KEMENANGAN KRISTUS ATAS KEMATIAN.
KEMENANGAN KRISTUS ATAS KEMATIAN
(Christ’s Victory Over Death)
Pel.7 PASSD IV, 2022
“Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti
orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata:
“Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah
mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala
kunci maut dan kerajaan maut”. (Why.1:17,18).
1. Seberapa pentingkah kebangkitan Yesus
bagi keselamatan Anda? Paulus dengan jelas merasa bahwa jika Kristus tidak
dibangkitkan—jika Dia tidak hidup kembali,—maka tidak ada harapan bagi siapa
pun di antara kita diseberang kubur. Apa Anda setuju? (Lihat 1 Korintus
15:16-18.)
2. Paulus merasa sangat yakin bahwa dia
tidak perlu berkhotbah kepada jemaat Korintus kecuali tentang penyaliban
Yesus Kristus. (1 Korintus 2:2).
Tetapi, ceritanya tidak boleh berakhir di situ; karena siapa adanya Dia, Dia
bangkit dari kematian. Dan inilah yang membuat kisah-Nya begitu luar biasa.
3. Namun, apakah perlu memiliki
suatu kebangkitan jika, pada kenyataannya, orang mati entah bagaimana
pergi ke surga atau ke neraka pada saat kematian?
Minggu: KUBUR YANG DISEGEL (A Sealed
Tomb)
Misi Kristus tampaknya sudah berakhir (dan bahkan gagal) dengan kematian-Nya
di atas kayu salib. Iblis ; telah sukses menghasut Yudas untuk mengkhianati
Juruselamat (Luk.22:3,4; Yoh.13:26,27) dan para imam kepala dan tua-tua jemaat
untuk menuntut kematian-Nya (Mat.26:59,Mat.27:20).
Setelah Yesus di tangkap, “semua murid2 itu meninggalkan Dia dan
melarikan diri” (Mat.26:56). Dan Petrus telah menyangkal Dia tiga kali
(Mat.26:69-75). Sekarang Yesus terbaring di dalam satu kubur yang dipahat dari
batu, ditutup dengan batu besar dan di segel, dilindungi oleh para penjaga
Romawi (Mat.27:57-66), dan di awasi oleh kekuatan Iblis yang tidak terlihat. “Jika
ia bisa, ia (setan) akan menahan Kristus terkunci di dalam kubur.”
Ellen G.White, Manuscript Releases, jld.12, hlm.412.
Ia akan dibunuh tetapi pada hari ketiga Ia akan bangkit kembali
(Mat.6:21; Mat.17:22,23; Mat.20:17-19).
Imam kepala dan orang2 Farisi menyadari pernyataan2 itu dan mengambil tindakan
yang mereka harapkan akan mencegah kebangkitan-Nya.
4.[Pada saat kelahiran Yesus,
Setan telah mengklaim bahwa dia akan membuat Yesus berdosa. Setiap manusia
lainnya telah berbuat dosa. Ketika itu gagal, dia memutuskan untuk mencoba
membuat kehidupan Yesus begitu sulit sehingga Yesus menyerah begitu saja pada
misi-Nya dan kembali ke surga. Ketika itu gagal dan Yesus mati, harapan
terakhir Setan adalah untuk menjaga Yesus di dalam kubur! Ketika Yesus bangkit,
Setan tahu nasibnya telah dimeteraikan/di segel.)
5. Tetapi, seperti yang akan kita lihat,
semua upaya yang dilakukan oleh musuh-musuh-Nya, para pemimpin Yahudi, hanya
memberikan bukti tambahan bahwa Yesus benar-benar bangkit dari kematian dan
kembali ke surga.
Semua tindakan pengamanan yang diambil untuk menjaga agar Yesus tetap
terkunci di dalam kubur hanya membuat kemenangan-Nya atas kematian lebih
dikenal luas.
6. Coba bayangkan diri Anda sebagai
salah satu pemimpin Yahudi di hari kebangkitan. Apa yang mereka katakan kepada
orang-orang yang bertanya kepada mereka, “Di mana Yesus?” Tentu saja,
penjelasan mereka adalah bahwa “murid-murid-Nya mencuri tubuh-Nya saat para
prajurit tidur”.
