PENGHARAPAN YANG TAK DAPAT DIHANCURKAN

 

PENGHARAPAN YANG TAK DAPAT DIHANCURKAN.

(Indestructible Hope)

1. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh percaya bahwa sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali, akan ada masa kesusahan yang belum pernah terjadi sejak dunia ini diciptakan. Itu terdengar menakutkan.

2. Apa pengharapan yang kita miliki ketika kita menghadapi krisis seperti itu? C. S. Lewis menulis tentang singa yang dibuat-buat. Ingin bertemu singa itu, seseorang bertanya apakah singa itu aman. Orang itu diberitahu bahwa dia tidak aman, "tapi dia baik/but he’s good)."

3. Apakah Anda memiliki suatu hubungan pribadi yang cukup dengan Allah sehingga Anda dapat mempercayai-Nya apa pun yang terjadi?

  Meskipun kita tidak selalu memahami Allah dan dia tampaknya melakukan hal-hal yang tidak terduga (unpredictable things), itu tidak berarti bahwa Allah menentang kita (against us).

   Ini berarti bahwa kita belum memiliki gambaran lengkapnya.

   Tetapi kita berjuang/struggle dengan ide bahwa agar kita memiliki damai, keyakinan, dan harapan, (peace, confidence and hope) Allah harus dapat dimengerti dan diprediksi. Dia perlu, dalam pemikiran kita, “aman”/safe. Karena itu, kita menyiapkan diri kita untuk kekececawaan.

  Note: Pemahaman kita tentang karakter Allah membantu kita mempertahankan pengharapan di dalam cawan lebur.

4. Masalah (yang kita hadapi dalam dunia ini bukanlah dimulai di bumi ini—tapi di sorga: Wahyu 12:7)  yang kita hadapi di dunia ini tidak hanya mempengaruhi kita tetapi juga semua makhluk lain, bahkan tumbuhan dan serangga; cepat atau lambat, kita semua akan mati.

   Roma 8:22 “Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.”

 

Minggu: GAMBARAN BESAR (The Big Picture).

5. Jadi, bagaimana seharusnya kita menanggapi ketika kita tahu hal-hal ini benar? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini telah diajukan oleh orang-orang percaya yang setia selama berabad-abad. Perhatikan kata-kata ini dari Habakuk.

   Habakuk 1:1-4 (Keluhan nabi karena ketidaksetiaan).

   Ayat 2: Berapa lama lagi, Tuhan, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan” tetapi tidak Kautolong?. 3.Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan,…? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi..hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan,…

   (Ketika kita terluka, sangat mudah untuk menganggap bahwa apa yang terjadi pada kita adalah satu-satunya hal yang penting.

   Tetapi ada gambaran yang sedikit lebih besar dari sekadar “aku”.

6. Meskipun kita tidak tahu persis kapan Habakuk lahir atau kapan dia meninggal, dari kata-katanya kita tahu bahwa dia hidup tidak lama sebelum Babel menyerbu Yehuda dan menaklukkan negara itu pada tiga kesempatan berbeda.

   Invasi-invasi tersebut dimulai pada 605 SM.

7. Jika seseorang mempercayai Allah untuk berada di sisinya dan merawatnya dengan baik dan jika seseorang memiliki keluhan seperti Habakuk, tidakkah Anda mengharapkan Allah datang untuk menyelamatkan Anda? Perhatikan apa yang telah terjadi.

  Habakuk 1:5-11 -ayat 6.”Sebab, ---Akulah yang membangkitkan orang Kasdim…dst.

8. Bangsa Babilonia adalah orang-orang yang suka berperang. Mereka membangun kerajaan di dunia; mereka menaklukkan negara-negara di setiap sudut dunia ini.

9. Sebelum kebangkitan Babel, kerajaan utara Israel telah ditaklukkan dan orang-orang tersebar di seluruh kerajaan Asyur pada 723/722 SM. Kerajaan selatan Yehuda tempat Habakuk tinggal telah bertahan selama 115 tahun lagi. Jadi, bagaimana Anda akan menanggapi? Lihatlah tanggapan Habakuk.

