BERJUANG DENGAN SEKUAT TENAGA (PASSD06T03-2022)

BERJUANG DENGAN SEKUAT TENAGA
(Struggling With All Energy)

 Ayat: “Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku”. (Kolose 1:29).

 

1. Mengapa beberapa orang tidak dapat melewati masalah2 serius dalam hidup mereka bahkan bertahun-tahun kemudian, sementara orang-orang lain dengan bantuan Allah dapat melupakannya?

2. Jadi, apa peran kemauan atau kuasa kemauan kita dalam pertempuran melawan diri sendiri dan dosa?/with self and sin? Dan bagaimana perasaan2 masuk ke dalam campuran itu?

3. Kita tahu bahwa Allah telah memenangkan kontroversi besar. Itu tidak akan pernah berubah! Bagaimana kita dapat memastikan bahwa kita tetap setia dan berada di sisi-Nya?

 

Minggu: ROH KEBENARAN (The Spirit of Truth)

4. Dalam rencana keselamatan, kita harus bekerja sama dengan Allah. Dalam kenyataan, Dia seharusnya menjadi Satu-satunya yang bertanggung jawab! Seberapa sering kita berdoa dan membaca Alkitab, namun hal-hal tampaknya tidak berubah?

   (tetapi hidup kita tampaknya tetap sama, padahal Roh Kudus memiliki kuasa tidak terbatas untuk mengubah kita)àMengapa?. Alasannya: Karena Pilihan kita àMembatasi/melarang apa yang Allah dapat lakukan.

  *Kadangkala cawan lebur itu ada justru karena kita belum menurut/bertobat dari dosa2 kita—jadi kita harus secara sadar memilih untuk membuka pintu pertobatan dan penurutan agar kuasa Allah masuk dan mengubah kita.

 Seberapa sering kita mencegah Roh Kudus melakukan pekerjaan transformatif-Nya dalam hidup kita?

   Yohanes 16:8-13: “Dan kalau Ia (Roh Kudus) datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menganggungnya.  

   V13--Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”

5. Bagaimana Roh mengungkapkan/to reveal kebenaran tentang Allah?   Bukankah itu yang dimaksud dengan kontroversi besar?    

   Kontribusi terbesar Roh Kudus adalah memberi kita Alkitab dengan mengilhami para nabi dan rasul untuk menulis dan kemudian melestarikan/to preserve Alkitab. Jadi, jika kita ingin berhubungan dengan Roh Kudus, Alkitab harus menjadi pendekatan kita yang pertama.

6. Seperti yang telah kita nyatakan dalam pelajaran ini sebelumnya, Allah menolak untuk memaksa kebebasan kita/to force our freedom. Dia tidak akan mengendalikan pilihan kita.

   (He will not control our choices)

 Jika Dia melakukannya, kita akan menjadi robot daripada makhluk moral yang bebas/free moral beings.

7. Ingatlah bahwa Allah tidak menyangkal atau mengubah pilihan atau keputusan Setan dan semua malaikat yang memberontak tepat di hadirat-Nya di surga. Pikirkan semua cara yang Allah dapat/bisa lakukan untuk mencegah pemberontakan di surga agar tidak berkembang.

  Kemudian, kembali ke Taman Eden. Pikirkan semua cara Allah bisa mencegah Hawa mengambil "apel" itu.

   Martin Luther telah menyarankan bahwa jika Allah telah mencobai Adam, dia seharusnya akan berkata "Tidak!" Namun, dalam setiap kasus, Allah menjelaskan dengan sangat jelas apa konsekuensinya jika mereka, dan kita, tidak menaatinya.

   Tapi, manusia tidak patuh, dan kita terus tidak patuh

8. Kita harus secara sadar memilih sisi/pihak Allah dalam setiap situasi tertentu. Dapatkah Anda memikirkan saat-saat baru-baru ini dalam hidup Anda sendiri di mana telah terjadi pertempuran antara kehendak Roh Kudus dan keinginan egois Anda sendiri?   

   Apa yang dapat kita lakukan untuk memastikan kita mendengar suara Allah ketika Dia berbicara kepada kita?

 

Senin: KOMBINASI ILLAHI-MANUSIA

(The Divine-Human Combination).