Senin: DIA TELAH BANGKIT (He is Risen).
7. Tapi, ada kekuatan yang jauh lebih
kuat yang mencoba mencegah Yesus bangkit dari kubur.
Kemenangan Kristus atas Iblis dan kekuatan jahatnya telah dikunci di
atas kayu salib dan ditegaskan oleh kubur yang kosong.
“Ketika Yesus dibaringkan di dalam kubur, Iblis telah menang.
Ia berani mengharapkan bahwa Juruselamat tidak akan mengambil hidup-Nya
kembali. Ia menuntut tubuh Tuhan, dan menempatkan pengawalnya di sekeliling
kubur, berusaha menahan Kristus sebagai seorang tahanan. Ia sangat marah ketika
malaikat2nya melarikan diri pada waktu pesuruh surga mendekati. Ketika ia
melihat Kristus keluar dalam kemenangan, ia mengetahui bahwa kerajaannya akan berakhir, dan bahwa ia
harus mati pada akhirnya”. Alfa & Omega jld.6,hlm,436.
Dan meskipun kemanusiaan Kristus mati, keilahian-Nya tidak mati. Di
dalam keilahian-Nya, Kristus memiliki kuasa untuk menghancurkan ikatan
kematian.
8. SUMBER KEBANGKITAN KRISTUS:
[EGW:]
Ketika suara malaikat yang perkasa terdengar di makam Kristus, mengatakan: Bapamu
memanggilmu, Juruselamat keluar dari kubur oleh kehidupan yang ada di
dalam diri-Nya.
Sekarang terbukti kebenaran firman-Nya, “Aku menyerahkan nyawa-Ku,
supaya Aku mengambilnya kembali.... Aku memiliki kuasa untuk memberikannya, dan
Aku memiliki kuasa untuk mengambilnya lagi.”
Sekarang telah digenapi nubuat yang telah Dia katakan kepada para imam
dan penguasa, “Hancurkanlah Bait Suci ini, dan dalam tiga hari Aku akan
membangunkannya.” Yohanes 10:17, 18; 2:19.
Di atas kuburan sewaan Yusuf, Kristus telah menyatakan dalam kemenangan,
“Akulah kebangkitan dan hidup.” Kata-kata ini hanya bisa diucapkan oleh yang
ILAHI.
Semua makhluk ciptaan [termasuk Lucifer/Setan] hidup dengan kehendak dan
kuasa Allah.) Mereka bergantung pada kehidupan yang diberikan Allah. Dari
serafim tertinggi hingga makhluk hidup yang paling rendah, semuanya mencukupkan
diri dari Sumber kehidupan.
Hanya Dia yang satu dengan Allah yang dapat berkata, Aku memiliki
kuasa untuk menyerahkan nyawaKu, dan Aku memiliki kuasa untuk mengambilnya
kembali.
Dalam keilahian-Nya, Kristus memiliki kuasa untuk memutuskan ikatan
kematian.―Ellen G. White, Desire of Ages* 785.2-3.
[Yesus selalu adalah Allah; tetapi, Setan mengklaim bahwa dia harus
setara dengan Kristus. Setan tidak mengklaim kesetaraan dengan Bapa atau Roh
Kudus.]
9. Apakah laporan tentang Sumber
kebangkitan Yesus ini benar-benar bertentangan?
Matius 28:11-15 Tua2 memberikan
sejumlah uang kepada para penjaga—spy dikatakan bahwa murid2 Yesus datang
malam2 mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
10. Pada saat kebangkitan Kristus,
penjaga Romawi jatuh seperti orang mati. Mereka jelas adalah saksi mata dari
apa yang terjadi.
Kisah yang diberikan oleh para imam itu kontradiktif. Jika mereka
sedang tidur, bagaimana mereka bisa tahu bahwa para murid datang dan mencuri
tubuh-Nya dan mengambilnya?
11. Para imam jelas mendengar sesuatu
yang sangat mengganggu mereka. Mengapa mereka memberikan sejumlah besar uang
kepada para prajurit untuk membuat mereka diam? Itu pasti kebenaran tentang
kebangkitan Yesus!
