DIA MATI UNTUK KITA
DIA MATI UNTUK KITA (HE DIED FOR US)
(PASSD 6, IV-2022)
Ayat Hafalan:
“Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga
Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya
beroleh hidup yang kekal”. (Yohanes 3:14,15).
1. Kematian pertama yang kita semua
kenal pada akhirnya tidak dapat dihindari di bumi ini.
Orang benar dan orang jahat sama-sama mati dalam kematian itu kecuali
Yesus datang kembali sebelum waktu itu.
Rsl.Paulus membuat komentar tentang itu dalam 1 Korintus 15:17-19 : “Dan
jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu
masih hidup dalam dosamu.
Demikianlah binasa juga orang2 yang mati dalam Kristus.
Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada
Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.”/17.And
if Christ has not been raised, then your faith is a delusion and you are still
lost in your sins.
18. It would also mean that the believers in Christ who have died are
lost. 19. If our hope in Christ is good for this life only and no more, then we
deserve more pity than anyone else in all the world.
(Jadi,
kebangkitan Kristus adalah pusat iman kita, karena dalam kebangkitan-Nya kita
memiliki kepastian kita sendiri.)
2. Kehidupan, kematian, dan kebangkitan
Yesus Kristus,…jika kita mengikuti teladan-Nya, memungkinkan kita untuk juga
dibangkitkan dari kematian. Pikirkanlah semua yang Yesus telah lalui untuk memungkinkan hal itu bagi kita.
3. Ada banyak orang Kristen yang percaya
bahwa satu-satunya alasan Yesus Kristus datang ke dunia ini adalah untuk
“membayar harga dosa.” (to pay the price of sin). Apakah itu sebabnya Dia
datang? Apakah Yesus perlu “membayar harga dosa” untuk memberi manfaat bagi
alam semesta yang memandang? Namun, pelajar Alkitab lainnya memberikan alasan
yang sama sekali berbeda mengapa Yesus datang ke bumi ini dan mati. Kita akan
melihat kedua sudut pandang.
Alam semesta yang memandang tidak pernah berdosa!
Apakah hidup dan kematian-Nya melakukan sesuatu untuk para malaikat?/do
anything for the angels?. Dan alam semesta yang memandang?
Apakah yang telah dilakukan kematian Kristus bagi kita?
(What has the death of Christ done for
us?)
4. Kita akan fokus pada kematian Kristus
dan apa artinya untuk janji hidup kekal.
I.
(Minggu): DARI DASAR DUNIA
(From the Foundation of the
World).
5. Bagaimanakah Kristus dapat
dianggap(considered) sebagai “disembelih sejak dunia dijadikan”(Wahyu 13:8).
Kita perlu memahami dalam arti
simbolis—(karena kitab Wahyu penuh dengan symbol),karena Kristus tidak
disalibkan sampai ribuan tahun setelah Penciptaan Bumi.
Apa yang dikatakan ayat ini ialah: bahwa RENCANA KESELAMATAN telah dilakukan sebelum penciptaan dunia.
(Rencana Keselamatan-yang berpusat pada kematian Kristus telah ada).
Dan inti dari rencana itu adalah kematian Yesus, di kayu salib.
6.>>> Kontroversi besar
yang telah dimulai di surga telah dimainkan di planet ini.
Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, Dia jelas telah membuat rencana
untuk apa yang akan Dia lakukan jika mereka menyerah pada godaan Setan. Dunia
kecil kita tentu saja bukan tempat pertama di alam semesta di mana Allah
menciptakan makhluk untuk hidup. (Lihat Ayub 1 & 2.)
Bahkan sebelum mereka diciptakan, apakah Dia membuat rencana untuk
menyelamatkan setiap kelompok lain yang Dia ciptakan jika mereka memilih untuk
memberontak?
Manusia adalah tatanan makhluk yang unik.
Tidak ada orang lain di alam semesta yang persis seperti kita.
Apakah Tuhan menciptakan kita dengan kemampuan untuk menghasilkan
anak-anak menurut gambar kita sendiri setidaknya sebagian untuk mengajari kita
tentang tantangan Allah berurusan dengan kita manusia?