   Habakuk 1:12-17—ayat 13 Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia?.

   Anda mungkin berharap bahwa Allah akan mengatakan kepada Habakuk:  “Aku datang dan membantumu segera”. Tetapi jawaban Allah adalah sebaliknya. Dia memberitahu Habakuk bahwa itu akan menjadi lebih buruk.

   Israel telah ditawan oleh Asyur, tetapi Allah berjanji bahwa yang lebih buruk akan datang. Babilon sekarang akan membawa pergi orang2 Yehuda.  (Baca Hab.1:12-17 diatas) dan menunggu untuk melihat apa yang akan Allah katakan.

10. TUHAN memberi Habakuk tanggapan-Nya.

     Habakuk 2:1-4: ay.3.”Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu,

 Sebab itu sungguh2 akan datang dan tidak akan bertangguh.

 ay.4.Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.

11. Penting untuk diperhatikan bahwa Habakuk 2:4 dikutip beberapa kali oleh Paulus sebagai salah satu teks kunci untuk pemahamannya tentang rencana keselamatan.

12. Masalahnya adalah bahwa kita manusia sangat tidak sabar; kita ingin hal-hal/perkara2 terjadi sekarang.

   Habakuk 2 adalah janji Allah tentang kehancuran Babel.

   Dengan kepastian yang sama bahwa kehancuran Babel telah dijanjikan, maka kita juga memiliki kepastian kehancuran “Babel Besar” (Wahyu 18:2,NIV).

   Kejahatan besar ada disekitar kita, tetapi Alkitab menubuatkan bahwa yang lebih buruk akan datang.

   Kunci kelangsungan hidup Habakuk/to Habakuk’s survival adalah bahwa dia dibawa untuk melihat gambaran keseluruhan (the whole picture). Oleh karena itu, ia mampu memanjatkan doa pujian yang luar biasa karena apa yang akan Allah lakukan di masa depan.

13. Kebanyakan orang Kristen akan setuju bahwa Allah sedang mempersiapkan satu tempat bagi kita untuk hidup selamanya bersama Dia di surga. Tidak akan ada kematian, tidak ada tangisan, tidak ada penyakit, tidak ada dosa; itu akan menjadi lingkungan yang sempurna.

   Tapi, kita tidak ingin memikirkan apa yang terjadi antara sekarang dan nanti.

14. Jadi, mengapa kita perlu melewati masa-masa sulit di bumi ini untuk mempersiapkan kita hidup di lingkungan yang sempurna?

15. Kita mungkin dikelilingi oleh kejahatan sekarang; tapi, kita tidak tahu apa yang akan terjadi! Mungkinkah itu lebih buruk dari Holocaust? Perang dunia II? Atau, wabah/tulah hitam di Abad Pertengahan? Yesus sendiri membandingkan zaman kita dengan zaman Nuh! (Lukas 17:26-27) Apa artinya itu?

16. Kita perlu selalu mengingat konteks kontroversi besar dalam setiap situasi. Allah telah memenangkan kontroversi besar; tetapi, ini telah membuat Iblis marah, dan dia semakin bertekad untuk menunda kemenangan terakhir Allah karena dia tidak bisa menang pada akhirnya.

17. Lihatlah kesimpulan yang luar biasa dari buku Habakuk dalam doanya kepada Allah.

   Habakuk 3:16-19: ay.16…namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami. V17.Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang2 tidak menghasilkan bahan makanan,…v.18.namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan,…v.19.Allah Tuhanku itu kekuatanku; Ia membuat kakiku seperti kaki rusa,….

18. Bagaimana seseorang dapat menghindari kelaparan dalam satu situasi seperti itu? Ini menunjukkan bahwa Habakuk memiliki beberapa gagasan/ide tentang rencana keselamatan dan kontroversi besar bahkan di zamannya!

