HARAPAN PERJANJIAN LAMA.
( The Old Testament Hope)
PASSD 4, IV-2022.
v.17 “Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak.
Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,
v.19.Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang
sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah
menerimanya kembali.”
PENDAHULUAN:
>>(Dalam
pelajaran ini kita akan melihat bahwa Perjanjian Lama dengan jelas mendukung
gagasan bahwa, pada saat kematian, orang-orang tidur di dalam kubur dan,
kemudian, bangkit pada saat kebangkitan. Orang benar bangkit pada kedatangan
kedua; orang jahat bangkit pada kedatangan ketiga.)>>
Harapan Perjanjian Lama di dasarkan pada ajaran Alkitabiah tentang
kebangkitan terakhir orang mati (the final resurrection of the dead)—bukan pada
gagasan Yunani tentang adanya keabadian jiwa alami (the natural immortality of
the soul).
Disini ada beberapa pertanyaan:
1. Bagaimana mungkin
orang mati—di kremasi menjadi abu atau
telah dihancurkan dengan cara lain—dihidupkan kembali?.
2. Bagaimana
seseorang yang telah meninggal—mungkin sudah ribuan tahun/berabad-abad, bisa
identitasnya dikembalikan lagi?.
Pertanyaan2 ini menuntun kita untuk
merenungkan misteri kehidupan. Kita tahu
bahwa pada mulanya Allah menciptakan kehidupan dari yang tidak ada kehidupan-menjadi ada
melalui kuasa Firman-Nya (Kej.1; Mzm.33:6,9).
Jadi, jika Allah mampu menciptakan kehidupan di bumi pertama kali dari
ketiadaan/from nothing (Latin: ex-nihilo)—mengapa kita meragukan
kapasitas Allah untuk menciptakan kembali/to recreate kehidupan manusia dan
mengembalikan identitas aslinya?.(to restore).
Saat ini kita akan mempelajari gagasan
tentang kebangkitan terakhir/final ress. yang telah terungkap di zaman Perjanjian Lama, dari pernyataan:
Ayub, beberapa Pemazmur, dan Nabi Yesaya dan Daniel.
(Minggu): I.“AKU
AKAN MELIHAT ALLAH” (Ayb.19:26).
-I shall See God.
Kitab Ayub ditulis oleh Musa. Ayub
memainkan peran yang sangat penting dalam kontroversi besar.
Sangat sedikit di dunia kita yang penuh dosa
dan kematian ini yang adil.
(Hidup tidak adil).
Contohnya adalah kisah Ayub-- “tidak bercacat
dan jujur” serta “takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan” (Ayub 1:1).
Meski demikian, Allah telah mengizinkan Iblis untuk menindasnya dengan
beberapa cara yang membawa malapetaka.
Secara fisik, tubuhnya di rusak oleh penyakit yang
menyakitkan (painfull disease—Ayub 2:1-8).
Secara materi: ia kehilangan sebagian besar ternak dan harta bendanya
(Ayub 1:13-17).
Di dalam rumah tangganya, ia kehilangan hamba2nya dan bahkan anak2nya
sendiri (Ayub 1:16,18).
Dan secara emosional, dia dikelilingi oleh teman2 yang menuduhnya sebagai orang berdosa yang tidak mau bertobat, yang pantas menerima apa yang dia hadapi.(Ayub 4:1-5:27, Ayb.8:1-22, Ayb.11:1-20).
Bahkan istrinya sendiri
berkata, “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu?. Kutuklah Allahmu dan
matilah!” (Ayb.2:9).
Namun kesetiaannya yang tanpa syarat kepada Tuhan diungkapkan dengan
baik dalam kata2 sbb:
“Meskipun Dia membunuhku, namun aku akan percaya kepada-Nya” (Ayb.13:15).
Dengan keyakinan yg.kuat dia menyatakan bahwa meskipun dia akan
mati, Penebusnya suatu hari akan berdiri dan Ayub sendiri, akan melihat Tuhan
dalam tubuhnya sendiri (Ayb.19:25-27) Ini adalah
gambaran tentang Kebangkitan.
>> Ayub telah kehilangan segalanya: keluarganya, kesehatannya, kekayaannya, kepercayaan dari teman-temannya; namun, dia masih mempercayai Allah.
Ayub tidak memiliki Alkitab (belum ada
Alkitab yang ditulis), tidak memiliki seorang pendeta atau nabi untuk
membimbingnya, dan tidak memiliki kelas Sekolah Sabat atau kelompok gereja atau
kelompok diskusi untuk bertemu dan belajar. Satu-satunya kelompok diskusinya
adalah empat teman yang kita kenal yang semuanya salah! Bagaimana Ayub
mengembangkan iman dan kepercayaan kepada Allah yang dia miliki? Apakah Allah
bertemu dengannya dalam beberapa kesempatan seperti yang dia lakukan dengan
Musa? Bagaimana kita bisa belajar mempercayai Allah seperti itu?>>
Applikasi: Bgm kita bisa belajar untuk memercayai Tuhan bahkan di tengah
ketidakadilan hidup yang keras?.
