BERJUANG DENGAN SEKUAT TENAGA (PASSD06T03-2022)
1. Mengapa beberapa orang tidak dapat
melewati masalah2 serius dalam hidup mereka bahkan bertahun-tahun kemudian, sementara
orang-orang lain dengan bantuan Allah dapat melupakannya?
2. Jadi, apa peran kemauan atau kuasa
kemauan kita dalam pertempuran melawan diri sendiri dan dosa?/with self and
sin? Dan bagaimana perasaan2 masuk ke dalam campuran itu?
3. Kita tahu bahwa Allah telah
memenangkan kontroversi besar. Itu tidak akan pernah berubah! Bagaimana kita
dapat memastikan bahwa kita tetap setia dan berada di sisi-Nya?
Minggu: ROH KEBENARAN (The Spirit of
Truth)
4. Dalam rencana keselamatan, kita harus
bekerja sama dengan Allah. Dalam kenyataan, Dia seharusnya menjadi Satu-satunya
yang bertanggung jawab! Seberapa sering kita berdoa dan membaca Alkitab,
namun hal-hal tampaknya tidak berubah?
(tetapi hidup kita tampaknya tetap sama, padahal Roh Kudus memiliki kuasa
tidak terbatas untuk mengubah kita)àMengapa?.
Alasannya: Karena Pilihan kita àMembatasi/melarang
apa yang Allah dapat lakukan.
*Kadangkala cawan lebur itu ada justru karena kita belum menurut/bertobat
dari dosa2 kita—jadi kita harus secara sadar memilih untuk membuka pintu
pertobatan dan penurutan agar kuasa Allah masuk dan mengubah kita.
Seberapa sering kita mencegah Roh Kudus
melakukan pekerjaan transformatif-Nya dalam hidup kita?
Yohanes 16:8-13: “Dan kalau Ia (Roh Kudus) datang, Ia akan
menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena
mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada
Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia
ini telah dihukum. Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi
sekarang kamu belum dapat menganggungnya.
V13--Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran,
Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan
berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya
itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang
akan datang.”
5. Bagaimana Roh mengungkapkan/to reveal
kebenaran tentang Allah? Bukankah
itu yang dimaksud dengan kontroversi besar?
Kontribusi terbesar Roh Kudus adalah memberi kita Alkitab dengan
mengilhami para nabi dan rasul untuk menulis dan kemudian melestarikan/to
preserve Alkitab. Jadi, jika kita ingin berhubungan dengan Roh Kudus, Alkitab
harus menjadi pendekatan kita yang pertama.
6. Seperti yang telah kita nyatakan
dalam pelajaran ini sebelumnya, Allah menolak untuk memaksa kebebasan kita/to
force our freedom. Dia tidak akan mengendalikan pilihan kita.
(He will not control our choices)
Jika Dia melakukannya, kita akan menjadi
robot daripada makhluk moral yang bebas/free moral beings.
7. Ingatlah bahwa Allah tidak menyangkal
atau mengubah pilihan atau keputusan Setan dan semua malaikat yang memberontak
tepat di hadirat-Nya di surga. Pikirkan semua cara yang Allah dapat/bisa
lakukan untuk mencegah pemberontakan di surga agar tidak berkembang.
Kemudian, kembali ke Taman Eden. Pikirkan semua cara Allah bisa mencegah
Hawa mengambil "apel" itu.
Martin Luther telah menyarankan bahwa jika Allah telah mencobai Adam,
dia seharusnya akan berkata "Tidak!" Namun, dalam setiap kasus, Allah
menjelaskan dengan sangat jelas apa konsekuensinya jika mereka, dan kita, tidak
menaatinya.
Tapi, manusia tidak patuh, dan kita terus tidak patuh
8. Kita harus secara sadar memilih sisi/pihak
Allah dalam setiap situasi tertentu. Dapatkah Anda memikirkan saat-saat
baru-baru ini dalam hidup Anda sendiri di mana telah terjadi pertempuran antara
kehendak Roh Kudus dan keinginan egois Anda sendiri?
Apa yang dapat kita lakukan untuk memastikan kita mendengar suara Allah
ketika Dia berbicara kepada kita?
Senin: KOMBINASI ILLAHI-MANUSIA
(The Divine-Human Combination).
9. Meskipun ini mungkin bukan hal yang
populer untuk dipikirkan, tidak ada hal penting yang dicapai tanpa usaha.
