API NERAKA.
API NERAKA (The
Fires of Hell)
PASSD 10, IV-2022
“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik”
(1 Tesalonika 5:21).
Ujilah(Prove):Pembedaan/pemisahan yang hati-hati harus
dilakukan dalam membedakan yang salah dari yang benar.
Peganglah yang baik: Orang beriman tidak hanya menguji karunia
rohani, tetapi setelah melihat perbedaan antara yang benar dan yang salah, yang
baik dan yang buruk, dia harus memegang yang baik dan mempertahankannya.
Apakah puisi Dante, The Divine Comedy, setuju dengan
teologi alkitabiah?
1. Pendahuluan: Penyair Italia bernama: Dante Alighieri (1265-1321) menulis karyanya yang terkenal, The Divine Comedy, tentang perjalanan fiksi jiwa setelah kematian.
Jiwa pergi ke inferno (neraka di dalam
bumi, atau kedalam api penyucian (Purgatory), di mana roh manusia dapat
membersihkan dirinya sendiri dan menjadi layak untuk naik ke surga; atau ke
Firdaus, ke hadirat Tuhan sendiri.
Meski hanya berupa puisi, fiksi –tapi kata2 Dante akhirnya memiliki pengaruh yang besar terhadap teologi Kristen, khususnya teologi Katolik Roma.
Gagasan tentang jiwa yang abadi akan pergi ke Neraka, atau ke api penyucian, atau ke surga adalah dasar dari teologi Katolik Roma. Tapi banyak juga denominasi Protestan konservatif juga percaya pada jiwa abadi yang setelah kematian naik ke surga atau turun ke neraka.
Jadi pemahaman yang salah tentang sifat manusia telah menyebabkan kesalahan teologis yang mengerikan.
Pelajaran kita: Membahas beberapa teori yang tidak alkitabiah ini, serta pandangan alkitabiah tentang apa yang terjadi setelah kematian.
Minggu: ULAT-ULAT YANG ABADI (Immortal Worms).
2. Baca Markus 9:42-48; bandingkan dengan Yesaya 66:24. Ini adalah dua perikop kunci.
Bagaimana kita mengerti tentang: “Ulat-ulat
bangkai tidak mati” (Markus 9:48)?.
(BSG) : Kata benda tunggal “Ulat” (Mark.9:48)—beberapa menafsirkan sebagai kiasan terhadap jiwa/roh orang jahat yang setelah kematian, terbang ke neraka, di mana ia tidak pernah mati dan menderita siksaan abadi.
Tapi penafsiran ini tidak sesuai dengan gagasan Alkitab yang menyatakan tentang kematian yang sama sekali tidak tahu apa-apa.
Dalam Markus 9:48—Yesus mengutip Yes.66:24 yang berbunyi: “Dan mereka akan keluar dan melihat mayat orang2 yang memberontak terhadap Aku; ulat yang memakannya tidak akan mati, api yang membakar mereka tidak akan padam, dan mereka akan menjijikkan bagi seluruh umat manusia.”
(Ini merupakan kiasan yang menakutkan ---menggambarkan medan perang dengan musuh2 Tuhan mati di atas tanah dan dihancurkan. Mayat2 yang tidak dimakan api di urai oleh ulat2 dan api.
Jadi tidak ada referensi soal jiwa yang dinyatakan keluar dari kehancuran tubuh dan terbang ke neraka.
Bagaimana dengan “ulat” yang tidak pernah mati?.
Bahasa kiasan ini tidak menyiratkan bahwa ulat2 itu abadi. Penekanannya adalah: bahwa ulat tidak meninggalkan tugas merusak mereka itu tidak tuntas.
Dengan kata lain, mereka terus melahap tubuh
orang2 jahat sampai tubuh2 ini di hancurkan/dibinasakan.
Sebaliknya anak-anak Allah yang setia dengan sukacita tinggal di “langit yang baru dan bumi yang baru” dan menyembah Allah di hadirat-Nya (Yes.66:22,23).