Setan tidak memiliki kemampuan untuk berkembang biak, begitu pula para
malaikat. Apakah kita diciptakan sebagian untuk menjawab tuduhan Setan terhadap
Allah dalam kontroversi besar?
7.>>>Mulai dari gerbang
Taman Eden, pria dan wanita didorong untuk mengorbankan hewan sebagai “penebusan
dosa mereka.”
Para teolog menyebutnya sebagai pengorbanan pengganti.
(a substitutionary sacrifice.)
Apa artinya? Kita perlu memahami bahwa korban2 itu dimaksudkan untuk
mengajarkan setidaknya dua hal yang sangat penting: (1) Bahwa dosa
menyebabkan kematian, bahkan kematian korban yang tidak bersalah; dan, (2)
Bahwa suatu hari nanti Allah akan mengutus Anak-Nya sendiri untuk memberi kita
gambaran yang lengkap tentang apa yang
tersirat di dalamnya.
8. Alfa & Omega jld.1,hlm.16
:”Rencana penebusan kita bukanlah suatu buah pikiran yang lahir belakangan,
suatu rencana yang dirumuskan sesudah Adam berdosa…Itu adalah pengungkapan
prinsip2 yang sejak zaman kekekalan telah menjadi dasar takhta Allah”.
Rencana itu pertama kali diungkapkan kepada Adam dan Hawa
di Taman Eden (Kej.3:15,21) dan itu dilambangkan dengan setiap korban darah di
seluruh P.L.
Contoh: Saat menguji iman Abraham, Allah menyediakan seekor domba jantan
untuk dikorbankan sebagai ganti Ishak (Kej.22:11-13). Penggantian ini menggambarkan sifat pengganti
dan dan korban penebusan Kristus di kayu salib.
Jadi, inti dari seluruh rencana Keselamatan adalah kematian pengganti
Yesus, yang dilambangkan oleh korban hewan/binatang—yang merupakan symbol
kematian Yesus di kayu salib sebagai “Anak Domba Allah, yang menghapus dosa
dunia.”(Yoh.1:29).
>>>Allah sedang mencoba untuk
mengajar anak-anak-Nya betapa seriusnya dosa. “Dosa membayarnya dengan
upah—kematian.” (Roma 6:23, GNB*)
(Senin): SEBUAH PENGANTAR UNTUK SALIB.
(A Preface to the Cross).
9.>>>Dimulai dengan
wawancara-Nya dengan Nikodemus selama Paskah pertama pelayanan-Nya, (Yohanes
3:14-16) Yesus mulai mengajar kita, sebagai manusia, bahwa Dia pada akhirnya
harus dikorbankan dan mati, bahkan disalibkan.
Matius 16:21-23: 21 From that
time on Jesus began to say plainly to his disciples, “I must go to Jerusalem
and suffer much from the elders, the chief priests, and the teachers of the
Law. I will be put to death, but three days later I will be raised to life.”
10. (EGW): “Seluruh hidup-Nya adalah
pengantar kematian-Nya di kayu salib.” (Foundations of Christian Education,
382).
Pada tahun terakhir dalam pelayanan-Nya di bumi, Yesus berbicara lebih
tegas lagi kepada para murid-Nya tentang kematian-Nya yang akan datang ).
Tetapi para murid-Nya tampaknya tidak mampu/tidak mau menerima kenyataan dari
pernyataan2-Nya.
Para murid dipenuhi pemahaman yang salah tentang Peran Mesias, tentang
kematian-Nya, terutama sebagai Mesias.
Teologi mereka yang salah menuntun mereka kepada rasa sakit dan
penderitaan yang tak perlu.
Kepada Nikodemus, Yesus telah menyatakan: Yoh.3:14,15 (Ayat hafalan)
: “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian pula Anak
Manusia harus ditinggikan, supaya barangsiapa percaya kepada-nya tidak binasa
melainkan beroleh hidup yang kekal”.