9. Meskipun ini mungkin bukan hal yang populer untuk dipikirkan, tidak ada hal penting yang dicapai tanpa usaha.

  (Jika kita ingin mencapai sesuatu yang berharga dalam hidup ini, dibutuhkan waktu dan usaha).

   Kolose1:28-29 “Dialah yang kami beritakan, apabila tiap2 orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap2 orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. v29. “Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.”

   (Ayat hafalan).

   Ibrani 12:4 “Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah”.

    (Paulus: Jadi upaya manusia juga terlibat—Dalam Kol.1:29 ini, dalam hubungannya dengan Allah àdia sedang berjuang—tetapi dengan kuasa Allah).

10. Kolose 1:29 menunjukkan bahwa Paulus bergumul bukan dengan kekuatannya sendiri tetapi dalam kekuatan yang diberikan Allah kepadanya untuk mengalahkan/to overcome.

   Pelayanan Paulus dilakukan dengan  usaha dan disiplin pribadi yang besar, tetapi dilakukan dengan kuasa Allah>>(Menyerah pada kehendak Allah)

11. Kita hidup didalam satu dunia perangkat hemat tenaga kerja! Kita ingin dapat mencapai lebih banyak dan lebih banyak dengan sedikit usaha! Apakah menurut Anda Iblis ingin kita berpikir bahwa kita dapat dengan nyaman meluncur ke dalam kerajaan surga?

 

Selasa: KEMAUAN YANG TELAH DIDISIPLIN

(The Disciplined Will)

12. Salah satu musuh terbesar dari kemauan kita adalah perasaan kita sendiri.(Our own feelings).  Perasaan menjadi sangat terlibat dalam pengambilan keputusan kita (in our decision making). Sebagai contoh: Saat ini kita hidup dalam budaya yang dibombardir oleh gambar2, musik yang dapat langsung menarik indra kita, memicu emosi kita—seperti kemarahan, ketakutan atau nafsu—tanpa kita sadari. Sering kita memikirkan hal-hal seperti misalnya: “Apakah yang ingin saya makan malam ini?”, “Apakah yang ingin saya lakukan hari ini?”,”Apakah saya merasa senang membeli ini?”.

   Allah merancang kita untuk memiliki perasaan; (God designed us to have feelings) tetapi, mereka tidak boleh menjadi pengaruh pengendali dalam hidup kita.

   Memang, perasaan kita dapat membohongi kita (Yer.17:9) dan dapat menciptakan gambaran yang salah tentang kenyataan, menyebabkan kita membuat pilihan2 yang buruk, menjebak kita pada satu cawan lebur buatan kita sendiri.

13. Kita bisa melihat  beberapa contoh tempat dan waktu yang dicatat dalam Alkitab ketika orang membuat pilihan yang sangat buruk berdasarkan perasaan2 mereka saat itu.

   (Orang membuat pilihan berdasarkan perasaan dan bukan berdasarkan Firman Allah)

  Kejadian 3:6 The woman saw how beautiful the tree was and how good its fruit would be to eat, and she thought how wonderful it would be to become wise. So she took some of the fruit and ate it. Then she gave some to her husband, and he also ate it.

2 Samuel 11:2-4: 2 One day, late in the afternoon, David got up from his nap and went to the palace roof.

  Dalam 1 Petrus 1:13—Petrus mengerti bahwa pikiran/mind adalah kemudi tubuh yang kita kendalikan. Bila kendali pikiran, kita singkirkan, maka kita akan dikendalikan oleh perasaan2 apapun yang menerpa kita.

  Bayangkan kita sedang berjalan di sebuah jalan yang sempir menuju rumah Gembala. Sepanjang jalan ada banyak jalan yang menuntun pada arah2 yang berbeda. Beberapa dari jalan ini menuju ke tempat2 yang tidak ingin kita kunjungi. Yang lain terlihat menggoda; menarik perasaan kita, emosi kita, keinginan kita.  Namun, jika kita mengambil salah satu dari antaranya, maka kita keluar dari jalan yang benar dan pergi ke jalan yang mungkin sangat sulit untuk dilewati.

   Pertanyaan: Keputusan2 penting apakah yang anda sedang hadapi?. Bagaimanakah saya bisa tahu jika saya mendasarkan pilihan saya pada perasaan, emosi, keinginan yang bertentangan dengan Firman Allah?.