Dengan nasib yang begitu berbeda, tidak heran jika Yesus menyatakan bahwa akan jauh lebih baik bagi seseorang untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah tanpa bagian penting dari tubuhnya---tanpa tangan atau kaki, atau bahkan mata—daripada memiliki tubuh yang sempurna yang akan dihancurkan oleh ulat-ulat dan api.(Mrk.9:42-48).
**Tidak ada jalan tengah—Kita diselamatkan atau benar2 hilang.
teologi alkitabiah?
1. Pendahuluan: Penyair Italia bernama: Dante Alighieri (1265-1321) menulis karyanya yang terkenal, The Divine Comedy, tentang perjalanan fiksi jiwa setelah kematian.
Meski hanya berupa puisi, fiksi –tapi kata2 Dante akhirnya memiliki pengaruh yang besar terhadap teologi Kristen, khususnya teologi Katolik Roma.
Gagasan tentang jiwa yang abadi akan pergi ke Neraka, atau ke api penyucian, atau ke surga adalah dasar dari teologi Katolik Roma. Tapi banyak juga denominasi Protestan konservatif juga percaya pada jiwa abadi yang setelah kematian naik ke surga atau turun ke neraka.
Jadi pemahaman yang salah tentang sifat manusia telah menyebabkan kesalahan teologis yang mengerikan.
Pelajaran kita: Membahas beberapa teori yang tidak alkitabiah ini, serta pandangan alkitabiah tentang apa yang terjadi setelah kematian.
Minggu: ULAT-ULAT YANG ABADI (Immortal Worms).
2. Baca Markus 9:42-48; bandingkan dengan Yesaya 66:24. Ini adalah dua perikop kunci.
(BSG) : Kata benda tunggal “Ulat” (Mark.9:48)—beberapa menafsirkan sebagai kiasan terhadap jiwa/roh orang jahat yang setelah kematian, terbang ke neraka, di mana ia tidak pernah mati dan menderita siksaan abadi.
Tapi penafsiran ini tidak sesuai dengan gagasan Alkitab yang menyatakan tentang kematian yang sama sekali tidak tahu apa-apa.
Dalam Markus 9:48—Yesus mengutip Yes.66:24 yang berbunyi: “Dan mereka akan keluar dan melihat mayat orang2 yang memberontak terhadap Aku; ulat yang memakannya tidak akan mati, api yang membakar mereka tidak akan padam, dan mereka akan menjijikkan bagi seluruh umat manusia.”
(Ini merupakan kiasan yang menakutkan ---menggambarkan medan perang dengan musuh2 Tuhan mati di atas tanah dan dihancurkan. Mayat2 yang tidak dimakan api di urai oleh ulat2 dan api.
Jadi tidak ada referensi soal jiwa yang dinyatakan keluar dari kehancuran tubuh dan terbang ke neraka.
Bagaimana dengan “ulat” yang tidak pernah mati?.
Bahasa kiasan ini tidak menyiratkan bahwa ulat2 itu abadi. Penekanannya adalah: bahwa ulat tidak meninggalkan tugas merusak mereka itu tidak tuntas.
Sebaliknya anak-anak Allah yang setia dengan sukacita tinggal di “langit yang baru dan bumi yang baru” dan menyembah Allah di hadirat-Nya (Yes.66:22,23).
Dengan nasib yang begitu berbeda, tidak heran jika Yesus menyatakan bahwa akan jauh lebih baik bagi seseorang untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah tanpa bagian penting dari tubuhnya---tanpa tangan atau kaki, atau bahkan mata—daripada memiliki tubuh yang sempurna yang akan dihancurkan oleh ulat-ulat dan api.(Mrk.9:42-48).
**Tidak ada jalan tengah—Kita diselamatkan atau benar2 hilang.
Senin:
API NERAKA (The Fires of Hell).
*Pendapat banyak orang: Neraka sudah ada dan terus menyala.(Ini tidak benar—bertentangan dengan Alkitab).
Ilustrasi:
Pdt. Katolik Roma John Furniss(1809-1865) dalam brosur anak2 berjudul: The Sight of Hell—menggambarkan siksaan abadi melalui bola besi padat sebesar langit dan bumi.
