Memahami Sifat Manusia (PASSD 3-IV, 2022)
UNDERSTANDING HUMAN NATURE
Ayat Hafalan: “Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu
tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu
menjadi makhluk yang hidup.” Kej.2:7.
The tension/ketegangan2 antara Firman Allah : “Kamu akan mati/You shall
die (Kej.2:16,17) dan janji palsu Iblis, “Sekali-kali kamu tidak akan
mati”(Kej.3:4) adalah tidak terbatas pada Taman Eden. Itu telah bergema
sepanjang sejarah.
Banyak orang mencoba mengharmoniskan kata2 setan dengan kata2
Allah.
Bagi mereka, amaran Allah, “Kamu akan mati”—hanya mengacu kepada tubuh
fisik yang fana, sedangkan janji, “Kamu pasti/tentu tidak akan mati!” adalah
kiasan untuk jiwa atau roh yang abadi.
Namun pendekatan ini tidak berhasil. Sebagai contoh: Bisakah kata2 Allah dan iblis yang kontradiktif
diselaraskan?.
Hanya dalam Alkitab kita dapat menemukan jawaban terhadap pertanyaan2
ini.
Pelajaran kita: Kita akan mempertimbangkan bagaimana PL mendefinisikan
sifat manusia dan kondisi makhluk manusia pada saat kematian.
*Pada hari ke 6—Allah menghidupkan hewan
darat dan sepasang manusia I (Kej.1:24-27)—persamaannya:
Kej.2:19 – Segala binatang buas dan segala
burung di udara, dari tanahà Kej.2:7 “membentuk manusia dari
debu tanah”.
*Formasi manusia
berbeda dari hewan dalam 2 hal utama:
1. Tuhan
membentuk manusia secara fisik, dan kemudian menghembuskan NH ke dalam
hidungnya, demikianlah manusia itu menjadi MH.”(Kej.2:7). Jadi dia adalah
kesatuan fisik/physical entity-- sebelum dia menjadi suatu makhluk hidup.
2. Allah
menciptakan manusia sebagai laki2 dan pr.menurut gambar dan rupa
Allah/Godhead(Kej.1:26,27).
Otak kita dapat
"berpikir" dan membuat pilihan moral!
(Our brains can
“think” and make moral choices!)
Beda dengan
binatang: --Sama-sama mati, dan kembali ke tanah. (Baca Pengkh 3:19-20).
Apakah hewan memiliki jiwa dan roh? Mereka
memiliki keberadaan dan nafas! Bisakah mereka berbuat dosa?
*Kej.2:7
-menjelaskan bahwa masuknya “NH” ke dalam tubuh fisik Adam telah
mengubahnya(transformed him) menjadi MH(Ibrani: Nephes Chayya/secara literal: jiwa
yang hidup.
(Ini berarti bhw
kita masing2 tidak memiliki jiwa yang dapat eksis terpisah dari tubuh. Lebih
tepatnya: Kita masing2 adalah makhluk/jiwa yang hidup.
Ide Kekafiran: Jiwa/soul
adalah wujud sadar (a conscious entity) yang dapat eksis secara terpisah dari
tubuh manusia.
àGagasan JIWA
TANPA TUBUH—keliru.
II.
“JIWA YG.BERBUAT DOSA2 AKAN MATI, Yeh.18:4,20.
(The Soul who
sins shall die).
Ayat-ayat ini memberi tahu kita dengan jelas
bahwa “jiwa yang berbuat dosa akan mati.” (Yehezkiel 18:4,20)
*Kehidupan
manusia di dunia yg.penuh dosa ini rapuh dan tidak kekal (fragile and
transitory/Yes.40:1-8.
Semua orang telah berbuat dosa (Roma 5:12).
Kematian adalah konsekwensi alami dari dosa, yang memengaruhi semua
kehidupan.
Mengenai hal ini ada 2 konsep Alkitab yang
penting:
1. Bahwa manusia
dan hewan sama-sama mati (Pengkh.3:19,20).
2. Kematian fisik
seseorang menyiratkan penghentian keberadaannya sebagai jiwa yang hidup
(nephes).
Implikasi dari Yeh.18:4,20 :
àKarena semua
manusia adalah orang berdosa, kita semua berada di bawah proses penuaan dan
kematian yang tak terhindarkan (Roma 3:9-18, 23).
àKonsep ini
meniadakan tentang kebakaan alami jiwa (natural immortality of the soul).
Komentar: Jika jiwa itu abadi dan hidup di alam lain setelah kematian,
maka kita tidak benar2 mati, bukan?.