 Senin: SIAPAKAH BAPA KITA? (Who Our Father Is?)

19. Apa yang ada di pikiran Oswald Chamber ketika dia menulis yang berikut ini?

   “Allah tidak memberitahu Anda apa yang akan Dia lakukan; Dia mengungkapkan kepada Anda Siapa Dia”—My Utmost for His Highest, 2 Januari 1963.

20. Orang lain (selain Yesus yang telah memenangkan Kontroversi besar melalui kehidupan dan kematian-Nya)---yang hidupnya menggambarkan beberapa masalah/issues yang kita bicarakan dalam diskusi ini adalah Ayub.

   Kitab Ayub dimulai dengan tragedi pribadi yang besar bagi Ayub. Dia kehilangan segalanya, kecuali nyawanya dan isterinya. (Ayub 2).  Yang terjadi berikutnya ialah: pembahasan dari teman2nya, yang mencoba mencari tahu mengapa semua itu terjadi.  Sepanjang diskusi ini Allah tetap diam.

   Tiba2 dalam Ayub 38 Allah muncul dan berbicara: “Siapakah dia yang mengaburkan rencana-Ku dengan kata-kata tanpa pengetahuan?”(Ayub 38:2).  Allah mengajukan 60 pertanyaan yang mengejutkan kepada Ayub. (Baca dan telusuri Ayub 38 dan 39).  Setelah pertanyaan terakhir, Ayub menjawab: (Ayub 40:4,5).

  “Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu?. Mulutku ku tutup dengan tangan. Satu kali aku berbicara, tetapi tidak akan ku ulangi; bahkan dua kali,tetapi tidak akan kulanjutkan.”

   Allah tidak pernah menjawab satupun pertanyaan: “MENGAPA” dari teman2 Ayub. Tetapi Allah melukiskan gambaran kebesaran-Nya melalui karya penciptaan yang menakjubkan.

 

Selasa: HADIRAT BAPA KITA (Our Father’s Presence)

   Meskipun kita tidak dapat melihat Allah, Dia berjalan di samping kita setiap hari?

   Yesaya 41:13: “”Sebab Aku ini, Tuhan, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”

21. Ketika Allah tampak jauh, siapa yang pindah? Allah tidak berubah, dan Dia tidak bergerak; jadi, jika sepertinya Dia jauh, itu karena kita telah pindah.

22. Ada banyak bagian dalam Alkitab, yang menunjukkan bahwa kita tidak perlu takut dan bahwa kita perlu memiliki harapan.   

   Misalnya, lihat Yesaya 41:8-14.

23. Pada zaman Yesaya, bangsa Asyur menyerang dan menaklukkan kerajaan utara yang hanya beberapa mil jauhnya dari kampung Yesaya. Ada alasan untuk takut.

24. Pikirkan betapa berbedanya jika menyadari bahwa Allah tidak hanya mahakuasa, hidup beberapa tahun cahaya jauhnya, tetapi juga bahwa Dia berdiri di samping kita dan siap membantu!   

   Setiap kali Anda merasa ada tantangan atau masalah, cobalah untuk mengingat bahwa Allah telah memenangkan kontroversi besar dan bahwa Dia ingin memegang tangan Anda. Lihat apa perbedaan yang membuat.

 

Rabu: RENCANA BAPA KITA UNTUK KITA

(Our Father’s Plan For Us).

25. Yeremia hidup melalui ketiga invasi dan pengepungan Yehuda dan Yerusalem. Setelah semua pengepungan yang panjang, kekurangan makanan, dan terus-menerus hidup dalam ketakutan akan nyawa seseorang, Yeremia menulis:

   Yer.29:1-13 v.6 ..agar disana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang.v.10.”Sebab beginilah firman Tuhan: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.”

26. Tujuh puluh tahun mungkin terasa lama bagi kita; namun, kepada Allah, ini hanya sebentar. Tapi, janji Allah adalah bahwa suatu hari, tujuh puluh tahun penawanan akan berakhir.