 

Rabu: KOMITMEN RADIKAL (Radical Commitment).

15. Alkitab memiliki beberapa hal2 radikal untuk dikatakan tentang itu.

Matius 5:29-30: Yesus berkata: v29 “Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

  v.30. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.”

   Tindakan radikal diperlukan karena kita dan budaya kita/our culture telah menyimpang jauh dari rencana2 Allah bagi kita.

   Banyak orang bertanya-tanya  pada diri mereka sendiri: “Bagaimana saya bisa pergi begitu jauh dari Allah?”

   Jawabannya adalah selalu sama: just one step at a time (hanya selangkah demi selangkah).

   Bila kita baca Matius 5:29-30—Apakah kita benar2 dipanggil untuk melukai diri kita sendiri?. Disini, Yesus berbicara dalam konteks dosa seksual. Namun, prinsip2 yang mendasari berlaku untuk dosa lainnya juga.  Prinsip2 tersebut dapat diterapkan pada pertumbuhan kita di dalam Kristus secara umum.

   Yesus tidak memanggil kita untuk menyakiti tubuh kita secara fisik. Tapi Dia memanggil kita untuk mengendalikan pikiran dan tubuh kita, tidak peduli berapa harganya.

  Jadi dalam hal ini, Tuhan memanggil kita untuk membuat komitmen radikal untuk bisa melepaskan sesuatu yang mungkin tidak ingin kita lakukan samasekali (bukan hanya berdoa saja, lalu Allah akan segera menghapus kecenderungan berdosa dari kehidupan kita).

   Semakin sering kita membuat pilihan yang benar maka: kita semakin kuat dan semakin lemah kuasa pencobaan dalam hidup kita.  Terkadang Allah menggunakan cawan lebur untuk menarik perhatian kita ketika ada begitu banyak gangguan bising.

17. Banyak dari kita, mungkin telah dikendalikan oleh kebiasaan yang salah. Kita telah mendengar banyak cerita tentang perokok dan pecandu alkohol yang secara ajaib kehilangan seleranya

untuk kebiasaan.

Perubahan besar yang signifikan membutuhkan perjuangan antara kita, dengan bantuan Roh Kudus, dan Iblis. Apakah Allah terkadang mengizinkan pergumulan/tantangan seperti itu?  

   Apakah pergumulan ini terjadi agar kita menyadari, sekali lagi, kebutuhan kita akan Dia?

 

Kamis: PERLUNYA BERTEKUN (The Need To Persevere).

18. Kisah Yakub adalah kisah yang luar biasa, termasuk menipu ayahnya dan menyebabkan murka saudaranya dan melarikan diri ke Haran untuk hidup selama 20 tahun bersama kerabatnya di mana selama waktu itu ia berakhir dengan dua istri dan dua selir dan kemudian, akhirnya , didorong oleh Tuhan untuk kembali ke rumah. Selama perjalanan kembali ke rumah, Yakub memiliki pengalaman luar biasa di mana dia bertarung dengan penyerang yang tidak dikenal. Apakah dia pikir itu Esau? Atau, salah satu prajurit Esau?

   Kejadian 32:22-32: Ini adalah kisah pergumulan Yakub dengan Allah. Kisah ini menyatakan, perlunya ketekunan, meskipun ditengah keputusasaan yang besar.

   Kita bisa mengetahui apa yang benar dan melatih kemauan kita untuk melakukan yang benar, namun ketika kita berada dibawah tekanan (under pressure), akan sangat sulit untuk tetap berpegang pada Allah dan janji2-Nya. Kenapa? Karena kita lemah dan takut (weak & fearful).

   Jadi, salah satu kekuatan orang Kristen adalah ketekunan (Perseverance)—kemampuan terus maju meski ingin menyerah.

   Salah satu contoh ketekunan terbesar dalam Alkitab ialah Yakub.  Bertahun-tahun sebelumnya, Yakub telah menipu Esau dan Ayahnya untuk memberinya hak kesulungan (Kejadian 27).

   Sejak saat itu dia melarikan diri karena takut akan keinginan Esau untuk membunuhnya (400 tentara terlatihnya). Dia masih takut meskipun dia telah menerima janji2 indah tentang tuntunan dan berkat Allah dalam mimpinya tentang tangga yang mencapai surga (Kejadian 28).