Selasa: BANYAK YANG BANGKIT BERSAMA
DENGAN DIA.
(Many Arose With Him)—Matius 27:52-53.
12. Tidak terlepas dari pentingnya
peristiwa utama, namun ada hal lain yang terjadi sehubungan dengan kebangkitan
Yesus:
(1) Gempa bumi dahsyat mengguncang daerah itu;
(2) Mereka yang kuburnya telah dibuka pada saat kematian-Nya, bangkit
dan pergi ke Yerusalem di mana banyak orang melihat mereka dan di mana mereka telah
bersaksi tentang kebangkitan. (Lihat Matius 27:52-53 dan Desire of Ages
786,1-787.2.)
EGW:] Suara yang berseru dari salib, "Sudah
selesai," terdengar di antara orang mati. Itu menembus dinding makam,
dan memanggil orang yang tidur untuk bangun. Demikianlah akan terjadi ketika
suara Kristus akan terdengar dari surga.
Suara itu akan menembus kuburan dan membuka kubur, dan orang mati di
dalam Kristus akan bangkit.
Pada kebangkitan Juruselamat beberapa kuburan dibuka,
tetapi pada kedatangan-Nya yang kedua kali semua orang mati yang berharga akan
mendengar suara-Nya, dan akan maju kepada kehidupan yang mulia dan abadi. Kuasa
yang sama yang telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati akan
membangkitkan gereja-Nya, dan memuliakannya bersama Dia, di atas segala
pemerintah, di atas segala kuasa, di atas setiap nama yang dapat disebut, bukan
hanya di dunia ini, tetapi juga di dunia yang akan datang.— Ellen G. White, The
Desire of Ages* 787.2.
13. Kita tidak tahu persis seperti apa penampilan
orang-orang ini ketika mereka pergi ke kota; tetapi, kita tahu bahwa mereka
dibangkitkan kepada kehidupan kekal dan naik bersama Yesus ke surga. “Mereka
naik dengan Dia sebagai tanda kemenangan-Nya atas maut dan kubur…Orang2
ini masuk ke dalam kota, dan kelihatan kepada banyak orang, menyatakan bahwa
Kristus sudah bangkit dari antara orang mati, dan kami bangkit dengan Dia.
Demikianlah kebenaran kebangkitan yang suci itu telah diabadikan.” Alfa dan Omega,jld.6,hlm.438.
Orang2 suci ini dibangkitkan dimuliakan sebagai saksi kebangkitan
Kristus sendiri dan sebagai bentuk dasar dari mereka yang akan dibangkitkan
pada kebangkitan terakhir.
Kebohongan mereka (imam kepala dan para pemimpin) bertentangan dan
dibatalkan oleh keberadaan orang2 suci yang dibangkitkan itu.
Pada masa hidup Kristus—Ia telah membangkitkan anak laki2 seorang janda
di Nain, anak pr.seorang penghulu dan Lazarus ---tetapi orang2 ini tidak
berpakaian sifat baka. Sesudah mereka dibangkitkan, mereka masih di bawah
kuasa maut—masih mati kembali.
14. Belakangan, tidak semua imam sama
sekali tidak percaya.
Kisah 6:7: And so the word of God
continued to spread. The number of disciples in Jerusalem grew larger and
larger, and a great number of priests [Sadducees] accepted the faith.―Good News
Bible.(Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin
bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.”)
Rabu: SAKSI-SAKSI KRISTUS YANG TELAH
BANGKIT (Witnesses of the Risen Christ).
16. Dua belas penampilan Kristus yang
berbeda setelah kebangkitan-Nya dapat didokumentasikan dalam Kitab Suci. (Lihat
juga 1 Korintus 15:4.)
Urutan penampilan tersebut sbb:
1) Penampilan #1: Dia terlihat oleh
para penjaga Romawi saat Dia bangkit dari kematian!
2) Penampilan #2: Kepada Maria Magdalena
di dekat makam.
