KESUCIAN MENGUNDANG BERKAT DALAM KELUARGA.


Disajikan oleh: Pdt.H.M. Siagian.

 Pendahuluan:

  Tidak ada satupun keluarga yang tak ingin diberkati.  Namun tidak semua keluarga menyadari bahwa untuk bisa diberkati, hidupnya harus suci, tidak bercacat cela.

   Memang harus diakui bahwa setiap keluarga mempunyai pergumulan tersendiri tetapi jangan biarkan pergumulan itu merampas kesucian batin kita, karena sekali kita tergelincir, kita akan kehilangan peluang BERKAT yang dijanjikan.

 Pembahasan :

  Pembahasan kita berjudul: KESUCIAN MENGUNDANG BERKAT DALAM KELUARGA.

  1. NUH ADALAH CONTOH SEORANG BAPA RUMAH TANGGA YANG SUCI.

Dia telah menjadi seorang penerima kemurahan Allah.  Apakah yang membuat?.  Karena ia memiliki suatu kehidupan yang selaras dengan kehendak Allah ( “A life that was in harmony with God’s will”—Bible Commentary Jld.1 hlm.252).

    Kita akan mempelajari 3 sifat dari Nuh antara lain:

   Kejadian 6:9 “Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah”.

i.   Ia seorang yang benar.         

  Ini bukan berarti tidak berdosa atau bernoda.  Yang dimaksud disini adalah uprightness, jujur, tulus.  Memiliki sifat yang baik dan jujur.  Untuk menghidupkan satu kehidupan teladan pada zaman Nuh adalah menuntut seorang manusia yang dapat berdiri tanpa rasa takut dan kokoh melawan bujukan dan penggodaan-penggodaan setan.  Dia adalah seorang yang mempunyai keyakinan yang kuat.

ii.            Ia tidak bercela(perfect) diantara orang-orang se-zamannya.

 Ini bukan berarti bahwa dia hidup dalam satu keadaan tidak berdosa.  Namun dia memiliki MORAL INTEGRITY/Integritas moral yaitu kejujuran moral.  Ini menunjuk kepada kesalehan hidupnya dan keteguhan atau kesetiaan agamanya ditengah-tengah racun ketidakadilan, a susila dan perbuatan salah dimana dia telah hidup.

  Berbeda dengan orang-orang se-zamannya, dimana banyak yang keturunannya atau anak cucu mereka yang bergaul dengan sembarangan, menikah dengan siapa saja sehingga terjadilah pernikahan antara orang-orang saleh dan orang tak ber-iman.

iii.           Ia bergaul dengan Allah(Walked with God).

  Inilah sifat ke tiga yang dimiliki oleh Nuh.  Kehidupan Nuh telah mirip atau menyerupai kesalehan leluhurnya yakni HENOKH(Kejadian 5:22,24), yang telah di ubahkan kepada kemuliaan kekal hanya 69 tahun sebelum kelahiran Nuh.

   Tetapi seperti anak-anak Allah yang lain, dia diselamatkan oleh iman didalam Allah(Ibrani 11:7), bukan oleh kekuatannya.

 IMANNYA DIBUKTIKAN DENGAN KETAATANNYA PADA PERINTAH ALLAH(Kejadian 6:22): “Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya”.  He had done everything God had asked him to do.  Dia telah melakukan semua yang diminta oleh Allah untuk dia lakukan.      Dia telah menunjukkan bahwa tidak ada keragu-raguan dalam menurut Allah.

   Pendidikannya, ditangan orang tua dan nenek yang berserah telah mempersiapkan Nuh untuk memiliki iman yang sempurna dalam Allah dan penurutan terhadap perintah-perintahNya.  Ayat pendek ini mencakup 120 tahun dari pelayanan yang setia.

   Beberapa dari mereka yang telah percaya terhadap pekabaran Nuh, seperti neneknya Metusalah, yang telah mati sebelum peristiwa yang menakutkan atau mengerikan itu terjadi. 

   Dia telah menghidupkan pekabaran yang dia khotbahkan.

   Mereka yang mengenal dia lebih baik adalah keluarganya yang tidak menolak pengaruhnya yang suci.  Anak-anaknya bukan hanya telah percaya apa yang dia telah khotbahkan tetapi secara aktif telah mengambil bagian dalam persiapan untuk peristiwa dahsyat yang telah diceritakan sebelum kelahiran mereka.

  Saudara-saudaraku,…pengalaman Nuh adalah merupakan sebuah teladan bagi orang-orang Kristen yang mengetahui bahwa mereka sedang hidup pada masa akhir dan mempersiapkan mereka sendiri untuk di ubahkan.  Pekerjaan missionary agung mereka dilakukan dalam rumah tangga.

  2.KESUCIAN NUH TELAH MENCIPTAKAN BERKAT TUHAN DALAM KELUARGANYA.

 Berkat pertama: Ia mendapat isteri yang baik (Kejadian 6:18)—Turut masuk ke dalam bahtera.

   Berkat kedua :  Ia mendapat anak-anak yang baik dan penurut yakni: Sem, Ham dan Yafet (Kejadian 6:10)—Mereka juga masuk ke dalam bahtera.

   Berkat ketiga  : Ia mendapat menantu yang baik (ayat 18).

   Berkat ke empat: Rahasia Allah diberikan kepadanya (Kejadian 6:13-14)-bangun bahtera. God announced His plan to Noah.  Here a communication was made directly to Noah.

    Berkat kelima: Ia mendapat umur panjang (Kejadian 7:6; 9:28-29).

·         600 tahun ketika air bah datang.

·         Nuh masih hidup 350 tahun sesudah air bah.  Jadi Nuh mencapai umur 950 tahun, lalu ia meninggal.

Kesimpulan:

   Jadi, saudara-saudaraku,…KESUCIAN MENGUNDANG BERKAT DALAM KELUARGA.

 1.    Nuh—seorang bapa rumah tangga yang suci.  Ia seorang yang benar, tidak bercela, bergaul dengan Allah dan imannya dibuktikan dengan ketaatannya pada perintah Allah.

2.    Kesucian Nuh telah menciptakan berkat Tuhan dalam keluarganya, dimana ia mendapat isteri yang baik, anak-anak yang baik, menantu yang baik dan rahasia Allah diberikan kepadanya.

   Setiap keluarga mempunyai pergumulan tersendiri, namun jangan biarkan pergumulan itu merampas KESUCIAN batin kita, karena sekali kita tergelincir maka kita akan kehilangan berkat yang dijanjikan.  Tuhan kiranya memberkati keluarga kita masing-masing.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.