Sementara di Kaesaria Filipi, Yesus memberitahu para murid-Nya bahwa Dia
harus “pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari tua-tua, imam2
kepala dan ahli2 Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari
ketiga.”(Mat.16:21).
Melewati Galilea secara pribadi(Mark.9:31-32) dan selama perjalanan
terakhir-Nya ke Yerusalem(Luk.18:31-34), Yesus berbicara lagi kepada para
murid-Nya tentang kematian dan kebangkitan-Nya. Karena bukan itu yang yang
ingin mereka dengar, mereka tidak mendengarkan. Betapa mudahnya, kita juga
melakukan hal yang sama.
11.>>>Kehidupan Yesus telah
memberi kita pilihan: (1) Kita dapat memilih untuk menjalani kehidupan,
sebanyak mungkin, seperti kehidupan Yesus, Teladan kita; atau (2) kita akan
mati seperti kematian Yesus, dipisahkan oleh dosa kita dari Allah, satu-satunya
Sumber kehidupan.
12.>>>Dengan hidup dan
kematian-Nya Yesus telah menjawab semua pertanyaan dan tuduhan yang ditujukan
kepada Allah dalam kontroversi besar. Itulah satu-satunya cara di mana Allah
dapat memenangkan kontroversi besar. Jika ada cara lain yang “lebih murah”, Allah
pasti akan memilihnya.
Jadi, penting bagi Yesus Kristus untuk melakukan apa yang Dia telah
lakukan untuk menghilangkan semua
argumen yang menentang Allah dan pemerintahan-Nya.
Tanpa itu, kepercayaan pada pemerintahan Allah berisiko dihancurkan oleh
serangan Setan, dan tidak mungkin kita bisa diselamatkan!
Itulah arti utama dari substitusi/Subsitutionary: Dia mati untuk
membuatnya aman bagi seluruh alam semesta dengan melenyapkan/eliminating Setan
dan argumen-argumennya.
Jadi, itu menjadi aman bagi kita juga!
[EGW:] “Tetapi rencana penebusan memiliki tujuan yang lebih luas
dan lebih dalam daripada tujuan keselamatan manusia.
Bukan hanya agar penduduk dunia kecil ini dapat menghormati hukum Allah
sebagaimana seharusnya; tapi itu untuk membuktikan karakter Allah di hadapan
alam semesta.
Juruselamat melihat ke depan ketika sebelum penyaliban-Nya Dia berkata:
“Sekarang adalah penghakiman dunia ini: sekarang akan penguasa dunia ini dunia
diusir. Dan Aku, jika Aku diangkat dari bumi, akan menarik semuanya kepada-Ku.”
Yohanes 12:31, 13. Tindakan Kristus dalam mati demi keselamatan manusia tidak
hanya akan membuat surga dapat diakses oleh manusia, tetapi di hadapan seluruh
alam semesta itu akan membenarkan Allah dan Anak-Nya dalam berurusan dengan pemberontakan
Setan. Itu akan menetapkan kekekalan hukum Allah dan akan mengungkapkan sifat
dan akibat dari dosa.”—Ellen G. White, Patriarchs and Prophets* 68.2-69.0
[1890].
(Selasa): III.”SUDAH SELESAI” (It
is Finished)-Yoh.19:1-30.
14. Akhirnya, momen crucial untuk Kristus, untuk umat manusia dan untuk
seluruh alam semesta telah tiba.
Dengan penderitaan yang mendalam, Yesus telah bergumul melawan kuasa2
kegelapan.
Melalui Taman Getsemane—Pengadilan-Nya yang tidak adil dan sampai ke
bukit Kalvari.
Sementara Yesus tergantung di kayu salib—imam2 kepala, ahli2 Taurat dan
tua-tua mengolok-olok dengan berkata: Mat.27:42 “Orang lain Ia selamatkan,
tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!. Ia Raja Israel?. Baiklah Ia
turun dari dari salib itu dan kami akan percaya.”
Ya, Ia mampu tetapi tidak mau melakukannya. Dia ditahan, bukan oleh
paku, tetapi oleh kehendaknya untuk menyelamatkan mereka.(But by His will to
save them).