(Yohanes 20:11-18; Markus 16:9)
Yohanes 20:1-2 mengatakan bahwa Maria pada awalnya tidak melihat Yesus
tetapi melihat kubur yang kosong dan berlari untuk memberi tahu Petrus dan
Yohanes. Segera setelah itu, Yesus menampakkan diri kepada Maria. (Yohanes
20:13-17) Dia mungkin pertama kali menampakkan diri kepada Maria di antara
orang-orang percaya karena dia ada di sana dan karena dia telah percaya!
[EGW:] Para wanita tidak semuanya datang ke makam dari arah tempat
yang sama. Maria Magdalena adalah orang pertama yang mencapai tempat itu; dan
di atas melihat bahwa batu itu telah dipindahkan, dia bergegas pergi untuk
memberi tahu para murid.―Ellen G. White, Desire of Ages* [disingkat DA*]
788.3.
[EGW:]
Maria Magdalena belum mendengar kabar baik. Dia pergi kepada Petrus dan Yohanes
dengan pesan duka, “Mereka telah mengambil Tuhan dari kubur, dan kita tidak
tahu di mana mereka meletakkan Dia. [Yohanes 20:1-2]―DA* 789.2.
(EGW:] Maria mengikuti Yohanes dan
Petrus ke kubur; ketika mereka kembali ke Yerusalem, dia tetap tinggal....Ada suara
lain memanggilnya, Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis?, siapa
yang engkau cari?
Melalui matanya yang redup karena air mata, Maria Magdalena melihat
bentuk seorang pria, dan berpikir bahwa itu adalah tukang kebun, dia berkata, “Tuan,
jikalau Tuan yang mengambil Dia , beri tahu saya di mana Anda meletakkan Dia,
dan saya akan membawa Dia pergi. [Yohanes 20:15]….
Tetapi sekarang dengan suara-Nya yang akrab, Yesus berkata kepadanya,
Maria. [Yohanes 20:16a]
Sekarang dia tahu bahwa bukan orang asing yang menyapanya, dan berbalik
dia melihat di hadapannya Kristus yang hidup.
Dalam kegembiraannya dia lupa bahwa Dia telah disalibkan.
Melompat ke arah-Nya, seolah memeluk kaki-Nya, dia berkata, Rabboni.
Tetapi Kristus mengangkat tangan-Nya, mengatakan, Janganlah memegang Aku;
Karena Aku belum naik kepada Bapa-Ku: tetapi pergilah kepada
saudara-saudara-Ku, dan katakan kepada mereka, Aku naik kepada Bapa-Ku dan
Bapamu; dan kepada Tuhanku, dan Tuhanmu. [Yohanes 20:17] Dan Maria pergi kepada
murid-muridnya dengan membawa berita sukacita.—DA* 789.4-790.2.
3) Penampilan #3: Untuk para wanita yang
kembali dari kubur. (Matius 28:8-10) “Mereka (wanita lain) segera pergi
dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat2
untuk memberitahukannya kepada murid2 Yesus….
4) Penampilan #4: Kepada Petrus. (Lukas
24:34; 1 Korintus 15:5)
5) Penampilan #5: Salah satu kisah
paling luar biasa yang berhubungan dengan hari Minggu kebangkitan adalah kisah
tentang dua orang yang melakukan perjalanan ke Emaus seperti yang dicatat oleh
Lukas. Baca Lukas 24:13-49: Tidakkah Anda berharap kita memiliki percakapan
Yesus dengan mereka berdua!
6) Penampilan #6: Kepada 10 rasul dan
pengikut lainnya seperti dalam Lukas 24:36; tapi, Thomas tidak ada. (Lukas
24:36-43)
7) Penampilan #7: Kepada 11 rasul
termasuk Tomas. (Yohanes 20:26-31) 1 Korintus 15:5: Dia menampakkan diri kepada
Petrus dan kemudian kepada semua dua belas rasul.
―Alkitab Kabar Baik.
8) Penampilan #8: Kepada tujuh murid di
tepi Danau Galilea. (Yohanes 21:1-25)
9) Penampilan #9: Kepada lebih dari 500
orang—mungkin di gunung yang ditunjuk di Galilea. (Matius 28:16-20; mungkin
paralel dengan 1 Korintus 15:6)
10) Penampilan #10: Kepada Yakobus,
saudara tiri Yesus.