“Seekor burung datang 1 x dalam 100 juta tahun—menyentuh bola besi besar dengan bulu sayapnya”.
Dan menyatakan bahwa pembakaran orang berdosa di neraka terus berlanjut meskipun setelah bola besi itu habis oleh sentuhan bulu yang sesekali itu!.
3. Bandingkan gagasan itu dengan ayat-ayat berikut dari Alkitab. (Contrast that idea with the following verses from the Bible.)
Maleakhi 4:1 “Bahwa sesungguhnya hari itu
datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang
yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh
hari yang datang itu, firman Tuhan semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya
akar dan cabang mereka.”
Yudas 7 “….telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.”
4. Apa arti kata kekal, abadi, dan selama-lamanya? Apakah disana ada satu perbedaan? (What is the meaning of the words eternal, everlasting, and forever? Is there a difference?)
Kekal – Ibrani: ‘olam’; Yunani: aion,
aionios:
Ketika dikaitkan dengan Tuhan(Ul.33:27) –itu mengungkapkan ke abadian-Nya.
Kalau berhubungan dengan manusia—(Kel.21:6
“selamanya”-kata tersebut dibatasi oleh masa hidup mereka.
Saat mengualifikasikan “api” (Mts.18:8; Mts.25:4 kekal)—Ini menyiratkan bahwa api tidak akan padam sampai benar2 menghabiskan apa yang sedang dibakar.
Artinya, bahwa api itu akan akan menghanguskan orang jahat sepenuhnya dan tidak dapat diubah, meninggalkan mereka “tidak ada akar atau cabangnya lagi”.(Mts.4:1).
Jika orang jahat dihukum untuk selamanya, maka kejahatan tidak akan pernah diberantas.
Bukankah lebih masuk akal jika Allah hanya mengakhiri keberadaan orang jahat itu?.
Semua referensi Alkitab tentang “api kekal”—harus dilihat sebagai kiasan kepada “DANAU API” pasca 1000 tahun dari Wahyu 20. Jadi tidak alkitabiah untuk berbicara tentang Neraka yang sudah ada dan terus menyala.
5. Jika ada yang
namanya hukuman abadi di suatu tempat di alam semesta, itu berarti dosa dan
kejahatan tidak akan pernah bisa dilenyapkan.
Apakah adil bagi seseorang, meskipun dia telah menjalani kehidupan yang jahat dalam keberadaan manusia yang singkat ini, untuk dihukum selamanya?
6. Dan kita perlu mengingat apa yang telah kita pelajari bahwa hanya Tuhan yang dapat menghasilkan kehidupan.
Dengan kata lain, Tuhan harus menjaga orang-orang ini tetap hidup untuk waktu yang tidak terbatas. Apakah itu berarti bahwa Dia harus memberi mereka makan dari pohon kehidupan? Itulah yang membuat orang benar tetap hidup di surga!
7. Di mana “api abadi” ini berada? Lautan api mengelilingi (surround) Yerusalem Baru! Wahyu 20:10. Here the lake of fire is the surface of the earth turned into a sea of flames, which both consumes the wicked and purifies the earth. (permukaan bumi berubah menjadi lautan api..) 7 BC p.882.
“dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”
*Pendapat banyak orang: Neraka sudah ada dan terus menyala.(Ini tidak benar—bertentangan dengan Alkitab).
Ilustrasi:
Pdt. Katolik Roma John Furniss(1809-1865) dalam brosur anak2 berjudul: The Sight of Hell—menggambarkan siksaan abadi melalui bola besi padat sebesar langit dan bumi.
“Seekor burung datang 1 x dalam 100 juta tahun—menyentuh bola besi besar dengan bulu sayapnya”.
Dan menyatakan bahwa pembakaran orang berdosa di neraka terus berlanjut meskipun setelah bola besi itu habis oleh sentuhan bulu yang sesekali itu!.
3. Bandingkan gagasan itu dengan ayat-ayat berikut dari Alkitab. (Contrast that idea with the following verses from the Bible.)
Yudas 7 “….telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.”