Dalam penderitaan Kristus ini, Yesus telah mengalahkan kerajaan Iblis
(Karena Iblis sebelumnya berusaha untuk mengalahkan Dia—karena Iblislah yang
telah memicu peristiwa2 yang mengarah ke salib termasuk penghinanatan Yudas
(Yoh.6:70; Yoh.13:2,27).
Berseru dari salib: “Sudah selesai/It is finished” (Yoh.19:30)
Kristus menunjukkan:
1.Penderitaan-Nya telah berakhir.
2.Dia telah memenangkan sejarah
pertikaian besar semesta melawan Iblis dan kekuatan jahatnya.
3.Segenap surga menang dalam kemenangan
Juruselamat dan kerajaan Iblis sudah hilang (Alpa dan Omega,jld.6,hlm.410).
>>>[EGW:] Bagi para
malaikat dan dunia2 yang belum jatuh, seruan, "Sudah selesai",
memiliki makna yang dalam.
Bagi mereka dan juga bagi kita pekerjaan besar penebusan telah
diselesaikan....
Tidak sampai kematian Kristus adalah karakter Setan dengan jelas telah
diungkapkan kepada para malaikat atau kepada dunia2 yang belum jatuh.
Kemurtatan
telah begitu menutupi dirinya dengan penipuan sehingga bahkan makhluk suci pun
tidak memahami prinsip-prinsipnya. Mereka belum melihat dengan jelas sifat
pemberontakannya.―Ellen G. White, The Desire of Ages* 758.2-3 [1898].
15. Keamanan alam semesta lebih
penting bagi Allah daripada keselamatan manusia.
[EGW:] Itu agar alam semesta surgawi
dapat melihat syarat-syarat perjanjian penebusan bahwa Kristus menanggung
hukumannya
atas nama umat manusia.
Tahta Keadilan harus abadi dan selama-lamanya dibuat aman, meskipun ras
itu dimusnahkan, dan ciptaan lain memenuhi bumi. Dengan pengorbanan yang akan
dilakukan Kristus, semua keraguan akan diselesaikan selamanya, dan umat manusia
akan diselamatkan jika mereka kembali setia.
Hanya Kristus yang dapat mengembalikan kehormatan kepada pemerintahan
Allah. Salib Kalvari akan dipandang oleh dunia yang tidak jatuh, oleh alam
semesta surgawi, oleh agen-agen setan, oleh ras yang jatuh, dan setiap mulut akan
dihentikan....
Siapa yang mampu menggambarkan adegan terakhir kehidupan Kristus di
bumi, pengadilan-Nya di ruang
pengadilan, penyaliban-Nya? Siapa yang menyaksikan pemandangan ini? Alam
semesta surgawi, Allah Bapa, Setan dan para malaikatnya.
―Ellen
G. White, The Signs of the Times,* 12 Juli 1899, par. 2-3.
16. Orang-orang, terutama umat pilihan Allah,
memiliki konsep yang salah tentang kedatangan Mesias yang pertama. Apakah
ada beberapa konsep palsu yang diajarkan hari ini mengenai kedatangan Yesus
yang kedua kali? Apa ide-ide yang salah itu?
17. Jutaan orang Kristen menjadi percaya
bahwa jika mereka sekali mengaku percaya kepada Yesus Kristus, mereka menjadi
"sekali diselamatkan, selalu diselamatkan." (“once saved,
always saved.”).
Ada juga ide-ide aneh dan tidak biasa tentang bagaimana peristiwa akhir
dunia ini akan dimainkan.
Beberapa orang percaya bahwa Kristus akan kembali ke bumi ini dan
memerintah dari Yerusalem selama seribu tahun dan bahwa seluruh dunia
akan memeluk Dia.(Will embrace Him).
(Rabu): IV. IA TELAH MATI UNTUK KITA.
-Baca Yohanes 3:14-18 dan Roma 6:23—hal yang telah dicapai oleh kematian
Kristus bagi kita.