(1 Korintus 15:7)
11) Penampilan #11: Kepada para rasul
pada saat kenaikan. (Kisah 1:3-11; bandingkan Matius 28:1)
12) Penampilan #12: Lama setelah
kenaikan-Nya, kepada Paulus (mungkin dalam penglihatan). (1 Korintus 15:8)
17. Yesus muncul berkali-kali setelah
kebangkitan-Nya yang tidak kita catat.
Kisah Para Rasul 1:3: …”Sebab selama empat puluh hari setelah
kematiannya, dia menampakkan diri kepada mereka berkali-kali (berulang-ulang)
dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”
18. Tomas tidak hadir pada malam pertama
kali Yesus menampakkan diri kepada sepuluh murid lainnya. Satu minggu kemudian,
Tomas bersama mereka ketika Yesus menampakkan diri kepada mereka lagi.
Yesus mengatakan sesuatu yang penting kepada Tomas: Yoh.20:29—“Karena
engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak
melihat, namun percaya.”
19. Ketika Yesus bertemu tujuh murid-Nya
di tepi Danau Galilea setelah mereka memancing sepanjang malam tanpa hasil, Dia
memberi mereka bukti bahwa Dia akan tetap bersama mereka.
Yesus masih memiliki beberapa hal lagi untuk dikatakan, terutama kepada
Petrus. Lihat Yohanes 21:1-23. “Gembalakanlah domba2-Ku”
20. Dan akhirnya, hari itu tiba ketika
Dia harus meninggalkan mereka (Luk.24:50-53; Kisah 1:1-11).
Selama 40 hari antara kebangkitan-Nya dan kenaikan-Nya, Yesus “telah dilihat
oleh lebi dari 500 saudara2 sekaligus”.
(1 Kor.15:6) dan oleh Yakobus (1 Kor.15:7).
Yesus bergabung dengan beberapa murid di tepi Danau Galilea dan sarapan
dengan mereka, diikuti dengan berbicara
kepada Petrus (Yoh.21:1-23).
Mungkin ada lagi penampakan dari Yesus (Kis.1:3) sebelum yang terakhir
pada kenaikan-Nya (Luk.24:50-53, Kis.1:1-11).
Paulus menganggap dirinya juga sebagai saksi dari Kristus yang bangkit,
yang menampakkan diri kepadanya di jalan menuju Damaskus (1 Kor.15:8 bandingkan
dengan Kis.9:1-9).
Kamis: BUAH SULUNG DARI MEREKA YANG
TELAH MATI (The First Fruits of Those Who have Died).
1 Korintus 15:20 “Tetapi yang benar ialah,
bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung
dari orang-orang yang telah meninggal”.
6 SDA BC hlm.804:
“Orang
Israel kuno diperintahkan untuk mempersembahkan berkas pertama panen jelai
kepada imam, yang melambaikannya di hadapan Tuhan sebagai janji panen penuh
yang akan datang.
Upacara ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 Nisan.
Perjamuan Paskah dilakukan pada tanggal 14 Nisan, dan pada tanggal 16
datanglah persembahan buah sulung.
Berkas gelombang dari buah-buah sulung dari tuaian adalah tipe Kristus,
"buah sulung," atau janji, dari panen besar yang akan mengikuti
ketika semua orang benar yang mati dibangkitkan pada kedatangan Yesus yang
kedua kali.
Kristus bangkit dari kematian pada hari ketika berkas gelombang itu
dipersembahkan di Bait Suci. Sebagaimana berkas pertama adalah janji dan
jaminan pengumpulan seluruh panen, demikian juga kebangkitan Kristus adalah
janji bahwa semua yang menaruh kepercayaan mereka kepada-Nya akan dibangkitkan
dari kematian.”
Kristus yang bangkit sebagai “buah sulung dari mereka yang sudah mati.”
(Panen yang berkualitas yang telah dihasilkan—sebagai kiasan dari
pertanian).