27. Perhatikan detail dari janji-janji yang Tuhan buat kepada mereka:  SUMBER PENGHARAPAN MEREKA

(1) Allah mengatakan kepada mereka dalam Yeremia 29:4 bahwa Dialah yang bertanggung jawab untuk membawa mereka ke pembuangan dari Yerusalem ke Babel. Allah tidak meninggalkan mereka.

(2) Allah mengatakan kepada mereka bahwa sementara mereka akan berada di pembuangan Babilonia selama beberapa tahun, mereka tidak boleh putus asa; Allah masih bersama mereka.

(3) Akhirnya, Allah berkata bahwa setelah 70 tahun, Dia akan memberi mereka kesempatan untuk kembali ke tanah air mereka. Perhatikan bahwa Allah menjelaskan bahwa Dia bertanggung jawab atas masa lalu mereka, masa kini, dan bahkan masa depan mereka.

Kemudian, Dia memberi mereka janji besar ini: Yer.29:11-14.

   (Ucapkan nama Anda  setelah kata “kamu”—seolah-olah Allah membuat janji2 ini kepada Anda secara pribadi.)

  v.11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan2 apa yang ada pada-Ku mengenai Siagian, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

 v.12.”Dan apabila Siagian berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan Siagian; apabila Siagian mencari Aku, Siagian akan menemukan Aku; apabila Siagian menanyakan Aku dengan segenap hati, v.14. Aku akan memberi Siagian menemukan Aku, demikianlah firman Tuhan, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kucerai-beraikan, demikianlah firman Tuhan, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu.-

28. Apakah Anda sebagai orang Kristen Masehi Advent Hari Ketujuh percaya bahwa janji-janji yang diberikan kepada orang-orang Yahudi di zaman Yeremia dapat berlaku bagi kita di zaman kita? Coba baca Yeremia 29:11-14 dan letakkan nama Anda di setiap tempat setelah kata Anda.

 

Kamis: DISIPLIN BAPA KITA (Our Father’s Discipline)

29. Mari kita beralih ke Perjanjian Baru, kita melihat bahwa penulis kitab Ibrani, yang mungkin adalah Paulus, mengatakan bahwa kita membutuhkan disiplin yang kita lalui (that we go through).

   Ibrani 12:5-13. V.5 “janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; v.6.karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. V.7.Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?.v.11.Memang tiap2 ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.”

   Disini Paulus menjelaskan PENCOBAAN dalam konteks disiplin.

   Di dunia Yunani tempat Paulus menulis, kata-kata ini identik dengan kata pendidikan. Allah mendidik kita dengan memberikan contoh2 iman. Lihat Ibrani 11. Jika kita memiliki masalah dengan iman kita, atau dalam mempercayai Allah, kuncinya adalah mengarahkan pandangan kita kepada Yesus (Ibrani 12:2) yang merupakan Teladan yang hebat ketika masa-masa sulit.

   Kita perlu menjaga mata kita tetap tertuju pada Yesus, mengingat semua yang Dia alami. Dia datang dari surga secara sukarela untuk menjalani kehidupan yang Dia jalani dan mati dalam kematian Dia mati di bumi ini. Bukan hanya untuk membayar semacam hukuman atas dosa! Dia tahu bahwa setiap saat, Dia bisa saja meninggalkan kita dan kembali ke surga.

   Tapi, Dia tidak melakukannya.

   Keberanian macam apa yang seharusnya diberikan kepada kita?    

   Pernahkah kita begitu terganggu/troubled oleh hal-hal yang membuat kita hampir mati?

30. Perhatikan poin-poin penting yang dibuat dalam Ibrani 12:1-13:

(1) Tuhan adalah sumber disiplin kita.

(2) Tanggapan/respond kita harus bertahan dan belajar menghormati, tetapi tunduk pada pelatihan-Nya.