Ketika Yesus telah tiba di sungai Yordan untuk dibaptis, Yohanes
Pembaptis telah menyatakan:”Lihat! Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!”
(Yoh.1:29).
Statemen ini telah mengakui Kristus sebagai Antitipikal Anak Domba Allah
yang kepada-Nya seluruh korban2 sejati dari Perjanjian Lama ditunjukkan.
Tetapi korban2 hewan tidak dapat menghapuskan dosa (Ibr.10:4). Apa artinya semuanya ini?
Yesus, Pribadi yang telah menciptakan alam semesta (Yoh.1:1-3), telah
mempersembahkan diri-Nya sendiri untuk masing2 kita, sebagai suatu korban untuk
dosa2, semuanya agar kita tidak perlu di hukum atas apa yang dapat membuat kita
dihukum secara adil.(Ini adalah janji besar Injil).
Yesus telah menyatakan bahwa “Allah begitu mengasihi dunia sehingga Ia
memberikan Anak-Nya yang tunggal”-untuk mati bagi kita (Yoh.3:16 NRSV).
Tetapi kita tidak boleh lupa bahwa Kristus menawarkan diri-Nya secara
sukarela demi kita/Voluntarily on our behalf (Ibr.9:14).
Kristus mati sekali untuk selamanya(Ibr.10:10)/Christ died once for
all and once forever/dan sekali untuk selama-lamanya (Ibr.10:12), karena
pengorbanan-Nya cukup dan tidak pernah kehilangan kekuaannya.(His sacrifice is
all-sufficient and never loses its power.)
(Kamis):
V.ARTI SALIB.
1 Kor.1:18-24—Paulus berbicara tentang Salib—dan dia membandingkannya
dengan “hikmat dunia”.
Dalam beberapa bagian, Paulus menggambarkan "kebijaksanaan
dunia" sebagai "kebodohan." Apakah ada kebodohan dalam
kebijaksanaan dunia kita saat ini?
Salib Kristus adalah pusat sejarah keselamatan.
“Kekekalan tidak akan pernah bisa memahami kedalaman cinta yang
diungkapkan dalam salib Kalvari. Disanalah kasih Kristus yang tidak terbatas
dan keegoisan Iblis yang tak terbatas berdiri berhadapan.”/muka dengan
muka-Stephen N.Haskel.
Sementara Kristus dengan rendah hati
menawarkan diri-Nya sebagai suatu tebusan bagi umat manusia, Iblis
dengan egois menelan-Nya dalam penderitaan dan kesakitan.
Kristus tidak hanya mengalami kematian alami yang harus dihadapi oleh
setiap manusia. Dia mengalami kematian kedua (the second death), sehingga semua
orang yang menerima Dia mereka tidak harus mengalaminya.(will never have to
experience it for themselves).
18.>>>Mari kita menjadi
sangat jelas. Yesus mati bukan hanya kematian pertama, tetapi juga kematian
kedua dimana orang berdosa akan mati pada akhirnya, dipisahkan dari Allah oleh
dosa-dosa mereka. (Yesaya 59:2)
MAKNA SALIB:
[BSG:]
1. Salib adalah
pernyataan tertinggi dari keadilan Allah terhadap dosa (Rm. 3:21-26).
2. Salib adalah
pernyataan tertinggi kasih Allah bagi orang berdosa (Rm. 5:8).
3. Salib adalah
sumber kekuatan yang besar untuk memutuskan rantai dosa (Rm. 6:22, 23; 1 Kor.
1:17-24).
4. Salib adalah
satu-satunya harapan hidup kekal kita (Flp. 3:9-11; Yohanes 3:14-16; 1 Yohanes
5:11, 12).
5. Salib adalah
satu-satunya penangkal terhadap pemberontakan masa depan di alam semesta (Wahyu
7:13-17, Wahyu 22:3).
*Panduan Belajar Alkitab Sekolah Sabat
Dewasa* untuk Kamis, 3 November 2022.
*Tak satupun dari kebenaran penting tentang salib ini dapat ditemukan
oleh “kebijaksanaan dunia” (“wisdom of the world”).