4. Apa arti kata kekal, abadi, dan selama-lamanya? Apakah disana ada satu perbedaan? (What is the meaning of the words eternal, everlasting, and forever? Is there a difference?)
Ketika dikaitkan dengan Tuhan(Ul.33:27) –itu mengungkapkan ke abadian-Nya.
Saat mengualifikasikan “api” (Mts.18:8; Mts.25:4 kekal)—Ini menyiratkan bahwa api tidak akan padam sampai benar2 menghabiskan apa yang sedang dibakar.
Artinya, bahwa api itu akan akan menghanguskan orang jahat sepenuhnya dan tidak dapat diubah, meninggalkan mereka “tidak ada akar atau cabangnya lagi”.(Mts.4:1).
Jika orang jahat dihukum untuk selamanya, maka kejahatan tidak akan pernah diberantas.
Bukankah lebih masuk akal jika Allah hanya mengakhiri keberadaan orang jahat itu?.
Semua referensi Alkitab tentang “api kekal”—harus dilihat sebagai kiasan kepada “DANAU API” pasca 1000 tahun dari Wahyu 20. Jadi tidak alkitabiah untuk berbicara tentang Neraka yang sudah ada dan terus menyala.
Apakah adil bagi seseorang, meskipun dia telah menjalani kehidupan yang jahat dalam keberadaan manusia yang singkat ini, untuk dihukum selamanya?
6. Dan kita perlu mengingat apa yang telah kita pelajari bahwa hanya Tuhan yang dapat menghasilkan kehidupan.
Dengan kata lain, Tuhan harus menjaga orang-orang ini tetap hidup untuk waktu yang tidak terbatas. Apakah itu berarti bahwa Dia harus memberi mereka makan dari pohon kehidupan? Itulah yang membuat orang benar tetap hidup di surga!
7. Di mana “api abadi” ini berada? Lautan api mengelilingi (surround) Yerusalem Baru! Wahyu 20:10. Here the lake of fire is the surface of the earth turned into a sea of flames, which both consumes the wicked and purifies the earth. (permukaan bumi berubah menjadi lautan api..) 7 BC p.882.
“dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”
Selasa:
ORANG2 KUDUS DI API PENYUCIAN
(The Saint in Purgatory.)
8. Gereja telah bergumul dengan gagasan tentang hukuman kekal ini sampai lama sekali waktu lalu, ketika Gereja Katolik Roma mencoba menyarankan solusi yang memungkinkan.
*Gereja Katolik Roma berpendapat bahwa orang mati yang tidak pantas masuk neraka, tetapi belum siap untuk masuk surga, dosa2nya dapat di bersihkan di Purgatory (Api penyucian) dan kemudian dari sana naik ke surga.
Penderitaan2 mereka di api penyucian dapat dikurangi dengan doa dan penebusan dosa/Confession of sin dari orang2 terkasih.
9. Ide-ide ini
dengan jelas dibantah oleh ayat-ayat berikut:
(Menyangkal Teori Api Penyucian/Purgatory).
Pengkh.9:10 “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, kemana engkau akan pergi.”
(Juga: Yehezkiel 18:20-22 )
*Dogma Api Penyucian menggabungkan ide
kekafiran tentang neraka yang membara/menyala dengan praktek kekafiran yang
berdoa bagi orang yang sudah mati.
Dogma ini tidak dapat diterima oleh mereka yang percaya pada ajaran Alkitab:
(1). Bahwa orang mati tetap tinggal beristirahat tanpa kesadaran di dalam kuburan mereka (Pkh.9:10);
(2). Bahwa kebenaran dari satu manusia yang jatuh tidak dapat dialihkan/transferred kepada manusia yang jatuh lainnya. (Yehezkiel 18:20-22).
(3). Bahwa
satu2nya perantara kita adalah Yesus Kristus
(1 Tim.2:5).