(3) Apakah tujuan dari disiplin-Nya? Ini untuk kebaikan kita sendiri; itu adalah hadiah penuh damai dari satu kehidupan yang benar.

33. Melihat kembali Ibrani 12:1-13, perhatikan daftar hal-hal yang diberikan sebagai contoh dan alasan untuk berharap:

(1) Teladan Yesus.

(2) Awan kesaksian  dalam Ibrani 11 (The cloud of witnesses in Hebrew 11).

(3) Yesus tidak menyerah karena salib.

(4) Yesus sekarang duduk di sebelah kanan Allah.

(5) Allah memiliki kata-kata yang membesarkan hati bagi kita.

(6) Penderitaan Anda menunjukkan bahwa Allah memperlakukan Anda sebagai anak-anak-Nya.

(7) Allah mendisiplinkan kita untuk kebaikan kita sendiri, sehingga kita dapat berbagi kekudusan-Nya, hadiah damai dari kehidupan yang benar.

(8) Kaki yang lumpuh tidak boleh cacat, melainkan disembuhkan.

31. Allah bermaksud agar kita melanjutkan pendidikan kita untuk selama-lamanya. Pikirkan sekolah yang dimiliki Adam dan Hawa di Taman Eden. Allah berencana untuk membangun kembali sekolah itu segera setelah Dia dapat mempersiapkan umat-Nya yang setia untuk memasuki kerajaan-Nya.

7. Beberapa pelajaran muncul dalam pelajaran kita saat ini:

(1) Allah memperluas cakrawala kita sehingga kita dapat menempatkan diri kita dan pengalaman kita dalam kerangka yang lebih besar dari rencana keselamatan dan kontroversi besar.

(2) Allah menampilkan diri-Nya kepada kita sebagai Pencipta dan Penebus, Dia yang mengasihi kita dan hadir bersama kita setiap saat.

(3) Allah menyatakan kepada kita rencana-Nya bersama kita dan bagi kita. Kita bukan elemen/unsur2 yang dapat dihabiskan dalam krisis.

32. Lihatlah janji-janji yang Yesus buat.

   Yohanes 10:10-15,28-29:10 “Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang agar kamu memiliki kehidupan—kehidupan dalam segala kepenuhannya.

11 “Aku adalah gembala yang baik, yang rela mati bagi domba-dombanya….

33. Paulus banyak menulis tentang iman, harapan, dan kasih. (1 Korintus 13:13)

 Ada banyak ayat lain yang berbicara tentang harapan; semua ayat itu melihat melampaui masalah kita saat ini ke negeri masa depan, kerajaan abadi kita.

   Ibrani 11:1: “Memiliki iman berarti yakin akan hal-hal yang kita harapkan, yakin akan hal-hal yang tidak dapat kita lihat.―Alkitab Kabar Baik.*

34. Pikirkan contoh orang beriman yang disebutkan dalam Ibrani 11:33-39. Paulus sangat menderita. Kita telah melihat beberapa bagian yang menggambarkan kesulitan-kesulitannya di awal kehidupannya.

   Tetapi, Paulus bermegah dalam penderitaannya karena dia percaya bahwa penderitaan menghasilkan ketekunan, ketekunan menghasilkan karakter, dan karakter menghasilkan harapan. (Roma 5:4) Harapan juga dibahas dalam Roma 12:12; 2 Korintus 4:9; Ibrani 12:5; dan Roma 8:20-27.

   Hope serves as the helmet in the armor of the Christian (1 Thess. 5:8). Harapan berfungsi sebagai ketopong dalam perlengkapan senjata Kristen (1 Tes.5:8).

35. Apakah Allah memberi kita alasan2 yang cukup untuk berharap? Mengingat semua amunisi dari Alkitab ini, apakah kita telah siap untuk berdiri teguh selama hari-hari terakhir dari sejarah dunia ini?

                                     A m i n.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MEMASUKI RUMAH BARU

LYRIC LAGU (2)

Keyakinan Menghadapi Tahun Baru.