SIKAP SALING MENGERTI DALAM KELUARGA.
Dalam membina rumah tangga suami-isteri harus mau saling mengerti. Kalau tidak mau kerapkali menimbulkan bentrokan didalam rumah tangga.
Ada tiga faktor dasar agar saling mengerti :
i. Suami isteri, hendaknya mempunyai iman yang sama.
ii. Suami isteri dianjurkan agar memiliki pendidikan yang sama. Hal ini akan membuat komunikasi lebih mudah dan lancar diantara mereka dan saling mengerti dapat terjalin dengan baik.
Contoh:
Seorang
pria adalah dokter sedang isteri hanya
tamat sekolah dasar. Karena perbedaan
pengetahuan ini maka cara berpikir mereka akan jauh berbeda juga.
Untuk mengimbangi suaminya, maka isteri perlu banyak membaca buku-buku rohani, ilmu pengetahuan dan majalah-majalah wanita serta bahan-bahan bacaan lainnya yang perlu bagi ibu rumah tangga. Hal ini membuat dia terbuka dalam pergaulan yang serasi.
iii. Sama-sama memiliki sifat rendah hati dan mau mengalah.
Tentu artinya disini bahwa dengan kepandaian, suami-isteri masing-masing harus memelihara dan membina rumah tangga. Dengan kepandaiannya, suami berusaha mencukupkan kebutuhan rumah tangganya. Dengan kepandaiannya juga, isteri mengatur rumah tangganya, yaitu:
- Pandai mengatur tata ruang dalam rumah.
- Pandai pelihara kebersihan dan ketertiban rumah.
- Pandai melakukan tatarias dalam ruangan dan kamar.
- Pandai menyusun perabot dan mengatur perkakas rumah, dan
- Pandai mengurus pertamanan dan halaman rumah (kalau ada).
Isteri mempunyai hikmat, kepandaian dan
pengertian untuk membina rumah tangganya. Mengerti bagaimana mengatur dan mengurus hal-hal yang berkenaan dengan :
- Keuangan bagi keperluan rumah tangganya.
- Pemeliharaan rumah yang bersih, sehat dan segar.
- Penyediaan makanan yang sehat sesuai dengan penghasilan suami.
- Kesukaan suami dan anak-anaknya.
- Membersihkan rumah dan kamar-kamar tidur.
- Menyediakan/mempersiapkan makanan atau sarapan pagi.
- Mengurus dan mempersiapkan anak-anak yang berangkat ke sekolah.
- Melayani dan mengurus suami yang akan berangkat ke pekerjaannya.
- Mengurus cucian pakaian dan bereskan dapur.
- Bekerja ke pasar dan menyediakan makanan siang.
- Mengurus makanan siang bagi anak-anak yang pulang dari sekolah.
- Menunggu dan menyambut kedatangan suami dari pekerjaannya.
- Mengatur dan memanfaatkan waktu pada siang hari dan sore hari bagi suami dan isteri serta anak-anak.
Apabila sikap saling mengerti ini
terdapat dalam rumah tangga maka akan terciptalah kerukunan, ketentraman dan
kebahagiaan dalam rumah tangga itu.
Semoga hal ini terjadi dalam rumah tangga kita masing-masing!
Komentar
Posting Komentar