(4) Bahwa kematian diikuti oleh penghakiman terakhir, tanpa kesempatan kedua untuk bertobat dari perangkap kehidupan ini (Ibrani 9:27),
Teori Api Penyucian: -Memutar balikkan karakter Tuhan sendiri. Gagasan tentang neraka dan api penyucian sangat salah menggambarkan karakter Allah. Mereka adalah teori-teori anti-alkitabiah
E.G.White, Manuscript 51 (10 Des.1890) :
“Pekerjaan Iblis sejak kejatuhannya adalah salah menafsirkan Bapa surgawi kita.
Dia menyarankan dogma keabadian jiwa…Gagasan tentang neraka abadi yang
menyala-nyala adalah hasil karya Iblis; api penyucian adalah penemuannya (his
invention).
“Sekali-kali engkau tidak akan mati,” diucapkan oleh si penipu ulung kepada Adam dan Hawa di Eden, dan kita mengetahui akibat dari memercayai kata-katanya. [Kejadian 3:4].
Ajaran2 ini memalsukan karakter Allah, bahwa Dia akan dianggap kejam, pendendam, sewenang-wenang, dan tidak menjalankan pengampunan (not exercising forgiveness).
Bukannya orang mati tertidur, menunggu kedatangan Kristus kembali, pandangan itu mengatakan mereka berada dalam Api Penyucian, menderita disana sampai seseorang berhasil mengeluarkan mereka./manages to get them out.
(The Saint in Purgatory.)
8. Gereja telah bergumul dengan gagasan tentang hukuman kekal ini sampai lama sekali waktu lalu, ketika Gereja Katolik Roma mencoba menyarankan solusi yang memungkinkan.
*Gereja Katolik Roma berpendapat bahwa orang mati yang tidak pantas masuk neraka, tetapi belum siap untuk masuk surga, dosa2nya dapat di bersihkan di Purgatory (Api penyucian) dan kemudian dari sana naik ke surga.
Penderitaan2 mereka di api penyucian dapat dikurangi dengan doa dan penebusan dosa/Confession of sin dari orang2 terkasih.
(Menyangkal Teori Api Penyucian/Purgatory).
Pengkh.9:10 “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, kemana engkau akan pergi.”
(Juga: Yehezkiel 18:20-22 )
Dogma ini tidak dapat diterima oleh mereka yang percaya pada ajaran Alkitab:
(1). Bahwa orang mati tetap tinggal beristirahat tanpa kesadaran di dalam kuburan mereka (Pkh.9:10);
(2). Bahwa kebenaran dari satu manusia yang jatuh tidak dapat dialihkan/transferred kepada manusia yang jatuh lainnya. (Yehezkiel 18:20-22).
(1 Tim.2:5).
(4) Bahwa kematian diikuti oleh penghakiman terakhir, tanpa kesempatan kedua untuk bertobat dari perangkap kehidupan ini (Ibrani 9:27),
Teori Api Penyucian: -Memutar balikkan karakter Tuhan sendiri. Gagasan tentang neraka dan api penyucian sangat salah menggambarkan karakter Allah. Mereka adalah teori-teori anti-alkitabiah
“Sekali-kali engkau tidak akan mati,” diucapkan oleh si penipu ulung kepada Adam dan Hawa di Eden, dan kita mengetahui akibat dari memercayai kata-katanya. [Kejadian 3:4].
Ajaran2 ini memalsukan karakter Allah, bahwa Dia akan dianggap kejam, pendendam, sewenang-wenang, dan tidak menjalankan pengampunan (not exercising forgiveness).
Bukannya orang mati tertidur, menunggu kedatangan Kristus kembali, pandangan itu mengatakan mereka berada dalam Api Penyucian, menderita disana sampai seseorang berhasil mengeluarkan mereka./manages to get them out.
Rabu:
SEBUAH SURGA DENGAN JIWA TANPA TUBUH.
(A Paradise Without Disembodied Souls).
10. Benar bahwa banyak kelompok Protestan telah menolak gagasan api penyucian; namun, mereka masih percaya pada jiwa yang tidak berkematian sebagai roh tanpa tubuh yang hidup di hadirat Allah. Bahwa jiwa orang benar yang telah meninggal sudah menikmati surga di hadirat Tuhan.
(Ini melemahkan doktrin Alkitabiah
tentang kebangkitan dan penghakiman terakhir bagi orang mati.