(Jika
kita ingin mencapai sesuatu yang berharga dalam hidup ini, dibutuhkan waktu dan
usaha).
Kolose1:28-29 “Dialah yang
kami beritakan, apabila tiap2 orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk
memimpin tiap2 orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. v29. “Itulah yang
kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang
bekerja dengan kuat di dalam aku.”
(Ayat hafalan).
Ibrani 12:4 “Dalam pergumulan kamu
melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah”.
(Paulus: Jadi upaya manusia juga
terlibat—Dalam Kol.1:29 ini, dalam hubungannya dengan Allah àdia sedang
berjuang—tetapi dengan kuasa Allah).
10. Kolose 1:29
menunjukkan bahwa Paulus bergumul bukan dengan kekuatannya sendiri tetapi dalam
kekuatan yang diberikan Allah kepadanya untuk mengalahkan/to overcome.
Pelayanan Paulus dilakukan dengan usaha dan disiplin pribadi yang besar, tetapi
dilakukan dengan kuasa Allah>>(Menyerah pada kehendak Allah)
11. Kita hidup
didalam satu dunia perangkat hemat tenaga kerja! Kita ingin dapat mencapai
lebih banyak dan lebih banyak dengan sedikit usaha! Apakah menurut Anda Iblis
ingin kita berpikir bahwa kita dapat dengan nyaman meluncur ke dalam kerajaan
surga?
Selasa: KEMAUAN
YANG TELAH DIDISIPLIN
(The Disciplined
Will)
12. Salah satu
musuh terbesar dari kemauan kita adalah perasaan kita sendiri.(Our own
feelings). Perasaan menjadi sangat
terlibat dalam pengambilan keputusan kita (in our decision making).
Sebagai contoh: Saat ini kita hidup dalam budaya yang dibombardir oleh gambar2,
musik yang dapat langsung menarik indra kita, memicu emosi kita—seperti
kemarahan, ketakutan atau nafsu—tanpa kita sadari. Sering kita memikirkan
hal-hal seperti misalnya: “Apakah yang ingin saya makan malam ini?”, “Apakah
yang ingin saya lakukan hari ini?”,”Apakah saya merasa senang membeli ini?”.
Allah merancang kita untuk memiliki
perasaan; (God designed us to have feelings) tetapi, mereka tidak boleh
menjadi pengaruh pengendali dalam hidup kita.
Memang, perasaan kita dapat membohongi kita
(Yer.17:9) dan dapat menciptakan gambaran yang salah tentang kenyataan,
menyebabkan kita membuat pilihan2 yang buruk, menjebak kita pada satu cawan
lebur buatan kita sendiri.
13. Kita bisa melihat beberapa contoh tempat dan waktu yang
dicatat dalam Alkitab ketika orang membuat pilihan yang sangat buruk
berdasarkan perasaan2 mereka saat itu.
(Orang membuat pilihan berdasarkan perasaan
dan bukan berdasarkan Firman Allah)
Kejadian 3:6 The woman saw
how beautiful the tree was and how good its fruit would be to eat, and she
thought how wonderful it would be to become wise. So she took some of the fruit
and ate it. Then she gave some to her husband, and he also ate it.
2 Samuel 11:2-4:
2
One day, late in the afternoon, David got up from his nap and went to the
palace roof.
Dalam 1 Petrus 1:13—Petrus mengerti bahwa
pikiran/mind adalah kemudi tubuh yang kita kendalikan. Bila kendali pikiran,
kita singkirkan, maka kita akan dikendalikan oleh perasaan2 apapun yang menerpa
kita.
Bayangkan kita sedang berjalan di sebuah
jalan yang sempir menuju rumah Gembala. Sepanjang jalan ada banyak jalan yang
menuntun pada arah2 yang berbeda. Beberapa dari jalan ini menuju ke tempat2
yang tidak ingin kita kunjungi. Yang lain terlihat menggoda; menarik
perasaan kita, emosi kita, keinginan kita. Namun, jika kita mengambil salah satu dari
antaranya, maka kita keluar dari jalan yang benar dan pergi ke jalan yang
mungkin sangat sulit untuk dilewati.
Pertanyaan: Keputusan2 penting apakah yang
anda sedang hadapi?. Bagaimanakah saya bisa tahu jika saya mendasarkan pilihan
saya pada perasaan, emosi, keinginan yang bertentangan dengan Firman Allah?.