Solusi untuk dilemma kematian ini:
*Bukanlah jiwa tanpa tubuh yang
bermigrasi ke surga atau api menyucian/purgatory, atau bahkan ke neraka.
Memang solusinya: Kebangkitan terakhir dari
mereka yang mati di dalam Kristus (Yoh.6:40).
III. “ROH KEMBALI
KPD.TUHAN”-Pengkh.12:7.
(The spirits
Returns to God)
*Memahami kondisi manusia dalam kematian!.
àAlkitab
mengajarkan bahwa makhluk manusia adalah JIWA.(Kejadian 2:7), dan jiwa tidak
ada lagi/ceases to exist ketika tubuh mati (Yeh.18:4,20).
Tetapi bagaimana dengan “ROH”?. Apakah roh tidak tetap sadar bahkan
setelah kematian tubuh?. Banyak orang Kristen percaya demikian.
Membenarkan pandangan mereka dengan: Pengkh.12:7 “Pada waktu itu debu
akan kembali menjadi tanah seperti semula, dan roh akan kembali kepada Allah
yang mengaruniakannya.”
(Tetapi pernyataan ini tidak menunjukkan bhw roh orang mati tetap sadar
di hadirat Tuhan).
Pengkhotbah 12:1-7 -menggambarkan proses penuaan yang berpuncak pada
kematian. Ayat 7 mengacu pada kematian sebagai
kebalikan proses penciptaan yang disebutkan dalam Kej.2:7 (DT+NH =
MH). Jadi Pengkh 12:7 memberitahu kita
bahwa “debu akan kembali menjadi tanah seperti semula, dan roh akan kembali
kepada Allah yang mengaruniakannya”.
Jadi, NH yang yang Tuhan embuskan ke dalam lubang hidung Adam/ kpd.semua
manusia lainnyaàkembali kepada Tuhan (dengan
perkataan lain: berhenti mengalir ke dalam dan melalui mereka).
Jika roh dari semua orang yang mati bertahan sebagai wujud yang sadar di
hadapan Allah, lalu apakah roh2 orang jahat bersama-sama dengan Allah?. Karena proses kematian yang sama terjadi pada
manusia dan hewan (Pengkh 3:19,20), kematian tidak lain adalah berhentinya
keberadaan sebagai makhluk hidup.
--Baca Mazmur 104:29.
Tetapi, Tuhan memiliki jawaban terakhir untuk dosa dan kematian; Dia
akhirnya akan melenyapkan dosa dan kematian.
1
Korintus 15:26: Musuh terakhir yang harus dikalahkan adalah kematian. GNB.
IV. “ORANG MATI
TIDAK TAU APA-APA,Pengkh.9:5.
(The dead know
nothing).
Jadi,
apa yang Alkitab katakan tentang kesadaran dan aktivitas orang mati?
Maz.115:17 -The Lord is not praised by the dead.
Maz.146:4 -When they die, they
return to the dust.
Pengkh.9:5,10 – The dead know nothing.
*Ajaran Alkitab menegaskan: Bahwa orang
mati tidak sadar (Unconscious).
I. Tidak ada neraka yang kekal menyala-nyala
atau Purgatory sementara yang menunggu mereka yang mati tanpa diselamatkan
(waiting for those who die unsaved).
II. Ada upah yang luar biasa menunggu
mereka yang mati di dalam Kristus. Bagi
orang Kristen, kematian hanyalah tidur sajaà a moment of
silence and darkness/suatu saat ketenangan dan kegelapan. (Apakah dikuburan
1500 tahun atau 5 bulan, semuanya sama bagi mereka.
àJadi, harus
jelas bahwa ketika seseorang meninggal, pikirannya hilang. Pikiran
berikutnya yang akan dimiliki orang mati akan berada pada titik kebangkitan.
Orang benar akan dibangkitkan pada kedatangan kedua dan orang fasik pada
kedatangan ketiga.
Mereka akan sama sekali tidak menyadari apa pun yang telah terjadi
antara saat kematian mereka dan saat kebangkitan mereka. Waktu akan berlalu
seolah-olah dalam sekejap.
(the time will pass as if in the twinkling of a moment)
Salah satu contoh paling jelas tentang
kematian sebagai semacam tidur adalah kisah kebangkitan Lazarus seperti yang
tercatat dalam Yohanes 11:11-15 di mana Yesus berkata, “Lazarus tidur.”