Pertanyaannya: Mengapa ada kebangkitan dan
penghakiman (Wahyu 20:12-14) jika jiwa orang benar sudah menikmati Firdaus?.
11. Apa
kebenaran tentang rencana Allah bagi orang mati?
Wahyu 20:12-14 “Dan aku melihat orang2 mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang2 mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang tertulis di dalam kitab-kitab itu……”
12. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa saat ini hanya ada sedikit manusia di surga:
Mereka yang telah diubah seperti Henokh
(Kejadian 5:24) dan Elia (2 Raja-raja 2:9-11) atau dibangkitkan dari kematian,
seperti Musa (Yudas 9) dan mereka yang dibangkitkan bersama Kristus. (Matius
27:51-53) Kita tidak tahu berapa banyak yang dibangkitkan bersama Kristus.
Seperti dalam Wahyu 6:9-11 tentang jiwa-jiwa “di bawah mezbah” yang berseru kepada Tuhan untuk membalas dengam ---Ini hanyalah kiasan untuk keadilan—bukan mengenai keabadian jiwa.
13. Bandingkan perikop ini dari Apokrifa.
2 Esdras 4:35: “Bukankah jiwa orang benar di kamar mereka bertanya tentang hal-hal ini, dengan mengatakan, 'Berapa lama kita akan tinggal di sini? Dan kapan panen upah kita akan datang?’”—The Holy Bible: New Revised Standard Version. (edisi Katolik)* (1989).
(2 Esdras 4:35). Nashville: Penerbit Thomas Nelson.
*Orang mati/Orang benar yang mati, bukanlah jiwa tanpa tubuh yang melyang di sekitar surga, menunggu dengan sabar untuk dipersatukan kembali dengan tubuh mereka pada kebangkitan terakhir.
14. Doktrin
Perjanjian Baru tentang kebangkitan orang benar, benar-benar bertentangan
dengan gagasan tentang jiwa yang tidak berkematian.
15. Perlu kita ingat bahwa orang mati mengalami tidur terlama dan terlelap yang pernah mereka alami.
Allah akan membangunkan mereka dari tidurnya, baik pada kedatangan kedua (untuk orang benar) atau kedatangan ketiga (untuk orang fasik).
Yohanes 5:28-29 “Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”
(A Paradise Without Disembodied Souls).
10. Benar bahwa banyak kelompok Protestan telah menolak gagasan api penyucian; namun, mereka masih percaya pada jiwa yang tidak berkematian sebagai roh tanpa tubuh yang hidup di hadirat Allah. Bahwa jiwa orang benar yang telah meninggal sudah menikmati surga di hadirat Tuhan.
Wahyu 20:12-14 “Dan aku melihat orang2 mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang2 mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang tertulis di dalam kitab-kitab itu……”
12. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa saat ini hanya ada sedikit manusia di surga:
Seperti dalam Wahyu 6:9-11 tentang jiwa-jiwa “di bawah mezbah” yang berseru kepada Tuhan untuk membalas dengam ---Ini hanyalah kiasan untuk keadilan—bukan mengenai keabadian jiwa.
13. Bandingkan perikop ini dari Apokrifa.
2 Esdras 4:35: “Bukankah jiwa orang benar di kamar mereka bertanya tentang hal-hal ini, dengan mengatakan, 'Berapa lama kita akan tinggal di sini? Dan kapan panen upah kita akan datang?’”—The Holy Bible: New Revised Standard Version. (edisi Katolik)* (1989).
(2 Esdras 4:35). Nashville: Penerbit Thomas Nelson.
*Orang mati/Orang benar yang mati, bukanlah jiwa tanpa tubuh yang melyang di sekitar surga, menunggu dengan sabar untuk dipersatukan kembali dengan tubuh mereka pada kebangkitan terakhir.
15. Perlu kita ingat bahwa orang mati mengalami tidur terlama dan terlelap yang pernah mereka alami.
Allah akan membangunkan mereka dari tidurnya, baik pada kedatangan kedua (untuk orang benar) atau kedatangan ketiga (untuk orang fasik).