Rabu: KOMITMEN
RADIKAL (Radical Commitment).
15. Alkitab
memiliki beberapa hal2 radikal untuk dikatakan tentang itu.
Matius 5:29-30: Yesus berkata: v29
“Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu,
karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada
tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
v.30. Dan jika tanganmu yang kanan
menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika
satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu binasa dari pada tubuhmu
dengan utuh masuk neraka.”
Tindakan radikal diperlukan karena kita dan
budaya kita/our culture telah menyimpang jauh dari rencana2 Allah bagi kita.
Banyak orang bertanya-tanya pada diri mereka sendiri: “Bagaimana saya
bisa pergi begitu jauh dari Allah?”
Jawabannya adalah selalu sama: just one
step at a time (hanya selangkah demi selangkah).
Bila kita baca Matius 5:29-30—Apakah kita
benar2 dipanggil untuk melukai diri kita sendiri?. Disini, Yesus berbicara
dalam konteks dosa seksual. Namun, prinsip2 yang mendasari berlaku untuk dosa
lainnya juga. Prinsip2 tersebut dapat
diterapkan pada pertumbuhan kita di dalam Kristus secara umum.
Yesus tidak memanggil kita untuk menyakiti
tubuh kita secara fisik. Tapi Dia memanggil kita untuk mengendalikan pikiran
dan tubuh kita, tidak peduli berapa harganya.
Jadi dalam hal ini, Tuhan memanggil kita
untuk membuat komitmen radikal untuk bisa melepaskan sesuatu yang mungkin tidak
ingin kita lakukan samasekali (bukan hanya berdoa saja, lalu Allah akan
segera menghapus kecenderungan berdosa dari kehidupan kita).
Semakin sering kita membuat pilihan yang
benar maka: kita semakin kuat dan semakin lemah kuasa pencobaan dalam hidup
kita. Terkadang Allah menggunakan cawan
lebur untuk menarik perhatian kita ketika ada begitu banyak gangguan bising.
17. Banyak dari
kita, mungkin telah dikendalikan oleh kebiasaan yang salah. Kita telah
mendengar banyak cerita tentang perokok dan pecandu alkohol yang secara ajaib
kehilangan seleranya
untuk kebiasaan.
Perubahan besar
yang signifikan membutuhkan perjuangan antara kita, dengan bantuan Roh Kudus,
dan Iblis. Apakah Allah terkadang mengizinkan pergumulan/tantangan seperti itu?
Apakah pergumulan ini terjadi agar kita
menyadari, sekali lagi, kebutuhan kita akan Dia?
Kamis: PERLUNYA
BERTEKUN (The Need To Persevere).
18. Kisah Yakub
adalah kisah yang luar biasa, termasuk menipu ayahnya dan menyebabkan murka
saudaranya dan melarikan diri ke Haran untuk hidup selama 20 tahun bersama
kerabatnya di mana selama waktu itu ia berakhir dengan dua istri dan dua selir
dan kemudian, akhirnya , didorong oleh Tuhan untuk kembali ke rumah. Selama
perjalanan kembali ke rumah, Yakub memiliki pengalaman luar biasa di mana dia
bertarung dengan penyerang yang tidak dikenal. Apakah dia pikir itu Esau? Atau,
salah satu prajurit Esau?
Kejadian 32:22-32: Ini adalah kisah
pergumulan Yakub dengan Allah. Kisah ini menyatakan, perlunya ketekunan,
meskipun ditengah keputusasaan yang besar.
Kita bisa mengetahui apa yang benar dan
melatih kemauan kita untuk melakukan yang benar, namun ketika kita berada
dibawah tekanan (under pressure), akan sangat sulit untuk tetap berpegang pada
Allah dan janji2-Nya. Kenapa? Karena kita lemah dan takut (weak & fearful).
Jadi, salah satu kekuatan orang Kristen
adalah ketekunan (Perseverance)—kemampuan terus maju meski ingin menyerah.
Salah satu contoh ketekunan terbesar dalam
Alkitab ialah Yakub. Bertahun-tahun
sebelumnya, Yakub telah menipu Esau dan Ayahnya untuk memberinya hak kesulungan
(Kejadian 27).
Sejak saat itu dia melarikan diri karena
takut akan keinginan Esau untuk membunuhnya (400 tentara terlatihnya). Dia masih
takut meskipun dia telah menerima janji2 indah tentang tuntunan dan berkat
Allah dalam mimpinya tentang tangga yang mencapai surga (Kejadian 28).