Sebaliknya seperti sekarang, mengkhotbahkan/pemberitaan tentang salib
adalah “kebodohan” terhadap hikmat duniawi yang tidak mengakui bahwa Pencipta
itu ada. Hikmat duniawi tidak dapat
mengenal Yesus atau Keselamatan yang Dia tawarkan kepada kita melalu kematian
pengganti-Nya di kayu salib.
23. Apakah ini menimbulkan pertanyaan di
benak Anda? Jika Kristus mati untuk dosa seluruh dunia, mengapa tidak semua
orang diselamatkan? Apa hubungan pilihan dan perilaku pribadi
kita dengan keselamatan kita? (What does our personal choice and behavior have to
do with our salvation?)
19. Yesus mati untuk menunjukkan akibat2
serius dari dosa, kematian yang kita sebut kematian kedua.
Tetapi, Dia dapat bangkit pada hari ketiga karena Dia tidak berdosa dan
ilahi.
Jika kita harus mati kematian itu, itu akan menjadi final bagi kita.
Itulah sebabnya kita mengatakan bahwa Dia telah mati untuk kita; tanpa pertunjukan
kebenaran tentang Allah dan pemerintahan dan karakter-Nya, seluruh alam semesta
akan berisiko menerima sebagian atau semua kebohongan Setan dan, pada akhirnya,
akan menghancurkan dirinya sendiri karena dosa, pada akhirnya, merusak diri
sendiri.
20. Berapa banyak yang termasuk dalam
gagasan bahwa Kristus telah mati untuk dosa-dosa kita?
Ketika kita mengatakan bahwa Kristus telah mati untuk dosa-dosa kita,
kita mengatakan bahwa Kristus telah mati dalam kematian kedua yang akan
dilakukan dosa kepada setiap orang berdosa yang menolak untuk meninggalkan
dosanya. (Roma 6:23)
Bukankah studi tentang kematian Yesus seharusnya meyakinkan kita bahwa
kita tidak ingin mati dalam kematian itu? (Lihat Roma 3:25-26; 4:25; 6:23; 1
Korintus 15:3.)
21. Mengapa Yesus datang. Yesus datang untuk berbagai alasan:
(1) untuk menebus umat manusia—Dia
dilahirkan sebagai manusia untuk mati bagi kita
(Markus 10:45; Yohanes 3:16, 17);
(2) untuk mengungkapkan/menyatakan
kepada kita karakter kasih Allah yang sejati (Yohanes 1:14, Yohanes
10:28–30, Yohanes 14:6–9);
(3) untuk mengalahkan Setan dan
menyangkal klaim palsunya (Mat. 4:1-11, Yohanes 12:31, Yohanes 16:11, Ibr.
2:14); dan
(4) untuk membuktikan bahwa Adam pertama
dapat menaati Allah sebagai Kristus dalam Kemanusiaan-Nya memenuhi/menggenapi
semua hukum dengan sempurna dan menjalani kehidupan yang suci dan tanpa dosa (Mz.
16:10; Luk. 1:35; Yohanes 8:46; Yohanes 14:30; Kisah Para Rasul 2:24; 1 Kor.
15:22, 45; 1 Yohanes 3:5). Penuntun Guru, hlm.66.
22. Cara yang menarik untuk
menggambarkan apa yang dicapai oleh kehidupan dan kematian Yesus adalah stabilitas kosmis.
Apa yang kita maksud dengan itu? Seluruh alam semesta aman untuk
selama-lamanya karena apa yang Allah capai melalui kehidupan dan kematian
Yesus.
Efesus 1:7-9; 3:7-9; dan Kolose 1:19-20 menggambarkan fakta bahwa
seluruh alam semesta akan dibawa kembali kepada Allah melalui kehidupan dan
kematian Yesus. (Filipi 2:9-11:9)
Kita akan terus mempelajari tentang Salib dan Rencana Keselamatan sampai
selama-lamanya dan kita perlu memahaminya.
Komentar
Posting Komentar