Yohanes 5:28-29 “Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”
Kamis:
PANDANGAN ALKITABIAH (The Biblical View)
16. Akankah orang jahat benar-benar hidup selamanya, menderita di neraka?
Dalam 1 Yohanes 5:3-12, apa yang Yohanes
sarankan tentang siapa yang akan menerima hidup yang kekal?
Mengapa Rsl.Yohanes membatasi “kehidupan
kekal” hanya bagi mereka yang ada di dalam Kristus?.
1 Yoh.5:4-5 “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah anak Allah?.
1 Yoh.5: 11-12 “Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.”
17. Ada catatan
menarik yang perlu kita lihat dalam King James Version.
1 Yoh.5:7-8 “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]:Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.”
18. Ini tidak ditemukan dalam versi yang lain yang lebih modern. Kenapa?
Karena itu ditulis oleh seorang Imam Katolik Roma di awal sejarah gereja dan diimpor ke dalam Versi King James atas desakan seorang pendeta Katolik Roma pada tahun 1611.
19. Sekadar memperjelas, marilah kita ingat bahwa hanya Ke Allahan ( the Godhead) yang memiliki keabadian yang melekat./inherent immortality.
1 Timotius 6:15-16 -v.16 He alone is immortal.
20. Mari kita
ingat bahwa Adam dan Hawa memiliki akses ke pohon kehidupan dan, dengan
demikian, seharusnya hidup selamanya. Kita semua seharusnya tinggal di Taman
Eden.
Namun, ketika Adam dan Hawa memilih untuk berbuat dosa, mereka diusir dari taman dan, dengan demikian, sejak saat itu, tidak ada keluarga manusia yang dapat mengakses pohon kehidupan.
21. Roma 5:12-21 menjelaskan bahwa sementara dosa masuk karena tindakan satu orang, yaitu: Adam, kita dapat mewarisi kehidupan kekal karena manusia lain, dalam hal ini, Manusia/Ilahi ( a Human/Divine)-- Yesus Kristus yang memungkinkan bagi kita untuk kembali ke kondisi awal itu.
22. Yohanes 6:40 dan Yohanes 11:25 memperjelas bahwa hanya mereka yang percaya kepada Anak yang akan memiliki hidup yang kekal; meskipun mereka mungkin mati pada kematian pertama itu, mereka akan hidup. Kehidupan kekal adalah karunia dari Allah kepada para pengikut setia-Nya.
[EGW:] Seandainya manusia setelah kejatuhannya diizinkan akses bebas ke pohon kehidupan, dia akan hidup selamanya, dan demikianlah dosa akan terjadi diabadikan.
Tapi kerub dan pedang yang menyala menjaga “jalan dari
pohon kehidupan” (Kejadian 3:24), dan tidak satu pun dari keluarga Adam yang diizinkan melewati penghalang itu dan mengambil bagian dari buah yang memberi kehidupan.
Oleh karena itu, tidak ada pendosa yang abadi.(there is not an immortal sinner).
―Ellen G. White, The Great Controversy*
533.3-534.
23. Jadi, mengapa mereka yang percaya pada jiwa yang tidak berkematian berpegang teguh pada kepercayaan itu? Kita mungkin mengerti mengapa mereka ingin percaya bahwa orang yang mereka kasihi “bersama Tuhan.”
Namun, apakah mereka benar-benar ingin dapat melihat dari surga pemandangan yang menurut perkiraan mereka dapat mereka lihat—dari semua orang jahat yang sedang dihukum?
24. Gagasan tentang neraka dan bahkan api penyucian menghadirkan Allah dalam terang yang sangat mengerikan.
Allah dipandang sebagai monster dan tiran.
25. Kita juga
harus mengingat berbagai pengertian dari kata kekal, selama-lamanya, dan
selama-lamanya/abadi.(eternal,
forever, and everlasting. For God, it is without end. For us, as long as we
live. For fire, until it is out.)
Bagi Allah, itu tanpa akhir. Untuk kita,
selama kita hidup. Untuk api, sampai padam.