Jadi Kristus sebagai “buah sulung”—bagaimana nantinya tubuh kita yang
dibangkitkan ketika pada “panen” terakhir Allah, Ia akan membangkitkan kita
dari kematian dan membawa kita ke hadirat-Nya.”
21. Sementara Yesus bangkit dalam tubuh
surgawi-Nya, Dia akan selalu mempertahankan tanda di tangan dan kaki-Nya
sebagai piala keberhasilan-Nya dalam kontroversi besar.
Tapi, ketika kita dibangkitkan dari kematian, semua jejak dosa,
penyakit, luka, dll akan hilang. (Lihat Early Writings, 179; Spiritual Gifts,
vol. 1, 61.2-63.0.)
22. Kristus akan selalu mengidentifikasi
diri-Nya dengan manusia. Setelah melepaskan kemahahadiran-Nya, Dia akan
selamanya mempertahankan bentuk manusia.
Jumat:
Sentimen modern tidak percaya
kepada kebangkitan Yesus.
Namun, bukti sejarah sangat kuat bahkan mereka yang tidak dapat menerima
kenyataan tentang kebangkitan pun terpaksa mengakui banyak orang percaya bahwa
mereka telah melihat Yesus yang telah bangkit. Beberapa berpendapat bahwa semua
murid berhalusinasi tentang kebangkitan Yesus; yang lain mengatakan Yesus tidak
benar2 mati hanya pingsan dan sadar setelah Ia dibawa turun dari kayu salib,
dan waktu Ia menampakkan diri lagi pengikut-Nya mengira bahwa Ia dibangkitkan
dari kematian.
Beberapa berpendapat (percaya
atau tidak)—bahwa Yesus memiliki saudara kembar yang para murid telah salah
mengira sebagai Kristus yang telah bangkit.
Dengan kata lain, bukti sejarah sangatlah kuat tentang kebangkitan
Kristus sehingga ini adalah pendapat manusia yang diciptakan dalam usaha untuk
mengabaikannya.
Kebangkitan itu begitu penting—banyak alasan
yang bagus yang diberikan kepada kita untuk mempercayainya.
Salib Kristus adalah kemenangan Kristus atas dosa, kematian, dan
Iblis; dan kebangkitan-Nya adalah puncak peristiwa kemenangan.
Kematian tidak dapat menahan Yesus, karena Dia tidak pernah berbuat dosa
dan tidak berdosa dalam semua tindakan-Nya.
Kematian Yesus adalah titik sentral dari pencapaian-Nya; namun salib
tanpa kebangkitan hanya akan menjadi filosofi indah dari pelayanan yang tidak
mementingkan diri dan tidak memilik arti keselamatan.
Lebih
jauh lagi salib tanpa kebangkitan akan menjadi suatu pertunjukan kasih
pengorbanan tetapi tidak memiliki kekuatan untuk mengubah hidup dan membawa
solusi yang menentukan untuk masalah dosa dan kematian, tidak mampu memberikan
hidup yang kekal bagi orang percaya (Rm.3:21-26).
Dia mengalami kebangkitan dari kematian sebagai hasil Kerjasama dari
semua Trinitas (Yoh.10:17,18; Kis.2:24; Rm.8:11; Gal.1:1).
Dia memiliki kuasa untuk membangkitkan orang dari kematian (Yoh.11:25)
karena Dia mengalahkan maut.
Kristus adalah “yang sulung dari orang2 yang telah meninggal”
(1 Kor.15:20).
23. Yesus telah memberi kita dua simbol
utama untuk merayakan kematian dan kebangkitan-Nya:
1) Baptisan dan 2) Perjamuan Tuhan.
Penjelasan terbaik tentang kebangkitan Yesus Kristus terdapat dalam 1
Korintus 15, di mana Rasul Paulus menjelaskan mengapa kebangkitan Yesus begitu
penting.
Pertama, Paulus memberikan alasan historis dan berpendapat bahwa ada
banyak saksi akan kebangkitan Kristus.
Jika kesaksian mereka di tolak, maka semua yang bersaksi bahwa mereka
telah mengalami perjumpaan dengan Kristus akan menjadi saksi palsu.