Saat dia melawan seseorang yang sebenarnya
adalah Yesus, pangkal paha Yakub terkilir.
Sejak saat itu, tidak mungkin untuk bertarung. Yakub bergantung pada
Yesus melalui rasa sakit yang tak tertahankan sampai dia menerima jaminan
berkat-Nya.
Jadi Yesus berkata kepadanya: “Biarkanlah
aku pergi, karena fajar telah menyingsing” (Kej.32:26).
Berkat Yakub datang karena dia bertahan
melalu rasa sakit.
Begitu pula dengan kita. Allah mungkin juga membuat”pangkal
paha” kita terkilir dan kemudian memanggil kita untuk berpegang erat pada-Nya
melalui rasa sakit kita.
Memang, Allah membiarkan bekas luka yang
menyakitkan itu terus berlanjut.
Yakub masih terpincang-pincang saat bertemu
saudaranya.
Untuk penampilan luar itu adalah satu kelemahan,
tetapi bagi Yakub itu adalah suatu indikasi kekuatannya.
19. Jadi, pilihan2 praktis apa yang dapat
kita buat dalam hidup kita untuk mendekatkan kita kepada Allah dan rencana-Nya
bagi hidup kita? Apakah kita perlu membuat perubahan dalam perkumpulan kita?
Gaya hidup kita? bahan bacaan kita? Apa yang kita tonton di TV atau Internet?
kebiasaan kesehatan kita? Atau, kehidupan rohani kita? Kita perlu meluangkan lebih
banyak waktu untuk belajar Alkitab, berdoa, dan bersaksi.
Setiap orang
seharusnya melakukan hal-hal itu sebagai persiapan untuk apa yang akan datang.
20. Apa yang
dapat kita lakukan tidak hanya untuk membantu diri kita sendiri tetapi juga
untuk membantu orang lain di sekitar kita yang mungkin bergumul dengan
situasi rohani mereka?
Mungkin, mereka sudah lama tidak ke gereja
atau sekolah Sabat. Bisakah kita menjangkau untuk membantu/menolong mereka?
21. Agar
berhasil mempertahankan hubungan kita dengan Allah, kita perlu memahami
prinsip-prinsip dasar dalam kontroversi besar, kebenaran tentang Allah,
tentang kejahatan, dan situasi kita dalam konteks yang lebih luas itu.
Apakah kita, dari hari ke hari, dengan sengaja memilih sisi/pihak Allah?
22. Apakah kita
memahami dengan jelas fakta bahwa Allah menolak untuk memaksakan kehendak kita?(to
force our will).
Dan, apakah kita mengerti mengapa itu penting?
Tanpa kebebasan, kasih tidak mungkin (without freedom, love is impossible).
Agar kita dapat mempertahankan hubungan yang
erat, yang bekerja, dan jangka panjang dengan Allah, diperlukan ketekunan
dan komitmen, bahkan komitmen radikal.
23. Pelajaran
ini difokuskan pada:
1. Peran
kebenaran dalam mengatasi cawan lebur
2. Peran
kehendak bebas kita dalam mengatasi cawan lebur
3. Peran
komitmen dan ketekunan dalam mengatasi
cawan lebur.
24. Banyak orang
Kristen telah tergoda untuk menerima apa yang kemudian disebut “kasih
karunia yang murah”/cheap grace, berpikir bahwa sekali mereka telah menyerahkan
diri mereka kepada Allah melalui baptisan bahwa mereka tidak dapat hilang.
Sebaliknya, Allah menyerukan/memanggil untuk
komitmen radikal.
Beberapa orang Kristen berpikir bahwa
Kekristenan identic dengan tidak adanya penderitaan dan masalah. Orang2 Kristen lainnya memang mengizinkan
sejumlah kesusahan. Tetapi berapa banyak orang Kristen yang secara radikal
berkomitmen kepada Tuhan, kepada panggilan-Nya untuk mengikuti Kristus, kepada
kerajaan-Nya dan misi-Nya dalam pertentangan besar antara Tuhan dan Iblis, baik
dan jahat?.
25. Apakah kita
siap untuk komitmen radikal kepada pihak Allah dalam kontroversi besar? Akankah
masa sulit membutuhkan komitmen radikal?
Komentar
Posting Komentar