(Senin) II. DARI KUASA KUBUR
(From The Power of Grave)Mzm.49:16
Mari kita beralih kepada Kitab Mazmur.
Mzm.49 -berbicara tentang kepercayaan palsu dari orang2
bodoh “mereka yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri dengan
banyaknya kekayaan mereka” (Mzm.49:7), Berisi: Ekspresi harapan yang
menyentuh tentang kebangkitan—berbeda dengan jaminan palsu dari orang bodoh yang
percaya pada kekayaannya.
-yang “menganggap ladang2 milik mereka”(Mzm.49:12)
-dan yang hidup hanya untuk memberkati diri mereka sendiri (Mzm.49:19).
-Mereka bertindak seolah-olah rumah dan kemuliaan mereka akan bertahan
selamanya.(Mzm.49:12,18)
JADI memahami hal ini: Maka Pemazmur begitu yakin akan kebangkitan
terakhirnya—(Mzm 49:15 “But God will ransom my soul from the power of Sheol,
for he will receive me. Selah.”(ESV). v.16. “Tetapi Allah akan membebaskan
nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku. Sela.”
>>(Ini adalah harapan Perjanjian Lama).
*Pernyataan ini tidak menunjukkan bahwa
pada saat kematiannya jiwa pemazmur akan langsung terbang ke surga.
Pemazmur hanya mengatakan bahwa dia tidak akan tinggal selamanya di
dalam kubur. Waktunya akan tiba ketika Tuhan akan menebus dia dari kematian dan
membawanya ke pengadilan surgawi.
Jadi, orang bijak akan menerima hadiah yang jauh lebih mulia dan abadi
daripada apa yang bisa dikumpulkan orang bodoh untuk dirinya sendiri selama
hidup yang singkat ini.
Applikasi: Kebodohan orang2 yang percaya pada kekayaan dan
pencapaian mereka sendiri. Jaga mata
Anda tetap pada salib—melindungi Anda dari jatuh kedalam kesalahan yang sama.
1 Timothy 6:7: What did we bring into the world? Nothing! What can we
take out of the world? Nothing!―Good News Bible.*
Perbedaan diantara orang bodoh dan orang
bijaksana:
· Orang bodoh binasa—meskipun berusaha menemukan kepastian dalam kepemilikan dan pencapaian sendiri yang sementara.
Orang bijak melihat dibalik kubur ada pahala mulia yang telah disediakan Allah untuknya (1 Ptr.1:4).
>>Tidak ada yang bisa kita lakukan atau katakan dalam hidup ini yang akan menyelamatkan kita untuk kehidupan yang akan datang.
Itu hanya melalui rencana keselamatan
yang dijamin oleh Yesus Kristus. Itulah satu-satunya harapan kita. Kekayaan
tidak bisa menyelamatkan kita; posisi atau ketenaran
tidak bisa menyelamatkan kita.
>>Segala
macam klaim dibuat oleh orang-orang yang disebut-sebut penting di muka bumi
ini. Beberapa akan mengklaim ketenaran; beberapa akan mengklaim kekayaan; orang
lain akan mengklaim kesehatan yang luar biasa; tetapi, semua itu tidak akan
menggantikan kehidupan kekal yang ditawarkan oleh Allah.
(Selasa) III.”DARI SAMUDERA RAYA BUMI”(Mzm.71:20)
(From the Depths of the Earth)
Dalam
Mazmur 71—pemazmur mencari keamanan dan harapan dari Tuhan sementara
dikelilingi oleh musuh dan penuduh palsu yang mengatakan bahwa Tuhan telah meningggalkannya
(Mzm.71:10,11).
Ditengah pergumulannya, pemazmur menemukan penghiburan dan
kepastian bagaimana Tuhan telah
memeliharanya di masa lalu.
>>Apapun
yang terjadi pada kita dalam hidup ini, Allah memiliki rencana yang mulia untuk
kita di masa depan jika kita mau memilih berada di sisi-Nya.<<
Mazmur 71:20: “Engkau, yang telah membuat aku mengalami
banyak kesusahan dan malapetaka, Engkau akan menghidupkan aku kembali, dan dari
samudera raya bumi Engkau akan menaikkan aku kembali.”
Daud telah menyadari bahwa Allah telah menjadi penyelamatnya, Dia yang peduli
padanya di setiap langkah dalam hidupnya sejak dalam kandungan ibunya sampai
kematian.
Ungkapan “dari samudera raya bumi”—"ini terutama merupakan
ucapan kiasan, tetapi juga mengisyaratkan kebangkitan fisik”.(Catatan
Andrews Study Bible ttg.Mzm.71:20).