Kristus menampakkan diri kepada Petrus, kepada para rasul, kepada
Yakobus, kepada 500 orang, dan kepada Paulus sendiri (1 Kor.15:5-8).
Kemudian Paulus terlibat dalam penalaran teologis dalam membela
kebangkitan dan menawarkan beberapa point penting:
JIKA KRISTUS TIDAK DIBANGKITKAN:
1. Jika tidak ada
kebangkitan orang mati, maka Yesus Kristus pun tidak dibangkitkan (1
kor.15:13,16).
2. ….maka
pemberitaan kita sia-sia (1 Kor.15:14).
3. …maka sia-sialah
iman kita (1 Kor.15:14). Kata sifat
Yunani kenos juga berarti “tidak berguna” atau “kosong”.
Iman kita kehilangan isi dan kekuatannya jika Yesus masih mati.
4. ….maka orang
mati tidak akan dibangkitkan (1 Kor.15:15). Tidak akan ada harapan setelah
kematian.
5. …kita adalah
saksi palsu tentang Allah, karena kita bersaksi tentang Allah yang
membangkitkan Kristus (1 Kor.15:15). Jadi jika Yesus tidak dibangkitkan dari
kematian, maka gambaran Allah dan karakter-Nya dibelokkan, dan kita salah
menggambarkan Dia. Namun, Bapa dengan jujur membangkitkan Kristus dari kematian.
6. …iman kita
sia-sia (1 Kor.15:17). Arti kata sifat mataios Yunani
adalah “tidak berharga”. Iman kita kepada Allah tidak akan memiliki relevansi
terhadapa kehidupan kita.
7. …tidak ada
pengampunan atas kesalahan kita, dan kita tetap berada dalam dosa kita (1
Kor.15:17). Sebagai orang berdosa kita hanya pantas dihukum mati.
8. …maka tidak ada
kebangkitan orang mati di dalam Kristus(1 Kor.15:18), dan dengan demikian,
tidak ada hidup kekal.
9. …dan jika hanya
dalam hidup ini kita dapat berharap kepada Kristus, maka kita adalah orang yang
paling malang (1 Kor.15:19). Paulus menggunakan kata sifat Yunani eleeinos,
yang berarti “sengsara”.
10.
Jika
orang mati tidak dibangkitakan, maka kita akan “makan dan minum, sebab besok
kita mati” (1 Kor.15:32). Semboyan kita dalam hidup haruslah carpe diem—setidaknya
mengalami sedikit kebahagiaan dan sukacita.
NB:
Carpe diem
– Petiklah hari/Manfaatkan hari—dengan optimal dan jangan menunda sesuatu di
hari esok.
24. Tentu saja,
tidak satu pun dari hal-hal ini yang benar karena Kristus telah dibangkitkan.
Kebangkitan adalah fakta, dan kita dapat mengklaimnya sebagai sukacita abadi
kita.
25. Paulus
membandingkan kematian dan kebangkitan dengan peristiwa pertanian: Benih
harus dibuang ke dalam tanah dan mati sebelum dapat memberikan/membangkitkan
kehidupan baru.
“Apa yang kamu tabur tidak akan hidup, jika
tidak mati”.
(1 Kor.15:26). Benih tersebut perlu dikubur
terlebih dahulu di dalam tanah untuk kemudian menghasilkan kehidupan baru dalam
skala yang lebih besar (yaitu, dari inti akan muncul seluruh pohon). Meskipun
tubuh kita yang fana akan mati, yang tidak dapat binasa akan bangkit dari
kematian
(1 Kor.15:42)
karena kuasa penciptaan Allah. Kemudian kita akan “memakai rupa dari yang sorgawi”.(1
Kor.15:49).
26. Sekarang
setelah kita meninjau/reviewed Getsemani, salib, kematian Yesus, dan
kebangkitan, mana yang paling penting bagi Anda? Yang merupakan pusat
dari semua kegiatan/aktivitas Kristus?
PUSAT DARI IMAN KRISTEN =kebangkitan
Kritus.
Tamat.
Komentar
Posting Komentar