26. Alkitab dengan jelas berbicara tentang lautan api. Apakah itu hanya istilah lain untuk neraka? Berapa lama lautan api bertahan/last? Bagaimana kita masing-masing dapat memastikan dengan pasti bahwa kita tidak berakhir(end up)-- dalam lautan api itu. Apakah Yerusalem Baru akan dikelilingi oleh “lautan api”?
TAMBAHAN:
Doktrin Kebakaan/kekekalan alamiah mendesak kebenaran yang diajarkan dengan jelas di dalam Alkitab bahwa “orang mati tidak tau apa-apa” (Pengkh.9:5).
16. Akankah orang jahat benar-benar hidup selamanya, menderita di neraka?
1 Yoh.5:4-5 “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah anak Allah?.
1 Yoh.5: 11-12 “Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.”
1 Yoh.5:7-8 “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]:Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.”
18. Ini tidak ditemukan dalam versi yang lain yang lebih modern. Kenapa?
Karena itu ditulis oleh seorang Imam Katolik Roma di awal sejarah gereja dan diimpor ke dalam Versi King James atas desakan seorang pendeta Katolik Roma pada tahun 1611.
19. Sekadar memperjelas, marilah kita ingat bahwa hanya Ke Allahan ( the Godhead) yang memiliki keabadian yang melekat./inherent immortality.
1 Timotius 6:15-16 -v.16 He alone is immortal.
Namun, ketika Adam dan Hawa memilih untuk berbuat dosa, mereka diusir dari taman dan, dengan demikian, sejak saat itu, tidak ada keluarga manusia yang dapat mengakses pohon kehidupan.
21. Roma 5:12-21 menjelaskan bahwa sementara dosa masuk karena tindakan satu orang, yaitu: Adam, kita dapat mewarisi kehidupan kekal karena manusia lain, dalam hal ini, Manusia/Ilahi ( a Human/Divine)-- Yesus Kristus yang memungkinkan bagi kita untuk kembali ke kondisi awal itu.
22. Yohanes 6:40 dan Yohanes 11:25 memperjelas bahwa hanya mereka yang percaya kepada Anak yang akan memiliki hidup yang kekal; meskipun mereka mungkin mati pada kematian pertama itu, mereka akan hidup. Kehidupan kekal adalah karunia dari Allah kepada para pengikut setia-Nya.
[EGW:] Seandainya manusia setelah kejatuhannya diizinkan akses bebas ke pohon kehidupan, dia akan hidup selamanya, dan demikianlah dosa akan terjadi diabadikan.
Tapi kerub dan pedang yang menyala menjaga “jalan dari
pohon kehidupan” (Kejadian 3:24), dan tidak satu pun dari keluarga Adam yang diizinkan melewati penghalang itu dan mengambil bagian dari buah yang memberi kehidupan.
Oleh karena itu, tidak ada pendosa yang abadi.(there is not an immortal sinner).
23. Jadi, mengapa mereka yang percaya pada jiwa yang tidak berkematian berpegang teguh pada kepercayaan itu? Kita mungkin mengerti mengapa mereka ingin percaya bahwa orang yang mereka kasihi “bersama Tuhan.”
Namun, apakah mereka benar-benar ingin dapat melihat dari surga pemandangan yang menurut perkiraan mereka dapat mereka lihat—dari semua orang jahat yang sedang dihukum?
24. Gagasan tentang neraka dan bahkan api penyucian menghadirkan Allah dalam terang yang sangat mengerikan.
Allah dipandang sebagai monster dan tiran.
26. Alkitab dengan jelas berbicara tentang lautan api. Apakah itu hanya istilah lain untuk neraka? Berapa lama lautan api bertahan/last? Bagaimana kita masing-masing dapat memastikan dengan pasti bahwa kita tidak berakhir(end up)-- dalam lautan api itu. Apakah Yerusalem Baru akan dikelilingi oleh “lautan api”?
TAMBAHAN:
Doktrin Kebakaan/kekekalan alamiah mendesak kebenaran yang diajarkan dengan jelas di dalam Alkitab bahwa “orang mati tidak tau apa-apa” (Pengkh.9:5).
Komentar
Posting Komentar