Apapun situasi kita, Tuhan ada disana, Dia peduli, dan pada akhirnya
harapan kita tidak ditemukan di kehidupan ini/in this life, tetapi di kehidupan
yang akan datang—kehidupan kekal yang kita miliki di dalam Yesus setelah kita
dibangkitkan pada kedatangan-Nya.
Applikasi: Pernah mengalami saat2 keputusasaan yang mengerikan? Fokus
pada cara2 Tuhan menyertai anda masa lalu.
Ingat bagaimana Yesus mencapai kemenangan terakhir? Bersandar dengan
iman kepada Bapa-Nya.
(Rabu) IV. “MATI AKAN HIDUP”
(Your Dead Shall live).Yes.26:19.
Jadi,
apa yang Yesaya katakan kepada kita tentang masa depan? Kontras dengan apa yang dia
sarankan antara mereka yang akan binasa dan mereka yang menerima kehidupan
kekal?
Yesaya 26:14, 19-- v.14--Now they are dead and will not live again;
their ghosts will not rise, for you have punished them and destroyed them. No
one remembers them any more….
v.19. “Ya, Tuhan, orang2-Mu yang mati akan hidup pula, mayat2
mereka akan bangkit pula. Hai orang2 yang sudah dikubur di dalam tanah
bangkitlah dan bersorak-sorai!. Sebab embun Tuhan ialah embun terang, dan bumi
akan melahirkan arwah kembali.”
Yesaya 26-mengontraskan perbedaan nasib orang jahat dan orang benar.
Di satu sisi—orang jahat akan tetap mati, tanpa dihidupkan kembali, inilah:“kematian kedua” (Why.21:8). Mereka akan dimusnahkan
sepenuhnya, dan semua ingatan mereka akan binasa untuk selama-lamanya.(Yes.26:14)---Ini menggarisbawahi bahwa tidak ada
jiwa/roh yang tetap hidup setelah kematian.
Di sisi lain: Orang benar yang mati akan dibangkitkan dari kematian
untuk menerima upah mereka yang diberkati.
*Kebangkitan terakhir akan menyatukan semua orang benar dari segala
zaman, termasuk orang2 terkasih Anda yang sudah mati di dalam Kristus.
Yesaya 40:6-8 Hidup kita di dunia ini adalah singkat.
Applikasi: Bayangkan jika kita tidak memiliki pengharapan/jaminan apapun.àbahwa kematian adalah akhir segalanya bagi kita.
Seolah-olah kita tidak pernah ada dan hidup
kita tidak berarti apa-apa.? Nasib ini
tentu berbeda dengan harapan yang kita miliki.
(Kamis) V. YANG TELAH TIDUR DI DALAM DEBU TANAH
(Those Who Sleep in the Dust), Dan.12:2.
Perjanjian Baru juga banyak berbicara tentang kebangkitan orang mati.
Marta yang hidup pada zaman Yesus, sudah memiliki harapan ini. Marta tahu bahwa
saudara laki2nya/Lazarus akan dibangkitkan pada hari terakhir.(Yoh.11:24).
Bahkan pada saat itu, orang2 Yahudi memiliki pengetahuan tentang
kebangkitan di akhir zaman—meskipun tidak semua memercayainya :
Sementara orang Saduki menyangkal kebangkitan dari antara orang mati,
(Kisah Para Rasul 23:8).
Menurut Anda, mengapa orang Saduki mengambil posisi itu?
Apakah mereka tidak ingin berpikir bahwa mereka mungkin harus menghadapi
penghakiman Allah suatu hari nanti?
>>Orang Saduki tidak percaya pada kebangkitan,
malaikat dan roh. Mereka hanya berpegang
kepada ke lima buku Musa.
Buku PL yang lain lebih rendah.
Tidak terima adat istiadat lama bangsa Yahudi (Lebih liberal). Tidak percaya akan hal2 yang tidak dapat
diterangkan oleh pengetahuan manusia.>>
>>Seperti Yesaya, Daniel 12-- dengan jelas menulis
tentang kebangkitan baik orang yang benar maupun yang tidak benar (Kalau Ay.19:25-27,
Mzm.49:15, 71:20, Yes.26:19 –semuanya ttg.kebangkitan orang benar).
Ada kemungkinan bahwa ini mengacu pada kebangkitan umum yang kita ketahui yang akan terjadi pada kedatangan kedua dan kedatangan ketiga.
Mungkin
juga ini berbicara tentang kebangkitan khusus dari orang-orang tertentu,
beberapa yg setia dan beberapa orang jahat, yang akan bangkit tepat sebelum
kedatangan Kristus yang kedua kali.
Ketika Mikhael berdiri, “banyak dari antara orang2 yang telah tidur
di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian
untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal”(Daniel 12:2).