   Saat dia melawan seseorang yang sebenarnya adalah Yesus, pangkal paha Yakub terkilir.  Sejak saat itu, tidak mungkin untuk bertarung. Yakub bergantung pada Yesus melalui rasa sakit yang tak tertahankan sampai dia menerima jaminan berkat-Nya.

   Jadi Yesus berkata kepadanya: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing” (Kej.32:26).

   Berkat Yakub datang karena dia bertahan melalu rasa sakit.

   Begitu pula dengan kita. Allah mungkin juga membuat”pangkal paha” kita terkilir dan kemudian memanggil kita untuk berpegang erat pada-Nya melalui rasa sakit kita.  

   Memang, Allah membiarkan bekas luka yang menyakitkan itu terus berlanjut.

   Yakub masih terpincang-pincang saat bertemu saudaranya.

   Untuk penampilan luar itu adalah satu kelemahan, tetapi bagi Yakub itu adalah suatu indikasi kekuatannya.

  19. Jadi, pilihan2 praktis apa yang dapat kita buat dalam hidup kita untuk mendekatkan kita kepada Allah dan rencana-Nya bagi hidup kita? Apakah kita perlu membuat perubahan dalam perkumpulan kita? Gaya hidup kita? bahan bacaan kita? Apa yang kita tonton di TV atau Internet? kebiasaan kesehatan kita? Atau, kehidupan rohani kita? Kita perlu meluangkan lebih banyak waktu untuk belajar Alkitab, berdoa, dan bersaksi.

Setiap orang seharusnya melakukan hal-hal itu sebagai persiapan untuk apa yang akan datang.

20. Apa yang dapat kita lakukan tidak hanya untuk membantu diri kita sendiri tetapi juga untuk membantu orang lain di sekitar kita yang mungkin bergumul dengan situasi rohani mereka?  

   Mungkin, mereka sudah lama tidak ke gereja atau sekolah Sabat. Bisakah kita menjangkau untuk membantu/menolong mereka?

21. Agar berhasil mempertahankan hubungan kita dengan Allah, kita perlu memahami prinsip-prinsip dasar dalam kontroversi besar, kebenaran tentang Allah, tentang kejahatan, dan situasi kita dalam konteks yang lebih luas itu. Apakah kita, dari hari ke hari, dengan sengaja memilih sisi/pihak Allah?

22. Apakah kita memahami dengan jelas fakta bahwa Allah menolak untuk memaksakan kehendak kita?(to force our will).  

   Dan, apakah kita mengerti mengapa itu penting? Tanpa kebebasan, kasih tidak mungkin (without freedom, love is impossible).

   Agar kita dapat mempertahankan hubungan yang erat, yang bekerja, dan jangka panjang dengan Allah, diperlukan ketekunan dan komitmen, bahkan komitmen radikal.

23. Pelajaran ini difokuskan pada:

1. Peran kebenaran dalam mengatasi cawan lebur

2. Peran kehendak bebas kita dalam mengatasi cawan lebur

3. Peran komitmen dan ketekunan dalam mengatasi

cawan lebur.

24. Banyak orang Kristen telah tergoda untuk menerima apa yang kemudian disebut “kasih karunia yang murah”/cheap grace, berpikir bahwa sekali mereka telah menyerahkan diri mereka kepada Allah melalui baptisan bahwa mereka tidak dapat hilang.

  Sebaliknya, Allah menyerukan/memanggil untuk komitmen radikal.

   Beberapa orang Kristen berpikir bahwa Kekristenan identic dengan tidak adanya penderitaan dan masalah.  Orang2 Kristen lainnya memang mengizinkan sejumlah kesusahan. Tetapi berapa banyak orang Kristen yang secara radikal berkomitmen kepada Tuhan, kepada panggilan-Nya untuk mengikuti Kristus, kepada kerajaan-Nya dan misi-Nya dalam pertentangan besar antara Tuhan dan Iblis, baik dan jahat?.

25. Apakah kita siap untuk komitmen radikal kepada pihak Allah dalam kontroversi besar? Akankah masa sulit membutuhkan komitmen radikal?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.