu sampai pasangan Anda yang
menunjukkan rasa sayang pada Anda, biarlah Anda yang memulainya. Cari tahulah apa yang diinginkan pasangan
Anda dan mulailah memenuhi hal itu sekarang!.
Semoga Tuhan Allah memberkati keluarga Anda!.
Komentar
Posting Komentar