Banyak yang
melihat ayat ini berbicara tentang kebangkitan khusus dari orang2 tertentu,
baik yang setia maupun yang tidak setia, pada kedatangan Kristus kembali.
“Kuburan2 terbuka, dan “banyak dari antara orang2 yang telah
tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang
kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.”(Dan.12:2).
Semua yang telah mati di dalam iman kepada pekabaran malaikat yang ketiga, yang akan keluar dari kuburan dengan dimuliakan, akan mendengar perjanjian damai Allah dengan mereka yang telah memelihara hukum-Nya.
“Juga yang
telah menikam Dia” (Why.1:7), mereka yang mengejek dan mencemoohkan derita
kematian Kristus, dan penentang paling keras kebenaran-Nya dan umat-Nya, dibangkitkan
untuk memandang Dia dalam kemuliaan-Nya, dan memandang penghormatan yang
diberikan kepada mereka yang setia dan menurut.” Alfa dan Omega, jld.8,hlm.672.
Mengapa kita tidak memiliki kesaksian tentang orang-orang yang kuburnya
terbuka pada saat kematian Kristus (Matius 27:52-53) dan yang bangkit dan
memasuki Yerusalem setelah kebangkitan Kristus? Atau, sumber sekuler merekam
kehadiran mereka? Itu akan sangat membantu dalam pemahaman kita tentang
hubungan Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru.
5SDA-BC p.550 “Perlu dicatat bahwa sementara kuburan dibuka pada saat
kematian Kristus, orang-orang kudus yang dibangkitkan tidak bangkit sampai
setelah Yesus bangkit (Mat.27:53). Betapa pantasnya bahwa Kristus membawa
bersama-Nya dari kubur beberapa tawanan yang telah ditahan Setan di rumah
penjara kematian!. Para martir ini tampil bersama Yesus, diabadikan, dan
kemudian naik bersama-Nya ke Surga (lihat DA 786)>> Mts.27:52-53;
Mzm.68:18; Eph.4:8.
>>The graves were opened during the terrifying earthquake (v.51),
but the bodies did not arise until after Jesus’ resurrection (v.52).>>
Seorang Ateis : Bertrand Russel—mengejek
ttg.Kebangkitan:
“Apa yang terjadi pada mereka yang dimakan cannibal—karena tubuh mereka sekarang menjadi bagian dari kanibal, jadi siapa yang mendapat apa dari kebangkitan?.(Who gets what in the resurrection?). Dia tidak membutuhkan kita yang asli; apapun akan dilakukan. Dia bisa saja hanya berbicara maka quark dan lepton yang baru menjadi ada disana ( partikel yang membentuk atom).
Bagaimanapun
Dia melakukannya, Allah yang menciptakan alam semesta dapat menciptakan kita
kembali--
“Pemberi Kehidupan akan memanggil milik-Nya yang telah dibeli dalam
kebangkitan pertama, dan sampai saat kemenangan itu, ketika sangkakala terakhir
akan dibunyikan dan pasukan besar akan maju menuju kemenangan abadi, setiap
orang suci yang tertidur akan disimpan dalam keselamatan dan akan dijaga
sebagai permata yang berharga, yang dikenal oleh Tuhan dengan nama mereka. Dengan
kuasa Juruselamat yang berdiam di dalam mereka saat hidup dan karena mereka
mengambil bagian dalam sifat Ilahi, mereka dibangkitkan dari kematian.”
The SDA-BC,jld.4,hlm 1.143.
>>>Para
penulis Perjanjian Lama dengan jelas percaya akan kebangkitan.
Mereka mengira bahwa ini akan terjadi pada kedatangan Mesias yang pertama.
Seperti yang telah kita lihat, kata-kata Ayub yang mencoba menanggapi
tuduhan mengerikan dari apa yang disebut teman-temannya adalah salah satu
pernyataan yang paling kuat tentang kebangkitan dan kehidupan di masa depan
bersama Tuhan.
Ayub menyebut Allah sebagai Kerabat-Penebus, Pembela, Pembela, Pelindung—kata
Ibraninya dapat diterjemahkan secara beragam. (Job called God his
Kinsman-Redeemer, Defender, Vindicator, Protector—the Hebrew word can be
variously translated.)---Ayub 19:25-27.
("Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingku pun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu").
Perhatikan kata-kata pribadi dari pernyataan serius Ayub: milikku, aku, diriku, milikku.
Dia sangat percaya dalam hatinya bahwa dalam dagingnya dengan matanya sendiri dia akan melihat Tuhan meskipun dia akan mati, dan dagingnya akan dihancurkan.
Kepastian pribadi akan hari kebangkitan yang akan datang ini
tidak dapat diungkapkan dengan cara yang lebih baik dan lebih tegas. AMIN.
Komentar
Posting Komentar