Keabadian Jiwa Berasal dari Kekafiran:
Kepercayaan
pada keabadian jiwa diambil dari filososi Yunani.
Pythagoras (sezaman yang lebih muda dari Daniel)—mendasarkan ajaran
agamanya pada prinsip metempsychosis.
Metempsychosis –berpendapat bahwa jiwa tidak pernah mati tetapi,
sebaliknya, ditakdirkan untuk siklus kelahiran kembali sampai mampu membebaskan
dirinya dari siklus ini melalui kemurnian hidupnya. Phytagoras percaya pada transmigrasi/reinkarnasi
jiwa berulang kali ke dalam tubuh manusia, hewan atau sayuran hingga menjadi abadi
(immortal).
(Resting With The Forefathers).
Alkitab menggunakan beberapa ungkapan
yang menarik untuk menggambarkan apa yang terjadi pada orang-orang ketika
mereka mati. Perhatikan perikop2 ini:
Kej.25:8 -Abraham meninggal 175, dikumpulkan kepada leluhurnya di gua
Makhpela,pdg.Efron,Timur Mamre.
2 Sam.7:12-mendapat perhentian Bersama-sama dengan nenek moyangmu. 1
Raja2 2:10 – Daud di kota Daud. 1 Raja2 22:40 – Ahab juga.
Fakta apakah yang diajarkan oleh fakta bahwa baik raja yang baik maupun
yang jahat pergi ke tempat yang sama pada saat kematian kepada kita tentang
sifat kematian? (2 Raja 24:6àJehoiakim; 2 Tawarikh 32:33-Hizkia).
àKita dapat mengidentifikasi setidaknya 3
aspek/gagasan yang berarti dari istirahat dengan para leluhur:
1. Cepat atau lambat,
saatnya akan tiba ketika kita perlu beristirahat dari kerja keras dan
penderitaan kita sendiri yang melelahkan.(from our own tiring labors and
sufferings.)
2. Bahwa kita bukan
yang pertama dan satu2nya yang mengikuti jejak yang tidak di inginkan itu,
karena nenek moyang kita sudah mendahului kita.
3. Dengan dikubur
dekat dengan mereka, kita tdk.sendirian tetapi tetap Bersama bahkan selama
kematian yang tidak disadari itu.
·
Mereka
yang mati di dalam Kristus dapat dikuburkan dekat dengan orang yang mereka
kasihi, tetapi meskipun demikian tidak ada komunikasi diantara mereka. Mereka akan tetap tidak sadar sampai hari
yang mulia itu ketika mereka akan dibangunkan dari tidur nyenyak mereka untuk bergabung
kembali dengan orang2 yang mereka kasihi yang mati di dalam Kristus.
*Komentar: Kalau tidur –menghibur bagi yang
hidup.??
Jumat:
-Bayangkan bagi orang matiàsemua fungsi otak
telah berhenti totalàbukan seperti orang yang dibius
total. Bagi kita yang masih hidup,
kematian seolah berlangsung lama—bagai orang mati: sesaat.
Alfa & Omega,jld.8 hlm.567: “Jika benar
bahwa jiwa semua orang langsung pergi ke sorga pada saat meninggal, maka lebih
baiklah kita mati daripada hidupàbanyak orang
dengan kepercayaan ini bunuh diri (mengakhiri hidup mereka).
Tidak ada ajaran Alkitab: Bahwa orang2 benar menerima upah mereka atau
orang2 jahat menerima hukuman mereka pada waktu meninggal.
Alkitab mengajarkan bahwa orang mati tidak langsung pergi ke sorga.
Mereka digambarkan sebagai sedang tidur sampai hari kebangkitan.
àDalam pelajaran
ini kita telah melihat dengan jelas bahwa Allah adalah satu-satunya Sumber
kehidupan.
Dia membuat kita tetap hidup bahkan dalam keadaan berdosa kita dengan
memberi kita kuasa pemberian hidup yang hanya dimiliki oleh-Nya.
Ketika seseorang meninggal, kuasa pemberian kehidupan itu berhenti
mengalir ke dalam tubuh mereka; mereka tidak ada lagi.
Mereka tidak memiliki pikiran, perasaan, mereka tidak membuat rencana
sampai hari kebangkitan mereka, baik pada kedatangan kedua atau ketiga.
Satu-satunya harapan kita untuk masa depan adalah untuk mengklaim tempat
di antara umat Allah yang setia sehingga kita dapat berbagi dalam kehidupan
abadi-Nya. Amin.
Komentar
Posting Komentar